JEMBER JATIM - Polisi berhasil menangkap komplotan begal yang menewaskan seorang pelajar SMA di Jember. Salah satu pelaku ditembak kedua kakinya karena berusaha kabur.

Komplotan begal yang ditangkap diketahui berinisial AGN (18), RAA (18), MM (17), UVA (17), S (35) dan MAS (21). Semuanya warga kecamatan Puger, Jember.

"Ada 6 orang yang berhasil kita tangkap. Satu terpaksa kita lumpuhkan dengan tembakan karena berusaha kabur," kata Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono, Selasa (2/6/2020).

Tersangka yang ditembak berinisial AGN. Dia berusaha kabur ketika dibawa polisi untuk pengembangan kasus.

"Berusaha kabur ketika dibawa petugas. Sudah diberi tembakan peringatan tapi tidak diindahkan. Terpaksa kita lumpuhkan di kaki," kata Aris.

Tersangka akhirnya ambruk dengan luka tembak di kedua kakinya. Oleh petugas, pemuda itu selanjutnya dilarikan ke RSUD Balung guna mendapat perawatan.

"Kita bawa ke rumah sakit agar lukanya dirawat. Selanjutnya kita bawa kembali ke mapolres," ujar Aris.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Fran Dalanta Kembaren menambahkan, komplotan ini telah beraksi di 15 lokasi. Aksi itu dilakukan para pelaku sejak Januari hingga April 2020.

"Salah satunya di lapangan Dusun Gadungan, Desa Kasiyan, Kecamatan Puger pada 12 April. Malam hari sekitar pukul 20.30 WIB. Aksi itu membuat satu korban meninggal dan satu lagi luka berat," terang Fran.

"Korban meninggal akibat dibacok tersangka berinisial AGN," sambung Fran.

Korban merupakan pelajar SMA, bernama Rifan Sugianto (18), warga Desa Kasiyan, Kecamatan Puger. Saat itu korban yang sedang nongkrong bersama teman-temannya didatangi pelaku yang berpura-pura pinjam korek api.

"Modus para tersangka ini memang seperti itu. Mendatangi kerumunan orang, kemudian pura-pura pinjam korek api atau tanya nama. Berikutnya merampas motor. Kalau korban melawan, langsung dibacok," terang Fran.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti sebilah celurit dan belasan motor. Sementara para tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai tindak kekerasan.

"Kita akan terus kembangkan kasus ini. Karena ada beberapa anggota komplotan ini yang masih buron," pungkas Fran.

Pelaku Begal Di Jember Yang Tewaskan Korban Ditembak Polisi

NGAWI JATIM - Seorang pria warga Ngawi mencoba bunuh diri dengan memotong urat nadi. Pria itu juga menusuk perutnya sebanyak lima kali.

Namun aksi bunuh diri itu gagal. Pria tersebut segera dibawa ke rumah sakit. Aksi bunuh diri itu dilakukan AP (33) di dapur rumahnya. AP ditemukan bersimbah darah dengan sebuah pisau di sampingnya.

"Jadi korban mencoba melakukan bunuh diri namun masih bisa diselamatkan dan dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi. Kondisi luka berlumur darah di tubuhnya," ujar Kapolsek Geneng AKP Danang Prasmoko saat di konfirmasi, Selasa (2/6/2020).

Kondisi korban saat ditemukan, kata Danang, berlumur darah karena urat nadi tangan sebelah kiri terputus. Selain itu, lanjut Danang, korban mengalami lima luka tusuk di bagian perutnya.

"Pada bagian lengan tangan kiri ada luka sobek dan urat nadi putus dan terdapat luka tusuk di bagian perut sebanyak lima. Kondisi korban sementara sadar dan rawat inap di RSUD Ngawi," katanya.

Danang mengatakan korban melakukan percobaan bunuh diri di dapur rumah bibinya yang ada di depan rumahnya. Korban pertama kali ditemukan oleh bibinya yang bernama Riani sekitar pukul 00.00 WIB dini hari tadi. Saat itu Riani yang ingin ke dapur rumahnya curiga ada suara seperti benda jatuh.

"Saat itu saksi mendengar suara jatuh di dapur rumahnya. Kemudian saksi melihat dapurnya dan kaget melihat korban tersungkur berdarah dan memanggil ayah korban yang sedang ronda di pos kamling," katanya.

Danang menambahkan bahwa saat ini polisi masih melakukan penyelidikan, termasuk mencari motif korban melakukan percobaan bunuh diri. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau dapur yang diduga digunakan korban untuk bunuh diri.

"Untuk motif masih kita selidiki, namun korban pernah cerita ke ayahnya kalau ketakutan didatangi almarhumah ibunya," pungkasnya.

