Social Items

PROBOLINGGO JATIM - Kasus positif virus Corona di Probolinggo Melonjak, hari ini bertambah 31 Orang Positif. Hingga sekarang total capai 75 Orang positif COVID-19 di Kabupaten Probolinggo. Penambahan angka ini dari 9 kecamatan di Probolinggo.

Jubir Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, dr Anang Budi Yoelijanto mengatakan pihaknya akan melakukan tracing.

"Setelah ketemu nantinya akan ditindaklanjuti dengan rapid test dan pemeriksaan tes swab," kata Anang, Kamis (21/5/2020).

Gugus Tugas Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo menyatakan, kecamatan itu yakni, Kecamatan Dringu, Kecamatan Besuk, Kecamatan Kraksaan, Kecamatan Krejengan, Kecamatan Paiton, Kecamatan Banyuanyar, Kecamatan Krucil, Kecamatan Wonomerto dan Kecamatan Tiris.

Kenaikan angka terbanyak hari ini, menjadikan Kabupaten Probolinggo menjadi teratas daerah di Jawa Timur No 4.

Pasien terpapar Corona berasal dari 10 orang dari klaster Ponpes Temboro Magetan, 11 orang klaster perjalanan dari zona merah di Jawa Timur, yang ada kontak dengan orang di karantina di desa-desa, dan 10 orang tenaga medis RSUD Waluyo Jati Kraksaan diduga dari klaster Sukolilo Surabaya.

Semua pasien dalam kondisi sehat, dan dilakukan isolasi di rumah pengawasan dengan penjagaan ketat tim medis dari Dinas Kesehatan Pemkab Probolinggo.

Melonjak, Positif Corona Di Probolinggo Bertambah 31 Orang

MOJOKERTO JATIM - Sebuah motor Voorijder Satlantas Polres Mojokerto terlibat kecelakan di Jalan Raya Jayanegara, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis (21/5/2020).

Motor Voorijder tipe Yamaha Police X 111-62 yang dikendarai oleh anggota Polisi tersebut bertabrakan dengan motor Honda Scoopy Nopol. S 5497 P.

Kejadian kecelakaan itu bermula ketika  anggota Polantas bernama Arif Septa Diansyah (33) mengendarai Motor Voorijder melaju kencang dari arah utara ke selatan

Di saat bersamaan dari arah berlawanan melaju motor Honda Scoopy yang dikendarai oleh seorang guru bernama Budi Utomo (34)  warga Dusun Janti, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto.

Setibanya di lokasi, motor Scoopy menyebrang ke jalur utara menuju selatan yang secara bersamaan motor Yamaha Police melaju dari arah berlawanan.

"Karena jarak antara kedua kendaraan sudah dekat sehingga terjadilah laka lantas," ujar Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP AM Ridho Ariefianto, Kamis (21/5).

Ia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun pengemudi motor Scoopy mengalami lula ringan dan sudah mendapat pertolongan. Kerugian akibat kecelakaan ini sekitar Rp. 500 ribu.

"Kendaraan terlibat kecelakan sudah diamankan sebagai barang bukti di kantor Unit Laka Lantas Polres Mojokerto," jelasnya.

Kecelakaan Langka Di Mojokerto, Motor Polisi Tabrak Motor Scoopy

NGANJUK JATIM - Ada tambahan empat orang warga Kabupaten Nganjuk yang kembali terkonfirmasi positif corona. Dengan demikian hingga kini jumlah warga Kabupaten Nganjuk terkonfirmasi positip virus corona menjadi 24 orang.

Juru Bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, dr Hendriyanto menjelaskan, empat orang tersebut dinyatakan positip setelah hasil tes Swab dari laboratoriun hasilnya positip corona.

"Sebelumnya keempat warga tersebut dari hasil rapid test semuanya menunjukkan reaktif dan sudah langsung dilakukan isolasi dan perawatan di RSUD Nganjuk dan RSUD Kertosono," kata Hendriyanto, Kamis (21/5/2020) malam.

Dijelaskan Hendiryanto, empat warga terkonfirmasi positip virus corona masing-masing seorang wanita usia 25 tahun yang merupakan seorang anak dari karyawan pabrik rokok di Surabaya yang juga positif corona dan telah meninggal dunia.

Selanjutnya seorang laki-laki usia 28 tahun dengan riwayat kerja di Surabaya.

Kemudian wanita usia 60 tahun dan seorang nenek usia 78 tahun keduanya dengan riwayat sama-sama dari kluster rekreasi.

"Melihat riwayat warga positif corona dari luar daerah tentunya menjadikan kewaspadaan semuanya untuk saling menjaga diri sekarang untuk tidak tertular Covid-19," ucap Hendriyanto.

