Kuwaluhan.com
Jawa Tengah adalah daerah yang cukup banyak memiliki tokoh-tokoh terkenal dan banyak juga Artis papan atas Indonesia yang terlahir dari sini. Berikut kami sajikan deretan Nama-nama Artis asal Jawa Tengah yang masih hidup :


  • Adit : penyanyi. lahir di SemarangJawa Tengah3 November 1984
  • Adjie Pangestu : aktor. lahir di Semarang5 November 1969
  • Agung Yudha: drummer Dewa 19. lahir di SemarangJawa Tengah20 Juni 1975
  • Asti Ananta: aktris. lahir di SemarangJawa Tengah19 Juni 1984;
  • Diah Permatasari: aktris. lahir di Surakarta25 Januari 1971
  • Didi Kempot: penyanyi campursari. lahir di Surakarta31 Desember1966;
  • Demian Aditya: pesulap. lahir di Tegal19 Juni1980;
  • Enda ungu : gitaris. lahir di KudusJawa Tengah4 Maret 1976
  • Erick Nindyoastomo: anggota The Changcuters. lahir di SemarangIndonesia15 Juni 1982
  • Farid Aja: Presenter. lahir di PatiJawa Tengah7 April 1975;
  • Ine Febriyanti: artis. lahir di SemarangJawa Tengah18 Februari 1976
  • Katon Bagaskara: penyanyi. lahir di MagelangJawa Tengah14 Juni 1966
  • Lia Ananta: artis. lahir di Semarang30 Desember 1985;
  • Limbad: pesulap. lahir di Dukuhsalam, Slawi, TegalJawa Tengah6 Juli 1972
  • Lucky Hakim: aktor. lahir di Cilacap12 Januari 1978
  • Mayangsari: penyanyi. lahir di Purwokerto23 Agustus 1971;
  • Nabila Putri: artis. lahir di PurwokertoJawa Tengah6 November 1990
  • Paula Verhoeven: model internasional. lahir di Semarang18 September 1987
  • Prita Laura: presenter Metro TV. lahir di KlatenIndonesia26 Juni 1978;
  • Renata Kusmanto: artis dan model. lahir di KlatenJawa Tengah7 November 1982
  • Shania Junianatha: anggota JKT48. lahir di Surakarta/Solo27 Juni 1998;
  • Shinta Bachir: artis, model. lahir di Wonosobo7 Februari 1986;
  • Soimah Pancawati: artis. lahir di Pati29 September 1980
  • Titiek Sandhora: artis, penyanyi. lahir di Bentar, SalemBrebes Jawa Tengah20 Januari 1954
  • Tukul Arwana: pelawak dan presenter. lahir di Purwosari, Semarang16 Oktober 1963
  • Widyawati: artis. lahir 12 Juli 1950 Jawa Tengah;
  • Vicky Shu: artis. lahir di Cilacap8 Juli 1987
  • Yama Carlos: aktor. lahir di Semarang28 Desember 1980
  • Yeyen Lidya: aktris sinetron. lahir di SalatigaJawa TengahIndonesia5 Mei 1978
  • Lulu Tobing : Artis, lahir di CilacapJawa Tengah21 November 1977
Itulah beberapa daftar artis terkenal yang lahir dari Jawa Tengah. Jika ada kesalahan silahkan beri komentar di kolom bawah.

Inilah Daftar Artis, Penyanyi, Pelawak dan Aktor Asal Jawa Tengah

Jawa Timur sejak zaman dahulu sudah banyak melahirkan tokoh-tokoh penting terhadap Nusantara. Mulai dari zaman Kerajaan, Jawa Timur memiliki kerajaan paling berpengaruh dan terbesar di Nusantara.

Hingga saat ini pun juga masih banyak Tokoh-tokoh penting terlahir dari bumi Jawa Timur. Pada pembahasan kali ini kami akan merangkum daftar Tokoh Agama Paling Berpengaruh di Indonesia yang belum wafat :

1. HASAN ABDULLAH SAHAL


KH Hasan Abdullah Sahal lahir di Gontor pada 24 Mei 1947. Beliau adalah seorang Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo bersama 2 orang lainnya Dr. KH Abdullah Syukri Zarkasyi, MA dan KH Syamsul Hadi Abdan, S.Ag dan bersama KH Shoiman Luqmanul Hakim kemudian Drs. KH. Imam Badri sebelum Kyai Syamsul menjabat.

Ia adalah putera keenam dari KH Ahmad Sahal. KH Ahmad Sahal adalah salah seorang dari tiga Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie dan KH Imam Zarkasyi.

2. SALAHUDDIN WAHID


Dr. (H.C.) Ir. H. Salahuddin Wahid atau biasa dipanggil Gus Solah lahir di Jombang, 11 September 1942. Beliau adalah seorang aktivis, ulama, politisi, dan tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Ia pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada masa awal reformasi 1998.

Salahuddin Wahid merupakan putra dari pasangan K.H. Wahid Hasyim (ayah) dengan Sholehah (ibu), dan adik kandung dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ayahnya adalah putra dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Hasyim Asy'ari.

3. SHOHIBUL FAROJI


Syekh Sayyid Hafiz Shohibul Faroji Azmatkhan Ba'alawi lahir di Banyuwangi, 13 Juni 1977. Beliau adalah tokoh sufi dan alawiyyin yang berasal dari Indonesia.

Syekh Shohibul Faroji adalah pimpinan Majelis Dakwah Walisongo dan juga aktif di PT. Islamic Mint Nusantara, yang salah satu tugasnya adalah sebagai salah satu Faqih, Qadi, Mufti IMN dan atas penelitian berat dan kadar dari IMN diperintahkan untuk mengeluarkan sebuah fatwa penting terkait atas berat dan kadar Dinar Islam.

PT. Islamic Mint Nusantara adalah sebuah badan umat muslim yang mencetak koin dinar dan dirham di Indonesia, dengan tujuan agar masyarakat menggunakan dinar dirham tersebut sebagai alat tukar, pembayaran zakat dan fungsi muamalah lainnya.

4. MUHAMMAD AINUN NAJIB (CAK NUN)


Muhammad Ainun Nadjib atau biasa dikenal Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun lahir di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953.  Beliau adalah seorang tokoh intelektual berkebangsaan Indonesia yang mengusung napas Islami.

Menjelang kejatuhan pemerintahan Soeharto, Cak Nun merupakan salah satu tokoh yang diundang ke Istana Merdeka untuk dimintakan nasihatnya yang kemudian kalimatnya diadopsi oleh Soeharto berbunyi "Ora dadi presiden ora patheken". Emha juga dikenal sebagai seniman, budayawan, penyair, dan pemikir yang menularkan gagasannya melalui buku-buku yang ditulisnya.

5. KH ANWAR ZAHID


KH. Anwar Zahid lahir pada tahun 1974, di dukuh Patoman, Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Dalam menyampaikan ceramah, kata-katanya yang kadang mengandung homor dengan menggunakan logat Bojonegoro yang khas dan juga kadang menggunakan bahasa Jawa dan juga bahasa Indonesia menjadikan setiap majelis yang beliau hadiri selalu ramai.

Selain itu dengan gaya bahasa sederhana dan tidak terkesan menggurui dan juga mudah dicerna oleh semua kalangan lapisan masyarakat Jawa Timur menjadikan tausiyah yang beliau sampaikan seolah-olah sebagai oase bagi sanubari masyarakat.

6. GUS JAFAR


Gus Jakfar adalah putra bungsu Kyai Shaleh pengasuh pondok pesantren Shafinul Mustaqim, Pasuruan, Jawa Timur. Beliau pernah membuat statement yang menghebohkan masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Bagi kebanyakan orang, kata-kata Gus Javar saat singgah di Alun-alun Simpang Lima Pati tersebut penuh dengan misteri. Sebab, pernyataannya sulit dinalar dan seolah-olah hanya menjadi bahan candaan.

Menurut Gus Ja’far yang tinggal di Desa Gayam, Kecamatan Gondangwetan, Pasuruan, Kabupaten Pati memiliki banyak kelebihan-kelebihan, dan tidak ada kurangnya.

