SIDOARJO JATIM - Seorang pelanggar dalam operasi yustisi di Sidoarjo didenda lebih besar yakni Rp 200 ribu. Sebab, ia tetap ngeyel ogah memakai masker saat terjaring.

Saat operasi baru digelar di kawasan Waru, Sidoarjo, petugas sudah menjaring belasan pengendara yang tidak memakai masker. Mereka rata-rata didenda Rp 150 ribu setelah menjalani sidang di tempat. Apabila tidak bisa membayar, maka pelanggar harus menjalani kurungan tiga hari.

Di antara para pelanggar yang tak mengenakan masker, ada satu orang yang protes kepada petugas. Bahkan saat sudah terjaring pun, pria ini ogah memakai maskernya.

Baru saat akan disidang di tempat, dia mau mengenakan maskernya. Pria ini pun divonis denda lebih tinggi dari rata-rata yaitu Rp 200 ribu, subsider tujuh hari.

Mendengar vonis tersebut, pria tadi jatuh pingsan. Petugas kemudian mengangkatnya ke ruang pos lantas Waru. Dia sadar dari pingsannya setelah diberi air minum.

Menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji, pelanggar tersebut tidak bener-benar pingsan. Ia menduga, pelanggar ini hanya mencari perhatian karena tidak siap untuk menerima sanksi tersebut.

"Diduga pura-pura pingsan terlihat matanya tidak dipejamkan," terang Sumardji, Senin (14/9/2020).

Sumber : detik.com

Didenda 200 Ribu Karena Tak Bermasker, Pria Di Sidoarjo Ini Pura-pura Pingsan

KUDUS JATENG - Siswi SMP Negeri 2 Kudus Issabell Carolline Aryadi (13) melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS) di sekolah sendirian. Hal tersebut karena siswa kelas 8 itu tak punya handphone.

Dari Pantauan wartawan pagi tadi, Issabell hanya seorang diri melaksanakan PTS di SMP Negeri 2 Kudus yang berada di Jalan Jenderal Sudirman No 82 Desa Nganguk Kecamatan Kota, Kudus, Senin (14/9/2020). Tampak dia mengerjakan PTS online itu secara serius.

"Ini karena tidak punya HP, di rumah ada HP satu (milik orang tua) itu dipakai saudara, karena cuman satu. Saya mengerjakan (PTS) di sekolah," kata Issabel kepada wartawan saat ditemui di SMP Negeri 2 Kudus, Senin (14/9/2020).

Issabell mengatakan, pelaksanaan PTS dilaksanakan selama sepekan. Dalam sehari dia mengerjakan dua mata pelajaran secara daring. Mata pelajaran hari pertama Senin ini adalah Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama Islam.

"Pelajaran bahasa Indonesia dan PAI. Persiapan dari minggu lalu belajar. Senang bisa mengerjakan PTS di sekolah dan dipinjami laptop," kata Isabell anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Dia menceritakan, selama ini kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring. Karena keterbatasan alat komunikasi, dia mengaku terpaksa bergantian menggunakan HP untuk proses belajar online.

Issabell bercerita, bapaknya seorang pedagang dan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Sedangkan kakaknya duduk di kelas 3 SMP dan adiknya baru duduk kelas 1 SD.

"Pelajaran dilakukan secara online, biasanya gunakan hp secara gantian di rumah. Karena kakak juga melaksanakan sekolah secara daring," ujar Issabell.

Kepala SMP 2 Kudus, Sujarwo menambahkan, sesuai dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus pelaksanaan PTS dilakukan secara online. Ini karena tidak lepas karena kondisi di Kudus masih rawan penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Kita PTS dilaksanakan secara online. Sedangkan siswa yang tidak bisa daring bisa melaksanakan PTS di sekolah atau bisa pakai luring, tapi hanya satu anak saja maka kita laksanakan daring di sekolah dan kita pinjami laptop," ujar Sujarwo kepada wartawan saat ditemui di SMP 2 Kudus, pagi tadi.

Sujarwo mengatakan, pelaksanaan PTS dimulai 14-19 September 2020. Pihaknya juga telah membagikan kuota kepada 812 siswa SMP 2 Kudus. Kuota itu bisa digunakan pembelajaran dan PTS.

"Sementara baru satu siswa yang karena dari latar belakang keluarga keterbatasan HP. Satu hp untuk anaknya tiga orang. Nanti akan dipinjami dari sekolah untuk dipakai daring di rumah selama pelaksanaan KBM jarak jauh," ujar dia.

Sedangkan jumlah siswa yang melaksanakan PTS di SMP 2 Kudus ada sebanyak 812 siswa yang terbagi dalam 24 kelas.

