Social Items

KEDIRI JATIM - Seorang remaja Warga Desa Bakalan Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri berinisial ES, 18 tahun, ditangkap personel Unit PPA Polres Kediri Kota pada jam 23.00 WIB Selasa kemarin. Pemuda yang berprofesi sebagai pedagang bakso ini ditangkap karena melakukan tindakan pencabulan pada seorang gadis dibawah umur.

Pencabulan dilakukan di rumah ES yang berada di Desa Bakalan Kecamatan Grogol Kediri.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Kamsudi mengatakan, terungkapnya kasus persetebuhan terhadap anak di bawah umur berawal saat warga di Desa Bakalan Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri menggerebek salah satu pasangan muda-mudi. Warga kemudian menghubungi orang tua gadis, yang merupakan warga Desa Sonorejo Kecamatan Grogol Kediri.

Orang tua gadis langsung mendatangi lokasi tersebut untuk menemui anaknya. Gadis dibawah umur tersebut mengaku telah beberapa kali disetubuhi oleh pelaku ES di rumahnya. Kejadian ini kemudian dilaporkan oleh orang tua korban ke Polisi.

AKP Kamsudi berharap kepada orang tua supaya memperhatikan pergaulan anaknya. Apabila keluar rumah harus ditanyakan tujuan yang jelas. Termasuk waktu pulang harus selalu dikontrol.

Miris, Remaja Di Kediri Tega Cabuli Bocah Di Bawah Umur

MAGELANG JATENG -
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto, mengatakan, warga yang kontak erat dan tinggal di sekitar pasien positif dari Karangwuni, Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Terdapat sekitar 18 orang atau pun lebih yang dibawa ke RS Budi Rahayu untuk diperiksa, Kamis (28/5) siang.

"Mereka, kontak erat pasien berusia 64 tahun dari Kramat Utara yang dinyatakan positif.

Tadi pagi ambulans menjemput kontak erat yang di Karangwuni.

Mereka kita fasilitasi angkutan agar lebih enak dan karena ada balita juga.

Alhamdulilah, lancar. Komunikasi sudah sejak tadi malam," kata Majid, Kamis (28/5).

Anggota keluarga dari pasien yang positif sudah diperiksa.

Mereka kini menjalani karantina mandiri di rumah dengan pengawasan petugas kesehatan.

Karantina mandiri dilaksankan sampai hasil uji keluar.

Sementara, anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien positif dari Cacaban yakni seorang bayi berumur 9 bulan, juga telah diperiksa.

Sementara, kontak erat di Cacaban juga telah selesai dites," kata Majid.

Kondisi kedua pasien positif Covid-19 baru sendiri dalam keadaan baik.

Kedua pasien positif kini dirawat di RSUD Tidar Kota Magelang.

Sebelumnya, ada dua kasus baru positif Covid-19 di Kota Magelang yakni seorang pria berusia 64 tahun dan seorang bayi berumur 9 bulan, Kamis (28/5).

Riwayat dari pasien positif bayi dari Cacaban adalah sang ayah sebulan lalu pulang dari Riau.

Sementara itu, riwayat dari pasien positif lansia berusia 64 tahun dari Kramat Utara adalah berpergian ke Temanggung, 15 Mei 2020 lalu.

Bayi 8 Bulan Di Magelang Positif Corona, 18 Orang Diperiksa

LUMAJANG JATIM - Dua truk penambang pasir terseret banjir lahar hujan dari Gunung Semeru. Alat berat diterjunkan dalam proses evakuasi.

Kejadian bermula saat korban bersama pekerja tambang lainnya melakukan aktivitas pertambangan pasir di Sungai Mujur. Namun tiba-tiba banjir lahar hujan dari Gunung Semeru datang menerjang.

Besarnya banjir membuat sang supir truk dan pekerja lainnya langsung kalang kabut, meninggalkan lokasi pertambangan pasir untuk menyelamatkan diri. Sedangkan dua truk yang ditinggalkan akhirnya terguling dan terseret banjir hingga sepuluh meter.

Dua truk tersebut milik Mito (43) dan Wawan (38), warga Desa Pandan Arum, Kecamatan Tempeh, Lumajang. Satu unit ekskavator diterjunkan untuk mengevakuasi truk.

"Kami sedang menambang pasir di Sungai Mujur, namun tiba-tiba banjir lahar dari Gunung Semeru datang. Penambang langsung menyelamatkan diri sedangkan dua kendaraan truk terseret lahar sejauh sepuluh meter," ujar Sardi, salah seorang penambang pasir kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).