7. SAIFULLAH YUSUF (GUS IPUL)


Saifullah Yusuf lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 28 Agustus 1964. Beliau adalah birokrat dan politisi berkebangsaan Indonesia. Ia adalah Wakil Gubernur Jawa Timur yang menjabat sejak 12 Februari 2009 hingga 12 Februari 2019. Saifullah Yusuf pernah menjabat sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia sejak Oktober 2004 hingga Mei 2007. Ia akrab dipanggil Gus Ipul.

Saifullah Yusuf mengawali kariernya melalui organisasi GP Ansor. Ia menjadi ketua umum GP Ansor selama dua periode yaitu 2000-2005 dan dilanjutkan 2005-2010. Sebelumnya juga ia menjadi plh Ketua Umum GP Ansor menggantikan Iqbal Assegaf yang meninggal dunia tahun 1999. Setelah selesai menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PP GP Ansor dia terpilih menjadi salah satu Ketua di PBNU di bawah kepemimpinan KH. Said Aqil Siraj.

8. KH MARZUKI MUSTAMAR



KH Marzuqi Mustamar lahir di Blitar tanggal 22 September 1966. Kyai Marzuqi dilahirkan dalam keluarga yang taat beribadah sekaligus mengerti agama. Ya, abahnya adalah seorang kyai. Alhasil, sejak kecil Kyai Marzuqi dibesarkan dan dididik oleh kedua orang tua beliau dengan disiplin ilmu yang tinggi. Di bawah pengawasan orang tua beliau inilah putra dari Kyai Mustamar dan Nyai Siti Jainab ini mulai belajar Al-Qur’an dan dasar-dasar ilmu agama.

Kyai Marzuqi juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2018-2023. Ia terpilih bersama dengan Kyai Haji Anwar Mansur sebagai Rais Syuriah PWNU Jawa Timur berdasarkan hasil konferensi wilayah yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, pada Minggu, 29 Juli 2018.

9. KHOFIFAH


Khofifah Indar Parawansa, M.Si. lahir di Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 1965. Beliau adalah tokoh Muslimat NU dan sekarang menjadi Gubernur Jawa Timur yang menjabat sejak 13 Februari 2019. Beliau juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial Indonesia ke-27 yang menjabat sejak tanggal 27 Oktober 2014 hingga 17 Januari 2018.

Itulah beberapa daftar tokoh Agama yang memiliki pengaruh besar di Indonesia. Jika ada yang kurang silahkan tinggalkan komentar anda di bawah.

Inilah Tokoh Agama dari Jawa Timur yang Paling Berpengaruh Di Indonesia

Jawa Timur adalah Provinsi Terbesar dan Terpadat Ke-2 di Indonesia. Banyak tokoh-tokoh penting Indonesia yang terlahir dari Jawa timur. Namun di kesempatan ini kami hanya menampilkan deretan Nama-nama Artis yang masih Hidup dan berasal Asli dari wilayah Jawa Timur :


  1. Shodiq Monata : Musisi, lahir di Pasuruan, 7 April 1968;
  2. Ahmad Dhani, Musisi dan Penyanyi. lahir di Surabaya, 26 Mei 1972;
  3. Anang Hermansyah, Penyanyi, pencipta lagu. Lahir di Jember, Jawa Timur, 18 Maret 1969
  4. Andra Junaidi, Penyanyi. Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 17 Juni 1972
  5. Angela The, Anggota 7Icons. lahir di Kota Surabaya, 28 September 1990
  6. Anjasmara, Aktor. lahir di Blitar, Jawa Timur, 13 November 1975
  7. Astrid Sartiasari, Aktris dan penyanyi. lahir di Surabaya, 27 Januari 1982
  8. August Melasz, Aktor. lahir di Surabaya, Jawa Timur, 30 November 1951;
  9. Bob Tutupoly, Penyanyi. lahir di Surabaya, Jawa Timur, 13 November 1939
  10. Bayu Skak, Pelawak. lahir di Malang, Jawa Timur, 13 November 1993; 
  11. Dennis Adhiswara, Aktor. lahir di Malang, 14 September 1982; 
  12. Dewi Perssik, Penyanyi. lahir di Jember, 16 Desember 1985; 
  13. Atiek CB : Penyanyi Rock lahir di Gurah Kediri, Jawa Timur , 25 Mei 1963; 
  14. Ria Mustika : Penyanyi Dangdut, Lahir di Kediri 12 Maret 1987
  15. Dwi Sasono, Aktor. lahir di Surabaya, 30 Maret 1980; 
  16. Doyok, Pelawak. Lahir: 17 Agustus 1954 Siring, Sidoarjo, 
  17. Eko Patrio, Pelawak. lahir di Nganjuk, 30 Desember 1970
  18. Erwin Prasetya, Penyanyi Dewa 19. lahir di Surabaya, 29 Januari 1972
  19. Grace Fransin Wohangara, Anggota 7Icons. lahir di Kota Malang, 23 Juni 1989; 
  20. Hengky Kurniawan, Aktor. lahir di Blitar, 21 Oktober 1982;
  21. Ika Putri, Penyanyi. lahir di Surabaya, Jawa Timur, 15 Maret 1986) 
  22. Five Vi, Aktris dan bintang iklan. lahir di Mojokerto, 12 September 1979
  23. Inul Daratista, Penyanyi Dangdut. lahir di Pasuruan, 21 Januari 1979; 
  24. Ita Purnamasari, Aktris, Penyanyi. lahir di Surabaya, Jawa Timur, 15 Juli 1967
  25. Joshua, Penyanyi, Aktor. lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 November 1992
  26. Krisdayanti, Penyanyi. lahir di Batu, Jawa Timur, 24 Maret 1975; 
  27. Lucky Perdana, Aktor. Lahir pada tanggal 8 April 1986 di Banyuwangi Jawa Timur.
  28. Maia Estianty, Penyanyi. lahir di Surabaya, Jawa Timur, 27 Januari 1976; 
  29. Deny Afriandi/Cak Percil : pelawak, lahir di Banyuwangi, 6 Juni 1985;
  30. Kirun : pelawak, Pelawak kondang asal Madiun, Jawa Timur, 
  31. Natalia Shasanti, Anggota 7Icons. lahir di Surabaya, 18 Desember 1988; 
  32. Putri Ajeng Intan Novita Sari, Anggota 7Icons. lahir di Kota Surabaya, 1 November 1989
  33. Putri Raemawasti, Puteri Indonesia. Lahir 6 Desember 1986 Blitar, Jawa Timur 
  34. Rania Putrisari, Aktris. lahir di Surabaya, Jawa Timur , 30 Agustus 1994;
  35. Ratih Sanggarwati, Aktris dan peragawati. lahir di Ngawi, Jawa Timur, 8 Desember 1962
  36. Ratna Listy, Penyanyi dan presenter. lahir di Madiun, 2 Agustus 1973; 
  37. Ida Laila : Penyanyi dan ustadzah, lahir di Surabaya, 27 November 1943; 
  38. Ririn Dwi Ariyanti, Aktris. lahir di Malang, 6 November 1985;
  39. Rizal Djibran, Aktor. lahir di Malang, 29 Agustus 1977; 
  40. Niken Salindri : Sinden cilik, Lahir di Kediri 29 Juni 2009
  41. Tarzan, Pelawak Srimulat. Lahir 24 April 1945 Malang, Jawa Timur, 
  42. Tessy, Pelawak Srimulat. Lahir: 31 Desember 1947 Banyuwangi.
  43. Trio Macan, Grup musik dangdut Jawa Timur
  44. Uut Permatasari, Aktris. lahir di Sidoarjo, 7 April 1982
  45. Venna Melinda, Aktris, anggota DPR RI. lahir di Surabaya, Jawa Timur, 29 Juli 1972;
  46. Vani Lauw, Mantan anggota 7Icons. lahir di Surabaya, 7 September 1988
  47. Yuni Shara, Penyanyi. lahir di Batu Malang, 3 Juni 1972;
  48. Andika Pratama: Aktor dan Presenter lahir di Malang, 11 November 1986
  49. Cak Lontong : Pelawak, lahir di Magetan, 7 Oktober 1970
  50. Nor Bayan : Musisi, lahir di Kediri, 14 Juni 1983; 
  51. Via Vallen : Penyanyi, Lahir di Sidoarjo 01 Oktober 1991
  52. Nella Kharisma : Penyanyi, lahir di Kediri 14 November, 1994.
  53. Jihan Audy : penyanyi, lahir di Mojokerto 12 Januari 2004. 
  54. Lilin Herlina : Penyanyi, lahir di Mojokerto pada 7 Mei 1980. 
  55. Vita ALVIA : Penyanyi, Lahir di Banyuwangi Jawa Timur 3 Mei 1998
  56. Eni Sagita : Penyanyi lahir di Nganjuk Jawa Timur 14 Desember 1984, 
  57. Wiwik Sagita : penyanyi, lahir di Gresik 2 September 1998
  58. Happy Asmara : Penyanyi Rock Dangdut, lahir di Kediri 10 juli 1999
  59. Deviana Safara : Penyanyi, lahir di Jombang tahun 1985
  60. ...??? Isi sendiri. 😁😁😁

