PASURUAN JATIM - Tak terima adiknya sering dimarahi oleh mantan pacar, DK (19), seorang kakak di Pasuruan naik pitam. Ia menculik mantan pacar adiknya, GAS (17), lalu menghajarnya beramai-ramai. Beruntung nyawa korban tertolong meski sepekan kritis.

"Awalnya korban, GAS, ditemukan tergeletak dalam kondisi kritis di sekitar jalan tol Desa Randupitu, Kecamatan Pandaan. Kondisi korban saat itu terluka parah akibat bacokan senjata tajam di kepala belakang, luka bekas pukulan dan berlumur darah. Hampir seminggu korban dirawat karena lukanya sangat parah," kata Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Rifto Himawan, Kamis (9/7/2020).

Setelah korban membaik, polisi mendapatkan keterangan bahwa sebelum dihajar, korban diculik 7 orang menggunakan mobil. Penculikan dilakukan di jalan kampung Dusun Begagah, Desa Kemirisewu, pada 25 Juni.

"Motif penculikan dan penganiayaan secara bersama-sama ini permasalahan pribadi. Korban ini berpacaran dengan adik DK, namun orang tuanya tidak setuju. Akhirnya korban diputus, namun tidak terima," terang Rofiq.

Tidak terima diputus, korban malah sering datang ke rumah DK. Di sana korban sering marah-marah kepada adiknya.

"Korban sering datang ke rumah, sering marah-marah sehingga kakak korban merasa terusik dengan kondisi itu. Karena mangkel (marah), akhirnya DK merencanakan penculikan," jelas Rofiq.

DK mengajak 6 temannya menculik korban dan dimasukkan ke mobil. Di dalam mobil, korban sudah dianiaya. Kemudian dibawa ke TKP dan dikeroyok beramai-ramai.

"Pelaku penganiayaan lebih dari 7 orang. Namun identifikasi awal yang menculik 7 orang. 6 orang kami amankan, 1 orang masih buron," jelas Rofiq.

Pelaku yang ditangkap selain DK (19) yakni MS (23), KB (21) IY (42), MM (40) dan MA (20). Selain mengamankan para pelaku, polisi juga mengamankan celurit, batu-batu yang digunakan mengajar korban serta HP korban yang sebelumnya dirampas.

"Karena korban masih di bawah umur, kami jerat pasal 80 ayat 2 subsider pasal 81 ayat 2 Undang-undang perlindungan anak. Kami pasangkan juga pasal 365 dan pasal 170 KUHP," pungkas Rofiq.

Sumber rujukan : m.detik.com

Adiknya Sering Dimarahi, Pria Di Pasuruan Kroyok Mantan Pacar Adiknya

BANYUWANGI JATIM- Diduga rasa dendam, seorang pemuda di Banyuwangi tega menganiaya teman kerjanya.

Korban ditebas dengan pedang, saat akan perjalanan pulang dari kerja. DS (23) warga Desa Bubuk Kecamatan Rogojampi ini harus berurusan dengan aparat kepolisian lantaran sengaja menganiaya rekan kerjanya, Genta Marcelino (22) menggunakan pedang.

Saat itu, korban hendak pulang kerja dengan mengendarai sepeda motor. Namun saat di TKP, dari arah belakang ada dua orang berboncengan dengan sepeda motor Jupiter berupaya mendahului korban dari arah kanan.

"Saat posisi sejajar, pelaku yang ada di posisi belakang tiba-tiba mengayunkan pedang ke arah kepala korban. Ayunan pedang pelaku mengenai pelipis atas korban. Pelaku langsung tancap gas usai melakukan aksinya," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

Karena khawatir akan keselamatan jiwanya, korban memutuskan untuk kembali ke tempat kerjanya. Sesampai di tempat kerja, kebetulan rekan-rekan korban masih banyak. Akhirnya korban dibawa ke Klinik Mangir untuk mendapat pertolongan medis.

"Korban lantas melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya ke Mapolsek Srono. Pelaku, kata korban, menggunakan masker buff agar tidak dikenali," kata Kapolresta.

"Namun berdasarkan ciri-ciri pelaku, polisi akhirnya bisa mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku yang tidak lain adalah rekan kerja korban," tambahnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut Arman, dia sengaja ingin melukai korban lantaran sakit hati. "Antara pelaku dan korban yang merupakan rekan satu tempat kerja di pengolahan kayu lapis ini sempat terjadi kesalahfahaman yang berujung perselisihan," ungkap Arman.

Perselisihan tersebut berhasil diselesaikan setelah seorang petugas pengamanan melerai. Rupanya, pelaku masih tidak terima, karena penyelesaian masalah dirasa kurang adil dan cenderung memihak korban.

"Hal ini menimbulkan rasa dendam pelaku terhadap korban, kemudian pelaku ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan caranya sendiri hingga terjadilah kasus penganiayaan tersebut," ungkap perwira menengah Polri ini.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sebilah pedang dan satu unit sepeda motor Jupiter warna hitam-merah.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku yang sudah ditetapkan tersangka kini harus mendekam di jeruji tahanan.

"Tersangka kita jerat pasal 351 ayat (2) dan atau Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951," tutup Kapolresta Banyuwangi.

Sumber : detik.com

Lantaran Dendam, Pria Di Banyuwangi Bacok Rekan Kerja Dengan Pedang

BLORA JATENG - Seorang guru sekolah luar biasa (SLB) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah tega mencabuli muridnya. Bahkan, korban disabilitas tunagrahita ringan itu kini hamil dengan usia kandungan sudah 7 bulan.