Depresi, Pria Di Ngawi Bunuh Diri Tapi Tak Jadi Mati

BOJONEGORO JATIM - Peristiwa nahas terjadi di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Seorang perempuan meninggal dunia kesetrum saat memasak nasi dengan menggunakan magic com.

Wanita tersebut adalah Siti Maskanah (29), warga setempat. Menurut Kasubbag Humas Polres Bojonegoro, AKP Sri Ismawati, pihaknya mendapat laporan orang meninggal Senin kemarin. Saat itu tangan kanan korban basah dan mencolokan kabel yang terbuka, sehingga tersetrum lalu tergeletak di lantai.

"Jadi korban saat akan memasak nasi tidak memperhatikan kabel, tangannya yang basah menyentuh kabel yang terbuka. Ya meninggal di lokasi," ujar Isma, Selasa (2/6/2020).

Dia menjelaskan seusai tersetrum korban jatuh dalam kondisi terlentang di lantai, dari hasil pemeriksaan terdapat luka bakar pada tangan ibu jari kanan sepanjang 1,5 cm.

Kemudian jari telunjuk juga terdapat luka bakar kanan 0,5 cm yang diakibatkan aliran  listrik.

Pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi atas kasus meninggalnya korban, serta melakukan olah TKP.

"Sejumlah saksi sudah diperiksa, korban memang meninggal karena tersetrum dan sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

Kesetrum Magic Com, Wanita Di Bojonegoro Meninggal Dunia

MALANG JATIM - Kasus Pencurian yang Tewaskan Satu orang gemparkan warga Malang. Kejadian tersebut terjadi di Desa Baran Nginggit Tumpang Senin 01/06/2020 malam , warga desa dikejutkan adanya sosok mayat pria tewas dengan banyak luka dilahan kebun jeruk desa setempat .

Dari Informasi yang beredar dikalangan masyarakat, telah terjadi pembacokan antara maling dan penjaga kebun jeruk di desa ngingit saat ini, 4 tersangka pencuri yg 1 tewas di tempat, penjaga kebun di bacok di perut dan skranh di bawa ke RS, 3 pelaku melarikan diri

Sementara  Satreskrim Polres Malang langsung melakukan olah TKP dikebun Jeruk di Desa Ngingit Kecamatan Tumpang Kab Malang .

Pria yg ditemukan tewas mengenaskan dengan banyak luka bekas sebetan senjata tajam dibeberapa bagian tubuh , diketahui bernama Nurul warga Dsn Baran Ds Gununggansir kec Tajinan.

Petugas yang berada di Tkp juga menemukan barang milik Nurul berupa identitas diri  serta ponsel .

Hingga kini kasus ini masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian setempat . Sementara jenazah Nurul langsung dibawa ke kamar jenasah RS Saiful Anwar Kota Malang untuk dilakukan Otopsi.

Sumber referensi: https://youtu.be/vXy5DLMsrMw

Adu Bacok Penjaga Kebun Jeruk vs Pencuri Di Malang, Satu Korban Tewas Mengenaskan

BOJONEGORO JATIM - Jasad yang ditemukan sudah membusuk dan tinggal tulangnya dalam kondisi menggantung di pohon bambu kawasan pemakaman yang sempat Gemparkan Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, kini mayat tersebut telah berhasil diidentifikasi.

Kapolsek Trucuk AKP Sugimat mengatakan, jasad yang ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB itu setelah dievakuasi dan identifikasi diketahui bernama Suradi (50) warga Desa Randublatung RT 04 RW 04 Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Jawa Tengah. “Hasil identifikasi, korban murni meninggal karena bunuh diri,” ujar AKP Sugimat, Senin (1/6/2020).

Selain itu, AKP Sugimat menambahkan, diduga pelaku sudah meninggal sekitar 15 hari yang lalu. Sehingga kondisinya sudah membusuk dan mulai terlihat tulang belulangnya. “Menurut keterangan dari kesehatan perkiraan (sudah meninggal) 15 harian,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, jasad tersebut ditemukan oleh dua orang petani warga Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro Kasrotan (53) dan Ridwan (39) saat berada di kebun. Dari situ, keduanya mencium bau busuk. Setelah dicari sumber bau, keduanya mendapati jenazah tersebut.

Dari kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada RT setempat dan diteruskan kepada Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro. Sekitar pukul 16.30 WIB tim melaksanakan persiapan penurunan mayat karena lokasi berada ditengah rumpun bambu sehingga harus memotong sebagian bambu yang menghalangi.

