Social Items

BADUNG - Seorang kakek tukang kebun warga Badung, Fadli (57), yang melakukan sodomi terhadap anak-anak di bawah umur ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Badung.

Pelaku sudah melakukan aksi sodomi sebanyak 44 kali lebih.

"Menurut pengakuan korban, perbuatan pelaku terhadap korban dilakukan beberapa kali, seingat korban mencapai lebih dari 44 kali," kata Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

Pelaku melancarkan perbuatan kejinya diawali membujuk korban yang masih duduk di SD dengan iming-iming makanan, minuman dan uang. Dia melakukan sodomi di areal kebun rumahnya.

"Pelaku mengajak korban ke rumah atau jalan-jalan lalu (melakukan sodomi, red) dengan imbalan berupa makanan, minuman, mainan dan uang. Motifnya pelaku merasa tertarik melihat korban dan merasa nafsu melihat korban," jelas Oka.

Aksi bejat pelaku ini diketahui setelah ibu kandung korban mencurigai anaknya yang kesakitan.

"Sesampainya di rumah karena merasa curiga ibu korban menanyakan keadaannya kepada korban namun korban tidak mau menjawab.

Kemudian ibu korban langsung menyuruh korban untuk membuka baju dan celananya dan setelah diperiksa ada rambut di bagian anus korban," ungkap Oka.

"Setelah dilihat kembali ternyata ada bagian pinggir luar bagian anusnya lecet. Setelah ditanyakan kepada korban apa yang sudah terjadi, korban mengakui bahwa sudah dicabuli oleh tersangka dengan cara tersangka memasukkan kemaluannya ke dalam anus korban," sambung Oka.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76 E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dengan ancaman hukuman 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Miris, Seorang Kakek Sodomi Bocah SD Lebih Dari 44 Kali

PEKANBARU - Seorang ayah bernama Hermanto (38), warga Kecamatan Tampan, Pekanbaru, ditangkap polisi setelah membunuh anak kandungnya bernama Padil Hermansya.

Polisi menyebut Hermanto mengaku membunuh anaknya karena ingin mengusir kuntilanak yang bersemayam di tubuh anaknya.

"Pelaku pembunuhan sudah kita amankan. Dia mengaku melakukan sendirian. Alasannya, ingin mengusir kuntilanak di tubuh anaknya," kata Kapolsek Tampan AKP Juper Lumbang Toruan kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

Menurut data yang didapat dari AKP Juper, Hermanto mengaku aksi pembunuhan itu terjadi pada pukul 03.00 dini hari tadi.

Jenazah Padil diketahui oleh keluarga lain pukul 10.30 WIB, itu pun saat keluarga mendobrak pintu samping rumah dan menemukan Padil tidak bernyawa.

Juper mengatakan tega membunuh anaknya itu karena mendapat bisikan gaib. Bisikan gaib itu mengatakan bahwa di dalam tubuh Padil ada kuntilanak yang bersemayam dan harus disingkirkan.

Menurutnya, kutilanak yang selama ini ada di tubuh istrinya telah berpindah ke anak bungsunya itu. Pelaku memiliki tiga orang anak.

"Pelaku awalnya membekap mulut anaknya. Selanjutnya, dikoyaknya kertas Al-Qur'an dan disumpelkan ke dalam mulut korban," kata Juper.

Saat dibekap Padil disebut masih hidup tapi kesulitan bernapas, kemudian dia diletakkan di atas meja.

Saat itu juga Hermanto membakar kertas yang disumpalkan mulut Padil hingga akhirnya Padil meninggal.

"Cara membakar kertasnya, pelaku terlebih dahulu membakar plastik dan dibakarkan ke mulut anaknya. Korban pun meninggal," kata Juper.

Bukan hanya itu, Hermanto mengaku kembali menerima bisik gaib. Menurut pengakuan Hermanto kepada polisi bisikan gaib itu seakan-akan menyuruh Hermanto mengikat leher anaknya agar kuntilanak yang berada di tubuh anaknya itu pergi.

"Dia mengambil hanger yang dari kawat. Lantas kawat hanger itu dia belitkan di leher anaknya," kata Juper.

Dalam pemeriksaan pelaku mengaku melakukan perbuatan tersebut tanpa dia sadari. Dia mengaku sama sekali tidak sadar atas perbuatannya.

