Social Items

JAKARTA - Di tengah kondisi pandemi corona atau COVID-19, penyanyi dangdut Via Vallen menjadi salah satu artis yang ikut memberi donasi.

Melalui akun Instagram-nya, Via Vallen mengunggah video saat sedang melakukan aksi sosial dengan bagi-bagi sembako.

"Alhamdulillah bantuan sembako di situasi wabah #corona sebagian sudah di salurkan. Semoga tepat sasaran dan bisa sedikit meringankan," tulisannya dalam akun Instagram.

"Saya mau mengajak semua temen2, bapak, ibu yg melihat postingan saya ini untuk turut membantu saudara2 kita yg kurang mampu. Jika memiliki tabungan lebih, tolong sisihkan sebagian untuk mereka yg membutuhkan bantuan. Kita yg punya tabungan lebih, Alhamdulillah masih bisa makan walaupun harus #dirumahaja," sambungnya.

Via Vallen turut prihatin karena masih banyak orang yang harus keluar rumah demi membiayai hidup keluarga.

"Tapi mereka yg ga punya bos, bahkan ga punya tabungan mau makan apa??? Mereka harus #dirumahaja tapi ga bisa makan apa2, mereka yg tetep nekat berangkat kerjapun hasilnya tidak seberapa di banding hari biasanya," ungkap Via Vallen.

"Sebagian kota di indonesia ini sudah di lock down dengan harapan bisa memutus rantai penyebaran virus #covid_19 ( itu sebabnya dimana mana para pedangan mengeluh, para pemberi jasa jg mengeluh, hanya sebagian bidang usaha yg bisa berjalan untuk saat ini )," lanjutnya lagi.

Pelantun lagu 'Sayang' ini berharap agar beberapa daerah dapat lockdown demi memutus penyebaran

"Sy berharap, semoga pusat penyebarannya jg di lock down demi kebaikan bersama, agar pemberlakuan lock down di beberapa kota ini tidak sia-sia, Semoga lelahnya menjadi lillah," harap Via Vallen.

Sumber: m.detik.com/31/03/2020

Keseruan Via Vallen Bagikan Sembako Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA - Di tengah wabah COVID-19, pemerintah memberikan sejumlah bantuan untuk masyarakat miskin. Ada 6 poin yang disiapkan oleh pemerintah untuk masyarakat miskin dalam menghadapi wabah Corona di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, jaring pengaman sosial ini disiapkan agar masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan pokok dan daya beli tetap terjaga.

"Kita siapkan jaring pengaman sosial untuk masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli," ujar Jokowi siang tadi di Istana Bogor, Selasa (31/3/2020).

Apa saja yang diberikan pemerintah untuk masyarakat lapisan bawah?

PERTAMA, adalah penambahan besaran dan jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Penerima manfaat PKH akan ditambah dari 9,2 juta keluarga menjadi 10 juta keluarga. Besarannya pun dinaikkan 25% untuk masing-masing komponen penerima manfaat.

Jokowi merinci komponen ibu hamil menjadi Rp 3 juta per tahun, komponen anak usia dini Rp 3 juta per tahun, dan komponen disabilitas Rp 2,4 juta per tahun.

"Kebijakan efektif mulai April 2020," tuturnya.

KEDUA, adalah kartu sembako. Jumlah penerima kartu sembako juga akan dinaikkan dari 15,2 juta penerima menjadi 20 juta penerima manfaat. Nilainya pun naik 30 persen dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu dan akan diberikan selama 9 bulan.

KETIGA adalah kartu pra-kerja. Jokowi akan menaikkan anggaran kartu prakerja dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. Jumlah penerima manfaat kartu prakerja juga bertambah menjadi 5,6 juta. Kartu ini akan diprioritaskan terutama untuk pekerja informal serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak COVID-19. Nilai manfaatnya adalah Rp 650 ribu sampai Rp 1 juta per bulan selama 4 bulan ke depan.

KEEMPAT adalah pembebasan tarif listrik. Pemerintah juga akan menggratiskan tarif listrik untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan.

Kemudian, pelanggan listrik 900 VA yang berjumlah 7 juta pelanggan biaya listriknya akan didiskon 50%. Pembebasan biaya tarif listrik ini akan berlaku selama 3 bulan dari April, Mei dan Juni.