Selain dari Tim Rescue Dinas Damkar, proses evakuasi juga melibatkan Dinas Kesehatan, Kepolisian, dan Petugas RSUD Sosodoro Djatikoesoemo serta pemerintah desa masyarakat setempat dengan menggunakan APD lengkap standar penanganan Covid-19. “Setelah berhasil dievakuasi, korban dimakamkan di pemakaman Desa Banjarsari dengan protokol kesehatan Covid-19,” ujar Anggota Rescue Dinas Damkar Sukirno.

Penemuan Mayat Membusuk Gemparkan Warga Bojonegoro

GRESIK JATIM - Kasus positif Covid-19 di kabupaten Gresik terus meningkat, membuat Kabupaten Gresik menjadi urutan ketiga terbesar di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah 178 kasus setelah Sidoarjo dan Kota Surabaya.

Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19, ada tambahan 5 orang yang terpapar positif dari semula 173 kasus. Tambahan itu, berasal dari 2 orang dari Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik. Satu orang asal Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, 1 orang asal Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, dan 1 orang asal Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Gresik.

“Penambahan ini diperoleh dari 2 pasien PDP, 1 ODP, 1 OTG dan yang satu lagi dalam proses pendalaman,” ujar Kabag Humas & Protokol Pemkab Gresik, Reza Pahlevi, Senin (6/1/2020).

Kendati ada tambahan lanjut Reza, Pemkab Gresik tetap memberlakukan normal baru yang sudah disetujui bersama saat rapat dengan Bupati Sambari Halim Radianto.

Dalam persetujuan itu, diperlukan penggabungan simulasi dengan tetap mengkedepankan protokol kesehatan di tujuh sektor yang telah ditunjuk. Diantaranya, sektor pasar tradisional, pasar modern, restoran, perhotelan dan juga tempat wisata dan lain-lain. “Di sektor itu ada aturan kesehatan seperti memakai topeng, menerapkan jarak fisik, tempat mencuci tangan wajib diberlakukan,” tutur Reza.

Sementara itu, secara terpisah Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Ridwan menyayangkan sikap pemkab yang terkesan berjuang-buru memberlakuan yang baru normal. Padahal, kasus positif Covid-19 terus bertambah. “Boleh-boleh saja memberlakukan baru yang normal asal penanganan Covid-19 maksimal. Jangan sampai normal baru yang terpapar positif maupun PDP malah bertambah, ”tandasnya.

Bertambah 5 Orang Positif Corona, Gresik Menjadi Urutan Ketiga Terbanyak Di Jatim

JOMBANG JATIM - Kasus baru Covid-19 di Kabupaten Jombang melonjak usai lebaran. Update dari Dinas Kesehatan Jombang pada Senin (1/6/2020), ada penambahan 11 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dengan begitu, jumlah total keseluruhan saat ini mencapai 62 kasus. Karena sehari sebelumnya jumlah yang terkonformasi positif Covid-19 sebanyak 51 orang. “Hari ini ada penambahan 11 kasus. Jadi jumlah total ada 62 pasien positif Covid-19,” ujar
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno, Senin (1/6/2020).

Budi merinci, 11 pasien baru tersebut berasal dari Kecamatan Sumobito sebanyak 10 orang dan dari Kecamatan Ngoro, 1 orang. Seluruh pasien baru tersebut, kata Budi, menjalani isolasi dan perawatan di RSUD Ploso, Jombang.

Dari 62 orang komulatif terkonfirmasi positif itu, 17 orang isolasi mandiri, 37 orang isolasi di rumah sakit (16 RSUD Jombang, 2 orang di RS Royal Surabaya dan RS Husada Utama, 17 orang RSUD Ploso serta 2 orang RSK Mojowarno).

Lalu 6 orang dinyatakan sembuh (3 orang dari Kecamatan Diwek dan dari Jombang, Sumobito dan Bandarkedungmulyo, masing-masing 1). “Serta dua orang meninggal yakni dari Kecamatan Tembelang dan Kecamatan Peterongan,” ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno.

Budi mengungkapkan, sebanyak 13.149 orang masuk kategori ODR. Jumlah itu ada penambahan 40 orang dari jumlah yang sebelumnya sebanyak 13.109 orang.

Sementara, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 652 orang. “Dari jumlah itu 630 orang dengan kondisi sehat dan 3 orang meninggal, serta 19 orang masih dalam tahap pemantauan. Dari jumlah ODP sampai dengan hari ini ada penambahan 3 orang ODP dari yang sebelumnya 649 orang,” beber Budi.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) secara komulatif sebanyak 37 orang. Dari jumlah itu, 3 orang telah selesai pemantauan 14 hari dan 7 orang isolasi mandiri, 11 orang meninggal, 16 orang masih menjalani perawatan di RSUD.

