TRENGGALEK JATIM - Lutfi Oktaviantoro, nelayan soko Watulimo Trenggalek ditemokake mati amarga disabetake bledhek nalika lagi ngresiki prau ing cangkem Kali Cengkrong Trenggalek, dina Setu awan kepungkur. 


Nalika dikonfirmasi, Kepala Bagian Operasi Kantor Penelusuran dan Bantuan Basarnas Surabaya, I WAYAN SUYATNA, ujar manawa wiwitane LUTFI ngresiki prau ing muara Kali Cengkrong udakara jam 4 sore. 

Udan lagi udan. Dumadakan LUTFI disabet bledhek lan disapu lepen kali tumuju perairan Pantai Prigi. Kulawarga curiga amarga LUFTI durung sore mulih. Kejadian kasebut banjur dilaporake menyang Pos Trenggalek SAR. Petugas sing nampa laporan kasebut banjur nganakake pencarian LUTFI wiwit jam 22.00 WIB. 

Upayane petugas kasebut mung sukses dina Senen esuk udakara jam 04.40 WIB. LUTFI ditemokake udakara 40 meter saka lokasi awal sing umbah-umbah kanthi kondhang. Sabanjure, jisime LUTFI dievakuasi dening petugas menyang rumah sakit.

Naliko Ngresik iw Prahu, Nelayan Trenggalek Kesamber Bledek

BANYUWANGI JATIM - Wong lanang ing Banyuwangi dilaporake amarga ngeloni pacare sing dipoyoki nganti meteng. Korban sanggama isih bocah cilik. Wong iki RA (22), warga Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Dina Kemis (20/2/2020) udakara jam 24.00 WIB, dheweke nate sesambungan karo pacare sing umure 14 taun. Saiki korban meteng 8 wulan. 


Nalika semana, RA ngundang korban supoyo nginep ing omahe. "Korbane bocah cilik sing ora sekolah. Nalika semana, korban digodha pelaku sing lagi nginep ing omah tersangka nalika semana," ujare Kepala Polisi Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifudin marang wartawan, Senin (16/11/2020). 

Supaya korban kepengin nuroni, RA janji bakal omah-omah karo korban yen dheweke ngandheg. Nanging, nganti saiki pelaku durung netepi janji kasebut. "Nganti pungkasane korban nglaporake menyang kulawargane. Kulawargane ora trima banjur lapor menyang polisi," tambahnya. 

Laporan kasebut, polisi langsung ngamanake tersangka ing omah. Ora mung iku, polisi uga nyita bukti kanthi wujud celana celana biru, kotang abang, kaos cekak putih kanthi garis-garis kembang, lan celana pendek cetak kembang ireng. Minangka asil saka tumindak kasebut, tersangka kasebut ditahan ing Kantor Pusat Polisi Banyuwangi. 

Polisi nuntut pelaku kasebut menyang Pasal 81 UU Republik Indonesia Nomer 17 taun 2016, babagan penetapan peraturan pamrentah tinimbang UU No.1 taun 2016, babagan amandemen kaping pindho UU Nomer 23 taun 2002 babagan perlindungan bocah. "Ancaman ukuman minimal 5 taun lan maksimum 15 taun kunjara," ujare. 

Sementara, RA ngakoni yen dheweke mung pacaran karo korban suwene 1 wulan. Supaya dheweke ora ngerti apa korban kasebut hamil nganti 8 wulan. "Aku ora ngerti apa aku hamil. Aku mung pacaran karo dheweke 1 wulan," jarene.

Lanangan Nek Banyuwangi Iki Ora Tanggung Jawab Mari Ngetengi Genda'ane

MALANG JATIM - Seorang pengendara motor meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa Jatiguwi Sumberpucung Malang sekitar jam 15.00 WIB tadi sore.
 

AKP EFENDI, Kapolsek Sumberpucung Polres Malang saat dikonfirmasi mengatakan korban meninggal bernama SARPANI SABAR, warga Desa Sanggreng Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. 

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum mengalami kecelakaan SARPANI mengendarai sepeda motor Honda Supra bernomor polisi N 6973 EG. 

Awalnya dia mengendarai sepeda motor menyusuri tepi jalan Desa Jatiguwi.
 
Sampai di lokasi kejadian, SARPANI berusaha mengendarai motornya naik ke aspal jalan. Karena kurang mengantisipasi selisih ketinggian aspal, motornya tergelincir dan jatuh. 

Kepala SARPANI membentur aspal, bahkan helmnya juga pecah. Akibatnya SARPANI mengalami luka serius di bagian kepala hingga meninggal dunia di lokasi.

Sumber : Andikafm.com

Alami Kecelakaan Tunggal, Warga Malang Tewas Di lokasi

MOJOKERTO JATIM - Tiba-tiba sadar berada di tengah persawahan yang gelap dan sepi membuat SR (31) ketakutan. Pria asal Surabaya ini sempat menangis saat menunggu bantuan datang.