KELIMA, Jokowi juga memastikan pemerintah memiliki cadangan anggaran Rp 25 triliun untuk pemenuhan kebutuhan bahan pokok dan operasi pasar.

KEENAM, pemerintah akan memberikan keringanan kredit untuk pekerja informal seperti ojek online, sopir taksi, dan pelaku UMKM, nelayan, dengan penghasilan harian dan memiliki kredit di bawah Rp 10 miliar.

OJK, kata Jokowi, sudah menerbitkan aturan mengenai hal tersebut dan mulai berlaku bulan April ini.

"Telah ditetapkan prosedur pengajuannya tanpa harus datang ke bank atau perusahaan leasing, cukup melalui email atau media komunikasi digital seperti WA," tutur Jokowi.

Angin Segar Bagi Masyarakat Miskin Hadapi Wabah Corona

KEDIRI JATIM - Situasi hari kedua karantina di perumahan Permata Jingga Kota Kediri hingga hari ini senin 30/03/2020 masih dijaga aparat. Warga diperintahkan untuk keluar dari area perumahan. Hal ini dilakukan untuk menerapkan penyebaran virus corona.

Saat dikonfirmasi Pak GIANTO, salah satu warga yang tinggal di perumahan tersebut mengatakan, mulai hari ini warga memulai kegiatannya. Warga bebas keluar masuk area perumahan dan menunggu tetap di rumah saja.

Awalnya warga senang sekali, karena ini baru pertama kali dialami. Sementara warga yang bekerja, mulai hari ini mendapatkan ijin untuk tidak masuk kerja sesuai surat edaran dari Walikota Kediri.

Akses keluar masuk ke perumahan juga mendapat penjagaan ketat dari kepolisian, TNI, Linmas dan BPBD Kota Kediri.

Isolasi warga Perumahan Permata Jingga diberlakukan untuk jangka waktu 14 hari. Pemerintah Kota Kediri memberikan dukungan kepada 124 Kepala Keluarga di perumahan. Pak GIANTO yang juga Ketua RW memberikan edukasi kepada warga melalui pesan whatsapp. Disampaikan bahwa seluruh kegiatan RT / RW ditiadakan, termasuk kegiatan di masjid. Semua kegiatan warga dilakukan di dalam rumah.

Satu Warga Positif Covid 19, Perumahan Di Kediri Dijaga Ketat

NGANJUK JATIM - Pria yang diduga sengaja bunuh diri dengan menceburkan diri ke Sungai Brantas, Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, ditemukan dalam kondisi tewas, Senin (30/3/2020).

Pria itu diketahui bernama Agung Andri Asmoko (20). Jasadnya ditemukan 12 kilometer dari tempat dia menceburkan diri oleh Tim Pos SAR Trenggalek. Dia diketahui menceburkan diri pada Sabtu (28/3/2020).

Setelah mendapat laporan, Tim SAR melakukan pencarian dengan menyusuri sungai dan penyisiran darat yaitu pada sisi timur dan barat Sungai Brantas, Nganjuk.

"Korban ditemukan sejauh 12 kilometer dari titik awal dia menceburkan diri," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Hari Adi Purnomo.

Ia menambahkan, pencarian berjalan baik karena dukungan dari semua unsur yang terlibat sejak awal pencarian korban.

Kami sangat berterima kasih pada tim SAR gabungan yang telah terjun dalam pencarian ini, meskipun saat ini kita sedang menghadapi pandemik Virus Corona. Namun jiwa sosial mereka tidak surut dan tetap mau membantu pencarian hingga korban ditemukan," pungkasnya.

Depresi, Pria Di Nganjuk Tewas Ceburkan Diri ke Sungai Brantas

Per 30 Maret sore ini, data kasus Corona di RI mencapai 1.414 kasus, dengan 122 orang meninggal dan pasien sembuh 75 orang. Kasus Corona ini sudah terdeteksi di 31 provinsi.

Kasus Corona belum muncul, atau belum terdeteksi di 3 provinsi, yaitu Bengkulu, Gorontalo, dan NTT. Pemerintah daerah di tiga wilayah itu harus berhati-hati menjaga wilayahnya, atau harus melakukan deteksi dini sebelum virus itu menyebar.

