Social Items

Purworejo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kota berada di kota Purworejo.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salafiyah Terbaik dan Terkenal di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN ASH - SHIDDIQIYYAH BERJAN PURWOREJO 

Lokasi : Jl. Ring Road Utara No.3, Dusun IV, Gintungan, Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54191

Yayasan Ash Shiddiqiyyah adalah merupakan respon dari Pimpinan atau Pengasuh Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyyah Berjan Gebang Purworejo terhadap keluhan-keluhan masyarakat, tentang kondisi anak anak sekolah yang mengalami dekadensi moral dan kondisi kepemimpinan di masyarakat yang mana apabila tidak mempunyai Ijazah SMK atau yang sederajat maka tidak bisa ikut mendaftar atau mengikuti seleksi kepimimpinan di tingkat desa, Kecamatan, Kabupaten atau bahkan pada tingkatan 2  yang lebih tinggi, terutama lagi kondisi Masyarakat sekitar kawasan pesantren yang mengalami penurunan ketetarikan dalam mempelajari keilmuan keagamaan.

Karena mungkin mereka sudah memandang kurang pentingnya pendidikan akhlak dan keilmuan kegamaan dalam kehidupan sehari hari dan masa yang akan datang. Keresahan Pempinan atau Pengasuh Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyyah Berjan Gebang Purworejo di atas yang akhirnya menginspirasi untuk mendirikan Yayasan yang di beri nama Ash Shiddiqiyyah, sekaligus juga mendirikan Lembaga Pendidikan Formal yang bernaung di bawah Yayasan Ash Shiddiqiyyah.

Ekstrakurikuler

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik

2. PONDOK PESANTREN AL IMAN PURWOREJO

Lokasi : Krajan, Bulus, Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54191

Pesantren Al-Iman terletak di Desa Bulus, Purworejo. Pesantren ini masyhur di kalangan warga Nahdlatul Ulama sebagai pesantren tertua di Purworejo. Hikayat umum di Purworejo menuturkan Pesantren Al-Iman didirikan oleh Mbah Ahmad Alim sekitar tahun 1700-an, 1750-an atau 1800-an.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Iman, Kiai Haji Sayyid Hasan bin Aggil Al-Ba'bud, pesantren Al-Iman merupakan pondok salaf yang mengunggulkan pendidikan kitab kuning dan gramatika Bahasa Arab.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta

3. PONDOK PESANTREN PUTRA PUTRI AN - NAWAWI

Lokasi : Gebang, Dusun IV, Lugosobo, Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54191

Pondok Pesantren Berjan, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo didirikan oleh Al-Maghfurlah KH. Zarkasyi (1860-1914) pada tahun 1870 M. Di desa tersebut beliau mengembangkan Thariqoh Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah yang diperoleh dari Syaikh Abdul Karim Banten (Paman Syaikh Nawawi Al-Bantani) di Suq al-Lail Makkah al-Mukarromah. Kondisi Pondok Pesantren mulai menampakkan perubahan pada saat al-Maghfurlah KH. Shiddiq Zarkasyi (1914-1947) menggantikan ayahandanya memimpin pondok pesantren dan Mursyid Thariqat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah.

Perkembangan ini semakin nampak pada saat al-Maghfurlah KH. Nawawi Shiddiq (1947-1982) melanjutkan kepemimpinan. Disamping mengasuh pondok pesantren, al-Maghfurlah KH. Nawawi aktif dalam kancah perjuangan bangsa sebagai Komandan Laskar Hizbulloh Purworejo. Selain itu beliau dikenal sebagai tokoh pelopor sekaligus Ketua 1 (satu) pada Kongres Pertama Jam’iyyah Ahlit Thariqat Al-Mu’tabarah tahun 1957 di Tegalrejo Magelang. Di masa beliau pada tahun 1954 saat lurah pondoknya Ky. Najmudin nama Mafatihul Ulum diganti menjadi Miftahul Ulum, kemudian tahun 1965 diganti lagi menjadi Roudlotut Thullab dan pada tahun 1981 dirintis Pondok Pesantren Putri Al-Fatimiyyah.

Kemudian pada tanggal 07 Januari 1996 atau 16 Sya’ban 1416 H, oleh KH. Achmad Chalwani Nawawi (1982-Sekarang) kembali diganti menjadi An-Nawawi seperti yang kita kenal sekarang ini. Nama terakhir ini dipilih dengan maksud tafaulan kepada al-Maghfurlah KH. Nawawi Berjan. Karena pada masa beliau inilah, dikenalkan sistem klasikal atau madrasah dalam sistem pengajaran. Sebagaimana ayahandanya, KH. Achmad Chalwani Nawawi sepulang belajar dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri juga aktif dalam organisasi sosial keagamaan antara lain Nahdlatul Ulama (NU), Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabaroh dan pernah menjadi anggota DPD/ MPR RI mewakili Jawa Tengah. Pada masa inilah perkembangan Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan berkembang pesat. Santri yang belajar berasal dari berbagai daerah, baik dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Malaysia.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an

Itulah daftar Pondok Salafiyah Terbesar dan Terkenal di Purworejo Jawa Tengah.