Perjalanan pulang SR dari Malang ke Surabaya semula berjalan lancar. Masalah mulai terjadi saat panduan google maps menuntunnya keluar dari jalan tol melalui exit Pandaan, Pasuruan.

Sekitar 30 menit dari exit Pandaan, sekitar pukul 19.30 WIB, SR dikejutkan suara ketukan pada kaca pintu sebelah kiri mobil yang dia kendarai. Dari ekor matanya, karyawan perusahaan asuransi ini melihat penampakan perempuan dengan rambut menutupi muka.

"Saya merinding dan tidak berani melihat sosok tersebut. Posisi duduk saya majukan supaya bisa mudah melihat spion," kata SR kepada wartawan, Sabtu (14/11/2020).

Saat itu dia merasa melalui jalan yang lebar dan mulus. Jalur yang tidak dia kenal itu banyak penerangan jalan dan berkabut pada sisi kanan dan kirinya. Hanya saja, dia mengaku tidak sekalipun bertemu orang dan kendaraan lainnya.

"Saya melaju kencang, saya lihat speedometer sekitar 80-100 km per Jam karena jalannya mulus dan lurus," ungkapnya.

Tiba-tiba sekitar pukul 21.00 WIB, mobil Daihatsu Xenia yang dia kendarai tidak bisa berjalan. Karena sasis mobil tersangkut bebatuan. Sehingga roda mobil hanya berputar tanpa menyentuh permukaan jalan.

Bak disambar petir saat turun dari mobil, SR sadar sedang berada di tengah persawahan yang gelap dan sepi. Dia tersesat seorang diri di Dusun Made, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Tempat yang sangat jauh dari tujuannya, yaitu Kelurahan Kertajaya, Gubeng, Surabaya.

Sumber : detik.com

Usai Lihat Penampakan Hantu, Pria Ini Tersesat Dan Ketakutan

BREBES JATENG - KH Mukhlas Hasyim, satu dari sembilan pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19, meninggal pada Sabtu (14/11) hari ini. Almarhum sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Kabar meninggalnya KH Mukhlas Hasyim ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Sartono. Dia menjelaskan, KH Mukhlas Hasyim meninggal setelah menjalani perawatan di RS Tugu Rejo, Semarang.

"Kabar dari dokter Pondok Pesantren Al Hikmah 2, pasien atas nama Mukhlas Hasyim meninggal tadi siang. Beliau adalah salah satu dari sembilan pengasuh yang terkonfirmasi positif COVID-19," kata Sartono saat dihubungi, Sabtu (14/11/2020).

Sartono menambahkan, almarhum sebelumnya memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

"Ada komorbidnya, yaitu hipertensi," ungkapnya.

Terpisah, salah seorang pengasuh ponpes Al Hikmah 2, KH Solahudin, mengatakan jenazah KH Mukhlas Hasyim akan dimakamkan di Desa Benda, Sirampog.

"Pemulasaraan dilakukan di Semarang. Setelah disalatkan akan langsung dibawa ke Benda untuk dimakamkan standar COVID-19," kata Gus Solah, panggilan akrab KH Solahudin, saat dihubungi.

Diberitakan sebelumnya, sembilan pengasuh dan dua santri Ponpes Al Hikmah 2 Benda Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19. Sementara itu, 200 santri yang mengeluhkan kehilangan indra penciuman juga diisolasi di area ponpes.

"Awalnya ada pengasuh yang kena, kemudian di-tracing muncul dua santri positif dan delapan pengasuh yang kena," kata Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Sartono, kepada wartawan di kantornya, Jumat (13/11).

Sartono menerangkan dua santri yang positif Corona mengalami gejala sehingga dipulangkan ke daerah asal mereka di Pekalongan dan Banten. Sementara beberapa pengasuh yang positif Corona ada yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Setelah muncul kasus baru di ponpes tersebut, ada 200 santri yang mengaku kehilangan indra penciuman. Dari 200 santri tersebut, 67 di antaranya lalu diperiksa dan dinyatakan reaktif rapid test.

"Secara subjektif, 200 santri ini mengaku mengalami gangguan indra penciuman. 67 santri di antara 200 orang itu kemudian menjalani rapid test dan hasilnya reaktif," tutur Sartono.

Untuk mengantisipasi penularan virus Corona di ponpes tersebut, 200 santri yang mengaku kehilangan indra penciuman diisolasi di ruangan khusus di kawasan ponpes. Mereka dipantau tim medis dari Dinas Kesehatan dan pihak Ponpes Al Hikmah 2.

"Kami pakai prosedur sesuai edaran Menkes revisi 5 tentang SOP penanganan COVID-19. Mereka cukup isolasi mandiri kecuali ada gejala klinis yang muncul, baru dirawat," ujar Sartono.

