KEDIRI JATIM - Seorang camat di Kediri jadi tersangka penipuan. Yang menjadi korban adalah seorang lurah yang mengalami kerugian Rp 125 juta.

Camat itu adalah Suherman yang kini menjabat sebagai Camat Grogol. Namun saat melakukan penipuan, ia menjabat sebagai Camat Kras. SH kini ditahan polisi.

"Iya benar yang bersangkutan telah ditahan dan sudah mengikuti proses rapid test COVID 19, sejak Kamis (17/9) lalu," ujar Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, Rabu (23/10/2020).

Lukman mengatakan Suherman tersangkut kasus penipuan dengan memberikan janji jabatan dalam proses pengisian perangkat desa di Kecamatan Kras.

Lukman mengatakan Suherman tersangkut kasus penipuan dengan memberikan janji jabatan dalam proses pengisian perangkat desa di Kecamatan Kras.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar kasus ini terjadi pada tahun 2016. Saat itu seluruh Kades se-Kecamatan Kras diundang oleh Suherman ke pendopo Kecamatan Kras.

Kades yang diundang adalah Kades dari Desa Kanigoro, Desa Kras, Desa Jambean, Desa Pelas, dan Desa Butuh. Dalam pertemuan itu Suherman mengatakan bahwa pemkab membuka lowongan untuk perangkat desa.

Dalam pertemuan itu, Suherman juga meminta para Kades untuk mempersiapkan diri, serta menyampaikan kalau Kades punya calon yang akan diajukan agar dikondisikan.

"Tersangka SH meminta uang kepada Kades secara bertahap hingga pada akhirnya ada Kades yang mengalami kerugian material Rp 125 juta," imbuh Gilang.

Diungkapkan Gilang, ditahannya Suherman dilakukan agar dapat memudahkan dalam proses penyidikan. Setelah dilakukan penahanan di tahanan Mapolres Kediri dan melengkapi berkas, akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri.

"Tentunya setelah kelengkapan berkas pemeriksaan tersangka selesai akan kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri," pungkas Gilang.

Sumber : detik.com

Camat di Kediri Tipu Lurah Hingga Ratusan Juta

SURABAYA - Sebuah Toyota Innova menabrak truk di Tol Mojokerto-Surabaya km 727.600. Kecelakaan itu menewaskan tiga penumpang Innova.

"Diduga (sopir) Innova mengantuk dan tidak konsentrasi jadi menabrak truk di depannya," ujar Kanit PJR Jatim III Iptu Imam S.R kepada wartawan, Senin (21/9/2020).

Imam mengatakan Innova tersebut memuat empat orang termasuk sopir. Korban tewas adalah Agus Rochmat (32) warga Kettileng, Kramat, Tegal; Afif Bagus Setiyawan (28) warga Rogojampi, Margadana, Tegal; dan Selamet (31) warga Pekalongan. Sementara korban yang mengalami luka berat adalah sopir Innova atas nama Andi Prihanto (55), warga Jalan Mustika Baru, Surabaya.

"Mereka (penumpang Innova) dari Tegal dengan tujuan Gresik," kata Imam.

Imam menjelaskan kecelakaan pukul 04.02 WIB itu bermula saat Innova bernopol L 1587 JC tersebut berjalan di jalur lambar dengan kecepatan tinggi sekitar 120 km/jam. Di depannya berjalan sebuah truk tronton bermuatan kayu.

Diduga sopir tak konsentrasi karena mengantuk, mobil berwarna putih itu tiba-tiba saja menabrak bak belakang truk bagian kanan dengan kerasnya. Setelah menabrak, Innova langsung terpental ke kanan hingga menabrak median beton jalan bagian tengah hingga berputar arah.

"Yang meninggal tiga penumpang semuanya dari mobil Innova. Korban meninggal dibawa ke Rumah Sakit Anwar Medika di By Pass Krian. Kalau pengemudi mobil Innova mengalami luka robek di bagian dahi," tandas Imam.

Sumber : detik.com

Mobil Tabrak Truk Di Tol Mojokerto-Surabaya, 3 Orang Tewas

JOMBANG JATIM - Warga Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang, Minggu (20/9/2020). Salah satu makam di kuburan desa tersebut dibongkar orang tak dikenal. Pelaku kemudian mencuri kain kafan di makam tersebut.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Ngoro. Hasil penelusuran, kain kafan yang hilang adalah sepotong. Sedangkan kuburan tersebut adalah masih baru. Yakni jasad Anis Purwaningsih (26), yang meninggal dan dimakamkan pada Sabtu (19/9/2020).

“Polisi sudah menerima laporan dari keluarga. Bahwasannya kuburan almarhum Anis dibongkar orang tak dikenal. Dari tiga potong kain kafan, yang hilang sepotong. Kita masih melakukan penyelidikan atas kasus itu, ”kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Hariyono.

Haryono mengungkapkan, peristiwa tersebut diketahui oleh saksi bernama Suparno sekitar pukul 16.00 WIB. Dia melihat kuburan tersebut dalam kondisi acak-acakan. Padahal almarhumah Anis meninggal dan dimakamkan pada Sabtu (19/0/2020).

Selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke pihak keluarga Anis. Dari situ, keluarga bersama tiga pilar melakukan pengecekan. “Ternyata benar, ada kain kafan yang dicuri oleh orang tak dikenal. Pihak keluarga tidak mempermasalahkannya. Mereka meminta jasad tersebut dikubur kembali,” ujarnya.

Sumber : beritajatim.com

Geger, Sebuah Makam Di Jombang Dibongkar dan Dicuri Kain Kafannya

SITUBONDO JATIM - Mayat bayi ditemukan di sebuah sungai di Kecamatan Kapongan. Bayi itu masih ada tali pusarnya dan diduga baru dibuang.

Mayat bayi itu ditemukan terapung di tepian sungai Dusun Nyior Cangka, Desa Kesambirampak. Saat ditemukan, mayat bayi berkelamin laki-laki itu terbungkus kain kafan lengkap dengan tiga buah tali.

Sehingga bungkusan berisi mayat bayi itu tampak seperti pocong. Tak heran, kabar penemuan mayat bayi itu langsung jadi perhatian, hingga banyak warga berdatangan.

Polisi yang tiba ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan segera mengevakuasi mayat bayi itu ke Puskesmas Kapongan, untuk kepentingan pemeriksaan.

"Sedang kami selidiki. Mayat bayi sudah kami bawa ke Puskesmas untuk diperiksa. Kami juga masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi," kata Kapolsek Kapongan, AKP Pramana, Minggu (20/9/2020) malam.

bayi itu kali pertama ditemukan pasangan Hatija dan Haerul Anwar, warga setempat, sore tadi. Sepulang dari sungai, Hatija mengaku melihat bungkusan seperti pocong di aliran sungai. Namun, Hatija menyampaikan itu saat sudah sampai di rumahnya.

Didorong rasa penasaran, Haerul Anwar bergegas kembali ke sungai. Bersama beberapa warga, dia berusaha mencari bungkusan seperti pocong seperti disampaikan Hatija. Benar saja, tak lama warga berhasil menemukan bungkusan dimaksud. Betapa terkejutnya, saat dibuka ternyata isinya adalah mayat bayi.

"Sepertinya lahir prematur. Tulangnya itu seperti kelihatan. Pastinya itu nanti tim medis yang lebih tahu. Waktu ditemukan mayat bayi itu sudah dibungkus kain. Cuma kenapa tidak dikubur, kok malah dibuang ke sungai. Ini yang jadi pertanyaan," tutur Sugik Anang, warga setempat.

Ada dugaan, mayat bayi itu dibuang di bagian hulu sungai. Sebab, saat ditemukan kondisi air sungai sedang mengalir dengan kondisi debit air agak besar.

"Waktu ditemukan itu posisinya di sungai, tapi sudah agak ke pinggir mungkin dari hulu, karena air sungainya agak besar," papar Legiono, Kades Kesambirampak Kecamatan Kapongan.

Sumber : detik.com

Miris, Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas Di Sungai Situbondo

MALANG JATIM - Dua pria tewas tenggelam di Waduk Sutami, Kabupaten Malang dalam peristiwa perahu terbalik. Peristiwa terjadi ketika dua korban menjala ikan.

Mereka yakni Muhammad Syahrul Affandi (20) dan Thomas Hadi Prayirno (16). Mereka warga Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Awalnya mereka menjala ikan menggunakan perahu. Nahas, ketika melempar jala perahu oleng dan membuat air masuk ke dalam perahu.

Tak lama kemudian perahu terbalik. Syahrul sempat berpegangan pada perahu. Sementara Thomas berusaha mengejar kaleng tempat menaruh ikan.

Karena merasa sudah tidak kuat berenang, Thomas akhirnya berteriak meminta tolong. Syahrul kemudian mendekat setelah melihat temannya membutuhkan bantuan.

"Tetapi, korban Syahrul tidak kuat membantu dan akhirnya keduanya korban tenggelam. Thomas ditemukan terlebih dahulu sekitar pukul 11.00 siang dan Syahrul pukul 14.50 WIB. Keduanya ditemukan meninggal dunia," ungkap Kapolsek Kalipare Iptu Soleh Mas'udi saat dikonfirmasi, Minggu (20/9/2020).

Pencarian korban melibatkan TNI-Polri, relawan beserta nelayan, tak lama setelah kedua korban dikabarkan tenggelam. Peristiwa ini masih diselidiki oleh Polsek Kalipare.

Sumber : detik.com

Naas, Perahu Terbalik Dua Orang Tewas Di Waduk Sutami Malang

PASURUAN JATIM - Mobil Suzuki Splash Nopol N 559 VH ringsek tertabrak kereta commuter di Kabupaten Pasuruan. Seorang penumpang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta tak palang pintu dekat Markas Yonkav 8 NSW, Kecamatan Beji, siang tadi. Kereta melaju dari arah timur atau dari arah Bangil menuju Surabaya. Sedangkan mobil dari arah Surabaya menuju ke Bangil.