Sedangkan untuk pasien positip virus corona yang dinyatakan sembuh, ungkap Hendriyanto, ada satu orang wanita usia 45 tahun asal Kecamatan Nganjuk dengan riwayat karyawan Pabrik Rokok di Surabaya.

Dengan adanya satu orang dinyatakan sembuh hingga kini total warga positif corona di Nganjuk yang sembuh sebanyak 8 orang.

"Kami berharap jumlah pasien positip corona di Nganjuk yang sembuh bisa terus bertambah, dan tidak ada yang hingga meninggal dunia," tutur Hendriyanto.

Sementara itu, imbuh Hendriyanto, dari data terakhir sebaran covid-19 di Kabupaten Nganjuk untuk warga berstatus ODR (Orang Dalam Risiko) sebanyak 34.106 orang, warga status ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 85 orang, warga berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebanyak 64 orang, dan warga status orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 692 orang.

"Untuk warga terkonfirmasi positip jumlah komulatifnya sebanyak 24 orang dimana 8 orang diantaranya dinyatakan sembuh setelah hasil dua kali tes Swab negatif," tutur Hendriyanto yang juga tak lupa selalu berpesan kepada warga Kabupaten Nganjuk tidak panik dan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19

Update Corona Di Nganjuk 21 Mei: Pasien Positif Bertambah 4 Orang

KEDIRI JATIM - Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menghimbau masyarakatnya untuk jalankan Sholat Idul Fitri 1441 H di rumah saja. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Himbauan melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Kediri tanggal 16 April 2020 tentang pelaksanaan Ibadah di Bulan Ramadhan 1441 H di tengah pandemi Covid-19, serta dalam nota kesepakatan antara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri bersama Tokoh- tokoh agama islam kabupaten kediri tanggal 22 April 2020.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU, Ketua PD Muhammadiyah, Ketua DPD LDII, Ketua MUI dan Ketua FKUB Kabupaten Kediri. Terkait dengan penyelenggaraan Sholat Idul Fitri, di dalam Surat Edaran berikut ini adalah pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan berjamaah, baik di masjid atau di lapangan, untuk sementara ditiadakan. Selain itu, silaturahmi atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan kompilasi Hari Raya Idul Fitri dapat dilaksanakan melalui media sosial dan / atau panggilan video / konferensi. 

Penyaluran zakat pun agar dilakukan dengan tidak berhasil mengumpulkan orang. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, Zuhri, S.Ag., M.Si. Mengajak masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 dengan tidak melaksanakan Sholat Idul Fitri atau masjid yang mendatangkan banyak orang.

Pemkab Kediri Himbau Masyarakat Sholat Idul Fitri Di Rumah

MALANG JATIM -Kasus Positif Corona Di kota Malang Bertambah hari ini. Pemkot Malang mengumumkan data terbaru pasien positif virus Covid-19 di wilayahnya. Jumlah pasien positif menjadi 30 orang atau bertambah 3 orang di hari kelima pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, Kamis (21/5/2020).

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nur Widianto mengatakan tambahan 3 konfirmasi pasien positif ini terdiri dari seorang tenaga kesehatan atau dokter, laki-laki berusia 33 tahun. Pasien positif kedua adalah laki-laki berusia 52 tahun memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya.

Kemudian pasien ketiga juga seorang laki-laki berusia 67 tahun. Untuk pasien ketiga ini belum diketahui riwayat perjalanannya. Karena sedang dalam proses tracing dari Satgas Covid-19 Pemerintah Kota Malang.

“Semua di rawat di rumah sakit, dua orang tanpa gejala. Hanya satu saja (ada gejala), jatuh sakit, dibawa ke rumah sakit, teridentifikasi sebagaimana gejala Covid-19 (pasien riwayat perjalanan Surabaya),” tandas Widianto.

Sementara itu, data Covid-19 Kota Malang Per 21 Mei 2020, orang dengan resiko (ODR) 2.034 orang, orang tanpa gejala (OTG) 299 orang, orang dalam pemantauan (ODP) 853 orang, serta pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 223 orang. PDP yang meninggal dunia sebanyak 17 orang. Sementara dari 30 pasien positif 12 dinyatakan sembuh dan 18 masih dalam perawatan.

Pasien Positif Corona Di Kota Malang Bertambah 3 Orang

Dua pasien positif virus corona asal Kabupaten Karanganyar dinyatakan sembuh.

Dua orang tersebut diketahui berasal dari Kecamatan Colomadu dan Kerjo.

Dua warga Karanganyar tersebut merupakan peserta Ijtima Ulama Gowa.

Bertambahnya dua pasien sembuh tersebut, total sudah ada 19 pasien positif corona yang dinyatakan sembuh sampai saat ini.

Ada tambahan dua pasien sembuh.

Dari Colomadu dan Kerjo.

Hasil swabnya keluar kemarin dan hari ini," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono Kamis (21/5/2020) malam.