Daftar Lengkap Artis Penyanyi, Pelawak dan Aktor Asal Jawa Timur

Jawa Timur merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki banyak Musisi dan artis" terkenal. Berikut ini kami telah merangkum daftar Artis Dangdut yang berasal dari Jawa Timur :

1. NELLA KHARISMA


Penyanyi dangdut yang baru naik daun Nella Tri Charisma lahir di Kediri, 4 November 1994. Dia dengan cepat naik daun berkat lagu single Konco Mesra.

Sejak umur tiga tahun, Nella kecil diketahui telah turut nyinden di perhelatan wayang di kotanya. Bakat olah suaranya sudah muncul sejak Nella anak-anak. Tak heran, Nella lahir dari pasangan musik. Sang ayahanda ahli bermusik campursari, sementara sang ibunda bisa bermain gitar, angklung dan suling.

2. VIA VALLEN


Pemilik nama asli Maulidia Octavia atau lebih populer dengan nama panggung Via Vallen ini lahir di Surabaya, 1 Oktober 1991. Via Vallen memiliki fanbasenya sendiri yang disebut Vyanisty.

Penyanyi satu ini telah menjelma menjadi salah satu penyanyi papan atas Indonesia. Pasalnya, dia didapuk menjadi penyanyi lagu tema Asian Games, beberapa waktu lalu.

3. UUT PERMATASARI


Uut Permatasari Lahir di Sidoarjo, 7 April 1982, pemilik nama asli Utami Suryaningsih ini diketahui memang jago balet.

Sebelum merintis karir lewat jalur dangdut, Uut sudah malang melintang menjuarai berbagai ajang lomba menyanyi tingkat kecamatan dan kabupaten. Nama Uut semakin berkibar saat lagunya Putri Panggungmenuai apresiasi positif. Sejak itu, dia menjadi tokoh sentral dalam pertunjukan Laris Manis SCTV dan Digoda Trans TV.

4. INUL DARATISTA


Pemilik nama asli Ainur Rokhimah ini lahir di Pasuruan, 21 Januari 1979.

Inul, naik daun berkat goyangan dangdut goyang ngebor yang kontroversial, lebih dari satu dasawarsa yang lalu. Bahkan, sang Raja Dangdut Rhoma Irama merasa harus berbicara di depan rapat dengar pendapat DPR RI untuk membahas RUU Antipornografi.

5. DEWI PERSIK


Dewi Murya Agung adalah nama asli dari penyanyi dangdut Dewi Perssik. Dia lahir di Jember pada tanggal 16 Desember 1985. Dewi Perssik lebih akrab disapa Depe.

Dia diketahui memiliki darah Tionghoa dari neneknya. Buah persik, menurut Depe, adalah buah yang dipercaya membawa keberuntungan bagi orang Tionghoa. Oleh sebab itu, dia memilih nama Perssik atau Persik sebagai nama panggungnya.

6. WIWIK SAGITA


Nama Wiwik Sagita sudah tak diragukan lagi di belantika dangdut Tanah Air. Perempuan ini merupakan pedangdut asal Gresik, Jawa Timur. Wiwik Sagita sendiri dikenal sebagai Ratu Oplosan Indonesia. Kariernya semakin dikenal dengan bergabung dengan orkes dangdut New Pallapa, Sera dan Monata ia semakin dikenal publik.

7. ENI SAGITA


Penyanyi dangdut Eny Sagita tidak hanya dikenal di Jawa Timur, namun juga terkenal di seluruh Indonesia. Perempuan asal Nganjuk ini semakin dikenal dengan orkes dangdut Sagita. Genre dangdut koplo begitu melekat pada dirinya.

8. TASYA ROSMALA


Gadis cilik kelahiran Pasuruan 2003 ini merupakan sosok kuda hitam dalam dunia dangdut koplo indonesia. Umurnya yang masih belia ternyata dikaruniai suara dan cengkok yang khas, dimana kedua unsur tersebut adalah unsur terpenting bagi penyanyi dangdut.

Ternyata bakat yang dimiliki oleh Tasya Rosmala berasal dari sang mama, Eva Rosmala yang juga merupakan biduan dangdut. Bersama dengan Orkes Melayu New Palapa dirinya tampil menghibur penggemar dangdut koplo di berbagai kota di Indonesia.

9. RATNA ANTIKA


Penyanyi dangdut koplo yang satu ini merupakan kelahiran Banyuwangi, pada 1989 silam. Ratna Antika berkarir di dunia hiburankoplo indonesia bersama Orkes Melayu Sera dan Palapa. Ratna Antika kerap manggung di berbagai kota di Indonesia.

10. RENA KDI


Rena KDI adalah penyanyi dangdut koplo yang memiliki latar belakang yang berbeda dari penyanyi dangdut koplo umumnya. Dirinya merupakan jebolan ajang musik dangdut KDI. Dan kini Pemilik nama lengkap Anggun Rezeky Rena Wengi ini lebih memilih untuk berkarir sebagai penyanyi dangdut koplo bersama Orkes Melayu Monata.

11. LILIN HERLINA


Lilin Herlina merupakan salah satu penyanyi dangdut koplo yang memiliki banyak penggemar. Aksi panggungnya yang kerap tampil berani membuat dirinya cepat populer dikalangan penikmat dangdut koplo.

12. JIHAN AUDY


Nama Jihan Audy sudah sangat tidak asing bagi para penggemar dangdut Jawa Timur. Karirnya terus menanjak. Dia remaja kelahiran Mojokerto 12 Januari tahun 2004.

Hampir semua orkes melayu di Jatim pernah sepanggung dengan pemilik nama asli Jihan Audylia Arinde Silva ini. Antara lain OM Monata, New Pallapa, dan Sera.

13. DIVA ALDINA


Sekilas penyanyi dangdut kelahiran Malang ini memiliki paras yang mirip dengan artis Tina Toon Bolo-Bolo. Berkibar dengan berbagai orkes melayu kenamaan seperti New Pallapa atau Monata, Diva benar-benar menjadi ratu saat di panggung. Berbagai lagu pop yang diaransemen dangdut koplo membuat Diva semakin moncer di kancah dangdut. Lagu Goyang Moreno, Aku Rapopo, Seminggu di Malasyia dan lainnya menjadi sangat akrab di telinga.

14. VITA ALVIA


Penyanyi dangdut kelahiran 03 Mei 1998 dari jember ini  memanglah cantik serta rupawan. Artis yang populer lewat lagu banyuwangi berjudul lungset dan jebolan dari program pencarian bakat D'academy 2 Indosiar yang mulai sejak itu vita alvia tidak asing sekali lagi untuk kita.

Sesudah terlepas dari program pencarian bakat diatas, ia serta dengan partnernya Mahesa mulai melaunching album-album yang memanglah lagunya popular. Serta saat ini banyak job yang selalu berdatangan terkait dengan bernyanyi.

15. ANJAR AGUSTIN


Anjar agustin merupakan salah satu penyanyi dangdut koplo Om Monata. Bersama Orkes Melayu Monata dirinya menghibur penggemar dangdut di berbagai kotra Di Indonesia. Aksi panggungnya yang santai tapi menghibur selalu dinantikan banyak orang.

16. YEYEN VIVIA


Meski tak jarang orang yang bertanya siapa nama penyanyi dangdut koplo cantik yang satu ini namun dikalangan penggemar dangdut koplo fanatik nama Yeyen Vivia setara dengan penyanyi dandgut koplo seperti Anjar Agustin, Via Vallen dan Ratna Antika. Yeyen Vivia kerap tampil bersama dengan Orkes Melayu New Scorpio dan Orkes Melayu Sagita.