Mobil berisi tiga orang itu tertabrak kereta hingga terlempar beberapa meter. "Saya tidak paham kejadiannya, tapi saya mendengar tabrakan keras. Lalu keluar, korbannya sudah bergeletakan," kata seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian, Minggu (20/9/2020).

Korban kecelakaan yakni Abdul Rokhim bersama istrinya Yema Susilowati, dan anaknya Raka berusia 5 tahun. Yema dinyatakan meninggal dunia.

"Istrinya yang meninggal dunia. Sedangkan anaknya selamat. Sementara pengemudi atau bapak dari anaknya mengalami luka berat," kata Kanit Laka Lantas Polres Pasuruan, Iptu Marti.

"Informasi mobil ini mau pulang ke rumahnya. Dia menyeberang ke kanan mau pulang rumahnya di Kolursari. Dugaannya, korban tidak tahu kalau ada kereta berjalan dari arah timur," imbuh Marti.

Para korban dibawa ke Rumah Sakit Pusdik, Porong. Sementara pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan.

Ini bukan kecelakaan pertama di lokasi tersebut. Awal tahun 2019, mobil travel mengalami kecelakaan di lokasi yang sama. Empat orang dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan ini.

Sumber : detik.com

Mobil Ringsek Ketabrak Kereta Api di Pasuruan, Satu Korban Meninggal

TUBAN JATIM - Sesosok mayat ditemukan di Pantai Turut, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Minggu (20/9/2020), pagi.

Mayat yang menggegerkan warga setempat itu diketahui bernama Kardi (68).

Pria tersebut berasal dari Dusun Tegalwojo, Desa Kasiman, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Yoan Septi Hendri mengatakan, penemuan mayat diketahui pukul 05.30 WIB kemudian petugas langsung datang ke lokasi.

Mulawan, saksi yang juga teman korban membeberkan, sebelumnya korban duduk di warung milik saudari Temu, desa setempat.

Lalu pamitan untuk buang air besar di laut, setelah itu korban pergi ke arah utara menuju laut.

Namun korban tak kembali, saksi lalu mencari korban di pinggir laut karena sarung dan topinya masih tertinggal di warung.

"Ya sempat pamit ke temannya, korban dicari tidak ketemu, lalu ada saksi lain Jafar mengabarkan ada mayat terapung," ujar Yoan kepada wartawan.

Perwira pertama itu menjelaskan, atas temuan adanya mayat terapung saksi lalu melaporkan ke Polsek setempat.

Setelah dievakuasi, ternyata mayat terapung adalah orang yang sama yaitu yang pamitan untuk buang air besar.

Kemudian petugas polisi menghubungi tenaga medis Puskesmas Bulu untuk memeriksa.

"Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, setelah itu jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

Sumber : tribunjatim.com

Gemparkan Warga, Sosok Mayat Ditemukan Tergeletak Di Pantai Tuban

BANTUL YOGYAKARTA - Seorang mahasiswa UGM, Ainurrizqi (22), tewas setelah tenggelam di Sungai Oya, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Korban mahasiswa jurusan Biologi ini mandi di Sungai Oya saat tengah melakukan penelitian bersama teman-temannya.

Anggota Tim SAR Distrik Bantul, Sariyanto, menjelaskan kejadian itu bermula saat korban asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah itu tiba di Sungai Oya sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, korban bersama belasan temannya mandi di Sungai Oya dengan cara meloncat ke sungai.

"Saat loncat ke sungai korban tiba-tiba hilang. Diduga dia terjun ke sungai yang ada palungnya," kata Sariyanto saat dihubungi wartawan, Minggu (20/9/2020).

Sementara itu, Kapolsek Imogiri Kompol Iriyanto mengatakan korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong lagi.

"Korban sempat dievakuasi dari dasar sungai dan diberi pertolongan tapi korban tidak merespons. Karena itu dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati, tapi sampai di rumah sakit nyawanya sudah tidak tertolong lagi," jelas Iriyanto.

Iriyanto mengungkapkan jika korban dan temannya melakukan penelitian satwa di wilayah Sungai Oya.

"Selain berwisata, korban bersama belasan temannya tengah melakukan penelitian satwa endemik di situ (lokasi korban ditemukan meninggal tenggelam)," ujarnya.

Iriyanto menyebut, dari pemeriksaan sementara pihak medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Sehingga penyebab kematian korban murni kecelakaan tenggelam di sungai.

"Kita sudah menghubungi pihak keluarga korban untuk mengurus jenazah korban," katanya.

Terpisah, Kabag Humas & Protokoler UGM Iva Ariani membenarkan bahwa korban adalah mahasiswa UGM. Iva menyebut jika korban mahasiswa angkatan 2017.

"Iya benar (korban tenggelam di sungai Oya Imogiri) mahasiswa Fakultas Biologi, angkatan 2017," ucap Iva melalui pesan singkat kepada wartawan.