Sumber : detik.com

Kabar Duka, KH Mukhlas Hasyim Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Brebes Berpulang ke Rahmatullah

JOMBANG JATIM - Seorang pemuda dianiaya Kepala Dusun (Kasun) saat berkencan dengan pekerja seks komersial (PSK) di Jombang. Penyebabnya sepele, pemuda ini tidak kunjung klimaks (orgasme) saat berkencan dengan PSK tersebut.


Nasib sial itu dialami Achmad Saifudin (24), warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Dia berkencan dengan seorang PSK bernisial SAL di kamar rumah warga Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Jombang yang disewakan pada Sabtu (7/11) sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu, Saifudin dan SAL sepakat kencan singkat itu hanya satu jam. Namun hingga satu jam berlalu, Saifudin tidak juga klimaks. SAL pun kesal dengan pelanggannya tersebut.

Diam-diam, wanita 34 tahun itu mengirim pesan singkat ke Agus Syarifudin (31), Kasun Petengan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Dia meminta bantuan Agus untuk mengusir pelanggannya tersebut.

"Yang pria ini sudah satu jam tidak keluar-keluar, ceweknya keberatan. Kemudian ceweknya minta tolong ke Pak Polo (Kasun)," kata Kapolsek Jombang AKP Moch Wilono kepada wartawan, Sabtu (14/11/2020).

Wilono menjelaskan Agus saat itu peduli lantaran mantan suami SAL adalah teman dekatnya. Dia mendobrak pintu kamar tempat SAL melayani Saifudin sekitar pukul 23.30 WIB.

"Korban (Saifudin) memukul duluan, tapi tidak kena, lalu dihajar pelaku menggunakan tangan kosong," terangnya.

Kasun Tambakberas itu melayangkan bogem mentah ke wajah dan dada Saifudin beberapa kali. Akibatnya, korban menderita luka robek pada pelipis kanan, memar pada mata kiri, serta sesak di dada.

"Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara pelaku sudah kami tangkap," jelas Wilono.

Akibat perbuatannya, Agus disangka dengan pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan. Ancaman hukuman dua tahun penjara sudah menantinya

Sumber : detik.com

Terlalu Lama Tak Kunjung Orgasme, Remaja Di Jombang Dihajar

KEDIRI JATIM - Di sudut Desa Kayen Kidul kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri, yang dulunya hanyalah sebuah sungai kecil yang difungsikan untuk irigasi pertanian, di tangan para pemuda kampung kini disulap menjadi sebuah tempat yang menarik dan instagramabel.


Hanya bermodalkan semangat dan tekad untuk ingin memajukan perekonomian lingkungan, para pemuda bergotong royong membangun satu persatu tempat di pinggiran Sungai Jegles. Dengan menggunakan bambu yang didapat dari lokasi pula, pertama kali membuat sebuah warung berukuran 4 meter persegi.


Di warung ini tersedia berbagai makanan tradisional maupun kekinian yang harapannya dapat disukai oleh pengunjung.

Kemudian, sisa bambu dari pembuatan warung digunakan untuk membuat meja kursi. Uniknya penataan tempat makan dan nongkrong ini berada ditengah aliran sungai yang arusnya tidak terlalu besar.

Berawal dari sinilah, kemudian tidak disangka sangka, masyarakat dari berbagai Desa Dikabupaten Kediri penasaran untuk datang ke lokasi ini, bahkan masyarakat dari sekitar Kabupaten Kediri seperti Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang juga mengunjungi lokasi ini. Kemudian oleh pemuda lokasi ini di berinama KALJE yang merupakan kepanjangan dari Kali Jegles.

“Harapan kami dengan nama itu lebih mudah dikenali oleh orang, sehingga masyarakat akan merasa familiar dengan sebutan KALJE,” kata Nunung Tri Hanurani pendamping Kalje, Jumat (13/11/2020).

Lebih lanjut Nunung mengungkapkan, jika ide inisiatif pembangunan lokasi Kalje merupakan murni dari pemuda lingkungan setempat, tanpa ada campur tangan dari masyarakat luar, sehingga penataan maupun isi dari lokasi wisata mempunyai ciri khas yang asri, tenang dan nyaman karena berada di tengah Desa.

“Saya hanya memberikan masukan jika dimintai tolong oleh para pemuda, selebihnya saya lebih banyak hanya melihat mereka berkarya,” terang Nunung.

Untuk lebih memperindah lokasi, ide kreatif pemuda lingkungan Kalje terus berkembang, seperti membuat beberapa spot yang dapat digunakan para pengunjung untuk berswafoto berbentuk gazebo yang diletakkan di tengah sungai, ayunan bambu yang berada di sungai maupun di pinggir sungai serta beberapa hiasan yang dibuat dari bambu.

Sementara itu Nanik pengunjung dari Desa Peh Wetan Kecamatan Papar mengaku kaget jika dilokasi ini bisa dibuat tempat untuk bersantai dan menikmati alam Desa.

