TULUNGAGUNG JATIM - Kabar Gembira datang dari Tulungagung, Empat pasien positif virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Tulungagung sembuh dan sudah meninggalkan tempat karantina, Minggu (31/5/2020).

Mereka terdiri dari tiga petugas medis dan seorang warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, yang sebelumnya sempat memberlakukan karantina wilayah.

Menurut Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro, dua di antara tenaga medis yang sembuh ini adalah dokter.
Sedangkan satu lainnya adalah paramedis.

"Salah satu dokter berasal dari klaster petugas haji," terang Galih Nusantoro.

Sebelumnya empat pasien ini sempat mengikuti tes swab di mobil laboratorium keliling milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hasil uji sampel swab tenggorokan mereka negatif virus Corona.

Mereka kemudian juga diuji lewat rapid test, dan hasilnya juga nonreaktif.
"Mobil laboratorium keliling ini sangat membantu, karena hasilnya hari itu juga bisa diketahui," sambung Galih Nusantoro.

Salah satu pasien yang sembuh adalah dr AK dari RSUD dr Iskak Tulungagung.
Ia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona pada Rabu (27/5/2020).

Salah satu pasien yang sembuh adalah dr AK dari RSUD dr Iskak Tulungagung.
Ia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona pada Rabu (27/5/2020).

Berselang empat hari kemudian, dr OK dinyatakan sudah negatif Covid-19.
"Dokter ini pasien Covid-19 yang sembuh tercepat. Dia hanya butuh empat hari di karantina," ungkap Galih Nusantoro.

Sementara dr A dari klaster perugas haji lebih dari satu bulan tinggal di tempat karantina.

Dia sudah melewati lima kali tes swab, sebelum akhirnya dinyatakan negatif virus Corona.

Dengan penambahan empat orang ini, maka jumlah pasien yang sembuh dari virus Corona sejumlah 22 orang dari 64 pasien yang terkonfirmasi positif.

"Jika dirata-rata, saat ini rasio kesembuhan masih sekitar 34,4 persen," pungkas Galih Nusantoro.

Kabar Baik, 4 Pasien Positif Corona Di Tulungagung Sembuh

JOMBANG JATIM - Ketua Bidang Penanganan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Jombang, Dr. Pudji Umbaran saat dikonfirmasi mengatakan satu RT di Dusun Plososantren Desa Plosokerep Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang menjalankan karantina wilayah, Senin 01/06/2020. Ada 48 KK dengan total 122 warga di wilayah tersebut.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang memberlakukan karantina wilayah selama 14 hari karena persebaran Covid-19 terus meluas di kawasan tersebut. Sebelumnya, dari hasil rapid test yang dilakukan, ada 15 warga yang dinyatakan reaktif.

Selama karantina, kebutuhan logistik warga dibantu Pemkab Jombang. Warga setempat tidak boleh keluar sementara pendatang juga tidak boleh masuk wilayah karantina. Masyarakat diminta menerapkan physical distancing dan social distancing serta melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Gugus Tugas juga terus melakukan tracing sambil menunggu hasil swab test keluar.

15 Warganya Reaktif Corona, Satu RT Di Jombang Jalankan Karantina Wilayah

TUBAN JATIM - Sebuah mobil box mengalami oleng yang kemudian mengalami kecelakaan dengan menabrak sebuah bangunan bengkel tempat memperbaiki jok motor yang berada di pinggir jalur Pantura Tuban tepatnya di jalan Tuban-Semarang KM 30-31, Desa Tambakboyo, Kecamatan Tambakboyo, Tuban, Minggu (31/5/2020) kemarin.

Akibat dari kejadian kecelakaan tersebut seorang tukang serta pemilik bengkel perbaikan jok motor yang diketahui bernama Ali Sururi (47) warga Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan mobil box yang oleng itu kemudian terbalik di jalan raya nasional itu setelah menabrak bangunan itu.

Informasi yang dihimpun, kejadian kecelakaan maut di jalan nasional itu berawal saat kendaraan mobil box dengan nomor polisi B 9145 UXU melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil L 300 Box itu dikemudikan oleh Winarto (39), asal Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

“Mobil box tersebut berjalan dari arah timur ke barat. Diduga pengemudi kurang konsentrasi saat mengemudikan kendaraannya itu,” terang IPTU Khoirul Ahmad, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban, Senin (1/6/2020).

Ketika sampai di lokasi kejadian kecelakaan itu, mobil box tersebut tiba-tiba oleng ke kiri tanpa bisa terkendali lagi. Selanjutnya mobil tersebut menabrak bangunan tempat servis jok motor milik Ali Sururi itu dan saat itu posisi pemilik bengkel itu sedang serius melakukan perbaikan jok motor milik pelanggannya.

“Pada saat kejadian korban pemilik servis jok tersebut berada di dalam lokasi. Sehingga korban meninggal dunia di TKP dengan kondisi luka parah setelah di tabrak mobil box itu,” tambahnya.

Selain menabrak bangunan bengkel perbaikan jok motor itu hingga mengalami rusak parah, mobil tersebut juga menabrak motor yang sedang berada di lokasi kejadian kecelakaan itu. Akibatnya motor Kawasaki Blitz dengan nopol S 2613 GP juga rusak parah dan saat itu pemilik motor yakni Natsir (44), warga desa setempat berhasil menyelamatkan diri.