Melonjak, Pasien Positif Corona Di Jombang Bertambah 11 Orang

KEDIRI JATIM - Seorang pria bernama Slamet warga  Lingkungan  Bence Kelurahan Pakunden Kecamatan  Pesantren  Kota Kediri, meninggal dunia setelah cekcok dengan istri dan tetangganya.

Slamet meninggal saat terjatuh dipinggir jalan depan rumahnya.

AKP Kamsudi Kasubag Humas Polres Kediri Kota mengatakan, kejadian itu bermula pada  Senin 1 Juni 2020 sekitar jam 1 siang, terjadi cekcok mulut antara Slamet  dengan istrinya. Selang beberapa saat kemudian, datang Awit Subagyo tetangga korban yang sering terlibat cekcok dengan istrinya itu.

Awit yang merasa terganggu dengan aksi cekcok langsung masuk dalam rumah untuk mengambil parang selanjutnya mendatangi Slamet.

Melihat kejadian itu istri Awit bermaksud meminta parang yang dibawa suaminya, kejadian itu juga disaksikan tetangga yang lain.

Parang akhirnya berhasil diminta Suyono warga setempat. SLAMET juga sempat mendorong AWIT dan memintanya pulang ke rumah.

Saat mendorong tetangganya itu, korban terjatuh ke jalan dengan nafas tersengal dan mengeluh kesakitan. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung membawa korban ke rumah sakit. Slamet akhirnya dinyatakan meninggal dunia setibanyak di ruang perawatan rumah sakit.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Pesantren untuk ditindaklanjuti. AWIT saat ini diamankan di Mapolres Kediri Kota guna dimintai keterangan beserta barang bukti sebilah parang miliknya. AWIT disangkakan  melanggar Pasal 2 ayat 1 UU DARURAT NO.12 tahun 1951 tentang  senjata tajam.

Terlibat Cekcok, Pria Di Kediri Tewas Terjatuh

BLITAR JATIM - Seorang siswi SMK di Kabupaten Blitar hamil 2 bulan. Korban berinisial AF, siswi kelas X, warga Kademangan Blitar. Sedangkan pelaku seorang sopir yang sudah mempunyai istri dan anak, berinisial YA, warga Kademangan Blitar.

AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Kapolres Blitar saat dikonfirmasi menyampaikan awalnya AF sering bertemu dengan YA. Karena sering bertemu, mereka berkenalan pada awal Desember 2019.

Kemudian AF menjalin hubungan dengan YA. Setelah berpacaran, YA memaksa AF melakukan hubungan intim. YA berjanji akan menceraikan istrinya dan akan menikahi AF. Hal itu berulang sampai 4 kali, yang terakhir pada Kamis, 16 April 2020.

Kapolres menjelaskan kondisi AF yang hamil tidak diketahui keluarganya. Awalnya kehamilan AF  justru diketahui dari tetangganya. Akhirnya dilaporkan kepada keluarga AF dan selanjutnya, dilaporkan ke Polres Blitar.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini YA  diamankan di Mapolres Blitar.

YA dikenakan Pasal 81 UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling sedikit 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 miliar. Karena korbannya masih dibawah umur, maka kasusnya ditangani Unit PPA Polres Blitar.

Keji, Siswi SMK Di Blitar Disetubuhi Seorang Supir Hingga Hamil

INDRAMAYU JABAR - Kakek berusia 70 tahun di Kabupaten Indramayu ini hangus terpanggang dilalap si jago merah beserta rumah kecil miliknya, Senin (1/6/2020).

Kakek tersebut diketahui bernama Mukamad, warga Desa Pabean Udik Blok Tanggul Rt 01/04, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Komandan Regu Komandan Regu 2 Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Dedi Supriyadi mengatakan, kejadian tersebut terjadi tadi sore sekitar pukul 15.30 WIB.

"Korban hangus terbakar," ujar dia kepada wartawan.

Dedi Supriyadi menceritakan, saat si jago merah melalap seluruh isi rumah, korban diketahui tengah tertidur di kamar, ia tidak sempat menyelamatkan diri.

Adapun posisi korban usai hangus terbakar masih terlentang dengan kepala seperti menenggak ke arah atas.

Seluruh badan korban dari ujung kepala sampai kaki juga terlihat gosong.

"Apakah orangnya itu lagi sakit atau tidak belum diketahui karena kan usianya juga sudah 70 tahun," ujar dia.

Meski demikian, hingga saat ini belum bisa dipastikan secara pasti penyebab terjadinya kebakaran.

Berdasarkan keterangan warga setempat, api diduga berasal dari nyala kompor yang ditinggal saat memasak air, ada pula yang menyebut api diduga berasal dari obat nyamuk yang terbakar.

