Social Items

TRENGGALEK JATIM - Sungguh miris, Seorang Bapak di kabupaten Trenggalek perkosa dua putri kandungnya. Aksi keji itu dilakukan sang ayah hingga empat kali.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvin Simanjuntak mengatakan, tersangka berinisial M (51). Warga Kecamatan Durenan itu diamankan beserta barang bukti pakaian korban dan pelaku.

"Dia melakukan kekerasan seksual terhadap putri kandungnya, sebut saja Bunga dan Mawar. Perbuatan persetubuhan itu dilakukan sebanyak empat kali," kata Jean Calvin, Rabu (21/1/2020).

Rinciannya, tiga kali dilancarkan terhadap anak bungsu dan satu kali terhadap anak sulungnya. Aksi pemerkosaan tersebut dilakukan tersangka di rumahnya dan rumah istri kedua.

"Terhadap korban Mawar atau anak bungsu, perbuatannya itu dilakukan pelaku satu kali pada tahun 2017 dan dua kali pada tahun 2018.

Saat pertama diperkosa, usia Mawar masih 15 tahun," imbuhnya.

Calvin menambahkan, perbuatan asusila tersebut dilakukan saat kondisi rumah sedang sepi. Ia memaksa anak kandungnya untuk melayani nafsu berahinya.

Akibat perbuatannya, kini tersangka ditahan di Polres Trenggalek dan dijerat Pasal 76 d juncto Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

"Karena pelaku adalah ayah kandung, ancaman hukuman akan ditambah sepertiga," pungkas Calvin.

Miris, Seorang Bapak Di Trenggalek Perkosa Anak Kandungnya

LUMAJANG JATIM - Warga Condro Kecamatan Pasirian dihebohkan dengan tragedi Pembacokan sekitar pukul 09.00 wib, Rabu (22/01/2020).

Pria bernama Jumadi (40) warga Gentengan Desa Condro tewas bersimbah darah dengan luka menganga dibagian lehernya.

Informasi yang didapatkan, Kejadian bermula saat Jumadi mendatangi rumah kakaknya bernama Adi di Dusun Gentengan. Korban kemudian meminta dibelikan sepeda motor, namun dijawab tidak punya uang oleh sang kakak.

Mendengar jawaban itu, Jumadi marah kepada Adi dan terjadilah cekcok hingga dilerai oleh para tetangga. Karena dirasa aman, tiba-tiba Jumadi masuk kedalam rumah dan mengambil celurit kemudian hendak membacok Adi.

Merasa terancam, Adi lari namun terjatuh diteras rumahnya dan langsung didukuki badannya oleh Jumadi.

Anak Adi bernama Jainul (33) melihat ayahnya hendak dibunuh oleh pamannya, ia langsung mengambil sebilah pedang dan membacok korban hingga luka parah dibagian lehernya.

"Kita sudah terjunkan Tim Cobra Tangguh. Kita masih selidiki motif dari pembacokan tersebut," ujar AKBP Adewira Negara Siregar SIK, yang langsung mendatangi TKP.

Usai melakukan pembacokan, pelaku langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Pasirian.

Polisi langsung melakukan oleh TKP dan mengamankan sejumlah bukti-bukti.

Sadis, Gegara Minta Motor Pria Di Lumajang Bacok Pamannya Hingga Tewas

BLITAR JATIM - Polres Blitar telah amankan DSA (20), yang diduga menjadi pemilik akun ujaran kebencian di sebuah grup Facebook.

Akun tersebut membagikan postingan tentang tuntutan yang diterima ZA, pelajar asal Malang yang membunuh begal ketika hendak memperkosa pacarnya.

Ketika membagikan pada tanggal 20 Januari 2020 pukul 10.21 wib, akun Diaz Diaz juga menuliskan caption yang intinya menyamakan polisi dengan binatang. Bahkan akun tersebut juga menantang polisi.

