KEBUMEN JATENG - Warga Kebumen, Jawa Tengah dikejutkan penemuan bayi yang dimasukkan dalam tas. Saat ditemukan, bayi masih dalam keadaan hidup dan langsung dibawa ke rumah bidan setempat untuk mendapatkan perawatan.

Warga RT 04/ RW 03 Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kebumen, dikejutkan dengan penemuan bayi pada Senin (13/7) pagi. "Betul, bayinya berjenis kelamin laki-laki. Ditemukan oleh saudara Wahid Nurudin tadi pagi," ungkap Kapolsek Klirong, AKP Diyono ketika dihubungi wartawan, Senin (13/7/2020).

Diyono menjelaskan sebelum ditemukan, bayi dengan panjang 48 cm dan berat 2,5 kg itu ditemukan oleh Wahid Nurudin saat hendak membuka warungnya. Ketika itu Wahid melihat ada sebuah tas warna hitam bermotif batik di atas jembatan bambu di depan warungnya.

"Setelah dibuka, tas tersebut berisi bayi berjenis kelamin laki-laki posisi hidup, selanjutnya yang bersangkutan membawa bayi tersebut ke rumahnya dan menghubungi perangkat dan Kades Tanggulangin dilanjutkan ke Polsek Klirong, Koramil Klirong dan Puskesmas Klirong II," jelasnya.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas langsung merapat ke lokasi dan bayi yang diperkirakan baru berumur tiga hari tersebut langsung mendapatkan perawatan medis dari bidan desa setempat. Kasus tersebut kini masih dalam penanganan petugas polisi.

"Sampai saat ini bayi tersebut masih dirawat oleh Bu Bidan Wiji Hastuti dan kami akan menyelidiki lebih lanjut kasus ini untuk mencari siapa orang tua bayi tersebut," pungkasnya.

Sumber rujukan : m.detik.com

Gempar, Warga Kebumen Temukan Bayi Masih Hidup di Dalam Tas

PONOROGO JATIM - Baru bebas, Dua pria berinisial AWH (39) dan JAW (27). Mereka masing-masing residirvis tindak pidana pencabulan dan narkoba, harus kembali berurusan dengan polisi. Terbaru, keduanya terlibat aksi penganiayaan anak dibawah umur setelah keluar dari penjara pada bulan April lalu.

“Kedua tersangka ini melakukan penganiayaan terhadap 2 anak dibawah umur yakni korban berinisial DH (17) dan CA (17). Penganiayaan itu dilakukan di alon-alon Ponorogo,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Muchamad Nur Azis, saat rilis di Mapolres Ponorogo, Senin (13/7/2020).

Penganiayaan itu berawal saat kedua korban dan teman-temannya bermain di sekitar alon-alon Ponorogo. Saat melintas di jalan timur alon-alon berpapasan kedua tersangka yang menaiki sepeda motor dengan berlawanan arah. Karena berlawanan arah itu, sontak salah satu korban mengumpat kepada tersangka. Tidak terima, kedua tersangka mengejar kedua korban. Setelah itu terjadilah penganiayaan.

“Selain dianinya dengan tangan kosong, ada salah satu korban yang dipukul pakai batu dan helm di kepala dan wajah korban,” katanya.

Atas perbuatan kedua tersangka, mereka dijerat dengan pasal 76 C Jo pasal 80 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak atau pasal 170 KUHP. “Dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan,” kata Kapolres.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP. Hendi Septiadi menambahkan dari hasil penyelidikan tersangka JAW merupakan targetnya dalam kasus lain, namun tindak pidananya saya yakni terkait dengan penganiayaan. Sehingga denga terungkapnya kasus ini, tersangka JAW akan diproses di 2 kasus yang berbeda.

“Jadi JAW ini bisa dibilang buron. Kedua tersangka baru keluar dari penjara pada bulan April lalu. JAW terkait narkoba sedangkan AWH terkait pencabulan,” pungkas Hendi.

Sumber : beritajatim.com

Baru Bebas, Dua Orang Di Ponorogo ini Aniaya ABG Di Alun-alun

LAMONGAN JATIM - Kabar Duka datang dari kabupaten Lamongan. Seorang dokter meninggal pada Minggu (12/7) dengan status positif COVID-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lamongan dr Eko Wahyuhono membenarkan kabar meninggalnya dokter tersebut. Dokter yang meninggal tersebut yakni dr Arief Agoestono Hadi yang juga anggota IDI Lamongan.

