GRESIK JATIM - Jebakan tikus di Gresik kembali memakan korban. Kali ini menimpa korban bernama Khamim Tohari (24) warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu yang ditemukan tewas tersengat jebakan listrik tikus.

Korban meninggal dengan memegang kawat listrik untuk jebakan tikus di tanah sawah di Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu.

Kapolsek Sidayu AKP Achmad Said melalui Kanit Reskrim Polsek Sidayu Aiptu Aziz menuturkan pria yang sehari-hari bekerja menggarap sawah itu pertama kali ditemukan oleh seniornya Mariyono (27) di area persawahan milik Nurikan.

“Korban yang ditemukan sudah berada dalam keadaan yang hilang telentang di pematang sawah. Sambil memegang kabel listrik yang digunakan oleh warga untuk mengusir tikus yang menanam padi, ”tuturnya, Selasa (7/7/2020).

Sebelum ditemukan tewas, malamnya belum diketahui. Namun, tidak kembali lagi. Melihat hal itu, kakaknya berusaha mencari korban di sawah. Dari informasi yang dihimpun, rutinitas sehari-hari korban kompilasi keluar rumah adalah ke sawah.

Kejadian ini akhirnya dikirim ke Kepala Desa Sukorejo yang kemudian dilanjutkan ke Polsek Sidayu. Petugas yang datang ke TKP kemudian berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Kecamatan Sidayu. Untuk kemudian melakukan visum luar. “Berdasarkan pemeriksaan dan penjelasan dari pihak medis tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” ujar Abdul Aziz.

Sumber : beritajatim.com

Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Petani di Gresik Tewas Seketika

GRESIK JATIM – Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) terjadi lagi. Kali ini sesama pengendara motor tabrakan di Jalan Raya Desa Boboh Menganti, Gresik. Akibat kejadian itu, satu pengendara motor mengalami luka-luka serta satu orang meninggal.

Laka lantas tersebut berawal saat pengendara Honda Vario W 6885 ZA yang dikendarai Muasik (51) asal Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Sidoarjo berjalan dari arah barat ke timur. Sewaktu melintas di Jalan Raya Boboh Menganti, Gresik berusaha mendahului truk yang saat itu berhenti karena macet.

Saat hendak mendahului, tiba-tiba di depannya muncul motor Yamaha W 3323 BB yang dikendarai Arief Setiawan (31) asal Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Gresik. Diduga terlalu mengambil haluan terlalu ke kanan maka terjadi kecelakaan.

Muasik yang mengendarai Honda Vario mengalami luka di kepala, dada dan perut sehingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara Arief Setiawan hanya mengalami luka di kakinya. “Korban yang meninggal atas nama Muasik sudah dimintakan VER jenazah,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossy Eka, Selasa (7/07/2020).

Sementara untuk yang mengalami luka ringan lanjut dia, juga dimintakan VER luka untuk berkas pemeriksaan. “Korban yang luka ringan sudah kami mintakan VER,” ujarnya.

Sumber : beritajatim.com

Dua Motor Terlibat Kecelakaan Di Gresik, Satu Korban Meninggal

TUBAN JATIM – Kecelakaan kerja yang mengakibatkan seorang pekerja atau penambang meninggal dunia terjadi di lokasi tambang batu kapur yang berada di Dusun Jambangan, Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Selasa (7/7/2020).

Penambang yang bernasip tragis itu diketahui bernama Kuswanto (29), seorang penambang batu kapur asal Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Tuban. Korban tewas akibat tertimpa alat derek yang biasa digunakan untuk menaikan batu kapur dari dasar tambang dengan ketinggian belasan meter.

Dari data yang dihimpun, peristiwa kecelakaan kerja yang menimpa penambang itu berawal saat korban baru saja akan mulai melakukan aktivitasnya menggergaji batu kapur. Saat itu korban sudah berada di dasar lokasi tambang dan sedang memberikan garis sebelum dilakukan penggergajian.

“Pada saat korban sedang melakukan pekerjaan tersebut tiba-tiba alat Derek kumbung yang berada di atas tiba-tiba terjatuh,” terang AKP Yoan Septi Hendri, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Alat berupa Derek yang terbuat dari besi yang jatuh dari atas lokasi tambang batu kapur itu kemudian langsung menimpa korban yang berada di dasar tambang. Alat yang jatuh dari ketinggian belasan meter itu kemudian persis mengenai kepala korban tersebut hingga mengalami luka parah.

“Setelah itu (korban tertimpa alat Derek) teman kerja korban berusaha menolong. Namun korban sudah meninggal dunia. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Merakurak,” tambahnya.

Mendapatkan laporan adanya kecelakaan kerja di lokasi tambang batu kapur itu, petugas kepolisian dari Polsek Merakurak bersama tim Inafis dari Sat Reskrim Polres Tuban langsung datang ke lokasi kejadian perkara. Petugas kemudian melakukan identifikasi terhadap jenazah penambang dan melakukan olah TKP.