Viral, Berdalih Usir Kuntilanak Seorang Ayah Bunuh Anak Kandungnya

SERANG - Salah satu korban pembacokan di Bojonegara, Serang, meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon. Korban meninggal diketahui bernama Khaerul Anwar (40).

"Ya, satu MD (meninggal dunia) inisial K," kata Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Zamrul Aini, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (17/2/2020).

Peristiwa pembacokan itu terjadi pada Senin (17/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Ada 3 orang korban pembacokan yang dilakukan sekelompok orang dengan senjata tajam di depan PT SGM di Pangrango Dukuh, Bojoengara, Serang.

Peristiwa pembacokan itu mengakibatkan 3 korban mengalami luka-luka hingga harus dirawat intensif di rumah sakit. Satu korban dinyatakan meninggal dunia.

Polisi terus mengejar para pelaku. Masyarakat diminta tetap tenang menanggapi peristiwa pembacokan tersebut.

"Situasi masih masih kondusif, semua pihak masyarakat agar mempercayakan semua ke pihak kepolisian untuk memproses ini," ujarnya.

Polisi meminta agar masyarakat tak main hakim sendiri. Pihak kepolisian khawatir jika itu terjadi akan memperburuk situasi.

"Tidak usah pakai hukum rimba atau melakukan tindakan-tindakan yang akan memperburuk situasi," katanya.

Satu Korban Pembacokan Di Cilegon Meninggal

GARUT JABAR - Seorang wanita warga Garut, Teti (35), tewas terseret banjir bandang. Jasad Teti ditemukan setelah sempat hilang dua jam.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan, kejadian nahas tersebut terjadi Senin (17/1/2020) sore tadi di kawasan Kampung Legokmukti, Desa Karangsewu, Kecamatan Cisewu, Garut.

"Korban atas nama Teti meninggal dunia. Korban terseret banjir sekira pukul 14.00 WIB," ucap Tubagus saat dikonfirmasi wartawan, Senin malam.

Insiden tersebut bermula saat Teti, bersama suaminya dan dua warga lain hendak menuju kawasan persawahan dari rumahnya yang berada di Kampung Talun.

Tubagus mengatakan, saat berada di TKP, tepatnya di Sungai Ciawi, korban dan ketiga orang lain menyebrangi sungai yang diketahui tidak ada jembatan itu. Saat menyebrang, tiba-tiba terjadi banjir bandang.

"Korban dan tiga orang lain terseret banjir. Tiga orang selamat sedangkan korban hanyut," katanya.

Korban selamat kemudian berusaha mencari bantuan. Korban selamat bersama warga lain kemudian melakukan usaha pencarian di sekitar lokasi Teti terseret.

Setelah dua jam pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan. Korban ditemukan meninggal sekitar satu kilometer dari TKP.

"Korban ditemukan di Kampung Rawayan, Desa Karangsewu sekitar pukul 16.00 WIB sore tadi," kata Tubagus.

Korban kemudian dibawa ke rumah duka yang terletak di Kampung Talun, Desa Karangsewu.

Tubagus mengimbau masyarakat untuk waspada. Pasalnya, di Garut, khususnya Garut selatan, bencana alam sudah beberapa kali terjadi dalam satu bulan ini.

"Dengan adanya kejadian ini kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan," pungkasnya.

Wanita Di Garut Tewas Terseret Banjir Bandang

Polsek Pedurungan Amankan Segerombolan Anak Muda Yang Menamai Kelompoknya "All Star Timuran"

Polsek Pedurungan amankan segerombolan anak muda yang menamai kelompoknya “All Star Timuran”. “Kami mengamankan 14 orang dari jumlah keseluruhan yaitu 25 orang yang semuanya masih di bawah umur, kejadian bermula dari gerombolan tersebut melempari angkringan yang berada di daerah Wolter Mangonsidi dengan botol kaca, setelah itu orang yang berada diangkringan tersebut membalas lalu gerombolan anak muda yang menamai dirinya All Star Timuran yang berjumlah 25 orang berputar balik dan melakukan penyerangan dengan menggunakan celurit yang mengakibatkan 2 orang terluka dan di bawa kerumah sakit,” pungkas Kapolsek Pedurungan AKP Eko Rubiyanto SIK., MH.

Kapolsek Pedurungan menambahkan dari gerombolan anak muda tersebut Polsek Pedurungan mengamankan 8 buah senjata tajam jenis Celurit, 1 botol kaca yang digunakan untuk menyerang, 5 unit sepeda motor.