Dia mengungkapkan, meski sudah dinyatakan sembuh, dua pasien sembuh tersebut masih harus menjalani karantina mandiri.

Menurutnya, sampai saat ini tercatat masih ada tiga pasien positif corona yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Tiga orang tersebut masing-masing tenaga kesehatan asal Kecamatan Gondangrejo, peserta Ijtima Ulama Gowa asal Kecamatan Colomadu dan istri seorang pemudik asal Kecamatan Kerjo.


Orang dalam pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 31 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) ada sebanyak 22 orang.

Sedangkan pasien terkonfirmasi positif ada 25 orang.

Dari 25 pasien terkonfirmasi positif, 19 orang dinyatakan sembuh, tiga orang meninggal dunia dan tiga pasien menjalani perawatan.

Kabar bahagia. 2 orang Karangnyar dinyatakan sembuh dari Corona

Kabar melegakan datang dari Kota Magelang.

Ada 2 pasien positif corona yang dinyatakan sudah sembuh, Kamis (21/5/2020).

Mereka warga Kelurahan Magersari dan satu dari Jurangombo Selatan.

Total yang sembuh di Kota Magelang kini sebanyak 9 orang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto, membenarkan ada dua orang positif yang telah dinyatakan sembuh pada Kamis (21/5/2020) ini.

Mereka berjenis kelamin laki-laki dan berasal dari Jurangombo Selatan dan Magersari.

"Ada dua positif lagi yang sembuh. Semua laki-laki. Satu sebelumnya di RST dr Soedjono dan dari Kelurahan Magersari.

Satu lagi, karantina di rumah dari Jurangombo Selatan," ujar Majid, Kamis (21/5/2020).

Majid mengatakan, satu positif yang sembuh, sebelumnya dirawat di RST dr Soedjono.

Pasien berinisial MJS (35) dan memiliki hubungan keluarga dengan pasien yang memiliki riwayat Gowa.

Sementara itu, satu yang positif dan karantina di Jurangombo Selatan, BS (67), sebelumnya dirawat juga dan kondisinya membaik.

Ia lanjut melakukan isolasi mandiri di rumah.

Pasien ini adalah suami dari pasien positif yang meninggal sebelumnya.

"Pasien dari Magersari sebelumnya dirawat di RST dr Soedjono."

Pasien yang dari Jurangombo Selatan, adalah suami dari istri yang positif dan meninggal di Jurangombo Selatan."

"Sang suami dulu juga dirawat di rumah sakit kemudian dilanjut di rumah," tutur Majid.

Penambahan 2 positif yang sembuh ini maka jumlah yang sembuh sebanyak 9 orang.

Jumlah ini diharapkan terus bertambah seiring tidak ada penambahan kasus positif, sementara waktu ini.

Selain pasien sembuh, ada penambahan satu orang PDP yang meninggal dunia.

Pasien memiliki riwayat hipertensi. Ia masuk ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas.

Tidak ada riwayat perjalanan dan tidak kontak dengan penderita positif," ujar Majid.

Data terkini Covid-19 Kota Magelang, Kamis (21/5/2020) pukul 12.00 WIB, Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 306 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 258 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 31 orang dengan keterangan 31 pasien lama, 1 dirujuk, 1 dirawat, 4 pulang dipantau, 22 pulang membaik dan 4 meninggal.

Jumlah kasus positif Covid-19 sendiri sebanyak 22 kasus.

Tidak ada penambahan kasus baru pada hari ini.

Sebanyak 9 diantaranya dinyatakan sembuh.

Kabar gembira. 2 orang magelang sembuh dari Covid-19

BANYUWANGI JATIM - Polresta Banyuwangi menangkap seorang pria yang mengaku sebagai polisi. Pria bernama lengkap Yoyok Hadi Kuscahyo warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi itu juga memeras seorang warga.

Dari tampilan, pria ini berdandan ala polisi sungguhan. Memakai kaus berlogo polri dan menenteng senjata jenis air soft gun.

Dia kerap tampil meyakinkan bak anggota polisi. Bahkan, dari sikap dan tata bicara layaknya seorang anggota.

Alhasil, uang puluhan juta rupiah berhasil dikantonginya. Modusnya terendus setelah korban curiga karena resah oleh perilaku korban.

“Kejadian bermula pada Januari 2020 lalu, saat itu memperkenalkan diri dan mengaku sebagai anggota Polri. Dia bercerita tentang pengalaman dan penugasannya di Timur-Timur. Saat itu, pelaku juga menggunakan atribut polisi sambil membawa senjata soft gun, ”kata Kapolresta Kombes Banyuwangi Pol Arman Asmara Syarifudin, Kamis (21/5/2020).

Sepintas, korban bernama Hartono Subiyanto warga Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore percaya dan tanpa curiga dengan gerak-gerik motivasi. Dengan mudah, polisi menguras uang korban.