"Kami mengamankan seorang yang diduga melakukan tindak pidana hate speech. Yang bersangkutan diamankan terkait pemberitaan di media tentang begal yang ditangkap dan ditembak," kata Kapolres Blitar, AKBP Budi Hermanto, Rabu (22/1/2020).

"Yang bersangkutan melontarkan kata-kata yang kurang pantas, sehingga dilakukan penyelidikan dan diamankan," sambungnya.

Akun Diaz Diaz membagikan postingannya di grup Jual Beli Motor Blitar. Setelah mengunggah postingannya, akun tersebut lalu merubah captionnya. Pada pukul 11.10 Wib atau sekitar 59 menit kemudian, ia menyunting captionnya.

Postingan yang sebelumnya menghina dan menantang polisi lalu berubah. Ujaran kebencian itu lalu diubah hanya bernada protes.

Polisi sendiri telah mengantongi jejak digital tersebut. DSA yang diduga pemilik akun lalu diamankan untuk diperiksa.

Informasi yang dihimpun di lapangan, DSA merupakan YouTuber yang tergolong aktif di komunitasnya.

"Kami mengamankan satu orang dan saat ini masih kami dalami. Kita masih melakukan pemeriksaan," ujarnya.

Menghina Polisi, YouTuber Asal Blitar Ditangkap

PROBOLINGGO JATIM - Seorang pria bernama Isbullah Huda (44), warga Desa Tengilis Rejo, Kecamatan Gondang Wetan, dilarikan ke RSUD Waluyojati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo setelah kepalanya dibacok menggunakan pisau oleh istri sirinya sendiri.

Pelaku pembacokan ialah istrinya sendiri yang bernama Endang Sulastri (34) Desa Menyarik, Kecamatan Winongan, Kabupaten Probolinggo.

Kapolsek Kotaanyar Kabupaten Probolinggo, Iptu Agus Sumarsono mengatakan peristiwa pembacokan tersebut terjadi di rumah kontrakan mereka berdua di Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.

"Saat itu korban sedang tidur lelap. Sebelum dibacok, korban sempat dipukul kepalanya mengunakan tabung elpiji 3 kilogram oleh istri sirinya. Status mereka kawin siri," katanya, Rabu (22/1/2020).

Dari hasil penyelidikan, diketahui jika korban dan pelaku sering cekcok dalam urusan rumah tangganya.

Korban mengalami luka bacok pada leher di sebelah kiri dan dahi sebelah kanan robek. Setelah menganiaya, pelaku meninggalkan korban.

Pascapenganiayaan, pelaku langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Kotaanyar dan langsung menjalani pemeriksaan. Sementara itu, korban dievakuasi ke Rumah Sakit Waluyojati, Kraksaan, guna menjalani penanganan medis.

Polisi yang mendapat laporan berhasil mengamankan pelaku.

"Kami telah mengamankan pelaku bersama barang bukti berupa sebilah pisau dan 1 buah tabung gas elpiji ukuran 3 kg," ujarnya.

"Untuk korban masih dilakukan perawatan intensif di RSUD Waluyojati Kraksaan," imbuhnya.

Sering Cekcok, Pria di Probolinggo Dibacok Istrinya

BLITAR JATIM - Masyarakat Kanigoro Blitar digemparkan dengan munculnya ular sanca kembang yang memangsa ayam jago mengagetkan warga RT 01 RW 06, Dusun/Desa Papungan, Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (22/1/2020).

Warga yang mengetahui keberadaan ular tersebut yang memiliki panjang 3.6 meter dengan bobot sekitar 17 kilogram itu kemudian menangkapnya.

"Ya berani nggak berani. Posisinya warga pada ngumpul tapi tidak ada yang berani menangkap. Kemudian saya sama adek memberanikan diri untuk menangkapnya," kata Hari Mulyono.

Oleh Hari, ular yang telah ditangkap lalu dimasukkan ke sebuah kandang bambu. Ular dengan nama binomial Malayopython reticulatus jadi tontonan warga dan anak-anak sekolah.

Ia melanjutkan, ular ini cukup meresahkan warga. Banyak hewan ternak milik warga hilang dimangsa oleh ular sanca ini.