"Secara berat hati, saya benarkan kabar itu. Namun sekarang oknum guru itu bukan keluarga kami. Sejak tanggal 6 Juli 2020 sudah mengundurkan diri. Dia sudah saya coret namanya," ujar kepala sekolah tempat pelaku bekerja, Sutoto saat ditemui di Blora, Kamis (9/7/2020).

Sutoto menyebut oknum guru itu sempat mengajar di sekolahnya sekitar 5-6 tahun. Dia mengatakan guru maupun murid tersebut sudah keluar dari sekolah.

"Keduanya (guru dan murid) saat ini sudah mantan, sedangkan oknum guru itu sudah masuk mendapat honorer pemerintah. Adanya kejadian ini lalu saya koordinasi dengan Jateng agar namanya dicoret dan tidak bisa dapat honor lagi," ucap Sutoto.

Dia mengaku mengetahui peristiwa itu setelah pihak orang tua korban menemuinya beberapa waktu lalu. Sejak pandemi virus Corona atau COVID-19, tak ada aktivitas tatap muka di sekolahnya karena diganti daring.

"Lalu saya mencari informasinya lebih lanjut ternyata benar telah hamil sekitar 7 bulan," jelasnya.


Sutoto mengungkapkan mantan gurunya tersebut sebenarnya sudah menikah dan belum mempunyai anak. Istri oknum guru itu juga difabel tuna rungu.

"Persoalan ini sudah sepenuhnya ditangani Pemkab Blora dan kasus ini tidak dilaporkan ke pihak yang berwajib (kepolisian)," ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Jepon Iptu Supriyono saat ditemui juga membenarkan kasus tersebut. Pihaknya juga sudah mengklarifikasi kepada pihak yang terkait.

"Kita mendapatkan keterangan dari pihak desa memang kejadian itu benar adanya. Kasus ini belum ada aduan yang masuk," katanya.

Sumber : m.detik.com

Kejam, Guru SLB di Blora Tega Cabuli Muridnya Hingga Hamil

MALANG JATIM– Seorang bapak di Kabupaten Malang tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri berkali-kali. Tersangka berinisial NS (45), warga Desa Kasri, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, kini harus mendekam di tahanan Polres Malang.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan bahwa kelakuan tidak terpuji pelaku ini dilakukan terhadap anak kandungnya sendiri, Bunga (bukan nama sebebarnya), sejak tahun 2017 lalu.

“Saat pertama kali dilakukan, anaknya itu masih duduk di kelas 5 SD. Sudah kurang lebih 3 tahun. Pelaku ini berkali-kali melakukan pencabulan,” kata Hendri, saat press rilis di Mapolres Malang, Kamis (9/7/2020).

Hendri menegaskan, tersangka sering melayangkan ancaman terhadap korban. Bahkan saat pertama kali, tersangka sempat menganiaya korban.

“Awal-awal itu sempat dilakukan kekerasan terhadap korban, karena korban tidak merespon. Tersangka menusuk paha korban menggunakan gunting,” ucap pria kelahiran Solok Sumatera Barat ini.

Hendri melanjutkan, tersangka juga kerapkali mengirimkan pesan singkat dengan kata-kata tidak senonoh kepada Bunga. “Tersangka selalu mengancam korban. Tersangka bilang kepada korban tidak akan menafkahi jika tidak mau melayani nafsunya,” terang Hendri.

Diketahui, korban memiliki 3 saudara lain. Perbuatan tidak senonoh itu dilakukan tersangka saat semua orang di rumah sudah tertidur lelap.

“Perbuatan itu dilakukan tersangka pada malam hari, saat istri dan adik-adik korban sudah tertidur. Korban tidak sempat hamil,” jelas Hendri.

Kasus pencabulan ini terbongkar berawal dari korban yang sudah tidak tahan atas kelakuan bejat tersangka. Korban kemudian bercerita kepada ibunya. “Setelah 3 tahun itu akhirnya ibu korban mengetahui,” pungkas Hendri.

Sumber : beritajatim.com

Miris, Seorang Ayah Di Malang Setubuhi Anaknya Yang Masih SD

PONOROGO JATIM– Tim gabungan dari BPBD Ponorogo, Polsek dan Koramil Jenangan berhasil mengevakuasi salah satu warga Desa Panjeng Kecamatan Jenangan yang tercebur ke sumur.

Korban yang bernama Katimin (73) ini berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup, setelah tercebur ke dalam sumur yang dalamnya mencapai 20 meter.

“Kejadian kecelakaan sumur ini terjadi pada waktu subuh tadi sekitar pukul 04.30 WIB,” kata Kapolsek Jenangan AKP Darmana,  Kamis (9/7/2020).

Darmana menceritakan, awaknya istrinya hendak mengajak korban untuk menunaikan ibadah salat subuh. Dicari kesana kemari tidak ada, saat ke kamar mandi mendapati suara minta tolong dari dalam sumur. Setelah dicek ternyata suaminya tercebur di dalam sumur tersebut.

“Kemudian istri korban minta pertolongan kepada tetangga sekitar dan melaporkan ke kami,” katanya.

Mendapatkan laporan tersebut, Polsek Jenangan berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil Jenangan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 07.30 WIB.

Usai berhasil diangkat ke daratan, korban langsung dibawa ke RSUD dr. Harjono untuk segera mendapatkan pertolongan. Polsek Jenangan masih melakukan penyelidikan penyebab korban ini bisa tercebur ke sumur.