Berikut ini data sebaran kasus Corona di wilayah RI per 30 Maret sore ini:

Aceh: 5
Bali: 19 (2 meninggal)
Banten: 128 (4 meninggal)
Bangka Belitung: 1
DI Yogyakarta: 18 (2 meninggal)
DKI: 698 (74 meninggal)
Jambi: 2
Jawa Barat: 180 (20 meninggal)
Jawa Tengah: 81 (7 meninggal)
Jawa Timur: 91 (8 meninggal)
Kalimantan Barat: 9
Kalimantan Timur: 17
Kalimantan Tengah: 7
Kalimantan Selatan: 5
Kalimantan Utara: 2
Kep Riau: 6 (1 meninggal)
NTB: 2
Sumatera Selatan: 2 (2 meninggal)
Sumatera Barat: 8
Sulawesi Utara: 2
Sumatera Utara: 13 (1 meninggal)
Sulawesi Tenggara: 3
Sulawesi Selatan: 50 (1 meninggal)
Sulawesi Tengah: 3
Lampung: 8
Riau: 3
Maluku Utara: 1
Maluku: 1
Papua Barat: 2
Papua: 9
Sulawesi Barat: 1
Total: 1.414 (122 meninggal)

Yang Lain Pada Heboh, 3 Provinsi Di Indonesia Ini Masih Aman Dari Corona

PAPUA - Seorang karyawan PT Freeport Indonesia yang merupakan warga negara asing (WNA) tewas karena ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) di Kuala Kencana, Timika, Mimika, Papua, Senin (30/3/2020).

Penembakan tersebut juga mengakibatkan dua WNI yang juga karyawan Freeport mengalami luka-luka.

“Telah terjadi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata terhadap 3 orang karyawan PT Freeport Indonesia yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal melalui keterangan tertulis, Senin (30/3/2020).

Korban tewas berinisial GTW (57) yang merupakan warga negara Selandia Baru. Kemudian, korban luka-luka berinisial JMB (49) dan US (52).

Korban berinisial JMB mengalami luka karena tembakan pada perut bagian kanan dan paha bagian kanan.

Sementara itu, korban US mengalami luka pada siku kanan dan punggung.

Para korban kemudian dilarikan ke Klinik Kuala Kencana untuk mendapat perawatan medis.

Kamal mengatakan, polisi mengejar anggota KKB yang diduga melakukan penembakan tersebut.

“Saat ini personil gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Joni Botak,” ucap dia. 

Penembakan oleh KKB di Mimika, 1 Karyawan Freeport Tewas dan 2 Luka-luka

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan ada tambahan tiga pasien positif corona yang meninggal di Jatim. Jadi hingga saat ini ada 7 pasien positif yang meninggal di Jatim.

"Jadi kami berduka cita, bahwa ada tambahan 3 orang positif covid-19 yang meninggal di Jatim. Kini sudah ada 7 yang dinyatakan meninggal akibat covid-19 di Jatim," kata Khofifah di Gedung Grahadi Surabaya, Minggu (29/3/2020).

Khofifah memaparkan, 3 pasien positif corona yang baru meninggal dunia berasal dari Surabaya, Magetan dan Gresik. Sedangkan 4 pasien positif corona yang lebih dulu meninggal yakni di Surabaya, Sidoarjo, Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri.

Sementara Dirut RSU dr Soetomo, Joni Wahyuhadi belum membeberkan riwayat pasien yang meninggal. Menurutnya, ada surat Kemenkes terkait kode etik yang membatasi informasi korban.

"Ada kode etik, jadi bukan tidak kita sampaikan riwayat. Tapi ada batasan dari Kemenkes, kecuali data itu diminta keluarga korban atau yang sangat urgent," tegasnya.

Selain soal pasien positif corona yang meninggal, Khofifah juga menyebutkan total kasus corona di Jatim hingga hari ini. Ada 90 orang positif corona, 336 PDP dan 5.071 ODP.