“Setelah menabrak bangunan itu kendaran box kemudian terguling di jalan raya. Untuk pemilik motor dan pengemudi mobil kondisinya selamat,” tambahnya.

Sementara itu, petugas kepolisian dari Unit Laka Sat Lantas Polres Tuban yang datang di lokasi langsung melakukan olah TKP dan mencari keterangan para saksi atas kejadian kecelakaan yang menewaskan seorang tukang servis jok motor itu. Selanjutnya petugas melakukan evakuasi korban dan juga kendaraan mobil box yang kondisinya rusak terguling di jalan itu.

Mobil Box Tabrak Bengkel Di Tuban, Satu Korban Meninggal

BANDUNG JABAR - Naas dialami Seorang pria di Bandung tanpa identitas dilarikan ke rumah sakit. Pengendara sepeda motor tersebut menjadi korban tabrak lari di Kota Bandung.

Insiden tabrak lari itu terjadi di Jalan Tamansari dekat kampus ITB atau tepatnya di pintu masuk Gedung Sabuga, Sabtu (30/5), pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban menggunakan sepeda motor merek Honda Spicy merah nomor polisi D-5214-JP ditabrak minibus bercat putih.

"Jadi setelah menabrak, ya intinya (pelaku) langsung kabur," ucap Kanit Laka Lantas Satlantas Polrestabes Bandung AKP Dody Kuswanto saat dihubungi, Senin (1/6/2020).

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban melaju dari arah Jalan Babakan Siliwangi ke arah Jalan Tamansari. Setiba di TKP, mobil dari arah berlawanan juga melaju.

"Setiba di TKP terjadi tabrakan. Mobil dari arah berlawanan dengan korban," kata dia.

Saat kejadian itu, menurut Dony, warga tak sempat melihat nomor polisi mobil yang langsung kabur itu. Warga fokus menyelamatkan korban.

"Saksi kurang memperhatikan kendaraan karena menolong korban," tutur Dody.

Korban mengalami luka-luka di tubuhnya. Ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Borromeus Bandung untuk mendapatkan penanganan medis.

"Kondisinya masih di rumah sakit. Korban tidak membawa identitas sama sekali. Kita kejar ke rumah yang sesuai pelat nomor motornya, kendaraan sudah berpindah tangan katanya," ujar Dody.

Kasus ini masih dalam penyelidikan Unit Laka Lantas Polrestabes Bandung. Pengemudi mobil minibus saat ini masih ditelusuri polisi.

"Masih (dikejar). Masih cari data, cari informasi mobil itu jenisnya apa," ucap Dody.

Korban Tabrak Lari, Pria Di Bandung Ini Terluka Parah

INDRAMAYU JABAR - Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Indramayu terus bertambah.
Sampai dengan sekarang total jumlahnya ada sebanyak 4 pasien meninggal dunia.

Yakni, perempuan berinisial T (60) warga Kecamatan Gabuswetan, laki-laki berinisial K (75) warga Kecamatan Karangampel, laki-laki berinisial TJ (46) warga Kecamatan Tukdana, dan terbaru perempuan berinisial IK (36) warga Kecamatan Kroya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, semua pasien positif Covid-19 itu sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia.

"Yang terbaru kami terima pada hari Jumat 29 Mei 2020 hasil pemeriksaan swab keluar dengan hasil positif," ujar dia kepada wartawan, Senin (1/6/2020).

Deden Bonni Koswara menyebutkan, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sampai Minggu (31/5/2020) diketahui berjumlah 17 orang.

Dengan rincian, 4 orang meninggal dunia, 6 orang sembuh, dan 7 orang lagi masih menjalani perawatan intensif.

Sebelumnya Deden Bonni Koswara juga menyampaikan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu menjadi yang tertinggi dibanding daerah tetangganya.

Meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan (Ciayumajakuning).

"Dalam daerah di Ciayumajakuning maka Indramayu mempunyai kasus tertinggi dibanding wilayah lainnya," ujar dia.

Pasien Positif Corona Yang Meninggal Di Indramayu Semakin Bertambah

SUKABUMI JABAR - Seorang pria, berinisial Pa, nyaris digulung ombak di Pantai Karanghawu, Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Warga asal Bogor itu diduga mabuk.

Nyawa Pa selamat. Penjaga pantai, Muksin Purnama Ronaldo, melihat lelaki tersebut menggapai-gapaikan tangannya saat nyaris terseret ombak, Senin (1/6/2020). Menggunakan papan selancar, Muksin menggapai tangan Pa.

"Sebelumnya dia sudah kami ingatkan, tapi tetap ngeyel. Diduga dia habis minum-minuman beralkohol, saat kejadian posisi saya sedang di sebelah barat pantai. Begitu tahu dia terbawa ke tengah, saya langsung ambil papan selancar dan berenang ke tengah," kata Muksin.

Menurut Muksin, situasi ombak di Pantai Karanghawu memang tengah tidak bersahabat. "Arus balik ada tiga titik, bendera merah sebagai tanda peringatan larangan sudah kita pasang. Korban sendiri berstatus mahasiswa, datang bersama teman-temannya. Dia ngeyel dan tetap nekat berenang, tidak sadar posisinya sudah di tengah," tutur Muksin.

