SIDOARJO JATIM - Warga perumahan Alam Juanda Desa Pepe Kecamatan Sedati mendadak gempar. Seorang wanita bernama Irine Siska Widyastuti (42) warga Blok BB/10, ditemukan mmeninggal, Rabu (1/7/2020).

Dari Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat ditemukan kondisi kondisi sudah membusuk dan bengkak. Korban diduga meninggal sudah beberapa hari. “Kondisi korban sudah membusuk dan bengkak, hingga sulit dikenali,” kata warga setempat.

Adi adik ipar korban menceritakan, sudah tiga hari ini saat ditelpon, tidak diangkat. Dikirim pesan WA juga masuk, tapi tidak dibalas. Ternyata korban sudah meninggal. “Kondisi ponsel korban sedang dicas,” terangnya.

Dia menambahkan, korban terakhir berkomunikasi dengan keluarga pada Sabtu (27/6/2020) lalu. “Mulai Minggu (28/6/2020), tidak ada komunikasi,” sebutnya.

Pada Rabu siang, sambung Adi, ada rekan satu kerjaan korban juga mencari. Pihak keluarga bersama petugas keamanan dan kepolisian akhirnya mendatangi rumah korban mendobrak pintu rumah korban, dan ditemukan kondisi korban sudah meninggal.

Kapolsek Sedati AKP Anak Agung Gede Putra Wisnawa menyatakan tidak ditemukan adanya bekas luka pada tubuh korban. Meski demikian akan dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Korban dikirim ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong.

“Pihak keluarga sudah mengizinkan untuk dilakukan proses otopsi untuk mencari penyebab kematian korban,” tandasnya.

Sumber: beritajatim.com

Wanita Di Sidoarjo Ditemukan Membusuk Dalam Rumah

SIDOARJO JATIM - Warga perumahan Alam Juanda Desa Pepe Kecamatan Sedati mendadak gempar. Seorang wanita bernama Irine Siska Widyastuti (42) warga Blok BB/10, ditemukan mmeninggal, Rabu (1/7/2020).

Dari Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat ditemukan kondisi kondisi sudah membusuk dan bengkak. Korban diduga meninggal sudah beberapa hari. “Kondisi korban sudah membusuk dan bengkak, hingga sulit dikenali,” kata warga setempat.

Adi adik ipar korban menceritakan, sudah tiga hari ini saat ditelpon, tidak diangkat. Dikirim pesan WA juga masuk, tapi tidak dibalas. Ternyata korban sudah meninggal. “Kondisi ponsel korban sedang dicas,” terangnya.

Dia menambahkan, korban terakhir berkomunikasi dengan keluarga pada Sabtu (27/6/2020) lalu. “Mulai Minggu (28/6/2020), tidak ada komunikasi,” sebutnya.

Pada Rabu siang, sambung Adi, ada rekan satu kerjaan korban juga mencari. Pihak keluarga bersama petugas keamanan dan kepolisian akhirnya mendatangi rumah korban mendobrak pintu rumah korban, dan ditemukan kondisi korban sudah meninggal.

Kapolsek Sedati AKP Anak Agung Gede Putra Wisnawa menyatakan tidak ditemukan adanya bekas luka pada tubuh korban. Meski demikian akan dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Korban dikirim ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong.

“Pihak keluarga sudah mengizinkan untuk dilakukan proses otopsi untuk mencari penyebab kematian korban,” tandasnya.

Sumber: beritajatim.com

Tidak ada komentar