BONDOWOSO JATIM - Tiga warga Maesan, Bondowoso tewas usai pesta miras oplosan. Sementara satu orang lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Korban yang meninggal yakni A (30) dan D (35) warga Desa Gambangan, serta D (36) warga Desa Sumbersari, Maesan. Sedangkan yang masih dirawat di rumah sakit, J (36).

Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz membenarkan kejadian yang merenggut nyawa tersebut. Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan atas tewasnya tiga korban itu.

"Masih kami kembangkan dengan memeriksa saksi-saksi. Termasuk jenis apa dan dari mana muasal miras oplosan itu," ungkap Erick saat dikonfirmasi di Pasar Maesan, Jumat (17/7/2020).

Dari data yang dihimpun, pesta miras tersebut digelar di sekitar Pasar Maesan pada Rabu (15/7) malam. Para korban berpesta dengan beberapa warga setempat.

Akibatnya, korban berjatuhan dan akhirnya meninggal kendati tidak dalam waktu bersamaan. A meninggal pada Kamis (16/7). Sementara D dan D meninggal pada Jumat (17/7) pagi.

Sedangkan J hingga kini masih dalam perawatan di RS Bhayangkara, Bondowoso. Untuk dua pelaku lainnya saat ini dalam kondisi sehat.

Sumber : m.detik.com

Usai Pesta Miras Oplosan, 3 Warga Bondowoso Tewas Mengenaskan

JOMBANG JATIM – Satuan Polres Jombang menangkap lima remaja yang sedang menggelar pesta miras (minuman keras) di Taman Kebon Rojo, Kamis (16/7/2020) malam. Mereka kemudian digelandang ke kantor polisi guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Hariyono mengatakan, penangkapan lima remaja tersebut saat tim Sabhara melakukan patroli kota. Saat melintas di kawasan Taman Kebon Rojo, petugas melihat sejumlah remaja yang sedang bergerombol.

Karena curiga, korps berseragam coklat mendatangi kerumunan tersebut. Apalagi, selama masa pandemi ini kerumunan memang dilarang. Nah, saat didekati, polisi mengetahui bahwa para remaja tersebut sedang menggelar pesata miras.

Selain menangkap lima orang, polisi juga menyita barang bukti berupa miras jenis arak yang tersisa 1/4 botol. “Mereka dijerat tipiring (Tindak Pidana Ringan). Mereka melanggar pasal 7 ayat 4 Perda Kabupaten Jombang No 16 tahun 2009, tentang pengawasan dan peredaran minuman beralkohol,” pungkas Hariyono.

Dalam patroli yang sama, polisi juga menangkap penjual miras yang ada di warung depan pabrik plywood Kecamatan Diwek. Pemilik warung, Muhammad Nailuddin Almansyur (50), dibawa ke kantor polisi guna pemeriksaan.

Selain menangkap pemilik warung, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, 6 botol arak putih, 7 botol bir bintang, serta 8 botol bir hitam. “Patroli serupa akan terus kita lakukan guna menciptakan situasi kondusif di Jombang,” pungkasnya.

Sumber : beritajatim.com

Asyik Gelar Miras, 5 Remaja Di Jombang Terjaring Razia

PASURUAN JATIM - Warga Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan merebut peti jenazah pasien yang dimakamkan dengan protokol COVID-19. Jenazah dalam peti dikeluarkan kemudian dimakamkan dengan normal. Fatalnya, pasien tersebut ternyata positif COVID-19.

Peristiwa ini bermula saat tim medis memakamkan pasien laki-laki berinisial AR (29) di TPU Desa Rowogempol, pukul 11.30 WIB. Seratusan warga desa yang dimotori keluarga pasien mengepung dan merebut peti jenazah.

"Warga sangat banyak, para petugas diancam," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya.

Anang menjelaskan, setelah direbut, peti jenazah dibawa ke rumah kemudian disalati di masjid. Saat itu, posisi peti masih tertutup sesuai protokol.

"Setelah disalati peti jenazah dibawa ke TPU untuk dimakamkan diantar ratusan warga," terang Anang.

Hal tidak terduga terjadi saat prosesi pemakaman. Warga membongkar peti dan memakamkan jenazah seperti pada umumnya. Pihak keluarga pasien yang menguburkan. Sedangkan peti di buang warga. Petugas tidak berkutik.

"Saat dimakamkan pukul 11.00 tadi, hasil swab-nya belum keluar. Hasil swab-nya keluar pukul 13.00 WIB dan pasien tersebut terkonfirmasi positif COVID-19," sesal Anang.

Anang kemudian membeberkan riwayat pasien. Pasien tersebut dibawa berobat ke RSUD Grati, dengan keluhan sakit sesak napas, Selasa (14/7). Sebelum dibawa ke rumah sakit, pasien tersebut sudah mengeluh sesak napas selama 14 hari.