Kepala Operasional dan SDM Satgas Pemandu Keselamatan Wisata Tirta Kabupaten Sukabumi Asep Edom Saefulloh membenarkan situasi hari ini banyak wisatawan mendatangi kawasan wisata pantai. Lantaran beberapa titik perairan berbahaya, ia memasang bendera merah sebagai peringatan.

Bahkan melalui pengeras suara hal itu kerap diberitahukan ke pengunjung. "Faktanya masih saja ada yang merasa bisa berenang kemudian nekat mengabaikan peringatan. Ya kami sebagai lifeguard harus standby memonitor wisatawan, mau tidak mau akhirnya jadi ekstra kerja," tuturnya.

"Kalau kami tidak ada kewenangan meminta wisatawan untuk tidak datang, tugas kami hanya melakukan penjagaan dan memastikan mereka pulang dengan selamat," kata Asep menambahkan.

Nekat Saat Ditegur, Remaja Di Sukabumi Nyaris Tenggelam

JEMBER JATIM - Kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jember bertambah menjadi 41 kasus. Salah satu kasus adalah balita berusia 1,5 tahun dan dua orang tenaga medis.

Dua kasus adalah warga Kecamatan Sumberjambe, dua kasus warga Kecamatan Jombang, masing-masing satu kasus warga Kecamatan Pakusari, Kecamatan Kaliwates, Kecamatan Sumbersari, dan Kecamatan Wukuhan.

“Balita 1,5 tahun yang terkonfirmasi sebagai kasus 35 adalah warga Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe. Dua diisolasi pada 22 Mei di rumah sakit dan dinyatakan positif pada 31 Mei 2020,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono, Senin (1/6/2020).

Balita ini berstatus orang tanpa gejala. “Dia anak pasien kasus 34 dan memiliki kontak erat dengan pasien kasus 22,” kata Gatot.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima, dua tenaga kesehatan yang terkonfirmasi adalah warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates (kasus 40) dan Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan (kasus 41).

Keduanya berstatus OTG. Tenaga kesehatan dari Lojejer pernah kontak dengan pasien dalam pengawasan. Setiap hari tetap membuka praktik mandiri.

Dua Tenaga Medis Dan Balita di Jember Positif Virus Corona

MAJALENGKA JABAR- Sebanyak 63 anggota sebuah geng motor diamankan personel gabungan Polres Majalengka dan Polsek Jatiwangi di depan minimarket, Desa Sukaraja Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Minggu (31/5/2020) malam.

Mereka ditangkap setelah melakukan aksi ugal-ugalan dengan mengendarai sepeda motor hingga mengganggu arus lalu lintas.

Informasi yang didapat, mereka juga sering meresahkan pengendara kendaraan lain yang melintas, seperti merusak kendaraan yang lewat.

Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso melalui Kasat Sabhara, AKP Erik Riskandar mengatakan penangkapan itu bermula saat mendapat laporan dari warga bahwa adanya gerombolan geng motor.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti dan petugas menuju lokasi.
Polisi kemudian berhasil mengamankan 63 anggota sebuah geng motor.

"Mereka rata-rata masih usia muda, ada juga yang masih duduk di bangku SMA dan SMP. Tak sedikit dari kawanan tersebut membawa senjata tajam dan senjata lainya," ujar AKP Erik.

Setelah menjalani pemeriksaan, sebanyak 11 anggota geng motor itu didapati telah meminum minuman beralkohol.

Pihaknya langsung mendata untuk di proses lebih lanjut dan dipastikan ada 1 orang yang diserahkan ke Sat Reskrim Polres Majalengka.

"Karena, membawa KTP yang berbeda (ganda), dikenakan pasal 263 KUHP," ucapnya.

Sedangkan, 51 anggota geng motor lainnya diserahkan oleh Kasat Sabhara kepada masing-masing desa melalui Babinkamtibmas dan Babinsa.

"Sudah diserahkan ke Babinkamtibmas dan Babinsa untuk kembali diserahkan ke pihak desa untuk dilakukan pembinaan. Kepala Desanya juga harus buat surat pernyataan," ucap dia.

Meresahkan Warga, Puluhan Geng Motor di Majalengka Diamankan Polisi

BANDUNG JABAR - Jasad seorang perempuan ditemukan membusuk dan terkunci di dalam kamar indekos di Gang Madkasih, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Jasad tersebut ditemukan warga.

Kapolsek Margahayu, Kompol Agus Wahidin yang mengecek langsung kondisi di lapangan membenarkan hal tersebut. Korban diketahui berjenis kelamin perempuan yang berprofesi sebagai karyawan di tempat jasa pencucian pakaian.

"Ditemukan jasad seorang perempuan, kelahiran 1987 dan bekerja di laundry," ujar Kapolsek kepada wartawan, Minggu (31/5/2020).

Jasad tersebut yang diketahui bernama Ajeng (37) ditemukan warga pada siang hari. Kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, pihak kepolisian mengecek langsung kondisi di dalam kamar dan membawa keluar jasad tersebut.

Agus mengatakan, jasad tersebut ditemukan dalam kondisi membusuk dan berbaring di atas kasur. "Kondisinya saat itu tertidur, diapit dengan guling, pakai selimut," tambah Kapolsek Margahayu tersebut.