Resahkan warga Semarang, Gerombolan anak muda "All Star Timuran" di ringkus

MAGETAN JATIM - Seorang pria bernama Paing (55) asal Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan diamankan polisi setelah mencabuli tetangganya seorang gadis penyandang keterbelakangan mental yang berumur 26 tahun.

"Pelaku merupakan duda satu tahun karena istrinya meninggal dan mengambil kesempatan mencabuli korban," kata Kapolres Magetan, AKBP Festo Ari Permana, Senin (17/2/2020).

Dari hasil penyidikan, pelaku datang ke rumah korban saat suasana sedang sepi. Mengetahui rumah korban kosong, pelaku memberi uang Rp 2 ribu dengan syarat agar membuka pakaian.

"Mendengar permintaan itu, korban membuka pakaiannya dan pelaku kemudian memegang kemaluan korban.

Tetapi tak lama, adik korban pulang ke rumah. Dan langsung mengajak kakaknya untuk menjauhi pelaku," terangnya.

Adik korban kemudian memberitahukan peristiwa tersebut kepada kepada kedua orang tuanya dan kemudian melaporkannya ke Sat Reskrim Polres Magetan.

Polisi yang mendapat laporan kemudian mengamankan pelaku di rumahnya. Kapolres menjelaskan kemungkinan besar masih ada korban lain.

Dari keterangan beberapa saksi menunjukkan bahwa korban memang kerap melakukan asusila.

"Tapi benar atau tidaknya belum bisa kami sampaikan. Jika memang ada yang menjadi korban bisa saja laporkan kepada kami," pungkasnya.

Cabuli Wanita Keterbelakangan Mental, Pria Di Magetan Diringkus

PASURUAN JATIM - Sebuah Bus Ladju bernopol N 7348 UW menabrak seorang pengendara sepeda motor Yamaha V-Ixion di Jalan Raya Pantura, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Senin (17/2/2020).

Peristiwa ini mengakibatkan pengendara motor bernopol N 3757 WM, yakni Moch Ghofur (27), warga Jalan Ir Juanda, Kelurahan Blandongan, Kota Pasuruan, tewas di lokasi.

"Kecelakaan mengakibatkan pengendara motor meninggal di tempat. Untuk sopir bus mengalami luka ringan," kata Kanit Laka Polres Pasuruan Kota, Iptu Jayadi.

Untuk identitas sopir bus adalah Hendri (46), warga Jalan Jember, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso.

Dari olah TKP dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat Bus Ladju yang melaju dari arah barat ke timur mencoba mendahului kendaraan lain di depannya dari sisi sebelah kanan.

Saat mendahului kendaraan, Bus Ladju menabrak sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan.

Kerasnya tabrakan membuat motor yang ditumpangi korban terpental. Sedangkan bus baru berhenti setelah menabrak jembatan yang ada di sisi selatan jalan raya.

"Semua korban telah dibawa ke RSUD R Soedarsono Kota Pasuruan," pungkasnya.

Bus Tabrak Motor Di Pasuruan, Pengemudi Motor Meninggal di Lokasi

BLITAR JATIM - Seorang Remaja berumur 18 tahun asal Sukorejo, Kota Blitar, nekat melakukan percobaan pemerkosaan terhadap seorang tante-tante berumur 39 tahun di sebuah kamar kos kota setempat.

Namun, remaja berinisial Af itu harus menerima kenyataan pahit. Selain harus menahan sakit lantaran kemaluannya diremas dan ditarik sang tante, ia juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu setelah digelandang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar Kota.

Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard Sinambela mengatakan, cerita bermula saat tersangka Fa hendak dikenalkan seorang ibu kos dengan seorang gadis yang indekos di tempatnya.

Rupanya saat sampai tempat kos itu, Fa salah sasaran lantaran tak bisa membendung nafsunya.

"Sampai di tempat kos itu, tersangka tidak bertemu ibu kos. Dia berinisiatif mencari gadis yang akan dikenalkan kepadanya tersebut, dengan cara door to door," terang Leonard, Senin (17/2/2020).

Saat mencari gadis pujaannya itu, awalnya Fa hanya telanjang dada. Namun saat itu, ia melihat sang tante naik tangga. Nafsu Fa memuncak hingga melepas celana dan daleman yang dipakainya, lalu mengejar sang tante.