Setelah menjalani pengobatan sampai Rabu siang, kondisi pasien mulai membaik. Namun, hasil foto torax menunjukkan AR mengalami pneumonia dan hasil rapid test reaktif. "Sehingga tim dokter pun melakukan tes swab," jelas Anang.

Malam hari, kondisi kesehatannya menurun dan sesak napasnya kambuh. Pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 05.00 WIB tadi.

Karena hasil swab-nya belum turun, keluarganya tidak berkenan dimakamkan dengan protokol COVID-19. Namun setelah berunding keluarganya mengizinkan asal pemulasaraannya di RSUD R Soedarsono Kota Pasuruan.

"Namun saat akan dimakamkan, terjadilah insiden warga merebut jenazah siang tadi," pungkas Anang.

Sumber : m.detik.com

Heboh, Ratusan Warga Pasuruan Rebut Peti Jenazah Pasien Positif Covid-19

NGANJUK JATIM - Saat sedang mencari pakan ternak, seorang pria bernama Suwarno kakek 71 tahun warga Desa Pacewetan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk meninggal dunia di sawah, kamis 16/07/2020 siang.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, IPTU Rony Yunimantara saat dihubungi mengatakan,  peristiwa itu berawal saat kakek SUWARNO sedang mencari jerami padi untuk pakar ternaknya. Karena kelelahan kakek Suwarno beristirahat sambil ngrobrol dengan teman petani lain yang ada sawah tersebut.

Saat mengobrol kakek Suwarno tiba-tiba tidak sadarkan diri dan setelah di periksa, ternyata sudah meninggal dunia. 

Melihat kejadian itu petani lain  langsung melaporkan ke perangkat desa setempat dan  meneruskan laporan ke Polsek Pace Polres Nganjuk.

Setelah menerima laporan tersebut, anggota Polsek Pace bersama tim medis Puskesmas Pace langsung datang ke TKP. Hasil pemeriksaan tim medis, hasilnya tidak ditemukan adanya bekas luka mencurigakan dari tubuhnya.

IPTU Rony Yunimantara mengatakan, dari keterangan pihak keluarga, kakek Suwarno selama ini sering mengeluh darah rendah. Kebetulan tadi pagi ketika berangkat ke sawah belum sempat sarapan.

Sumber : andikafm.com

Kakek Di Nganjuk Meninggal Mendadak Saat Sedang Ngaret

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang warga Tulungagung dilaporkan hilang terseret arus Sungai Brantas saat mandi bersama adiknya. Tim SAR gabungan masih berusaha melakukan pencarian korban.

Kepala Basarnas Pos Trenggalek Yoni Fariza mengatakan korban adalah Sugiat (39), warga Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Korban hilang sekitar pukul 16.30 WIB di aliran Sungai Brantas di desanya.

Peristiwa itu berawal saat korban bersama adiknya mandi di kawasan Sungai Brantas, namun secara tiba-tiba korban terseret arus sungai. Melihat saudaranya tenggelam, adik korban berusaha memberikan pertolongan.

"Namun upaya pertolongan yang dilakukan adiknya gagal, sebab kondisi arus sungai lumayan deras," kata Yoni (16/7/2020)

Akibatnya korban terseret arus sungai dan tenggelam. Sejak Kamis petang sejumlah tim SAR gabungan dari BPBD, kepolisian, TNI dan sejumlah potensi SAR lain berusaha melalukan upaya pencarian, namun korban masih belum ditemukan.

"Basarnas Trenggalek sekarang juga sedang menuju ke lokasi untuk membantu proses pencarian terhadap korban," jelasnya.

Rencananya tim pencarian dan pertolongan akan melakukan penyisiran di aliran sungai pada Jumat besok dengan memanfaatkan perahu karet.

"Malam ini kami lakukan perencanaan operasi yang akan dilakukan besok pagi, termasuk titik sasaran," tandas Yoni.

Sumber : m.detik.com

Satu Warga Tulungagung Hilang Saat Mandi di Sungai Brantas

TUBAN JATIM - Dua muda mudi diamankan dalam mobil bergoyang yang terparkir di depan rumah Wakil Bupati Tuban. Muda mudi tersebut sempat berbuat mesum sebelum diamankan.

Muda mudi itu adalah pria AN (20), warga Bubulan Bojonegoro, sedangkan yang perempuan NS (20), warga Kecamatan Palang Tuban. Awalnya mereka mengelak disebut mesum di dalam mobil. Namun pada akhirnya mereka mengakuinya.