“Ini masih dalam penyelidikan, apakah korban ini terpeleset atau penyebab lain, soalnya korban ini juga sudah pikun. Yang korban berhasil diselamatkan dalam keadaan masih hidup, soalnya air yang di sumur ketinggiannya sekitar 1,5 meter,” pungkasnya.

Sumber : Beritajatim.com

Kakek 73 Tahun Di Ponorogo Masih Hidup Usai Tercebur Sumur 20 Meter

MOJOKERTO JATIM – Kasus pencabulan dan persetubuhan terjadi di wilayah hukum Polres Mojokerto. Bahkan dua kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur tersebut terjadi di Dusun, Desa yang sama yakni di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Kasus persetubuhan pertama menimpa bunga bukan nama sebenarnya. Korban disetubuhi tetangganya sendiri yang merupakan pacar korban. Bahkan akibat persetubuhan yang dilakukan pemuda 22 tahun tersebut membuat korban berbadan dua.

Hal tersebut diketahui ibu korban yang curiga perut korban terus membuncit. Meski sempat tak mau bercerita, setelah didesak akhirnya korban mengaku jika sebelumnya pernah disetubuhi oleh IF yang tak lain adalah pacarnya. IF dan keluarganya tidak mau tahu atas kondisi korban yang sudah mengandung.

Bahkan IF memilih untuk menghindar saat dimintai pertanggung-jawaban oleh korban dan keluarganya. Sehingga keluarga korban melaporkan kasus persetubuhan yang menimpa anaknya ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto.

Dugaan persetubuhan juga menimpa melati bukan nama sebenarnya. Korban disetubuhi oleh AS (18) yang tak lain tetangganya sendiri. Aksi persetubuhan tersebut menimpa korban pada, Senin (22/6/2020) lalu. Ibu korban yang masuk kamar korban melihat pelaku menyetubuhi korban.

Kasubag Humas Polres Mojokerto, Ipda Tri Hidayati membenarkan, terkait laporan dua kasus dugaan pencabulan dan atau persetubuhan tersebut. “Iya ada dua laporan pencabulan dan persetubuhan, keduanya masih dilakukan penyelidikan,” ungkapnya, Kamis (9/7/2020).

Untuk kasus pertama, korban hamil tiga bulan. Karena tak mau tanggung jawab sehingga keluarga korban melapor. Sementara untuk kasus kedua, terjadi pada, Senin (26/6/2020) sekira pukul 13.30 WIB di rumah korban dan dipergoki langsung orang tua korban.

“Penyidik juga masih melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi. Ini menjadi atensi karena korbannya adalah anak dibawah umur dan terjadi di dusun yang sama. Sebagai barang bukti, kami sudah kantongi hasil visum rumah sakit. Termasuk, baju yang dikenakan korban saat peritiwa itu terjadi,” tegasnya.

Kasus Pencabulan Di Mojokerto Memprihatinkan, Diantaranya Ibu Pergoki Anak Kandung Saat Lagi Main

TUBAN JATIM – Seorang remaja yang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan tragis, Rabu (8/7/2020) malam. Dia tertabrak kendaraan dump truk di jalan raya Singgahan-Jatirogo tepatnya di Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Korban bernama Aditya (16), pelajar asal Dusun Klapan, Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan, Tuban. Dia tertabrak saat menyeberang dan akhinya meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Peristiwa kecelakaan maut di jalur provinsi itu berawal saat Aditya mengendarai sepeda motor honda Supra X dengan nomor polisi (Nopol) S 5304 HK hendak pulang ke rumah. Korban yang hanya seorang diri berjalan dengan menyeberang jalan raya yang menghubungkan Tuban dengan Bojonegoro.

“Korban yang mengendarai sepeda motor Supra itu berjalan dari barat. Kemudian korban menyeberang jalan ke arah timur,” terang IPTU Khoirul Ahmad, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.

Ketika menyeberang tersebut diduga pelajar yang menggunakan sepeda motor tidak memperhatikan kondisi arus lalu lintas di jalan raya itu. Ketika sudah sampai tengah dari arah selatan melaju kendaraan dump truk dengan nopol K 1890 DD yang dikemudikan oleh Surebut (36), warga Desa Tahunan, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Jateng.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kendaraan dump truk yang berjalan dengan kecepatan tinggi itu juga tidak bisa menghindari kecelakaan itu. Sehingga dump truk langsung menghantam bagian samping sepeda motor yang dikendarai bocah pelajar itu

“Akibat kejadian itu pengendara motor meninggal dunia di TKP. Dugaan sementara yang menjadi faktor dalam kecelakaan itu karena pengendara motor tidak memberikan prioritas kendaraan yang dari jalur utama,” tambahnya.

Sementara itu, petugas kepolisian dari Unit Laka Sat Lantas Polres Tuban telah melakukan olah TKP dan mencari keterangan para saksi akibat kejadian kecelakaan maut itu. Selanjutnya barang bukti sepeda motor dan juga kendaraan dump truk yang mengalami kecelakaan itu sudah diamankan untuk proses lebih lanjut.

“Kita selalu mengimbau kepada para pengendara untuk selalu berhati-hati saat berkendara. Kalau mau menyeberang jalan jalur perhatikan kanan-kini untuk melihat apakah ada kendaraan atau tidak,” pungkasnya.

Sumber rujukan : beritajatim.com

Tragis, Remaja Di Tuban Tewas Tertabrak Dum Truk

TUBAN JATIM - Sesosok mayat bayi yang diduga baru dilahirkan dibuang dan ditemukan oleh warga yang sedang mencari ikan di kawasan pantai Kelurahan Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Rabu (8/7/2020) malam.

Mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan masih ada tali pusar menempel di tubuhnya. Belum diketahui secara pasti dari mana asal bayi bernasib malang tersebut.

Dari Informasi yang didapat, sosok mayat bayi yang baru lahir itu pertama kali ditemukan oleh Nasip (50), warga Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Saat itu Nasip sedang mencari ikan di tepi pantai utara Kota Tuban bersama anaknya. “Tadi pertama saya tahunya sekitar jam sembilan empat puluh menit (21.40 Wib). Awalnya saya sedang menarik jaring bersama anak saya,” ujar Nasip (50).

Kaget menemukan sesosok mayat bayi di tempat yang gelap dan berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya itu, Nasip bersama dengan anaknya langsung menghentikan aktifitasnya. Kemudian mereka melaporkan kejadian itu ke kantor polisi.

Setelah mendapatkan laporan, petugas Polsek Kota Tuban bersama dengan anggota Sat Reskrim Polres Tuban langsung datang ke TKP (tempat kejadian perkara). Petugas kemudian melakukan identifikasi terhadap mayat bayi serta olah TKP di sekitar pantai.

“Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk mayat bayi sudah dilakukan evakusi, yakni dibawa ke kamar jenazah RSUD Tuban,” kata Kapolsek Kota Tuban AKP M Geng Wahono, saat berada di TKP.

Sumber : beritajatim.com

Miris, Bayi Ini Dibuang Ibunya Di Pantai Tuban

SIDOARJO JATIM – Seorang laki-laki tanpa identitas ditemukan meninggal mendadak dan jasadnya tergeletak di RT 05 RW 02 Desa Sadang Kecamatan Taman, Rabu (8/7/2020).

Warga sekitar yang mengetahui kejadian, langsung lapor ke polisi. Setelahnya, petugas rumah sakit mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke RS Siti Khodijah Taman.

Dari Informasi yang didapat menyebutkan, semula korban bersama temannya jalan kaki melintas di desa tersebut. Sesampainya di pertigaan jalan, korban mengeluh sakit dan teman korban mencari air. “Keterangan warga yang melihat, teman korban tadinya minta air kepada warga sekitar,” kata Kapolsek Taman Kompol Heri Setyo Susanto.

Lanjut Heri, belum sempat air diberikan, korban kemudian jatuh. Melihat kejadian itu, teman korban lari dan tidak diketahui dimana keberadaannya sekarang. “Sampai kini temannya tak kunjung kembali, entah kemana,” tukas Heri.

Saat proses evakuasi, petugas menggunakan alat pelindung diri (APD). Hal itu dilakukan karena saat ini masih dalam pandemi Covid-19. “Belum diketahui penyebab meninggalnya korban. Penyebab pastinya, masih menunggu hasil visum,” pungkasnya.

Sumber : beritajatim.com

Gempar, Pria Di Sidoarjo Meninggal Mendadak Di Pinggir Jalan

MAGELANG JATENG - Seorang pria bernama Rizki Adi Setiawan (25) ditemukan tewas dengan penuh luka di Sungai Progo, Kabupaten Magelang. Ternyata Rizki merupakan korban penganiayaan oleh temannya sendiri karena tak mengembalikan kamera yang dipinjamnya.

"Atas laporan penemuan sesosok mayat laki-laki mengapung di Sungai Progo. Kami bersama BPBD, mengevakuasi korban dan dilakukan visum di RSUD Muntilan," ujar Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Hadi Handoko dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (8/7/2020).

Menurut Hadi, dari hasil visum ditemukan adanya kejanggalan yakni beberapa luka memar pada mayat korban. Luka memar tersebut diduga karena adanya kekerasan benda tumpul. Selain itu, ada luka sobek di tangan kanan korban.

Temuan adanya kejanggalan tersebut, kemudian disampaikan kepada keluarga korban. Sehingga akhirnya jenazah korban diautopsi di RS Bhayangkara Yogyakarta.

"Hasil dari autopsi, betul ada luka memar akibat benda tumpul dan kemudian luka sobek pada tangan kanan akibat benda tajam. Yang di mana posisi korban adalah mati lemas, jadi sebelum masuk sungai itu korban masih hidup karena lemas kehabisan darah sehingga akhirnya tenggelam," kata Hadi.

Untuk itu, penyidik Reskrim Polsek Borobudur dan Polres Magelang melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti.

Polisi akhirnya menangkap empat orang tersangka yakni Tiyo Budi Prasetyo alias Ombos (21), warga Kecamatan Mertoyudan; Reza Dwi Darmawan (20), warga Kecamatan Borobudur; A Nanang Setyanto (25), Kecamatan Mungkid dan Rizky Aries Wicahyo alias Kutil (25), warga Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

"Alhamdulillah dua orang pertama ini, dalam waktu kurun 1x24 jam, kami berhasil mengamankan. Atas nama Tiyo dan Reza. Dua orang ini kami amankan, dua orang lagi mencoba melarikan diri. Kami memperoleh informasi kabur ke wilayah Bogor. Langsung dilakukan pengejaran, Alhamdulillah kami berhasil menangkap kedua tersangka atas nama Nanang dan Rizky di sebuah kontrakan," tuturnya.

Hadi menyebutkan, barang bukti yang diamankan yakni baju korban dan pisau yang digunakan tersangka Nanang untuk melukai korban. Selain itu, polisi juga menyita sapu ijuk yang digunakan untuk memukul korban dan kondisi gagangnya sudah patah.

"Motif para pelaku ini awalnya menagih utang pada korban. Saat menagih utang, Nanang memukul korban hingga sapunya patah," ujarnya.