"Kami turut berduka cita yang amat mendalam atas wafatnya salah satu anggota IDI Cabang Lamongan pada Minggu, 12 Juli 2020," kata Eko Wahyuhono, Senin (13/7/2020).

Eko menuturkan, pihaknya tidak mengetahui sebab pasti meninggalnya dokter tersebut, karena tidak ikut merawat. Namun ia memastikan jika yang bersangkutan terpapar virus Corona.

Awalnya, kata Eko, dokter itu dirawat di Lamongan kemudian dirujuk ke Surabaya. Sehari sebelumnya, istri korban juga meninggal dunia karena COVID-19.

"Sebab kematian langsung saya tidak tahu karena tidak ikut merawat. Tapi beliau confirmed positif COVID-19," terangnya.

Lebih jauh Eko berpesan kepada masyarakat, untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Sebab, pandemi COVID-19 belum berakhir.

"Disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan terutama cuci tangan pakai sabun, pakai masker, sosial distancing, dan hindari kerumunan," tambahnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Lamongan Taufik Hidayat juga membenarkan, salah seorang tenaga medis di Lamongan meninggal dunia karena COVID-19. "Betul. Beliau  dirawat dirumah sakit Surabaya," kata Taufik.

Sumber rujukan : m.detik.com

Innalilahi... Kabar Duka, Dokter Di Lamongan Meninggal Terpapar Covid-19

SOLO - Kabar duka, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Syamsul Bahri meninggal dunia di RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo. Warga Solo itu meninggal usai dinyatakan positif COVID-19.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih. "Iya, meninggal dunia setelah dinyatakan positif," kata Ning saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/7/2020).

Sekretaris DPD Golkar Solo, Bandung Joko Suryono juga membenarkan kabar tersebut. Syamsul Bahri diketahui sempat melakukan perjalanan ke Jawa Timur.

"Betul, kabarnya sempat ke Jawa Timur, lalu langsung ke Moewardi. Di sana dites, positif," kata Bandung saat dihubungi wartawan.

Bandung mengatakan Syamsul Bahri dalam Pileg 2019 lalu terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Tengah dari Partai Golkar Dia merupakan warga Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.

"Dia anggota DPRD Jawa Tengah dari Partai Golkar. Rumahnya di Sumber," ujar dia. "Dia anggota DPRD Jawa Tengah. Rumahnya di Sumber," lanjut Bandung.

Hingga Minggu (12/7) kemarin, Kota Solo mencatatkan penambahan 18 kasus. Jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Solo menjadi 63 orang positif dengan rincian 22 dirawat, 4 meninggal dan 37 sembuh. Gugus Tugas COVID-19 Kota Solo menyebut saat ini Solo masuk zona hitam Corona.

Dengan meninggalnya Syamsul Bahri, maka jumlah kematian karena COVID-19 di Solo bertambah menjadi 5 orang. Terakhir kali Pemkot Solo mencatatkan kasus kematian karena positif COVID-19, yakni pada 29 April 2020 lalu.

Sumber rujukan : m.detik.com

Kabar Duka, Anggota DPRD Jawa Tengah Meninggal Terpapar Covid-19

SURABAYA – Dua dari lima komplotan perampokan berhasil dikirim ke akhirat oleh petugas kepolisian Polrestabes Surabaya, Minggu (12/7/2020). Kedua pelaku tersebut ditembak mati oleh Unit Jatanras Polrestabes Surabaya.

Mereka ditembak mati saat hendak ditangkap usai pelaku membobol rumah mewah di Jl Musi no 6, Tegalsari Surabaya hari itu juga.

Keduanya yakni Budi Prakoso (53) warga Jl Sabeni, Kebun Melati, Jakarta Pusat dan Antoni (59) Perum Regency Melati Mas Pondok Jagung Serpong, Tangerang Banten.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran dan Kanit Jatanras Iptu Agung Kurnia Putra belum bisa dimintai keterangan saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

“Kita tidak tahu kalau (tembak mati pelaku.red) dari Polsek Tegalsari tidak ada. Kita lakukan pengecekan TKP dan cari barang bukti yang ditinggalkan pelaku dulu,” jelas Iptu Made kanit Polsek Tegalsari, Surabaya di lokasi kejadian, Minggu (12/7/2020).

Informasi yang dihimpun, Pelaku pembobolan rumah milik Nanik Linggawati di Jl Musi no 6, Tegalsari Surabaya, diduga berjumlah sekitar lima orang. Pelaku diduga menggunakan menggunakan Mobil Minibus warna putih dan sepeda motor.