Benar saja, sang tante yang sedang asyik tiduran di ranjang langsung disergap oleh Fa dan langsung menggerayangi sang tante.

Mendapat perlakukan itu, korban langsung melawan dengan meremas kemaluan Fa hingga Fa kesakitan.

"Saat berupaya menyelamatkan diri, korban mengambil gerabah dan dilemparkan ke tersangka.

Tapi tersangka bisa menghindar dan membalas dengan memukulkan asbak serta pecahan gerabah ke kepala korban hingga korban berdarah," beber Alumnus AKPOL Tahun 2000 ini.

Setelah terjadi perlawanan yang cukup sengit, sang tante berhasil kabur. Sambil berdarah-darah, ia mencari pertolongan.

Salah satu warga yang ada di lokasi lalu menangkap Fa dan diserahkan ke Polsek Sukorejo.

"Tersangka ini berusaha memperkosa korban. Korban lalu melawan. Tersangka lalu menganiaya dengan memukul korban dengan asbak dan guci ke kepala korban. Tersangka mencari korban sambil telanjang," tambahnya.

Sementara pelaku Fa mengaku tidak bisa mengendalikan nafsunya setelah melihat kemolekan sang tante saat naik ke tangga. Ia yang sebelumnya hanya telanjang dada, akhirnya melepas celana dalamnya, dengan harapan sang tante akan nafsu melihatnya.

"Saya langsung memukulnya karena dia meremas kemaluan saya. Saya jatuh di kasur, terus dia mau keluar. Nah kaki saya masih mengaitkan kaki ke pintu," ucap Fa.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Fa dijerat dengan pasal berlapis yautu Pasal 53 juncto Pasal 285 KUHP tentang percobaan pemerkosaan serta Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Tak Jadi Perkosa Tante Karena Kemaluannya Ditarik, Remaja Blitar Bernasip Apes

KEDIRI JATIM - Bpk Imam Mubarok  Budayawan Kediri, membenarkan Presiden Susilo Bambang Yoedhoyono (SBY) dua kali ke Kediri. Tapi lewati pinggir dan tak berani lewat kota.

Berdasar data yang diterima, ada 3 presiden yang pernah berkunjung ke Kediri. Mereka yakni Presiden pertama Soekarno, presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Susilo Bambang Yoedhoyono (SBY).

Soekarno berkunjung ke Kediri sebagai presiden sekitar tahun 1948-1950. Terlepas dari itu, Bapak Proklamator juga pernah tinggal di Kediri waktu kecil.

Sementara Gus Dur datang ke Kediri sebagai presiden sekitar tahun 1999-2001. Kemudian SBY dua kali berkunjung ke Kediri. Yakni tahun 2007 dan 2014, saat erupsi Gunung Kelud.

Imam Mubarok mengatakan, SBY tidak benar-benar berkunjung ke Kediri, jika mengacu pada sejarah dari Kediri. SBY berkunjung ke Kediri bagian timur dengan menggunakan jalan pinggir untuk mengunjungi pengungsi erupsi Gunung Kelud.

"Kenapa Pak SBY waktu itu melipir, di pinggir-pinggir saja, nggak berani masuk kota. Dan baru masuk kota setelah lengser," jelas pria yang juga Dosen Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Senin (17/2/2020)

Menurut sejarah kuno, Kediri terbagi dua yakni barat dan timur Sungai Brantas. Saat menjabat Presiden, SBY dinilai tidak berani menyeberang Sungai Brantas ke barat.

Sabtu (15/2), Pramono Anung mengunjungi Kediri. Dalam sebuah kesempatan, ia mengaku melarang Presiden Jokowi datang ke Kediri agar tidak lengser sebagai orang nomor satu di Tanah Air.

Ia percaya bahwa Kediri angker bagi setiap presiden. Ia menyebutkan Gus Dur yang lengser dari kursi presiden setelah mengunjungi Kediri.

Politikus Partai Demokrat mematahkan mitos itu katanya. Ia mencontohkan SBY yang bisa menuntaskan masa jabatan meski dua kali ke Kediri dengan lewati pinggiran kota.

Dua Kali Ke Kediri, Ternyata SBY Tidak Berani Lewat Kota

Telah terjadi musibah orang tersambar petir a.n. Wangsit (53) warga RT 04 RW III Desa Kancilan, Kembang Jepara. Senin, 17/02/2020 Pukul 08:30 WIB.

