Social Items

Wonosobo merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Wonosobo.

Berikut ini adalah beberapa daftar PonPes Salafiyah maupun Modern Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN AL MUBAAROK MANGGISAN

Lokasi : Jl. Manggisan, Gubragan, Mudal, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351

Pendiri pondok ini adalah KH. Nur Hidayatulloh yang tidak lain adalah menantu dari KH. Ibrohim. Setelah beliau pulang dari pondok pesantren Tegalrejo, Magelang, Beliau mengampu pondok pesantren Roudlotuth Tholibin Jawar, menggantikan posisi K.H. Ibrahim Almarhum, sambil menunggu kepulangan putra Mbah K.H.ibrahim, yaitu Gus Yasin.

K.H. Nur hidayatulloh sendiri dahulu pernah mengenyam pendidikan di Pesantren Tegalrejo Magelang kurang lebih selama 14 tahun. Setelah itu beliau langsung menikah dengan putri Mbah K.H. Ibrahim, yaitu Nyai Hj.Nur Farida. Setelah Gus Yasin pulang dari pesantren, beliau berinisiatif mendirikan Pondok Pesantren yang diberi nama AL Mubaarok yang saat ini lokasinya tepat di Dusun Manggisan Lama Desa Mudal, Kecamatan Mojotengah. Saat itu ada sekitar 5 santri Roudlotuth Tholibin Jawar yang ikut mengawali pembukaan Pondok Pesantren yang diresmikan pada tanggal 2 Ramadhan 1418 H, atau tepat 1 Januari 1998.

Sebelum adanya Pondok Pesantren AL-Mubaarok ini didirikan, pernah ada pihak yang mau mendirikan pondok pesantren sekitar tahun 1970-an. Mereka gagal mendirikan pondok pesantren karena ada masyarakat yang beranggapan bahwa tanah yang sudah menjasi lokasi pesantren ini ada mahluk halusnya atau semacam dedemit ataupun hantu yang saat itu dikenal dengan Alas Sibangkong. Diberi nama hantu Alas Sibangkong karena berbentuk batu besar seukuran kerbau mirip dengan bentuk bangkong.

Banyak halangan sewaktu mau mendirikan Pondok Pesantren Al-Mubaarok ini karena masih ada sebagian masyarakat yang belum bisa menerima keberadaan Pondok Pesantren AL-Mubaarok ini. Setelah melalui berbagai halangan dan rintangan, Pondok Pesantren AL-Mubaarok ini kini mampu berdiri tegap ditengah-tengah keguyuban masyarakat Manggisan dan sekitarnya.

PENDIDIKAN

Penyediaan lembaga pendidikan, Al Mubaarok menyelenggarakan Pendidikan Diniyah Formal, yaitu suatu pendidikan dibawah Kementerian Agama yang diakui secara pendidikan setara dengan SMP maupun SMA. PDF yang disediakan disini adalah PDF Wustha dan PDF Ulya. Bisa dikatakan PDF di pondok Pesantren Al Mubaarok adalah yang terbaik di Jawa Tengah (klaim beberapa orang).

Selain PDF, pondok pesantren ini juga memiliki Ma’had Aly. Yaitu pendidikan tinggi pada pondok pesantren yang sudah diatur dan di akui dengan KMA sehingga lulusan pondok pesantren Ma’had Aly al Mubaarok merupakan lulusan pendidikan s1. Dan secara legal formal ijazahnya diakui oleh Negara.

2. PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN (PPTQ) AL-ASY'ARIYYAH

Lokasi : Jalan K.H. Asy'ari No. 9, Kalibeber, Mojotengah, Kalibeber, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Ash’ariyah kini memiliki sedikitnya 5000 santri. Ponpes yang terletak di Kelurahan, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo.

PPTQ Al-Asy’ariyyah dalam mendidik para santrinya, mengkolaborasikan antara sistem Kholafiyyah (Modern) serta system Salafiyyah (tradisional), sehingga dimaksudkan untuk menciptakan keseimbangan menurut roda perputaran zaman. Sistem tersebut dikenal oleh banyak kalangan masyarakat sebagai sistem semi modern. Pada sistem pembelajarannya, PPTQ Al-Asy’ariyyah menitik beratkan pada tiga komponen sebagai ciri khasnya, yakni Al-Qur’an Al-Karim dengan Tahfidzul Qur’annya, kajian Kitab Kuning, serta penguasaan Bahasa Asing seperti Inggris dan Arab.

Sebelumnya, pada tahun 1832, PPTQ Al-Asy’ariyyah sudah didirikan oleh Muntaha bin Nida’ Muhammad. Namun tidak dengan nama Al-Asy’ariyyah, melainkan Ponpes Abdur Rohim. Bergulir selama 3 periode secara turun temurun yang diberikan anaknya sebagai pengelola, ponpes tersebut berjuang untuk berdiri dengan segala keterbatasan. Hingga akhirnya sampai pada periode ke-4 PPTQ ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Yakni masa pengelolaan Muntaha.

