Social Items

JEMBER JATIM - Mahasiswa asal Kediri ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kost sekitar jam 14.00 WIB kemarin. Kejadian ini berada di Jalan Karimata Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari, Jember.

Dilansir dari Andikafm.com, Informasi ini pertama kali disampaikan oleh Netizen di Wates, Kediri yang menerima pesan broadcast dari temannya di Jember.

Kompol Faruk Mustafa Kamil, Kapolsek Sumbersari Polres Jember ketika dikonfirmasi mengatakan, korban bernama MOH. ANGGA, 22 tahun, warga Desa Ploso Lor Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri.

Sesuai data yang ditemukan di lokasi, MOH. ANGGA adalah mahasiswa di Poltek Jember.

Kejadian awal diketahui ketika teman satu kost korban, mencium bau tidak sedap dan menyengat yang berasal dari kamar korban.

Ketika dicek melalui celah-celah jendela kamar, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan membusuk dengan posisi telentang di atas kasur.

Penghuni kost dan warga setempat langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Sumbersari, Jember. Polisi bersama tim inavis Polres Jember langsung datang untuk proses identivikasi dan evakuasi jenazah.

Dari hasil pemeriksaan, diduga korban sudah meninggal dunia sejak 5 hari sebelumnya. Saat ini, jenazah korban berada di RS Soebandi Jember.

Polisi masih mengumpulkan data dan saksi untuk mengungkap latar meninggalnya MOH. ANGGA. Saat dikonfirmasi mengatakan dia juga menghubungi Polsek Plosoklaten Polres Kediri untuk koordinasi dengan keluarga MOH. ANGGA.

Mahasiswa Asal Kediri Ditemukan Tewas dan Membusuk di Jember

TULUNGAGUNG JATIM - Ketua Ikatan Gay Tulungagung (IGATA) M Hasan alias Mami Hasan diringkus Tim Unit III Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Jatim, karena diduga mencabuli 11 anak laki-laki di bawah umur.

"Pengungkapan perkara ini karena laporan dari masyarakat," terang Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat jumpa pers bersama Dirreskrimum Kombes Pol Pitra Ratulangi di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (20/1/2020).

Menurut Trunoyudo, kasus itu terungkap setelah pada 3 Januari 2020, Polda Jatim mendapatkan laporan dari masyarakat. Laporan tersebut dituangkan dalam Laporan Polisi Nomor: LPB/03/I/2020/UM/JATIM.

Setelah dilakukan penyelidikan, Subdit Renakta menangkap Mami Hasan atas dugaan perkara tindak pidana rangkaian kebohongan atau membujuk anak atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 Undang-Undang RI nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 202 tentang Perlindungan anak.

Mami Hasan ditangkap sekitar pukul 18.00 Wib, Rabu (15/1/2020). Tersangka ditangkap saat sedang bersembunyi di sebuah rumah pemilik warung kopi di Jalan Raya Cabe, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.

Saat diperiksa, tersangka mengaku sebagai ketua gay di Tulungagung dan sudah melakukan perbuatan cabulnya terhadap 11 anak laki-laki di bawah umur.

"Ada sekitar 11 anak di bawah umur yang menjadi korban pelaku," sambung Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Ratulangi.

Sekitar mulai Tahun 2018 hingga 2019, tersangka Mami Hasan merayu para korban untuk dicabuli, dengan iming-imingi imbalan uang Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu.

Aksi itu dilakukan Mami Hasan di sebuah warung kopi di kawasan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Mami Hasan adalah pengelola warung kopi milik orang lain.

"Ketika ada pembeli anak di bawah umur, pelaku menawarinya untuk melakukan perbuatan cabul dan mengiming-imingi uang antara Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Ketika korban mau, tersangka mengajak masuk dan melakukan perbuatan cabul," jelasnya.

Selain menangkap tersangka, Subdit Renakta juga mengamankan barang bukti beberapa celana dalam milik para korban, foto laki-laki setengah bungil, 50 kondom, 4 buah pelumas, 3 buku panduan sex gay, 20 kondom belum terpakai, 50 bekas kondom, VCD acara komunitas gay dan 1 buah VCD porno hingga akta pendirian Ikatan Gay Tulungagung.

"Ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun. Ini cukup berat ya," tandasnya.

Cabuli Bocah Di bawah Umur Sesama Jenis, Ketua Gay Tulungagung Ditangkap

BATU - Mobil Suzuki Ertiga warna putih nopol AG 1373 FC, yang mengalami kecelakaan tunggal di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang sejak Sabtu malam sekitar jam 22.30 WIB belum dievakuasi. Menurut keterangan warga sekitar, pengemudi mobil langsung pulang ke Kediri sesaat setelah kecelakaan.


Dilansir dari Andikafm.com, Mas PRASETYO mengaku, mobil Suzuki Ertiga tersebut dia sewa dan mengalami kecelakaan di Kasembon. Mobil memang belum dievakuasi karena menunggu pemilik rental.

KSPK Polsek Kasembon Polres Batu, AIPTU SUASONO saat dihubungi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Saat anggota ke lokasi kecelakaan, tidak ditemukan pengemudi maupun penumpangnya. 

Di penyebab kecelakaan karena sopir ngantuk dan kondisi tikungan yang tajam. Sampai pagi ini, mobil masih berada di lokasi kejadian. Kondisi mobil terbalik dan bbmnya terus menetes keluar. Dikhawatirkan, ada tangan usil yang membuang puntung rokok sembarangan dan menimbulkan kebakaran.

Menurut AIPTU SUASONO, penyewa mobil tidak bisa bertanggung jawab karena tidak mempunyai biaya menanggung kerusakan mobil. Penyewa pasrah kepada pemilik mobil untuk pengurusan mobil. Sampai sekarang belum ada yang datang ke Mako Polsek Kasembon untuk menyelesaikan administrasi. Rencanya, kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Batu untuk penderekan mobil

Mobile Sewa Kecelakaan Rusak Parah Yang Sewa Pasrah

LUMAJANG JATIM - Warga sekitar Pantai Desa Selok Anyar Kecamatan Pasirian, Lumajang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa kepala, Senin (20/1/2020).

Diduga, mayat tersebut adalah korban pembunuhan karena terdapat bekas gorokan senjata tajam.

Kini, mayat tanpa identitas itu telah dibawa ke Kamar jenazah RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk diotopsi.

Pemeriksaan akan dilakukan oleh Tim Forensik Polda Jatim siang ini. “Dugaan sementara korban dibunuh,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran pada wartawan.

Masih kata dia, saat mayat ditemukan, kondisinya sudah membusuk dan hanya mengenakan celana pendek warna biru. “Kalau usia antara tiga puluh hingga empat puluh tahun,” ujarnya.

Untuk menyimpulkan apakah mayat jenis laki-laki ini korban pembunuhan atau kecelakaan di laut, petugas masih menunggu hasil forensik Polda Jatim. “Saat ini masih perjalanan ke Lumajang,” pungkasnya. 

Mayat Tanpa Kepala Gemparkan Warga Lumajang

BOJONEGORO JATIM - Diduga Depresi, mantan istri seorang kepala desa di Bojonegoro tewas setelah menceburkan diri ke sumur. Perempuan tersebut nekat bunuh diri diduga karena mengalami depresi.

Korban adalah SM, warga Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro. Jenazah perempuan 55 tahun itu ditemukan oleh Siti, salah satu tetangga saat akan mengambil air.

Jenazah SM mengapung di dalam sumur yang dalamnya sekitar 10 meter,

"Tadi pas ambil air kok lihat ada orang di dalam (sumur). Terus kami minta tolong warga. Ternyata jasad ibu SM," ujar Siti, salah satu tetangga, Senin (20/1/2020).

Warga yang mendengar peristiwa ini langsung menuju lokasi sumur yang berada sekitar 50 meter di depan rumah korban.

Polisi yang mendatangi lokasi langsung melakukan koordinasi dengan petugas damkar dan BPBD Pemkab Bojonegoro untuk mengevakuasi jenazah.