17. DEVI ALDIVA


Memiliki kemiripan dengan artis Tia Toon menjadi salah satu modal Devi Aldiva terjun ke dunia dangdut koplo nasional. Namun tak hanya wajah cantik yang dimiliki oleh Diva, suaranya pun tak kalah berkualitas dengan penyanyi dangdut koplo lainnya. Diva kerap naik panggung bersama beberapa Orkes Melayu jawa Timur, seperti OM Monata dan OM New Palapa.

18. LINA GEBOY


Pemilik nama asli Lina Lisnawati ini dikenal luas dengan nama panggung Lina Geboy. Lina Geboy merupakan salah satu penyanyi dangdut koplo yang dikenal melalui Youtube karen aksi panggungnya. Dirinya sudah memulai mencari uang dari aksi menyanyi dangdut dari kelas 6 SD.

19. GERY MAHESA

Penyanyi satu ini memiliki nama lengkap Gerry Mahesa, kelahiran asal Gresik Jawa Timur.


Namanya kini terkenal dan terbilang cukup besar penghasilan manggungnya. Meski belum bisa berkharir secara nasional atau masuk di dunia ke artisan ibu kota jakarta.Juga banyak sekali meluncurkan koleksi album  yang selalu laris manis dan sukses di pasaran.

20. HEPPY ASMARA


Nama lengkap artis dangdut Heppy Rismanda Hendranata (Heppy Asmara) berasal dari Kediri Jawa Timur,
Tanggal lahirnya yaitu pada 10 juli 1999.

Selain Nella Kharisma, Warga kediri dan sekitarnya pasti kenal dengan gadis berumur 20 tahun yang sukses di bidang tarik suara beraliran dangdut koplo dan rock.

Kini Dangdut koplo ia pilih karena musiknya dapat diaransemen lebih modern sehingga membuat siapapun yang mendengarnya bisa menikmatinya tanpa bosan. Tidak lama setelah menggeluti dunia musik dangdut koplo, Happy direkrut oleh orkes melayu The Rosta dan sudah berkeliling panggung ke panggung serta kota ke kota.

Itulah daftar artis dangdut populer di tahun ini versi kami. Jika berbeda dengan versi anda, silahkan menambah dan tinggalkan komentar di kolom bawah.

Inilah Daftar Artis Dangdut Top Asal Jawa Timur

Sandiaga Uno adalah pengusaha dan politikus Indonesia. Ia memenangkan pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017 bersama dengan Anies Baswedan, dan memulai masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada bulan Oktober 2017. Sandiaga Sering hadir di acara seminar-seminar, Sandiaga Uno yang berdarah Gorontalo kerap memberikan pembekalan tentang jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), terutama kepada kalangan pemuda.


Sandiaga Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Ia banting setir untuk bangkit dari nol, menjalani awal kariernya menjadi seorang pengusaha.

Bersama rekannya, ia mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain. Pada tahun 2009, ia tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Ia menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta.

PENDIDIKAN DAN BISNIS

Sandi Uno lulus dari Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude. Ia mengawali karier sebagai karyawan Bank Summa pada 1990. Di Bank Summa, ia bertemu dan berguru dengan konglomerat William Soeryadjaya pemilik Bank Summa.

Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas George Washington, Amerika Serikat. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00.

Pada tahun 1993 Sandi Uno bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi. Ia kemudian pindah ke MP Holding Limited Group pada tahun 1994. Pada 1995 ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan penghasilan 8.000 dollar AS per bulan.

Namun, krisis monetersejak akhir 1997 menyebabkan perusahaantempatnya bekerja bangkrut. Sandi pun tidak bisa lagi meneruskan pekerjaannya. Ia pulang ke Indonesia dengan predikat pengangguran. Sandi mengisi hari-harinya untuk melamar pekerjaan. Namun, tak ada perusahaan yang mau meliriknya. Lamaran kerjanya selalu saja ditolak. Akhirnya, Sandi mencoba peruntungan baru, memulai membuka usaha konsultan keuangan.

Pada tahun 1997 Sandi Uno mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani. Salah satu mentor bisnisnya adalah William Soeryadjaya.

Setelah berjalan selama satu setengah tahun Sandi kemudian bertemu dengan Edwin Soeryadjaya, putra William Soeryadjaya, pendiri PT Astra Internasional. Waktu itu Edwin juga mengalami kesulitan keuangan dan Sandi ditawarkan untuk membangun usaha berbasis investasi.

Maka, ia dan Edwin Soeryadjaya, putra William, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.

Berbekal jejaring (network) yang baik dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar negeri, Sandi Uno sukses menjalankan bisnis tersebut. Mekanisme kinerja perusahaan tersebut adalah menghimpun modal investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan.

Kinerja perusahaan yang krisis itu kemudian dibenahi dan dikembangkan. Setelah kembali sehat, aset perusahaan tersebut dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah diambil alih oleh PT Saratoga. Beberapa perusahaan telah dijual kembali, antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan PT Astra Microtronics.

Pada 2005–2008, Sandi Uno menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia(HIPMI). Selama masa kepemimpinannya, jumlah pengusaha yang tergabung di HIPMI meningkat dari 25.000 orang menjadi 35.000 orang.

Ia juga menjadi Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sejak 2004.

Sandi dinobatkan menjadi 122 orang terkaya di Indonesia versi majalah Asia Globe dengan total aset perusahaan mencapai 80 juta dollarAS, pada 2007. Sementara, pada 2008 ia dinobatkan menjadi orang terkaya ke-63 di Indonesia dengan total aset 245 juta dollar AS.

Pada 2009 Sandi masuk sebagai pendatang baru dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes. Majalah tersebut menuliskan Sandi memiliki kekayaan US$ 400 juta dan berada di peringkat 29.
Sandi Uno juga pernah menjadi jajaran direksi beberapa perusahaan.

PT Adaro IndonesiaPT Indonesia Bulk TerminalPT Mitra Global Telekomunikasi IndonesiaInterra Resources LimitedPT. iFORTE SOLUSI INFOTEK

Pada bulan Mei 2011, ia memutuskan membeli 51% saham Mandala Airlines.

Pada 16 April 2015, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai salah satu direktur PT Adaro Energy Tbk.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, 10 Juni 2015, ia resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Ia melepaskan berbagai jabatan di beberapa perusahaan tersebut karena ingin fokus pada tugas barunya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya(Gerindra) yang dipimpin oleh Prabowo Subianto.

Posisinya di Saratoga digantikan oleh Michael Soeryadjaya, anak dari Edwin Soeryadjaya dan cucu dari pendiri Astra International William Soeryadjaya. Namanya termasuk dalam daftar Panama Papers. Dia mengikuti program Tax Amnesty.

POLITIK

Karier Sandi Uno di dunia politik terbilang cemerlang. Ia juga dipercaya untuk memegang jabatan Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Gerindra. Darah politik Sandi mengalir melalui kakeknya, Raden Abdullah Rachman, yang pernah mendirikan partai politik di Gorontalo bernama Gerakan Kebangsaan Indonesia (Gerkindo).

Di Pilkada DKI Jakarta 2017, setelah melalui proses pembahasan yang cukup lama, koalisi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera menetapkan Sandi menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya, Sandiaga Uno diusung sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

Namun setelah melalui dinamika cukup panjang, Sandi Uno memutuskan untuk menjadi wakil dan rela memberikan posisinya sebagai calon gubernur DKI Jakarta kepada Anies Baswedan.

Jauh sebelum tahapan Pilkada DKI Jakarta 2017 dimulai, Sandi sudah mulai melakukan sosialisasi ke masyarakat pada pertengahan 2015. Di bulan Agustus 2016 dibentuk Koalisi Kekeluargaan dari tujuh partai politik yang sepakat akan memilih pemimpin yang lebih baik dari petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pilkada DKI 2017 diikuti tiga pasang calon, yang pertama adalah pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayatyang didukung oleh empat partai yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai NasDem. Pasangan cagub dan cawagub DKI yang kedua adalah Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Pasangan ini diusung empat partai politik, yaitu Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan. Adapun pasangan cagub dan cawagub ketiga adalah Anies Baswedan dan Sandi Uno. Pasangan ini diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

Sandi Uno bersama Anies Baswedan akhirnya memenangkan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 dengan perolehan suara 57,96 persen, sementara Ahok-Djarot kalah dengan perolehan suara 42,04 persen. Selisih perolehan suara mereka terpaut jauh, yakni 15,92 persen.