“Kita telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan untuk lokasi terjadinya kecelakaan kerja itu sudah kita pasang garis polisi,” pungkasnya.

Penambang Batu Kapur Di Tuban Tewas Tertimpa Derek

YOGYAKARTA - Polisi menggagalkan praktik perdagangan orang berupa jual beli bayi yang salah satunya melibatkan seorang bidan di Yogyakarta. Modusnya, sang bidan mendanai seorang makelar bayi untuk mencari bayi adopsi dan berujung menjualnya.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP Riko Sanjaya mengatakan, kejadian itu bermula saat polisi mengamankan SBF alias Lestari (25), warga Demak, Jawa Tengah dan RA di sebuah rumah sakit yang berada di Jalan Kolonel Sugiyono, Kota Yogyakarta, Selasa (12/5) malam. Hal itu karena keduanya terlibat cekcok.

"Pada saat itu terjadi percekcokan soal nominal harga (adopsi anak), diketahui sekuriti dan dilaporkan ke Polsek (Mergangsan) lalu keduanya dibawa," kata Riko saat jumpa pers di Polresta Yogyakarta, Selasa (7/7/2020).

"Ternyata ada penyalahgunaan cara dalam proses adopsi. Kemudian diketahui pula jika SBF ini makelar atau pencari bayi (untuk diadopsi)," imbuh Riko.

Dari keterangan yang diperoleh, ternyata SBF cekcok dengan RA berkaitan dengan nominal harga adopsi bayi senilai Rp 20 juta. Di mana sebelumnya SBF mem-posting 'beby boy mencari adopter lokasi di Jogja' di Facebooknya dan RA menghubungi SBF.

"Jadi RA ini ada kendala tidak bisa punya keturunan dan ada permasalahan dengan ibunya. Dia mau adopsi untuk meyakinkan ibunya kalau sudah lahiran. Nah, si RA ini berniat untuk tidak membeli tapi membawanya dan mereka cekcok di rumah sakit," ucapnya.

Dari penelusuran polisi, SBF mengaku jika mendapatkan bayi tersebut dari aplikasi online di Facebook bernama 'Adopsi bayi Jogja-Solo'. Kemudian, SBF menemukan posting-an yang dibuat EP (24) warga Cilacap, Jawa Tengah yang ingin menjual bayi berumur 2 bulan hasil hubungan gelap.

"Kemudian kami telusuri yang bersangkutan ini komunikasi langsung dengan ibu dari bayi tersebut (EP) di daerah Cilacap. Setelah komunikasi, EP menyerahkan anaknya (untuk dijual) Rp 6 juta karena dia tidak sanggup mengurus anak," ucapnya.

Mendapat informasi tersebut, polisi lantas mengamankan EP. Tak hanya itu, dari pengakuan SBF ternyata dia mendapatkan uang untuk membeli bayi dari JEL (39), seorang bidan di Yogyakarta.

"Setelah bayi dibawa SBF kemudian dititipkan di tempat JEL, dia (JEL) ini sebagai pendana dan tempat penitipan bayi dan dia berprofesi sebagai bidan," katanya.

Sumber : detik.com

3 Orang Jual Beli Bayi di Yogya Ditangkap, Salah Satunya Bidan

MOJOKERTO JATIM - Sebuah Rekaman CCTV gerombolan pesepeda mengeroyok seorang pelajar SMK menjadi viral di media sosial. Pengeroyokan ini mengakibatkan korban terluka di beberapa bagian tubuhnya.

Rekaman CCTV aksi pengeroyokan ini diunggah akun Farida di salah satu grup Facebook Mojokerto sekitar 20 jam yang lalu. Akun ini juga mengunggah foto surat tanda penerimaan laporan dari Polsek Magersari, Kota Mojokerto.

"Aku gak trimo boss adek ku mok antemi kyok unu.. goes yo goes dalan e wong akeh... ws tk proses.. onk barang buktie pisan.. bek2e wong e elok grup iki ws ndang moro o ng omahku.. mompong drong polisi seng nyoket awkmu (Saya tidak terima adik saya kamu pukuli seperti itu.

Gowes ya gowes jalannya orang banyak. Sudah saya proses, ada barang buktinya juga. Barangkali orangnya ikut grup ini segera datanglaj ke rumah saya. Mumpung polisi belum mencongkel dirimu)," tulis akun Farida menjelaskan foto dan video yang dia unggah, seperti yang dilihat, Selasa (7/7/2020).

Video berdurasi 2 menit 51 detik itu memperlihatkan rekaman CCTV saat korban dikeroyok gerombolan pesepeda di simpang 3 SMK Raden Patah, Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto pada Senin (6/7) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pada detik ke-44 terlihat helm korban terlempar dari arah timur ke barat. Beberapa warga berjalan menghampiri dari arah barat. Pelaku berkaus biru muda memakai kacamata hitam tanpa memakai helm memukul korban sampai korban duduk kesakitan di tepi jalan. Korban memakai jaket dan celana hitam. Warga pun melerai keributan ini.

