GRESIK JATIM - Kasus positif Covid-19 di kabupaten Gresik terus meningkat, membuat Kabupaten Gresik menjadi urutan ketiga terbesar di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah 178 kasus setelah Sidoarjo dan Kota Surabaya.

Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19, ada tambahan 5 orang yang terpapar positif dari semula 173 kasus. Tambahan itu, berasal dari 2 orang dari Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik. Satu orang asal Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, 1 orang asal Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, dan 1 orang asal Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Gresik.

“Penambahan ini diperoleh dari 2 pasien PDP, 1 ODP, 1 OTG dan yang satu lagi dalam proses pendalaman,” ujar Kabag Humas & Protokol Pemkab Gresik, Reza Pahlevi, Senin (6/1/2020).

Kendati ada tambahan lanjut Reza, Pemkab Gresik tetap memberlakukan normal baru yang sudah disetujui bersama saat rapat dengan Bupati Sambari Halim Radianto.

Dalam persetujuan itu, diperlukan penggabungan simulasi dengan tetap mengkedepankan protokol kesehatan di tujuh sektor yang telah ditunjuk. Diantaranya, sektor pasar tradisional, pasar modern, restoran, perhotelan dan juga tempat wisata dan lain-lain. “Di sektor itu ada aturan kesehatan seperti memakai topeng, menerapkan jarak fisik, tempat mencuci tangan wajib diberlakukan,” tutur Reza.

Sementara itu, secara terpisah Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Ridwan menyayangkan sikap pemkab yang terkesan berjuang-buru memberlakuan yang baru normal. Padahal, kasus positif Covid-19 terus bertambah. “Boleh-boleh saja memberlakukan baru yang normal asal penanganan Covid-19 maksimal. Jangan sampai normal baru yang terpapar positif maupun PDP malah bertambah, ”tandasnya.

Bertambah 5 Orang Positif Corona, Gresik Menjadi Urutan Ketiga Terbanyak Di Jatim

GRESIK JATIM - Kasus positif Covid-19 di kabupaten Gresik terus meningkat, membuat Kabupaten Gresik menjadi urutan ketiga terbesar di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah 178 kasus setelah Sidoarjo dan Kota Surabaya.

Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19, ada tambahan 5 orang yang terpapar positif dari semula 173 kasus. Tambahan itu, berasal dari 2 orang dari Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik. Satu orang asal Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, 1 orang asal Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, dan 1 orang asal Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Gresik.

“Penambahan ini diperoleh dari 2 pasien PDP, 1 ODP, 1 OTG dan yang satu lagi dalam proses pendalaman,” ujar Kabag Humas & Protokol Pemkab Gresik, Reza Pahlevi, Senin (6/1/2020).

Kendati ada tambahan lanjut Reza, Pemkab Gresik tetap memberlakukan normal baru yang sudah disetujui bersama saat rapat dengan Bupati Sambari Halim Radianto.

Dalam persetujuan itu, diperlukan penggabungan simulasi dengan tetap mengkedepankan protokol kesehatan di tujuh sektor yang telah ditunjuk. Diantaranya, sektor pasar tradisional, pasar modern, restoran, perhotelan dan juga tempat wisata dan lain-lain. “Di sektor itu ada aturan kesehatan seperti memakai topeng, menerapkan jarak fisik, tempat mencuci tangan wajib diberlakukan,” tutur Reza.

Sementara itu, secara terpisah Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Ridwan menyayangkan sikap pemkab yang terkesan berjuang-buru memberlakuan yang baru normal. Padahal, kasus positif Covid-19 terus bertambah. “Boleh-boleh saja memberlakukan baru yang normal asal penanganan Covid-19 maksimal. Jangan sampai normal baru yang terpapar positif maupun PDP malah bertambah, ”tandasnya.

Tidak ada komentar