"Saat dicek agak kesulitan artinya mbulet, akhirnya kita bawa ke kantor. Dari bukti di lapangan ditemukan beberapa alat kontrasepsi yaitu kondom yang sudah terpakai maupun yang belum. Dari laporan PKL disana juga ada yang dibuang. Kita bawa ke kantor untuk diminta keterangan, dari pengakuan muda mudi ini juga benar (mesum)," ujar Kasi Operasi Satpol PP Tuban Joko Herlambang kepada wartawan, Kamis ( 16/7/2020).

Sementara itu, dari video yang viral, kondom bekas dipakai ditemukan oleh petugas satpol PP dan warga. Kondom itu dalam posisi jatuh terbuang di jalan raya yang posisinya berada di belakang mobil yang bergoyang.

"Mungkin saking takutnya, jatuh kondomnya karena pelaku cowok pakai celana pendek kolor. Masih dalam keadaan berpakaian keduanya, cuma sempat terlihat ritsleting celana yang perempuan terbuka," kata Abdul, salah satu warga.

Viral foto dan video mobil bergoyang di sebelah barat Alun-alun Tuban. Mobil tersebut terparkir di depan rumah Dinas wakil Bupati Tuban.

Peristiwa itu diketahui pada Rabu (15/07/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Mobil itu sendiri sudah parkir di lokasi sejak pukul 17.00 WIB.

Sumber : m.detik.com

Kasus Mobil Bergoyang di Tuban Polisi Temukan Kondom

PEKALONGAN JATENG - Remaja berinisial A yang ditemukan tewas di bantaran Sungai Klego, Kota Pekalongan, Jawa Tengah diduga korban pembunuhan. Polisi menemukan 11 luka tusukan di tubuh korban.

"Meninggalnya karena dibunuh. Dari keterangan Dokkes Polda Jateng tadi, ada 11 tusukan di tubuh korban," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Adrian Suez saat dihubungi di RSUD Bendan Kota Pekalongan, Kamis (16/7/2020).

"Delapan di leher, satu di perut, satu di punggung dan satu di tangan," tambahnya.

Egy menyebut pihaknya masih mencari petunjuk terkait pembunuhan ini. Tim juga sudah dikerahkan untuk mengungkap kasus pembunuhan ini.

"Masih melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Doakan saja cepat terungkap," kata Egy.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat ABG ditemukan telungkup bersimbah darah di bantaran Sungai Klego, pada pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB. Mayatnya ditemukan oleh warga yang sedang mencari kroto atau telur semut.

Korban diketahui bernama Muhamd Arya Sofa (15) warga Pekalongan Timur. Keluarga korban yang datang ke lokasi juga telah memastikan korban merupakan salah satu anggota keluarganya.

"Itu benar yang menjadi korban keponakan saya. Ini kita lagi ambil proses pengambilan jenazah," kata paman korban Nurokhman (42) di kamar jenazah RSUD Bendan, Kota Pekalongan.

Sumber : m.detik.com

Remaja Di Pekalongan Tewas Dengan Bekas Luka Tusukan Di Tubuh

REMBANG JATENG - Warga Desa Punjulharjo, Kecamatan kota Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah digegerkan dengan temuan sesosok mayat berjenis kelamin perempuan dalam kondisi hampir membusuk. Mayat nenek itu ditemukan di lahan kosong dekat area tambak desa setempat siang tadi.

Belakangan, mayat itu diketahui bernama Murjiati (80) warga Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Rembang. Plt Kapolsek Lasem Iptu Arif Kristiawan menjelaskan awalnya mendapatkan laporan adanya warga yang menemukan sesosok mayat sekitar pukul 11.30 WIB.

"Polsek Lasem menerima laporan dari Kepala Desa Dorokandang perihal penemuan mayat warga desanya. Kemudian kami bersama anggota reskrim dan Puskesmas Lasem mendatangi TKP," kata Arif kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).

Arif menyebut lokasi penemuan jenazah berada di wilayah hukum Polsek Rembang Kota, sehingga penanganan kasus dilimpahkan kepada pihak Polsek setempat.

Terpisah, Kapolsek Rembang kota AKP Didik Dwi Susanto menjelaskan korban yang sudah lanjut usia diduga mengalami pikun. Berdasarkan keterangan keluarga, korban keluar rumah sejak 10 hari yang lalu.

"Keterangan keluarga keluar rumah sudah 10 hari lalu, karena sekian hari nggak pulang kemungkinan tidak makan sakit akhirnya meninggal mas," kata Didik saat dihubungi.

Berdasarkan pemeriksaan pihak Puskesmas pun, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga telah meninggal 10 hari yang lalu.

"Intinya tidak ada tanda-tanda kekerasan, jadi meninggal karena mungkin sakit atau lapar karena pikun tidak bisa pulang ke rumah," jelasnya.