Diwawancara terpisah, Kepala SMP 4 Bae, Supena, mengatakan siswa yang terkendala dengan PTS online bisa melaksanakannya secara luring.

"Tadi ada tiga siswa kelas 7 dan kelas 8 ambil tugas di sekolah atau luring karena jaringan di rumah trouble. Tadi ambil tugas diantar ruang tua," kata Supena kepada wartawan pagi ini.

Sumber : detik.com

Tak Punya HP, Siswi SMP di Kudus Ujian Sendirian di Sekolah

MAGELANG JATENG - Sesosok mayat wanita tak dikenal ditemukan di tengah lahan tebu di Kabupaten Magelang tadi pagi. Mayat tersebut ditemukan warga dalam kondisi sudah busuk.

"Penemuan tadi sekitar pukul 06.15 WIB, salah satu warga yang sedang menebang tebu melapor pada saya," ujar Sekretaris Desa Pasuruhan Mahmud Choirudin kepada wartawan, Senin (14/9/2020).

Choirudin menjelaskan, mayat tersebut ditemukan di kebun tebu di tanah milik pemerintah desa setempat yang terletak di Dusun Semampir, Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Setelah mendapat laporan penemuan mayat oleh warga, dia langsung menuju ke lokasi dan melihat mayat wanita itu.

Dia mengungkap temuan mayat ini telah dilaporkan ke Polsek Mertoyudan dan Polres Magelang. Mayat tersebut kini sudah dievakuasi ke RSUD Muntilan.

Choirudin menduga mayat itu bukan warganya. Sebab hingga saat ini tak ada warga daerahnya yang melapor adanya anggota keluarganya yang hilang.

"Warga di sini tidak ada yang melapor kehilangan," katanya.

Sumber : detik.com

Sosok Mayat Wanita Tanpa Identitas di Magelang Ditemukan Membusuk

KEDIRI JATIM - Sebanyak 29 pengedar narkoba di Kota Kediri dibekuk polisi. Mereka dibekuk dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2020 dan Sikat Narkoba Kediri (Sinardi).

Operasi Tumpas Narkoba Semeru dilakukan mulai 24 Agustus hingga 4 September dan mengungkap 8 kasus dengan 11 tersangka. Barang bukti yang diamankan yakni 7.73 gram sabu dan 1.508 butir pil double L.

Selain itu, Polres Kediri Kota juga menggelar Sikat Narkoba Kediri (Sinardi) yang dilakukan mulai 5 hingga 13 September, dengan menjaring 18 kasus dan 18 tersangka.

Barang bukti yang disita yakni sabu seberat 43.01 gram, dan 28 ribu lebih pil double L. Sehingga, total kasus yang diungkap dalam dua operasi tersebut yakni 26 kasus dengan 29 tersangka. Dengan barang bukti 50.79 gram sabu dan 30 ribu lebih pil double L.

Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana mengatakan, peredaran narkoba di Kota Kediri masih cukup tinggi. "Polres Kediri Kota tetap melakukan penyelidikan dan pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Karena peredaran narkoba terbilang cukup tinggi," jelas AKBP Miko, Senin (14/9/2020).

Ia juga menambahkan, peran serta masyarakat dalam memberikan informasi kepada kepolisian sangat membantu pengungkapan kasus peredaran narkoba.

"Kami tetap mengharap peran serta aktif masyarakat dalam ikut memberantas narkoba. Sehingga Polres Kediri Kota bisa langsung menindaklanjuti laporan dari masyarakat tersebut," pungkas Miko.

Sumber : detik.com

29 Pengedar Narkoba di Kediri Berhasil Dibekuk Polisi

SIDOARJO JATIM – Yasah S seorang purnawirawan Polri asal Desa Juwet Kenongo Kecamatan Porong, ditemukan tak bernyawa, dugaan akibat pembunuhan Minggu (13/9/2020). Korban ditemukan sudah tak bernyawa di ruang tengah rumah korban.

Saat ditemukan oleh Dadang anak kandungnya, korban mengalami luka di bagian belakang kepala. Dugaan pembunuhan diduga terjadi saat siang hari.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, darah yang menetes dari bekas luka, terlihat sudah mengering. Luka yang menganga diduga akibat hantaman benda tumpul.

Saat Minggu pagi, banyak tetangga yang melihat korban masih jalan-jalan seperti aktifitas kesehariannya. Namun saat siang hari, korban tidak tampak terlihat keluar rumah.

Sorenya, kondisi rumah korban juga terlihat sepi. Biasanya saat hari libur, anak-anak korban datang menjenguk. “Korban tinggal sendirian di rumah,” kata tetangga korban.

Pada saat sore jelang senja, lampu rumah korban yang biasanya sudah menyala, belum juga tampak dinyalakan. Dari situ banyak tetangga yang bertanya-tanya kemana korban. Terlebih pintu rumah juga terkunci.