Petugas BPBD Lumajang mengimbau para penambang pasir untuk menghentikan aktivitas pertambangan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Karena dikhawatirkan terjadi banjir lahar hujan dari Gunung Semeru.

"Kami mengimbau kepada para penambang pasir tetap waspada dan hati-hati. Jika terjadi hujan untuk berhenti menambang dulu karena dikhawatirkan terjadi banjir lahar dari Gunung Semeru," terang Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo.

Data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru periode 29 Mei 2020 pukul 00.00 - 06.00 WIB, Gunung Semeru mengalami 10 kali letusan, satu kali guguran, lima kali embusan dan dua kali tektonik jauh.

Masyarakat direkomendasikan tidak melakukan aktivitas di dalam radius satu km dan sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif. Yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif sebagai alur luncuran awan panas.

Dua Truk Penambang Pasir Di Lumajang Terseret Arus Lahar Gunung Semeru

BLITAR JATIM - Setelah tiga hari melakukan operasi pencarian, akhirnya Tim SAR Gabungan menemukan jenazah Sudarto, 41 tahun, warga Desa Ngaglik Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, Jumat 29/05/2020.

Kapolsek Sanankulon Polres Blitar Kota, AKP wahono saat dikonfirmasi mengatakan jenazah Sudarto ditemukan mengapung di Sungai Brantas wilayah Desa Pucung Lor Kecamatan Ngantru Tulungagung, dekat Jembatan Ngujang 2, sekitar jam 08.00 WIB. Proses evakuasi jenazah agak sulit, karena petugas terkendala arus sungai yang deras.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar untuk divisum. Pihak keluarga juga mengundang ke rumah sakit, untuk memastikan jenazah tersebut adalah Sudarto.

Sebelumnya, pada Rabu 27 Mei 2020 sekitar jam 13.00 WIB, Sudarto bersama awalnya, Danang, Udin dan Sugiwanto sedang mencari ikan di sungai Brantas. Ketika mencoba mencebur ke sungai, tiga pelopor yang menggunakan pelampung yang dibuat dari ban dalam.

Namun, Sudarto tidak menggunakan pelampung. Diduga karena tidak bisa berenang, Sudarto terseret arus sungai yang deras. Dukungan ketiga yang mencoba menolong Sudarto, tetapi tidak berhasil.

Pria Pencari Ikan Yang Hilang Di Blitar Jasadnya Ditemukan

SURABAYA - Hingga kini, sebanyak 135 orang tenaga medis di Jatim terpapar positif Covid-19. Lima orang di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah 135 tenaga medis itu terdiri dari 62 perawat, 47 dokter dan sisanya adalah tenaga lab, apoteker atau lainnya.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (28/5/2020) malam mengatakan, bahwa tenaga medis yang terpapar covid-19 itu tersebar di berbagai rumah sakit di Jatim, mayoritas berada di Surabaya.

“Tenaga kesehatan 135 orang yang terinfeksi. Ada 62 perawat di antaranya yang terinfeksi dan 2 meninggal dunia. Kemudian, yang masih menjalani perawatan medis ada 28 orang.

Dan, 47 dokter yang terinfeksi Covid-19 dan ada 3 yang meninggal dunia. Sedangkan yang masih menjalani perawatan ada 23 dokter,” kata dr Kohar.

Disinggung tentang informasi ada beberapa tenaga medis di RS Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya yang positif Covid-19, dr Kohar tidak memberikan komentar. “Nah itu silakan tanya langsung saja ke pihak RSUA,” ujarnya.

Yang jelas lanjutnya, tenaga medis yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini selain dari perawat dan dokter juga ada dari bagian lain, seperti apoteker. Namun, jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan perawat dan dokter yang langsung bersentuhan dengan para pasien Covid-19.

Sebanyak 135 Tenaga Medis di Jatim Terinfeksi Virus Corona, 5 Meninggal Dunia

BLITAR JATIM - Kabar Gembira datang dari Blitar, lima pasien yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 di Kabupaten Blitar hari dinyatakan sembuh.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, saat dikonfirmasi menyampaikan, hasil swab kelima pasien yang keluar pada hari ini menyatakan negatif Covid-19, kamis 28/05/2020.

Pasien ini meliputi satu warga Nglegok, satu Dokter warga Srengat, satu Bidan warga Bakung, satu Dokter warga Wates dan laki-laki warga Wates yang merupakan klaster Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Selama masa perawatan, kelima pasien ini menunjukkan peningkatan kesehatan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar juga memastikan bahwa kelima pasien ini dipastikan sembuh tetapi tetap mendapatkan pengawasan dari petugas medis.