Sumber : m.detik.com

Hilang Berhari-hari, Nenek Di Rembang Ditemukan Tewas Hampir Membusuk

TULUNGAGUNG JATIM - Polres Tulungagung bersama Dishub dan Kodim 0807 Tulungagung membuat Ruang Henti Khusus (RHK) di simpang tiga Pemkab Tulungagung. RHK tersebut upaya menjaga jarak atau physical distancing antara pengendara sepeda motor sewaktu berhenti menunggu lampu merah berubah menjadi hijau.

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Aristianto Budi mengatakan, pembuatan RHK physical distancing yang pertama dilakukan di simpang tiga Pemkab Tulungagung. Sat Lantas Polres Tulungagung akan terus melaksanakan sosialisasi agar masyarakat mengetahui maksud dan tujuan pemasangan RHK tersebut serta adaptasi kebijakan new normal.

Tim gabungan akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Ke depan, Kasatlantas Polres Tulunggaung menyebut akan ada penyesuaian lokasi mana saja yang akan dicat RKH ini. Satlantas Polres Tulungagung juga akan terus menghitung rasio kendaraan yang melintas di lokasi-lokasi RHK.

Hal ini dimaksudkan supaya pembatasan kerumuman masyarakat melalui pemberlakuan RHK ini tidak malah menimbulkan kemacetan dan kerumuman massa. Seting durasi Traffict Light akan diatur secara seksama oleh Dishub Tulungagung.

Polres Tulungagung Berlakukan RHK Di Simpang Tiga Pemkab Tulungagung

MOJOKERTO JATIM – Seorang pemuda di Mojokerto ditemukan tewas tenggelam di dasar sungai Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Sementara sepeda motor Honda Vario nopol S 2981 NR milik korban ditemukan terparkir di tepi sungai.

Kanit Reskrim Polsek Puri, Aiptu Sutono mengatakan, korban ditemukan sekira pukul 12.00 WIB. “Sebelumnya ada laporan orang hilang atas nama Fatkhur Rochman, umur 26 tahun, warga Sarirejo RT 02 RW 06, Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Kamis (16/7/2020).

Setelah mendapatkan laporan, petugas langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama keluarga korban untuk melakukan upaya pencarian. Pasalnya sebelum dilaporkan hilang, korban berpamitan ke sungai dan di tepi sungai ditemukan sepeda motor Honda Vario nopol S 2981 NR milik korban terparkir.

“Di dekat sepeda motor korban, juga ditemukan sandal dan kaos milik korban. Setelah dilakukan pencarian di dalam sungai dan ditemukan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia. Bidan desa yang memeriksa kondisi korban, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” katanya.

Pihak keluarga korban menolak jenazah dilakukan otopsi dengan surat pernyataan dari pihak keluarga. Keluarga menyatakan jika korban meninggal karena pada saat mandi penyakit bawaan epilepsi atau ayan kambuh. Sehingga jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka.

“Berdasarkan keterangan keluarga korban membenarkan bila korban memiliki penyakit epilepsi atau ayan sering kambuh. Korban berpamitan ke sungai untuk mandi dan lama ditunggu tidak kembali sehingga keluarga korban mencari ke sungai dan menemukan sepeda motor dan sandal milik korban,” jelasnya.

Pihak keluarga korban mencoba mencari keberadaan korban namun tidak diketemukan sehingga pihak keluarga melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke Polsek Puri. Setelah dilakukan pencarian, jenazah korban ditemukan di dasar sungai dalam kondisi meninggal dunia.

“Barang-barang milik korban ditemukan dalam keadaan lengkap dan tidak ada yang hilang. Di tubuh korban juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan setelah dilakukan pengecekan oleh bidan desa dan karena pihak keluarga meminta tidak dilakukan otopsi sehingga jenazah korban langsung di bawa ke rumah duka,” pungkasnya.

Sumber : beritajatim.com

Diduga Penyakitnya Kambuh, Pria Di Mojokerto Meninggal Di Sungai

GRESIK JATIM– Sungguh Memalukan, perbuatan keji mantan perangkat Desa Asempapak, Kecamatan Sidayu, Gresik, Slamet (55) tidak patut dicontoh. Sebagai perangkat desa, seharusnya menjadi pengayom masyarakat desa. Namun, sebaliknya Slamet malah menyetubuhi anak yatim sewaktu masih duduk di Sekolah Dasar (SD) sebut saja Mawar yang saat ini berusia 12 tahun.

Perbuatan Slamet tidak hanya sekali melakukan layaknya hubungan suami istri. Tapi, sudah dua kali. Akibatnya, mantan Kaur Kesra Desa Asempapak itu dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.

Kepala Desa (Kades) Asempapak, Abdul Qodir membenarkan jika ada perangkat desanya yang melakukan pencabulan itu. “Dia Slamet sudah nonaktifkan lama saat kami menerima laporan dari pihak keluarga dan polisi. Hal ini kami lakukan untuk mencegah adanya gejolak dari masyarakat, Rabu (14/07/2020).