Agus menjelaskan dugaan sementara penyebab kematian jasad perempuan tersebut akibat overdosis. Menurut keterangan keluarga, ujar Agus, ia memiliki riwayat penyakit asma.

Kemudian, polisi tidak menemukan adanya bekas tindakan kekerasan. Tetapi, polisi menemukan beberapa obat-obatan yang diduga milik perempuan tersebut.

"Tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan.
Yang dikhawatirkan, keterangan dari orang tuanya, dia memiliki penyakit asma. Khawatir dia mengkonsumsi obat, overdosis. Itu untuk sementara," terangnya.

Sementara itu, sebelum polisi mengeluarkan jasad perempuan tersebut. Kondisi kamar terkunci dari luar menggunakan gembok. Namun, menurut Agus, belum bisa dipastikan adanya kesengajaan seseorang mengunci perempuan tersebut di dalam kamar.

"Untuk sementara itu dulu. Yang pastinya kita menunggu hasil autopsi," katanya.

Dalam olah TKP sementara polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa telepon genggam bekas, sebuah kartu identitas. Saat ini, jasad telah dibawa menggunakan mobil ambulans menuju Rumah Sakit Sartika untuk dilakukan autopsi.

Jasad Perempuan Di Bandung Ditemukan Membusuk Di Dalam Kost

CIANJUR JABAR - Tabrakan maut terjadi di Cianjur siang tadi, Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Kampung Sukaresik RT 04/RW 02 Desa Girijaya Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur, Minggu (31/5/2020). Akibatnya seorang pengendara tewas seketika di lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun, tabrakan tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

Awalnya Saepudin (62) asal Desa Karangsari Kecamatan Agrabinta yang tengah berboncengan dengan istrinya yang mengendarai sepeda motor Honda SUPRA X melaju menuju arah Agrabinta dan berusaha menyalip mobil di depannya.

Tetapi dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha RX king yang di kendarai oleh Suryana (14) warga Desa Panggagapan Kecamatan Cibinong melaju dengan kecepatan tinggi.

"Jadi posisinya Saepudin ini menyalip mobil, tapi dari arah berlawanan ada sepeda motor juga. Karena sudah berdekatan dan kecepatannya tinggi, sehingga tabrakan tidak bisa terhindarkan," ujar Kapolsek Cibinong, AKP Ahmad Rifai saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (31/5/2020).

Akibatnya, lanjut dia, pengendara sepeda motor RX King meninggal seketika dengan luka parah.

"Satu orang meninggal dunia, yakni pengendara RX King. Sedangkan pengendara Supra X mengalami luka-luka," tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.

Kecelakaan Maut Di Cianjur, Satu Korban Tewas Di Lokasi

PONOROGO JATIM - Seorang suami nekat bunuh diri dengan meminum cairan pemutih sapu lidi. Korban, Imam Mustofa (46) ditemukan tewas di rumahnya di Kelurahan Beduri, Kecamatan Ponorogo.

Penyebabnya, korban depresi setelah sang istri terjerat kasus hukum penggelapan yang ditangani oleh Polda Jatim. Bahkan rumah mereka juga ditandai papan disita oleh Ditkrimum Polda Jatim sejak Kamis (28/5) lalu.

"Kejadiannya pukul 00.00 WIB dinihari, hari ini baru dilaporkan," tutur Kasubag Humas Polres Ponorogo Iptu Edy Sucipta kepada wartawan, Minggu (31/5/2020).

Dia menerangkan kronologi Sabtu (30/5) malam, istrinya melihat korban sehabis salat Isya duduk di teras rumah sambil memegang tasbih terlihat berzikir.

Selang beberapa saat kemudian korban menghampiri istrinya di ruang tamu dan meminta maaf karena tidak bisa membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi istrinya yang berimbas kepada keluarga.

"Saat itu istri menjawab tidak apa dan meminta agar korban bersabar. Kemudian korban masuk ke rumah bagian samping tempat korban salat," terang Edy.

Setelah itu, lanjut dia, korban setengah berlari mendorong pintu ruang tamu tempat istrinya tiduran. Istrinya sudah melihat korban mengeluarkan cairan busa putih dari mulut dan hidungnya.

"Kemudian sama istri, anak dan tetangganya membawa korban ke RS Darmayu, tetapi setibanya di RS korban meninggal," jelas Edy.

Edy menambahkan hasil penyelidikan polisi, korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara meminum cairan H2O2 Hidrogen Piroxid atau cairan pemutih untuk memutihkan sapu lidi.

"Saat istrinya menolong korban tercium aroma cairan pemutih serta terasa panas dan meninggalkan noda putih di tangan," imbuh Edy.

Polisi pun mengamankan beberapa barang bukti, mulai dari satu botol minuman air mineral ukuran 600 mililiter berisi cairan pewangi, satu jerigen plastik warna biru dengan ukuran 25 liter berisi Cairan pemutih Hidrogen Peroxide (H2O2), satu buah gelas dan satu buah wadah takaran air berbentuk kotak dari plastik.

"Hasil pemeriksaan tim medis, korban wajahnya membengkak serta mulut melepuh," ujar Edy.