“Pertama kali memeras uang untuk korban sebesar Rp10 juta, dengan alasan untuk membeli sepeda untuk melahirkan. Kemudian, dia juga menjanjikan akan membantu keuangan yang ada di Surabaya sebanyak Rp 15 juta, ”

“Pelaku juga sering meminta uang di Surabaya dengan meminta uang tunai dan atau transfer mulai Rp. 1 juta hingga Rp. 5 juta berulang kali, ”ungkapnya.

Kejadian ini terus berlanjut. Bahkan korban sering datang ke toko untuk membeli mobil di showroom korban. Berbagai alasan dilakukan agar korban percaya dengan ucapannya.

“Jumlah kerugian materiilnya kurang lebih Rp. 30 juta, ”katanya.

Merasa curiga, korban lantas melaporkan tindak kejahatan ke polisi. Akhirnya kedok polisi gadungan terbongkar. Usut punya usut, polisi gadungan ini berprofesi sebagai tukang las.

Polisi kemudian meringkus diterbitkan. Dari tangan meminjamkan diamankan sejumlah barang bukti, di bawa kaus berlogo polri, satu mobil, handphone, satu pucuk air softgun, ATM dan beberapa lembar uang kertas pecahan Rp 100 ribu.

“Atas tindakannya, peraturan yang dikenakan pasal 378 dan pasal 372 JO pasal 64 KUHP tentang perdebatan dengan penggelapangan hukuman penjara lima tahun,” pungkasnya.

Ngaku Polisi Ternyata Tukang Las, Pria Banyuwangi Ini Diringkus Polisi

MOJOKERTO JATIM - Kasus Sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto kembali bertambah hari ini. Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto kembali mencatat adanya tambahan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Kamis (21/5/2020), yakni seorang tenaga medis.

Tenaga medis berjenis kelamin perempuan tersebut berasal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Hasil tes swab terhadap asien positif 17 Kabupaten Mojokerto ini berinisial S dengan usia 50 tahun, dari hasil Swab keluar hari ini, Kamis (21/5/2020) dengan hasil positif.

“Hari ini, Kamis, tanggal 21 Mei 2020 ada tambahan satu orang positif Covid-19. Pasien perempuan asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto berinisial S berusia 50 tahun,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto.

Masih kata Ardi, awal mula pasien ini terdeteksi positif Covid-19 setelah mengikuti rapid test di salah satu Rumah Sakit (RS) swasta di Kota Mojokerto pada tanggal 22 April lalu. Hasil rapid test pasien positif 16 tersebut reaktif sehingga pasien menjalani pengambilan sample untuk uji swab pada 25 April.

“Pasien menjalani perawatan dan isolasi di RS tersebut hingga 14 Mei lalu. Hasil swab pertama pasien yang keluar 6 Mei lalu negatif, tanggal 9 Mei sample untuk uji swab kedua dan keluar pada 20 Mei lalu dengan hasil positif. Karena pasien sudah berada di rumah, maka hingga saat ini pasien menjalani isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Dengan adanya satu tambahan tenaga medis terpapar Covid-19 asal Kecamatan Jetis ini, sehingga jumlah pasien positif di Kabupaten Mojokerto dari tenaga kesehatan berjumlah lima orang. Pertama, pasien positif 2 merupakan tenaga medis di RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Perempuan inisial R, umur 39 tahun asal Kecamatan Mojosari merupakan Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Kabupaten Mojokerto yang mengikuti pelatihan petugas haji yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada 9-18 Maret lalu. Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Sujatmiko yang dinyatakan positif Covid-19.

Mantan Direktur RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ini menjadi pasien positif 5 dan menjalani isolasi mandiri diri rumahnya di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Seorang dokter berinisial E asal Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto menjadi pasien ke-6 yang dinyatakan positif virus corona (Covid-19) di Kabupaten Mojokerto.

Namun karena pasien berjenis perempuan, berusia 45 tahun ini tak memiliki gejala sehingga ia melakukan karantina secara mandiri di rumah pasien. Pasien positif 11 berjenis kelamin laki-laki ini merupakan dokter muda yang sedang menempuh pendidikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Surakarta, Jawa Tengah. Dokter muda tersebut berinisial W dan berusia 34 tahun.

Lagi, Satu Tenaga Medis Di Mojokerto Positif Corona

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang Perempuan warga Ponggok, Blitar, diamankan Unit Reskrim Polsek Ngunut Polres Tulungagung karena ketahuan mencuri perhiasan emas.

Bripka Endro Purnomo, Ps Paur Humas Polres Tulungagung, saat dikonfirmasi mengatakan, pelaku berinisial SIT. Pelaku mencuri emas di rumah milik ZAINAL warga Desa Karangsono Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu 16 Mei 2020.