Abdul Qodir menambahkan, saat dikonfirmasi dirinya. Slamet tidak membantah dan membenarkan kejadian tersebut. “Dari penuturannya dia bilang iyaa sesuai laporan, dan langsung kita nonaktifkan,” imbuhnya.

Rumah Slamet dan korban masih bertetangga. Korban yang saat itu masih duduk dibangku SD dipaksa menuruti aksi bejat sejak beberapa tahun lalu. Ironisnya, korban merupakan anak yatim karena beberapa bulan ditinggal almarhum ayahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dipaksa melakukan hubungan tidak senonoh itu saat duduk di bangku kelas IV SD. Pelaku yang berusia jauh lebih tua itu nekat melucuti baju korban untuk menuruti nafsu bejatnya di sebuah makam dan rumah.

Kasus pencabulan terungkap saat Slamet berinisiatif mendatangi rumah korban. Kedatangan pria 55 tahun ini untuk melamar korban yang masih SD ini. Tak pelak keluarga korban curiga dan memaksa korban buka suara. Saat kejadian korban bermain dengan cucu dari pelaku. Slamet malah meniduri korbannya.

Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Djoko Suprianto membenarkan adanya laporan pencabulan anak di bawah umur. “Laporannya sudah kami terima untuk jabatannya saya kurang tahu,” pungkasnya.

Sumber : beritajatim.com

Keji, Mantan Perangkat Desa Di Gresik Setubuhi Bocah Yatim

MALANG JATIM - Pemerintah Kabupaten Malang menutup sementara destinasi wisata pantai yang berada di Jalur Lintas Selatan (JLS). Langkah ini dilakukan karena pengelola destinasi wisata dinilai tak menjalankan protokol pencegahan COVID-19.

Perintah penutupan destinasi wisata pantai disampaikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang melalui surat No 556/566/35.07.108/2020 yang ditujukan kepada seluruh pengelola pantai di sepanjang jalur lintas selatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara menuturkan, keputusan untuk menutup sementara destinasi wisata pantai di sepanjang JLS berdasarkan hasil rapat evaluasi gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kabupaten Malang yang digelar akhir pekan lalu.

Dalam rapat itu, lanjut Made, turut hadir Muspika di sepanjang JLS. Mereka kemudian menyampaikan banyak menerima protes dari kepala desa serta masyarakat atas ramainya kondisi wisata pantai. Di sisi lain, masyarakat dilarang menggelar kegiatan yang mengarah kepada pengumpulan massa demi pencegahan COVID-19.

"Berdasarkan masukan itulah, kemudian gugus tugas memutuskan untuk menutup sementara seluruh destinasi wisata pantai di sepanjang JLS. Dalam artian, pengelola wisata wajib memenuhi SOP (standar protokol pencegahan COVID-19," tegas Made saat dihubungi wartawan, Selasa (14/7/2020).

Made menambahkan, pihaknya mendorong pengelola wisata untuk berbenah diri dan memenuhi syarat protokol pencegahan COVID-19. Waktu uji coba akan diberikan seiring dilakukan pengawasan apakah sudah menerapkan standar protokol kesehatan.

"Jadi nanti, ketika pengelola wisata akan ujicoba menjalankan SOP. Akan kita pantau dengan gugus tugas. Kalau memang sudah sesuai standar yang dianjurkan, otomatis akan diberikan izin untuk dibuka kembali," imbuh Made.

Made berharap, dengan beredarnya surat keputusan tersebut, dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa wisata pantai di sepanjang JLS telah ditutup untuk sementara. "Dengan surat itu harapannya masyarakat sudah tahu kalau wisata pantai ditutup," tandasnya.

Dia menjelaskan, selama ini beroperasinya kembali destinasi wisata pantai di sepanjang JLS berdasarkan desakan masyarakat. Tanpa lebih dahulu dilakukan kontrol atau pengawasan apakah memenuhi standar protokol kesehatan demi mencegah penyebaran COVID-19.

Pengunjung hanya dikenakan biaya tiket masuk destinasi wisata tanpa ada asuransi jika kemudian terpapar Corona. Sementara gugus tugas bekerja keras bagaimana menekan laju penambahan kasus COVID-19 di wilayah Kabupaten Malang.

"Munculnya klaster baru tidak diinginkan dengan beroperasinya destinasi wisata pantai itu. Sebelum benar-benar direkomendasikan boleh dibuka, karena telah menerapkan protokol pencegahan COVID-19," jelas Made.

Sementara PD Jasa Yasa, pengelola wisata Pantai Balekambang, Regent dan Ngliyep mengaku, belum menerima surat keputusan penutupan sementara destinasi wisata pantai di sepanjang JLS.