Di rumah kecil tersebut diketahui korban tinggal bersama istrinya.

Namun, saat kejadian disampaikan Dedi Supriyadi, istri korban tidak sempat menyelamatkan korban yang tengah tertidur di kamar.

"Ada istrinya di rumah tapi tidak tahu ditinggal keluar atau gimana tidak sempat menyelamatkan karena infonya masih simpang siur," ujar dia.

Kini penyebab terjadinya kebakaran tersebut masih diselidiki Inafis Polres Indramayu.

"Api padam saya langsung hubungi Inafis, kita tidak berani ngangkat. Sekarang juga masih diselidiki Inafis penyebabnya apa," ujar dia.

Naas, Kakek Di Indramayu Tewas Terbakar Di Rumahnya Sendiri

PANDEGLANG BANTEN - Seorang perempuan inisial JU (39) ditangkap personel Polres Pandeglang setelah kedapatan membelanjakan uang palsu di pasar tradisional. Saat diperiksa, ia juga memiliki dolar Singapura dan euro yang diduga palsu di rumahnya.

Kasus ini bermula dari pelaku yang berbelanja di pasar Pandeglang pada Sabtu (30/5). JU menggunakan pecahan Rp 50 ribu membeli minyak goreng. Penjual curiga karena uang terasa tebal dan tak memiliki hologram.

Pelaku mengaku uang tersebut didapat dari pedagang lain. Panik, ia kemudian lari dan ditangkap oleh keamanan pasar. Setelah diinterogasi, rupanya ia menggunakan uang palsu di beberapa toko dan langsung dibawa ke kantor polisi.

"Jadi dia belanja di satu tempat pakai uang palsunya Rp 50 ribu padahal kan di tasnya ada uang receh Rp 10 ribuan dan Rp 20 ribuan, tapi dia tetap menggunakan uang palsunya," kata Kasatreskrim Polres Pandeglang Iptu M Nandar saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2020).

Polisi lalu menggeledah rumah JU di Kecamatan Karangtanjung. Polisi menemukan 1 lembar pecahan Rp 100 ribu, 1 lembar pecahan 10.000 dolar Singapura, 1 lembar uang riyal, 1 lembar ringgit Malaysia, 1 lembar pecahan euro dan delapan lebar uang emas.

"Diduga (uang tersebut) palsu, tapi belum pasti masih diselidiki masih kita kembangkan," ujar Nandar.

Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan kepolisian. Sejauh ini, perempuan itu belum memberikan keterangan lebih lanjut karena masih tutup mulut.

Gunakan Uang Palsu Untuk Belanja, Perempuan Di Pandeglang Diamankan Polisi

GARUT JABAR - Pemkab Garut mengkonfirmasi jumlah pasien positif virus COVID-19 bertambah satu orang. Pasien baru ini merupakan pemudik dari Kendari.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman membenarkan adanya penambahan jumlah pasien positif COVID-19 yang ada di Garut. Kini pasien positif di Garut berjumlah 17 orang.

"Nah ini yang dari Leuwigoong, kami dapat laporan kemarin. Jadi ada dari Kendari dilakukan swab test ternyata positif," kata Helmi, Senin (1/6/2020).

Pasien ketujuh belas atau KC-17 tersebut merupakan seorang lelaki berusia 31 tahun asal Kecamatan Leuwigoong. Helmi mengatakan, dia merupakan warga Garut yang bekerja di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Pemda memastikan pria tersebut tertular di luar Garut dan bukan kasus positif Corona lewat penularan lokal. "Ini imported case. Kasus impor. Warga Garut kerja di Kendari," katanya.

Pasien tersebut kini diisolasi di RSUD dr. Slamet Garut. Secara fisik, kondisinya sehat. "Karena dinyatakan positif hasil swab-nya, diisolasi di rumah sakit," ucap Helmi.

Dengan penambahan pasien ini, total di Kabupaten Garut ada 17 orang yang terkonfirmasi oleh Pemda positif COVID-19. 17 pasien COVID-19 yang ada terdiri dari 9 orang pasien sembuh, 2 pasien meninggal dunia, 1 pasien isolasi mandiri, dan 5 pasien diisolasi di RS Garut.

Bekerja Di Luar Kota, Pria Asal Garut Positif Corona

SURABAYA JATIM - Seorang dokter di Surabaya kembali meninggal. Salah satu spesialis penyakit dalam RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya meninggal dunia dengan status PDP Corona. dr IS Tjahyadi SpPD meninggal pada Minggu (31/5) pukul 22.45 WIB di usia 64 tahun.

Kabar duka ini dibenarkan oleh Kepala Unit Pemasaran & Layanan Pelanggan RS Adi Husada Undaan Wetan, Sylvia Sumitro. Dia mengaku almarhum meninggal dengan status PDP.