3 Pasien Positif Corona Di Jatim Meninggal, Total 7 Yang Tewas

BEKASI - Sebanyak 15 dari 2.000 orang warga Kota Bekasi peserta tes cepat atau rapid test dinyatakan positif Covid-19.

"Kemarin rapid test yang 2.000 (alat) itu, itu ditemukan terhitung hari ini menjadi 15 orang ( positif Covid-19)," kata Rahmat di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Minggu (29/3/2020).

Rahmat menambahkan bahwa dengan jumlah tersebut, total pasien positif Covid-19 di Kota Bekasi, saat ini adalah 34 orang.

Sebelumnya sudah ada 19 pasien positif Covid-19.

"Yang positif 34, yang dua samar positif test, terus yang dari (pasien) satu sampai 19, ini kan udah lama nih inkubasinya, kita perintahkan tim kesehatan yang diketuai oleh dokter Antoni Dolak untuk mengecek satu-satu," ujar Rahmat.

Adapun kini 15 pasien tersebut sudah diisolasi di RSUD Kota Bekasi.

Diketahui, hingga Minggu ini, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia, yakni 1.285 kasus.

Dari jumlah tersebut, 64 pasien dinyatakan sembuh dan 114 pasien meninggal dunia.

Rapid Test Covid-19 di Kota Bekasi, 15 Orang Positif

BANYUWANGI JATIM - Seorang perempuan nekat bunuh diri dengan cara meloncat dalam sumur. S (53) warga Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, ditemukan tewas di sumur sekitar rumahnya. Diduga korban memiliki penyakit tak kunjung sembuh.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin membenarkan aksi bunuh diri itu.

"Memang benar adanya kasus bunuh diri itu. Pihak Polsek Bangorejo melakukan pemeriksaan dan olah TKP di lokasi," ujarnya kepada wartawan, Minggu (29/3/2020).

Menurut saksi mata, aksi bunuh diri itu diketahui sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu suami korban mencoba mencari S. Namun setelah dipanggil berulang-ulang, sang suami tak menemukan sang istri.

"Selanjutnya suaminya melihat sumur yang berada di samping rumahnya melihat istrinya di dalam sumur keadaan tengkurap (meninggal dunia)," ujar Kapolsek Bangorejo, AKP Bahrul Anam.

Selanjutnya saksi satu minta bantuan saksi dua untuk mengangkat korban. Saat melakukan aksi bunuh diri, korban memakai baju jas warna pink, celana panjang, celana dalam dan bra.

Hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP, polisi menyatakan tewasnya S karena bunuh diri. Tidak ada luka-luka kekerasan. Sementara para saksi mengatakan korban sering mengalami sakit dan tak kunjung sembuh.

"Korban menderita sakit menahun komplikasi dan tidak ada tanda tanda kekerasan terhadap korban," pungkasnya.

Depresi, Warga Banyuwangi Tewas Nyebur Sumur

BANDUNG JABAR - Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) merilis data terbaru angka kejadian virus Corona pada, Minggu (29/3/2020) Pukul 19.00 WIB.

Berdasarkan data saat ini tercatat ada 149 orang positif Corona, 19 meninggal dan 9 dinyatakan sembuh.

Apabila melihat data tersebut jumlah pasien positif virus Corona di Jabar bertambah dari 119 pada Sabtu (28/3/2020) dan kini menjadi 149 orang. Namun terjadi peningkatan jumlah orang meninggal akibat virus tersebut dari 17 menjadi sebanyak 19 orang.

Selain korban meninggal, pasien yang dinyatakan sembuh juga mengalami peningkatan dari asalnya enam orang menjadi sembilan orang. Kabar itu tentu menjadi sesuatu yang membahagiakan meski jumlahnya masih jauh dibanding dengan angka kematian.

Sementara itu jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Corona di Jabar mengalami peningkatan. Saat ini total ada 7.281 ODP dengan rincian 5.293 proses pemantauan dan 1.988 selesai pemantauan.

Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) juga terjadi penambahan. Saat ini totanya sebanyak 850 PDP dengan rincian 660 proses pengawasan dan 190 selesai pengawasan.

Di tingkat nasional sendiri, jumlah pasien positif corona mencapai 1.285 orang, 64 orang sembuh dan 114 orang meninggal dunia.