"Kami belum menerima secara resmi surat keputusan yang dimaksud. Hanya yang kami tahu, sepenggal surat keputusan tentang penutupan wisata pantai di sepanjang JLS. Itupun dari media sosial, tidak secara langsung," tegas Dirut PD Jasa Yasa Ahmad Faiz Wildan dikonfirmasi terpisah.

Wildan mengaku, beroperasinya wisata Pantai Balekambang semata demi menggerakkan kembali perekonomian rakyat di tengah pandemi COVID-19. Selain, destinasi pantai banyak memiliki manfaat bagi tubuh supaya tidak terpapar Corona.

"Untuk protokol kesehatan juga telah kami jalankan. Agar tidak terjadi sebaran virus COVID-19. Perekonomian rakyat yang kemarin lumpuh karena ditutup, sekarang mulai berjalan lagi," pungkas Wildan.

Sumber : m.detik.com

Pemkab Malang Tutup Sementara Wisata Pantai Jalur Selatan

SAMPANG JATIM – Seorang pria bernama Ahmadi (53) Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) kantor Kecamatan Sereseh, Kabupaten Sampang, Madura, mengalami kecelakaan maut di jalan raya Desa Taman, Kecamatan Jrengik, Selasa (14/7/2020).

“Korban dinyatakan meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena mengalami luka berat di bagian kepala,” terang, Kanit Laka Lantas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo.

Eko menjelaskan, Ahmadi yang tinggal di Jalan Imam Ghozali, Kelurahan Gunung Sekar ini keseharianya rutin berangkat ke kantornya mengendarai motor Honda Beat Nopol M 4972 PP. Sekitar pukul 06.30 WIB, Ahmadi dikabarkan mengalami kecelakaan di jalan raya Jrengik. Lantaran motor yang dikendarainya tersenggol sebuah minibus saat berusaha menyalip dari sisi kanan.

Sehingga, motor oleng ke kanan dan bersamaan dari arah berlawanan melintas mobil Toyota Avanza warna hitam nopol B 1956 MF yang dikemudikan oleh Muhammad Rohmatullaoh Hawi (53) warga Burneh, Bangkalan.

“Korban tertabrak mobil dari arah berlawanan, saat itu sempat dibawa ke Puskesmas terdekat namun nyawa korban tidak dapat tertolong,” imbuhnya.

Masih kata Eko, pihaknya kini masih mendalami kasus kecelakaan maut tersebut, termasuk mencari minibus yang belum ditemukan. “Kita masih memintai keterangan para saksi dan menyelidiki keberadaan mobil minibus,” pungkasnya.

Sumber : beritajatim.com

Saat Berangkat Kerja, PNS Ini Meninggal Alami Kecelakaan

NGAWI JATIM - Seorang bocah di Ngawi jatuh ke sumur 21 meter. Ia selamat setelah dievakuasi selama kurang lebih satu jam.

Bocah bernama Rizal (13) itu merupakan warga Desa Krompol, Kecamatan Bringin, Ngawi. Ia jatuh ke sumur saat bermain berlarian pada pukul 10.00 WIB.

"Awas hati-hati pelan saja," kata seorang warga saat evakuasi korban dengan menggunakan keranjang bambu yang ditarik tali tambang, Selasa (14/7/2020).

Warga yang dibantu polisi dan TNI tampak berhati-hati menarik tali tambang yang mengangkat bocah tersebut. Usai dievakuasi dari sumur, bocah itu tampak lemas. Korban kemudian digendong ke ambulans.

"Sempat lemas tadi dan langsung kita bantu bawa masuk ambulans untuk dibawa ke Puskesmas," ujar Kapolsek Bringin, AKP Suparman saat di konfirmasi wartawan.

Proses evakuasi korban, kata Suparman, berlangsung sekitar satu jam. "Sebelumnya warga berusaha evakuasi dan akhirnya minta bantuan polsek," paparnya.

Dalam proses evakuasi, warga juga menyalakan 3 kipas angin yang diarahkan ke sumur. Itu dilakukan agar korban tetap mendapat suplai udara yang cukup.

"Sempat histeris tegang saat berhasil evakuasi apalagi orang tuanya," paparnya.

Suparman menjelaskan, kejadian itu bermula saat korban bermain berlarian di belakang rumahnya. Di lokasi terdapat sumur yang tidak terpakai. Beruntung, sumur tersebut tidak banyak airnya karena musim kemarau.