KELUARGA SANDIAGA UNO

Masa kecil Sandi Uno banyak dihabiskan di kota kelahirannya, Rumbai, Pekanbaru. Sandi merupakan anak bungsu dari dua bersaudara dari pasangan Razif Halik Uno dan Rachmini Rachman. Ayahnya bekerja di perusahaan Caltex di Riau dan ibunya terkenal sebagai pakar pendidikan kepribadian.

 Lahir di Rumbai, besar di Duri dan Dumai, tentu membuat Sandiaga kecil bergaul dengan anak-anak di kompleks Caltex (sekarang Chevron) maupun di luar kompleks. Setelah ayahnya tidak lagi bekerja di Caltex, keluarga Sandi Uno pindah ke Jakarta sekitar tahun 1970-an.

Sandi Uno bersekolah di SD PSKD Bulungan, SMPN 12, dan SMA Pangudi Luhur. Sejak kecil, ia sudah dikenal sebagai sosok yang cerdas. Kecerdasan yang dimiliki Sandi tidak terlepas dari dorongan yang diberikan oleh ibu kandungnya.

KESUKSESAN SANDIAGA UNO

Sandi Uno meyakini bahwa keberanian dan optimisme dalam memandang masa depan menjadi kunci pembuka jalan untuk meraih kesuksesan. Selain itu, bangunan jejaring juga harus menjadi perhatian.

Meskipun demikian, jejaring relasi hanya menyumbang 30 persen dari kesuksesan.Unsur kesuksesan selebihnya bersumber dari kerja keras dan menjaga kepercayaan. Unsur kesuksesan, menurutnya, selebihnya bersumber dari kerja keras dan menjaga kepercayaan.

 Sandi Uno menganggap bahwa hidup harus memiliki target. Tanpa target, pencapaian yang ingin diraih akan sulit terwujud.

Menurut Sandi Uno, kegagalan dan kesalahan merupakan keniscayaan dalam berusaha. Tapi ia optimis bahwa kegigihan dalam upaya untuk terus berani mencoba adalah kuncimenuju kesuksesan. Apabila terus selalu mencoba untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan (trial and error), maka hal itu akan mengantarkan seseorang pada puncak kesuksesan.

Sandi Uno menyatakan bahwa salah satu strategi penting dalam meraih keberhasilan adalah mencari tahu dan mempelajari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah berhasil meraih kesuksesan. Kuncinya adalah belajar dari pengalaman mereka sampai mampu meraih kesuksesan seperti mereka.

Menurut Sandi Uno, untuk meraih kesuksesan tersebut sesorang harus memiliki kompetensi, kapasitas dan kapabilitas yang memadai. Untuk mendapatkannya seseorang senantiasa harus memiliki karakter dan komitmen yang kuat, integritas yang tinggi, tekun, bekerja keras, dan disiplin.

Sandi Uno menegaskan bahwa perlu adanya inovasi tiada henti dengan selalu tanggap terhadap perubahan dan terus menerus berusaha menuju perubahan yang lebih baik lagi. Menurutnya, akan lebih bagus lagi apabila seseorang berusaha untuk bisa menjadi seorang role model yang bisa memberikan contoh yang baik dan inspirasi bagi orang lain di sekitarnya.

KEWIRAUSAHAAN DAN UMKM

Kewirausahaan, menurut Sandi Uno, adalah sebuah pola pikir. Kewirausahaan seperti menjadi sebuah ide yang menyebar luas terutama di kalangan anak muda. Sandi Uno melihat bahwa anak muda memiliki sikap dinamis dan penuh gairah atau semangat.

Dinamisme dan semangat itu pada gilirannya akan membuat masa depan dunia wirausaha di kalangan pemuda menjadi lebih cerah. Menurutnya, kombinasi antara kerja keras (working hard), kerja cerdas (working smart) dan bermain sungguh-sungguh (playing hard) semakin bergeser dari tren musiman menjadi gaya hidup.

Bagi Sandi, kalau keadaan ini terus berlangsung bahkan terus ditingkatkan, dapat dipastikan bahwa prospek bisnis dan perekonomian Indonesia juga makin cerah.

Namun, menurut Sandi Uno, masih ada kesalahpahaman mengenai konsep kewirausahan itu sendiri. Pertama, kebanyakan pemuda masih menganggap bahwa kewirausahaan adalah sesuatu yang mudah. Menurutnya, kewirausahaan bukan selalu berarti harus meninggalkan sebuah pekerjaan dan membuka kerja sendiri.

Meskipun menjadi seorang pekerja (karyawan), seseorang masih bisa memiliki jiwa wirausaha. Bagi Sandi Uno, wirausaha adalah sebuah pola pikir yang terus menghasilkan kreativitas dan inovasi.

Kewirausahaan memang memiliki visi yang baik, tetapi tidak tergantung pada tempat kerja. Jadi seorang wirausahawan tidak terbatas hanya pada lokasi atau status dan posisi di tempat kerjanya.

Kedua, beberapa contoh wirausahawan memang tidak memiliki latar belakang pendidikan yang memadai. Seharusnya, menurut Sandi Uno, sudut pandang diarahkan kepada kesuksesan mereka dalam mengembangkan usahanya dan bukan pada latar belakang pendidikan para orang sukses tersebut.

Kewirausahaan mengharuskan adanya kebijaksanaan, bukan intuisi yang buta. Menurutnya, kewirausahaan bukan bertujuan untuk menjadikan orang kaya, tetapi menjadi orang yang lebih baik dan lebih baik. Terakhir, kewirausahaan adalah bukan untuk diri sendiri. Kewirausahaan adalah tentang kerjasama dengan orang lain. Kewirausahaan juga berbicara tentang bagaimana memberikan manfaat bagi orang lain.

Bagi Sandi Uno, kewirausahaan bertentangan dengan konsep keberuntungan. Sandi Uno menyatakan bahwa orang yang bergantung pada keberuntungan akan selalu menanti keberuntungan itu datang. Sementara, menanti hanya akan membuat seseorang menjadi miskin.

Menurutnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pelaku mayoritas ekonomi Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi negara. UMKM seharusnya diperhatikan secara lebih serius. Bagi Sandi Uno, kendala pada UMKM akan sangat mengganggu perekonomian bangsa ini.

Dalam hal pengelolaannya, menurut Sandi Uno, ada tiga masalah besar yang dihadapi pelaku UMKM saat ini, yaitu kualitas sumber daya manusia (SDM), akses pasar, dan pendanaan. UMKM dibiarkan tumbuh sendiri oleh pemerintah tanpa kebijakan yang berpihak.

Namun, sektor tersebut terbukti mampu bertahan pada saat krisis dan menopang perekonomian negara selama lebih sepuluh tahun terakhir ini. Sandi Uno menyatakan bahwa sektor UMKM seharusnya ditegaskan kembali sebagai pilar penciptaan lapangan kerja.

Selama ini, menurut Sandi Uno, jiwa kewirausahaan telah membuktikan bahwa UMKM mampu bertahan dan mampu memekerjakan karyawan rata-rata 5-10 orang per unit usaha.

Asal Usul Dan Karier Sandiaga Uno

Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya lahir di Kota Pekalongan, 10 November tahun 1947 dan saat ini  berumur sekitar 71-72 tahun, tanggal lahirnya bertepatan dengan 27 Rajab 1367 H.


Beliau adalah Ulama Besar (syekh) kelahiran Kota Pekalongan berkebangsaan Indonesia. Selain menjadi pendakwah, Habib Luthfi juga menjadi ketua MUI Jawa Tengah.