“Saya sebelumnya tidak mengira jika aliran sungai jegles ini dapat dibentuk tempat yang menarik seperti ini. Selain lokasi yang tenang makanan yang di jual di warung ini juga dengan menu menu tradisional sehingga harganya juga sangat terjangkau”. Ucap Nanik.

Pemuda Kayen Kediri Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Wisata Menarik

BLITAR JATIM - Banyaknya penanganan kasus yang mandeg, membuat sebagian masyarakat menuntut Kapolres Blitar mundur. Menurut Ketua LSM Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) Blitar, TRIANTO, belum adanya tindakan tegas dan serius dari Kapolres Blitar, AKBP AHMAD FANANI EKO PRASETYA dalam penanganan sejumlah kasus membuat masyarakat geram.
 

Saat dikonfirmasi, TRIANTO menilai penegakan hukum di Blitar masih terkesan hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Misalnya, pembiaran praktik penambangan pasir ilegal selama bertahun-tahun di kawasan DAS Brantas hingga di wilayah Gunung Kelud, seperti di Kecamatan Kademangan, Sutojayan, Garum, Gandusari dan Nglegok Blitar. 

Selama ini TRIANTO mensinyalir dari kelompok pemodal, leluasa melakukan aktivitas penambangan, padahal tidak ada izinnya.
 
TRIANTO juga menilai AKBP AHMAD FANANI tidak memiliki leadership atau kepemimpinan yang baik. Hal ini terbukti ketika ia berseteru dengan Kasat Sabhara Polres Blitar, AKP AGUS HENDRO TRI SUSETYO beberapa waktu lalu. 

Kejadian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi internal Polri. Selain itu TRIANTO juga menyoroti sejumlah kasus korupsi di Blitar yang mandeg. Misalnya kasus KONI yang diduga melibatkan 12 anggota DPRD Kabupaten Blitar. 

Padahal sudah ada penetapan tersangka, tapi sampai kini tidak ada tindak lanjut di Pengadilan Tipikor karena berkas perkaranya tidak kunjung tuntas atau P21.
 
Sebelumnya, puluhan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Blitar yang ada di Jalan Raya Talun Blitar, Selasa siang kemarin.  Massa menyampaikan rasa kecewanya terhadap kepemimpinan Kapolres Blitar, AKBP AHMAD FANANI EKO PRASETYA.  Selain berunjuk rasa, massa juga menggelar aksi kenduri dan doa bersama di depan Mapolres Blitar. 

Mereka mendesak agar Kapolres Blitar mengundurkan diri.

Sumber : andikafm.com

Banyak Kasus Tak Selesai, Masyarakat Blitar Minta Kapolres Mundur Dari Jabatan

JOMBANG JATIM - Kecelakaan tunggal dialami sebuah sepeda motor yang dikendarai berboncengan empat orang di Jalan Raya Palrejo Kecamatan Sumobito, Jombang, Rabu siang. 


Motor yang mereka kendarai terperosok selokan/parit di tepi jalan. Akibatnya, satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Sedangkan tiga lainnya mengalami luka berat di bagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit.
 
Kasat Lantas Polres Jombang, AKP HARIS DARMA SUCIPTO mengatakan, kecelakaan bermula saat sepeda motor Yahama Mio GT nopol S 3350 ZD dikendarai RANGGA DIMAS SAPUTRA, pelajar asal Desa Badas Kecamatan Sumobito yang membonceng tiga orang. 

Saat tiba di lokasi, dia berusaha menghindari jalan bergelombang, namun RANGGA tidak bisa menguasai laju kendaraan. Sepeda motornya oleng dan terperosok ke parit ada di sisi jalan.
 
Keempat korban terpental dan masuk ke dalam selokan. RANGGA mengalami cedera otak ringan. Sedangkan RASYA, 10 tahun dan ASKA, 4 tahun, mengalami luka di bagian kepalanya akibat benturan keras. 

Sementara itu, SRI MULYANI DEWI, 35 tahun, meninggal dunia di lokasi kejadian. Seluruh korban dilarikan ke RSUD Jombang.

Sumber : andikafm.com

Berboncengan 4, Remaja Di Jombang Tercebur Got Satu Korban Tewas

MALANG JATIM - Seorang karyawan perusahaan konfeksi ditangkap polisi terkait kasus pencabulan. Ia dilaporkan telah mencabuli anak bosnya.


Karyawan tersebut berinisial SA (19), warga Cianjur, Jawa Barat. Dalam penyidikan, ia mengaku sering dimarahi bosnya. Padahal, ia merasa tak melakukan kesalahan yang dimaksud.

Hal itu kemudian memicu tersangka untuk balas dendam. Peristiwa pencabulan terhadap anak bosnya terjadi Minggu (1/10) siang. Korban dicabuli saat terlelap tidur di kamarnya.

Selama ini, tersangka ikut tinggal di tempat bekerja, Kecamatan Klojen, Kota Malang. SA mengaku baru empat bulan bekerja, tetapi sering dimarahi bosnya tanpa sebab.