Dadang anak korban yang datang sampai rumah ayahnya sekitar pukul 20.00 WIB, curiga ada apa lampu rumah ayahnya belum juga nyala dan kondisi pintu rumah terkunci.

“Dari situ akhirnya Dadang dan salah satu tetangga ikut mendobrak jendela rumah korban untuk masuk ke dalam. Di ruang tengah, korban sudah diketahui sudah tidak bernyawa,” jelas sumber.

Dalam kasus ini, petugas Inavis dan Opsnal Satreskrim Polresta Sidoarjo yang berada di TKP menyita sejenis kayu balok sepanjang sekitar 70 cm. Jasad korban dievakuasi dikirim ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra juga belum memberikan statemen resmi terkait dengan motif dan kronologi kejadian dalam kasus ini.

Sumber : beritajatim.com

Yasah S Purnawirawan Polri Sidoarjo Tewas Dibunuh

SIDOARJO JATIM – Upaya Satreskrim Polresta Sidoarjo tidak lebih dari 6 jam bisa membekuk dugaan pelaku pembunuhan YS purnawiraan Polri yang tinggal di Desa Juwet Kenongo Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo.

Pelaku sebelumnya mengenal korban dan bahkan bisa dibilang orang dekat. Korban bisa masuk ke rumah korban karena pelaku terbiasa berada di rumah korban.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra membenarkan pelaku sudah ditangkap. Setelah adanya laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi di lokasi.

“Dugaan pelaku, sudah tertangkap. Kini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan,” katanya Senin (14/9/2020).

Dia menjelaskan, dalam kasus ini, pihaknya menyelidiki motif dari perbuatan yang dilakukan pelaku.
“Pelaku mengaku kesal atau tidak terima dituduh mencuri uang korban,” ungkapnya.

AKP Ambuka Yudha tidak menyebut nama pelaku karena kini masih dalam pemeriksaan petugas dan juga mendalami kasus tersebut. Pelaku ditangkap saat akan melarikan diri.

Dalam kasus ini, di TKP anggota Opsnal Satreskrim Polresta Sidoarjo menyita sejenis kayu balok berukuran sekitar 70 cm. Kayu tersebut dibawa petugas dari dalam rimah korban dengan dibungkus menggunakan plastik.

Sumber : beritajatim.com

Pelaku Pembunuh Purnawirawan Polri di Sidoarjo Dibekuk

TUBAN JATIM – Seorang pekerja yang juga merupakan pemborong untuk pemasangan atap rumah dengan menggunakan baja ringan atau Galvalum terjatuh dari atap rumah milik pelanggannya yang berada di Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban setelah baja ringan yang akan dipasang oleh korban menyangkut kabel listrik tegangan tinggi milik PLN, Minggu (13/9/2020) petang.

Korban yang terjatuh dalam kejadian itu diketahui bernama Sarju (48), yang merupakan pemborong warga Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Akibat kesetrum dan kemudian terjatuh dari atap rumah saat melakukan pemasangan Galvalum itu korban meninggal dunia di lokasi kejadian  dengan kondisi mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun, kejadian tragis yang menimpa Sarju itu berawal saat ia bersama dengan Warkam yang tak lain adalah adik kandung korban sedang melakukan pemasangan atap rumah milik Rajani, warga Sidonganti, Kecamatan Kerek, Tuban. Yang mana atap rangka rumah tersebut menggunakan rangka baja ringan atau galvalum.

“Saat mengerjakan borongan memasang kap rumah itu korban bersama adiknya. Untuk memasang itu korban menarik galfalum itu ke atas rumah,” terang AKP Yoan Septi Hendri, Kasat Reskrim Polres Tuban, Senin (14/9/2020).

Korban dan adiknya itu sudah berhasil melakukan pemasangan sebagian rangka untuk atap rumah yang mereka borong itu. Namun, ketika kembali menarik galvalum ke atas diduga korban tidak memperkirakan bahwa besi ringan yang akan di pasang dengan panjang sekitar 3 meter tersebut ternyata menyangkut kabel listrik tegangan tinggi yang berada di atas rumah milik warga tersebut.

“Saat menarik gavalum tersebut korban tidak memperkirakan bagian atas, sehingga galvalum yang ditarik ke atas menyentuh kabel jaringan Listrik PLN dan korban kestrum,” sambung AKP Yoan Kasat Reskrim Polres Tuban.

Lantaran korban tersengat listrik tegangan tinggi itu membuat Sarju yang awalnya ada di atas rumah itu langsung jatuh ke bawah dari ketinggian sekitar 3,2 meter itu. Hal tersebut membuat korban mengalami luka yang serius dan akhirnya diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia di lokasi.