Atas kejadian tersebut pihak keluarga sudah menerima dan ikhlas. Serta tidak menuntut kepada siapapun dan membuat surat pernyataan tidak akan dilakukan otopsi.

"Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan sebagaimana mestinya," pungkas Edy.

Depresi, Pria Di Ponorogo Nekat Bunuh Diri

BATANG JATENG - Seorang pemancing ikan terpeleset jatuh ke laut di pantai Sicepit Kabupaten Batang, Minggu (31/5/2020).

Pria yang diketahui bernama Muchsin (23) itu merupakan warga Kalisalak, Kecamatan Limpung.

Tim SAR pun sedang melakukan pencarian keberadaan korban.

Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya mengatakan korban berangkat bersama temannya menuju Pantai Sicepit dengan mengendarai sepeda motor memang hendak memancing.

"Setelah sampai di Pantai Sicepit, korban mancing sekitar pukul 11.00 WIB dan mengalami insiden terpeleset dari dam sehingga jatuh hingga tenggelam," terangnya dalam rilis.

Dengan kejadian tersebut Kepala Basarnas Semarang memberangkatkan 1 tim rescue untuk melakukan operasi SAR disertai peralatan SAR air

Rencana operasi dengan metode penyisiran area tempat kejadian dengan menggunakan perahu karet.

Namun pencarian korban harus dihentikan karena kondisi ombak yang cukup tinggi.

"Saat ini kondisi tinggi gelombang pantai Sicepit sekitar dua meter arah angin dari Barat Laut menuju Tenggara, semoga tim SAR gabungan diberi kemudahan dalam pencarian dan korban cepat ditemukan," jelasnya.

Relawan PMI Kabupaten Batang, Daru Masruri mengatakan upaya yang dilakukan PMI tadi ikut melakukan penyisiran ke arah Barat dan Timur dari titik kejadian.

"Korban belum ditemukan, dan proses pencarian kembali menunggu kondisi gelombang tenang," tambahnya kepada wartawan.

Terpleset Saat Mancing, Warga Batang Hilang Terseret Ombak Laut

MALANG JATIM - Tiga warga Kabupaten Malang tewas diduga mengonsumsi alkohol bercampur minuman bersoda. Ketiganya tewas dalam waktu tak bersamaan. Polisi pun turun tangan.

Dari data  yang diperoleh, korban pertama meninggal adalah Noval Dwi Putra (36), warga Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sementara korban kedua, Priambodo Setyawan (34), warga Pakis, Kabupaten Malang. Korban meninggal setelah dirujuk ke RS dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Minggu (30/5) malam.

Sedangkan korban ketiga, Andika Eijaya Makhtun (18), tinggal di Dusun Morojantek, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, nyawanya tak tertolong pagi tadi, Minggu (31/5/2020).

Kapolsek Singosari AKP Farid Fathoni menuturkan, korban pertama tewas di rumah Jalan Morojantek, Kecamatan Singosari, Sabtu (30/5/2020) pagi. Sebelum tewas, korban diketahui telah mengonsumsi minuman jenis ripen atau alkohol murni bercampur minuman bersoda, Kamis (28/5/2020) malam.

"Seperti yang disampaikan saksi mata Marisyanto (32), warga Morojantek, yang juga rekan korban, lanjut Farid, mulanya korban datang dengan membawa botol minuman bersoda yang berisikan alkohol murni dengan kondisi sudah mabuk," tambahnya.

Setelah itu, jelas dia, minuman tersebut kemudian dikonsumsi korban bersama saksi. Setelah itu korban tertidur dan keesokan harinya, mual dan muntah-muntah.

"Saksi kemudian mengajak korban ke rumah saksi lain yang jaraknya hanya sekitar 20 meter dari kediaman saksi pertama. Sempat keduanya tidur di TKP, sampai esok harinya, pada Sabtu pagi. Saksi mengetahui korban pertama sudah dalam kondisi meninggal dunia," beber kapolsek saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (31/5/2020).

Sementara dua korban lainnya sempat menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit. Karena mengeluh mual, pusing, serta penghilatan tidak jelas diduga karena efek mengonsumsi minuman keras yang dibawa korban pertama.

"Korban kedua meninggal setelah sempat dirujuk ke RSSA malam hari setelah korban pertama meninggal. Sementara korban ketiga meninggal pagi tadi saat menjalani perawatan medis," ungkap Farid.

Polisi dari Polsek Singosari telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap kematian ketiga korban. Termasuk melakukan olah TKP dan membawa jenazah korban ke ruang autopsi RSSA.

"Dari pihak keluarga korban tidak berkenan untuk dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan penolakan. Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak berkenan dilakukan proses hukum di kepolisian," pungkasnya.

Usai Pesta Miras Oplosan, Tiga Warga Malang Tewas Mengenaskan

SUKABUMI JABAR - Suami istri asal Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi terkonfirmasi positif COVID-19. Keduanya saat ini menjalani isolasi dan penanganan medis intensif di rumah sakit.

Keduanya diketahui sebagai laki-laki berusia 60 dan perempuan 61 tahun, dengan bertambahnya dua orang tersebut jumlah total pasien positif yang terkonfirmasi hasil pemeriksaan swab bertambah berjumlah 30 orang. Dimana pada hari sebelumnya, jumlah pasien positif Covid 19, hanya berjumlah 28 orang.