Setelah itu, pelaku mengambil sepeda motor milik korban untuk digadaikan. Namun, dalam perjalanan korban dianiaya. Selain itu, Hadi mengungkap tersangka tidak mengakui membuang korban ke sungai. Tersangka menyebut korban lari sendiri menuju ke sungai.

"Keterangan dari pelaku, korban lari ke sungai. Mereka tidak mengakui, para tersangka membuang ke sungai, tapi kan kita dari penyidik tidak mengejar dari pengakuan. Kita berdasarkan alat bukti yang sudah kita kumpulkan. Kami menduga setelah dipukuli, dihajar langsung dibuang ke arah sungai, mereka langsung melarikan diri. Kami mempunyai saksi kunci yang dimana korban pergi bersama keempat orang ini," ujar Hadi.

Hadi mengungkap penganiayaan ini terjadi di Jembatan Sigug, Borobudur. Mereka datang ke lokasi dengan naik tiga sepeda motor dan korban memboncengkan pelaku Reza. Dalam perjalanan, korban dipukul hingga sepeda motornya jatuh.

Dalam kesempatan yang sama, tersangka Nanang mengatakan, korban semula pinjam kamera DSLR selama sekitar 1,5 tahun lebih. Namun saat ditagih kamera tersebut sudah tidak ada. Kemudian, korban berniat mengganti dengan uang sebesar Rp500.000.

"Tapi dijanjikan lagi. Saya datang ngajak Tiyo, yang dua ikut," ujarnya.

"Saya nggak lihat teman-teman mukul (korban) karena lokasi kejadian gelap. Pisau itu saya gunakan untuk melukai tangan korban. Saya cuma mau 'ngasih pelajaran'," tutur Nanang.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) dan ke-1 dan atau Pasal 351 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1e dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Sumber : m.detik.com

Gegara Pinjam Kamera, Pria Di Magelang Dibunuh Temannya

PEKALONGAN JATENG - Seorang wanita bakul jamu keliling di Pekalongan membuat heboh para netizen. Bagaimana tidak, penjual jamu emak-emak tampak santai alias santuy melayani pembeli walaupun di tengah jalan.

Jepretan netizen ini diunggah di media sosial, salah satunya akun grup Facebook Pekalongan Info yang di-posting pada Selasa (7/7) malam. Ternyata foto itu diambil di ruas Jalan Raya Surabaya, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Lokasi sekitar 15 meter sebelah utara Jembatan Surabayan, Kabupaten Pekalongan.

Dalam foto tersebut tampak emak-emak pedagang jamu keliling menggunakan sepeda ontel dengan santai melayani seorang pembeli di tengah jalan raya itu.

Menurut warga sekitar, aksi penjual jamu yang dengan santai memarkirkan sepeda di lokasi itu bukan yang hanya sekali saja. Warga mengungkap, lokasi itu juga kerap dijadikan warga berhenti sejenak saat akan menyeberang jalan, baik dengan jalan kaki atau motor.

"Ya sering lihat (pedagang jamu) kalau sore hari. Biasanya sore di situ," kata Khaeriyah (35), warga Desa Karangdowo, Kecamatan Kedungwuni.

Kebetulan rumah Khaeriyah berada di pinggir jalan raya itu. Menurutnya, penjual jamu ini hampir setiap hari keliling ke gang desanya.

"Kemarin saya sempat lihat saat melayani pembeli di situ (menunjuk titik tengah jalan)," imbuhnya.

"Kalau tidak salah, rumahnya sekitar Wonopringgo," kata Kaeriyah.

Lokasi jual beli bakul jamu emak-emak ini, di titik tengah ruas jalan, yang menuju ke Jembatan Lengkung Surabayan. Jembatan Surabayan sendiri ada dua jalur terpisah. Masing-masing jalurnya ada dua lajur.

Dengan Santuy, Bakul Jamu Di Pekalongan Melayani Pembeli Di Tengah Jalan

DEMAK JATENG - Seorang pasien tewas usai lompat dari ruang perawatan di lantai 3 RSUD Sunan Kalijaga, Demak, Jawa Tengah. Pemkab Demak mendapatkan kabar terkait peristiwa itu pada dini hari tadi.

Juru Bicara Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Demak, dr Singgih Setyono membenarkan kejadian tersebut. Singgih mengaku menerima kabar tersebut pada pukul 01.50 WIB dini hari tadi.

"Semalam memang saya dikabari sekitar jam 01.50 WIB. Laporan dari Direktur Rumah Sakit (Sunan Kalijaga), ada sentinel," kata Singgih saat ditanyai wartawan terkait informasi pasien lompat dari lantai 3 RS.

Hal itu disampaikan Singgih kepada wartawan di Ruang COVID Center, Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (8/7/2020).

"Sentinel itu istilah meninggal di rumah sakit ya, seperti itu, dan sudah kita perintahkan untuk lapor ke polisi bahwa kejadian itu di luar kendali rumah sakit," sambungnya.

Singgih tak menjelaskan detail soal peristiwa tersebut. Saat ditanya apakah pasien itu terkait virus Corona atau COVID-19, Singgih juga tak memberikan jawaban pasti.

"Sampai saat ini belum tahu kepastiannya, tapi kalau di rumah sakit mestinya PDP (pasien dalam pengawasan)," jawab Singgih.

Dia menyebut pihak rumah sakit sudah memasang teralis di setiap jendela rumah sakit. Diduga pasien tersebut mengalami stres.

"Belum ada penyelidikan, mungkin (pasien) bunuh diri," terang Singgih.