"Kejadian pencabulan dengan kekerasan terjadi saat tersangka masuk ke kamar tidur korban yang masih berusia 14 tahun. Saat itu korban sedang tertidur," kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada wartawan, Rabu (11/11/2020).

Dalam aksinya, tersangka langsung menutup mulut korban dengan tangan kiri. Sementara tangan kanan digunakan untuk mencabuli korban.

Korban sempat berontak dan melawan. Tetapi hal itu justru membuat tersangka semakin beringas mencabuli korban.

Setelah melakukan pencabulan, tersangka mencoba melarikan diri ke Jakarta dengan menumpang bus dari Terminal Arjosari, Kota Malang. Namun orang tua korban yang juga majikan tersangka lebih dulu mengamankannya di terminal.

"Yang bersangkutan lalu diamankan oleh ayah korban saat akan melarikan diri ke Jakarta," ungkap Leonardus.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara selama lima tahun dan maksimal 15 tahun.

Sumber : detik.com

Gegara Sering Dimarahi, Karyawan di Malang Cabuli Anak Majikan

JEMBER JATIM - Dua orang PNS yang kelakuan mesumnya direkam, ternyata seorang dokter dan bidan. 
Keduanya sehari-hari berdinas di Puskesmas Curahnongko.


Kepala Tata Usaha/Kepegawaian Puskesmas Curahnongko Moh Sholeh mengakui hal tersebut. Dia menyebut, keduanya adalah dokter dan bidan. Si pemeran laki-laki adalah seorang dokter, dan si perempuan adalah seorang bidan. "Ya, dokter dan bidan," ujar Sholeh.

Bahkan sang dokter adalah pejabat di Puskesmas Curahnongko. 

Pemeran video syur itu terbongkar karena videonya beredar melalui percakapan WhatsApp. 

Sejumlah warga Desa Curahnongko mendapatkan video tersebut. Warga yang resah kemudian mengadu ke Sholeh, juga ada yang mengadu ke wartawan.

Sholeh yang juga mengetahui video itu langsung bisa mengenali salah satu orang yang ada di rekaman. Dia adalah sang perempuan. 
Wajah perempuan itu memang terlihat. 

Ada beberapa video yang beredar, satu di antaranya video syur. Beberapa yang lain, adalah rekaman CCTV dan bukan gambar syur. Semua video menunjukkan aktivitas dua orang tersebut.

Satu video syur berdurasi 48 detik, menunjukkan wajah bu bidan. Lawan mainnya, yang akhirnya diketahui adalah pak dokter, tidak terlihat di video tersebut. 

Lelaki itu yang diduga mengambil gambar. Itu terlihat dari video yang bergerak ketika merekam adegan percumbuan pak dokter dan bu bidan.

Ketika video itu beredar, akhirnya diketahui siapa perempuan itu. Sholeh pun mencoba klarifikasi kepada bidan tersebut. Dari bidan itu pula, diketahui jika sang lelaki adalah pak dokter. Setelah klarifikasi itu, juga diketahui jika perbuatan syur antar bukan pasangan suami istri itu dilakukan di rumah dinas pak dokter di Puskesmas itu.

"Sudah saya klarifikasi, dan keduanya mengakui," imbuh Sholeh. Keduanya kemudian diminta membuat pernyataan pengakuan.

Sholeh akhirnya memilih meneruskan hasil klarifikasi tersebut ke Dinas Kesehatan. "Karena selanjutnya bukan wewenang saya lagi. Jadi saya serahkan ke Dinkes, karena untuk selanjutnya tugas dinas terkait. Sedangkan untuk video tersebut, saya tidak bisa mengomentarinya," lanjutnya.

Ketika ditanya, siapa yang menyebar video syur itu ke sejumlah warga Curahnongko, Sholeh tidak mengetahuinya. Nomor yang awal menyebarkan video tersebut tidak bisa dihubungi, ketika seorang warga mencoba menelepon nomor tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, perbuatan mesum antara pak dokter dan bu bidan diduga terjadi bulan Oktober 2020. Hal itu terekam dari kamera CCTV saat keduanya keluar dari rumah dinas tersebut.

Viral, Bidan Dan Dokter Di Jember Sedang Asyik Wik Wik Ah

TULUNGAGUNG JATIM - Polsek Besuki menangkap LS, perempuan 31 tahun di jalan Desa Wateskroyo, Kecamatan Besuki pada pada Senin (9/11/2020) malam.


Warga Desa Gombang, Kecamatan Pakel ini diketahui tengah mengirim minuman beralkohol jenis ciu.
Mama cantik ini membawa satu botol ciu kemasan 1,5 liter dan 10 kantong plastik berisi masing-masing 0,75 liter ciu.

Polisi juga menyita sebuah ponsel berisi bukti transaksi jual beli ciu.