Sejurus kemudian, korban kembali berdiri. Ada seorang pria berseragam TNI datang ikut melerai. Pada 1 menit 45 detik, seorang goweser lainnya yang memakai kaus hitam punggungnya merah sambil menuntun sepedanya menendang korban. Pelaku terus berusaha menyerang korban, tapi dihalangi oleh anggota TNI tersebut. Gagal memukul korban, pelaku membanting helm korban ke sungai di lokasi.

Sampai siang ini, posting-an tersebut sudah disukai 7.981 kali dan menuai 8.940 komentar dari netizen. Mayoritas warganet menilai gerombolan pesepeda tersebut arogan. Mereka menyarankan polisi mengusut tuntas kasus pengeroyokan ini.

Video Viral Sekelompok Pemuda Kroyok Pelajar SMK di Mojokerto

KENDAL JATENG - Seorang pengendara motor bernama Mohamad Rozikin (32) tewas terlindas truk di jalur Pantura Kendal sore ini. Polisi mengungkap korban awalnya terjatuh saat motor yang dikendarainya menyenggol motor lain yang disalipnya.

"Jadi motor korban ini sempat menyalip dua motor yang ada di depannya. Nah, motor korban kemudian bersenggolan dengan motor terakhir yang disalipnya," ujar Kanit Laka Lantas Polres Kendal, Ipda Dedi Mulyono, saat dimintai konfirmasi wartawan di lokasi kejadian Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Selasa (7/7/2020).

Dedi menjelaskan, usai korban jatuh, ada truk trailer pengangkut tepung yang melaju di arah yang sama. Truk bernopol G 1939 EF dan dikendarai Abdul Rojid (45) tak bisa menghindari korban. Peristiwa ini terjadi pada sekitar pukul 15.00 WIB.

"Jadi setelah terjatuh dan masuk kolong truk, korban terlindas oleh roda belakang truk. Sopirnya juga nggak tahu tapi akhirnya dihentikan oleh anggota TNI dari Kodim 0715 Kendal," jelasnya.

Korban mengalami luka parah di kepalanya dan meninggal di lokasi kejadian. Jenazah korban saat ini sudah dievakuasi ke RSUD Dr Soewondo.

"Kami sendiri masih menyelidiki penyebab kecelakaan ini, kami juga saat ini tengah mencari kendaraan yang terlibat kecelakaan dengan korban," pungkas Dedi.

Diwawancara terpisah, salah seorang pemotor yang disalip korban, Rokhim, mengaku melihat motor korban bersenggolan dengan motor lain.

"Motor saya tadi sempat disalip juga sama motor korban, terus saya lihat motor korban bersenggolan dengan motor lain dan korban jatuh di sebelah kiri. Korban masuk kolong truk dan terlindas," katanya.

Sumber: detik.com

Terjatuh Dari Motor, Pria Di Kendal Tewas Terlindas Truk

JEMBER JATIM - Seorang ibu di kabupaten Jember tega membuang bayinya sendiri yang baru dilahirkannya ke sungai. Belum diketahui alasan pelaku takut terhadap suami hingga tega membuang bayinya itu.

"Masih belum bilang kenapa kok takut ke suaminya. Bilangnya hanya takut gitu," ujar Kapolsek Rambipuji AKP Hari Pamuji, Selasa (7/7/2020).

Hari mengungkapkan, kasus ini berawal ketika warga menemukan mayat bayi laki-laki mengambang di aliran sungai Curah Arum, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji pada 24 Juni lalu. Saat ditemukan, bayi laki-laki itu diduga dibuang sehari setelah dilahirkan.

Setelah melakukan serangkaian proses penyelidikan, polisi akhirnya menangkap MN (24), warga Dusun Mangaran, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung. Saat ini ibu dua anak itu masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Rambipuji.

'Pelakunya inisial MN, usia 24 tahun, warga Dusun Mangaran, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung," kata Hari.

Menurut Hari, suami pelaku selama ini bekerja di Bali. Suami pelaku ini pulang tiga bulan sekali.

"Pulangnya biasanya 3 bulan sekali. Tapi saat ini sudah 4 bulan belum pulang," kata Hari.

Apakah takut dengan suami karena bayi itu hasil hubungan dengan pria lain? "Kita belum tahu. Masih kita lidik," jawab Hari.

"Yang jelas pelaku sudah mengakui bahwa mayat bayi laki-laki yang ditemukan warga itu memang anaknya. Bayi dibuang karena takut suami. Kita tanya apakah memang hasil hubungan dengan sang suami, jawaban pelaku agak berbelit," sambung Hari.

Polisi, kata Hari, akan memanggil suami pelaku untuk dilakukan tes DNA. Hasil tes DNA ini nantinya akan dicocokkan dengan hasil tes DNA mayat bayi.