Saat ini di kabupaten Blitar Jumlah pasien Positif Covid 19 berjumlah 10 orang, sembuh 5 orang, meninggal dunia 3 orang, dan dalam perawatan 2 orang.

Untuk dua pasien positif dalam perawatan, satu orang pasien melakukan isolasi mandiri dirumah dengan dengan diawasi pihak desa dan gugus tugas Kecamatan.

Sedangkan satu pasien positif masih dirawat di RSUD Mardi waluyo Blitar. Kedua pasien positif tersebut, harus tetap menjalani test swab secara bertahap, hingga dinyatakan hasilnya negatif virus corona.

Kabar Gembira, 5 Pasien Positif Corona Di Blitar Dinyatakan Sembuh

MAGELANG JATENG - Setelah sempat mengalami nihil kasus baru selama empat hari terakhir, pasien terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19) di Kabupaten Magelang bertambah empat kasus. Dari tambahan empat tersebut, salah satunya meninggal dunia.

Empat tambahan kasus positif Corona tersebut terdiri dua orang dari Kecamatan Tempuran, satu orang dari Kecamatan Bandongan dan satu orang dari Kecamatan Tegalrejo. Untuk dua orang yang dari Kecamatan Tempuran, salah satunya meninggal dunia dan satunya lagi masih balita.

"Empat hari terakhir zero kasus. Hasil swab keluar untuk empat pasien positif. Satu pasien meninggal dunia," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, Kamis (28/5/2020).

"Untuk yang meninggal ini, seorang perempuan berusia 58 tahun. Yang bersangkutan memiliki penyakit penyerta. Sebelumnya dia dirawat di RSUD Tidar, Senin (25/5) hingga Kamis (28/5)," jelasnya.

Menurut Nanda, dengan tambahan pasien positif baru ini, kemudian yang meninggal dan sembuh, jumlah pasien terkonfirmasi positif kini ada 72 orang. Selain itu, ada satu pasien yang dinyatakan sembuh dari Kecamatan Ngablak.

"Dengan tambahan pasien baru, meninggal dan sembuh ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif kini ada 72 orang. Untuk yang sembuh menjadi 27 orang," kata Nanda.

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) hingga saat ini, kata Nanda, bertambah satu orang dari Kecamatan Candimulyo sehingga berjumlah 27 orang. Kemudian, ada satu orang yang dinyatakan sembuh dari Kecamatan Mungkid.

"Dengan tambahan satu PDP sembuh itu, kini ada 130 PDP sembuh. Sedang jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dari 49 berkurang tujuh orang karena lolos pantau sehingga menjadi 42 orang," ujarnya.

Sempat Nihil, Pasien Positif Corona Di Magelang Bertambah 4 Hari Ini

KUDUS JATENG - Seekor sapi nyelonong masuk di toko ponsel Ad Cell di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Beruntung sapi tidak mengamuk dan berhasil diamankan.

Peristiwa tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar, seekor sapi jantan masuk ke toko ponsel. Tampak penjaga toko pun panik karena ada sapi masuk.

Sapi tersebut terlihat mutar-mutar di dalam toko. Beruntung karyawan toko berhasil menjinakkan sapi itu dan mengamankan keluar dari toko. Sapi itu saat ini sudah diamankan di rumah warga setempat.

Kepala Toko Ad Cell, Anang membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian sapi nyelonong masuk ke tokonya itu sekitar pukul 18.00 WIB tadi.

Saat kejadian dia sedang melaksanakan salat Magrib. Tiba-tiba penjaga toko berteriak ada sapi lepas masuk ke dalam toko.

"Benar adanya sapi lepas. Pas Magrib saya dan teman-teman baru bergantian salat. Terus teman-teman pada berteriak," kata Anang saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (28/5/2020).

Ia mengatakan sapi berjenis kelamin jantan itu sempat masuk ke dalam toko. Tidak sampai di situ, sapi itu juga sempat mutar-mutar di dalam toko.

"Ternyata ada sapi lepas dan masuk ke toko. Saya sempat bingung karena sapi masuk ke dalam tempat kasir meja saya dan ke tempat promotor," jelasnya.

Anang mengaku tidak mengetahui asal sapi tersebut. Diperkirakan sapi itu milik warga yang lepas.

"Saya sempat berdebar. Tapi salah satu teman saya Amin mendekati dan mengusap kepalanya, sapinya agak tenang dan saya tarik keluar toko. Masalah sapi itu dari mana belum tahu. Mungkin sapi warga atau sapi lepas belum tahu," jelasnya.