Update Corona Di Jabar: 149 Positif Dan 19 Meninggal

BLORA JATENG - Pria di Kabupaten Blora, Jawa Tengah Kepergok warga saat mencuri kotak amal sebuah mushola. Pelaku, Muhtari langsung digelandang warga ke Balai Desa Kentong, Kecamatam Cepu, Blora.

"Usai diamankan di balai desa, tersangka langsung kami bawa ke polsek," kata Plh Kapolsek Cepu AKP Sutarjo, Minggu (29/3/2020).

Pelaku warga Kecamatan Kedungtuban melancarkan aksinya di Musala Nurul Huda, Desa Kentong, Cepu. Namun belum sempat mengambil seluruh uang di dalam kotak amal, aksi pelaku tepergok warga yang langsung berteriak maling.

Tak lama kemudian, warga berhasil mengamankan Muhtari dan dibawa ke Balai Desa Kentong.

Sutarjo menyebutkan pelaku masuk musala dan mengambil uang kotak amal dengan menggunakan jeruji sepeda.

"Yang berhasil diambil tidak banyak, hanya Rp 41 ribu," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wado, Agung mengatakan bahwa berdasarkan keterangan tetangga sekitar, pelaku tersebut kurang sehat dan jika diajak bicara tidak nyambung.

"Aslinya warga Desa Tanjung dan nikah dengan orang Wado. Setiap hari istrinya dilarang keluar rumah dan bicaranya ngelantur," ujar Agung.

Kepergok Curi Kotak Amal, Warga Blora Diringkus Polisi

YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mengungkapkan adanya penambahan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona (COVID-19). Sedangkan untuk jumlah pasien positif Corona masih sama dengan hari kemarin, yaitu 19 orang.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih mengatakan, hingga hari ini jumlah PDP di DIY menjadi 175 orang. Jumlah tersebut akumulasi dari laporan rumah sakit rujukan COVID-19 di DIY.

"Total data PDP tanggal 29 Maret 2020, yang sudah diperiksa/diswab ada 175 orang. Hasilnya, 40 orang negatif dan 19 orang positif (COVID-19)," katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (29/3/2020).

Berty melanjutkan, dari 19 orang yang positif COVID-19 itu satu orang dinyatakan sembuh. Sedangkan tiga orang meninggal dunia.

"Untuk yang masih dalam proses (menunggu hasil uji laboratorium) ada 116 orang. Di mana empat orang di antaranya meninggal dunia," ucap Berty.

Diberitakan sebelumnya, jumlah PDP di DIY pada Sabtu (28/3) kemarin sebanyak 154 orang. Sedangkan pasien yang positif Corona ada 19 orang.

"Sampai dengan hari ini, dapat kami sampaikan bahwa jumlah PDP yang sudah diperiksa/diswab adalah sebanyak 154 orang," kata Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Biwara Yuswantana saat jumpa pers di Gedung Pusdalops BPBD DIY, Jalan Kenari, Kota Yogyakarta, Sabtu (28/3/2020).

Dari jumlah tersebut, kata Biwara, 40 orang negatif dan ada 19 orang yang positif COVID-19. Dari 19 orang yang positif Corona itu, 1 dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Update Corona Di Yogyakarta: 19 Positif Dan 3 Meninggal

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menyampaikan perkembangan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayahnya, Minggu (29/3/2020). Hingga pukul 16.00 Wib, 90 orang terkonfirmasi positif Corona.

Selain itu, ada 13 pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Angka tersebut termasuk penambahan baru per pukul 16.00 Wib, Minggu (29/3/2020), yaitu 5 orang.

"Tambahan baru untuk pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh yaitu lima orang ini. Tiga dari Surabaya dan dua dari Malang," terang Gubernur Khofifah dalam jumpa pers di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 5.071 orang dan pasien dalam pengawasan sebanyak 336 orang serta 90 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Jadi, total 90 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Ada tambahan 13 orang yang positif di Jatim hari ini. Yang sembuh ada 13 orang dan meninggal 7 orang. Ada tiga daerah lagi yang berubah warnanya jadi merah (zona merah), yakni Pamekasan, Banyuwangi dan Jombang," beber Gubernur Khofifah.