"Jadi korban bermain berlari-larian di sekitar sumur duduk. Karena kurang hati-hatinya korban, sehingga terperosok ke dalam sumur dengan kedalaman kurang lebih 21 meter. Kemudian korban berhasil dievakuasi oleh masyarakat dan anggota Polsek dan Koramil Bringin dalam keadaan selamat. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Bringin guna mendapat pertolongan dari medis," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Usai Jatuh Ke Sumur 21 Meter, Bocah Di Ngawi Selamat

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang perempuan bernama Musrini seorang pejalan kaki warga Desa Pulosari Ngunut Tulungagung meninggal dunia karena tertabrak mobil saat menyeberang, Selasa 14/07/2020 pagi.

Lokasi kecelakaan di Jalan Umum Desa Pulosari Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.

IPTU Dion Fitrianto Kanit Laka Satlantas Polres Tulungagung yang dikonfirmasi mengatakan kecelakaan terjadi pagi tadi sekitar pukul 04.20 wib.

Kecelakaan melibatkan mobil Mitshubishi T120 dengan Nomor Polisi AG 1812 RD dikemudikan AINUL Yakin Fakhumurian warga Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung menabrak seorang pejalan kaki bernama MUSRINI warga Desa Pulosari Ngunut Tulungagung.

Kecelakaan berawal saat mobil Mitshubisi T120 melaju dari Desa Sambirobyong atau Jembatan Ngujang 2 Tulungagung menuju Desa Kromasan Ngunut Tulungagung. Sesampainya di lokasi diduga pengemudi mobil kurang fokus, sehingga tidak melihat kalau ada pejalan kaki yang menyeberang, sehingga langsung menabrak perempuan yang menyeberang tersebut.

Korban mengalami luka cukup serius dan langsung meninggal dunia di lokasi.

Sumber : andikafm.com

Nylonong Saat Nyebrang, Wanita Di Tulungagung Meninggal Tertabrak Mobil

KEDIRI JATIM - Seorang pengendara motor bernama Ananda Wildan, warga Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, menjadi korban kecelakaan di Jalan Ahmad Yani Kota Kediri. Kecelakaan terjadi sekitar jam 16.15 WIB, sore tadi.

Kanit Laka Satlantas Polres Kediri Kota, IPDA Dyah Ayu, saat dikonfirmasi menjelaskan, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol AG 6676 OB yang dikendarai Wildan melaju dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Letjend Suprapto, Kota Kediri.

Sesampainya di lokasi kejadian, tiba tiba ada sepeda motor lain yang tidak diakui identitasnya memutar balik. Diketahui, sepeda motor tidak dikenal melaju dari Jalan Letjend Suprapto memutar di depan Stadion Brawijaya Kota Kediri. WILDAN berhasil menghindar tetapi menabrak trotoar.

Akibat kecelakaan tersebut, WILDAN mengalami luka-luka. Petugas Satpol PP Kota Kediri yang berada di lokasi kejadian membawa WILDAN ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri dan korban dinyatakan meninggal dunia.

Sumber : andikafm.com

Tabrak Trotoar Jalan, Pengemudi Motor di Kediri Meninggal

SIDOARJO JATIM – Seorang pekerja tebang tebu di kebun tebu Dusun Kedurus RT 03 RW 04 Desa Kepatihan Kecamatan Tulangan, dikagetkan dengan sesosok jenazah laki-laki tanpa busana di kebun tersebut.

Jasad korban pertama kali ditemukan Budiono (49) warga RT 13 RW 04 Dusun Bibis Desa Keret Kec. Krembung. Oleh saksi, temuannya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Budiono menceritakan awalnya ia berniat memantau pekerja tebang tebu. Didekat lokasi, dirinya mencium bau busuk.

“Tercium bau busuk menyengat sekali dari dalam lahan, lalu saya cari ternyata ada mayat orang tanpa busana, kemudian saya lapor polisi,” katanya Senin (13/7/2020).

Saat ditemukan, korban tidak membawa identitas. Warga Dusun Kedurus juga tak ada yang mengenali wajah korban. Usia korban diperkirakan sekitar 30 tahun.

Kapolsek Tulangan AKP Eka Anggriana mengatakan bahwa tidak ditemukan identitas pada tubuh korban maupun di sekitar lokasi. Belum diketahui penyebab kejadian tersebut dan saat ini masih dilakukan penyelidikan.

Tidak ditemukan identitas pada jenazah. “Penyebab kematian masih kami selidiki. Saat ini, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Pusdik Porong untuk dilakukan autopsi,” terang mantan Kapolsek Sedati itu.

Sumber : beritajatim.com

Mayat Pria Telanjang Di Sidoarjo Ditemukan Membusuk Di Kebun Tebu

REMBANG JATENG - Ucapan bela sungkawa atas wafatnya Ketua DPRD Rembang, KH Majid Kamil MZ, terus berdatangan. Karangan bunga pun berjejer di kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Desa Karangmangu Kecamatan Sarang, Rembang.