“Setelah jatuh korban langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara dengan kondisi mengalami luka bakar pada betis kaki kanan bagian luar, perut luka-luka di duga akibat membentur benda bahan bangunan yang ada di bawahnya,” papar AKP Yoan.

Sementara itu, petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian perkara dan mencari keterangan para saksi. Dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi diduga kuat bahwa kejadian yang menimpa Sarju seorang pemborong atap rumah itu murni kecelakaan kerja lantaran disinyalir korban kurang berhati-hati saat melakukan aktivitas pekerjaannya di atap rumah tersebut.

Sumber : beritajatim.com

Tersengat Listrik, Pekerja Di Tuban Terjatuh Dan Meninggal

JOMBANG JATIM - Suami tusuk istri lalu mencoba bunuh diri terjadi di Jombang. Pelaku, Sutriman (47) tiba-tiba menusuk perut Sugiati (45), istrinya menggunakan pisau dapur. Warga Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang lantas mencoba mengakhiri hidupnya. Pelaku disebut-sebut gemar menuntut ilmu kanuragan.

Kapolsek Kesamben Iptu Slamet Hariyana mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan keluarga korban dan Kepala Dusun Kandangsapi, Desa Kedungbetik terkait insiden di rumah pasutri tersebut.

Berdasarkan keterangan para saksi, lanjut Slamet, tidak ada pertengkaran antara pasangan suami istri tersebut sebelum penusukan terjadi.

"Istrinya sedang melihat TV, suaminya tampak gelisah sendiri," kata Slamet saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (13/9/2020).

Sejurus kemudian, Sutriman mendadak kalap. Dia menusuk istrinya menggunakan pisau dapur kemarin sekitar pukul 12.30 WIB. Akibatnya, korban menderita dua luka tusuk di perut, serta luka gores di jari kelingking.

Pelaku lantas mencoba mengakhiri hidupnya dengan menusukkan pisau dapur yang sama ke perutnya. Seketika Sutriman tidak sadarkan diri dengan kondisi pisau dapur masih menancap di perutnya.

"Ternyata suaminya pendekar, dia suka mencari ilmu kanuragan. Informasi dari Kepala Dusun dan keluarganya, sepertinya dia kebanyakan ilmu, mengalami gangguan kejiwaan," terang Slamet.

Namun, informasi tersebut masih menjadi dugaan awal terkait motif suami tusuk istrinya sendiri. Polisi akan memeriksa pelaku dan korban setelah kondisi mereka membaik untuk menguak penyebab penganiayaan tersebut.

Pasangan suami istri itu masih dirawat intensif di RSUD Jombang. "Kami belum bisa menginterogasi korban maupun pelaku karena kondisinya masih lemah," tandas Slamet.

Sumber : detik.com

Suami Tusuk Istri Sendiri Lalu Coba Bunuh Diri di Jombang

MOJOKERTO JATIM - Sebanyak 22 pemuda yang sedang nongkrong mengenakan push-up dengan memakai rompi warna orange bertuliskan “Pelanggar Protokol Kesehatan”. Mereka terjaring patroli malam rutin Relawan Penegak Disiplin Protokol Kesehatan karena kedapatan tak memakai masker.

Patroli malam rutin Relawan Penegak Disiplin Protokol Kesehatan yang dilaksanakan tiga pilar dengan sasaran tempat kerumunan baik tempat usaha kafe atau warung kopi (warkop) di sepanjang jalan wilayah hukum Polsek Prajurit Kulon. Yakni di Kopsan Kafe yang terletak di Kelurahan Miji.

Warung Kopi (Warkop) Joko Tingkir di Kelurahan Mentikan, Warkop Los Jos Sebelah Jembatan Kelurahan Rejoto Pulorejo, dan Warkop Giras Mabes di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Sebanyak 22 orang pemuda tersebut terjaring di empat sasaran patroli malam rutin tersebut.

Mereka kedapatan memakai masker, menjaga jarak. Alhasil, sebanyak 22 orang pemuda tersebut harus menerima hukuman push up dengan memakai rompi warga oranye bertuliskan “Pelanggar Protokol Kesehatan”. Patroli tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di kafe maupun warkop.

“Saya bersama Pak Kapolsek dan Pak Danramil melaksanakan pelatihan tentang ketaatan dan protokol kesehatan mulai tempat terapkan tangan, kedisiplinan warga menggunakan masker, menjaga jarak yang sesuai dengan protokol kesehatan,” ungkap Camat Prajurit Kulon, Hekamarta Fanane.