Kejadian tersebut berawal saat rumah milik Zainal dalam keadaan kosong. SIT yang mengetahui situasi ini, langsung melakukan aksinya. Puluhan perhiasan emas seperti cincin, gelang, dan kalung yang disimpan di dalam lemari, dicuri SIT.

Mengetahui keadaan isi lemari berantakan dan perhiasannya hilang, ZAINAL langsung melapor ke Polsek Ngunut.

Petugas yang melakukan penyelidikan, berhasil mengamankan SIT di wilayah Kediri pada Selasa 19 Mei 2020. Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti emas seberat 62 gram dengan nilai Rp 21 juta. Saat ini, SIT diamankan di Mapolsek Ngunut untuk menjalani pemeriksaan guna pengembangan lebih lanjut.

Mencuri Emas Di Tulungagung, Wanita Asal Blitar Diamankan Polisi

KEDIRI JATIM - Kecelakaan Maut terjadi di Desa Kapas Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri, kamis 21/05/2020 yang mengakibatkan satu pengendara sepeda motor meninggal dunia.
Kecelakaan terjadi sekitar jam 12.00 WIB, siang tadi.

AKP Shokib Dimyati S.H., Kapolsek Kunjang Polres Kediri, saat dikonfirmasi mengatakan, kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Kharisma L 3163 XL dikendarai Abdul Kholiq warga Padangan, Kayen Kidul, Kediri dan truk box L 9329 BL dikemudikan Yussy Rochmadi warga Buduran, Sidoarjo.

Kecelakaan berawal saat sepeda motor melaju dari Kunjang menuju Plemahan sedangkan truk box dari arah berlawanan.

Karena kedua kendaraan melaju terlalu kekanan sehingga terjadi benturan. Akibat kecelakaan ini, Abdul Kholiq, pengendara motor mengalami luka serius dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kecelakaan Maut Di Kediri, Satu Orang Tewas Di Lokasi

Seorang pria berinisial DN (22) warga Desa/Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga diamankan polisi.

Pasalnya dia kepergok warga sedang mencuri ayam jenis Bangkok bersama seorang temannya di Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Rabu (20/5/2020).

Aksi pelaku dipergoki oleh saksi bernama Vika Sulistyo (20) warga setempat yang melihat gerak gerik mencurigakan pelaku.

Saksi yang melihat pelaku mencuri ayam kemudian meneriaki maling dan mengejar hingga berhasil menangkapnya.

Namun satu pelaku lainnya kabur menggunakan sepeda motor.

Kapolsek Kaligondang AKP Mahudi saat memberikan keterangan, Kamis (21/5/2020) mengatakan pihaknya mendapati laporan adanya pencuri ayam yang tertangkap warga.

"Kami kemudian mendatangi lokasi dan membawa pelaku yang sudah diamankan warga di balai desa," kata Mahudi.

Dari data yang diperoleh, pelaku mengambil ayam milik korban bernama Rochmat (61) warga Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang.

Pelaku beraksi berdua dengan temannya yang berinisial RM (24) warga Desa/Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga.

"Satu pelaku berhasil kabur saat akan ditangkap warga.

Sekarang statusnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," kata Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku yaitu mendatangi lokasi sasaran kemudian memberi makan ayam dengan beras yang sudah dibawanya.

Saat ayam mendekat kemudian menangkap ayam dan memasukkan dalam jaket.

"Dari tangan pelaku diamankan barang bukti diantaranya tas slempang warna cokelat, beras kurang lebih satu ons, jaket warna hitam dan satu ekor ayam jenis bangkok yang dicuri pelaku," kata kapolsek.

Disampaikan kapolsek bahwa dari keterangan pelaku sebelum tertangkap dia sudah melakukan aksi serupa sebanyak tiga kali.

Masing-masing di Desa Tetel Kecamatan Pengadegan, Desa Karangjoho Kecamatan Pengadegan dan Desa Pengadegan Kecamatan Pengadegan.

"Tersangka sudah kita amankan dan kepadanya dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Sedangkan satu tersangka yang kabur masih dalam pengejaran," pungkasnya.

Kepergok curi ayam. Pemuda di Purbalingga di ringkus polisi

Kasus terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19 di Kudus bertambah satu orang menjadi 48. Satu kasus terbaru yakni seorang ibu baru melahirkan.
"Penambahan kasus dari ibu yang baru melahirkan. Kondisi sekarang baik di RS Aisiyah Kudus. Sedangkan anaknya masih dirawat di RSD Kariadi Semarang. Untuk status anak belum ada info hasil," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi. Kamis (21/5/2020).

Ia mengatakan, pasien ini adalah seorang perempuan berusia 35 tahun yang beralamatkan di Kecamatan Mejobo. Pasien ini sebelumnya dirawat di RS Aisiyah Kudus.