"Saat ini almarhum sudah diberangkatkan ke rumah duka di Pati dari Rumah Sakit Panembahan (Senopati Bantul)," imbuhnya

Sumber : detik.com

Mahasiswa UGM Tewas Tenggelam di Sungai Oya Bantul

NGAWI JATIM - Untuk yang kesekian kalinya, jebakan tikus beraliran listrik memakan korban jiwa di Ngawi. Kali ini korbannya yakni Agung Nafrul Rifai (24).

Ia merupakan warga Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng. Ia ditemukan tewas dan diduga karena tersengat aliran listrik jebakan tikus yang dipasang di sawah.

"Jadi betul diduga korban meninggal tersengat listrik, yang peristiwa itu terjadi tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB," ujar Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (20/9/2020).

Agung mengatakan berdasarkan hasil olah TKP, mungkin awalnya korban mengalami kecelakaan tunggal. Korban jatuh dari sepeda motor ke sawah milik Said di Dusun Sidorejo 1, Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng.

"Diduga korban sebelum meninggal karena tersengat listrik jebakan tikus, sedang mengendarai sepeda motor dimungkinkan terjatuh atau kecelakaan, dan masuk ke sawah milik pelapor dan badan korban menyentuh kawat jebakan tikus yang ada aliran listrik," imbuhnya.

Menurutnya, jenazah korban telah dibawa keluarga setelah sebelumnya dibawa ke RSUD dr Soeroto untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. Satuan Reskrim Polres melakukan penyelidikan atas temuan kawat jebakan tikus aliran listrik.

"Kami lanjutkan pemeriksaannya, karena ada dugaan kesengajaan memasang jebakan tikus dengan aliran listrik yang sudah dinyatakan dilarang," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Terjatuh Dari Motor, Pria Di Ngawi Tewas Tersengat Listrik Jebakan tikus

TRENGGALEK JATIM - Rumah semi permanen milik seorang nenek di Trenggalek ludes terbakar. Beruntung kebakaran tidak menelan korban jiwa sebab dua penghuni rumah diselamatkan warga.

Kepala Satpol PP Pemadam Kebakaran Trenggalek Triadi Atmono mengatakan kebakaran tersebut terjadi di rumah Mukinah (80), warga Dusun Punjung, Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, Trenggalek.

"Kebakaran terjadi tadi malam, saat itu ada warga yang tahu api merambat dari bagian dapur," kata Triadi Atmono, Minggu (20/9/2020).

Mengetahui kondisi tersebut, warga sekitar berusaha memberikan pertolongan dan menyelamatkan Nenek Mukinah dan anaknya. Selain itu warga juga melaporkan peristiwa itu ke tim pemadam kebakaran Trenggalek.

"Lokasi kebakaran berada di gang kecil. Sehingga akses kendaraan pemadam sedikit mengalami kesulitan," ujarnya.

Konstruksi rumah yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu membuat api dengan cepat membesar membakar seluruh bagian rumah. Proses pemadaman hingga pembasahan berlangsung selama 1,5 jam.

"Kami menerjunkan dua unit mobil pemadam dan satu water supply. Kondisi rumah sudah habis terbakar, karena memang terbuat dari kayu dan bambu. Sehingga cepat habis terbakar," imbuh Triadi.

Pihaknya memastikan, kebakaran tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Dua penghuni rumah, Mukinah dan anaknya Wiji diselamatkan oleh warga sekitar.

"Untuk sementara Mbah Mukinah dan anaknya Bu Wiji numpang di rumah tetangganya," jelas Triadi.

"Untuk sementara, dari keterangan warga, api berasal dari bagian dapur," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Rumah Nenek Di Trenggalek Ludes Terbakar

KEDIRI JATIM - Dua hari tidak pulang ke rumah, SUPARTI warga Dusun Templek Karetan Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri ditemukan meninggal dunia. Penemuan ini terjadi di Sungai Harinjing, dekat Waduk Siman Kecamatan Kepung tadi pagi, sekitar jam 05.45 WIB.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Kepung Polres Kediri, IPTU Roni Robi Harsono mengatakan, pada Jumat lalu, SUPARTI pamit ke keluarganya akan pergi ke rumah saudaranya di Desa Siman. Ia sampai di Desa Siman sekitar jam 14.00 WIB. Kemudian, jam 15.00 WIB, SUPARTI keluar rumah tanpa pamit dengan saudara di Desa Siman. Saudara di Desa Siman menduga SUPARTI pulang ke Desa Gadungan.

 Begitu pula keluarga di Desa Gadungan, juga menduga SUPARTI masih di Desa Siman.

IPTU Roni Robi menambahkan, Minggu pagi polisi mendapat laporan warga adanya penemuan jenazah di Sungai Harinjing. Penemuan ini diketahui SUWARNO, warga setempat sekitar jam 04.45 WIB saat akan mencuci baju di sungai. SUWARNO melihat jenazah SUPARTI tersangkut dipinggir sungai.