Nanik Linggawati (50) pemilik rumah saat dimintai keterangan di rumahnya mengatakan, bahwa pelaku masuk dengan mencongkel pintu dan mengacak-acak dua kamar dan membawa 1 unit Ponsel.

“Jadi kita pulang pas buka pintu gerbang itu kaget karena lihat pintu rumah terbuka. Selanjutnya kita turun dan cek dalam rumah dua kamar terbuka pintunya. Seluruh barang, baju dan perabotan kamar berantakan. Yang hilang cuman ponsel saja,” tandasnya.

Sumber rujukan : beritajatim.com

Dua Perampok Rumah Mewah Di Surabaya Berhasil Dikirim ke Akhirat

KEDIRI JATIM - Seorang balita yang masih berusia 4 tahun, asal Tegalan, Kandat, Kediri terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien ini tertular dari ayahnya yang sebelumnya sudah dinyatakan positif Covid-19. Saat ini balita laki-laki tersebut menjalani isolasi mandiri.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri, dr Ahmad Khotib sewaktu dikonfirmasi menjelaskan selain balita tersebut, ada 9 kasus lain terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini.

Adanya penambahan 10 pasien tersebut merupakan hasil pengembangan atau tracing dari kasus sebelumnya.

Ahmad Khotib merinci, kesepuluh pasien tersebut berasal dari Desa Bendo Kecamatan Pare 1 orang, Desa Gampeng 1 orang, Desa Kedungsari Kecamatan Tarokan 3 orang, Desa Paron Kecamatan Ngasem 2 orang, Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem 1 orang dan Desa Surat Kecamatan Mojo 1 orang.

Menurut Khotib, kondisi semua pasien cukup baik baik dan termasuk kategori OTG (Orang Tanpa Gejala). Mereka saat ini menjalani isolasi di rumah dengan pengawasan dari Gugus Tugas. Evaluasi juga akan dilakukan untuk mengetahui perkembangan pasien sampai dinyatakan sembuh.

Ahmad Khotib mengaku prihatin karena masyarakat masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan. Hal ini yang menyebabkan penularan Covid-19 tidak bisa dihentikan. Untuk itu dia mengajak masyarakat agar selalu patuh pada protokol kesehatan.

Sumber : andikafm.com

Tertular Dari Ayahnya, Balita Di Kediri Positif Corona

LUMAJANG JATIM - Sosok mayat telanjang ditemukan di pinggir pantai Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilanggun, Minggu (12/7/2020).

Informasi dihimpun dari warga dan petugas, mayat pertama kali ditemukan oleh warga lokal, Sunarto (37) Sosok mayat jenis laki-laki ini dikira sebatang kayu terdampar.

Betapa kagetnya si pencari ikan, saat didekati malah sosoak mayat tanpa sehelai kain. Dia langsung melapor ke aparat desa tentang mayat manusia.

Aparat desa melanjut laporan warga ke Polsek Yosowilanggun dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Untuk kepentingan pemeriksaan, dibawa ke Kamar Jenazah RSUD dr. Haryoto untuk dilakukan mengumpulkan dan visum.

"Mayat masih kamar jenazah dan akan dilakukan otopsi besok, apa penyebab meninggalnya," kata Kapolsek Yosowilanggun, AKP Suhari pada siaran.

Masih kata dia, peristiwa penemuan mayat di pantai Wotgalih memang sering terjadi. Penyebab meninggalnya juga tidak diketahui karena memancing yang tenggelam saat mencari ikan.

"Bagi warga negara yang kehilangan anggota keluarga, silakan cek di rumah sakit Pemerintah Lumajang," pungkasnya.

Sumber rujukan : beritajatim.com

Mayat Telanjang Ditemukan Tergeletak Di Pantai Lumajang

SIDOARJO JATIM – Warga Desa Buduran RT 01 RW 1 Kec. Buduran, dikagetkan seorang muadzin yang meninggal dunia, Minggu (12/7/2020). Saat khusuk mendengar lantunan azan maghrib dari musala Al Barokah, tiba-tiba suara muadzin berhenti dan terdengar seperti ada sesuatu yang jatuh.

Saat diselidiki, ternyata Abdul Hasan (43) si muadzin asal Dusun Sloros Desa Bireh Kec.Tambelangan Kab. Sampang, jatuh dan dilaporkan meninggal dunia.

Sontak warga sekitar yang penasaran mendengar kejadian, langsung mendatangi musala. Saat para jemaah dan warga berdatangan akan menunaikan salat maghrib, korban sudah terkapar di lantai dan kondisinya meninggal.