Sebuah sepeda motor Honda Scoopy yang dipakai LS mengantarkan barang juga diamankan polisi.

"Yang bersangkutan kami tangkap saat mengantar pesanan ciu ke pembeli," terang Kapolsek Besuki, AKp Sumaji, Rabu (11/11/2020).

Sumaji mengaku sebelumnya mendapat infomasi kerap ada pengiriman ciu ke wilayahnya.

Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Hingga akhirnya petugas patroli berpakaian sipil mencurigai LS yang tengah mengendarai motornya sambil membawa barang.

"Saat melihat ada seseorang yang mencurigakan, kami hentikan dan kami periksa barang bawaannya. Dari situ ditemukan sejumlah barang bukti ciu," sambung Sumaji.

Polisi membawa LS ke Mapolsek Besuki untuk menjalani proses hukum.

Ibu Muda Di Tulungagung Ini Kepergok Saat Kirim Miras

TULUNGAGUNG JATIM - Berusaha kabur saat ditangkap, TS dan RN warga Kampung Jeruk Kecamatan Benduriang Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu pelaku perampok nasabah Bank ditembak dua kakinya. 


Keduanya ditembak kedua kakinya oleh petugas saat dilakukan penangkapan oleh petugas di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 7 Oktober 2020 kemarin.

Saat dikonfirmasi, Paur Humas Polres Tulungagung IPTU Neny Sasongko mengatakan, pada kasus pencurian dengan modus pecah ban di  Boyolangu Tulungagung beberapa waktu lalu, TS mengaku berperan memasang paku. 

Pelaku di Boyolangu ada dua orang, yaitu TS dan RN. Tetapi dari hasil pengembangan, RN juga melakukan pencurian dengan modus yang sama di wilayah Trenggalek. 

Selain TS dan RN, ada tiga pelaku lainnya yang sudah diamankan oleh Satreskrim Polres Kediri. TS dan RN baru melakukan tindakan kejahatan satu kali yaitu di Boyolangu.

TS dan RN ditangkap polisi di tempat kos Desa Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Saat penangkapan, TS dan RN sempat melakukan perlawanan dan melarikan diri, sehingga pihak kepolisian Subdit Jatanras Polda Yogyakarta beserta Unit Resmob Polres Bantul memberikan tembakan peringatan. 

TS dengan beberapa bukti langsung dibawa ke Polres Tulungagung untuk proses penyelidikan lebih lanjut. 

Sedangkan RN dibawa ke Polres Trenggalek karena terdapat kasus yang sama berlokasi di Trenggalek.

IPTU NENY menambahkan, ada  tujuh pelaku pencurian uang dengan modus kempes ban beberapa waktu lalu, beraksi di wilayah Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Blitar, Malang, dan Pasuruhan. Lima di antaranya berhasil ditangkap, dua orang  masih DPO.

Sumber : andikafm.com

Kabur Saat Ditangkap, Pelaku Kejahatan Ditembak Dua Kaki

BLITAR JATIM - Warga Dusun Sidomulyo Desa Sumbersari Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar digegerkan penemuan jenazah nenek usia 70 tahun mengapung di pinggir sungai. Kejadian sekitar jam 07.00 WIB tadi pagi. 
 

Bripka AGUS SUGIARTO Kasi Humas Polsek Udanawu Blitar, yang dikonfirmasi mengatakan, saat ditemukan warga kondisi jenazah tersebut mengapung  tersangkut pohon bambu. Kemungkinan sudah beberapa hari, karena kondisi jenazah mulai membengkak. 

Hasil olah TKP beberapa hari lalu ada warga sekitar melihat seorang nenek duduk dipinggir sungai dengan kondisi linglung. Saat akan didekati nenek itu pergi. 

Pagi tadi warga melihat ada jenazah wanita mengapung di pinggir Sungai Dusun Sidomulyo. 
 
Diduga jenazah wanita itu adalah jenazah YAMIRAH, usia 70 tahun, warga Dusun Ngubalan Desa Dadaplangu Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.  Saat ini jenazah berada di RSUD Mardi Waluyo Blitar. Pihak keluarga sudah dihubungi untuk memastikan identitas korban.

Sumber : andikafm.com

Sosok Mayat Wanita Ditemukan Mengapung di Sungai Blitar

PONOROGO JATIM - Seorang perangkat desa di Kecamatan Babadan, Ponorogo menghamili janda. Kini usia kandungannya sudah 5 bulan.


Perangkat desa tersebut yakni M (50) yang diketahui menjabat sebagai kasie pelayanan di desanya. Sementara janda itu berusia 37 tahun dan sudah mempunyai dua orang anak.

"Awalnya warga tidak tahu. Justru Si M yang lapor sendiri ke saya kalau sudah menghamili," tutur kades setempat, Sukatman kepada wartawan, Rabu (11/11/2020).

Sukatman menjelaskan, setelah ada laporan tersebut, istri sah dari M tidak terima. Akhirnya warga pun sempat melakukan demo.