Kapolsek Kepung mengatakan, berdasarkan pemeriksaan Tim Inafis Polres Kediri dan Dokter Puskesmas Kepung, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah SUPARTI. Berdasarkan keterangan keluarga, SUPARTI mengalami depresi. Polisi menduga, SUPARTI terpeleset ke sungai dan tidak bisa berenang. Apalagi kondisi arus sungai cukup deras.

Sumber : andikafm.com

Dua Hari Tak Pulang, Warga Kediri Ditemukan Tewas Di Waduk Siman

BLITAR JATIM - Agus Susanto warga Jalan Kali Brantas Kelurahan Kauman Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar tercebur sumur sedalam 6 meter. Setelah 7 jam berada di dalam sumur AGUS berhasil dievakuasi petugas BPBD Kota Blitar, kepolisian dan warga sekitar.

Kapolsek Kepanjen kidul Polres Blitar Kota, Kompol Agus Fauzi mengatakan, pada Jumat malam, Agus Susanto mengeluh sakit perut. Sehingga, Agus Susanto bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air besar. Diduga kondisinya lemas karena bolak-balik ke kamar mandi, Agus Susanto kemudian sempoyongan dan akhirnya tercebur sumur yang berada di dekat kamar mandi rumahnya.

Sabtu kemarin sekitar jam 05.00 WIB pagi, keluarga merasa curiga karena Agus Susanto tidak berada di dalam kamar. Keluarga merasa ada yang aneh karena pada Jumat malam, AGUS SUSANTO mengeluh sakit perut. Akhirnya, keluarga mencari keberadaan dan menemukanya di dalam sumur. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Kota.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan BPBD Kota Blitar untuk melakukan evakuasi. Petugas dari kepolisian dan BPBD melihat korban sudah dalam kondisi lemas. Meskipun kondisinya lemas, tetapi AGUS SUSANTO masih bisa diajak komunikasi. Setelah berhasil dievakuasi, AGUS SUSANTO kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sumber : andikafm.com

Warga Blitar Ditemukan Nyemplung Sumur Selama 7 Jam

MOJOKERTO JATIM - Seorang pelaku perampokan tewas di Sungai Porong Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (19/9/2020). Pelaku bunuh diri setelah terjun dari bantaran Sungai Porong lantaran dikejar anggota Satreskrim Polres Mojokerto.

Pelaku merupakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena kasus perampokan dengan pemberatan yang menjeratnya. Pelaku diketahui berinisial SH (50) warga Ngingas Babat, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo ini menjadi pelaku perampokan di berbagai kota di Jawa Timur.

Salah satu warga yang enggan menyebutkan menyebutkan nama, pelaku sedang berkunjung ke rumah yang berjarak kurang lebih 500 meter dari lokasi kejadian. “Saya tidak tahu pasti sih, setahu saya tadi dia (pelaku) ini dikejar dan dia lari ke arah sungai kemudian menerjunkan diri,” ungkapnya.

Tidak lama berselang banyak anggota kepolisian datang ke kejadian mengepung dan memburu lokasi pelaku. Ia mengaku tidak tahu pasti penyebab korban tewas.

“Tadi memang terdengar ada suara tembakan, tapi saya tak tahu pasti dia mati karena apa? Saya kurang faham. Dia ini sebenarnya sudah haji. Katanya tadi jenazahnya dibawa ke Pusdik Porong, ”katanya.

Setelah berhasil mengevakuasi jenazah korban, petugas kepolisian membawa ke RS Bhayangkara Pusdik Porong, Kabupaten Sidoarjo untuk dilakukan otopsi. Ini dilakukan untuk memastikan kematian pelaku. Belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait kejadian ini.

Sumber : beritajatim.com

DPO Jambret Asal Sidoarjo Tewas Nyemplung Sungai Mojokerto

MOJOKERTO JATIM - Pagelaran wayang kulit di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pertunjukan selama 7 malam berturut-turut itu dinobatkan sebagai pagelaran wayang kulit secara daring terlama di dunia.

Rekor baru itu diserahkan Senior Manajer MURI Sri Widayati kepada Mas Sulthon, pengusaha warga Desa Ketapanrame. Penyerahan rekor dunia ini dihadiri Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

"Kami umumkan dan kami sahkan kegiatan ini sebagai pagelaran wayang kulit secara daring terlama. Kegiatan ini resmi tercatat di MURI sebagai rekor dunia karena wayang budaya tradisional kita yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia," kata Widayati kepada wartawan di lokasi, Sabtu (19/20/2020).

Sulthon memecahkan rekor dunia baru tersebut pada 19-25 Agustus. Selama 7 malam berturut-turut, dia menggelar pagelaran wayang kulit di rumahnya untuk memperingati HUT RI ke-75 sekaligus tahun baru Islam. Pertunjukan wayang kulit setiap malamnya digelar secara daring pukul 21.00-03.00 WIB.

"Kami mengapresiasi pagelaran wayang kulit yang dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19. Pentas seni budaya rentan kalau digelar secara fisik, tapi Gus Sulthon peduli melestarikan kebudayaan menggelar pagelaran wayang kulit secara daring 7 malam berturut-turut," terangnya.