"Riwayat penambahan yang positif berasal dari OTG yang kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif COVID-19 statusnya suami istri," kata Koordinator Sekretariat Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi (Pusikokami), Andi Rahman, Minggu (31/5/2020).

Keduanya diketahui telah terpapar COVID-19 oleh anggota keluarganya yang sebelumnya juga terkonfirmasi positif.

"Jadi sebelumnya, keluarga pasutri ini positif dari klaster Kota Sukabumi. Sekarang kluster tersebut sudah negatif 1 kali. Iya, setelah di swab 6 kali, baru ke 6 negatif dan kini ia menjadi PDP di Puskesmas setempat untuk melakukan isolasi mandiri," jelas Andi.

Saat ini, kedua pasien tersebut tengah menjalani isolasi mandiri dan mendapatkan tindakan medis di rumah sakit rujukan Covid-19. "Pasutri ini dinyatakan terkonfirmasi positif Covid 19, setelah hasil swabnya keluar dari Labkesda pada hari kemarin," tutur Andi.

Andi juga menambahkan, hasil dari tracking sampai kontak akhir bersama keluarganya, telah dinyatakan aman. "Hasil rapid negatif, hanya ada dua yang reaktif yaitu keluarganya. Yakni, pasutri ini dan terus dilakukan swab yang hasilnya positif kondisi keduanya baik," pungkas Andi.

Akibat Tertular, Pasutri di Sukabumi ini Positif Virus Corona

PAMEKASAN JATIM - Kasus Pasien positif Covid-19 yang meninggal di kabupaten Pamekasan, kembali bertambah pasca inisial BK (inisial) warga Jl Trunojoyo, meninggal usai menjalani perawatan di Surabaya, Rabu (27/5/2020).

Hal itu berdasar peta sebaran wabah virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Sabtu (30/5/2020) kemarin. Sekaligus menambah total pasien positif Covid-19 di Pamekasan bertambah menjadi 16 orang.

“Ada tambahan pasien (positif) Covid-19, atas nama BK warga Jl Trunojoyo. Yang bersangkutan sempat opname dan menjalani perawatan di RKZ (Surabaya) sejak 26 Mei, sehari berselang meninggal dunia,” kata anggota Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Sigit Priyono, Minggu (31/5/2020).

Lebih lanjut diungkapkan, pasien positif berusia 75 tahun akhirnya dikeramasi di Surabaya. “Jenazah tidak dibawa pulang ke Pamekasan dan langsung dikremasi di Surabaya,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol Pemkab Pamekasan.

Berdasar update peta sebarkan virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, penambahan angka tidak hanya terjadi pada status pasien positif Covid-19 yang terdata sebanyak 16 orang, terdiri dari sebanyak 5 orang yang menjalani perawatan, 8 orang sembuh serta 3 orang lainnya meninggal.

Sementara untuk status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdapat sebanyak 70 orang, meningkat sebanyak 27 orang dalam sepekan terakhir yang terdata sebanyak 43 orang. Terdiri dari sebanyak 45 orang tengah dalam pengawasan, 14 orang selesai pengasan dan 11 lainnya meninggal dunia.

Sedangkan status Orang Dalam Pantauan (ODP) terdata sebanyak 474 orang, terdiri dari sebanyak 463 orang yang dinyatakan selesai dalam pantauan dan sebanyak 11 orang lainnya tengah dalam pantauan.

Pasien Positif Corona Di Pamekasan Yang Meninggal Bertambah

TUBAN JATIM - Seorang warga yang tinggal di Perumahan Bukit Karang, Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Tuban digegerkan dengan keberadaan penemuan perempuan yang sudah dalam kondisi membusuk di dalam rumah sendiri.

Perempuan itu bernama Windartin (70), seorang guru pensiunan yang tinggal di Jalan Mutiara Raya No. 03, Perum Bukit Karang, Kelurahan Karang. Korban selama ini tinggal sebatang kara. Diduga korban meninggal karena perbaikan.

Dari Informasi yang diperoleh Minggu (31/5/2020) menyebutkan, penemuan mayat perempuan itu pada hari Sabtu petang. Awalnya, ada tetangga yang mencium bau busuk di sekitar rumah pensiunan guru tersebut. Memang, sejak tiga hari terakhir warga tidak pernah melihat korban keluar rumah. Rumah ini selalu tertutup.

“Mulai ada warga yang melaporkan ke RT kalau korban sudah tiga hari tidak keluar. Selanjutnya pihak RT membuka pengurus gereja yang bisa menjadi tempat ibadah korban. Kemudian warga berusaha masuk ke dalam rumah korban, ”terang Kapolsek Semanding AKP Edi Purnomo.

Rumah warga tua dengan cara mencongkel jendela bagian depan lantaran pintu tertutup rapat. Ketika berhasil dicongkel, bau busuk langsung menusuk hidung.

“Ketika berhasil masuk, warga melihat korban dengan posisi tertelungkup di lantai dapur Rumah. Korban sudah meninggal dan megeluarkan bau busuk, ”tambahnya.

Mengetahui hal ini warga melaporkan peristiwa itu ke Polsek Semanding. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi, langsung melakukan olah TKP dan mencari keterangan para saksi. Hal itu dilakukan demi mengetahui dugaan penyebab kematian perempuan tersebut.