"Kemarin, Selasa (10/11) warga sempat demo ke sini meminta Si M mundur dari jabatan dan menikahi Si janda. Si M pun menyetujui permintaan warga," ujar Sukatman.

Sukatman menambahkan, hubungan M dan janda itu sudah terjalin selama 1,5 tahun. M berselingkuh atau main serong.

Disinggung soal janda tersebut, Sukatman menjelaskan, yang bersangkutan sudah menjanda selama 4 tahun. Ia tinggal bersama ibu dan kakak angkatnya.

"Si janda ini tinggal satu desa tapi beda dusun dengan si M. Mereka sudah menjalani hubungan selama 1,5 tahun terakhir," pungkas Sukatman.

Sumber : detik.com

Perangkat Desa di Ponorogo Setubuhi Janda Hingga Hamil 5 Bulan

MOJOKERTO JATIM– Kecelakaan lalu-lintas dengan korban jiwa kembali terjadi di wilayah hukum Polres Mojokerto. Pengendara sepeda motor meninggal setelah tertabrak kendaraan Pikup di Jalan Raya Desa Centong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.


Kecelakaan terjadi pada sekira pukul 01.00 WIB. Pengendara sepeda motor Honda Beat nopol W 6973 ZV berjalan dari arah timur hendak ke barat. Saat mata menyebutkan, kendaraan yang dikendarai korban oleg dan tubuh korban jatuh ke kanan.

Di saat bersamaan, muncul kendaraan pikep Futura nopol L 8023 KD yang dikemudikan Muhammad Fatchurrohman (19) warga sekitar. Kendaraan korban yang oleng dan hilang kendali kemudian jatuh ke kanan tertabrak kendaraan pick up. Korban tewas di lokasi kejadian dengan luka serius.

“Korban itu dari timur ke barat, kemudian sepedanya oleng dan korban jatuh ke kanan. Saat itu melaju kendaraan pikep dari arah berlawanan sehingga terjadi kecelakaan. Yang meninggal itu orang Pacet, dia nggak pakai helm. Kalau pikep itu warga Centong sendiri,” ungkap saksi mata Rabu (11/11/2020).

Petugas dari Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto yang datang ke lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dibantu petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto, jenazah korban dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Korban diketahui atas nama Pandu Nata (12), seorang pelajar warga Desa Wiyu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Sopir kendaraan pikep beserta dua kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan, sementara kasus ini ditanggani Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto.

Kecelakaan Maut, Pelajar Di Mojokerto Tewas Tertabrak Pickup

NGANJUK JATIM - Sakit jantungnya kambuh, ATIN seorang laki-laki usia 57 tahun ditemukan meninggal di area persawahan Desa Tegaron Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Peristiwa ini terjadi sekitar 19.45 WIB kemarin malam.


Kapolsek Prambon Polres Nganjuk AKP M. SUDARMAN saat dikonfirmasi mengatakan kejadian ini berawal saat ATIN kemarin sore jam 16.30 WIB pamit dengan istrinya untuk mencari rumput. 

Tetapi setelah maghrib ATIN belum juga pulang ke rumah. Pihak keluarga di bantu tetangga berusaha mencari ke lokasi ATIN mencari rumput.  

Setelah sampai, ditemukan sepeda motor ATIN terparkir di sekitar lokasi, sedangkan ATIN berada tidak jauh dari sepeda motornya sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polsek Prampon. Petugas dan tim medis yang datang ke lokasi langsung melakukan evakusi. 

Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh ATIN. Diduga ATIN meninggal dunia karena SAKIT jantungnya kambuh saat mencari rumput. 

Hal tersebut juga diperkuat oleh keterangan keluarga bahwa selama ini ATIN mempunyai riwayat sakit jantung.

Sumber : andikafm.com

Sakitnya Kambuh, Petani di Nganjuk Meninggal Di Persawahan

MOJOKERTO JATIM - Seorang pasien ditemukan tewas gantung diri di ruang rawat inap RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Korban nekat mengakhiri hidupnya karena tidak tahan dengan sakit gagal ginjal selama 4 tahun terakhir.


Kapolsek Prajurit Kulon Kompol M Sulkan mengatakan, pasien berinisial DS (52) dirawat di ruang Hayam Wuruk nomor 9 RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo sejak Senin (2/11). Bapak dua anak warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto itu menderita gagal ginjal dan komplikasi.

DS nekat mengakhiri hidupnya setelah dirawat selama 8 hari di rumah sakit pelat merah tersebut. Dia ditemukan tewas gantung diri di atas ranjang tempatnya dirawat inap pada Senin (9/11) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Dalam kamar Hayam Wuruk nomor 9 itu ada 5 pasien. Menjelang salat magrib, saksi yang menjaga pasien di sebelah korban melihat botol air mineral terjatuh. Saat ditengok, korban sudah meninggal gantung diri," kata Sulkan saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/11/2020).