Satu tim petugas damkar akhirnya diterjunkan dalam evakuasi jenazah. Dengan berhati-hati dan menggunakan bantuan oksigen, satu petugas turun ke dalam sumur untuk mengikat tubuh SM sebelum ditarik ke atas.

Setelah berhasil diikat, petugas damkar naik dan jenazah korban ditarik bersama-sama oleh petugas damkar lainnya.

"Kalau informasi yang kami peroleh diduga korban bunuh diri dan sedang depresi. Tadi juga sudah kami visum dengan tim medis," ujar Kapolsek Purwosari AKP Yaban.

Yaban mengatakan depresi yang dialami SM karena menderita penyakit menahun yang tak kunjung smebuh. SM juga tak pernah keluar rumah karena penyakitnya tersebut.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah SM langsung divisum oleh tim gabungan di rumah duka. Setelah dinyatakan tidak ada tanda penganiayaan langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

SM sendiri ditemukan di dalam sumur oleh tetangga yang hendak mengambil air disumur pada pukul 05.00 WIB. Diperkirakan SM sudah menceburkan diri ke dalam sumur pada pagi hari sekitar pukul 03.00 WIB, karena pintu rumah dalam keadaan terbuka dan korban sudah tidak berada di rumah.

Depresi, Wanita Di Bojonegoro Bunuh Diri Terjun ke Sumur

SIDOARJO JATIM - Lagi asyik nongkrong Warga Desa Prasung Kecamatan Buduran, Sidoarjo tewas tersambar petir, bersama dengan teman-temannya. M.Rokhim, (35) tewas seketika, sementara 4 temannya luka.

Informasi yang didapat menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (19/1/2020).

Kanit Reskrim Polsekta Buduran Ipda Nanang Mulyono, membenarkan adanya musibah warga disambar petir. Saat itu korban bersama empat temannya yang sedang cangkruan.

"Memang benar ada warga yang meninggal dunia lantaran di sambar petir," kata Nanang kepada wartawan saat dihubungi, Senin (20/1/2020).

Nanang menambahkan, menurut cerita dari ke empat teman korban, kejadian tersebut sangat singkat. Kelima orang sedang asyik cangkruan, kemudian turun hujan tidak terlalu deras. Tiba-tiba terdengar petir menyambar, dalam hitungan detik korban langsung jatuh.

"Setelah ditolong keempat temannya, dilihat korban sudah meninggal dunia. Di tubuh korban ada luka lubang di pundak kanan korban bekas tersambar petir," tambah Nanang.

Dia menjelaskan, satu teman korban yang bernama Desi Puspita (25) menderita luka lecet di tangan kiri dan paha. Sedangkan tiga teman lainnya yakni Robin, Sularsih, dan Warso tidak mengalami luka apapun.

Dari hasil kesepakatan dari pihak keluarga menginginkan bahwa itu merupakan musibah.

"Ahkirnya, keluarga korban menyadari bahwa kematian korban dikarenakan musibah. Dan tidak menuntut siapapun atas kejadian tersebut dibelakang hari. Ahkirnya korban dimakamkan di TPU setempat," jelas Nanang.

Tersambar Petir, 5 Orang Di Sidoarjo Gosong Dan 1 Tewas

MAGETAN JATIM - Nasib nahas menimpa seorang kakek yang bernama Samingun, pensiunan Pengawai Negeri Sipil (PNS) asal Desa Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan tewas setelah motor yang dikendarainya ditabrak Kereta Api Wisata, Minggu (19/1/2020) malam.

Selain menyebabkan satu korban tewas, kecelakaan tersebut membuat sepeda motor Beat bernopol AE 5887 QF milik korban ringsek.

"Kecelakaan antara KA Wisata tanpa penumpang dengan sepeda motor di sekitar Stasiun Barat Magetan," kata Manajer Humas Daop 7 Madiun PT KAI, Ixfan Hendriwantoko, Senin (20/1/2020).

Diketahui, KA Wisata yang mengantar rombongan PT INKA dari Madiun ke Solo kembali melakukan perjalanan balik menuju Madiun.

Menurutnya, saat di lokasi, masinis sudah meniup tanda akan melintas dan pintu perlintasan telah ditutup.