Nanang salah satu jemaah mengatakan tadinya korban melantunkan azan maghrib, tiba-tiba putus atau belum sampai selesei korban ambruk. “Saat kami datang, korban sudah tergeletak di lantai dan meninggal dunia,” katanya.

Melihat kejadian, warga kemudian melapor ke aparat desa dan diteruskan ke Polsek Buduran. “Petugas kepolisian datang dan korban dievakuasi dan dikirim ke RS Bhayangkara Pusdim Gasum Porong,” tandasnya.

Kapolsek Buduran Kompol Gatot Setiyo menyatakan masih belum diketahui penyebab kematian korban. “Untuk diketahu pastinya, menunggu hasil visum,” terang Gatot.

Sumber : beritajatim.com

Saat Adzan Belum Usai, Muadzin Di Sidoarjo Meninggal Mendadak

NGANJUK JATIM - Diduga depresi karena sakit tak kunjung sembuh, Paijan kakek berusia 78 tahun warga Desa Gampeng Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk ditemukan meninggal gantung diri di dalam rumah keponakannya. Kejadian sekitar jam 04.00 WIB, pagi tadi.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, IPTU Roni Yunimantara yang dikonfirmasi menjelaskan kejadian pertama kali diketahui oleh Waijah keponakan Paijan, yang setiap pagi mengantarkan kopi kepada PAIJAN.

Saat mengantar kopi seperti biasanya, WAIJAH tidak curiga dengan kondisi di dalam rumah. Saat masuk melihat ke dalam kamar, WAIJAH melihat PAIJAN sudah dalam keadaan tergantung menggunakan tali tambang.

Melihat kejadian tersebut, WAIJAH melaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Ngluyu Polres Nganjuk.

Anggota kepolisian dan petugas medis yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan pemeriksaan pada jenazah PAIJAN. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan keluarga tidak menghendaki dilakukan otopsi.

Sumber : andikafm.com

Depresi, Kakek 78 Tahun Di Nganjuk Nekat Gantung Diri

PASURUAN JATIM - Kisah pilu dialami WA (24), perempuan asal Surabaya. Keinginannya mencari nafkah di Pasuruan berubah menjadi tragedi. Ia diperkosa pria yang mengaku bisa membantunya mencari pekerjaan.

"Kejadiannya di wilayah Desa Kedawang, Kecamatan Nguling. Korban mendatangi Polsek Nguling, melaporkan jadi korban pemerkosaan," kata Kasubbag Humas Polres Pasuruan AKP Endy Purwanto, Minggu (12/7/2020).

Endy menjelaskan, perempuan kelahiran Kecamatan Geger, Kota Madiun, itu datang ke polsek Sabtu (11/7) malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Korban melapor beberapa jam setelah kejadian.

"Berdasarkan pengakuan WA, peristiwa bermula pada Sabtu tanggal 11 Juli 2020 sekira 18.00 WIB, korban bersama pelaku mengendarai motor berangkat dari Surabaya ke Pasuruan. Tujuannya untuk dicarikan pekerjaan," terangnya.

Setibanya di Simpang Empat Sedarum, Kecamatan Nguling, pelaku mengarahkan motor ke pedesaan hingga menembus persawahan di Desa Kedawang. Di lokasi pelaku memperkosa korban.

"Pelaku membungkam mulut korban, melepas celana dan celana dalamnya, dan memperkosa korban," terang Endy.

Menerima laporan korban, polisi langsung mendatangi TKP. Korban juga divisum RSUD Grati. Polisi melakukan penyelidikan kasus ini.

"Korban mengeluhkan sakit areal alat vitalnya. Juga mulut dan rahangnya karena karena dibungkam dengan keras," pungkas Endy.

Sumber berita : m.detik.com

Berniat Cari Kerja, Perempuan Asal Surabaya Diperkosa di Pasuruan

SURABAYA - Kabar duka kembali datang dari tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 di Surabaya Jawa Timur.
Dalam Sehari, mingggu 12/07/2020, Dua Dokter yang menangani pasien Corona di Jatim Meninggal terpapar Covid-19.

Yang pertama Almarhum dr Deni Chrismono Raharjo meninggal, Minggu (12/7/2020), pukul 05.00 WIB di RSU dr Soetomo.

"Meninggal hari ini karena COVID-19. Ini saya masih mengumpulkan keterangannya," kata Ketua IDI Jatim Dr dr Sutrisno SpOG (K) saat dihubungi wartawan, Minggu (12/7/2020).