SILSILAH HABIB LUTHFI BIN YAHYA

Nasab dari Ibu

Dilahirkan dari seorang syarifah, yang memiliki nama dan nasab: sayidah al Karimah as Syarifah Nur binti Sayid Muhsin bin Sayid Salim bin Sayid al Imam Shalih bin Sayid Muhsin bin Sayid Hasan bin Sayid Imam ‘Alawi bin Sayid al Imam Muhammad bin al Imam ‘Alawi bin Imam al Kabir Sayid Abdullah bin Imam Salim bin Imam Muhammad bin Sayid Sahal bin Imam Abd Rahman Maula Dawileh bin Imam ‘Ali bin Imam ‘Alawi bin Sayidina Imam al Faqih al Muqadam bin ‘Ali Bâ Alawi.

Nasab dari Ayah


  • Nabi Muhammad SAW
  • Sayidatina Fathimah az-Zahra + Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib
  • Imam Husein ash-SibthImam Ali Zainal Abiddin
  • Imam Muhammad al-Baqir
  • Imam Ja’far Shadiq
  • Imam Ali al-Uraidhi
  • Imam Muhammad an-Naqib
  • Imam Isa an-Naqib ar-Rumi
  • Imam Ahmad Al-Muhajir
  • Imam Ubaidullah
  • Imam Alwy Ba’Alawy
  • Imam Muhammad
  • Imam Alwy
  • Imam Ali Khali Qasam
  • Imam Muhammad Shahib Marbath
  • Imam Ali
  • Imam Al-Faqih al-Muqaddam Muhammd Ba’Alawy
  • Imam Alwy al-GhuyyurImam Ali Maula Darrak
  • Imam Muhammad Maulad Dawileh
  • Imam Alwy an-Nasiq
  • Al-Habib Ali
  • Al-Habib Hasan
  • Al-Imam Yahya Ba’Alawy
  • Al-Habib Ahmad
  • Al-Habib Syekh
  • Al-Habib Muhammad
  • Al-Habib Thoha
  • Al-Habib Muhammad al-Qodhi
  • Al-Habib Thoha
  • Al-Habib Hasan
  • Al-Habib Thoha
  • Al-Habib Umar
  • Al-Habib Hasyim
  • Al-Habib Ali
  • Al-Habib Muhammad Luthfi


PENDIDIKAN HABIB LUTHFI BIN YAHYA

Habib Luthfi Bin Yahya pernah mondok di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara yang pada saat itu di asuh oleh KH.Abdullah Hadziq bin HasbullahPendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayah al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Selanjutnya ia belajar di Madrasah Salafiah. Guru-gurunya di Madrasah itu di antaranya:


  • Al Alim al ‘Alamah Sayid Ahmad bin ‘Ali bin Al Alamah al Qutb As Sayid ‘Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Athas
  • Sayid al Habib al ‘Alim Husain bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar bin Sayid Thaha bin Yahya (pamannya sendiri)
  • Sayid al ‘Alim Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alawi bin Abdullah bin Muhammad al ‘Athas Bâ ‘Alawi
  • Sayid ‘Al Alim Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘Athas Bâ ‘Alawi.


Muhammad Luthfi bin Yahya belajar di madrasah tersebut selama tiga tahun.

Selanjutnya pada tahun 1959 M, ia melanjutkan studinya ke pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Kemudian Indramayu, Purwokerto dan Tegal. Setelah itu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan di negara-negara lainnya. Ia menerima ilmu syari’ah, thariqah dan tasawuf dari para ulama-ulama besar, wali-wali Allah yang utama, guru-guru yang penguasaan ilmunya tidak diragukan lagi.

Dari guru-guru tersebut ia mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘Am (umum) dalam Da’wah dan nasyru syari’ah (menyebarkan syari’ah), thariqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab-kitab tauhid, tashwuf, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad-sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan ia juga mendapat ijazah untuk membai’at.

HUBUNGAN HABIB LUTHFI DENGAN NADHOTUL ULAMA (NU)

Dulu saya sering duduk di rumahnya Kyai Abdul Fattah, untuk mengaji. Di situ ada seorang wali, namanya Kyai Irfan Kertijayan. Kyai Irfan adalah sosok yang nampak hapal keseluruhan kitab Ihya Ulumiddin, karena kecintaannya yang mendalam pada kitab tersebut. Setiap kali ketemu saya beliau pasti memandangi dan lalu menangis. Di situ ada Kyai Abdul Fattah dan Kyai Abdul Adzim.

Lama-kelamaan akhirnya beliau bertanya, “Bib, saya mau bertanya. Cara dan gaya berpakaian Anda kok sukanya sarung putih, baju dan kopyah putih, persis guru saya.”

“Siapa Kyai?” jawabku.

“Habib Hasyim bin Umar,” Jawab Kyai Irfan.

Saya mau ngaku cucunya tapi kok masih seperti ini, belum menjadi orang yang baik, batinku dalam hati. Mau mengingkari/berbohong tapi kenyataannya memang benar saya adalah cucunya Habib Hasyim. Akhirnya Kyai Abdul Adzim dan Kyai Abdul Fattah yang menjawab, “Lha beliau itu cucunya.”

Lalu Kyai Irfan merangkul dan menciumiku sembari menangis hebat saking gembiranya. Kemudian beliau berkata, “Mumpung saya masih hidup, saya mau cerita Bib. Tolong ditulis.”

“Cerita apa Kyai?” jawabku.

“Begini,” kata Kyai Irfan mengawali ceritanya. Mbah Kyai Hasyim Asy’ari setelah beristikharah, bertanya kepada Kyai Kholil Bangkalan, bermula dengan mendirikan Nahdlatut Tujjar dan Nahdlah-nahdlah yang lainnya, beliau merasa kebingungan. Hingga akhirnya beliau ke Mekkah untuk beristikharah di Masjidil Haram. Di sana kemudian beliau mendapat penjelasan dari Kyai Mahfudz at-Turmusi dan Syaikh Ahmad Nahrawi, ulama Jawa yang sangat alim. Kitab-kitab di Mekkah kalau belum di-tahqiq atau ditandatangani oleh Kyai Ahmad Nahrawi maka kitab tersebut tidak akan berani dicetak. Itu pada masa Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, mufti Mekkah pada waktu itu.

Syaikh Mahfudz at-Turmusi dan Syaikh Ahmad Nahrawi dawuh kepada Kyai Hasyim Asy’ari, “Kamu pulang saja. Ini alamat/pertanda NU bisa berdiri hanya dengan dua orang. Pertama Habib Hasyim bin Umar Bin Yahya Pekalongan, dan kedua Kyai Ahmad Kholil Bangkalan (Madura).”

Maka Kyai Hasyim Asy’ari pun segera bergegas untuk pamit pulang kembali ke Indonesia. Beliau bersama Kyai Asnawi Kudus, Kyai Yasin dan kyai-kyai lainnya langsung menuju ke Simbang Pekalongan untuk bertemu Kyai Muhammad Amir dengan diantar oleh Kyai Irfan dan kemudian langsung diajak bersama menuju kediaman Habib Hasyim bin Umar.

Baru saja sampai di kediaman, Habib Hasyim langsung berkata, “Saya ridha. Segeralah buatkan wadah Ahlussunnah wal Jama’ah. Ya Kyai Hasyim, dirikan, namanya sesuai dengan apa yang diangan-angankan olehmu, Nahdlatul Ulama. Tapi tolong, namaku jangan ditulis.” Jawaban terakhir ini karena wujud ketawadhuan Habib Hasyim.

Kemudian Kyai Hasyim Asy’ari meminta balagh (penyampaian ilmu) kepada Habib Hasyim, “Bib, saya ikut ngaji bab hadits di sini. Sebab Panjenengan punya sanad-sanad yang luar biasa.” Makanya Kyai Hasyim Asy’ari tiap Kamis Wage pasti di Pekalongan bersama Hamengkubuwono ke sembelian yang waktu itu bernama Darojatun, mengaji bersama. Jadi Sultan Hamengkubowono IX itu bukan orang bodoh, beliau orang yang alim dan ahli thariqah.

Setelah dari Pekalongan Kyai Hasyim Asy’ari menuju ke Bangkalan Madura untuk bertemu Kyai Ahmad Kholil Bangkalan. Namun baru saja Kyai Hasyim Asy’ari tiba di halaman depan rumah Kyai Kholil sudah mencegatnya seraya dawuh, “Keputusanku sama seperti Habib Hasyim!” Lha ini dua orang kok bisa kontak-kontakan padahal Pekalongan-Madura dan waktu itu belum ada handphone. Inilah hebatnya.