Sementara itu, Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Moh Puji, memberikan sanksi terhadap para pelanggar protokol kesehatan berpedoman pada Inpres Nomor 6 Tahun 2020 dan Perwali Kota Mojokerto No 55 tahun 2020. Para pelanggar bisa disanksi sosial atau denda, sedangkan pelaku usaha yang melanggar usahanya.

“Kalau pengelola kafe melanggar protokol kesehatan, kami tegaskan, akan kami proses hukum. Karena Covid-19 ini tidak main-main, ”tegasnya.

Sumber : beritajatim.com

Melanggar Protokol Kesehatan, Puluhan Warga Mojokerto Dihukum Push Up

GUNUNGKIDUL JOGJAKARTA -
Gempa magnitudo (M) 2,2 terjadi di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gempa ini berpusat di darat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan gempa terjadi pada Minggu (13/9/2020) pukul 19.14 WIB. Pusat gempa ini terjadi di 14 kilometerbarat laut Gunungkidul.

Titik koordinat gempa ada pada 7,951 Lintang Selatan dan 110,4924 Bujur Timur. Gempa ini berada di kedalaman 15 km.

Belum ada informasi kerusakan akibat gempa ini. Demikian pula ada-tidaknya korban.

Sumber : detik.com

Malam Ini Gempa Darat M 2,2 Mengguncang Gunungkidul DIY

SLEMAN YOGYAKARTA - Seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial DP (41) warga Solo ditemukan tewas di salah satu kamar hotel yang ada di Kapanewon Depok, Sleman kemarin. Polisi mendalami penyebab kematian PSK yang diketahui tengah melayani seorang pelanggannya itu.

Kapolsek Depok Barat Kompol Rachmadiwanto mengatakan jasad PSK berinisial DP itu ditemukan Sabtu (12/9) kemarin. Untuk sementara polisi telah menetapkan AP (23) warga Purworejo yang notabene merupakan pelanggan PSK itu sebagai tersangka.

"Betul tapi bukan dibunuh, masih kami dalami kasusnya. Diketemukan meninggal di dalam kamar (hotel) sama laki-laki (pelanggan) dan sudah kita amankan (pelanggannya)," kata Rachmadiwanto saat dihubungi wartawan, Minggu (13/9/2020).

Rachmadiwanto menyebut penyebab kematian PSK itu masih menjadi tanda tanya. Sebab, secara kasat mata tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Belum tahu (penyebab kematian). Kalau dari luar ya tidak ada (tanda penganiayaan) yang bisa menentukan (penyebab kematian) dokter," ucapnya.

Lebih lanjut, kejadian itu bermula saat AP menyewa DP Sabtu (12/9) malam. Berdasar keterangan tersangka, korban mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya meninggal.

"Jadi itu kan habis main kemudian dibayar selesai. Terus mau nambah lagi cuma belum dibayar kemudian si perempuan kejang-kejang. Menurut keterangan AP, korban jatuh dari tempat tidur kemudian diangkat sama AP ini ditaruh di atas tempat tidur," paparnya.

Saat kejadian, suami korban ternyata berada di hotel yang sama namun beda kamar. Polisi pun masih mendalami terkait kasus ini.

"Suami korban telepon-telepon terus dari luar itu. Karena AP ketakutan, dia keluar kamar tapi ternyata suami korban mengikuti dan diserahkan ke Polsek," ucapnya.

"Yang jadi tanda tanya suami korban kok bisa ada di samping kamar saat mereka main," ucapnya.

Untuk saat ini polisi baru menetapkan AP sebagai tersangka, sedangkan suami korban berstatus sebagai saksi. Polisi pun belum bisa memastikan kasus ini murni pembunuhan atau bukan.

Oleh karena itu, untuk sementara AP dijerat dengan pasal kelalaian. Untuk korban, jenazah masih berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sementara tersangka kami jerat pasal 359 KUHP karena kelalaian mengakibatkan hilangnya nyawa. Bukan tersangka pembunuhan tapi kelalaian. Untuk korban kami bawa ke RS Bhayangkara," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Usai Layani Pelanggan, PSK Di Sleman Tewas Dalam Kamar Hotel

PACITAN JATIM - Nahas menimpa Muhammad Fafian Marzuqa Faza (14), warga Desa Karangpandan, Karanganyar, Jateng. Remaja itu tewas akibat motor yang dikendarai menabrak pikap di jalur Pacitan-Solo ruas Desa Sooka, Kecamatan Punung.

Dari Informasi yang dihimpun, korban melaju dari arah Pacitan dengan sepeda motor Supra Fit AD 2159 AP warna biru. Bersama korban ada pembonceng di jok belakang. Yaitu Jundi Permana Ghalif (11) yang masih tetangga korban.

