TULUNGAGUNG JATIM - Kasus positif COVID-19 di Tulungagung melonjak dari semula 57 orang bertambah tujuh, menjadi 64 orang. Dua di antaranya merupakan ibu rumah tangga yang baru melahirkan.

Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung Galih Nusantoro, mengatakan tujuh kasus baru tersebut terdiri dari dua ibu melahirkan, tiga karyawan pabrik rokok, satu cucu karyawan pabrik rokok serta satu orang terpapar dari pasien COVID-19 di Trenggalek.

"Untuk yang lima orang menjalani karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung, sedangkan dua orang dari Sendang dan Karangrejo karantina mandiri di rumah karena menyusui," kata Galih Nusantoro, Minggu (31/5/2020).

Menurutnya karantina mandiri dua ibu melahirkan tersebut dilakukan dengan pengawasan dari bidan desa masing-masing. Pihaknya memastikan dari hasil penelusuran, sejumlah orang yang kontak erat dan bayi hasilnya negatif.

"Untuk proses menyusui dilakukan secara tidak langsung atau menggunakan botol," ujarnya.

Galih menjelaskan tim gugus tugas belum mengetahui klaster penularan kedua pasien tersebut. Namun mereka memiliki riwayat beberapa kali melakukan pemeriksaan kehamilan di salah satu layanan kesehatan.

"Untuk saat ini kondisinya sehat," jelasnya.

Di sisi lain itu dari tujuh pasien baru tersebut salah satu di antaranya merupakan anak-anak yang masih berusia 12 tahun. Ia diduga terpapar dari neneknya yang bekerja di pabrik rokok di Kecamatan Pakel.

"Dia adalah pasien COVID-19 termuda di Tulungagung," kata Galih.

Sementara di Trenggalek, jumlah warga yang terpapar COVID-19 bertambah dua orang, dari semula 7 kasus menjadi 9. Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, mengatakan kedua pasien baru itu berasal dari Kecamatan Trenggalek dan Munjungan.

"Pasien 08 sebelumnya bekerjae di salah satu pabrik di Sidoarjo. Dia izin pulang ke Trenggalek karena sakit," kata Arifin.

Sedangkan pasien 09 dari Kecamatan Munjungan memiliki riwayat bekerja di salah satu pabrik di Surabaya. Yang bersangkutan diketahui terpapar virus Corona setelah menjalani rapid test dan PCR saat tiba di Trenggalek.

"Untuk pasien 09 ini sama sekali tidak memiliki keluhan atau gejala klinis," jelasnya.

Melonjak, Pasien Positif Corona Di Tulungagung Bertambah 7 Orang

TULUNGAGUNG JATIM - Kasus positif COVID-19 di Tulungagung melonjak dari semula 57 orang bertambah tujuh, menjadi 64 orang. Dua di antaranya merupakan ibu rumah tangga yang baru melahirkan.

Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung Galih Nusantoro, mengatakan tujuh kasus baru tersebut terdiri dari dua ibu melahirkan, tiga karyawan pabrik rokok, satu cucu karyawan pabrik rokok serta satu orang terpapar dari pasien COVID-19 di Trenggalek.

"Untuk yang lima orang menjalani karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung, sedangkan dua orang dari Sendang dan Karangrejo karantina mandiri di rumah karena menyusui," kata Galih Nusantoro, Minggu (31/5/2020).

Menurutnya karantina mandiri dua ibu melahirkan tersebut dilakukan dengan pengawasan dari bidan desa masing-masing. Pihaknya memastikan dari hasil penelusuran, sejumlah orang yang kontak erat dan bayi hasilnya negatif.

"Untuk proses menyusui dilakukan secara tidak langsung atau menggunakan botol," ujarnya.

Galih menjelaskan tim gugus tugas belum mengetahui klaster penularan kedua pasien tersebut. Namun mereka memiliki riwayat beberapa kali melakukan pemeriksaan kehamilan di salah satu layanan kesehatan.

"Untuk saat ini kondisinya sehat," jelasnya.

Di sisi lain itu dari tujuh pasien baru tersebut salah satu di antaranya merupakan anak-anak yang masih berusia 12 tahun. Ia diduga terpapar dari neneknya yang bekerja di pabrik rokok di Kecamatan Pakel.

"Dia adalah pasien COVID-19 termuda di Tulungagung," kata Galih.

Sementara di Trenggalek, jumlah warga yang terpapar COVID-19 bertambah dua orang, dari semula 7 kasus menjadi 9. Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, mengatakan kedua pasien baru itu berasal dari Kecamatan Trenggalek dan Munjungan.

"Pasien 08 sebelumnya bekerjae di salah satu pabrik di Sidoarjo. Dia izin pulang ke Trenggalek karena sakit," kata Arifin.

Sedangkan pasien 09 dari Kecamatan Munjungan memiliki riwayat bekerja di salah satu pabrik di Surabaya. Yang bersangkutan diketahui terpapar virus Corona setelah menjalani rapid test dan PCR saat tiba di Trenggalek.

"Untuk pasien 09 ini sama sekali tidak memiliki keluhan atau gejala klinis," jelasnya.