"Pengendara nekat begitu saja menerobos palang pintu yang sudah ditutup," ujarnya.

Pensiunan PNS itu terseret hingga 50 meter dan mengakibatkan korban meninggal di lokasi.

"Beberapa KA mengalami keterlambatan. Untuk KA Wisata mengalami keterlambatan hingga 32 menit. Dan KA Sancaka jurusan Yogyakarta ke Surabaya mengalami imbas hingga 15 menit," lanjutnya.

Kanit Laka Sat Lantas Polres Magetan, Ipda Yudi Irawan mengatakan kecelakaan anatara KA dan sepeda motor mengakibatkan 1 orang meninggal dunia.

"Satu tewas dan korban terseret hingga 50 meter. Saran kami kalau melintasi perlintasan kereta api sebaiknya berhenti dulu," katanya.

Kakek di Magetan Meninggal Akibat Terseret Kereta Api Sejauh 50 M

KEDIRI JATIM - Seorang wanita bernama Leni Dwi Andriani, warga Desa Bangle Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tadi malam.

Kecelakaan melibatkan mobil nopol B 1249 WOD dikemudikan Sulistiono, warga Desa Pamongan, Mojo, Kediri dengan sepeda motor Honda Beat nopol AG 4402 GL yang dikendarai Leni Dwi Andriani, warga Desa Bangle, Ngadiluwih, Kediri.

Akp Mukhlason S.H., Kapolsek Ngadiluwih Polres Kediri saat dikonfirmasi mengatakan kecelakaan terjadi di Jalan Raya Bangle, Ngadiluwih, Kediri atau tepatnya di timur Jembatan penghubung antara Mojo dengan Ngadiluwih.

Kejadian berawal saat mobil melaju dari Ngadiluwih menuju Mojo. Pada saat bersamaan, sepeda motor hendak menyeberang ke sisi bahu jalan sebelah utara.

Karena jarak terlalu dekat, sedangkan mobil melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ngadiluwih, sehingga tabrakan antara dua kendaraan tidak bisa dihindari.

Akibatnya, pengendara sepeda motor, Leni Dwi Andriani, mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia.

Motor Ditabrak Mobil di Kediri, Pengemudi Motor Tewas di Lokasi

TULUNGAGUNG JATIM - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Jayeng Kusuma Desa Tapan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, tadi malam sekitar jam 20.30 WIB.

Kecelakaan melibatkan bus Hino nopol N 7009 UL dengan sepeda pancal.

Kanit Laka Lantas Polres Tulungagung, IPTU DION FITRIANTO S.H menjelaskan, bus dikemudikan WAHYUDI PRAYOGI, warga Kelurahan Petahunan Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan.

Sedangkan sepeda pancal dikayuh TOIMAN warga Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.

Kronologinya, bus melaju dari Tulungagung ke Kediri. Sedangkan sepeda pancal melaju dari barat ke timur. Sesampainya di lokasi kecelakaan di Desa Tapan, diduga sopir bus kurang memperhatikan lalu lintas. Sehingga menabrak sepeda pancal yang ada di depannya.

Akibat kecelakaan ini, pengemudi sepeda pancal yang bernama TOIMAN, meninggal dunia di lokasi kecelakaan.

Sepeda Pancal vs Bus di Tulungagung, Pengemudi Sepeda Tewas di Lokasi


JOMBANG JATIM - Kecelakaan maut terjadi di Jalan raya Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung Jombang dini hari sebelumnya sekitar jam 02.30 WIB.

Kecelakaan antara mobil Daihatsu Xenia nopol AE 958 BM dengan truk tronton Hino nopol S 8555 UH. Tiga orang meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Jombang AKP AHMAD RISIKO FERDIAN saat dikonfirmasi menjelaskan, mobil Daihatsu dikemudikan URIP, warga Jalan Ciliwung Kecamatan Taman Kota Madiun.

Sementara truk tronton Hino nopol S 8555 UH, dikemudikan EKO PRAHWONO, warga Dusun Ngembetsari Desa Gebangmalang Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto.