Korban sedang Memupuk Urea ( Pupuk Urea ) di sawah Lembahan yang terletak Dukuh Sekuping RT 01 RW VI, milik Wito warga RT 02 RW I Desa Kancilan.

Saat itu hujan deras di sertai petir, korban kemudian berteduh di gubuk tiba – tiba ada petir dan langsung menyambar atap gubuk berseta korban yang berada di gubuk dan langsung meninggal dunia.

Setelah itu dilakukan Visum  oleh Pukesmas Kembang di lokasi, selanjutnya korban di evakuasi dan di serahkan ke pihak keluarga.

Memupuk padi saat hujan, seorang warga di Jepara tewas tersambar petir

KEDIRI JATIM - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Desa Papar Kecamatan Papar Kabupaten Kediri minggu malam 16/02/2020 wib.

Seorang Pengendara sepeda motor mengalami tabrak lari di Jalan Raya Papar Kediri tepatnya di Desa Papar Selatan Kecamatan Papar Kediri sekitar jam 19.30 WIB tadi malam.

AIPDA M Bahroni Kasi Humas Polsek Papar Kediri menjelaskan, kendaraan yang terlibat sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AG 2224 AC dikendarai MOCH. Angga Wahyudin warga Dusun Dahu Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri yang ditabrak kendaraan tidak dikenal identitasnya.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka cukup parah dan meninggal dunia di lokasi.

Penanganan selanjutnya oleh  Petugas Laka Polres Kediri. 

Korban Tabrak Lari, Pria Di Kediri Tewas Tertabrak

JAKARTA - Sekretaris Kabinet Pramono Anung melarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Kediri, Jawa Timur, karena suatu kepercayaan, yaitu presiden yang mengunjungi Kediri bakal lengser, seperti Gus Dur. Pihak Istana berbicara mitos merupakan bagian budaya Jawa.

Keangkeran Kediri terhadap kunjungan kenegaraan, sampai sekarang masih sangat mistis, dan paling ditakuti para Pemimpin nomer satu di INDONESIA.

Terbukti dengan lengsernya beberapa Presiden RI setelah melakukan kunjungan kerja ke Kediri. Antara lain Prsiden Soekarno, BJ Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Usai melakukan kunjungan, tak lama

Kemudian tiga presiden itu benar-benar lengser dari jabatanya.

Yang masih lekat dalam ingatan, tiga hari usai melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Presiden Abdurrahman Wahid lengser dari jabatannya. Begitu juga dengan Presiden BJ Habibie yang lengser setelah tak lebih dari tiga bulan datang ke Kediri.

Keangkeran Kediri bagi kunjungan presiden juga pernah diakui mantan Presiden Soeharto. Selama selama 32 tahun memimpin Indonesia, dia tak sekalipun berani datang ke Kediri. Mitos yang dipercaya jika seorang presiden bakal lengser tahta saat datang ke Kediri

Berawal dari legenda Kali Brantas, sebuah sungai yang membelah wilayah ini. Pendek kata, berdasar sejarah lisan disebutkan Sungai Brantas ini menjadi kutukan. Bagi raja atau yang sekarang disebut presiden berani melintasi sungai maka tak lama dia akan lengser.

Meski begitu Presiden SBY tak ragu-ragu “menabrak” mitos itu. Karena SBY tau kalau jabatannya sudah habis pada tahun 2014 dimasa erupsi gunung Kelud 2014 silam, dan SBY baru memberanikan dirinya berkunjung ke Kabupaten Kediri.

Tidak hanya lewat pesan pendek, larangan ke Kediri juga disampaikan langsung, lewat telepon dan surat. Intinya, meminta SBY tidak berkunjung ke Kediri.

Mitos tersebut tidak mengubah niatnya datang melihat langsung pengungsi Gunung Kelud. “Tidak mungkin saya berhipotesa tentang kekuasaan sementara rakyat saya di Blitar dan Kediri mengalami ancaman letusan Gunung Kelud.

Saya harus datang dibandingkan risiko yang harus didapat, kalau yang dimitoskan itu benar terjadi,” tutur SBY.

Dalam riwayat lain Babat Kadhiri, konon terdapat kutukan pada kerajaan Kediri tatkala terlibat dalam peperangan dengan musuh. Bunyinya, "Jika pasukan Kediri menyerang musuh di daerah lawan lebih dulu akan selalu memenangkan pertempuran, akan tetapi sebaliknya jika musuh langsung menyerang ke pusat kerajaan Kediri lebih dulu maka musuh itu akan selalu berhasil memperoleh kemenangan yang gemilang."