Singgih menyebut peristiwa ini merupakan pertama kalinya terjadi di rumah sakit tersebut.

"Kejadian seperti ini langka, baru kali ini rumah sakit kejadian seperti ini. Kasusnya pas bareng dengan COVID-19," terang pria yang juga menjabat Sekda Kabupaten Demak itu.

Sumber rujukan : m.detik.com

Pasien Di Demak Tewas Usai Lompat Dari Lantai 3 RSUD SK

LAMONGAN JATIM - Lima pemandu lagu dari luar kota diamankan petugas Satpol PP Lamongan. Mereka terjaring dalam operasi pencegahan dan penanggulangan COVID-19.

Kepala Satpol PP Lamongan Suprapto membenarkan, pihaknya telah mengamankan lima pemandu lagu yang masih beroperasi di kafe karaoke. Padahal tempat karaoke dilarang buka di masa pandemi Corona.

"Kelima pemandu lagu yang kami amankan ini berasal dari luar Lamongan. Ada yang dari Merauke Papua, Wonogiri Jawa Tengah, Bandung Jawa Barat dan dua dari Jombang," kata Suprapto pada wartawan, Rabu (8/7/2020).

Suprapto menambahkan, mereka terjaring ketika sedang beroperasi di salah satu kafe di Kecamatan Babat. Mereka terjaring operasi pencegahan dan penanggulangan COVID-19.

Ia juga mengaku heran di Lamongan masih ditemukan kafe dan tempat karaoke yang buka di tengah wabah Corona. Padahal, pihaknya sudah meminta kafe dan tempat karaoke untuk tutup sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

"Operasi ini bertujuan untuk kondisi keamanan dan ketenteraman masyarakat Lamomgan. Apalagi Lamongan masih menuju new normal," terangnya.

Selain mengamankan 5 pemandu lagu, pihaknya juga mengamankan sejumlah minuman keras berbagai jenis. Beberapa jenis miras yang ikut diangkut petugas yakni 35 liter tuak dan 11 botol bir.

"Kami meminta agar kafe dan lokasi-lokasi keramaian mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak beroperasi selama pandemi ini," pungkasnya.

Sumber rujukan : m.detik.com

Nekat Beroperasi, 5 Pemandu Lagu Di Lamongan Terjaring Razia

MAGELANG JATENG - Sungguh biadab, seorang pria di Magelang ditangkap polisi karena mencabuli anak tirinya. Pelaku mengaku sudah meniduri anak tirinya sebanyak tiga kali, bermula karena sering tidur di tempat yang sama.

Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Hadi Handoko mengatakan, kasus tersebut terungkap berawal pada Kamis (23/4), korban yang masih berusia 13 tahun menghubungi ayah kandungnya dan mengaku sudah tidak nyaman tinggal bersama ibu kandung dan bapak tirinya.

Ayah kandung korban lalu menanyai alasan korban tak lagi nyaman. Saat itulah korban mengaku bahwa telah diperlakukan tak senonoh oleh ayah tirinya. Mendengar pengakuan itu, ayah kandung korban langsung melapor ke Polres Magelang.

Polisi segera menangkap S (37 tahun) selaku terlapor dan selanjutnya dia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Kepada polisi, tersangka mengakui tindakannya.

"Awal mulanya dia (pelaku) hanya meraba-raba saja, kemudian lama-kelamaan sampai terjadi persetubuhan kurang lebih sebanyak 3 kali," kata Hadi, kepada wartawan di Mapolres Magelang, Rabu (8/7/2020).

Penyidik melakukan pemeriksaan dan mengamankan pelaku. Selain itu, mengamankan barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban.

Pelaku dijerat pelanggaran Pasal 81 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 287 ayat (1) KUHP.

"Ancaman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun. Yang bersangkutan adalah sudah dianggap sebagai orang tua, kemungkinan nanti saat persidangan ditambah sepertiga karena pelaku adalah sebagai orang tua dari korban," ujarnya.

Sementara itu, pelaku yang dihadirkan dalam jumpa pers mengatakan, awalnya karena sering tidur jadi satu, terus meraba-raba, namun korban diam saja. "Sering jadi satu (tidur), diraba diam saja," tuturnya.

Pelaku mengakui jika telah menyetubuhi korban sebanyak tiga kali. Pelaku juga sempat menjanjikan akan memberikan uang sebesar Rp100.000.

"Seingat saya tiga kali," katanya seraya menambahkan bahwa dia mencabuli korban ketika istrinya yang juga ibu kandung korban sedang tidur.

Sumber : detik.com

Keji, Pria Di Magelang Tega Setubuhi Anak Tirinya

KUDUS JATENG - Seorang nenek bernama Djumi'ah (60) warga Desa Tumpangkrasak Kecamatan Jati, Kudus tetap semangat bersepeda keliling menawarkan jasa bersih-bersih rumah. Perempuan yang tinggal sendirian itu setiap hari berkeliling menawarkan jasa bersih-bersih yang dia tekuni sudah tiga tahun belakangan.

"Ibu-ibu mari bersih-bersih, ibu-ibu," begitu Djumi'ah saat menawarkan jasanya kepada ibu rumah tangga yang ia lintasi, seperti yang dilansir detik.com, Rabu (8/7/2020).

Djumi'ah menawarkan jasa bersih-bersih rumah dengan mengendarai sepeda. Tampak di sepedanya juga terdapat tulisan "Terima jasa bersih-bersih rumah keliling". Seperti nyapu, ngepel, gosok pakaian, Lap-lap kaca. Di tulisan itu juga tertera nomor ponsel Djumi'ah.