Kecelakaan bermula, saat mobil berjalan dari Jombang menuju Surabaya. Diduga mengemudi mobil kurang koordinasi, jadi oleng ke kanan dan menabrak truk tronton Hino yang berjalan dari arah berlawanan.

Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi mobil Daihatsu Xenia URIP dan dua penumpangnya meninggal dunia di tempat kejadian.

Urip, bawa 8 penumpang. Sementara 6 penumpang lainnya harus dirawat dan dibawa ke Rumah Sakit untuk dirawat.

Saat ini, kasus kecelakaan itu, masih dalam penanganan Unit laka lantas Polres Jombang. 

Truk Tronton vs Mobil di Jombang, 3 Korban Meninggal

KEDIRI JATIM - Unit Reskrim Polsek Pesantren mengamankan pelaku pengedar narkoba di wilayah Kediri Kota. Pelakunya Seorang pria bernama Aprilio Eko Prasetyo warga Kelurahan Singonegaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri. APRILIO diamankan di Jalan Hos Cokroaminoto, Kota Kediri.

AKP KAMSUDI Kasubag Humas Polres Kediri Kota menjelaskan, awalnya pada hari Sabtu, 18 Januari 2020 kemarin, anggota Opsnal Unit Reskrim Polsek Pesantren mendapatkan informasi adanya peredaran narkotika di wilayah Kota Kediri.

Setelah dilakukan serangkaian tindak penyelidikan, polisi berhasil mengamankan APRILIO. Dari penangkapan tersebut, diamankan barang bukti berupa psikotropika jenis pil dobel L sebanyak 100 butir, dan sebuah HP warna hitam.

Saat ini, APRILIO diamankan di Mapolsek Pesantren Polres Kediri Kota untuk menjalani penyidikan lebih lanjut.

Terbukti Jadi Pengedar Sabu, Pria di Kediri Digrebek Polisi

BLITAR JATIM - Sebuah ledok penggilingan padi terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Yamaha Vixion di Jalan Raya Blitar - Kediri, siang tadi sekitar jam 14.00 WIB. Akibatnya satu orang korban mengalami luka-luka.

Sepeda motor Yamaha Vixion nopol AG 5219 BU dikendarai Veroka Artayangka, warga Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Sedangkan ledok gilingan padi dikemudikan GUMBREK, warga Desa Temenggungan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar.

BRIPKA AGUS SUGIARTO, Kasi Humas Polsek Udanawu Polres Blitar Kota yang dikonfirmasi Radio ANDIKA mengatakan, kecelakaan berawal saat ledok gilingan padi melaju dari arah Sambi Kediri ke Udanawu Blitar.

Sesampainya di lokasi kejadian, tiba tiba ledok berbelok ke barat. Sedangkan dari arah sebaliknya, melaju sepeda motor Vixion yang dikendarai VEROKA ARTAYANGKA. Karena jarak  sudah terlalu dekat, akhirnya terjadi tabrakan. Akibat kecelakaan tersebut, VEROKA ARTAYANGKA mengalami luka luka.

Kecelakaan Ledok vs Motor di Blitar, Pengemudi Motor Luka-luka

CIANJUR JABAR - Setelah hilang selama Lima hari di dalam hutan, Ipah, nenek berusia 67 tahun asal Kampung Pisitan, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil ditemukan warga, Minggu (19/1/2020). Ipah dikabarkan hilang sejak Selasa 14 Januari 2020, sekitar pukul 14.00 WIB.

Mulanya, nenek renta yang sudah mulai pikun itu pergi ke hutan di Gunung Pitisan untuk memperbaiki slang air dari sumber mata air ke rumahnya. Namun, hingga sore hari nenek Ipah tak kunjung pulang.

"Saya dapat kabar dari adik saya yang kebetulan tinggal sama nenek Ipah. Pas perginya tidak ada yang tahu, tapi katanya ada yang lihat pergi ke mata air buat benerin slang. Tapi sampai sore tidak pulang, dari situ kami sudah khawatir kalau nenek Ipah hilang," kata Rusmana (50) anak korban saat dihubungi,  Minggu (19/1/2020).

