JEMBER JATIM - Kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jember bertambah menjadi 41 kasus. Salah satu kasus adalah balita berusia 1,5 tahun dan dua orang tenaga medis.

Dua kasus adalah warga Kecamatan Sumberjambe, dua kasus warga Kecamatan Jombang, masing-masing satu kasus warga Kecamatan Pakusari, Kecamatan Kaliwates, Kecamatan Sumbersari, dan Kecamatan Wukuhan.

“Balita 1,5 tahun yang terkonfirmasi sebagai kasus 35 adalah warga Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe. Dua diisolasi pada 22 Mei di rumah sakit dan dinyatakan positif pada 31 Mei 2020,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono, Senin (1/6/2020).

Balita ini berstatus orang tanpa gejala. “Dia anak pasien kasus 34 dan memiliki kontak erat dengan pasien kasus 22,” kata Gatot.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima, dua tenaga kesehatan yang terkonfirmasi adalah warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates (kasus 40) dan Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan (kasus 41).

Keduanya berstatus OTG. Tenaga kesehatan dari Lojejer pernah kontak dengan pasien dalam pengawasan. Setiap hari tetap membuka praktik mandiri.

Dua Tenaga Medis Dan Balita di Jember Positif Virus Corona

JEMBER JATIM - Kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jember bertambah menjadi 41 kasus. Salah satu kasus adalah balita berusia 1,5 tahun dan dua orang tenaga medis.

Dua kasus adalah warga Kecamatan Sumberjambe, dua kasus warga Kecamatan Jombang, masing-masing satu kasus warga Kecamatan Pakusari, Kecamatan Kaliwates, Kecamatan Sumbersari, dan Kecamatan Wukuhan.

“Balita 1,5 tahun yang terkonfirmasi sebagai kasus 35 adalah warga Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe. Dua diisolasi pada 22 Mei di rumah sakit dan dinyatakan positif pada 31 Mei 2020,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono, Senin (1/6/2020).

Balita ini berstatus orang tanpa gejala. “Dia anak pasien kasus 34 dan memiliki kontak erat dengan pasien kasus 22,” kata Gatot.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima, dua tenaga kesehatan yang terkonfirmasi adalah warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates (kasus 40) dan Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan (kasus 41).

Keduanya berstatus OTG. Tenaga kesehatan dari Lojejer pernah kontak dengan pasien dalam pengawasan. Setiap hari tetap membuka praktik mandiri.

Tidak ada komentar