Djumi'ah tinggal di RT 2 RW 6 Desa Tumpangkrasak Kecamatan Jati. Saat detikcom, berkunjung di kediamannya hari ini, dia tampak sibuk menyiapkan peralatan untuk berangkat bekerja. Sebelum keliling dia memberikan makan bagi hewan peliharaannya.

"Biasanya berangkat jam 09.00 WIB dan 09.30 WIB, karena harus mengurusi hewan peliharaan dulu. Soalnya begitu berangkat pagi, saya ndak tenang (karena belum memberikan makanan hewan peliharaan). Saya punya kucing sebanyak 15 dan ayamnya ada delapan," kata Djumi'ah.

Pada kesempatan itu juga, dia berbagi cerita soal lebih memilih menjadi tukang jasa keliling bersih-bersih. Awalnya, sekitar 10 tahun yang lalu ia menjadi asisten rumah tangga. Namun karena sering berganti-ganti majikan, akhirnya ia memilih untuk membuka jasa keliling bersih-bersih selama tiga tahun belakangan ini.

"Dulu menjadi pembantu rumah tangga. Tapi sering ganti-ganti akhirnya membuka jasa keliling. Awalnya dulu keliling dikira saya peminta-minta, karena waktu dulu belum saya kasih tulisan itu. Dulu susah sekali dapat pelanggan," kata Djumi'ah.

"Terus bagaimana caranya (agar) tidak kira minta sumbangan. Akhirnya buat tulisan di tukang las itu, terus saya keliling. Kalau ada pelanggan biasanya langsung dipanggil, kalau sudah dipasang tulisan tahu difoto kalau minta (ada pelanggan yang mencarinya) dipanggil," sambung dia.

Djumi'ah mengatakan, dia menjadi tukang punggung untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi dia sudah 15 tahun lalu ditinggal suaminya.

"Suami sudah pisah, 15 tahun lalu. Anaknya dua sudah rumah tangga. Anak-anak tidak pernah pulang, sudah enam tahun lalu, sejak sudah pada nikah," ujar dia.

Setiap hari dia mengaku berkeliling di sejumlah desa. Tak hanya itu, sejumlah perumahan di Kudus juga menjadi sasarannya untuk menawarkan jasa bersih-bersih rumah. Tidak jarang dalam sehari ia tidak mendapatkan satu pun pelanggan.

"Keliling seperti di perumahan Gawon, Perumhan Rumah Indah. Kalau tidak ada pelanggan ya libur. Kalau pas ada pelanggan yang langsung berangkat. Sehari bisa satu, kadang-kadang banyak satu hari tiga orang, yang ringan dua hari sehari. Setiap kali orderan biayanya Rp 50 ribu. Itu sampai selesai," jelasnya.

Sejumlah pekerjaan rumah dia kerjakan. Seperti menyapu, mengepel, hingga mengasuh anak.

Dalam kesempatan ini, dia mengaku berharap agar ketemu dengan anak-anaknya.

Sumber : detik.com

Mengharukan, Nenek Di Kudus Ini Tawarkan Jasa Bersih-bersih Keliling

KEDIRI JATIM - Satreskoba Polres Kediri Kota berhasil mengamankan Prasetyo warga Dusun Balong Desa Gogorante Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri karena terbukti mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Lokasi penangkapan di jalan raya depan terminal lama, Lingkungan Kresek Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Selasa kemarin.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota, AKP Kamsudi yang dikonfirmasi mengatakan penangkapan Prasetyo berawal dari laporan masyarakat, sering ada transaksi narkoba jenis sabu di Lingkungan Kresek Kelurahan Tempurejo. Lalu, petugas bergerak cepat menuju lokasi.

Akhirnya, petugas mengalihkan Prasetyo saat akan melakukan transaksi sabu-sabu. Petugas menemukan barang bukti 1 buah HP, 1 bungkus plastik klip berisi 4,83 gram sabu, satu plastik klip berisi 0,39 gram sabu dan uang tunai sebesar Rp 100.000. Untuk mempertanggung jawabkan tindakannya, saat ini PRASETYOakukan di Pesantren Polsek Kota Kediri.

Sumber : andikafm.com

Edarkan Sabu, Pria Di Kediri Diamankan Polisi

SURABAYA - Seorang mahasiswa berinisial N (22) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya kawasan Wonocolo, Surabaya. Korban ditemukan tewas di kamarnya lantai 2.

Tetangga korban, Supardi (65) mengaku jasad korban diketahui pertama kali oleh kedua orang tuanya pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

"Tadi sama orang tuanya (Ditemukan). Pas tahu gantung, teriak langsung minta tolong. Saya langsung lari ke rumahnya," kata Supardi kepada wartawan di lokasi, Rabu (8/7/2020).

Menurut Supardi, korban ditemuan pertama kali karena ibunya curiga. Sebab biasanya korban selalu tidur dengan adiknya.

"Ibunya itu kan kalau mau berangkat kerja selalu pamit ke anak dan suaminya. Tapi dilihat kok gak ada terus dicari ke atas," tutur Supardi.

"Nah pas di kamar atas pintunya kok terkunci, terus di balik jendela terlihat sudah gantung. Itu langsung ibunya teriak ke suaminya dan didobrak," tambahnya.

Menurut Supardi, korban semasa hidupnya dikenal pendiam dan jarang bergaul dengan teman sebayanya. Korban juga tercatat sebagai mahasiswa.