Sutrisno mengatakan, almarhum meninggal setelah dirawat selama dua pekan. "Dr Deni sempat dirawat selama dua minggu di rumah sakit Surabaya," ujarnya.

Sementara Ketua IDI Surabaya dr Brahmana Askandar SoPG mengatakan, almarhum dr Deni merupakan dokter yang bertugas di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya. Sebelum dimakamkan, almarhum disemayamkan RSJ Menur terlebih dulu.

"Masih belum tahu (Dimakamkan di Surabaya atau kampung halaman). Masih lewat RSJ Menur, karena beliau dinas di sana," jelasnya.

Yang kedua Dokter Budi Luhur yang bertugas di Gresik, Jatim, meninggal, Minggu (12/7/2020) di rumah sakit Surabaya.

"Dokter Budi meninggal hari ini karena COVID-19. Ini saya masih mengumpulkan keterangannya," kata Ketua IDI Jatim Dr dr Sutrisno SpOG (K) saat dihubungi wartawan, Minggu (12/7/2020).

Sutrisno mengatakan, almarhum yang menjadi anggota IDI Gresik sempat dirawat selama sepekan. Dan hari ini dr Budi mengembuskan nafas terakhirnya.

"Dokter Budi sempat dirawat selama seminggu. Dokter Budi masih saya telusuri," ujarnya.

Sedangkan untuk insenfif dan santunan, IDI Jatim akan segera mengurusnya. "Nanti akan kita urus (intensif dan santunan)," kata dia.

Jadi total hingga kini, ada 17 dokter di Jatim yang meninggal karena terpapar COVID-19. "Ada 17, semuanya terpapar COVID-19," pungkasnya.

Dalam Sehari, Dua Tenaga Medis Di Jatim Meninggal Terpapar Covid-19

SURABAYA - Kabar duka kembali datang dari tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 di Jatim. Dokter Budi Luhur yang bertugas di Gresik, Jatim, meninggal, Minggu (12/7/2020) di rumah sakit Surabaya.

"Dokter Budi meninggal hari ini karena COVID-19. Ini saya masih mengumpulkan keterangannya," kata Ketua IDI Jatim Dr dr Sutrisno SpOG (K) saat dihubungi wartawan, Minggu (12/7/2020).

Sutrisno mengatakan, almarhum yang menjadi anggota IDI Gresik sempat dirawat selama sepekan. Dan hari ini dr Budi mengembuskan nafas terakhirnya.

"Dokter Budi sempat dirawat selama minggu. Dokter Budi masih saya telusuri," ujarnya.

Sedangkan untuk insenfif dan santunan, IDI Jatim akan segera mengurusnya. "Nanti akan kita urus (intensif dan santunan)," kata dia.

Jadi total hingga kini, ada 17 dokter di Jatim yang meninggal karena terpapar COVID-19. "Ada 17, semuanya terpapar COVID-19," pungkasnya.

Sumber : m.detik.com

Kembali Berduka, Dokter Yang Bertugas di Gresik Meninggal Dunia

SURABAYA - Kabar duka kembali datang dari tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 di Surabaya. Almarhum dr Deni Chrismono Raharjo meninggal, Minggu (12/7/2020), pukul 05.00 WIB di RSU dr Soetomo.

"Meninggal hari ini karena COVID-19. Ini saya masih mengumpulkan keterangannya," kata Ketua IDI Jatim Dr dr Sutrisno SpOG (K) saat dihubungi wartawan, Minggu (12/7/2020).

Sutrisno mengatakan, almarhum meninggal setelah dirawat selama dua pekan. "Dr Deni sempat dirawat selama dua minggu di rumah sakit Surabaya," ujarnya.

Sementara Ketua IDI Surabaya dr Brahmana Askandar SoPG mengatakan, almarhum dr Deni merupakan dokter yang bertugas di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya. Sebelum dimakamkan, almarhum disemayamkan RSJ Menur terlebih dulu.

"Masih belum tahu (Dimakamkan di Surabaya atau kampung halaman). Masih lewat RSJ Menur, karena beliau dinas di sana," jelasnya.

Kini, di Surabaya sudah ada tujuh dokter yang meninggal karena terpapar COVID-19. Di antaranya, 27 April lalu, dokter di RSUD Soewandi, dr Barkatnu Indrawan Janguk meninggal karena terpapar dari pasien yang tak jujur. Pada 18 Mei dr Boedhi Harsono gugur di usia 60 tahun dengan status COVID-19.