"Ini bisa mengungkap motif pelaku membuang bayi. Kenapa kok dia takut ke suami sampai tega membuang bayinya. Untuk pelaku ini sudah memiliki dua anak. Jadi bayi yang dibuang itu merupakan anak ketiga," ujarnya.

Mengenai proses pembuangan bayi, polisi juga masih melakukan lidik. Apakah pelaku melakukan sendiri atau kah ada yang turut membantu.

Takut Ketahuan Suami, Ibu Di Jember Buang Bayinya Ke Sungai

KEDIRI JATIM - Seorang pria bernama Aris Chamalik, warga Gang Donayan Kelurahan Semampir Kota Kediri diamankan polisi karena menggelapkan uang perusahaan. ARIS tidak menyetorkan uang sebesar Rp. 195.200.000,- ke perusahaan tempatnya bekerja. Uang itu justru digunakan untuk kepentingan pribadi.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota, AKP Kamsudi mengatakan, kejadian bermula pada saat CV. Scorpio yang ada di Perumahan Pesona Puncak Permai Regency Sukorame Kota Kediri memberikan nota penjualan dan tagihan kepada ARIS.

Namun pihak perusahaan curiga saat melakukan pemeriksaan pembukuan catatan tagihan, ditemukan beberapa nota yang dipalsukan oleh ARIS. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Mojoroto Polres Kediri Kota.

Sewaktu ditangkap dan diiterograsi polisi, ARIS mengaku telah memalsukan sebagian nota tagihan. ARIS juga mengakui telah menggunakan uang perusahaan sebesar Rp. 195.200.000,- untuk kepentingan pribadi. Saat ini, ARIS ditahan di Mako Polsek Mojoroto Polres Kediri Kota untuk proses hukum lebih lanjut.

Gelapkan Uang Ratusan Juta, Seorang Karyawan di Kediri Diciduk Polisi

KEDIRI JATIM - Seorang warga di kabupaten Kediri menemukan bangunan mirip candi yang diduga cagar budaya. Awalnya penggalian dilakukan untuk membuat kolam ikan.

Bangunan yang diduga obyek cagar budaya itu berada di Dusun Kebonagung, Desa Brumbung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Pada Jumat (3/7), Kepala Dusun Kebonagung, M Sulton mengali lahan miliknya untuk dibuat kolam ikan.

Namun para pekerja yang menggali justru menemukan susunan batu bata. Ketika batu bata dipindahkan, di bawahnya terlihat struktur bangunan mirip candi. Semakin digali lebih dalam, semakin terlihat struktur bangunan yang tertata rapi.

Karena diduga obyek cagar budaya, Sulton lalu memberitahukan temuan ini kepada pemerintah desa dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, yang langsung menurunkan tim untuk mengecek ke lokasi.

Kemudian Sulton memberitahukan temuan ini kepada pemerintah desa dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. yang langsung menurunkan tim untuk mengecek ke lokasi.

"Saat menggali, para pekerja menemukan struktur bangunan menyerupai candi. Langsung saya laporkan ke pihak desa dan dinas pariwisata," jelas Sulton, Selasa (7/7/2020).

Kabid Sejarah dan Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko menjelaskan, setelah dicek di lokasi, struktur bangunan itu diduga obyek cagar budaya berupa petirtaan. Tempat bersuci pada zaman dulu kala.

"Dugaan sementara situs obyek cagar budaya berupa petirtaan ini adalah peninggalan Raja Kediri Baweswara dari Kerajaan Khadiri pada abad 10. Ukuran sementara sekitar 5 Meter lebarnya," pungkas Yuli.

Berniat Buat Kolam Ikan, Warga Kediri Temukan Bangunan Mirip Candi

KULON PROGO YOGYAKARTA - Seorang petani menemukan sesosok mayat perempuan di dalam sumur di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mayat tanpa identitas yang mengenakan baju putih dan celana pendek itu akhirnya diketahui bernama Zuni Hanifah (32).

Petani yang menemukan mayat tersebut yakni Indarsih. Dia menemukan mayat itu saat selesai menyiram bawang merah pada sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat dirinya sedang menggulung selang air dari sumur itu, dia melihat sesosok mayat. Sumur itu berada di lahan pertanian yang jauh dari permukiman di Pedukuhan XI, Kalurahan Pleret, Kapanewon Panjatan.

"Pas saya ke sumur kok ada mayat, saya terus panggil petani yang lain," katanya kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Mayat perempuan itu, kata Indarsih, berada di dalam sumur dalam posisi tengkurap.

"Warga tidak ada yang mengenali," katanya.

Dari informasi yang didapat, Senin (6/7), pukul 13.00 WIB, sekitar sumur TKP tampak dipasangi garis polisi. Mulut sumur tersebut berukuran sekitar 70 meter. Tampak ada air di dalam sumur tersebut.