"Pernah ada yang lebih besar memanjang di sungai. Warga sempat menangkap ekornya. Tapi karena saking besarnya, ndak kuat. Jadi dibiarkan," ungkapnya.

Hari dan warga sepakat untuk menjual ular itu. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 5 juta.

"Ya kalau bisa lima juta rupiah. Tapi ditawar aja nggak apa-apa," tandasnya.

Mangsa Ayam Warga, Ular Sanca Kembang Ditangkap Warga Blitar 

Dua gadis, Yulia (14) dan Aisa (14), dikabarkan tenggelam di Sungai Lubai, Muara Enim, Sumatera Selatan. Nahas, Aisa ditemukan tewas.

"Kedua korban, Yulia dan Aisa, itu awalnya sedang mandi pakai ban bekas. Tiba-tiba terbalik dan keduanya tenggelam," terang pejabat Humas Basarnas Palembang, Dayu, ketika dikonfirmasi, Rabu (22/1/2020).

Menurut Dayu, korban tenggelam sekitar pukul 16.30 WIB, Selasa (21/1) kemarin, saat mandi di sungai bersama teman-temannya. Saat kejadian, diketahui arus Sungai Lubai cukup deras.

"Informasi karena arus Sungai Lubai deras. Jadi ban terbalik karena arus dan langsung tenggelam, satu korban sudah ditemukan atas nama Aisa dengan radius sekitar 100 meter pukul 02.00 WIB dini hari tadi," imbuh Dayu.

Kini, tim gabungan Basarnas Palembang dan masyarakat masih mencari satu lagi korban tenggelam. Pencarian dilakukan pada pukul 07.00 WIB pagi ini hingga radius 1 km.

"Pencarian hari kedua ini dilakukan dengan 2 perahu karet hingga radius 1 km. Untuk pencarian difokuskan pada titik-titik yang dicurigai korban tenggelam dengan cara penyelaman," katanya.

Untuk korban yang ditemukan tewas, kata Dayu, kini sudah dibawa ke rumah duka di Desa Aur Lubai, Muara Enim. Atas kejadian itu, warga diminta berhati-hati saat mandi di sungai, terutama saat arus sungai deras di musim hujan.

Mandi di sungai. Warga palembang tenggelam di sungai Lubai Muara Enim

Polisi menangkap tiga pengedar sabu di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang pelaku ditembak petugas karena berusaha kabur saat ditangkap.

"Saat kita lakukan pengembangan, tersangka mencoba kabur ke sawah, kita sudah lacuna (lakukan) tembakan peringatan namun tidak dihiraukan, akhirnya anggota di lapangan melakukan tindakan terukur dengan tembakan di betis kanannya," kata Kapolres Pinrang, AKBP Bambang Suharyono, Rabu (22/1/2020).

Ketiga pelaku yang ditangkap berinisial RM, AR, dan AW. Polisi menembak kaki tersangka AW yang merupakan nelayan asal Desa Karang Kejo, Kecamatan Tarakan Barat, Kabupaten Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Dari tangan ketiga tersangka disita sabu seberat 1,3 kg. Barang haram tersebut didapat dari Malaysia.

"Barang ini dibeli dari Malaysia, kemudian masuk ke Nunukan dan melewati pelabuhan ke Pinrang, untuk diedarkan di sini," terangnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Pinrang Iptu Yudith Dwi Prasetya menjelaskan ketiga tersangka ditangkap setelah anggota melakukan undercover buying kepada seseorang berinisial E di Kalimantan.

"Dari situlah kemudian lelaki berinisial E ini mengungkap jika masih ada barang yang bisa dibeli dan ada di tangan ketiga tersangka," sebutnya.

Polisi lalu menggeledah dan menemukan sabu seberat 300 gram yang disimpan dalam kantong plastik. Dari hasil pengembangan, ketiganya mengakui masih ada barang sejenis yang disimpan dan disembunyikan di rumah kerabat tersangka.