3 Pondok Pesantren Salaf Terbesar Di Purworejo Jawa Tengah

Purworejo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kota berada di kota Purworejo.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salafiyah Terbaik dan Terkenal di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN ASH - SHIDDIQIYYAH BERJAN PURWOREJO 

Lokasi : Jl. Ring Road Utara No.3, Dusun IV, Gintungan, Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54191

Yayasan Ash Shiddiqiyyah adalah merupakan respon dari Pimpinan atau Pengasuh Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyyah Berjan Gebang Purworejo terhadap keluhan-keluhan masyarakat, tentang kondisi anak anak sekolah yang mengalami dekadensi moral dan kondisi kepemimpinan di masyarakat yang mana apabila tidak mempunyai Ijazah SMK atau yang sederajat maka tidak bisa ikut mendaftar atau mengikuti seleksi kepimimpinan di tingkat desa, Kecamatan, Kabupaten atau bahkan pada tingkatan 2  yang lebih tinggi, terutama lagi kondisi Masyarakat sekitar kawasan pesantren yang mengalami penurunan ketetarikan dalam mempelajari keilmuan keagamaan.

Karena mungkin mereka sudah memandang kurang pentingnya pendidikan akhlak dan keilmuan kegamaan dalam kehidupan sehari hari dan masa yang akan datang. Keresahan Pempinan atau Pengasuh Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyyah Berjan Gebang Purworejo di atas yang akhirnya menginspirasi untuk mendirikan Yayasan yang di beri nama Ash Shiddiqiyyah, sekaligus juga mendirikan Lembaga Pendidikan Formal yang bernaung di bawah Yayasan Ash Shiddiqiyyah.

Ekstrakurikuler

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik

2. PONDOK PESANTREN AL IMAN PURWOREJO

Lokasi : Krajan, Bulus, Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54191

Pesantren Al-Iman terletak di Desa Bulus, Purworejo. Pesantren ini masyhur di kalangan warga Nahdlatul Ulama sebagai pesantren tertua di Purworejo. Hikayat umum di Purworejo menuturkan Pesantren Al-Iman didirikan oleh Mbah Ahmad Alim sekitar tahun 1700-an, 1750-an atau 1800-an.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Iman, Kiai Haji Sayyid Hasan bin Aggil Al-Ba'bud, pesantren Al-Iman merupakan pondok salaf yang mengunggulkan pendidikan kitab kuning dan gramatika Bahasa Arab.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta

3. PONDOK PESANTREN PUTRA PUTRI AN - NAWAWI

Lokasi : Gebang, Dusun IV, Lugosobo, Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54191

Pondok Pesantren Berjan, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo didirikan oleh Al-Maghfurlah KH. Zarkasyi (1860-1914) pada tahun 1870 M. Di desa tersebut beliau mengembangkan Thariqoh Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah yang diperoleh dari Syaikh Abdul Karim Banten (Paman Syaikh Nawawi Al-Bantani) di Suq al-Lail Makkah al-Mukarromah. Kondisi Pondok Pesantren mulai menampakkan perubahan pada saat al-Maghfurlah KH. Shiddiq Zarkasyi (1914-1947) menggantikan ayahandanya memimpin pondok pesantren dan Mursyid Thariqat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah.

Perkembangan ini semakin nampak pada saat al-Maghfurlah KH. Nawawi Shiddiq (1947-1982) melanjutkan kepemimpinan. Disamping mengasuh pondok pesantren, al-Maghfurlah KH. Nawawi aktif dalam kancah perjuangan bangsa sebagai Komandan Laskar Hizbulloh Purworejo. Selain itu beliau dikenal sebagai tokoh pelopor sekaligus Ketua 1 (satu) pada Kongres Pertama Jam’iyyah Ahlit Thariqat Al-Mu’tabarah tahun 1957 di Tegalrejo Magelang. Di masa beliau pada tahun 1954 saat lurah pondoknya Ky. Najmudin nama Mafatihul Ulum diganti menjadi Miftahul Ulum, kemudian tahun 1965 diganti lagi menjadi Roudlotut Thullab dan pada tahun 1981 dirintis Pondok Pesantren Putri Al-Fatimiyyah.

Kemudian pada tanggal 07 Januari 1996 atau 16 Sya’ban 1416 H, oleh KH. Achmad Chalwani Nawawi (1982-Sekarang) kembali diganti menjadi An-Nawawi seperti yang kita kenal sekarang ini. Nama terakhir ini dipilih dengan maksud tafaulan kepada al-Maghfurlah KH. Nawawi Berjan. Karena pada masa beliau inilah, dikenalkan sistem klasikal atau madrasah dalam sistem pengajaran. Sebagaimana ayahandanya, KH. Achmad Chalwani Nawawi sepulang belajar dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri juga aktif dalam organisasi sosial keagamaan antara lain Nahdlatul Ulama (NU), Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabaroh dan pernah menjadi anggota DPD/ MPR RI mewakili Jawa Tengah. Pada masa inilah perkembangan Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan berkembang pesat. Santri yang belajar berasal dari berbagai daerah, baik dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Malaysia.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an

Itulah daftar Pondok Salafiyah Terbesar dan Terkenal di Purworejo Jawa Tengah.

No comments