Dalam kejadian itu tidak ada kerusakan atau kerugian yang dialami toko.

"Tidak ada kerusakan. Ini sapi tak titipkan di tetangga toko. Yang mau ambil harus laporan ke Polsek setempat dulu," pungkasnya.

Viral, Seekor Sapi Di Kudus Masuk Ke Counter HP

REMBANG JATENG - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia di ruang isolasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, siang tadi. Pasien yang diketahui sebagai pegawai negeri sipil (PNS) itu baru dirawat sehari dan belum sempat dites swab.

Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 42 tahun itu merupakan warga di Kecamatan Sulang, Rembang. Dia bertugas sebagai PNS di lingkup Pemkab Blora.

Pasien tersebut mengalami gejala batuk, pilek dan sesak napas sejak seminggu yang lalu. Pasien itu lalu memeriksakan diri di Puskesmas Sulang, hingga dirujuk ke RSUD dr R Soetrasno Rembang pada Rabu (27/5) malam.

"Yang bersangkutan memeriksakan diri ke Puskesmas Sulang dulu, kemudian dirujuk menuju RSUD dr R Soetrasno Rembang, Rabu malam. Saat menjalani rapid test, hasilnya nonreaktif," kata Humas gugus tugas COVID-19 Rembang, Arief Dwi Sulistia saat dihubungi wartawan, Kamis (28/5/2020).

Arief menyebut pasien itu belum sempat dites swab dan baru dilakukan rapid test. Hasil rapid testnya pun nonreaktif.

"Lantaran mengalami sesak napas berat, sehingga dimasukkan ke ruang isolasi. Namun belum sempat dites swab, pasien meninggal dunia, Kamis siang," imbuhnya.

Meski begitu, proses pemakaman terhadap jenazah pasien tetap menggunakan standar protokol COVID-19.

"Rencana pemakaman langsung dikomunikasikan oleh pihak kecamatan dan Puskesmas setempat. Insyaallah komunikasi berjalan dengan baik. Melalui kesiapsiagaan warga menjalankan protokol kesehatan, semoga COVID-19 lekas berlalu," terangnya.

Tak hanya itu, ada juga satu kasus pasien positif Corona yang meninggal di Rembang. Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki berinisial N berusia 56 tahun warga di Kecamatan Kaliori, Rembang itu sempat menjalani rawat isolasi di RSUD dr R Soetrasno Rembang selama 9 hari.

"Pasien dinyatakan meninggal dunia, kami dapat informasi dari pihak rumah sakit, pukul 18.10 WIB dinyatakan meninggal dunia," sambung Arief.

Arief menyebut pasien itu dirawat sejak Rabu (20/5) dan dinyatakan meninggal Kamis (28/5) sore tadi. Pasien ini merupakan rujukan Puskesmas Kaliori dengan keluhan panas, batuk, dan sesak napas.

"Pekerjaan sopir, sebelum sakit, pasien sempat mengantar melon ke Jakarta. Praktis sembilan hari dirawat," jelasnya.

Meninggalnya pasien tersebut menjadi kasus meninggal pertama di Kabupaten Rembang akibat COVID-19. Sebelumnya ada tiga pasien positif Corona dan dinyatakan sembuh.

Berdasarkan data gugus tugas COVID-19 per Kamis (28/5), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD dr R Soetrasno sebanyak enam orang, sedangkan pasien positif COVID-19 ada satu orang.

Kabar Duka, Satu PDP Virus Corona Di Rembang Meninggal Dunia

TULUNGAGUNG JATIM - Polres Tulungagung berhasil menangkap seorang bandar narkoba antar kota yang hendak memasok 2 ons sabu-sabu dan ratusan pil ekstasi. Pelaku ditangkap setelah mondar-mandir di kampung saat jam malam.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan tersangka adalah Imam Bahroni alias Kerok (42). Warga Desa Bedug, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ini ditangkap di Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru Tulungagung. Selain tersangka turut diamankan barang bukti 2 ons sabu-sabu, 188 pil ekstasi dari beberapa jenis serta 9 pil psikotropika.

"Tersangka kami amankan atas informasi dari masyarakat. Tersangka sebelumnya sempat mondar-mandir di Desa Srikaton dengan mengendarai mobil Nissan Grand Livina AG 1653 FA," kata Pandia, Kamis (28/5/2020).