Namun karena memiliki gejala dan penyakit penyerta, pasien tersebut kemudian dirujuk di RSD Kariadi Semarang. Sebelum dirujuk ke RSD Kariadi, pasien telah menjalani rapid test dan hasilnya reaktif Corona.

Jadi riwayat rapid positif. Cuma belum ada informasi perjalanan kontak belum ada. Pasien ini warga biasa," jelasnya.

Andini menuturkan, pasien sempat dirujuk dan melahirkan di RSD Kariadi Semarang. Pasien juga dilakukan swab di Kariadi dan hasilnya terkonfirmasi positif Corona. Karena sebelumnya rapid rest tersebut pasien ini reaktif Corona.

Di RSDK (RSD Kariadi) pasien menjalani operasi kelahiran anaknya. Kemudian pasien juga dilakukan swab dan hasilnya positif Corona," katanya.

Dia mengungkap, kondisi pasien yang baru melahirkan itu dalam kondisi baik. Sehingga pasien tersebut dirujuk kembali di RS Aisiyah Kudus. Sedangkan anak yang baru berusia empat hari itu masih dirawat di RSD Kariadi karena mengalami demam.

"Kondisi ibunya sudah baik dan dikembalikan di Aisiyah Kudus karena kondisi ibunya sudah baik. Cuman anaknya masih dirawat di RSDK. Anaknya masih belum tahu, karena belum dapat informasi. Kondisinya anaknya ada demam jadi masih dirawat di RSDK," ungkapnya.

Dengan demikian, jumlah kasus terkonfirmasi positif Corona di Kudus ada sebanyak 48 kasus. Dengan rincian 33 kasus dari dalam wilayah Kudus dan 15 dari luar wilayah Kudus. Total pasien Corona yang sembuh ada sebanyak 43 orang dan empat orang pasien meninggal dunia.

Sedangkan jumlah orang tanpa gejala (OTG) di Kudus ada 37 orang yang masih dipantau. Kemudian jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada 42 orang dan enam pasien dalam pengawasan (PDP).

"Yang PDP ini sudah di-swab tapi belum keluar hingga kini. Kita harapkan mudah-mudahan hasilnya negatif," tandasnya.

Update covid-19 kudus. ibu baru melahirkan positif Corona

Polres Kebumen menangkap pelaku penjambretan kalung emas yang masuk ke rumah warga desa Jatimalang Kecamatan Klirong Kebumen.

Peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (15/4) sekira pukul 03.00 Wib.

JK (56) warga desa Sitireja kecamatan Klirong Kebumen, diduga kuat adalah pelakunya.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, tersangka ditangkap pada hari Jumat (15/5) dari hasil penyelidikan oleh Tim Resmob Polres Kebumen.

Rudy mengungkapkan, tersangka menyelinap masuk rumah korban melalui pintu belakang yang didorong.

Setelah berhasil masuk, tersangka mengambil sejumlah barang berharga milik korban.

"Termasuk menarik kalung yang sedang dikenakan korban saat tidur di ruang tengah," jelas AKBP Rudy

Korban yang terbangun kemudian berteriak.

Sayangnya tersangka berhasil kabur.

Ia sukses membawa kabur 1 unit handphone android merk Samsung, kalung emas seberat 3,8 gram, dan uang tunai Rp 150 ribu.

Barang-barang itu diambil diam-diam saat korban tertidur lelap.

Kepada penyidik, barang hasil curian sebagian sudah digunakan untuk membayar hutang ke sejumlah Bank swasta.

Sebagian dipakai untuk kepentingan pribadinya.

Tersangka dalam kesehariannya ternyata adalah tukang ojek pangkalan di Sokabaru desa Kuwayuhan Kecamatan Pejagoan. Ia pun telah mengakui perbuatannya.


Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 365 Ayat (1) KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan.

Ancaman hukuman paling lama 9 tahun kurungan penjara.

Terbelit hutang. Tukang ojek di kebumen nekat jambret wanita

PASURUAN JATIM - Pasein positif Corona Kabupaten Pasuruan kembali meninggal dunia, rabu 20/05/2020. Pasien perempuan asal Kecamatan Pandaan ini menjalani perawatan sejak 7 Mei 2020.

"Pasien COVID-19 yang meninggal adalah seorang perempuan 55 tahun dari Kecamatan Pandaan," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, Rabu (20/5/2020).

Anang menejelaskan pasien ini datang ke RSUD Bangil pada 7 Mei 2020 dengan keluhan pneumonia dan memiliki komorbit atau penyakit penyerta hipertensi atau darah tinggi. Setelah diperiksa, pasien ini ditetapkan sebagai PDP dan menjalani isolasi. Saat itu, hasil rapid test-nya reaktif.

Petugas kemudian mengambil swab untuk diuji. Tepat tanggal 16 Mei 2020 atau 9 hari setelah masuk RSUD Bangil, hasil tes swab turun dan pasien ini dinyatakan positif Corona.