90 orang positif Covid-19 di Jatim terdiri 41 dari Surabaya, 9 dari Malang Raya, 1 Kota Batu, 9 dari Magetan, 10 dari Sidoarjo, 2 Kabupaten Kediri, 1 Kota Kediri, 2 Gresik, 1 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 3 Lumajang, 2 Jember, 4 Situbondo, 1 Banyuwangi, 1 Pamekasan, 1 Tulungagung dan 1 Jombang. Dari data tersebut, ada tujuh pasien yang meninggal, yakni 1 di Malang, 2 di Surabaya, 1 di Sidoarjo, 1 di Gresik, 1 di Kediri dan 1 di Magetan.

Atas data terbaru itu, Gubernur Khofifah kembali menegaskan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan Covid-19.

"Tetap menjaga jarak sosial, melakukan olahraga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik atau jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu," pintanya.

"Tempat wisata, hiburan malam, night club, diskotek segera ditutup. Masih banyak masyarakat yang rupanya tidak ikuti imbauan. Penyebaran Covid-19 ini jangan pernah dianggap sepele. Kewaspadaan harus berlapis," tegasnya.

Update Corona Di Jatim: 90 Positif Dan 7 Meninggal

KEDIRI JATIM - Warga Kota Kediri yang dinyatakan positif corona ternyata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Yakni dr Bambang Triono Putro.

Ia tinggal di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Selain sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan, Bambang juga merupakan Juru Bicara
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri.

Informasi itu dibenarkan penggantinya, dr Ahmad Khotib. Dalam keterangannya, Ahmad menjelaskan bahwa berdasarkan hasil test, Bambang dinyatakan positif corona dan tengah dirawat di RSUD SLG. Kondisinya stabil.

"Berdasarkan hasil test dan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas untuk pencegahan penularan, dapat disampaikan bahwa dr Bambang Triono Putro, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri terkonfirmasi Covid-19. Di mana sekarang sedang dirawat intensif di RSUD SLG Kabupaten Kediri dan dalam kondisi baik," jelas Ahmad, Minggu (29/3/2020).

Kemudian tersebar juga foto secarik kertas berisi tulisan tangan dr Bambang. Lewat tulisan itu Bambang menjelaskan bahwa kondisinya stabil. Ia memohon doa kepada masyarakat agar dapat sehat kembali.

"Saya, yang bertanda tangan di bawah ini, dr Bambang Triono Putro Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, saat ini sedang dirawat di RS SLG Kediri dan dalam kondisi baik. Mohon doanya agar segera bisa sehat kembali," isi surat tersebut.

Menanggapi hal ini, selain telah menugaskan pengganti dr Bambang, Pemkab Kediri melalui Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Kediri telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan, untuk menindaklanjuti hal tersebut. Terutama guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Seperti melakukan tracing dan sterilisasi bekerja sama dengan Pemkot Kediri.

Warga Positif Corona Di Kediri Ternyata Kepala Dinkes

KEDIRI JATIM - Pemkab Kediri mulai kemarin, langsung melakukan perawatan terhadap dr. BAMBANG TRIONO PUTRO, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri yang terpapar positif virus corona (covid 19).

Bahwa berdasarkan hasil test dan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas untuk pencegahan penularan, maka dr. BAMBANG TRIONO PUTRO, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri terkonfirmasi Covid - 19 saat ini sedang dirawat intensif di RSUD SLG Kabupaten Kediri dan dalam kondisi baik.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid - 19 Kabupaten Kediri, dr. AHMAD KHOTIB mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah - langkah yang diperlukan untuk menindaklanjuti hal tersebut terutama guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid - 19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, Krisna Setiawan mengatakan, pihaknya berharap, masyarakat agar lebih tenang dalam menyikapi adanya virus corona.

Yang terpenting, masyarakat harus mematuhi aturan dari Pemerintah Kabupaten Kediri untuk tidak berada diluar rumah. 