"Barang seberat 1 kg lainnya disembunyikan di dalam termos nasi besar di rumah salah satu kerabat tersangka," jelasnya.

3 nelayan pengedar sabu tertangkap di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan

Seorang pemuda ditemukan tewas mengenaskan setelah ditabrak KA di Klaten. Dari kartu identitasnya, korban adalah warga Brebes. Dugaan sementara, korban sengaja menabrakkan diri ke kereta yang melaju.

Korban ditemukan dengan kondisi luka parah dan tubuh hancur di jalur rel kereta api tanpa palang dan penjaga di KM 122+00 Dusun Jetis, Desa Boto, Kecamatan Wonosari, Klaten, Rabu (22/1/2020) dini hari.

"Laporan awal dari Polsek diduga bunuh diri. Tapi masih kita dalami," ungkap Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo,.

Menurut Kapolres, meskipun laporan awal bunuh diri tetapi tetap akan didalami. Termasuk keterangan saksi di sekitar lokasi maupun keluarga korban.

Sementara itu, sekuriti Stasiun Delanggu, Aldio, memaparkan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 01.05 WIB. Masinis KA Anjasmoro 127, Frendi Erik Yulianto, dan kondektur Arif Wibowo melaporkan ada orang tertabrak kereta yang melaju dari arah Utara.

"Kereta dari arah Solo, saya diberitahu lalu ke lokasi. Kondisi korban di lokasi luka parah," kata Aldio.

Menurut Aldio, selain korban yang luka parah, di lokasi ada sepeda motor yang diparkir tak jauh dari lokasi. Di lokasi ditemukan identitas, ponsel dan pakaian.

"Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Wonosari. Petugas Polsek kemudian datang mengevakuasi korban," lanjut Aldio.

Sepeda motor Yamaha Mio warna Biru nomor polisi B-6755-KXH yang ditemukan di lokasi masih utuh. Tidak ada kerusakan sedikitpun akibat tabrakan meskipun korban terpental sejauh sekitar 15 meter dari lintasan.

Di dalam bagasi sepeda motor terdapat ditemukan KTP dan SIM atas nama Rumekso Sukirwan (21) warga Dusun Panisihan, RT 10/RW 2, Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Padda KTP tertulis bahwa yang bersangkutan adalah wartawan.

Selain itu juga ditemukan STNK sepeda motor tersebut. Ditemukan juga sebuah handphone Samsung warna putih.

Jenazah korban selanjutya dibawa ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk dilakukan visum. Sedangkan barang bukti motor diamankan di Mapolsek Wonosari.

Mengenaskan. Warga Brebes tewas tertabrak Kereta Api di Klaten

PURWAKARTA JABAR - Terdapat pasangan pengendara roda empat kedapatan mengumpat dan menghina polisi lalu lintas (polantas) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Polisi turun tangan menyelidiki sejoli muda itu.

Video itu viral di media sosial (medsos) sejak kemarin, Selasa (21/1). Dalam video berdurasi singkat, terlihat ada pengendara lelaki yang terekam kamera tengah mengendarai mobil.

Selain pria, ada juga suara wanita yang wajahnya tak terekam kamera.

Dalam video itu, tampak pengendara mengumpat anggota polantas yang tengah mengatur jalan. Diketahui, lokasi berada di Kabupaten Purwakarta.

Selain pria tersebut, terdengar juga umpatan dari seorang wanita. Wanita diduga duduk disamping pengendara sambil merekam pria pengendara.

Keduanya mengumpat dan menghina dengan kata-kata kasar tak patut.

"Bilang apa ana yang ngatur. Tapi kan ijo loh pak," kata pria dalam video tersebut, Rabu (22/1/2020).

Suara wanita menimpali. Dia langsung mengumpat dengan kata kasar.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius membenarkan kejadian tersebut. Kejadian itu terjadi pada Senin (20/1) di simpang tiga Cikopo.