Warga yang saat itu tengah jaga malam COVID-19 di kampung menaruh kecurigaan terhadap gerak-gerik tersangka. Terlebih hal itu terjadi pada saat pemberlakuan jam malam. Hingga akhirnya warga menginformasikan kerugian itu ke aparat kepolisian setempat.

"Anggota langsung kami terjunkan untuk melakukan pemeriksaan. nah saat itulah kami temukan 200 gram sabu-sabu, 188 pil ekstasi dan 9 butir pil psikotropika," ujarnya.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka dalam kondisi setengah sadar, lantaran masih terpengaruh narkoba. Sementara itu dari hasil pemeriksaan, narkoba golongan satu tersebut rencananya akan dikirimkan ke salah seorang pemesan yang ada di Tulungagung.

"Narkoba itu nilainya sekitar Rp 300 juta," jelas Pandia.

Pandia menambahkan tersangka Bahroni diduga merupakan jaringan pemasok narkoba di beberapa wilayah di Tulungagung, Kediri dan sekitarnya. Yang bersangkutan juga tercatat pernah masuk penjara dalam kasus yang sama.

Akibat perbuatannya kini tersangka ditahan di Polres Tulungagung dan dijerat pasal 114 Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Bandar Sabu Asal Kediri Diamankan Polres Tulungagung

JEMBER JATIM - Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terus bertambah. Pemerintah Kabupaten Jember mengumumkan ada tambahan 5 Orang warga yang terkonfirmasi, Kamis (28/5/2020).

Sebanyak enam orang di antaranya sudah sembuh, tiga orang meninggal dunia, dan 24 orang masih dirawat. Tiga orang warga yang meninggal dunia itu adalah warga luar Jember, warga Kecamatan Patrang, dan warga Kecamatan Kencong.

“Kasus ke-29 adalah warga Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk. Kasus ke 30 adalah warga Desa Padomasan, Kecamatan Jombang. Kasus ke-31 adalah warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Kasus ke-32 adalah warga Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Kasus ke-33 adalah warga Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono.

Sementara enam Pasien sembuh adalah warga Kelurahan Sempusari, Kepatihan (Kaliwates), Desab Jombnang (Kecamatan Jombang), Desa Ajung (Kecamatan Ajung), Desa Grenden (Kecamatan Puger), Desa Klungkung (Kecamatan Sukorambi).

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 165 orang, 14 orang di antaranya adalah warga luar Jember. Jumlah kasus PDP terbanyak di Kecamatan Sumbersari dan Patrang, masing-masing 16 kasus.

Bertambah, 5 Warga Jember Terkonfirmasi Positif Corona

MOJOKERTO JATIM - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto kembali mencatat adanya tambahan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Update per tanggal 28 Mei 2020, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto bertambah satu orang yakni seorang tenaga kesehatan (nakes) asal Kecamatan Gondang.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto mengatakan, dengan adanya tambahan satu pasien positif terkonfirmasi Covid-19 tersebut sehingga total jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto sebanyak 31 pasien positif.

“Pasien positif 31 merupakan nakes asal Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, seorang perempuan berinisial E usia 22 tahun dan pekerjaannya sama dengan pasien positif 30. Yakni di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Kota Surabaya,” ungkapnya.

Masih kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto ini, sample untuk uji swab pasien positif 31 telah diambil pada tanggal 18 Mei 2020 lalu di RSUA Kota Surabaya. Hasilnya uji swab terhadap pasien positif 31 baru keluar, Kamis hari ini dengan hasil positif terkonfirmasi Covid-19.

“Pasien positif 31 ini masuk kategori OTG yakni Orang Tanpa Gejala dan saat ini pasien E menjalani isolasi mandiri di Kota Surabaya. Meski bekerja di Kota Surabaya dan tinggal di Kota Surabaya, tapi karena KTP merupakan warga Kabupaten Mojokerto sehingga data masuk Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.

Dengan adanya tambahan satu orang pasien positif terkonfirmasi Covid-19 hari ini, jumlah total pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto berjumlah 31 orang. Dengan rincian, sebanyak 28 pasien masih menjalani perawatan, dua pasien positif sudah sembuh dan satu pasien meninggal dunia warga Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Tenaga Medis di Mojokerto Kembali Terjangkit Virus Corona

Sebuah truk pengangkut bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk masyarakat Desa Losari terguling.

Peristiwa tersebut terjadi di tanjakan Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Kamis (28/5/220) siang.

Tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan tunggal tersebut, pengemudi dan penumpangnya selamat.

Namun sejumlah muatan truk yang berisi bantuan berupa sembako sebagian tumpah ke jalan.