Sumur itu terletak sekitar 100 meter dari rumah penduduk terdekat. Sedangkan dari jalan raya jaraknya sekitar 50 meter. Untuk mencapai sumur tersebut harus melewati pematang sawah yang berkelok.

Sedangkan lahan pertanian di sekitar sumur tersebut tampak ditanami kangkung dan bawang merah. Sumur lokasi mayat perempuan itu ditemukan merupakan sumur untuk pertanian.

Sementara itu, Kapolsek Panjatan AKP Maryanto mengungkap identitas mayat tersebut.

"Zuni Hanifah, 32 tahun, (asal) Galur," ujar Kapolsek Panjatan AKP Maryanto kepada wartawan, Senin (6/7).

Maryanto menambahkan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian Zuni.

Terpisah, Kepala Dusun tempat tinggal Zuni, Widodo bercerita perempuan itu pergi dari rumah pada Sabtu (4/7) malam.

"Tadi pagi jam 08.00 WIB, orang tuanya ke rumah saya. Lapor Zuni nggak pulang sejak malam minggu," ujar Widodo kepada wartawan di dekat rumah duka di Kapanewon Galur, Kulon Progo, Senin (6/7).

Saat dia dan orang tua Zuni akan menyiapkan laporan ke polisi, dia menghubungi seorang tetangganya yang juga merupakan polisi. Lalu polisi itu memberi informasi tentang penemuan mayat di sumur.

Ayah Zuni kemudian mengenali foto yang ditunjukkan polisi tersebut adalah puterinya.

"Bapaknya syok, nangis-nangis," kata Widodo.

Widodo kemudian diminta keluarga korban untuk mendatangi rumah sakit. Dalam kesempatan itu, dia mengungkap Zuni baru pulang selama dua bulan ini dari Malaysia.

Tak hanya itu, Widodo juga mengungkap Zuni terakhir kali sempat dikenalkan dengan laki-laki asal Bantul. Rencananya, jenazah Zuni akan dimakamkan di Makam Josantan.

"Korban ini sempat dua kali ke Malaysia. Baru pulang sekitar dua bulan. Belakangan ini dia depresi," lanjutnya.

Penemuan Mayat Di Dalam Sumur Hebohkan Warga Kulonprogo

KEDIRI JATIM - Seorang pria bernama Abdur Rohim, warga Desa Turus, Kecamatan Gurah Kediri dan Siti Maslakah yang tinggal di Rusunawa Kelurahan Dandangan Kota Kediri ditangkap polisi.

Aksinya melakukan pencurian motor di parkiran barat, Rusunawa Kelurahan Dandangan Kecamatan Kota Kediri pada hari Minggu kemarin terekam CCTV.

Kasi Humas Polsek Kediri Kota, AIPDA Johan Harijanto mengatakan, pada hari Minggu, sekitar jam 10.00 WIB, SUROSO, penghuni Rusunawa Kelurahan Dandangan Kota Kediri, memarkir sepeda motor Honda Beat nopol AD ​​5708 OA di parkiran barat Rusunawa.

Namun pada hari Senin Senin sekitar jam 09.00 WIB sepeda motor akan dipakai oleh sepeda motor sudah tidak ada di parkiran. Kejadian ini kemudian diluncurkan ke pos Satpam Rusunawa dan Polsek Kediri Kota.

Dari pertanyaan yang dicatat saksi dan rekaman CCTV terlihat dua pertanyaan yang mengambil sepeda motor milik SUROSO ini. Polisi kemudian menangkap Siti Maslakah yang tinggal di Rusunawa Dandangan. Saat diintrogasi, Siti Maslakah telah mencuri motor milik SUROSO bersama Abdur Rohim, warga Desa Turus Kecamatan Gurah Kediri.

Sepeda motor curian tersebut oleh kedua dititipkan di tempat penitipan sepeda motor yang ada di simpang empat Sukorejo, Gurah, Kediri.

Saat ini kedua mengeluarkan melalui barang bukti yang sudah dibawa ke Mako Polsek Kediri Kota untuk proses hukum lebih lanjut.

Dua Tersangka Pencurian Motor di Kediri Terekam CCTV

BLITAR JATIM - Nasib naas dialami dua warga Kabupaten Blitar yang tewas usai pesta miras oplosan. Mereka tewas secara beruntun, setelah menegak minuman keras (Miras) di dua lokasi yang berbeda.

Kedua korban masing-masing Slamet (40), warga Kecamatan Sanankulon. Dan Gun (42), warga Kecamatan Ponggok.

Kasubag Humas Polresta Blitar, Iptu Rochan menyatakan, awal kejadian pada Sabtu (5/7) sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya datang di acara musik elektone Jalan Joko Kandung Rt.02/2 Kelurahan Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Slamet diketahui membawa satu botol besar Coca-cola isi 2 liter.

"Keterangan saksi, mereka minum bersama dengan 4 orang sampai jam 01.00 WIB," kata Iptu Rochan dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/7/2020).