“Kita sudah mencari olah TKP dan mencari keterangan saksi. Menurut keterangan dari orang Sumarto (pengurus gereja) tentang waktu yang diambil ini sebelum yang diketahui meninggal dunia, korban yang sering menerima pusing kepala, ”terang Edi Purnomo.

Sementara itu, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat saat ini masih dalam masa Pandemi Covid-19, petugas kepolisian kemudian meminta bantuan tim medis untuk melakukan evakuasi. Petugas yang melakukan evakuasi menggunakan APD (alat pelindung diri) lengkap sesuai dengan protokol kesehatan.

3 Hari Tak Keluar, Perempuan di Tuban Tewas Membusuk Di Rumahnya

KEDIRI JATIM - Seorang Pria berinisial MA warga Perak, Jombang, diamankan Polsek Kandat Polres Kediri karena mencuri dompet di Desa Pule Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, Sabtu 30/05/2020.

AKP Yusuf S.H Kapolsek Kandat, saat dikonfirmasi menyampaikan, kejadian pada Sabtu 30 Mei 2020 sekitar jam 17.30 WIB. MA mencuri dompet di toko milik Budi Santoso warga setempat.

Menurut keterangan Budi, MA mencuri dompet saat toko dalam keadaan sepi, dan berkedok sebagai pembeli. Saat pemilik toko lengah, MA langsung mengambil dompet di dalam laci dan melarikan diri.

Budi yang berteriak minta tolong kepada warga sekitar, langsung melakukan pengejaran terhadap MA. Sebelum dilaporkan ke Polsek Kandat, MA sempat diamankan warga di wilayah Ringinsari, Kandat, Kediri.

Saat diintrogasi petugas, MA mengaku sebelumnya juga mencuri di wilayah Brumbung, Kepung, Kediri sekitar jam 13.00 WIB pada hari yang sama. Selain di Kediri, MA pernah mencuri di Blitar dan Jombang.

Sementara itu, IPTU Roni Robi Harsono, Kapolsek Kepung Polres Kediri, saat dikonfirmasi juga menjelaskan, ketika  di Kepung, Kediri, MA juga bermodus sebagai pembeli yang kemudian mencuri dompet di pertokoan. MA merupakan mantan narapidana yang mendapatkan program asimilasi.

Setelah berkoordinasi, Polsek Kandat dan Polsek Kepung berhasil mengamankan barang bukti berupa satu dompet, uang tunai dan satu sepeda motor. Selanjutnya MA diserahkan ke Polsek Kepung untuk proses hukum lebih lanjut.

Kepergok Mencuri, Pria Asal Jombang Diringkus Polres Kediri

TULUNGAGUNG JATIM - Kasus positif COVID-19 di Tulungagung melonjak dari semula 57 orang bertambah tujuh, menjadi 64 orang. Dua di antaranya merupakan ibu rumah tangga yang baru melahirkan.

Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung Galih Nusantoro, mengatakan tujuh kasus baru tersebut terdiri dari dua ibu melahirkan, tiga karyawan pabrik rokok, satu cucu karyawan pabrik rokok serta satu orang terpapar dari pasien COVID-19 di Trenggalek.

"Untuk yang lima orang menjalani karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung, sedangkan dua orang dari Sendang dan Karangrejo karantina mandiri di rumah karena menyusui," kata Galih Nusantoro, Minggu (31/5/2020).

Menurutnya karantina mandiri dua ibu melahirkan tersebut dilakukan dengan pengawasan dari bidan desa masing-masing. Pihaknya memastikan dari hasil penelusuran, sejumlah orang yang kontak erat dan bayi hasilnya negatif.

"Untuk proses menyusui dilakukan secara tidak langsung atau menggunakan botol," ujarnya.

Galih menjelaskan tim gugus tugas belum mengetahui klaster penularan kedua pasien tersebut. Namun mereka memiliki riwayat beberapa kali melakukan pemeriksaan kehamilan di salah satu layanan kesehatan.

"Untuk saat ini kondisinya sehat," jelasnya.

Di sisi lain itu dari tujuh pasien baru tersebut salah satu di antaranya merupakan anak-anak yang masih berusia 12 tahun. Ia diduga terpapar dari neneknya yang bekerja di pabrik rokok di Kecamatan Pakel.

"Dia adalah pasien COVID-19 termuda di Tulungagung," kata Galih.

Sementara di Trenggalek, jumlah warga yang terpapar COVID-19 bertambah dua orang, dari semula 7 kasus menjadi 9. Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, mengatakan kedua pasien baru itu berasal dari Kecamatan Trenggalek dan Munjungan.

"Pasien 08 sebelumnya bekerjae di salah satu pabrik di Sidoarjo. Dia izin pulang ke Trenggalek karena sakit," kata Arifin.

Sedangkan pasien 09 dari Kecamatan Munjungan memiliki riwayat bekerja di salah satu pabrik di Surabaya. Yang bersangkutan diketahui terpapar virus Corona setelah menjalani rapid test dan PCR saat tiba di Trenggalek.

"Untuk pasien 09 ini sama sekali tidak memiliki keluhan atau gejala klinis," jelasnya.