Saat mengakhiri hidupnya, lanjut Sulkan, DS seorang diri. Karena keluarga yang menjaganya keluar untuk membeli makan.

"Sudah kami lakukan visum luar terhadap jenazah korban, tidak ada tanda-tanda kekerasan," terangnya.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, kata Sulkan, DS kerap kali mengeluh tidak sanggup menanggung sakit yang dia derita. Bapak dua anak ini mengidap gagal ginjal dan komplikasi selama 4 tahun terakhir.

"Empat bulan yang lalu korban juga mencoba gantung diri di rumahnya, tapi ketahuan keluarganya. Korban sudah putus asa karena penyakitnya," ungkapnya.

Karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan, jenazah DS langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Sumber : detik.com

Depresi Karena Penyakit Yang Diderita , Pria Di Mojokerto Tewas Bunuh Diri Di RSUD

BLORA JATENG - Seorang remaja lelaki berinisial IF (17) menjadi korban pencurian dan kekerasan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kasus ini berawal saat korban akan bertemu dengan perempuan yang dikenalnya lewat media sosial.


"Korban bersama seorang temannya tiba di Cepu Selasa (10/11) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Niatnya hendak bertemu dengan teman wanita yang dikenal melalui medsos," ujar Kapolsek Cepu AKP Agus Budiyana kepada wartawan, Selasa (10/11/2020).

Korban yang berasal dari Kebumen berangkat menggunakan mobil rental menuju ke Cepu bersama seorang temannya. Korban berencana menemui perempuan berinisial T yang dikenalnya melalui media sosial sejak sebulan lalu.

Namun di tengah perjalanan, teman korban turun dari mobil. Sehingga korban melanjutkan perjalanan untuk menemui T seorang diri.

Setelah tiba di lokasi yang disepakati, ternyata korban ditemui oleh seorang laki-laki yang mengaku anak T. Pria tersebut mengaku akan mengantar korban ke rumahnya untuk bertemu dengan T.

Pria itu kemudian naik ke kursi belakang. Hingga akhirnya saat berada di lokasi kejadian, di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Cepu, Blora, pukul 03.45 WIB, pria tersebut meminta korban menghentikan mobil dengan alasan akan menunggu T.

Setelah mobil berhenti, pria tersebut memukul kepala korban menggunakan palu besi dari arah belakang sebanyak tiga kali. Tak hanya itu, pelaku juga menodong korban dengan pisau.

"Korban berusaha menyelamatkan diri dengan lompat dari jendela mobil. Setelah berhasil keluar korban berteriak meminta tolong kepada warga sekitar dan saat itu pelaku membawa lari mobil korban," terangnya.

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka di kepala dan lecet di perut akibat terkena pisau. Dalam hitungan jam, pelaku akhirnya ditangkap polisi di Stasiun Tobo pada siang tadi sekitar pukul 13.30 WIB.

"Pelaku terancam dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun penjara," imbuh Agus.

Sumber : detik.com

Kenal Dari Medsos, Remaja Di Blora Dianiaya Dan Dirampok

LAMONGAN JATIM - Angka perceraian di Lamongan tetap saja masih tinggi. 
Utamanya para istri, kaum Hawa ini mendominasi mengajukan gugat cerai dibanding cerai talak oleh kaum Adam. 


"Pengajuan gugat cerai dari para istri lebih tinggi dari cerai talak dari suami, yakni sebesar 52 persen, " kata Humas Pengadilan Agama Lamongan, Achmad Sofwan kepada wartawan,  Selasa (10/11/2020).

Diungkapkan,  sejak awal Maret Hingga November ini, PA Lamongan telah memutuskan ribuan perkara di tengah situasi pandemi global Covid -19 dimana salah satunya adalah perkara pengajuan cerai gugat. 

Tapi,  secara keseluruhan angka pengajuan cerai gugat di PA Lamongan tidak mengalami kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Karena pandemi ini efektifnya mulai awal Maret, jika dibandingkan dengan angka perceraian tahun kemarin, angkanya tidak berubah atau sama saja," katanya. 

Secara rinci, diungkapkan,  angka perceraian di Lamongan memang lebih banyak diwarnai dengan permintaan cerai gugat dari para istri, angkanya mencapai 52 persen. 

Sedangkan permintaan cerai talak dari  suami, sebesar 48 persen. Angkanya secara total sejak Januari mencapai 1.692 cerai gugat yang diajukan dari pihak istri.

"Sedangkan cerai talak yang diajukan suami sebanyak 799 atau 48 persen," ungkapnya. 

Sofwan menyebut, ada dua indikator yang menjadi soal dasar atau penyebab adanya proses pengajuan cerai yang terjadi di Lamongan. Pertama, persoalan ekonomi diantaranya suami-istri yang mencapai hampir 60 persen.

Disebabkan Suami Kerja Di Luar Kota, Angka Perceraian di Lamongan Tinggi