Setelah selesai acara di Sukorejo, lanjut dia, Slamet, warga berinisial D dan Gun serta beberapa saksi berpindah lokasi pesta miras. Mereka melanjutkan di cafe kawasan Penataran untuk minum aggur merah hingga pukul 04.30 WIB dan selanjutnya pulang.

Pada hari Minggu sekitar pukul 08.00 WIB Gun merasakan badannya sakit. Istrinya Novi dibawa ke RS Syuhada Haji dan dirujuk ke RS Mardi Waluyo.

"Tak lama kemudian, Slamet menyusul masuk rumah sakit dalam kondisi sudah dibantu selang oksigen. Hanya beberapa saat dirawat, Slamet dinyatakan meninggal dunia," imbuhnya.

Kondisi Gun makin parah setelah dirawat intensif selama dua malam. Pada Senin (6/7) malam, kondisi Gun semakin memburuk dan nyawanya tak bisa diselamatkan.

"Saat ini kami masih kembangkan kasusnya. Sementara hanya itu yang bisa kami sampaikan," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Naas, Usai Pesta Miras Oplosan Dua Warga Blitar Tewas Mengenaskan

JOMBANG JATIM - Innailaihi wa Inna ilaihi Raji'un, Kabar duka kembali datang dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Rabu (1/7/2020). Hal itu menyusul wafatnya KH Ahmad Zaki Hadzik (Gus Zaki), cucu Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari.

KH. Zaki Hadzik adalah Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Masruriyah, yang juga Ketua Ketua PW Rabithah Ma’had Al-Islamiyah (RMI) Jawa Timur. “Abah menghembuskan nafas terakhirnya, sekitar pukul 18.15 Wib di RSUD Jombang,” ungkap salah satu putranya, Robizidni Ilma Na’fiaan.

Meninggalnya Gus Zaki juga dibenarkan Syubah Nuri, pengurus Pondok Pesantren Tebuireng. Menurutnya, setelah magrib pihaknya mendapatkan kabar bahwa trombosit Gus Zaki menurun.

Tak berselang lama, disusul kabar bahwa putra dari Nyai Hj Khodijah Hasyim itu meninggal.

Sementara pengasuh PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso, Peterongan, Jombang H Zahrul Ashar atau Gus Hans mengatakan, pihaknya mengucapkan duka cita mendalam atas kepergian Gus Zaki. “kemarin masih sempat telpon saya. Almarhum orang baik dan memiliki komitmen dalam memajukan dunia pesantren,” ujarnya.

Sumber : beritajatim.com

Kabar Duka, Gus Zaki Dari Ponpes Tebu Ireng Berpulang Ke Rahmatullah

BOJONEGORO JATIM –Seorang warga Bojonegoro tewas setelah jatuh ke dalam sumur sedalam 12 meter. Tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro menggunakan teknik vertikal rescue untuk menyelamatkan warga yang diketahui meninggal di dalam sumur, Rabu (1/7/2020).

Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 14.45 WIB. Korban Suli (20) Warga Desa Kaliombo Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro tersebut berhasil diangkat ke permukaan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Kepala Bidang Penyemalamatan Dinas Damkar Kabupaten Bojonegoro, Aries Teguh mengatakan proses evakuasi korban di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 12 meter dan berdiameter kurang lebih satu meter itu membutuhkan waktu hampir dua jam.

“Sesuai dengan keterangan warga sekitar di lokasi kejadian, korban memiliki riwayat sakit epilepsi. Hanya kami belum tahu penyebab korban sampai tercebur kedalam sumur,” ujarnya.

Sumur yang berada di sekitar persawahan itu, lanjut Teguh, padahal sudah ada pembatas bis deker. Namun, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat menutup sumur yang sudah tidak dipakai lagi guna keselamatan warga.

Untuk selanjutnya, jasad korban dilakukan otopsi oleh pihak medis dan kepolisian. Setelah diotopsi jasadnya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Naas, Warga Bojonegoro Tewas Setelah Tercebur Sumur

CILACAP JATENG - Seorang pria warga Banyumas, Ferry Rizki Agasta (27) hilang terseret ombak di Pantai Jetis, Kabupaten Cilacap. Ferry terseret ombak saat asyik selfie di pinggir pantai.

"Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban sedang berswafoto di Pantai Jetis. Tanpa disadari, datang ombak atau gelombang tinggi yang langsung menyeret tubuh korban ke tengah pantai," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Cilacap I Nyoman Sidakarya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7/2020).

Peristiwa itu terjadi pukul 10.30 WIB siang tadi. Hingga sore ini, Basarnas Cilacap masih melakukan pencarian.

"Akibat kejadian tersebut, korban tenggelam dan hingga saat ini masih dalam pencarian," terangnya.

Laporan itu diterima Basarnas dari Tim Pertolongan Kecelakaan Laut (TPKL) Jetis. Basarnas Cilacap lalu mengerahkan tim untuk mencari korban.