Barangkali karena kutukan itulah konon para presiden RI selalu menghindari untuk singgah ke kota Kediri dalam setiap perjalanan di wilayah Jawa Timur.

Ada yang menafsirkan, tatkala presiden berani singgah ke Kediri, maka posisi mereka bakal mudah diserang oleh musuh atau lawan politiknya.

Namun kisah tutur masyarakat setempat mengaitkan kutukan itu dengan tempat, misalnya Simpang Lima Gumul di Kediri, yang dipercaya sebagai pusat Kerajaan Kediri.

Sementara kisah lain mengaitkan mitos dengan kutukan Sungai Brantas yang menjadi tapal batas Kerajaan Kediri, yakni bila ada raja, kini disebut presiden, masuk ke Kediri melewati Sungai Berantas maka akan tumbang.

“Kutukannya cukup jelas, siapa kepala negara yang tidak suci benar masuk wilayah Kota Kediri maka dia akan jatuh".

Ini sangat tergantung kepada keyakinan masing-masing untuk masuk wilayah Daha (Kota Kediri), namun kenyataannya sampai sekarang Pemimpin besar tidak berani masuk wilayah Kota Kediri saat masih menjabat.

Keangkeran Kediri Terhadap Kunjungan Presiden Masih Menakutkan

GARUT JABAR - Sebuah mobil oleng lalu menghantam sepeda motor dan benteng toko di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dua orang, ibu dan anaknya yang pelajar SMP luka parah akibat kejadian itu.

Insiden tersebut berlangsung di Jalan Cimanuk, Kecamatan Garut Kota, Senin (17/2/2020) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Menurut saksi mata, Parmo (56), mobil Honda Brio nopol D-1354-AHI itu melaju kencang dari arah Tarogong menuju selatan.

"Mobil maju dari kawasan Leuwidaun menuju ke arah Maktal. Sekilas saya lihat ngebut," ucap Parmo kepada wartawan di lokasi kejadian.

Parmo melihat mobil dalam keadaan melaju kencang. Menurut Parmo, di TKP, atau tepatnya di kawasan pertigaan Apotiksari, mobil oleng dan terjadi kecelakaan.

"Awalnya mobil kelihatan oleng. Setelah oleh mobil nabrak motor, terus kelihatannya sopir banting stir dan langsung nabrak benteng," katanya.

Mobil yang diketahui berpenumpang empat orang tersebut akhirnya nyungsep menabrak benteng sebuah toko yang terletak di pinggir jalan.

Akibat kejadian tersebut, ibu dan anaknya yang berboncengan menggunakan sepeda motor tertabrak mobil. Kedua korban, Yani (48) dan Fanisha (13), mengalami luka parah dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.

"Saya lihat memang korban cukup parah, lukanya ada di kaki, tangan sampai kepala," kata Parmo.

Kecelakaan itu kini ditangani polisi. Sejumlah petugas terlihat berada di lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara. Pengendara mobil kabarnya saat ini tengah dimintai keterangan.

Polisi memeriksa sopir mobil tersebut. "Sopir sedang kami minta keterangan, sementara korban dibawa ke rumah sakit. Korban ada dua, ibu dan anak," kata Kasat Lantas Polres Garut AKP Asep Nugraha.

Mobil Hantam Sepeda Motor, Ibu Dan Anak Di Garut Kritis

KEDIRI JATIM - Depresi akibat sakit komplikasi yang dideritanya, SUBANDI, warga Desa Trenceng Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung nekat bunuh diri.

Dia menceburkan diri di sumur milik tetangganya. Peristiwa terjadi pada Minggu 16/02/20 sore sekitar jam 17.00 WIB.

Kapolsek Sumbergempol Tulungagung, AKP I Nengah Suteja saat dikonfirmasi menjelaskan, awalnya warga mencari-cari SUBANDI yang hilang dari rumahnya.

Ketika mereka melintas di dekat sumur yang berada di depan rumah Subandi, warga melihat ada sepasang sandal mengapung di dalam sumur milik SUNARTO, tetangganya.

Merasa curiga, warga kemudian mengecek sumur tersebut. Ternyata benar, SUBANDI ditemukan sudah meninggal dan mengapung di dalam sumur tersebut.