Sulthon menjelaskan, pagelaran wayang secara daring untuk mencegah penyebaran COVID-19. Selama pertunjukan, tidak ada penonton yang diizinkan masuk ke halaman rumahnya. Karena pagelaran wayang kulit selama 7 malam berturut-turut itu dia siarkan langsung melalui YouTube.

"Kami ingin melestarikan budaya wayang, kami niatkan cinta tanah air. Di sisi lain saya ingin memberi contoh ke pengusaha yang lain walaupun di tengah pandemi COVID-19 tetap menanggap wayang secara virtual," jelasnya.

Untuk menggelar pertunjukan wayang kulit selama 7 malam, Sulthon mendatangkan 7 dalang berbeda. Namun, cerita yang mereka mainkan sama. Yaitu Wahyu Rejeki Agung Lumintu.

"Harapannya saya sekeluarga dan masyarakat semua tetap mendapatkan rezeki secara terus menerus walaupun sedang pandemi COVID-19," ungkapnya.

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengapresiasi kepedulian Sulthon terhadap pelestarian kesenian wayang kulit. Menurut dia, tetap eksisnya kesenian wayang kulit juga akan mendongkrak pertumbuhan sektor UMKM.

"Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat dunia kebudayaan sehingga budaya ini lestari. Membantu gerakan ekonomi UMKM di Jatim khususnya, di Indonesia pada umumnya," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Pagelaran Wayang Kulit di Mojokerto Cetak Rekor Muri

BLITAR JATIM - Peristiwa mati mendadak kerap terjadi di Kota Blitar selama pandemi COVID-19. Hari ini, seorang pria meninggal saat turun dari mobil.

Kejadian ini dilaporkan sekitar pukul 11.30 WIB, lokasinya di Jalan Panglima Sudirman Kecamatan Kepanjenkidul. Tepat di depan Mapolresta Blitar. Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, awalnya sebuah mobil pikap dengan nomor polisi AG 8570 KH berjalan pelan, dan parkir di seberang kanan jalan.

Begitu badan mobil telah terparkir, mesin dimatikan. Seorang lelaki dengan badan tambun, membuka pintu bagian sopir dan turun. Belum sempurna kaki kanannya menapak aspal jalanan, tubuhnya limbung dan jatuh.

Tepat di sebelah kanan mobil korban juga sedang terparkir mobil lainnya. Sehingga korban terjatuh dengan posisi duduk, bersandar menghadap timur di bagian depan mobil sebelahnya. Warga yang melihat berlarian mendekati, namun tak berani menolong.

Mereka memberitahu petugas jaga di Mapolresta Blitar. Tim medis Mapolresta Blitar yang memeriksa menyatakan kondisinya sudah meninggal dunia. Karena kondisi pandemi COVID-19, petugas pun menghubungi call center Satgas COVID-19 untuk menjalankan protokoler kesehatan sesuai aturan.

Sumber : detik.com

Baru Turun Dari Mobil, Warga Blitar Tewas Mendadak

PROBOLINGGO JATIM - Pada Jumat (18/9), kasus positif COVID-19 baru di Kabupaten Probolinggo mencapai 145 orang. Penyumbang terbanyak yakni klaster pabrik rokok.

Dari total 145 kasus, 85 persennya merupakan karyawan 2 pabrik rokok. Sedangkan 15 persen lainnya dari kontak erat pasien COVID-19 di rumah sakit.

Penyumbang terbanyak di Kabupaten Probolinggo yakni Kecamatan Paiton, sebanyak 24 kasus. Kecamatan Kotaanyar sebanyak 20 kasus, Kecamatan Pakuniran sebanyak 16 kasus, Kecamatan Kraksan 15 kasus, Kecamatan Pajarakan dan Besuk ada 14 kasus.

Kecamatan Gending sebanyak 10 kasus, Kecamatan Krejengan penambahan 9 kasus, Kecamatan Maron dan Gading ada 8 kasus, Kecamatan Banyuanyar ada 2 kasus, Kecamatan Tiris ada 1 kasus, Kecamatan Dringu 1 kasus, dan Kecamatan Lumbang 2 kasus.

Mengantisipasi terulangnya kembali penambahan jumlah Kasus yang signifikan, pemerintah dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, terus melakukan tracing keluarga dan yang kontak erat dengan pasien. Lalu melokalisir area untuk sementara, memberhentikan operasional 2 pabrik untuk disinfeksi, dan sterilisasi pada seluruh area pabrik.

Langkah kedua, petugas berupaya melakukan pemutusan mata rantai penularan COVID-19 di titik rawan. Langkah ketiga tim Satgas COVID-19 melakukan upaya perawatan pasien Corona tanpa ada gejala ke rumah sehat, dan untuk pasien dengan gejala sakit parah langsung dilakukan upaya perawatan di rumah sakit, yang ditunjuk oleh Satgas COVID-19 setempat. Seperti yang disampaikan Jubir Ketua Pelaksana Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo Dr Dewi Veronica.