Keluarga melapor ke pemerintah desa dan kepolisian. Esok harinya, tim gabungan melakukan pencarian ke hutan di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya nenek Ipah.

Sayangnya, hingga Minggu siang, tim dan keluarga yang melakukan pencarian tidak berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan Ipah. Tak lama ada kabar bahwa Ipah ditemukan oleh pemburu burung di kawasan hutan Cijampang, Kecamatan Pagelaran, Cianjur.

"Begitu mendapat informasi tersebut, kami cek ke sana untuk memastikan apakah itu nenek Ipah atau bukan," kata Kasi Trantib Kecamatan Campaka Mulya, yang sekaligus Pjs Kepala Desa Campaka Mulya, Asep Suherman.

Setelah dicek, ternyata yang ditemukan pemburu itu memang Ipah. Asep bergegas menugaskan beberapa orang untuk menjemput nenek tersebut. Ipah sudah kembali ke rumahnya sore tadi, sekitar pukul 15.30 WIB.

5 Hari Hilang di Dalam Hutan, Nenek di Cianjur Ditemukan Warga

TULUNGAGUNG JATIM - Setelah melakukan penyelidikan, polisi menemukan Barang bukti satu potong kayu, satu bilah sabit dan satu bongkah batu dalam peristiwa penganiayaan di Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol Tulungagung pada Jumat (17/1/2020).

Dari data Polisi, Khoirudin (45) warga Dusun Krandekan Desa Wonorejo kecamatan Sumbergempol telah melakukan penganiayaan terhadap Kakak dan Ibu kandungnya sendiri.

Atas kejadian tersebut, Khoirudin diamankan polisi dan tengah proses hukum setelah disetujui oleh keselamatan itu sendiri.

Kapolsek Sumbergempol AKP INengah Sutedja dihubungi wartawan Minggu (19/1/2020) menjelaskan Saat Mujiati (48) dan diizinkan bernama Robingah (71) sedang memasak didapur.

Tak tahu penyebabnya, Khoirudin datang sambil membawa kayu lalu marah untuk melakukan dan melakukan pemukulan kebagian punggung.

Pukulan itu tak terhentikan oleh perempuan tua yang hanya pasrah saat melepaskan anak kandungnya seperti itu.

"Pukulan itu tentang punggung sebanyak dua kali, dan ibuknya Ndak bisa melakukan apa - apa," terang Suteja.

Setan telah merasuki hati Khoirudin. Setelah menghajar dia, Pria ini lalu melepaskan kakak kandungnya bernama Mujiati.

"Mujiati dipukul bagian kepala dan dikeluarkan luka robek hingga dikeluarkan darah." Imbuh Teja.

Usai menghajar kakak dan ibu kandungnya, lantas Khoirudin pergi tanpa menunjukkan sikap penyesalan.

Menerima tanggapan tersebut, Korban lantas ke Mapolsek Sumbergempol untuk membuat laporan.

Usai menerima laporan, Polisi tak butuh waktu lama langsung melakukan penangkapan Kepada Pelaku dan melakukan Olah TKP.

Atas perbuatanya, Khoirudin harus berhadapan dengan hukum serta diancam pasal 351 ayat (1) KUH Pidana.

Sadis, Seorang Pria Hajar Ibu Kandungnya di Tulungagung

TULUNGAGUNG JATIM - Pabrik gula merah yang berada di Tulungagung ludes terbakar. Banyaknya material sampah tebu membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian pabrik.

Pabrik gula tebu merah tersebut milik Santoso di Dusun Kates, Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Tiga unit mobil PMK Pemkab Tulungagung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi saat pabrik tidak beroperasi. Saat itu warga sekitar melihat kepulan asap dari dalam pabrik.

Kondisi itu membuat warga panik dan mengevakuasi barang berharga dari rumah masing-masing, karena takut api menjalar ke perkampungan warga.

Kabid Damkar Tulungagung Rakidi, mengatakan beberapa menit setelah kejadian pihaknya menerima laporan dari warga setempat dan langsung mendatangi lokasi bersamaan tim pemadam.

"Kondisi pabrik kebetulan tidak beroperasi, sehingga tidak ada orang di dalam," kata warga, Minggu (19/1/2020).