"Kami akan menggelar operasi SAR bersama personel Polsek Nusawungu, Koramil Nusawungu, TPKL Jetis, Banser dan potensi SAR lainnya serta dibantu masyarakat sekitar," jelasnya.

Terpisah, analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY. Sebab, saat ini telah memasuki musim angin timur.

BMKG Cilacap juga telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan tersebut yang berlaku hingga tanggal 2 Juli 2020 dan akan diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut.

"Peringatan dini gelombang tinggi tersebut dikeluarkan karena tinggi gelombang di perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY berpotensi mencapai 4-6 meter atau masuk kategori sangat tinggi," kata Rendi.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang tinggi karena berbahaya.

Sumber: detik.com

Lagi Asyik Selfi, Pria Asal Banyumas Hilang Terseret Ombak

SIDOARJO JATIM - Warga perumahan Alam Juanda Desa Pepe Kecamatan Sedati mendadak gempar. Seorang wanita bernama Irine Siska Widyastuti (42) warga Blok BB/10, ditemukan mmeninggal, Rabu (1/7/2020).

Dari Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat ditemukan kondisi kondisi sudah membusuk dan bengkak. Korban diduga meninggal sudah beberapa hari. “Kondisi korban sudah membusuk dan bengkak, hingga sulit dikenali,” kata warga setempat.

Adi adik ipar korban menceritakan, sudah tiga hari ini saat ditelpon, tidak diangkat. Dikirim pesan WA juga masuk, tapi tidak dibalas. Ternyata korban sudah meninggal. “Kondisi ponsel korban sedang dicas,” terangnya.

Dia menambahkan, korban terakhir berkomunikasi dengan keluarga pada Sabtu (27/6/2020) lalu. “Mulai Minggu (28/6/2020), tidak ada komunikasi,” sebutnya.

Pada Rabu siang, sambung Adi, ada rekan satu kerjaan korban juga mencari. Pihak keluarga bersama petugas keamanan dan kepolisian akhirnya mendatangi rumah korban mendobrak pintu rumah korban, dan ditemukan kondisi korban sudah meninggal.

Kapolsek Sedati AKP Anak Agung Gede Putra Wisnawa menyatakan tidak ditemukan adanya bekas luka pada tubuh korban. Meski demikian akan dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Korban dikirim ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong.

“Pihak keluarga sudah mengizinkan untuk dilakukan proses otopsi untuk mencari penyebab kematian korban,” tandasnya.

Sumber: beritajatim.com

Wanita Di Sidoarjo Ditemukan Membusuk Dalam Rumah

KEDIRI JATIM - Untuk mewujudkan Kota Kediri menjadi zona hijau dan memutus penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Kediri bersama dengan Polres Kediri Kota meminta bantuan alat kesehatan untuk para anggota gugus tugas (satgas) yang telah ditugaskan masing-masing masing-masing pondok pesantren yang ada di Kota Kediri.

Penyerahan oleh simbolis yang dilakukan di aula Pondok Pesantren Al-Amin, Ngasinan, Rejomulyo Kota Kediri, hari ini. Bantuan yang diberikan di 240 Handsanitaizer, 5 Thermogun, 3 alat semprot, 500 masker kain, 48 boks masker medis, 300 tablet disinfektan dan 50 pelindung wajah.

Dalam Kegiatan tersebut juga diadakan kegiatan uji rapi acak untuk 36 orang.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar segera kirim agar dapat melakukan persetujuan terkait santri di pondoknya masing-masing agar masing-masing berlaku protokol Walikota Kediri menuturkan dalam pelaksanaan Covid-19, Kota Kediri berbeda dengan kota-kota lainnya.

Pemerintah Kota Kediri, lebih fokus melakukan penelusuran. Dapat menelusuri dengan sungguh-sungguh bisa menemukan satu per satu orang dan setelah itu ditindaklanjuti dengan mengkarantina. Walikota Kediri juga membahas perkembangan kondisi Kota Kediri.

Saat ini Kota Kediri sudah menjadi zona kuning. Dirinya berharap Kota Kediri bisa menjadi zona hijau dan bisa segera melakukan normal baru.

Wujudkan Kota Kediri Zona Hijau, Pemkot Kediri Serahkan Alkes untuk Satgas Pondok Pesantren

TULUNGAGUNG JATIM - Angka Kesembuhan Pasien Positif Covid-19 di Tulungagung terus Bertambah. Jika selasa lalu pasien pulih 39 orang, kemarin 10 pasien positif covid-19 di dinyatakan pulih. Rinciannya, empat orang dari Kecamatan Sumbergempol, dan masing-masing orang dari Kecamatan Pagerwojo, Gondang, Bandung, Campurdarat, Boyolangu dan Ngantru.

Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro saat dikonfirmasi mengatakan, kesepuluh pasien ini positif-19 setelah melakukan kontak dengan PDP. Baik dari tidak kesehatan maupun masyarakat umum. Sebelumnya, mereka menerbitkan karantina di Rusunawa Tulungagung.