Berdasarkan pantauan, karangan bunga datang dari berbagai tokoh maupun partai politik. Karangan bunga sendiri mulai berdatangan sejak Senin (13/7/2020) pagi hingga sore ini.

Namun, suasana rumah duka pria yang akrab disapa Gus Kamil itu tampak sepi aktivitas. Hanya tamu tertentu saja yang dapat melayat masuk ke dalam rumah Gus Kamil.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku dirinya juga telah datang ke rumah duka di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang. Ia mengaku datang bersama jajaran pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Tadi barusan ini saya pulang dari sana. Sama jajaran pengurus partai, untuk menyampaikan rasa bela sungkawa kami. Tapi tadi cuma terbatas, dan nampaknya tidak dibuka secara umum bagi pelayat," paparnya kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Salah seorang santri ndalem, Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Asrofi, menyebut pihak keluarga masih cukup syok atas meninggalnya Gus Kamil, yang juga merupakan putra dari KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen.

"Masih syok, pastinya iya (rumah terbatas untuk tamu pelayat)," kata Asrofi saat dimintai konfirmasi wartawan melalui pesan singkat.

Tak hanya di rumah duka, karangan bunga ucapan bela sungkawa juga nampak terlihat di sekitaran gedung DPRD Kabupaten Rembang. Bahkan, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang simbol berduka.

Diberitakan sebelumnya, Gus Kamil meninggal dunia di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Minggu (12/7). Jenazah Gus Kamil langsung dimakamkan pada dini hari tadi menggunakan protokol virus Corona.

Gus Kamil merupakan anak ketiga dari mendiang Mbah Moen. Sebelum meninggal, dia dirawat sejak 6 Juli lalu di rumah sakit tersebut. Dari uji swab terkonfirmasi bahwa Gus Kamil positif virus Corona.

Sumber : m.detik.com

Innalilahi... Gus Kamil Dari Pesantren Al-Anwar Sarang Meninggal

SURABAYA - Dua pegawai Televisi Republik Indonesia (TVRI) Jawa Timur meninggal. Kedua pegawai itu meninggal dengan status positif COVID-19.

"Iya benar, meninggal dua hari berturut-turut hari Sabtu (11/7) dan Minggu (12/7) lalu," terang Kepala Stasiun TVRI Jatim, Akbar Sahidi kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

"Kalau yang cowok meninggal hari Sabtu, kalau yang cewek hari Minggu," lanjut Akbar.

Menurut Akbar, selain terkonfirmasi positif COVID-19, kedua karyawan itu juga memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Yakni typus dan demam berdarah.

"Nah, setelah meninggal, kami masih sebenarnya belum mendapat konfirmasi kalau mereka terpapar COVID-19. Padahal tanggal 6 mereka ini sudah terpapar," terang Akbar.

"Kedua karyawan kami ini awal masuk rumah sakit itu salah satunya gejala dan komorbid typus dan satunya DBD," pungkasnya.

Sumber rujukan : m.detik.com

Kabar Duka, 2 Pegawai TVRI Jawa Timur Meninggal Berstatus Positif Covid-19

PONOROGO JATIM– Seorang pria tua berumur 55 tahun meninggal mendadak di area persawaan di Kelurahan Jingglong Ponorogo. Korban bernama Mulyadi, yangnberalawat di Kelurahan tersebut. Menurut Kanit Reskrim Polsek Ponorogo Iptu Rosyid Effendy, korban meninggal saat memanen padi di salah satu sawah warga.

“Iya memang tadi pagi ada warga Kelurahan Jingglong yang meninggal mendadak,” kata Rosyid saat dihubungi, Senin (13/7/2020).

Rosyid menceritakan kronologis kematian korban, awalnya pada pukul 06.00 korban bersama 5 temannya bekerja memanen padi di area persawaan Kelurahan setempat. Sekitar pukul 07.00 korban memutuskan untuk istirahat bersama-sama dengan teman temannya, duduk di pinggir sawah.

Korban bilang ke salah satu temannya, bahwa dia merasa tidak enak badan. Dadanya terasa sesak, dan korban berusaha memijit dadanya sendiri sebelah kiri.

“Kemudian korban merebahkan diri dan pingsan. Melihat itu teman-temannya berusaha berusaha membangunkan, namun korban sudah meninggal,” katanya.

Mendapatkan laporan ada yang meninggal, petugas Polsek Kota bersama tim kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap korban. Hasil visum luar didapati bahwa diduga korban meninggal karena mengalami sakit jantung.

Dan dari informasi keluarga, memang korban mempunyai riwayat sakit jantung.

“Karena saat ini dimasa pandemi, tadi pemeriksaan dan pemandian jenazah korban tadi dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya.

Sumber : beritajatim.com

Saat Memanen Padi, Pria Di Ponorogo Meninggal Mendadak