"Iya, betul (meninggal dunia). Statusnya PDP tapi belum terkonfirmasi karena hasil swabnya belum keluar. Tapi sudah diswab dari awal," kata Sylvia saat dihubungi wartawan, Senin (1/6/2020).

Sylvia mengatakan, almarhum juga memiliki penyakit penyerta. Almarhum Tjahyadi saat datang ke rumah sakit sudah langsung dibawa ke ICU. Dirawat selama empat hari dan kondisinya terus menurun.

"Dirawat di ICU menggunakan ventilator dan isolasi juga. Memang beliau itu di RS hanya sekitar 4 hari dari mulai datang sampai meninggal," jelasnya.

"Dari awal datang sudah terpasang ventilator, di ICU kondisinya semakin memburuk," tambahnya.

Dia mengatakan, almarhum merupakan dokter spesialis penyakit dalam senior di RS Adi Husada Undaan Wetan. Namun tidak memiliki praktik di RS, hanya merawat pasien yang rawat inap saja.

"Di tempat kita tapi beliau tidak buka praktik di sini, beliau punya praktik sendiri di rumah pribadinya. Tapi beliau punya SIP dan beliau hanya merawat pasien rawat inap saja," pungkasnya.

Kabar Duka, Dokter Berstatus PDP Corona Di Surabaya Meninggal Dunia

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang pemulung di Desa Gendingan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung meninggal dunia di teras rumahnya,senin 01/06/2020 tadi pagi. Pria tersebut  bernama Wakidi, usia 62 tahun, tercatat sebagai warga Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.

Saat dikonfirmasi, BRIPKA Endro Purnomo, Ps Paur Humas Polres Tulungagung mengatakan kejadian ini pertama kali diketahui Sumiatin, saudara Wakidi yang tinggal di dekat rumahnya. Sekitar jam 05.30 WIB.

SUMIATIN melihat kondisi WAKIDI dalam keadaan tertelungkup di depan pintu rumahnya. Setelah dicek SUMIATIN bersama tetangga yang lain ternyata WAKIDI sudah meninggal dunia.

Selama ini WAKIDI diketahui berpindah-pindah tempat tinggal. Dia hidup sendirian di rumahnya setelah bercerai dengan istrinya pada 2013 lalu. Berdasar keterangan keluarga, WAKIDI mempunyai riwayat sakit paru-paru basah dan sempat dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung pada 12 -22 Mei 2020.

BRIPKA Endro Purnomo mengatakan, dari hasil visum tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jenazah WAKIDI. Diduga dia meninggal karena sakit. Pihak keluarga juga menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Pemulung Tulungagung Ditemukan Meninggal Di Teras Rumah

NGANJUK JATIM - Kecelakaan Maut terjadi di Nganjuk pagi tadi. Akibat Kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Raya Dusun Kedunglo Desa Cengkok Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk, senin 01/06/2020 sekitar jam 08.00 WIB pagi tadi.

Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Kawasaki Ninja yang dikendarai M. RAHMAN warga Cengkok, Ngronggot, Nganjuk dan sepeda motor Honda Vario dikendarai SITI yang membonceng NADIA, warga negara Ngronggot, Nganjuk.

BRIPTU Didit Pamula Putra, Anggota Polsek Ngronggot Polres Nganjuk, saat dihubungi mengatakan, kejadian itu bermula, saat sepeda motor Honda Vario melaju dari arah Jembatan Kelutatan Papar, Kediri ke Ngronggot, Nganjuk.

Ketika sampai di lokasi kejadian, motor melaju kencang Ninja dari Arah berlawanan. Karena pengendara motor Ninja tidak berhati-hati akhirnya menabrak motor Vario.

Akibat kecelakaan, M. RAHMAN, meninggal dunia saat di diagnosa di RS Bhayangkara Kediri. Sementara SITI dan NADIA, pengendara motor Vario mengalami luka-luka. Kini kasusnya ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polres Nganjuk.

Dua Motor Terlibat Kecelakaan di Nganjuk, Satu Korban Meninggal Dunia

MADIUN JATIM - Sebuah sepeda motor Honda Tiger bernopol AE 4755 HG terbakar di Jalan Panglima Sudirman Caruban, Madiun. Motor tersebut terbakar setelah mengalami kecelakaan di depan SPBU Mejayan.

Akibat insiden itu, sang pengemudi meninggal di lokasi. Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (1/6/2020).

"Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, mengakibatkan kendaraan terbakar dan pengemudi meninggal dunia," ujar Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto saat dihubungi wartawan.