GALIH menjelaskan. kemarin pihak Tim Gugus Tugas melakukan tes kembali ke sepuluh pasien Covid-19 di RSUD Iskak Tulungagung. Pilih, mereka semua dinyatakan sembuh.

GALIH merinci, dari total 235 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tulungagung, 27 orang masih dikarantina, 12 orang berhasil diterjemahkan, 193 orang disetujui, dan 3 orang diterima dunia. GALIH menghimbau masyarakat tetap menerima protokol kesehatan.

Saat ini, Kabupaten Tulungagung masih dalam masa transisi dari status zona merah ke zona hijau. Tetap, tetap ada jika masyarakat akan melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa.

Pasien Corona Yang Sembuh Di Tulungagung Terus Bertambah

MALANG JATIM - Sungguh biadap, seorang ayah di Kota Malang tega setubuhi putri kandungnya sendiri. Padahal awalnya sang putri hanya meminta tolong untuk dipijat.

Pelaku berinisial E (42), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang. Ia sudah menjalani penyidikan di Polresta Malang Kota dan terungkap awal mula pemerkosaan itu terjadi.

"Jadi korban meminta dipijat oleh bapaknya yang tak lain adalah tersangka. Lalu muncul hasrat tidak terpuji dari tersangka. Dan kemudian tersangka melakukan persetubuhan kepada korban," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu kepada wartawan, Rabu (1/7/2020).

Menurut Azi, hasil penyidikan kemudian mengungkap bahwa persetubuhan itu dilakukan terus menerus kepada korban. Sejak usia korban 13 tahun hingga kini 18 tahun. Atau sejak 2014 hingga awal April lalu.

Korban dan adiknya hanya tinggal bersama tersangka. Tersangka sudah resmi bercerai dengan ibu korban sejak 8 tahun lalu.

"Semua perbuatan persetubuhan dilakukan oleh tersangka di rumahnya sendiri. Usai melakukan hal tersebut, korban diancam oleh tersangka agar tidak melaporkan ke orang lain. Selain itu usai melakukan aksinya, pelaku memberikan uang Rp 50 ribu kepada korban," tambahnya.

Karena tidak kuat menerima perlakuan bejat tersangka, akhirnya korban memberanikan diri untuk mengadu kepada ibunya. Hingga kemudian bersama ibu kandungnya, korban melapor ke Polresta Malang Kota.

Setelah menerima laporan, aparat kepolisian mulai melakukan penyelidikan. Dan tak lama kemudian menangkap tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Dari pengakuan tersangka, bahwa melakukan hal tersebut sebanyak 1 kali. Sedangkan dari pengakuan korban, perbuatan itu dilakukan lebih dari sekali," beber Azi.

Tersangka dijerat Pasal 81 ayat (3) dan atau Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. "Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara ditambah sepertiga dari ancaman hukuman maksimal," pungkas Azi.

Sumber referensi: detik.com

Keji, Seorang Ayah Di Malang Tega Gagahi Putri Kandungnya

KEDIRI JATIM - Kecelakaan maut melibatkan Daihatsu Xenia dengan dua sepeda motor mengakibatkan 1 korban meninggal dunia dan 5 korban mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia masih belum diketahui identitasnya.

Kecelakaan yang terjadi sekitar jam 10.00 WIB tadi pagi di Dusun Dadapan Desa Tawang Kecamatan Wates, melibatkan 3 kendaraan. Daihatsu Xenia AG 1572 EH dikemudikan H. SUTAJI, warga Desa Pagu, Wates, Kediri dengan membawa 1 penumpang yaitu Dewi Masitoh dengan alamat yang sama. Sepeda motor Yamaha Crypton AG 2447 JF dikendarai Suhartini membonceng Revi Ananda Putra dan Revi Dwi Febrian Putri, usia 10 tahun.

Ketiganya beralamat Desa Tawang, Wates, Kediri. Serta sepeda motor Honda Supra tanpa plat nopol yang belum diketahui identitas pengendaranya.

IPDA Aris Wigiarto SH, Kanit Laka Lantas Polres Kediri mengatakan kecelakaan berawal saat Xenia berjalan dari Wates menuju Plosoklaten. Sampai di lokasi kejadian, Xenia menabrak sepeda motor Yamaha Crypton yang berjalan searah di lari. Setelah itu, Xenia oleng ke kanan dan bertabrakan dengan sepeda motor Honda Supra tanpa plat yang berjalan dari arah berlawanan.

Korban, 5 korban dari pengendara sepeda motor dan Xenia terluka-luka serta satu korban meninggal dunia, yaitu Tuan X, pengendara sepeda motor Honda Supra tanpa plat nomor polisi. Korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara Kota Kediri.

Kecelakaan Beruntun di Kediri, Satu Korban Meninggal