Petugas Polsek Sumbergempol bersama Tim Medis dari Puskesmas Bendilwungu yang tiba di lokasi melakukan evakuasi dan visum luar terhadap jenazah.

Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Diduga SUBANDI nekat sengaja bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke sumur.

Menurut keterangan RIFAN, anak korban, ayahnya itu sudah lama menderita sakit kencing manis dan gagal ginjal.

Ditambah lagi, istri SUBANDI juga pergi bekerja ke Hongkong sehingga tidak ada yang merawatnya.

Depresi Istri Ke Hongkong, Pria Tulungagung Bunuh Diri Nyemplung Sumur

JOMBANG JATIM - Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jl Raya Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Jombang, Senin (17/2/2020) sekitar pukul 6.50 WIB. Satu orang meninggal di TKP (tempat kejadian perkara) dalam peristiwa itu.

Kepala Unit Kecelakaan Sat Lantas Polres Jombang Iptu Sulaiman menjelaskan, empat kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah mobil pikap nopol L 9956 AM, lalu sepeda motor Honda Beat nopol S 4618 OM, kemudian sepeda motor Honda Vario putih nopol S 3958 WK, serta Honda vario hitam nopol S 4726 XY.

Semula mobil pikap yang dikemudikan Sudarman (55), warga Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya berjalan dari arah utara ke selatan. Nah, saat berada di jalan nasional tersebut, kendaraan tersebut mengalami pecah ban depan sebelah kanan.

Tentu saja, mobil pikap hilang keseimbangan. Kendaraan tersebut oleng ke kanan dan menabrak bagian belakang sepeda motor Honda Beat S-4618-OM yang dikendarai Suwati (45), warga Dusun Gedang Keret, Desa Banjardowo, Jombang. Pengendara Beat ini berjalan searah di depan pikap.

Setelah itu mobil pikap tertabraksepeda motor Honda Vario putih nopol S-3958-WK yang berjalan dari arah berlawanan bersamaan dengan Vario hitam nopol S-4726-XY yang berjalan dari arah berlawanan. Pengendara vario putih adalah Khomarudin (50), warga Dusun Plumpung, Desa/Kecamatan Perak, Jombang.

Sedangkan pengendara Vario hitam Emilia Zusifa (45), warga Dusun Bekel, Desa Kepuhkajangm Kecamatan Perak. “Dua pengendara Vario hanya terluka dan dirawat di RSUD Jombang, sedangkan pengendara Beat atas nama Suwati meninggal di lokasi. Sopir pikap tidak terluka,” pungkas Sulaiman.

Kecelakaan Maut Di Jombang, Satu Korban Meninggal

CIANJUR JABAR - Seorang Ibu bernama Kasih (54), warga Kampung Cijeblog, Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur menderita luka memar di sekujur tubuh dan bagian wajahnya.

Ia diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan anak dan menantunya sendiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tindak kekerasan itu berawal ketika Kaesih mendatangi rumah anaknya RH di BTN Mayak Asri, Desa Mayak Kecamatan Cibeber. Dia datang berniat untuk meminta uang pada anaknya yang sudah pulang dari Arab Saudi usai menjadi TKI.

"Sebagai ibu saya kangen dengan anak saya, sekalian meminta uang untuk anaknya yang saya urus selama dia bekerja ke luar negeri.

Karena saya sampai minjam uang ke bank keliling, untuk biaya semesteran dan lainnya," ungkap Kaesih kepada wartawan, Minggu (16/2/2020).

Bukannya mendapatkan sambutan hangat, Kaesih malah mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari RH. Bahkan dia disebut sebagai orangtua mata duitan dan hanya ingin harta anaknya.

"Padahal saya minta uang itu buat cucu, anaknya sendiri yang sekarang sudah SMK," ucapnya.

Kaesih sempat cekcok dengan anaknya soal uang untuk sekolah. Tidak lama setelah cekcok, Kaesih malah mendapatkan pukulan pada bagian wajah hingga membuatnya pusing dan hampir terjatuh.

Tak sampai di situ, RH kembali memukul korban yang tengah merangkak ke kamar lantaran menganggap ibunya akan merusak barang-barangnya, padahal Kaesih hanya mencari kerudungnya yang terjatuh.

"Baju saya sampai robek karena dipukul dan ditarik sama anak saya," lirihnya.

Miris, Seorang Anak Di Cianjur Tega Aniaya Ibu Kandung

Loading...