BATANG JATENG - Seorang pemancing ikan terpeleset jatuh ke laut di pantai Sicepit Kabupaten Batang, Minggu (31/5/2020).

Pria yang diketahui bernama Muchsin (23) itu merupakan warga Kalisalak, Kecamatan Limpung.

Tim SAR pun sedang melakukan pencarian keberadaan korban.

Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya mengatakan korban berangkat bersama temannya menuju Pantai Sicepit dengan mengendarai sepeda motor memang hendak memancing.

"Setelah sampai di Pantai Sicepit, korban mancing sekitar pukul 11.00 WIB dan mengalami insiden terpeleset dari dam sehingga jatuh hingga tenggelam," terangnya dalam rilis.

Dengan kejadian tersebut Kepala Basarnas Semarang memberangkatkan 1 tim rescue untuk melakukan operasi SAR disertai peralatan SAR air

Rencana operasi dengan metode penyisiran area tempat kejadian dengan menggunakan perahu karet.

Namun pencarian korban harus dihentikan karena kondisi ombak yang cukup tinggi.

"Saat ini kondisi tinggi gelombang pantai Sicepit sekitar dua meter arah angin dari Barat Laut menuju Tenggara, semoga tim SAR gabungan diberi kemudahan dalam pencarian dan korban cepat ditemukan," jelasnya.

Relawan PMI Kabupaten Batang, Daru Masruri mengatakan upaya yang dilakukan PMI tadi ikut melakukan penyisiran ke arah Barat dan Timur dari titik kejadian.

"Korban belum ditemukan, dan proses pencarian kembali menunggu kondisi gelombang tenang," tambahnya kepada wartawan.

Terpleset Saat Mancing, Warga Batang Hilang Terseret Ombak Laut

BATANG JATENG - Seorang pemancing ikan terpeleset jatuh ke laut di pantai Sicepit Kabupaten Batang, Minggu (31/5/2020).

Pria yang diketahui bernama Muchsin (23) itu merupakan warga Kalisalak, Kecamatan Limpung.

Tim SAR pun sedang melakukan pencarian keberadaan korban.

Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya mengatakan korban berangkat bersama temannya menuju Pantai Sicepit dengan mengendarai sepeda motor memang hendak memancing.

"Setelah sampai di Pantai Sicepit, korban mancing sekitar pukul 11.00 WIB dan mengalami insiden terpeleset dari dam sehingga jatuh hingga tenggelam," terangnya dalam rilis.

Dengan kejadian tersebut Kepala Basarnas Semarang memberangkatkan 1 tim rescue untuk melakukan operasi SAR disertai peralatan SAR air

Rencana operasi dengan metode penyisiran area tempat kejadian dengan menggunakan perahu karet.

Namun pencarian korban harus dihentikan karena kondisi ombak yang cukup tinggi.

"Saat ini kondisi tinggi gelombang pantai Sicepit sekitar dua meter arah angin dari Barat Laut menuju Tenggara, semoga tim SAR gabungan diberi kemudahan dalam pencarian dan korban cepat ditemukan," jelasnya.

Relawan PMI Kabupaten Batang, Daru Masruri mengatakan upaya yang dilakukan PMI tadi ikut melakukan penyisiran ke arah Barat dan Timur dari titik kejadian.

"Korban belum ditemukan, dan proses pencarian kembali menunggu kondisi gelombang tenang," tambahnya kepada wartawan.