SIDOARJO JATIM – Warga Desa Buduran RT 01 RW 1 Kec. Buduran, dikagetkan seorang muadzin yang meninggal dunia, Minggu (12/7/2020). Saat khusuk mendengar lantunan azan maghrib dari musala Al Barokah, tiba-tiba suara muadzin berhenti dan terdengar seperti ada sesuatu yang jatuh.

Saat diselidiki, ternyata Abdul Hasan (43) si muadzin asal Dusun Sloros Desa Bireh Kec.Tambelangan Kab. Sampang, jatuh dan dilaporkan meninggal dunia.

Sontak warga sekitar yang penasaran mendengar kejadian, langsung mendatangi musala. Saat para jemaah dan warga berdatangan akan menunaikan salat maghrib, korban sudah terkapar di lantai dan kondisinya meninggal.

Nanang salah satu jemaah mengatakan tadinya korban melantunkan azan maghrib, tiba-tiba putus atau belum sampai selesei korban ambruk. “Saat kami datang, korban sudah tergeletak di lantai dan meninggal dunia,” katanya.

Melihat kejadian, warga kemudian melapor ke aparat desa dan diteruskan ke Polsek Buduran. “Petugas kepolisian datang dan korban dievakuasi dan dikirim ke RS Bhayangkara Pusdim Gasum Porong,” tandasnya.

Kapolsek Buduran Kompol Gatot Setiyo menyatakan masih belum diketahui penyebab kematian korban. “Untuk diketahu pastinya, menunggu hasil visum,” terang Gatot.

Sumber : beritajatim.com

Saat Adzan Belum Usai, Muadzin Di Sidoarjo Meninggal Mendadak

SIDOARJO JATIM – Warga Desa Buduran RT 01 RW 1 Kec. Buduran, dikagetkan seorang muadzin yang meninggal dunia, Minggu (12/7/2020). Saat khusuk mendengar lantunan azan maghrib dari musala Al Barokah, tiba-tiba suara muadzin berhenti dan terdengar seperti ada sesuatu yang jatuh.

Saat diselidiki, ternyata Abdul Hasan (43) si muadzin asal Dusun Sloros Desa Bireh Kec.Tambelangan Kab. Sampang, jatuh dan dilaporkan meninggal dunia.

Sontak warga sekitar yang penasaran mendengar kejadian, langsung mendatangi musala. Saat para jemaah dan warga berdatangan akan menunaikan salat maghrib, korban sudah terkapar di lantai dan kondisinya meninggal.

Nanang salah satu jemaah mengatakan tadinya korban melantunkan azan maghrib, tiba-tiba putus atau belum sampai selesei korban ambruk. “Saat kami datang, korban sudah tergeletak di lantai dan meninggal dunia,” katanya.

Melihat kejadian, warga kemudian melapor ke aparat desa dan diteruskan ke Polsek Buduran. “Petugas kepolisian datang dan korban dievakuasi dan dikirim ke RS Bhayangkara Pusdim Gasum Porong,” tandasnya.

Kapolsek Buduran Kompol Gatot Setiyo menyatakan masih belum diketahui penyebab kematian korban. “Untuk diketahu pastinya, menunggu hasil visum,” terang Gatot.

Sumber : beritajatim.com

Tidak ada komentar