Akhirnya berdirilah Nahdlatul Ulama. Dan Muktamar NU ke-5 ditempatkan di Pekalongan sebab hormat kepada Habib Hasyim bin Umar. Jadi jika dikatakan Habib Luthfi kenceng (fanatik) kepada NU, karena merasa punya tanggungjawab kepada Nahdlatul Ulama dan semua habaib. Dan ternyata cerita ini disaksikan bukan hanya oleh Kyai Irfan, tapi juga oleh Habib Abdullah Faqih Alattas, ulama yang sangat ahli ilmu fiqih.

Maka dari itu Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alattas dengan Habib Hasyim Bin Yahya tidak bisa terpisahkan. Kalau ada tamu ke Habib Hasyim, pasti disuruh sowan (menghadap) dulu kepada yang lebih sepuh yakni Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alattas. Dan jika tamu tersebut sampai ke Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib maka akan ditanya, “Kamu suka atau tidak kepada adikku Habib Hasyim bin Umar?” dengan maksud agar sowannya ke Habib Hasyim saja. Itulah ulama memberikan contoh kepada kita tidak perlunya saling berebut dan sikut, tapi selalu kompak dan rukun.

Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alattas wafat tahun 1347 Hijriyah bulan Rajab tanggal 14, dan haulnya dilaksanakan tanggal 14 Sya’ban. Tiga tahun setelahnya, tahun 1350 Hijriyah, Habib Hasyim bin Umar Bin Yahya wafat. Setahun kemudian (1351 H) adalah wafatnya Habib Abdullah bin Muhsin Alattas Bogor. Waktu itu banyak para ulama besar seperti Mbah Kyai Adam Krapyak dan Kyai Ubaidah, merupakan para wali Allah dan samudera keilmuan.

Wallohua'lam Bisshowab

Asal usul dan Silsilah Habib Lutfi bin Yahya

Habib Rizieq adalah anak kelima dari lima bersaudara, ia lahir di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 1965 dari pasangan Habib Hussein bin Muhammad Shihab dan Syarifah Sidah Alatas.


Kedua orang tuanya merupakan orang Betawi keturunan Hadhrami. Ayahnya, Habib Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Shaikh bin Muhammad Shihab lahir sekitar 1920. Dia adalah salah seorang pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia yang didirikan bersama teman-temannya pada tahun 1937.

Pandu Arab Indonesia adalah sebuah perkumpulan kepanduan yang didirikan oleh orang Indonesia berketurunan Arab yang berada di Jakarta, yang selanjutnya berganti nama menjadi Pandu Islam Indonesia (PII).

Ayahnya wafat pada tahun 1966 saat Rizieq berusia 11 bulan, sehingga sejak saat itu ia hanya diasuh oleh ibunya, Syarifah Sidah, dan tidak dididik di pesantren. Baru setelah berusia empat tahun ia mulai rajin mengaji di masjid-masjid dekat rumahnya.

Sebagai orang tua tunggal, ibunya yang bekerja sebagai penjahit pakaian dan perias pengantin juga sangat memperhatikan pendidikan Rizieq serta membimbingnya dengan pendidikan agama.

Rizieq adalah seorang Habib atau Sayyid dengan klan Shihab (merujuk pada Shihabuddin Aal bin Syech) yang silsilahnya dapat ditelusuri sampai kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib melalui Imam Ahmad al-Muhajir. Sementara itu, istrinya yang bernama Syarifah Fadhlun juga merupakan keluarga Sayyid dari klan Aal bin Yahya.

PENDIDIKAN HABIB RIZIEQ

Setelah lulus sekolah dasar pada tahun 1975 di SDN 1 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada tahun 1976 Rizieq melanjutkan sekolah menengahnya ke SMP 40 Pejompongan, Jakarta Pusat.

Namun karena jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan terlalu jauh, ia kemudian dipindahkan ke sekolah yang relatif lebih dekat dengan tempat tinggalnya, yaitu SMP Kristen Bethel Petamburan dan lulus tahun 1979. Ia kemudian melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 4 Jakarta di Gambir, namun lulus dari SMA Islamic Village Tangerangpada tahun 1982.

Pada tahun 1983, Rizieq mengambil kelas bahasa Arab di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Namun setelah satu tahun menempuh studi, ia mendapat tawaran beasiswa dari Organisasi Kerjasama Islam(OKI) untuk kuliah di Arab Saudi.

Ia pun melanjutkan program sarjana jurusan Studi Agama Islam (Fiqih dan Ushul Fiqh) ke King Saud University yang ditempuhnya selama empat tahun. Pada tahun 1990, Habib Rizieq dinyatakan lulus, lengkap dengan predikat Cum Laude.

Habib Rizieq sempat mengambil program pascasarjana di Universitas Islam Internasional Malaysia selama satu tahun, setelah itu ia kembali ke Indonesia sebelum magisternya selesai karena alasan biaya.

Setelah beberapa tahun, akhirnya ia mampu melanjutkan pendidikannya di bidang Syari'ahdan meraih gelar Master of Arts (M.A.) pada tahun 2008 di Universitas Malaya dengan tesis berjudul "Pengaruh Pancasila Terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di Indonesia".

Pada tahun 2012, Habib Rizieq kembali ke Malaysia dan melanjutkan program pendidikan doktor dalam program Dakwah dan Manajemen di Fakultas Kepemimpinan dan Pengurusan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM)[. Saat ini ia sedang menyelesaikan disertasinya yang berjudul "مناهج التميز بين الأصول والفروع عند أهل السنة والجماعة" (Perbedaan Asal dan Cabang Ahlussunah Wal Jama'ah) di bawah pengawasan Prof. Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni dan Dr. Ahmed Abdul Malek dari Nigeria.

KELUARGA HABIB RIZIEQ

Habib Rizieq Shihab menikah pada tanggal 11 September 1987 dengan Syarifah Fadhlun bin Yahya. Dari pernikahannya tersebut Habib Rizieq dikaruniai seorang putra dan enam putri: Rufaidah Shihab, Humaira Shihab, Zulfa Shihab, Najwa binti Rizieq Shihab, Mumtaz Shihab, Fairuz Shihab, dan Zahra Shihab.

Pada tahun 1992 sebelum kembali ke Indonesia, Habib Rizieq bekerja sebagai guru SMA selama sekitar satu tahun di Arab Saudisetelah menyelesaikan studi sarjananya di King Saud University.

Selain memberikan ceramah agama, Sepulangnya ke tanah air Habib Rizieq juga menjadi kepala sekolah Madrasah Aliyah di Jamiat Kheir Sampai tahun 1996. Ketika dia sudah tidak lagi menjadi kepala sekolah, dia masih aktif mengajar di sekolah sebagai guru Fiqih atau Ushul Fiqh.

Pengalaman organisasinya dimulai saat ia menjadi anggota Jamiat Kheir. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Syariah di BPRS At-Taqwa, Tangerang. Ia juga adalah ketua sejumlah Majelis Taklim Jabotabek.

MENDIRIKAN FRONT PEMBELA ISLAM (FPI)

Habib Rizieq Shihab mendeklarasikan berdirinya Front Pembela Islam pada tanggal 17 Agustus 1998 di Pondok Pesantren Al-Umm, Tangerang. Front Pembela Islam adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta.

Selain beberapa kelompok internal yang disebut sebagai Sayap Juang, FPI juga memiliki kelompok Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter yang dianggap kontroversial karena melakukan aksi penertiban terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan syariat Islam terutama pada masa Ramadan.

Pada tanggal 30 Oktober 2008, Habib Rizieq divonis 1,5 tahun penjara terkait kerusuhan pada tanggal 1 Juni di Monas karena terbukti secara sah menganjurkan orang lain dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama-sama untuk menghancurkan barang atau orang lain sesuai dengan Pasal 170 ayat (1) jo Pasal 55 KUHP.

Asal Usul Habib Rizieq Shihab, Pendiri FPI

Kyai Haji Maimun Zubair adalah Tokoh Ulama yang sangat disegani di Indonesia. Beliau dilahirkan di Rembang, Jawa Tengah pada 28 Oktober 1928. Beliau merupakan seorang ulama sekaligus politikus, yang saat ini adalah Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.