Dokter ketiga yang gugur karena terpapar COVID-19 adalah dokter RSU dr Soetomo. Dokter Miftah Fawzy Sarengat tutup usia di umur 34 tahun pada 10 Juni. Keempat, dr Sukarno meninggal pada 28 Juni di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair.

Pada 30 Juni, dokter anastesi di RSU Haji, Surabaya dr Arief Basuki meninggal karena terpapar COVID-19. Selang sepekan, keponakan dr Arief yakni dr Putri Wulan Sukmawati meninggal pada Minggu (5/7) pukul 23.58 WIB karena terjangkit COVID-19 dan dokter ketujuh adalah Dr Deni Chrismono Raharjo meninggal pada Minggu (12/7/2020), pukul 05.00 WIB di RSU dr Soetomo karena terpapar COVID-19.

Sumber : m.detik.com

Kabar Sedih, Dokter RS Jiwa Menur Meninggal Terpapar COVID-19

BLITAR JATIM - Tujuh pasangan mesum digrebek tim gabungan. Mereka ditemukan berada dalam satu kamar dari beberapa rumah kost di Kota Blitar.

Tim gabungan terdiri dari TNI-Polri, BNN dan Satpol PP Kota Blitar menggelar razia untuk menciptakan kondusivitas di Kota Patria. Mereka menyasar beberapa kost di Kecamatan Kepanjenkidul dan Sananwetan mulai pukul 21.00 sampai 24.00 WIB.

"Ini sebenarnya razia rutin yang kami lakukan. Saat ini kami intensifkan lagi, karena ada beberapa laporan dari masyarakat dan juga menciptakan iklim kondusif menjelang Pilwali 2020 ini," jawab Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Blitar, Agus Suherli dikonfirmasi wartawan, Minggu (12/7/2020).

Hasilnya, dari enam lokasi rumah kost ditemukan tujuh pasang mudi-mudi berada dalam satu kamar. Mereka tidak bisa menunjukkan dokumen sebagai pasangan sah dalam ikatan perkawinan. Mayoritas, 14 ABG ini berasal dari luar Kota Blitar.

"Ada tujuh pasang tadi tidak bisa menunjukkan dokumen pernikahan. Jadi kami bawa ke kantor, kami lakukan pembinaan dan KTP-nya kami amankan dulu," tandasnya.

Saat pengambilan KTP, lanjutnya, mereka wajib membawa surat keterangan dari desa tempat tinggalnya. Surat keterangan tersebut menyatakan, jika yang bersangkutan tidak akan mengulangi perbuatannya dan diketahui pihak desa.

Selain menemukan pasangan mesum, tim gabungan juga mengambil sampel urin semua penghuni kost. Ini digunakan untuk pengecekan peredaran dan pemakaian narkoba di kalangan penghuni kost. Namun dari 50 reagen, semua hasilnya negatif.

"Semua negatif narkoba. Tapi kami sita satu botol arak Jowo. Kemudian juga ada dua tempat kos yang tidak berizin dan tidak masuk dalam aplikasi sehingga masih menelusuri lagi," pungkasnya.

Sumber : m.detik.com

7 Pasangan Mesum di Blitar Digrebek Satpol-PP

SUKOHARJO JATENG - Seorang pemuda yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (10/7), kini meninggal dunia di RSUP dr Kariadi, Semarang. Jenazah pemuda berinisial MJI (22) atau Ikhsan itu dimakamkan hari ini.

Saat ini keluarga tengah menjemput jenazah Ikhsan di Semarang.

"Ini saya dengan ayahnya sedang berada di Semarang mengurus pemulangan jenazah. Rencana dimakamkan hari ini langsung," kata pendamping keluarga, Endro Sudarsono, saat dihubungi wartawan, Minggu (12/7/2020).

Setelah jenazah dipulangkan ke rumah duka di Ngruki RT 01 RW 16, Cemani, Grogol, Sukoharjo, jenazah disalatkan terlebih dahulu. Jenazah lalu langsung dimakamkan di TPU Muslim, Polokarto, Sukoharjo.

Endro mengaku juga mendengar kabar adanya penembakan terhadap Ikhsan saat ditangkap. Pihaknya meminta kepolisian memberikan penjelasan.

"Kabarnya memang ada penembakan. Makanya kami meminta penjelasan kepada kepolisian, proses penangkapannya seperti apa, mengapa harus ditembak. Kalaupun ditembak, biasanya hanya untuk melumpuhkan. Apakah kematiannya terkait itu?" ujar Endro.

Sementara itu, Kepala Desa Cemani Hadi Indrianto membenarkan Ikhsan meninggal pada Sabtu (11/7) petang. Selepas Isya, dia mengabarkan hal tersebut kepada keluarga.