Setibanya di TKP, posisi kendaraan korban melebar ke kanan hingga melewati marka jalan. Sementara dari arah berlawanan mobil pikap AE 8027 UX yang dikemudikan Anang, warga Warukarung melaju dari arah berlawanan. Tabrakan pun tak dapat dihindari.

"Motor yang dikendarai korban menghantam pikap dari arah depan samping kanan," terang Ipda Amrih Widodo Kanit Lakalantas Polres Pacitan, Minggu (13/9/2020) sore.

Kerasnya benturan membuat korban Muhammad Fafian Marzuqa Faza menderita luka berat di kepala. Korban menghembuskan nafas terakhir saat dilarikan ke puskesmas terdekat. Adapun pembonceng atas nama Jundi Permana Galif mengalami patah kaki kanan.

Amrih Widodo menjelaskan hasil olah TKP diketahui saat kejadian cuaca cerah. Kondisi jalan pun cukup baik namun ada tikungan dan sedikit tanjakan. Sementara korban mengenakan helm non SNI.

Amrih menjelaskan berdasarkan identifikasi diketahui para korban masih di bawah umur. Masing-masing masih duduk di bangku SLTP dan SD.

Polisi pun mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan kepada anak. Termasuk di antaranya membatasi penggunaan kendaraan bermotor kepada mereka sebelum memenuhi ketentuan.

"Agar menjadikan perhatian semua pihak termasuk orang tua. Sehingga harapan kita peristiwa seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang," tandas perwira polisi asal Ponorogo tersebut.

Sumber : detik.com

Tabrak Pickup, Bocah 14 Tahun di Pacitan Tewas Seketika

BLITAR JATIM - Mobil Honda Brio yang ditumpangi 6 anak remaja mengalami kecelakaan tunggal menabrak tiang telepon di Jalan Raya Dermojayan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, siang tadi. Akibatnya keenam remaja itu mengalami luka-luka.

Staf Humas Polres Blitar Kota, BRIPKA Supriyadi, yang dikonfirmasi menjelaskan awalnya mobil Honda Brio nopol W 1588 CT dikemudikan ASAHAL bersama lima orang temannya, RICKY, FAJAR,TARISA, SELI, dan RIZAL. Mereka rata-rata masih berusia 18 tahun.

Sepulang dari berwisata di Pantai Tambakrejo Blitar, rombongan remaja itu bermaksud pulang ke Jombang. Sesampainya di lokasi kejadian, diduga pengemudi mobil kurang konsentrasi sehingga kendaraan hilang  kendali. Akibatnya, mobil yang mereka tumpangi menabrak tiang telpon di pinggir jalan. Bahkan mobil menerobos masuk ke pekarangan kosong.

Selain membuat bodi kendaraan rusak, kecelakaan itu juga menyebabkan ASAHAL dan lima orang temannya mengalami luka-luka. Keenam korban itu dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda, yakni RS Ananda, RS Itihad dan RS Suhadak Haji Blitar.

Sumber : andikafm.com

Pulang Dari Blitar, Remaja Asal Jombang Tabrak Tiang Telpon

BLITAR JATIM - Diduga frustasi menderita sakit yang tidak kunjung sembuh, WARNI, nenek usia 65 tahun, warga Desa Binangun Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar ditemukan gantung diri di pohon dekat rumahnya.

Kasubag Humas Polres Blitar, AKP Imam Subechi, yang dikonfirmasi  menjelaskan peristiwa pertama kali diketahui oleh BEJO, cucu WARNI. Sekitar jam 05.00 WIB, BEJO berniat mencari WARNI, karena sudah tidak ada di dalam rumah.

Tidak berselang lama, BEJO mengetahui WARNI sudah dalam keadaan tergantung di pohon dekat rumahnya. Mengetahui kejadian ini, BEJO langsung meminta bantuan pada warga sekitar dan diteruskan ke Polsek Binangun Polres Blitar.

Dari hasil pemeriksaan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. WARNI murni meninggal dunia karena gantung diri. Menurut keterangan keluarga, WARNI sudah lama menderita sakit lambung dan syaraf serta sering merasa ketakutan.

Sumber : andikafm.com

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Nenek Di Blitar Tewas Gantung Diri

KEDIRI JATIM - Seorang jenazah perempuan ditemukan di bekas kamar mandi Balai Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Penemuan ini terjadi Sabtu kemarin, sekitar jam 09.30 WIB.

Kapolsek Ngadiluwih Polres Kediri, AKP Mukhlason saat dikonfirmasi mengatakan jenazah tersebut teridentifikasi bernama Sampir, 80 tahun, warga Dusun Pagak Desa Banggle Kecamatan Ngadiluwih.