Selama menjalani isolasi, seluruh petugas yang tergabung dalam Tim COVID-19 RSUD Bangil melakukan pengobatan dan perawatan maksimal. Namun kondisinya semakin memburuk dan meninggal dunia Rabu pukul 13.30 WIB.

Tim pemulasaran jenazah RSUD Bangil melaksanakan tugasnya sesuai protokol COVID-19. Jenazah dikuburkan di pemakaman umum desa asalnya.

"Warga sangat membantu, kami ucapkan terima kasih," ucap pria yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pasuruan ini.

Kasus COVID-19 Kabupaten Pasuruan per 20 Mei, 57 positif dengan rincian 8 sembuh, 1 meninggal dunia dan lainnya masih dalam perawatan. Kasus PDP mencapai 124 orang, sedangkan kasus ODP 271 orang.

Pasien Positif Corona Di Pasuruan Meninggal Dunia

PONOROGO JATIM - Pasien positif Corona di Ponorogo bertambah lima orang hari ini. Mereka terdiri dari 4 santri Ponpes Al Fatah di Temboro, Magetan dan karyawan bank.

"Pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab yang keluar hari ini bertambah 5 orang. Empat dari klaster Temboro dan 1 dari karyawan salah satu bank, ini klaster baru," tutur Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni kepada wartawan, Rabu (20/5/2020).

Ipong menerangkan, kini total kasus positif Corona di Ponorogo mencapai 23 orang. Terdiri dari 8 orang yang sudah sembuh, satu orang meninggal dunia, serta 14 pasien yang masih dirawat di rumah sakit.

"Data ini bertambah usai diadakan rapid test massal, data ini menunjukkan bahwa kita harus berjuang agar COVID-19 tidak terus bertambah," papar Ipong.

Data di Dinkes Ponorogo, 4 santri Temboro yang berasal dari Kecamatan Mlarak sebanyak 2 orang, Balong 1 orang, dan Kauman 1 orang. Mereka telah diisolasi di rumah sakit setelah terkonfirmasi positif.

"Sedangkan satu karyawan bank asal Kecamatan Slahung," imbuh Ipong.

Menurutnya, terkait karyawan bank tersebut sudah dicari kontak eratnya. Hasilnya, ada 7 orang yang kontak erat dengan wanita yang merupakan teller bank tersebut.

"Saat diketahui rapid reaktif, langsung kita lakukan rapid kepada seluruh pegawai yang di kantor Capem Slahung serta yang pernah kontak erat. Ketemu 7 orang semua non reaktif. Tapi tetap kita minta isolasi 14 hari," imbuh Ipong.

"Mari kita semua terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak aman. Kalau tidak penting, jangan keluar rumah," lanjut Ipong.

Ipong juga berpesan kepada satgas desa maupun kelurahan untuk meningkatkan kewaspadaan dan penegakan disiplin dalam pencegahan. "Tingkatkan imunitas dengan mengkonsumsi makanan bergizi, vitamin yang cukup, olahraga, berjemur di pagi hari, pikiran dan hati relaks serta selalu mendekatkan diri kepada Gusti Allah SWT. Bersatu lawan COVID-19," pungkas Ipong.

Kasus Positif Corona di Ponorogo Bertambah 5 Orang

GRESIK JATIM - Kasus positif Corona di Gresik bertambah lagi 8 Orang. Tambahan itu, berasal dari tiga positif dari Kelurahan Kebomas, satu dari Desa Indro, satu dari Desa Singosari, satu asal Desa Randuagung, dan dua dari Menganti.

Semua tambahan tersebut, berasal dari 4 klaster Sampoerna, 3 dari transmisi lokal, dan 1 dari klaster Surabaya. Sehingga, klaster Sampoerna sekarang menjadi 14 orang dengan 3 diantaranya masuk data Surabaya.

“Tambahan 4 klaster Sampoerna itu dari sebelumnya yang dilakukan tes swab 36 orang itu. Dari 36 sudah dinyatakan positif 10 orang dan 1 kasus awal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik drg Syaifuddin Ghozali.

Ia menambahkan, dengan adanya tambahan itu, pihaknya akan terus melakukan tracing bagi warga yang terpapar. Langkah ini diambil supaya virus Covid-19 tidak menyebar. “Tracing akan terus kami galakkan. Ini untuk menghindari supaya tidak menyebar kemana-mana. Selain itu, isolasi mandiri juga sangat penting guna memutus mata rantai Covid-19,” imbuhnya.

Update Corona Di Gresik: Pasien Positif Bertambah 8 Orang

TUBAN JATIM - Kecelakaan Maut kembali terjadi di Tuban,  kecelakaan ini melibatkan sepeda motor dengan mobil di jalan raya Merakurak-Montong Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Rabu (20/5/2020 ).