"Betul, kemarin saya mendapatkan kabar itu dan disampaikan kepada keluarga. Saya tunggui sampai pukul 02.00 WIB tadi," kata Hadi saat dihubungi.

Seperti diberitakan, Ikhsan ditangkap Densus 88 Antiteror pada Jumat (10/7) setelah salat Jumat. Dia saat itu bersepeda dari masjid yang masih berada di kawasan Cemani.

"Betul, kemarin ada penangkapan di Cemani, sekitar pukul 13.30 WIB," kata Kepala Desa Cemani Hadi Indrianto saat dihubungi wartawan, Sabtu (11/7).

Belum ada penjelasan mengenai alasan penangkapan pemuda tersebut.

Sumber dari lapangan mengatakan MJI diduga terlibat dalam jaringan aksi penyerangan terhadap Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengaku tidak mengetahui penangkapan MJI terkait kasus apa.

"Terkait kasus terorisme, langsung ke Densus 88 saja," katanya.

Sumber berita: m.detik.com

Usai Ditembak Densus 88, Pemuda Di Sukoharjo Meninggal

MALANG JATIM– Polresta Malang Kota menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor. Dia seorang kuli bangunan berinsial FMJ. Pelaku ini mencuri motor di kawasan Perumahan Vila Bukit Tidar beberapa waktu lalu.

“Dia melakukan pencurian bersama RE. Sekarang sudah diamankan oleh Polsek Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang,” ujar Kapolresta Malang Kota Kombel Pol Leonardus Simarmata, Minggu (12/7/2020).

Leonardus mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku mereka telah mencuri 5 kali di wilayah Malang Kota. Modus yang dilakukan, mereka berkeliling mencari korban. Saat melihat motor terparkir dengan kunci tertinggal, salah satu dari mereka turun dan membawa kabur motor itu.

“Telah melakukan pencurian sebanyak 5 TKP. Kronologinya berboncengan menggunakan Yamaha Mio Soul lalu mencari korban. Ditemukaan satu kendaraan yang terparkir tapi kunci motor tertinggal di stop kontak turun dan membawa kabur kendaraan itu,” papar Leonarduas.

Selanjutnya motor curian dibawa kabur menuju Pasuruan. Di sana motor dijual dan laku dengan harga Rp2 juta. Atas perbuatanya, dua tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun.

“Mereka bekerja sebagai kuli bangunan. Setelah mencuri, motor dijual ke Pasuruan dengan harga Rp2 juta,” tandas Leonardus.

Sumber rujukan : beritajatim.com

Kuli Bangunan Asal Malang Nekat Curi Motor

TULUNGAGUNG JATIM - Sebuah mobil bak terbuka mengangkut puluhan multiplek terbalik di aliran sungai di Jalan Raya Jatimulyo, Kecamatan Kauman, Tulungagung. Kecelakaan diduga akibat kepanikan pengemudi saat kendaraan mengalami korsleting listrik.

Kapolsek Kalangbret AKP Puji Hartanto, mengatakan kecelakaan tunggal itu dialami mobil pickup nopol AG 9863 RL yang dikemudikan Andri Hardianto (30) warga Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung. Beruntung kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

"Pengemudi berhasil menyelamatkan diri dengan keluar dari kendaraan. Dia hanya mengalami luka ringan," kata kapolsek, Sabtu (11/7/2020).

Kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah utara menuju selatan dengan kecepatan sedang. Saat tiba di lokasi kejadian, mobil L 300 itu tiba-tiba mengalami korsleting listrik dan mengeluarkan asap. Melihat kondisi itu pengemudi panik dan berusaha menepikan kendaraannya.

"Begitu mobil terhenti di pinggir jalan, pengemudinya langsung keluar. Namun karena posisi parkir yang miring dan beban kendaraan berat, akibatnya mobil itu terperosok dan terbalik di sungai," ujarnya.

Saat itu sempat muncul kepulan asap tebal dari kendaraan, beruntung kondisi itu tidak sampai menimbulkan kebakaran. Saat ini mobil bak terbuka tersebut telah berhasil dievakuasi.

Terjadi Korsleting Listrik, Sebuah Mobil Di Tulungagung Hangus Terbakar

PASURUAN JATIM - Seorang pesepeda tewas setelah tertabrak truk bermuatan pasir batu (Sirtu) di Pasuruan. Pesepeda asal Surabaya itu tewas di lokasi kejadian karena luka parah.