Melonjak, Pasien Positif Corona Di Tulungagung Bertambah 7 Orang

MOJOKERTO JATIM - Kasus Positif Corona Di Mojokerto terus bertambah. Per 30 Mei 2020, dua pasien positif Covid-19 di Kota Mojokerto merupakan bocah tujuh tahun dan seorang pedagang buah di Pasar Tanjung Anyar. Sehingga peta sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto per tanggal 30 Mei 2020 untuk pasien positif berjumlah sembilan orang.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya. “Benar ada tambahan dua pasien positif Covid-19 di Kota Mojokerto per tanggal 30 Mei 2020, hari ini,” ungkapnya.

Pasien positif 08 adalah bocah dengan usia 7 tahun, berjenis kelamin laki-laki dengan inisial F asal Kecamatan Prajurit Kulon. Pasien positif 08 menjalani rapid test pada tanggal 11 Mei 2020 lalu dengan hasil non reaktif, meski hasil non reaktif namun dilakukan tes swab pada tanggal 15 Mei 2020.

“Hasil tes swab baru keluar hari ini dengan hasil terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien F merupakan anak pasien positif 04 dan adik dari pasien positif 05 yang diisolasi di Rusunawa Cinde. Sehingga saat ini, pasien F juga menjalani isolasi di Rusunawa Cinde,” jelasnya.

Sedangkan pasien positif 09 merupakan penjual buah di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto berjenis kelamin laki-laki, inisial M, umur 59 tahun warga Kecamatan Magersari. Pasien M masuk salah satu Rumah Sakit (RS) swasta di Kota Mojokerto pada tanggal 19 Mei 20.

“Pasien positif 09 masuk RS dengan diagnosa selulitis (infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawah kulit) dan dirujuk ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo tanggal 20 Mei 2020. Pasien M langsung dilakukan rapid test dengan hasil reaksi, tanggal 21 Mei 2020 dilakukan uji swab,” ujarnya.

Hasil uji swab terhadap pasien positif 09, lanjut Plt Kepala Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mojokerto ini, baru keluar Sabtu (30/5/2020). Hasil tes swab menunjukkan terkonfirmasi Covid-19. Pasien positif 09 hingga saat ini menjalani perawatan di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Peta sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto per tanggal 30 Mei 2020, jumlah pasien positif sebanyak sembilan orang. Dari sembilan pasien positif Covid-19, dua diantaranya dinyatakan sembuh dan tujuh lainnya masih menjalani perawatan. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak ada tambahan.

Yakni sebanyak 10 orang, empat diantaranya meninggal namun tidak terkonfirmasi positif Covid-19, lima lainnya selesai pengawasan dan hanya satu masih dalam pengawasan. Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 28 orang sehingga total 471 orang, 367 orang diantaranya selesai pemantauan sehingga menyisakan 104 orang.

Sedangkan Orang Dengan Resiko (ODR) bertambah 47 orang sehingga total ODR di Kota Mojokerto sebanyak 3.042 orang. Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak ada penambahan, dengan jumlah 30 orang. Sebanyak 30 OTG tersebut masuk data OTG karena pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Memprihatinkan, Bocah 7 Tahun Di Mojokerto Terjangkit Virus Corona

PACITAN JATIM - Nasib nahas menimpa pasutri Yuwono-Putri Dwi Astuti. Warga Desa Pager Lor, Kecamatan Sudimoro, Pacitan tersebut menjadi korban empasan gelombang saat mancing di Pantai Watu Lungguh, Kecamatan Ngadirojo. Sang istri ditemukan tewas, sedangkan suami masih dalam pencarian.

Dari data yang diperoleh, sebelum musibah menimpa, keduanya berada di tebing karang setelah melempar kail. Tak hanya berdua, mereka juga ditemani putranya bernama Rizal Istanto (20) yang juga ikut memancing. Saat itulah diduga datang ombak besar yang menyapu ketiganya.

"Itu suami istri tambah anaknya mancing bareng. Satu keluarga. Yang selamat itu anaknya. Yang sudah ditemukan istrinya, kemudian kepala keluarga belum ketemu," terang AKP Nursalim, Kapolsek Ngadirojo dihubungi wartawan, Sabtu (30/5/2020).

Begitu mendapat laporan, lanjut kapolsek, pihaknya langsung mendatangi TKP. Pencarian pun segera dilakukan melibatkan TNI/Polri, unsur pemkab, serta nelayan sekitar. Hanya saja, hanya Rizal Istanto yang berhasil diselamatkan. Penyisiran dihentikan menjelang malam. Rencananya, pencarian dilanjutkan Minggu (31/5/2020).

"Sore (pencarian) dihentikan. Besok rencana dilanjutkan lagi. Polairud dan BPBD juga akan ke lokasi untuk pencarian," tambah Nursalim.

Berkait peristiwa tersebut, kapolsek kembali mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas di perairan. Terlebih menyusul fenomena gelombang pasang dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, BPBD memperkirakan puncak gelombang pasang antara 27 Mei hingga 28 Mei. Namun masih dapat berpotensi terjadi hingga 6 hari berikutnya.

Mancing Bareng, Sekeluarga Di Pacitan Disapu Ombak, Satu Orang Tewas dan Satu Hilang