Pemkab Kediri Bertindak Cepat Tangani Kepala Dinkes Yang Positif Virus Corona

SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Jatim 28 Maret 2020 pukul 18.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 4568 orang, 307 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 77 positif Covid-19 (coronavirus)

“Jadi, total 77 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Ada tambahan 11 orang yang positif di Jatim hari ini. Yang sembuh ada 8 orang dan meninggal 4 orang. Ada satu daerah lagi yang berubah warnanya jadi merah, yakni Kota Kediri,” katanya kepada wartawan usai Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (28/3/2020) malam.

Gubernur merinci, yang positif 77 orang di Jatim itu terdiri dari 40 dari Surabaya, 8 dari Malang Raya, 1 Kota Batu, 9 dari Magetan, 9 dari Sidoarjo, 2 Kabupaten Kediri, 1 Kota Kediri, 2 Gresik, 1 Kabupaten Blitar, 1 Lumajang, 1 Jember dan 2 Situbondo.

Dari data tersebut, ada empat pasien yang meninggal, yakni 1 di Malang, 1 di Surabaya, 1 di Sidoarjo dan 1 di Kediri. Ada delapan yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, satu dari RSU Saiful Anwar Malang, lima dari RSUD dr Soetomo Surabaya dan dua dari RSUA Surabaya.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menegaskan, agar meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan COVID-19. “Tetap menjaga jarak sosial, melakukan olahraga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik atau jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu,” ujar Khofifah.

“Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik. Tempat wisata, hiburan malam, night club, diskotek segera ditutup. Masih banyak masyarakat yang rupanya tidak ikuti imbauan. Penyebaran COVID-19 ini jangan pernah dianggap sepele. Kewaspadaan harus berlapis,” pungkasnya. 

Update Corona Di Jatim: 77 Positif Corona, 8 Sembuh, 4 Meninggal

MALANG – Tiga pasien positif virus corona atau Covid-19 di Kota Malang dinyatakan sembuh. Pemerintah Kota Malang mengumumkan kabar baik ini pada Sabtu, (28/3/2020) petang. Mereka kini sudah meninggalkan ruang isolasi dan kembali ke rumah masing-masing.

“Tiga pasien virus corona di Kota Malang dinyatakan sembuh. Mereka yang sebelumnya dirawat sudah pulang dan akan dipantau terus aktivitasnya di rumah,” ujar Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nur Widianto Sabtu 28/03/2020.

Widianto mengatakan, dari tiga pasien ini, dua pasien yang sebelumnya dirawat di RSSA Kota Malang hasil uji labolatoriumnya sudah keluar. Hasilnya, mereka dinyatakan negatif, atau sudah terbebas dari virus corona. Dua pasien ini adalah seorang mahasiswa dan perempuan berusia 61 tahun. Seorang pasien lainnya, pelajar dirawat di RST Soepraoen, Kota Malang.

“Untuk satu pasien hasil uji labolatorium memang belum keluar. Namun secara klinis dinyatakan sembuh oleh tim dokter. Sehingga dibolehkan pulang dan diisolasi mandiri atau aktifitas di rumah saja,” kata Widianto.

Pemerintah Kota Malang bersyukur atas hasil uji labolatorium yang keluar dengan menyatakan pasien negatif virus corona. Namun, meski dinyatakan sembuh ketiganya masih dalam pantauan Satgas Covid-19 Pemkot Malang. Semua pasien yang kini sudah sembuh diminta untuk isolasi mandiri dan tetap dirumah.

“Kita bersyukur karena PDP (pasien dalam pantauan) positif Kota Malang sudah dinyatakan sembuh. Namun demikian kesemuanya tetap dalam pantauan, dan tetap kita minta untuk isolasi mandiri dulu, artinya aktifitas di rumah saja. Mari kita berjaga bersama, untuk kita semuanya,” papar Widianto.

Pemkot Malang pun mengimbau masyarakat untuk mematuhi anjuran social distancing atau membatasi berinteraksi, activity at home atau beraktifitas di rumah dan juga physical distancing atau membatasi kontak orang per orang. Serta tetap menjaga pola hidup sehat.

“Karena saudara kita yang dinyatakan sembuh itu juga karena peningkatan secara bertahap akan daya imun-nya. Corona bisa disembuhkan, tapi lebih baik dan lebih utama corona tidak hadir kepada kita semua,” tandasnya.

3 Pasien Positif Corona Di Malang Dinyatakan Sembuh

Loading...