"Jadi memang sudah viral video dua orang, satu orang laki dan wanita di sebuah mobil diduga melintas di simpang tiga Cikopo dan melakukan penghinaan mengeluarkan kalimat tidak sepantasnya berupa penghinaan ke personel polantas," ucap Matrius saat ditemui di Mapolda Jabar.

Matrius mengatakan anggota saat itu sudah melakukan tugasnya dengan mengatur lalu lintas. "Yang jelas anggota saat itu sedang menjalankan tugasnya," kata Matrius.

Menghina Polisi, Pemuda Purwakarta Viral di Medsos

TRENGGALEK JATIM - Nasib nahas dialami oleh pelajar sekolah menengah kejuruan di Trenggalek yang tewas tenggelam di Dam Bagong, tepatnya di Kelurahan Ngantru, Selasa (21/1).

Pelajar nahas itu diketahui adalah Ahmad Rifai (16) warga Desa Sumberdadi Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Saat kejadian, korban tengah bermain dengan dua teman sekolahnya.

Menurut keterangan warga sekitar, Tanto Asmardi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, korban bersama dua temannya pergi ke Dam Bagong untuk bermain-main ditengarai seusai pulang sekolah.

“Tadi ada tiga anak, pelajar,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kasi Kelembagaan Kelurahan Ngantru.

Menurut informasi yang dihimpun, saat itu 3 pelajar tersebut bermain-main di bibir dam. Kemudian korban bersama dua temannya menceburkan diri ke dam.

Saat asyik bermain, korban menuju ke tengah dam dan tenggelam. Dua temannya yang melihat kejadian itu segera meminta pertolongan. “Tadi saya tanya memang mereka tidak pandai berenang,” kata Tanto.

Temannya yang panik mencoba mencari bantuan dengan meminta pertolongan warga sekitar. Mereka diduga tidak bisa berbuat banyak lantaran kondisi dam yang dalam.

Butuh waktu hampir satu jam hingga akhirnya korban berhasil di evakuasi. “Tadi sambil menunggu petugas Basarnas datang, warga ada yang bisa menyelam dan berhasil dievakuasi,” kata Kepala Subsektor Polsek Kota, Ipda Suhadi.

Sedikitnya sebanyak enam warga turun untuk menyelami aliran Sungai Bagong. Korban ditemukan berada di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 3 meter.

Korban ditemukan sudah meninggal dunia. Pasca ditemukan, korban langsung dibawa ke rumah sakit setempat. “Korban meninggal dunia,” kata Humas RSUD Dokter Soedomo Trenggalek, Sudjiono.

Pengamatan di lokasi, warga setempat memadati area Dam Bagong, dekat area Makam Ki Ageng Menak Sopal. Beberapa diantaranya melihat proses evakuasi dan sebagian warga berusaha menenangkan orang tua korban.

Kedua orang tua korban kerap kali harus ditandu warga karena syok dan histeris melihat anaknya tidak bernyawa.

Pelajar Di Trenggalek Tewas Tenggelam di Dam

TRENGGALEK JATIM - Seorang Pria di kabupaten Trenggalek tewas setelah terjatuh dari pohon kelapa yang hendak ditebang. Korban mengalami luka serius di bagian kepala.

Kapolsek Suruh AKP I Wayan Sumantra mengatakan korban adalah Muyakin (55), warga Dusun Soho, Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Trenggalek.

Sedangkan lokasi kejadian berada di ladang milik Riyanti di desa setempat.

Peristiwa nahas itu berawal saat korban, yang sehari-hari bekerja sebagai pemotong pohon, dimintai tolong oleh Riyanti untuk memotong pohon kelapa yang ada di samping rumah.

"Korban pun menyanggupi permintaan pemilik rumah dan melakukan upaya pemotongan bersama sejumlah rekannya," kata Wayan, Selasa (21/1/2020).

Saat di lokasi kejadian, korban melihat posisi pohon kelapa cukup tinggi dan menjorok ke arah rumah Riyanti.

Melihat kondisi itu, korban membuat strategi dengan memenggal bagian atas pohon terlebih dahulu.