Diketahui, Mbah Sampir mengalami gangguan kejiwaan. Ia sering keluyuran sendiri berjalan kaki karena tidak betah di rumah. Berdasarkan keterangan warga, sekitar 3 minggu terakhir, Mbah SAMPIR sering berada di halaman Balai Desa Rembang. Kadang meminta makanan dan kopi di warung depan balai desa, bahkan tidur di sekitar halaman balai desa.

AKP Mukhlason menambahkan, penemuan ini pertama kali diketahui Anung Prayugo, warga setempat, saat mengantar istri dan anaknya imunisasai posyandu di balai desa. Sekitar jam 09.00 WIB, ANUNG hendak buang air kecil di kamar mandi, ia mencium bau busuk dari bekas kamar mandi balai desa.

Kebetulan lokasi bekas kamar mandi berdekatan dengan kamar mandi yang masih digunakan. Karena penasaran, ANUNG mencari sumber bau busuk tersebut.

Di dalam bekas kamar mandi tersebut, ia melihat jenazah perempuan yang sudah membusuk.

Penemuan ini langsung dilaporkan ke Perangkat Desa dan Polsek Ngadiluwih Kediri. Hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Kediri, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Diduga, Mbah SAMPIR sudah meninggal sekitar 2 minggu yang lalu.

Sumber : andikafm.com

Penemuan Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk Di Bekas Kamar Mandi Kediri

KEDIRI JATIM - Sosok Kerangka manusia tanpa identitas (Mr.X) ditemukan ditengah perkebunan tebu di Desa Segaran Kecamatan Wates Kabupaten Kediri pada Sabtu, 12 September 2020, sekitar jam 15.00 WIB.

Kasi Humas Polsek Wates Polres Kediri, Aipda Agung Sulistiyono yang dikonfirmasi mengatakan, saat Penemuan ini pertama kali diketahui KARIONO, saat menebang tebu di lahan SUKARNO. Ia melihat ada kerangka manusia di tengah lahan.

Peristiwa ini secara langsung dilaporkan ke Perangkat Desa dan Polsek Wates Polres Kediri. Saat dilakukan pengecekan Tim Inafis Polres Kediri, tidak ditemukan identitas disekitar lahan tebu dan kondisi jenazah sudah tidak bisa dikenali.

AIPDA Agung menambahkan, ciri-ciri Mr.X: perawakan kurus, rahang gigi tonggos, kulit sawo matang, memakai celana jeans pendek. Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, kerangka jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Kediri.

Sumber : andikafm.com

Sosok Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk Di Lahan Tebu Kediri

TRENGGALEK JATIM - Satu calon Bupati Trenggalek yang mendaftar pada Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, dinyatakan positif Covid-19. Hasil ini diketahui pada 7 September 2020. Karena berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Imbas adanya calon Bupati Trenggalek yang positif Covid-19 maka sejumlah tahapan pasca pendaftaran diundur.

Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Gembong Derita Hadi, saat dikonfirmasi mengatakan, tahapan Pilkada yang diundur diantaranya tahapan pemeriksaan kesehatan, verifikasi dan penyerahan perbaikan dokumen syarat calon. Namun, penundaan tahapan Pilkada hanya berlaku untuk satu pasangan calon yang terinfeksi virus corona.

Sementara satu pasangan lainnya tetap berlangsung sesuai jadwal.

Setelah melalui proses pendaftaran, semua calon Bupati Trenggalek harus mengikuti tes kesehatan di RSAL Surabaya. Karena masih menjalani karantina mandiri, maka calon Bupati Trenggalek yang dinyatakan positif Covid-19 ini, belum bisa mengikuti tes kesehatan dengan calon lainnya.

Gembong Derita Hadi menolak membocorkan identitas calon Bupati Trenggalek yang positif Covid-19. Calon Bupati Trenggalek ini mendaftar Pilkada pada 4 September 2020.

Saat melakukan pendaftaran di Kantor KPU Trenggalek, calon Bupati Trenggalek ini hanya membawa surat keterangan non reaktif Covid-19 dari rapid test.

Dengan alasan sudah melakukan tes swab dan hasilnya belum keluar.

Sumber : andikafm.com

Satu Calon Bupati Trenggalek Positif Covid-19

LAMONGAN JATIM - Kebakaran hebat terjadi di pabrik spare part motor Lamongan, Sabtu (12/9/2020). Asap hitam membumbung tinggi dari lokasi kebakaran gedung PT Wira Inti Nurmala (WIN) di Jalan Raya Lamongan-Gresik Desa Rejosari, Kecamatan Deket.

Informasi yang dihimpun, kebakaran pabrik spare part ini berlangsung lebih dari 1 jam. Tiga unit gedung sudah dilalap si jago merah. Api hingga pukul 14.40 WIB belum padam. Petugas PMK terus melakukan pemadaman api.