Peristiwa terjadi di Jalan Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, tepatnya di depan pabrik rokok Gudang Garam. Jalan lebar dan menurun itu selain dilintasi kendaraan pabrik juga truk sirtu.

Berdasarkan keterangan sopir truk, Udin, awalnya kendaraan yang dikemudikannya berjalan pelan dari arah atas atau selatan ke utara. Pesepeda yang diketahui bernama Sutrisno, warga Kedungdoro, Surabaya, itu melaju dari belakang.

Di lokasi kejadian, korban menyalip truk bernopol W 8403 UP itu. Diduga menabrak lubang jalan, korban oleng kemudian jatuh dan masuk ke kolong truk bersama sepedanya. Korban terlindas truk dan tewas seketika di lokasi.

"Saya turun pelan-pelan, terus sepeda banter (melaju kencang) dari atas. Lalu nyalip, oleng, jatuh dan masuk ke kolong truk," ujar Udin, Sabtu (11/7/2020).

Kanit Laka Lantas Polres Pasuruan Iptu Marti mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, pesepeda melewati lubang jalan lalu jatuh.

"Korban nabrak jalan rusak," kata Marti.

Jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol. Sopir truk masih menjalani pemeriksaan.

Sumber : m.detik.com

Tabrak Jalan Berlubang, Pesepeda Di Pasuruan Tewas Terlindas Truk

KEDIRI JATIM - Diduga terlilit hutang, seorang warga bernama WIRA, 41 tahun, warga Desa Wonocatur Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, Sabtu 11/07/2020.

Kanit Reskrim Polsek Gampengrejo Polres Kediri, AIPTU Hadi Suyitno, saat dikonfirmasi mengatakan, WIRA ditemukan gantung diri diatas atap rumah sekitar jam 08.45 WIB tadi pagi.

Sewaktu ditemukan, WIRA tergantung dengan posisi tali yang diikat di reng atau kayu penyangga genteng.

Kejadian berawal saat SULIS, istri WIRA sedang mencari keberadaan suaminya. WIRA hendak diajak mencari pasir di daerah Semampir Kota Kediri oleh Sudarmadi, kakak WIRA. Saat dicari, WIRA tidak ditemukan di dalam dan sekitar rumah. Kemudian, istri WIRA menyuruh Sudarmadi melihat ke atas atap genteng.

Saat dicek, WIRA sudah ditemukan meninggal. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Perangkat Desa setempat dan diteruskan ke Polsek Gampengrejo.

Setelah jenazah dievakuasi, hasil pemeriksaan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dugaan dari pihak keluarga, WIRA mengakhiri hidupnya karena permasalahan hutang dan sakit ginjal.

Keluarga juga menolak proses otopsi dan kejadian ini diterima sebagai musibah. Jenazah kemudian dimakamkan di desa Baye, Kayen Kidul, desa asal korban.

Sumber rujukan : andikafm.com

Terlilit Hutang, Warga Kediri Nekat Gantung Diri

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang residivis kasus pencurian, bernama Suprianto, 30 tahun, asal Desa Macanbang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, diamankan polisi.

Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Suprianto mengaku nekat mencuri karena ketagihan memainkan game online. Uang hasil curiannya dipakai untuk membeli chipgame.

Kapolsek Gondang Polres Tulungagung, AKP Siswanto S.H, saat dikonfirmasi mengatakan, Suprianto ditangkap Unit Reskrim Polsek Gondang Polres Tulungagung di rumahnya, Rabu, 8 Juli 2020 sekitar jam 4 dinihari WIB. Saat penangkapan, Polisi mengamankan barang bukti berupa HP, Laptop dan beras. Selama Januari sampai akhir Juni 2020, Suprianto mengaku telah mencuri di 13 lokasi di Desa Notorejo Kecamatan Gondang.

Sebelumnya, Zainal Ansori, warga Desa Notorejo Kecamatan Gondang, Tulungagung lapor ke Polsek Gondang setelah menjadi korban pencurian. Pencurian dilakukan 27 Juni 2020 lalu, sekitar jam 2 dinihari WIB di rumah Zainal. Saat itu, Suprianto mencuri HP Zainal yang sedang charge di depan TV dan HP anak ZAINAL di dalam kamar. Lalu, kasus pencurian ini dilaporkan ke Polsek Gondang.

AKP Siswanto menambahkan, Suprianto merupakan residivis kasus pencurian gabah di tahun 2015 lalu. Saat ini pelaku ditahan di Mapolsek Gondang dan terancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Sumber : andikafm.com

Ketagihan Game Online, Pria Di Tulungagung Nekat Mencuri