Di dunia politik, KH Maimun Zubair pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan, dirinya juga pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun dan diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode.

KETURUNAN MBAH MAULANA

Berdasarkan data Dari Pondok Pesantren Sarang Rembang, sang pendiri dikenal dengan nama Mbah Lanah (Maulana). Beliau berasal dari keluarga Bangsawan Madura yang bergabung dengan pasukan Pangeran Diponegoro untuk melawan kolonial Belanda.

Setelah Perang Diponegoro usai, Mbah Lanah menjadi incaran Belanda untuk ditangkap dan untuk menghindari hal tersebut akhirnya ia hijrah ke wilayah Sarang Rembang.

Sesampainya di Sarang, beliau mengawali kiprahnya dengan mengajarkan ilmu Agama Islam kepada masyarakat setempat. Dan berkat kegigihannya daerah sarang yang dulunya merupakan daerah gelap, gersang dan tandus, berangsur-angsur berubah menjadi desa hijau yang sejuk berkat dakwah mbah Lanah.

Dakwah mbah Lanah kemudian diteruskan oleh putranya yang bernama KH Ghozali yang akrab dipanggil dengan nama “Mbah Ghozali”. Di era Mbah Ghozali inilah lembaga pendidikan yang dirintis Mbah Lanah berubah menjadi Pondok Pesantren.

Mbah Ghozali berinisiatif mendirikan sebuah tempat penginapan atau pemondokan bagi para pencari ilmu agama dan komplek pertama yang dibangun oleh mbah Ghozali tersebut pada saat ini dikenal sebagai “Komplek A Ponpes Ma’hadul Ilmi Asy Syar’i (MIS)”.

Generasi selanjutnya diteruskan oleh menantu Mbah Ghozali yang bernama KH. Syu’aib bin Abdurrozaq. Kyai Syu’aib sendiri merupakan suami dari putri Mbah Ghozali yang bernama Nyai Hajjah Sa’idah Binti KH Ghozali.

Dari pernikahan tersebut Kyai Syu’aib memiliki seorang putri bernama Nyai Hasanah yang kelak menjadi istri dari Kiai Dahlan, yang kemudian memiliki putra bernama Kyai Haji Zubair Dahlan.

KH Zubair Dahlan merupakan salah seorang ulama terkemuka dan mengarang beberapa kitab, seperti Kitab Manasik Haji, Nadlom Risalah As Samarqondiyah yang diberi nama Al-Qolaid Fi Tahqiqi Ma’na Isti’aroh, dan beberapa Nadloman mengenai Rumus-Rumus Fuqoha’.

KH Zubair Dahlan ini merupakan ayahanda dari Kyai Haji Maimun Zubair, yang dikenal sebagai anggota Mustasyar Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) dan menjadi penerus perjuangan kakek buyutnya dalam mengembangkan Pondok Pesantren Sarang Rembang.

PENDIDIKAN MBAH MAIMUN ZUBAIR

Kematangan ilmunya tidak ada satupun yang meragukan. Sebab sedari balita beliau sudah dibesarkan dengan ilmu-ilmu agama. Sebelum menginjak remaja, beliau diasuh langsung oleh ayahnya untuk menghafal dan memahami ilmu Shorof, Nahwu, Fiqih, Manthiq, Balaghah dan bermacam Ilmu Syara’ yang lain. Kecemerlangan demi kecermelangan tidak heran menghiasi langkahnya menuju dewasa.

Pada usia yang masih muda, kira-kira 17 tahun, Beliau sudah hafal diluar kepala kiab-kitab nadzam, diantaranya Al-Jurumiyyah, Imrithi, Alfiyyah Ibnu Malik, Matan Jauharotut Tauhid, Sullamul Munauroq serta Rohabiyyah fil Faroidl. Seiring pula dengan kepiawaiannya melahap kitab-kitab fiqh madzhab Asy-Syafi’I, semisal Fathul Qorib, Fathul Mu’in, Fathul Wahhab dan lain sebagainya.

Dari ayahnya, beliau meneladani ketegasan dan keteguhan, sementara dari kakeknya beliau meneladani rasa kasih sayang dan kedermawanan. Kasih sayang terkadang merontokkan ketegasan, rendah hati seringkali berseberangan dengan ketegasan. Namun dalam pribadi Mbah Moen, semua itu tersinergi secara padan dan seimbang. Kerasnya kehidupan pesisir tidak membuat sikapnya ikut mengeras.

Beliau adalah gambaran sempurna dari pribadi yang santun dan matang. Semua itu bukanlah kebetulan, sebab sejak dini beliau yang hidup dalam tradisi pesantren diasuh langsung oleh ayah dan kakeknya sendiri. Beliau membuktikan bahwa ilmu tidak harus menyulap pemiliknya menjadi tinggi hati ataupun ekslusif dibanding yang lainnya. Kesehariannya adalah aktualisasi dari semua itu.

Walau banyak dikenal dan mengenal erat tokoh-tokoh nasional, tapi itu tidak menjadikannya tercerabut dari basis tradisinya semula. Sementara walau sering kali menjadi peraduan bagi keluh kesah masyarakat, tapi semua itu tetap tidak menghalanginya untuk menyelami dunia luar, tepatnya yang tidak berhubungan dengan kebiasaan di pesantren sekalipun.

MENUNTUT ILMU DI LIRBOYO

Pada tahun kemerdekaan, Beliau memulai pengembaraannya guna ngangsu kaweruh kePondok Lirboyo Kediri, dibawah bimbingan KH. Abdul Karim yang terkenal dengan Mbah Manaf. Selain kepada Mbah Manaf, Beliau juga menimba ilmu agama dariKH. Mahrus Ali juga KH. Marzuqi. Di pondok Lirboyo, pribadi yang sudah cemerlang ini masih diasah pula selama kurang lebih lima tahun. Waktu yang melelahkan bagi orang kebanyakan, tapi tentu masih belum cukup untuk menegak habis ilmu pengetahuan.

MENUNTUT ILMU DI MAKKAH

Tanpa kenal lelah beliau tetap menceburkan dirinya dalam samudra ilmu-ilmu agama. Sampai pada akhirnya, saat menginjak usia 21 tahun, beliau menuruti panggilan jiwanya untuk mengembara ke Makkah Al-Mukarromah. Perjalanan ini diiringi oleh kakeknya sendiri, yakni KH. Ahmad bin Syu’aib.

Tidak hanya satu, semua mata air ilmu agama dihampirinya. Beliau menerima ilmu dari sekian banyak orang ternama dibidangnya, antara lain:

- Sayyid Alawi bin Abbas Al Maliki
- Syekh Al-Imam Hasan Al-Masysyath
- Sayyid Amin Al-Quthbi
- Syekh Yasin bin Isa Al- Fadani
- Syekh Abdul Qodir Almandily

Dua tahun lebih Beliau menetap di Makkah Al- Mukarromah. Sekembalinya dari Tanah suci, Beliau masih melanjutkan semangatnya untuk “ngangsu kaweruh” yang tak pernah surut. Walau sudah dari Arab, beliau masih meluangkan waktu untuk memperkaya pengetahuannya dengan belajar kepada Ulama-ulama’ besar tanah Jawa saat itu.

ISTRI DAN PUTRA PUTRI MBAH MAIMUN ZUBAIR

KH. Maimoen Zubair mempunyai 2 istri, yang pertama yaitu Hj. Fahimah putri KH. Baidhowi Lasem, dari sini beliau dikaruniai 7 anak, empat di antaranya meninggal pada waktu masih kecil. Sedangkan 3 yang lainnya yaitu : KH Abdullah Ubab, KH Muhammad Najih, Neng Shobihah.

Setelah istri pertama meninggal beliau memutuskan untuk menikah lagi, kali ini beliau memperistri Nyai Masthi'ah Putri KH. Idris asal cepu Blora. Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai 6 anak putra, dan 2 anak putri.

Mereka di antaranya adalah KH Majid Kamil, Gus Ghofur, Gus Ro'uf, Gus Wafi, Gus Yasin, Gus Idror, Neng Shobihah (meninggal), dan Neng Rodhiyah.

Biografi dan Silsilah Mbah Maimun Zubair

Subscribe Our Newsletter