"Anaknya pendiam. Ya kalau keluar beli-beli dibungkus dan pulang lagi. Kuliah juga tapi sambil kerja juga," ujar Supardi.

Pantauan di lokasi jenazah korban baru dievakuasi sekitar pukul 10.00 WIB ke RSU Soetomo. Setelah tim inafis sekitar 1 jam melakukan olah TKP.

Sumber : m.detik.com

Gempar, Seorang Mahasiswa Di Surabaya Tewas Gantung Diri Di Kamarnya

KEDIRI JATIM - Salah seorang anak usia 4,5 tahun dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani isolasi mandiri. Dia merupakan warga Desa Mukuh Kecamatan Kayen Kidul. Anak tersebut tertular dari kakaknya, masuk klaster Pondok Pesantren Temboro, Magetan.

Selain itu, seorang anak laki-laki usia 6 tahun, warga Desa Padangan Kecamatan Kayen Kidul juga dinyatakan sembuh. Pasien tersebut tertular Covid-19 dari keluarga terdekat, klaster Desa Padangan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib mengatakan, selain dua anak yang dinyatakan sembuh, kemarin ada tambahan lagi 5 warga Kabupaten Kediri sembuh dari Covid-19. Mereka merupakan satu warga Desa Langenharjo Kecamatan Plemahan, dua warga Desa Kuwik Kecamatan Kunjang, satu warga Desa Sukorejo Kecamatan Gurah, satu Desa Bobang Kecamatan Semen.

Ahmad Khotib menambahkan, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kediri bertambah lima orang. Seorang perempuan usia 59 tahun, warga Desa Pesing Kecamatan Purwoasri. Pasien sudah meninggal pada 3 Juli 2020 di RSUD Pare Kediri, sebelum hasil swab keluar. Seorang perempuan usia 28 tahun, warga Desa/Kecamatan Kandangan, Klaster Sidoarjo, saat ini isolasi mandiri.

Seorang laki-laki usia 30 tahun, warga Desa Titik Kecamatan Semen, klaster Pabrik Rokok Araya, isolasi mandiri. Lalu, dua orang warga Desa Padangan yang terpapar Covid-19 dari Kasus Padangan sebelumnya. Laki-laki usia 41 tahun dan wanita 31 tahun, saat ini menjalani isolasi mandiri.

Saat ini terdapat 252 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri, dengan rincian 167 orang dirawat, 69 orang sembuh dan 16 orang meninggal.

Sumber : Andikafm.com

Bocah Usia 4 Tahun di Kediri Sembuh Dari Corona

SIDOARJO JATIM - Kabar duka kembali datang dari tenaga medis di Sidoarjo. Dua tenaga medis meninggal terkonfirmasi positif COVID-19, Selasa (7/7/2020).

Dua tenaga medis tersebut bertugas di Puskesmas Krembung dan Puskesmas Kedungsolo Kecamatan Porong.

Dua tenaga kesehatan itu yakni dr H Agus Pramono (49) dokter umum yang bertugas di Puskesmas Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong. Sedangkan Ida Istiningtyas (36) bertugas sebagai bidang senior di Puskesmas Kecamatan Krembung, Sidoarjo.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo Syaf Satriawarman membenarkan dua tenaga kesehatan yang bertugas di dua puskesmas itu meninggal.

"Benar mas, kembali ada kabar duka, dari dua tenaga kesehatan Sidoarjo. Keduanya terkonfirmasi positif virus Corona," kata Syaf kepada wartawan saat dihubungi, (8/7/2020).

Ia, menjelaskan dua tenaga kesehatan itu bertugas di Puskesmas Kedungsolo Porong dan Krembung. Sebelum meninggal, mereka sempat dirawat di rumah sakit rujukan di Sidoarjo.

"Untuk yang dokter dirawat di rumah sakit rujukan selama 8 hari. Sedangkan bidang yang bertugas di Puskesmas Krembung dirawat selama 3 hari," terang Syaf.

Keduanya sama-sama memiliki penyakit penyerta. "Kedua tenaga kesehatan itu memiliki komorbid atau penyakit penyerta," tandas Syaf.

Sumber : detik.com

Dalam Sehari, Dua Tenaga Medis Di Sidoarjo Meninggal Karena Covid-19

PASURUAN JATIM - Seorang bocah 5 tahun ditemukan tewas di saluran irigasi di Desa Tanggulangin, Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Polisi belum menyimpulkan apakah bocah berinisial R tersebut menjadi korban pembunuhan atau tidak.

Korban merupakan warga Desa Tanggulangin, Kecamatan pKejayan. Mayat korban pertama kali ditemukan warga yang menyambangi sawahnya sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat ditemukan, tubuhnya terendam air. Yang tampak dipermukaan hanya kepala, sebagian perut dan kaki. Baju bocah malang itu hampir terlepas dari badan. Sementara celananya masih terpakai.

"Kita dapat laporan langsung ke lokasi. Korban posisinya terlentang di air," kata Kapolsek Kejayan AKP Sugeng Prayitno, Selasa (7/7/2020).

Tim Inafis yang datang ke TKP langsung melakukan identifikasi. Proses identifikasi menyita perhatian ratusan warga.

Setelah dilakukan identifikasi, mayat korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Sugeng belum banyak memberikan keterangan.

"Kita belum memastikan apakah korban pembunuhan atau bukan. Kita menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara," ungkapnya.

Kasus ini ditangani Polsek Kejayan dan Sat Reskrim Polres Pasuruan. "Doakan segera ada titik terang," pungkasnya.

Bocah 5 Tahun Di Pasuruan Tewas Di Saluran Irigasi