"Kemudian dia naik ke pohon setinggi 20 meter dan mengikatkan tali pada ujung pohon kelapa untuk ditarik rekannya yang ada di bawah.

Selanjutnya dia turun sekitar 4,5 meter dari pucuk pohon dan mulai melakukan pemenggalan dengan golok," ujarnya.

Saat pemenggalan hampir selesai dan siap ditarik, beberapa warga meminta korban turun, namun korban tidak mau dan memilih tetap berada di atas pohon.

"Nah, saat itulah warga yang ada di bawah menarik tali tambang, sehingga sebagian batang pohon jatuh ke bawah. Namun nahas, korban terjatuh karena tidak kuat menahan guncangan pohon," imbuhnya.

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu langsung menghampiri korban dan mengevakuasinya ke rumah sakit.

Namun, saat di perjalanan, korban meninggal dunia dengan luka pada bagian kepala.

"Saat melakukan pemenggalan pohon kelapa itu, korban tidak memakai pengaman sehingga, saat pohon yang dipenggal, ia jatuh. Ia tidak mampu menahan guncangan sehingga jatuh," ujar Wayan.

Jatuh Dari Pohon Kelapa, Pria di Trenggalek Tewas

BLITAR JATIM - Seorang warga kecamatan Srengat kabupaten Blitar ditemukan meninggal dan tergantung di kamar tidurnya sekitar jam 23.00 WIB semalam. 

Kompol Dorohman SH Kapolsek Srengat Blitar Kota, saat dikonfirmasi menjelaskan, warga yang nekad gantung diri adalah  SUPRIONO, 42 tahun, warga Lingkungan 1 Kelurahan Srengat Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.

Sebelumnya sudah kurang lebih satu minggu ini korban sering melamun dan gelisah. Minggu, 19 Januari 2020 sekitar jam 19.00 WIB korban ditemukan di dalam sumur milik korban.

Tetapi karena airnya dangkal, korban tidak sampai meninggal dunia hanya mengalami luka ringan dan berhasil ditolong.

Kemudian Senin, 20 Januari 2020 sekitar jam 19.00 WIB,  keluarga di rumah mengawasi gerak gerik SUPRIONO karena sejak terjatuh dari sumur SUPRIONO seperti orang kesurupan.

Sekitar jam 22.00 WIB setelah berbincang-bincang dengan keluarga, SUPRIONO pamit untuk ke kamar mandi, dan langsung masuk ke kamar.

Karena ditunggu tunggu kurang lebih setengah jam tidak keluar. Istri SUPRIONO, JIATI membuka pintu kamar.

Jiati kaget dan teriak minta tolong saat melihat SUPRIONO sudah dalam keadaan gantung diri dengan menggunakan kabel antena televisi yang diikatkan pada kayu atap rumah di dalam kamar tidur.

Kejadian ini langsung  dilaporkan ke Polsek Srengat Blitar.

Keluarga tidak menghendaki visum atas jenazah. Setelah pemeriksaan luar oleh petugas dan dipastikan bahwa sebab meninggal adalah karena gantung diri.

Selanjutnya jenazah SUPRIONO diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. 

Diduga Depresi, Pria di Blitar Tewas Gantung Diri

GORONTALO – Bocah yang berusia 10 tahun berinisial MB, ditemukan tewas tenggelam di Sungai Bolango, Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Selasa (21/1/2020).

Informasi dihimpun, sebelum ditemukan tewas tenggelam, bocah yang duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD) itu diketahui mandi bersama tiga orang rekannya  di Sungai Bolango, Senin (20/1/2020) sekitar pukul 17.00 Wita.

Namun setibanya di sungai, hanya MB yang turun mandi, sementara tiga rekannya masih berada di bantaran.

Tak lama kemudian, tiba-tiba MB tenggelam. Sejumlah rekan MB, F, RE dan RI langsung melompat ke sungai untuk menolong, namun upaya itu tak berhasil. MB tidak ditemukan.

Ketiga rekan MB kemudian kembali ke rumah masing-masing. Karena takut, mereka sepakat untuk tidak menceritakan kejadian itu kepada orang tua MB.