Akibat kejadian tersebut seorang pelajar, pengendara sepeda motor Vario yang telah menggunakan ban kecil, tewas di lokasi kejadian. Korban bernama Dimas Sifullah Al Rozi (17), asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak.

Kecelakaan maut di jalan antar kecamatan yang berawal saat korban yang mengendarai sepeda motor Vario nopol S 3269 HK berjalan dari arah utara dengan kecepatan tinggi. “Pengendara sepeda motor berjalan dari arah utara ke selatan dengan berusaha mendahului kendaraan lain yang didukung. Sehingga mengambil jalur kanan, ”terang Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban Iptu Khoirul Ahmad.

Ketika sepeda motor vario yang memerlukan rodanya idak standar itu berhasil mendahului kendaraan lain, dari arah berlawanan melaju mobil sedan dengan Nopol S 1407 A. Mobil ini dikemudikan oleh Diono (49), seorang Perangkat Desa Pakel, Kecamatan Montong, Tuban.

“Karena jarak yang sudah terlalu dekat dengan kecelakaan dua kendaraan ini tidak dapat terhindarkan. Diduga pengendara sepeda motor itu kurang memperhatikan kondisi lalu lintas yang ada di pembicaraan, ”tambahnya.

Karena benturan yang keras dengan mobil sedan yang dikemudikan perangkat desa tersebut, pengendara motor langsung terpental hingga beberapa meter, bahkan keluar dari bahu jalan. Sementara sepeda motor rusak parah termasuk mobil Sedan yang ditabrak motor itu juga rusak pada bagian yang diperbaiki.

“Akibat kecelakaan itu pengendara motor akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian. Kita harus melakukan olah TKP dan memeriksakan diri untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini, ”pungkasnya.

Kecelakaan Maut Di Tuban, Pengemudi Motor Tewas Di Lokasi

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang bapak di Tulungagung nekat mengajak anaknya yang masih di bawah umur untuk mencuri tabung LPG di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Diduga pencurian dilakukan karena desakan ekonomi.

Kapolsek Boyolangu Polres Tulungagung, AKP Sukirno S.H., saat dikonfirmasi mengatakan, pelaku berinisial BD, usia 45 tahun dan FIR, usia 10 tahun. Keduanya merupakan warga Kampungdalem, Tulungagung.

Pencurian dilakukan BD dan FIR pada Jumat 15 Mei 2020. Mereka mencuri satu tabung LPG 3kg di toko milik Agus Bayu, warga Desa Beji Kecamatan Boyolangu. Untuk mengalihkan perhatian Agus Bayu, BD berpura-pura membeli obat. Saat bersamaan, FIR mengambil satu tabung LPG.

Namun aksi mereka gagal setelah pemilik toko mengetahui dan langsung meneriaki. Hingga akhirnya warga sekitar datang membantu ke lokasi.

Kedua pelaku diamankan warga dan dilaporkan ke Polsek Boyolangu. Saat diinterogasi oleh petugas, diketahui ternyata BD merupakan residivis kasus pencurian kotak amal di salah satu SPBU di Tulungagung. Dia bebas setelah mendapat asimilasi dari pemerintah. Namun ternyata, di luar penjara kembali berulah.

Karena nilai kerugian ringan, Polsek Boyolangu melakukan mediasi terhadap pemilik toko dan kedua pelaku dengan disaksikan oleh perangkat desa.

Apalagi, BD dalam aksinya melibatkan anaknya yang masih di bawah umur. Selanjutnya Polsek Boyolangu berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kediri untuk memberi pendampingan dan pembinaan bagi FIR, agar kelak tidak mengulangi lagi tindak kejahatannya.

Miris, Pria Di Tulungagung Ajak Anaknya Curi Tabung Gas

JOMBANG JATIM -
Kasus Pasien positif Corona di Kabupaten Jombang terus bertambah, hari ini seorang pedagang Pasar di Jombang dinyatakan positif setelah hasil tes swab keluar.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno mengatakan, pria 55 tahun asal Kecamatan Sumobito dinyatakan positif COVID-19. Hasil tes swab pasien tersebut diumumkan Selasa (19/5). Sehari-hari pasien menjadi karyawan toko di Pasar Kapasan, Surabaya.

"Pasien dirawat di RSK Mojowarno karena RSUD Jombang sudah penuh. Pasien ini dikategorikan tanpa gejala klinis," kata Budi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (20/5/2020).

Dengan begitu, pasien positif Corona di Kabupaten Jombang berjumlah 25 orang. Dari jumlah itu, baru dua orang yang dinyatakan sembuh. Sedangkan seorang pasien meninggal dunia pada Kamis (14/5).

Satu Pedagang Pasar di Jombang Dinyatakan Positif Corona