Kapolsek Rembang AKP Sunarto mengatakan kecelakaan tunggal menimpa truk bernomor polisi R-1323-UD.

Truk dikemudikan oleh Jumadi (43) warga Kecamatan Kaligondang, PurbaIingga membawa sembako bantuan dari pemerintah Kabupaten Purbalingga.

"Truk melaju dari PurbaIingga dengan tujuan Desa Losari Kecamatan Rembang untuk mengirimkan bantuan.

Namun saat sampai di tanjakan Desa Bantarbarang truk mati mesin kemudian berjalan mundur dan terguling," kata kapolsek.

Dari keterangan pengemudinya penyebab truk mati mesin akibat sopir telat mengoper gigi.

Akibatnya truk berhenti di tanjakan kemudian berjalan mundur hingga terguling di pinggir jalan.

Selain truk terguling sebagian muatan tumpah dan berserakan di jalan.

"Sopir dan penumpangnya selamat. Namun muatan truk berupa paket sembako sebagian tumpah ke jalan," ucapnya.

Kapolsek menambahkan, muatan truk yang berserakan kemudian dikumpulkan.

Seluruh paket sembako kemudian dipindahkan ke kendaraan lain untuk didistribusikan ke Desa Losari.

Sedangkan truk kemudian dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke bengkel.

Kecelakaan tunggal. Truk pengangkut sembako Purbalingga terguling di Rembang

SURABAYA JATIM - Sejak virus Corona masuk di Jatim Februari lalu, seluruh masyarakat diimbau tetap di rumah dan bekerja di rumah atau Work From Home (WFH). Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim menyebut adanya WFH ini menyebabkan tingkat kehamilan meningkat sekitar 10 persen.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, jika dilihat dari data wanita hamil memang terjadi peningkatan.

"Februari 2,84% hamil atau 299.667, Maret mengalami peningkatan 2,93% atau 232.287, pada April ini mengalami penurunan 227.260 atau 2,90%. Kesan turun, bisa jadi yang bulan Maret usia kehamilan sudah besar, sehingga pada bulan Mei melahirkan," kata Teguh kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (28/5/2020).

Selain pandemi Corona berdampak pada kenaikan kehamilan, di Jatim juga mengalami penurunan ber-KB. Sebab wanita yang belum ingin hamil atau memiliki anak lagi, tidak bisa keluar rumah.

"Penurunan KB di Jatim, Februari drop out 1,13% atau 68.547 push yang ber-KB jadi tidak KB, Maret menjadi 278.356 atau 4,68% naik, April 414.708 kurs yang ber-KB drop out kurang lebih 7,07%," jelasnya.

"Tren ini benar adanya. Angka drop out naik peserta menjadi turun. Dampaknya tidak bisa jangka pendek," imbuhnya.

Teguh juga berharap tidak ada kehamilan yang tidak direncanakan selama pandemi Corona. Karena tidak terproteksi, bahkan angka kehamilan akan meningkat hingga dua sampai tiga bulan ke depan.

"Kita tunggu saja sampai akhir tahun ini berapa banyak kehamilan di Jatim," ujarnya.

Semenjak Masa Pandemi Corona, Angka Kehamilan Di Jatim Meningkat

Bupati Batang Wihaji didampingi Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 kembali mengkonfirmasi adanya penambahan tiga kasus positif.

Dari tiga pasien positif virus corona tersebut dua di antaranya pedagang di Pasar Blado dan satu lagi merupakan kuli di Pasar Induk Jakarta.

"Dua orang pedagang merupakan suami istri warga Kecamatan Blado, ini masih kami telusuri riwayatnya, untuk yang satu riwayatnya jelas karena bekerja sebagai kuli di pasar induk Jakarta," terang Bupati Batang Wihaji saat konferensi pers, Kamis (28/5/2020).

Saat ini ketiga pasien telah diisolasi di RSUD Kalisari Batang, dan termasuk dalan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Ketiganya OTG, meski begitu jika swab positif tetap kami isolasi di Rumah Sakit, agar mendapat pengawasan," ujarnya.

Dengan adanya kasus positif pedagang di Pasar, maka Pemerintah Kabupaten Batang akan melakukan stimulasi baru dengan penataan jarak di semua pasar.

"Kemarin sudah dilakukan rapid test massal di Pasar, ada total 16 reaktif, kasus baru ini ada pedagang positif hasil swab maka kami akan lakukan penataan dan pembenahan di semua pasar," pungkasnya.

Sementara data kumulatif di Kabupaten Batang terdapat 30 kasus positif, di antaranya 17 pasien dirawat, 12 sembuh, satu meninggal.