Usai salat magrib, orang tua MB dikabarkan mulai khawatir dan mencari keberadaan anaknya itu.

Keesokan harinya, Selasa (21/1/2020), salah satu rekan MB, yakni F memberitahukan kejadian tenggelamnnya MB kepada kepala sekolah. Mendengar pengakuan F, pihak pihak sekolah langsung menghubungi orang tua MB, dan kemudian menghubungi Basarnas dan Babinsa.

Berangkat dari informasi tersebut, orang tua MB, bersama tim Basarnas dan Babinsa Ramil 1034-3/KB, Sertu Haris Hasan, serta warga setempat langsung melakukan pencarian.

Sekitar Pukul 08.45 Wita, MB berhasil ditemukan di bawah beton pinggir Sungai Bolango dengan posisi telungkup, dan sudah tidak bernyawa. Korban kemudian langsung dievakuasi ke rumahnya.

Bocah 10 Tahun Gorontalo Ditemukan Tewas di Sungai

PACITAN JATIM - Terdapat puluhan kambing milik warga di Pacitan mati mendadak. Hewan-hewan tersebut ditemukan mati saat masih berada di kandang. Umumnya terdapat luka pada bagian tubuh binatang ternak tersebut.

"Teror itu sangat meresahkan masyarakat," ujar Sarginen (43) Kasi Pelayanan Desa Katipugal, Kecamatan Kebonagung kepada wartawan, Selasa (21/1/2020) siang.

Awalnya, kata Ginen, kejadian menimpa 18 ekor kambing di Desa Klesem. Berikutnya merembet ke desa tetangga, yaitu Katipugal.

Di desa itu ada 3 ekor kambing yang ditemukan mati dengan luka di badan.

"Yang paling akhir itu di (desa) Kalipelus. Malah jumlahnya sampai 15 ekor," tambah Sarginen.

Sejak serangan aneh terjadi 3 pekan lalu, belum ada warga yang melihat langsung makhluk pemangsanya. Sebab, peristiwa terjadi sangat cepat.

Biasanya diawali suara mengembik keras. Begitu dihampiri, kambing sudah tak bernyawa.

Ada pula kejadian yang tak diketahui langsung pemilik ternak. Pasalnya, letak kandang berjauhan dengan permukiman. Baru pagi harinya saat pemilik bermaksud memberi pakan ternak, bangkai kambing sudah bergelimpangan dikerumuni anjing rumahan.

"Kadang semalam itu ada 5 ekor kambing mati bersamaan. Padahal tinggalnya di satu kandang yang sama," kata Sarginen heran.

Sejauh ini, lanjut Ginen, warga hanya bisa menjaga kambing piaraannya. Mereka rela tidur di dekat kandang untuk mencegah serangan berikutnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Terlebih hingga saat ini si pembuat teror jenisnya belum diketahui.

Viral, Puluhan Kambing Mati Mendadak di Pacitan

SURABAYA JATIM - Kakek yang berinisial MK (64) di Krembangan, Surabaya ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Korban diduga depresi karena mengidap sakit lambung yang tak kunjung sembuh.

Korban diketahui tewas gantung diri pada pukul 05.00 WIB. Saat itu salah seorang tetangganya ingin menjenguk korban yang sedang terbaring sakit.

"Tetangga bermaksud menjenguk Korban di kediamannya, karena korban sedang sakit lambung," kata petugas BPB Linmas Surabaya Ali Hurozim, Selasa (21/1/2020).

Namun saat didatangi, lanjut Ali, korban tidak ada di rumahnya. Setelah dicari di bagian dapur ternyata korban sudah tewas dengan keadaan gantung diri.

"Setelah dicek di kediamannya tidak ada, kemudian tetangga mencoba mencari di kediamannya.

Tak lama kemudian korban ditemukan di bagian dapur dengan kondisi gantung diri," terangnya.

Pada saat korban akan dievakuasi ke kamar mayat RSU dr Soetomo, pihak keluarga sempat menolak divisum. Sebab keluarga ingin mengurusnya sendiri dan langsung memakamkannya.