"Penambahan 145 orang terpapar COVID-19 di Kabupaten Probolinggo terlalu tinggi. Membuat pemerintah dan tim Satgas COVID-19 melakukan upaya tracing kontak erat dengan pasien, dan melakukan sterilisasi di area 2 pabrik karyawannya banyak terpapar Corona. Dan upaya penyembuhan pasien dan terus menggelar razia protokol kesehatan," ujar dr Dewi dalam rilis yang diterima wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Kemudian Koordinator Gakkum Gugus Tugas Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan, mulai Senin (21/9) Operasi Yustisi soal penggunaan masker akan menerapkan sanksi denda Rp 200 ribu.

"Masih banyak ditemukan warga tidak pakai masker saat razia protokol kesehatan, dan jumlah orang terpapar COVID-19 terus meningkat. Forkopimda dan Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo akan memberlakukan sanksi denda mulai Senin (21/9) besok. Setiap pelanggar akan disanksi sebesar Rp 200," kata Ugas.

Data terkini dari Dinkes Kabupaten Probolinggo, total kasus positif COVID-19 mencapai 866 orang. Yang sudah sembuh 527 orang. Yang masih dirawat 299 orang dan yang meninggal dunia mencapai 40 orang.

Sumber : detik.com

Dalam Sehari, 145 Orang Di Probolinggo Kena COVID-19

MADIUN JATIM - Aksi perusakan tugu pesilat kembali terjadi di Kota Madiun. Kali ini giliran tugu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang dirusak.

"Info yang saya dapat, pertama kejadian di Tawangrejo itu kemarin, Jumat (18/9) dini hari. Kini info yang saya terima dari anggota di wilayah Kecamatan Taman Jalan Rawa Bhakti dan Jalan Trunojoyo," ujar Kepala Satpol PP Kota Madiun, Sunardi saat dihubungi wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Menurut Sunardi, perusakan tugu di Jalan Rawa Bhakti dan Jalan Trunojoyo terjadi pada dini hari tadi. Yang dirusak merupakan tugu perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Saat ini, Kesbangpol bersama Polresta Madiun masih melakukan upaya pengusutan.

"Ini sudah ditangani Kesbangpol dan Polresta. Jadi detailnya silahkan ke mereka ya. Infonya yang tadi malam itu yang dirusak logo PSHT," tambahnya.

Camat Manguharjo, Teguh Suharyanto menambahkan, aksi perusakan yang terjadi diduga pelemparan tugu PSHT. Namun pelemparan tersebut bukan menggunakan batu. Melainkan dengan cat warna.

"Infonya di Gang Bulusekar itu pelemparan cat ke tugu PSHT," tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pihak kepolisian yang memberikan keterangan mengenai insiden perusakan tersebut. Kapolresta Madiun AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, Kapolsek Kartoharjo AKP Lilik Sulastri dan Kapolsek Manguharjo AKP Mujo Prajoko belum bisa dikonfirmasi.

Sebelumnya diberitakan, ada aksi pelemparan batu di pintu masuk Kelurahan Tawangrejo, Jumat (18/9) dini hari. Tugu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) rusak. Aksi pelemparan batu juga mengenai atap rumah warga dan sebuah warung tenda angkringan.

Sumber : detik.com

Perusakan Tugu Pesilat Terjadi Kembali Di Madiun

PEKALONGAN JATENG - Tiga anak baru gede (ABG) tepergok berbuat mesum di bekas kandang ayam warga Kamis (17/09) sekitar pukul 21.00 WIB di Dukuh Karangasem, Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Ketiganya lalu dibawa ke balai desa setempat lalu diserahkan ke polisi.

Ketiga ABG tersebut berstatus pelajar, dua laki-laki dan satu perempuan, yakni GP (17), YDP (16) dan yang perempuan yakni SSF (14). Ketiganya warga Kecamatan Kajen. namun berbeda desa satu dengan yang lainnya.

Kapolsek Wonopringgo, Iptu Fauzi memaparkan Kamis malam pihaknya menerima laporan dan penyerahan pelaku dugaan mesum yang dilakukan di sebuah bekas kandang ayam di wilayah hukumnya.

"Polsek Wonopringgo telah menerima laporan dan penyerahan dari warga tiga anak atas dugaan tindak pidana pencabulan pada Kamis malam lalu," jelas Iptu Fauzi, kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Dijelaskan Fauzi, dari hasil pemeriksaan, peristiwa tersebut berawal dari GP (17) pada Kamis malam (17/09) sekitar pukul 19.30 WIB meminta diantar oleh YDP (16) untuk menemui teman perempuannya yakni SSF (14).

Keduanya laly berboncengan menggunakan motor ke rumah SSF (14) untuk diajak jalan-jalan malam. Dengan alasan akan mengerjakan tugas sekolah, SSF (14) dizinkan oleh neneknya untuk keluar malam. Ketiganya kemudian jalan-jalan malam dengan satu motor.

"Ketiganya menuju ke lokasi kandang ayam yang berada di Dukuh Karangsasem, Wonopringgo. Ketiganya langsung masuk ke kandang ayam di tepi persawahan yang dalam kondisi kosong (tidak terpakai)," katanya.