Korban meninggal dunia, kata kapolres, atas nama Juna Dana Saputra (16) warga Dusun Pepe, Desa Pajaran Kecamatan Saradan, Madiun. Posisi korban meninggal berjarak sekitar 7 meter dari sepeda motor yang terbakar.

Korban terpental sebelum kendaraan terbakar. Sebelumnya, saat motor Honda Tiger yang dikendarai korban terpental ke sisi selatan tertabrak truk bernopol AD 1409 HN yang melaju kencang dari arah timur. Pengendara terpental dan sepeda motor ludes terbakar.

"Korban yang meninggal tidak terbakar dan hanya kendaraanya saja," katanya.

Sementara Kasat Lantas Polres Madiun AKP Jimmy Heryanto mengatakan, kecelakaan bermula saat korban melaju kencang dari arah barat ke timur atau dari arah Caruban kota ke Surabaya bersama bersama kendaraan sepeda motor lain yang tidak diketahui identitasnya.

Tiba di lokasi tepatnya depan SPBU barat Terminal Caruban kedua sepeda motor bersenggolan dan mengakibatkan motor korban terpental hingga seberang jalan sisi selatan.

"Jadi saat melaju kencang dari arah yang sama mungkin bersenggolan dan motor yang dikendarai korban terpental di lajur searah dari Timur," ujar Jimmy.

"Jadi saat motor terbakar pengendara sudah terpental duluan sehingga tidak luka bakar," tambahnya.

Jimmi menambahkan, saat ini tim Unit Laka Satlantas Polres Madiun masih melakukan olah TKP untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan. "Kita masih olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran. Jenazah sudah kita evakuasi ke RSUD Caruban," tandasnya.

Kecelakaan Maut Di Madiun, Motor Terbakar Dan Pengemudi Tewas

TULUNGAGUNG JATIM - Suasana di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (29/5/2020) malam diselumuti ketegangan.
Seorang anggota DPRD Tulungagung bersama seorang temannya ngamuk.

Kejadian itu dikecam oleh praktisi hukum sekaligus pegiat Aliansi Masyarakat Peduli Tulungagung (AMPTA), Heri Widodo.

"Saya mengecap aksi koboi di Pendopo Kabupaten Tulungagung," terang Heri, saat dihubungi Senin (1/6/2020).
Menurut Heri, dua orang ini datang mencari bupati, Maryoto Birowo.

Namun saat itu bupati tidak ada di pendopo. Anggota DPRD Tulungagng ini kemudian marah.

Dia membanting sebuah toples kaca di ruang tamu pendopo yang berisi kue nastar.

"Saat itu ada penjagaan Satpol PP dan Polisi. Tapi mereka tidak ambil tindakan karena situasinya memanas dan mengarah ke anarkis," sambung Heri.

Bukan hanya toples saja, mereka juga membanting botol bir di lantai pendopo.
Heri yang pernah menjadi kuasa hukum Maryoto mengungkapkan, saat itu bupati diberi tahu aksi tersebut.

Maryoto kemudian meminta anggota DPRD itu untuk menunggu.
Tapi bukannya menunggu, anggota DPRD itu malah pergi.

"Bupati sudah bilang, lima menit lagi beliau tiba di pendopo. Tapi anggota dewan itu malah pergi," ungkap Heri.

Heri pun meminta polisi mengusut aksi koboi itu dan menghukum pihak-pihak yang terlibat.

Menurutnya, secara hukum aksi ini tidak perlu dilaporkan karena ada anggota polisi dan Satpol PP yang menjaga pendopo.

Sehingga seharusnya atas nama hukum mereka bisa melakukan penindakan atas dugaan tindak pidana.

"Bahkan dalam kejadian itu juga ada ancaman membunuh. Dia menantang duel Satpol PP," ujarnya.

Kabag Humas, Protokol dan Kerja Sama Antar Kepala Dinas Pemkab Tulungagung, Galih Nusantoro membenarkan kejadian itu.

Sumber referensi: jatim.tribunnews.com

Anggota DPRD Tulungagung Marah Banting Toples dan Botol Bir Di Pendopo

BANYUWANGI JATIM - Video viral seorang pria diduga pencuri tersebar di medsos. Pria tersebut dituduh mencuri sebuah perahu milik nelayan. Kabarnya, aksi itu dilakukan di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Dalam video viral tersebut, terlihat seorang pria di pinggir pantai dengan tangan terikat tertelungkup. Beberapa massa memukul dan menendang wajah pria yang diduga mencuri perahu milik nelayan.

Kasatpolairud Polresta Banyuwangi, AKP Sudarsono membenarkan adanya pencurian perahu milik nelayan itu. Lokasi penangkapan terjadi diwilayah Selat Bali. Warga melakukan penangkapan kemudian menyerahkan pelaku ke pihaknya.