"Pihak keluarga tidak berkenan divisum dan ingin dimakamkan," ujar Ali.

Namun setelah diberi penjelasan, keluarga akhirnya memberikan izin. Korban akhirnya dievakuasi ke rumah sakit dan dilakukan visum dengan didampingi keluarganya.

"Pukul 09.15 WIB korban dibawa ke kamar jenazah RSU dr Soetomo untuk dilakukan visum luar dengan didampingi keluarganya," tandasnya.

Depresi, Kakek Di Surabaya Gantung Diri

BOJONEGORO JATIM - Sopir bus tewas mendadak saat mengemudikan kendaraannya. Untung ada si kernet yang bisa mengendalikan laju bus sehingga tak terjadi kecelakaan.

Sopir itu adalah Suhermanto (60). Saat itu Suhermanto sedang menyopiri Bus Margodjoyo yang biasa dibawanya. Bus berjalan dari Bojonegoro menuju ke Surabaya.

Saat melintas di Jalan Raya Baureno, tiba-tiba Suhermanto mendadak mengalami nyeri perut. Tak lama, Suhermanto pingsan jatuh di atas kursi kemudi.

Kernet bus, Paji (45) yang berada di samping kemudi langsung tanggap mengendalikan setir bus dan perlahan-lahan meminggirkan bus ke tepi jalan.

"Tadi sebelumnya sopir bilang, perutku sakit ji...Lalu tangan sopir terlepas dari setir dan pingsan akhirnya bus melaju tidak terkendali. Kemudian kemudi aku ambil alih karena laju bus rada kencang hingga mau nabrak pohon, alhamdulillah selamat dan bisa menepi ke pinggir jalan" ucap Paji kepada polisi di lokasi kejadian, Selasa ( 21/1/2020).

Meski bus pada akhirnya bisa dikendalikan namun para penumpang sempat ketakutan. Suhermanto segera diturunkan dari bus lalu dilarikan ke puskesmas setempat.

"Saat dibawa ke puskesmas, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelas Kapolsek Baureno AKP Marjono.

Setelah dinyatakan meninggal oleh tim medis, Paji dan Kamsuri selaku kondektur langsung memberitahu pihak keluarga.

Marjono mengimbau kepada semua pengemudi kendaraan bahwa musibah setiap kali terjadi di luar dugaan manusia sehingga meminta kepada sopir untuk tetap berhati hati.

"Tetap jaga kesehatan dan periksa kesehatan sebelum mengemudikan kendaraan, karena membawa penumpang yang harus selamat hingga tujuan ucap Marjono.

Supir Bus Bojonegoro Meninggal Saat Menyetir

PONOROGO JATIM - Kebakaran yang menghanguskan salah satu ruangan pondok terjadi di Pondok Gontor 2, Desa Madusari, Kecamatan Siman.

Ratusan santri bahu-membahu memadamkan api membantu petugas Pemadam.

Dua mobil Pemadam Kebakaran dan satu mobil tangki air dikerahkan untuk memadamkan si jago merah.

Kebakaran terjadi di gudang perlengkapan pramuka pada pukul 11.15 WIB.

"Kaget tadi tiba-tiba terbakar, santri langsung dibantu tim Damkar untuk memadamkan," ujar salah satu santri sambil membawa air, Selasa (21/1/2020).

Saat kejadian, beruntung tidak ada santri yang berada di dalam ruangan tersebut. Semua santri sedang belajar di ruang kelasnya masing-masing.

Kebakaran tersebut merembet ke sejumlah ruangan lain. Seperti ruang koordinasi dan gudang.

Kemudian Kasat Sabhara AKP Joko Winarko menambahkan, saat ini pihaknya masih berada di lokasi. "Masih di lokasi ini, mau olah TKP penyebab kebakarannya apa," pungkas Joko.

Diduga Konsleting Listrik, Pondok Gontor 2 Ponorogo Terbakar

Loading...