Sedangkan ODP 105 orang dan PDP 2 orang.

Kasus Corona di Batang bertambah 3 orang

Banjir rob yang rutin setiap tahun kembali terjadi di pesisir pantai selatan Tulunggaung. Pantai Sine yang ada di Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir Tulungagung menjadi salah satu desa yang terdampak karena memiliki penduduk yang padat. Hari ini warga mulai membersihkan rumah yang kemarin sempat tergenang air laut yang naik ke daratan.


Kasi Proteksi Kebakaran PMK Tulungagung, GATOT SUNU UTOMO mengatakan terdapat puluhan rumah warga yang menjadi korban banjir rob. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Air setinggi lutut yang masuk kerumah warga cukup menganggu aktifitas warga. Namun warga belum memiliki rencana mengungsi dan memilih untuk bertahan.

Warga juga bergotong royong menyiapkan setidaknya 2000 karung berisi pasir untuk menghalau ombak jika sewaktu-waktu datang lagi. Agar tidak menggenangi rumah warga lagi. Tidak hanya di Pantai Sine, sejumlah pantai lain di Tulungagung juga terdampak. Seperti Pantai Sidem, Pantai Gemah, Pantai Popoh dan Pantai Klatak juga diterjang banjir rob. 

Cuaca buruk terjang sejumlah pesisir pantai di Tulungagung

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal, membongkar kalangan untuk berlomba merpati kolong di wilayah Pantai Batamsari, Kota Tegal, pada Rabu (27/5/2020) kemarin.

Selain kalangan, lapak- lapak yang digunakan untuk melayani warga mengikuti lomba merpati kolong pun dibongkar.

Plt Kepala Satpol PP Kota Tegal, Joko Sukur Baharudin mengatakan, pembongkaran kalangan lomba merpati kolong menjadi operasi di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Ia mengatakan, tujuannya agar tidak ada masyarakat yang bermain merpati kolong.

Joko menilai, kalangan lomba merpati kolong justru menjadi tempat kerumunan masyarakat.

"Tujuannya agar tidak ada yang bermain dara. Karena di situ disamping berkumpul, juga diindikasikan untuk tempat judi lomba merpati kolong," kata Joko kepada tribunjateng.com.

Joko mengatakan, pembongkaran kalangan lomba merpati kolong juga dilakukan karena banyaknya aduan dari masyarakat setempat.

Dari masyarakat ke lurah, kemudian ke Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata.

Selain itu, menurut Joko, lokasi kalangan lomba merpati kolong berada di atas tanah milik pemerintah daerah yang akan digunakan untuk lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Semua dibongkar. Tempat lomba satu kalangan dan lapak- lapak yang digunakan untuk melayani pendatang," jelasnya.

Satpol PP. Bongkar Kalangan Lomba Merpati di Tegal. dugaan Jadi Ajang Perjudian

Nasib nahas menimpa AF warga Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. Bocah berusia 12 tahun itu harus menderita luka bakar cukup parah setelah disiram bensin dan disulut oleh ayahnya sendiri berinisial AF (37).

insiden memilukan tersebut terjadi Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu, ayah dan anak tersebut sempat bertengkar.

Dugaan awal, pertengkaran tersebut dipicu karena korban menghilangkan handphone (HP) yang dipinjam dari sang ayah.

Karena emosi, ayah korban kemudian menyedot bensin dari sepeda motor yang terparkir di teras rumah. Bensin tersebut langsung disiramkan ke tubuh korban dan disulut dengan korek api.

Akibat kejadian tersebut korban menderita luka bakar cukup parah dan ayah korban juga menderita luka bakar sebagian tubuhnya.

Beruntung, korban dan pelaku ditolong oleh tetangga dan langsung dibawa ke RSUD Temanggung.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP M Alfan Armin membenarkan kejadian tersebut. Saat ini petugas tengah memeriksa dan mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Memang betul kejadian itu, anak mengalami luka bakar dan sempat dirawat di RSUD Temanggung, namun sekarang sudah dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta,” ujarnya.

Hanya saja, untuk kronologi kejadian dan motifnya masih didalami dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hilangkan HP. Bocah di Temanggung di bakar sang ayah

Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jepara terus merangkak naik usai Idul Fitri 2020. Setelah lima orang dinyatakan positif dalam dua hari kemarin, hari ini, Kamis (28/5/2020) satu lagi terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dr M Fakhrudin mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah seorang laki-laki warga Mayong Kidul, Mayong, berusia 25 tahun.