"Api berasal dari dalam pabrik," kata Abbas, Satpam Klinik Pratama Muhammadiyah Cabang Deket yang lokasinya bersebelahan dengan PT WIN.

Asap yang membumbung tinggi dibarengi angin kencang membuat api cepat menjalar dan melumatkan pabrik tersebut. Sejumlah mobil PMK yang didatangkan ke lokasi hingga saat ini masih terus bejibaku. Bahkan mobil PMK dari Bojonegoro juga didatangkan untuk ikut memadamkan api.

Kapolsek Deket, AKP Iswati bersama sejumlah anggota kepolisian juga memasang garis polisi tepat di pintu gerbang masuk perusahaan.

"Angin kencang dan cuaca panas menyebabkan api dengan cepat menyambar dan menghabiskan isi pabrik," katanya di lokasi.

Pabrik sendiri menyimpan tiner dan bahan-bahan plastik tersebut. Meski begitu tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang diketahui pertama kali muncul sekitar pukul 10.30 WIB. Kebakaran ini menyebabkan jalur poros Lamongan - Gresik sempat macet. Hal itu dikarenakan warga yang melihat kebakaran.

Sumber : detik.com

Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik Sparepart Motor Di Lamongan

KEBUMEN JATENG - Seorang mahasiswi asal Kabupaten Banyumas hilang terseret ombak Pantai Logending, Kebumen, Jawa Tengah. Korban terseret ombak dan hilang saat berfoto selfi di bibir pantai.

Korban adalah Ika Listiyani (20) warga Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Mahasiswi Universitas Harapan Bangsa Porwokerto itu terseret ombak ketika berfoto selfi di Pantai Logending, Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kebumen pada pagi tadi.

"Korban bermain di bibir pantai, saat sedang berswafoto lalu datang ombak yang langsung menghantam korban dan tenggelam. Setelah rekannya mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan ke pihak berwajib yang diteruskan ke kantor Basarnas Cilacap," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Cilacap, I Nyoman Sidakarya saat dihubungi wartawan, Sabtu (12/9/2020).

Sebelum peristiwa naas itu terjadi, Nyoman menjelaskan, korban sedang bersama temannya yakni Ashar (26) Warga Gentasari, Kroya, Kabupaten Cilacap. Setelah bertemu di daerah Sampang, Kabupaten Cilacap, mereka kemudian memutuskan untuk pergi ke Pantai Logending.

"Pukul 08.00 WIB bermula korban bersama saksi bertemu di Sampang Kabupaten Cilacap dan selanjutnya berangkat ke Pantai Logending dengan memakai sepeda motor korban dan menuju ke pantai, setelah di pantai sekitar pukul 09.30 wib korban bermain di bibir pantai dan foto-foto hingga akhirnya terseret ombak," lanjutnya.

Setelah mengetahui informasi tersebut, tim rescue Basarnas Cilacap langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan peralatan lengkap. Tim kemudian bergabung dengan petugas lainnya untuk menggelar Operasi SAR bersama relawan dan warga setempat.

"Hingga saat ini pencarian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan, namun korban belum ditemukan," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Asyik Selfi, Wanita 20 Tahun Hilang Terseret Ombak Pantai Logending Kebumen

YOGYAKARTA - Kebakaran melanda toko roti & kue Trubus di Jalan Poncowinatan, Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta pagi tadi. Seorang karyawan tewas dalam kejadian ini.

Kasubag Humas Polresta Yogyakarta AKP Sartono mengatakan, kejadian tersebut terjadi pukul 05.30 WIB. Di mana saat itu pemilik toko yakni Setiawan Rudi (38) dan beberapa karyawannya melaporkan ke petugas pemadam jika toko dilalap si jago merah.

"Dari petugas Polsek Jetis (Kota Yogyakarta) yang datang awal sekitar (pukul) 05.30 WIB dan tak lama kemudian tiga unit (mobil) pemadam kebakaran datang. Selanjutnya tidak sampai 30 menit api sudah padam," katanya saat dihubungi wartawan, Sabtu (12/9/2020).

Kendati berhasil dipadamkan, salah seorang karyawan toko bernama Indra (35), warga Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah meninggal dunia. Saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah sakit.

"Saat ini korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY, korban adalah karyawan (toko roti)," ucapnya.

Sartono menjelaskan, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran dan meninggalnya korban. Polisi juga sedang memeriksa beberapa saksi.

"Penyebab kebakaran dan korban meninggal masih dalam penyelidikan, dan kasusnya ditangani oleh Satreskrim Polresta Yogyakarta. Untuk saat ini masih dalam pemeriksaan saksi," ujarnya.

Sumber : detik.com

Kebakaran Toko Roti Di Yogyakarta, Satu Korban Tewas