"Memang benar video itu terjadi pada 28 Mei lalu. Warga menyerahkan kepada kami setelah berhasil ditangkap di Selat Bali," ujarnya kepada wartawan, Senin (1/6/2020).

Pelaku adalah Wahyudi, (29) warga Karangdoro Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Kondisinya saat itu pelaku sudah babak belur dihajar massa, karena tertangkap tangan mencuri perahu milik nelayan Kalipuro. Pemilik perahu mengejar pelaku hingga ke selatan Selat Bali.

"Korban atas nama Beni warga Ketapang. Kehilangan perahu sekitar pagi jam 07.00 WIB. Kemudian dikejar dan melihat perahunya. Saat itu pelaku berdiri di atas perahu," tambahnya.

Perahu itu tak bergerak, diduga kehabisan bahan bakar. Hingga akhirnya, korban menyeret perahu tersebut ke pinggir bersama pelaku.

"Kemungkinan kehabisan BBM. Pelaku hanya diam saja kemudian saat dipinggir warga sudah ramai. Beruntung anggota kami langsung ke TKP," tambahnya.

Kini, pelaku sudah diamankan di kantor Satpolairud Polresta Banyuwangi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara barang bukti perahu juga diamankan.

"Untuk Pelaku kita tes kejiwaannya. Karena sebelum melakukan aksi sempat wira-wiri seperti orang gila," pungkasnya.

Viral, Pelaku Pencuri Perahu di Banyuwangi Bonyok Dihajar Massa

KEDIRI JATIM - Kabar duka kembali datang di Kediri, seorang perempuan usia 60 tahun pasien positif covid-19 asal Lingkungan Jegles Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri meninggal dunia, senin 01/06/2020 pagi tadi.

Sebelumnya pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit Kilisuci atau Rumah Sakit Gambiran Lama Kota Kediri.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima saat dihubungi mengatakan pasien positif Corona tersebut adalah pasien yang berasal dari klaster pabrik rokok di Tulungagung.

Dua hari sempat dirawat di Rumah Sakit Kilisuci Kota Kediri karena memiliki riwayat penyakit penyerta sehingga saat dirawat ada penurunan kondisi klinis akhirnya dirujuk ke RSUD Gambiran Kota Kediri. Pagi tadi perempuan tersebut meninggal dunia di rumah sakit RSUD Gambiran Kota Kediri.

Pemakaman dilakukan hari ini sesuai dengan protokol penanganan Covid-19. Keluarga pasien sudah melakukan isolasi mandiri sebelumnya. Hasil tracing tim Gugus Tugas, pasien ini pernah menjalin kontak erat dengan lima orang lainnya. Hasil rapid test di Puskesmas setempat atas lima orang tersebut menunjuk dan hasilnya non reaktif.

Fauzan Adima menegaskan, karena ada satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kediri yang meninggal dunia, pemerintah Kota Kediri akan terus memperketat protokol kesehatan.

Hal ini harus dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19, terutama di wilayah Kota Kediri.

Sumber referensi: Andikafm.com

Satu Pasien Positif Corona Di Kediri Meninggal Dunia

KEBUMEN JATENG - Naas dialami Dua remaja di Kebumen, Jawa Tengah yang hilang di pantai lantaran terseret arus muara sungai. Hingga saat ini petugas yang dibantu relawan dan warga sedang melakukan pencarian.

Korban adalah Mujahidin (22) dan Faidu Rohman (23) warga Dukuh Buruhan RT 03/ RW 04, Desa Jagasima, Kecamatan Klirong, Kebumen. Keduanya terseret arus dan hilang di Pantai Watu Putih Desa Tegalretono, Kecamatan Petanahan pada Senin (1/6/2020).

"Informasi yang kami dapatkan seperti itu, saat ini rekan-rekan sedang melakukan assesment ke lokasi," kata Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto ketika dihubungi wartawan, Senin (1/6/2020).

Heri menjelaskan, sebelum terseret arus dan hilang, keduanya diketahui bermain perahu gethek di Muara Sungai Lukulo, tak jauh dari pantai. Nahas, karena derasnya arus sungai, kedua korban kemudian terseret hingga ke pantai dan hilang.

"Ada warga yang melihat kedua korban bermain perahu gethek di muara sungai, kemudian terbawa arus sampai ke pantai dan hilang," jelasnya.

Petugas yang mendapatkan laporan tersebut langsung meluncur ke lokasi. Hingga saat ini, petugas dari BPBD Kebumen, relawan dan warga sedang melakukan pencarian namun korban belum diketemukan.

Dua Remaja di Kebumen Hilang Terseret Arus Laut