Banyaknya tumpukan sepah tebu kering serta kencangnya angin membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke beberapa bagian pabrik. Tim Damkar Tulungagung juga sempat kesulitan untuk melakukan pemadaman, sebab api menjalar hingga bagian dalam timbunan sepah tebu.

"Seperti pada pabrik tebu yang lain, proses pemadaman memang membutuhkan waktu relatif lama, karena bara api itu masuk ke dalam timbunan sepah tebu. Kalau hanya sekedar disemprot di bagian atas, yang di dalam masih membara," ujarnya.

Hingga pukul 16.00 WIB, tim damkar dibantu masyarakat sekitar masih melakukan upaya pembasahan di lokasi yang terbakar. Hal ini untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang bisa memicu kebakaran susulan.

"Kami belum mengetahui penyebab dari kebakaran ini," ujarnya.

Rakidi memperkirakan kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati agar kejadian kebakaran tidak terjadi, selalu periksa kondisi instalasi listrik dan awasi saat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan api," jelasnya.

Pabrik Gula Tradisional Di Tulungagung Hangus Terbakar

SURABAYA JATIM - Seorang pria pelaku pencuri sepeda motor (curanmor) bernama Padham (34) warga Tambelangan, Sampang, Madura, babak belur tertangkap warga saat beraksi. Beruntung polisi mengamankan tersangka dari amukan massa.

Kapolsek Sawahan Kompol Argya Satya Bhawana mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Banyu Urip 5 F.

Mendapat laporan itu pihaknya langsung meluncur dan mengamankan tersangka beserta barang buktinya.

"Kejadiannya tadi pukul 14.00 WIB Reskrim Polsek Sawahan menerima informasi adanya pelaku pencurianb sepeda motor di Banyu Urip Wetan 5F," kata kapolsek kepada wartawan, Minggu (19/1/2020).

"Kita langsung mendatangi lokasi di Raya Kupang Gunung Timur V tepatnya depan rumah nomor 28 Banyu Urip dan mengamankan pelaku," tambahnya.

Menurut Agya, pelaku melakukan pencurian motor yang sedang terparkir di depan rumah dengan modus merusak kunci motor dengan kunci T. Namun saat melakukan aksinya itu, pelaku diketahui oeh pemiliknya.

"Pelaku mencuri dengan cara merusak kunci kontak menggunakan kunci T. Tapi diketahui pemiliknya," terangnya.

"Pelaku selanjutnya beserta barang bukti sebuah motor Honda BeAT warna putih L 3250 UA dan sebuah kunci bentuk Y telah diamankan ke polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.

Kepergok Mencuri Motor, Pria Ini Remuk Dihajar Massa

BANYUWANGI JATIM - Warga Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, digegerkan sesosok janin bayi terbungkus koran dan plastik yang dibuang di tepi jalan raya.

Saat ditemukan, kondisi janin yang diperkirakan masih berusia lima bulan dalam kandungan sudah mengeluarkan bau tak sedap.

Menariknya, di dalam bungkusan janin tersebut terdapat secarik kertas bertuliskan agar janin dikuburkan. Diduga kuat, janin tersebut merupakan hasil hubungan gelap yang sengaja digugurkan dan dibuang oleh orang tuanya.

Warga yang awalnya curiga bau tak sedap dari bungkusan tersebut langsung berbondong-bondong datang ke lokasi untuk memastikan apa isi dari bungkusan koran tersebut, Minggu (19/1/2020).

"Mertua saya menemukan bungkusan dan ada tulisan tolong dikubur. Baunya sudah ndak enak," ujar Roni warga setempat yang menemukan mayat janin itu kepada wartawan.

Warga terkejut bukan main saat membuka bungkusan yang ternyata isinya adalah janin bayi. Oleh warga, temuan ini langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan kemudian dievakuasi ke kamar mayat RSUD Blambangan.

"Langsung kita laporkan ke polisi. Tadi juga susah datang dan membawa janin itu ke rumah sakit," pungkasnya.

Penemuan Janin Bayi Gemparkan Warga Banyuwangi