Ia dipastikan positif setelah hasil Test Cepat Monocular (TCM) RSUD Kartini Jepara keluar. Sebelumnya, pasien sempat menjadi peserta pemeriksaan rapid test yang di gelar di Pasar Mayong, akhir pekan lalu.

Hasil yang kami peroleh merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) di Pasar Mayong pada Sabtu kemarin. Hari ini hasil swab dengan menggunakan TCM di RSUD Kartini Jepara menunjukan positif. Kami langsung melakukan tindakan penanganannya,” kata Fakhrudin, Kamis (28/5/2020).

Fakhrudin menjelaskan, dari hasil traking yang dilakukan, pasien ini sebelumnya sempat pergi ke Jakarta. Ia bahkan baru pulang dari Jakarta pada 16 Mei 2020 lalu.

Saat di Pasar Mayong ada program pemeriksaan rapid test masal, dia dengan inisiatif sendiri melakukan pemeriksaan RDT. Inisiatif ini dilakukannya sendiri setelah pulang dari Jakarta, saat mengetahui informasi ada pemeriksaan RDT gratis.

Sejak pulang dari Jakarta pasien juga sudah melakukan isolasi mandiri selama sepekan. Saat ini pasien juga masih terus diminta melakukan isolasi mandiri, sambil menjalani penanganan yang dilakukan GTPP Covid-19 Jepara.

Kemarin pemeriksaan swab dilakukan terhadap pasien dan hari ini hasilnya baru muncul. Sejak kemarin, kami juga sudah melakukan tracing. Hari ini akan kembali dilakukan tracing ulang dengan lebih mendalam,” jelas dr Fakhrudin.

Sementara itu, terkait dengan hasil swab terhadap mereka yang terjaring dalam program RDT di tiga pasar lainnya, belum ada informasi lebih lanjut dari pihak RSUD Kartini Jepara.

Ia menambahkan, tambahan satu pasien positif Covid-19 dari Mayong ini membuat daftar pasien positif Covid di Jepara bertambah menjadi 11 secara keseluruhan. Rinciannya sebanyak enam orang saat ini masih dalam perawatan, empat orang sembuh, dan satu meninggal dunia.

Tambah lagi. Pria di Jepara Positif Corona

Aparat Polsek Ngawen, Polres Blora berhasil mengungkap kasus pembobolan ATM milik Bank Mandiri yang terjadi di wilayah tersebut baru-baru ini. Satu orang pelaku berhasil diamankan polisi terkait kasus ini.

Pelaku yang ditangkap yakni, seorang pemuda berusia 23 tahun berinisial MAS, warga Kecamatan Dawe, Kudus. Kini ia ditahan polisi dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolsek Ngawen Iptu Sunarto mengatakan, tersangka menjalankan aksinya dengan cara merusak pintu pelindung kotak ATM menggunakan kunci lemari.

Pelaku beraksi sendirian dari Kudus menuju Blora dan melakukan pembobolan sebanyak dua kali.

Yakni, pada Selasa (12/5/2020) sekitar pukul 05.30 WIB dan berhasil menggasak uang Rp 43.950.0000. Aksi berikutnya dilakukan Minggu (17/5/2020) pukul 04.00 WIB dan berhasil membawa uang sebesar Rp 69.800.000.

“Tersangka terbilang profesional. Bisa membuka mesin ATM dengan kunci lemari. Selain itu juga berani beraksi sendirian, berangkat dari Kudus menuju Blora untuk mengambil uang sebanyak dua kali,” jelasnya pada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Semua aksi pelaku terekam CCTV yang ada di dalam bilik ATM. Polisi langsung melakukan penyelidikan bermodal rekaman CCTV itu.

Tersangka berhasil diamankan oleh anggota Unit Reskrim Polsek Ngawen bersama pihak PT UG Mandiri Kudus tanpa perlawanan. Tersangka diamankan ketika sedang berada di rumahnya pada Rabu (27/5/2020) kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolsek menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, tersangka ternyata adalah mantan karyawan perusahaan jasa pengisian ATM PT UG Mandiri Kudus. Tersangka sempat bekerja selama empat bulan dan terkena PHK pada April 2020 lalu.

”Hasil pemeriksaan sementara oleh petugas, tersangka memang mantan pegawai di perusahaan jasa pengisian ATM PT UG Mandiri Kudus dan terkena PHK,” jelasnya.

Dari perbuatan yang dilakukan tersangka, PT UG Mandiri Kudus mengalami kerugian sebesar Rp 113.750.000.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Curi uang ATM. Pria asal Kudus d ringkus polisi