Di kandang ayam yang berada inilah, SSF (14) diajak untuk berbuat mesum. Namun belum sempat berbuat melakukan tindakan terlalu jauh berupa hubungan badan, aksi ketiganya tepergok warga.

"Belum melakukan (hubungan badan). Ketiganya diamankan warga kemudian kita menerima ketiganya di Mapolsek," kata Fauzi.

Mengingat ketiganya masih di bawah umur, petugas kepolisian malam itu juga langsung meminta orangtua masing-masing dari ketiganya untuk datang mendampingi anak-anaknya di Mapolsek Wonopringgo.

"Belum terjadi persetubuhan. Keluarga pihak perempuan menginginkan agar perkara ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan mengingat usia masih di bawah umur dan malu aib keluarga," jelas Fauzi.

"Baik keluarga pihak pria dan wanita bersepakat untuk berdamai untuk di selesaikan secara kekeluargaan," tambahnya.

Video saat 3 ABG tersebut diinterogasi warga tersebar luas di medsos. Nampak dalam video viral tersebut sejumlah orang mengerumuni ketiga pelaku.

Sumber : detik.com

Kronologi 3 ABG Pekalongan Kepergok Mesum di Kandang Ayam

PEKALONGAN JATENG - Sebuah video viral di sosial media. Video yang berdurasi 14 detik tersebut diunggah akun Info Pekalongan Raya. Akun tersebut menunjukkan sebuah peristiwa 3 remaja, 2 laki-laki dan 1 perempuan, disidang sejumlah orang karena ketahuan berbuat mesum.

Video tersebut yang telah tayang sebanyak 28.735 tersebut nampak tiga anak baru gede dikerumuni warga. Nampak juga seorang berpakaian tentara dan berkaos yang terlihat seakan memimpin jalannya sidang.

Dalam keterangan video tersebut tertulis, "Satu orang wanita dan dua orang laki-laki kepergok warga diduga sedang berbuat mesum di daerah Wonopringgo (Pekalongan), Via Mas Bancet".

Dalam proses 'persidangan' tersebut nampak terdengar perekam video mengungkapkan keheranan melihat aksi ketiga ABG tersebut. "Alah hiyung, wedok siji lanange loro (perempuannya satu laki-lakinya dua)."

Video ini lalu viral di platform sosial media. Di akun Info Pekalongan Raya sendiri, video 14 detik tersebut telah dibagikan sebanyak 40 kali.

Dari hasil penelusuran, peristiwa perbuatan mesum itu terjadi pada Kamis (17/9)malam sekitar pukul 21.00 WIB di dalam sebuah kandang ayam di Dukuh Karangasem, Desa Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.

Ketiga pelaku dugaan mesum ini masih berstatus pelajar, dua laki-laki dan satu perempuan, yakni GP (17), YDP (16) dan yang perempuan yakni SSF (14). Ketiganya warga Kecamatan Kajen, namun berbeda desa satu dengan yang lainnya.

Camat Wonopringgo, Tuti Hayati, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Dia mengatakan aksi ketiga ABG berbuat mesum tersebut belum terjadi lebih lanjut ke tindakan hubungan badan karena keburu tepergok warga.

"Iya TKP di Wonopringgo. Intinya sudah diselesaikan secara kekeluargaan, orang tua ketiganya sudah dipanggil dan selesai. Padahal ya sudah clear malam itu," jelas Tuti, Sabtu (19/9/2020).

Sumber : detik.com

Viral, 3 ABG Kepergok Mesum di Kandang Ayam

BATU MALANG - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batu menerima hasil swab santri Ponpes Al Izzah. Dari 748 orang yang menjalani test, 31 orang dinyatakan positif COVID-19.

"Saat ini 31 orang yang dinyatakan positif COVID-19, dalam kondisi tidak bergejala dan telah dilakukan isolasi secara mandiri di fasilitas pondok pesantren," kata Jubir Satgas COVID-19 Kota Batu, M Chori dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).

Menurut Chori, isolasi mandiri di bawah pengawasan intensif oleh Dinkes Jatim, Dinkes Kota Batu, dan rumah sakit rujukan bagi seluruh santri dan pengelola.

"Yang termasuk kategori kontak erat dengan kasus konfirmasi positif seluruhnya juga telah menjalani karantina mandiri di lokasi yang terpisah dengan kasus terkonfirmasi," tuturnya.

Sampel swab diambil mulai 31 Agustus sampai dengan 13 September 2020, yang melibatkan Dinkes Jatim, puskesmas dan rumah sakit di Kota Batu.

Chori membeberkan, kasus pertama kali muncul di Ponpes Al Izzah pada 23 Agustus 2020 lalu. Satu santri inisial H (14), dinyatakan positif COVID-19 dari swab mandiri, dan kemudian menjalani perawatan di National Hospital, Kota Surabaya.

Sumber : detik.com

31 Santri Ponpes Al Izzah Kota Batu Positif Covid-19