3. PONDOK PESANTREN MA'HAD MAMBA'UL QUR'AN (MMQ)

Lokasi : Jl. Pramuka, Munggang, Kalibeber, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351

Pondok Pesantren Ma’had Mamba’ul Qur’an Munggang, berdiri sejak tanggal 25 Dzulqa’dah 1421 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 18 Februari 2001 Miladiah, yakni bersamaan dengan dimulainya pembangunan komplek pondok pesantren. Pertama kali diawali dengan pembangunan rumah pengasuh disertai beberapa bilik/kamar. Pembangunannya dimulai dengan penanaman batu pondasi bangunan oleh para masyayikh.

Secara internal Ma’had Mambaul Qur’an berusaha mengembangkan berbagai kegitan pendidikan agama yang mengarah pada peningkatan yang mengupayakan santri untuk memiliki kemampuan intelektual dan spritual, dan membekali santri dengan berbagai ketrampilan dengan program yang dapat menjadikan modal dasar dalam perjuangan masyarakat.

4. PONDOK PESANTREN AL-HIKAM DARUSSALIKIN 

Lokasi : Tempelsari, Ngabean, Maduretno, Kec. Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56372

Pondok pesantren Al Hikam Darussalikin adalah salah satu Lembaga Pendidikan Islam berfaham Ahlussunnah Wal Jamaah yang berada di Tempelsari kalikajar Wonosobo.Pondok pesantren ini juga memadukan pendidikan formal dan pendidikan non formal dalam jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Al Hikam Cendekia. Keterpaduan tersebut dikemas dalam sistem boarding school dan pendidikan kepesantrenan.

PENDIDIKAN

1.      Madrasah Diniyah Al-hikam (Wustho & ‘Ulya)
2.      Tahfidz Al-qur’an
3.      Tpq/rtq (Roudlotu Tarbiyatil Qur’an) Al-hikam
4.      Mts-sa Al-hikam Cendekia
5.      Ma-sa Al-hikam Cendekia
6.      Majelis Sema’an Al-qur’an
7.      Dikusi Kitab Turots (Kitab-kitab Salaf)

5. API PONDOK PESANTREN JAWAR

Lokasi : Jl. Jawar No.RT.1, RW.1, Seandong, Blederan, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56311

Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin merupakan salah satu pondok pesantren salaf tertua di wilayah Wonosobo. Letaknya berada di tengah-tengah permukiman padat penduduk Dusun Jawar Desa Blederan Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo. Pondok pesantren yang didirikan oleh almarhum KH Ibrohim ini telah berusia 46 tahun. Bangunan dengan dominasi cat oranye ini terlihat sederhana dengan halaman asrama yang cukup luas. Halaman  tersebut biasa digunakan para santri untuk berolahraga saat aktivitas mengaji sedang libur.

Dari segi fasilitas pondok pesantren ini menyediakan fasilitas cukup lengkap. antara lain kamar santri yang memadai, loker atau tempat menyimpan pakaian dan barang-barang santri, kantin, perpustakaan, koperasi, ruang khusus untuk keluarga santri yang berkunjung dan 16 kamar mandi. Selain itu, Santri Putri juga mengelola klinik pengobatan dan Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH) yang terletak di Kecamatan Garung. Bagi santri baru hanya dikenai biaya pendaftaran Rp 115 ribu dan infaq sebesar Rp 150 ribu. Tak ada persyaratan khusus untuk santri baru, mereka hanya diminta membawa foto copy ijazah terakhir dan kartu keluarga yang masih berlaku.

Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin saat ini diasuh oleh Kiai Muhammad Nur Yasin yang merupakan putra keenam KH Ibrohim. Pondok pesanren salaf ini berupaya mencetak santri-santri yang terampil serta peduli terhadap permasalahan umat. Untuk mencapai tujuan tersebut, pondok pesantren salafiyyah yang berdiri sejak tahun 1972 ini menyelenggarakan kurikulum yang dibagi menjadi empat jenjang pendidikan yakni Ibtidaiyyah (persiapan) selama dua tahun, Tsanawiyyah tiga tahun, 'aliyyah tiga tahun serta Ihya' Ulumiddin selama satu tahun.

6. PONDOK PESANTREN FATKHUL MU'IN 

Lokasi : Jl. Dieng No.19, Kebumen Lor, Bumirejo, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351

Bermula pada tahun 1951, KH. Masykur Bin Abdul Hamid mendirikan madrasah dengan luas 240 m2 dengan fasilitas tersebut dibangun menjadi gedung madrasah dengan luas 240 m2 dengan fasilitas tersebut, KH. Masykur membuka pengajian umum. Pada saat itu, terdapat dua lokal asrama yang terdiri dari 6 kamar, 1 unit WC, kolam dan gedung musolla. Melihat perkembangan minat belajar masyarakat sekitar, maka pada tahun 1954 dibukalah Madrasah Mu’allimin NU yang dipimpin langsung oleh Bpk. KH. Masykur dengan menggunakan Gedung Madrasah yang selama ini dijadikan tempat pengajian umum di dusun Bumen, Bumirejo, Mojotengah, Wonosobo.

Berjalan selama 3 tahun kemudian pada tahun 1957, atas dasar petunjuk Badan musyawirin berdirinya Madrasah, Madrasah tersebut dipindahkan di kampung kauman, Kota Wonosobo dengan pertimbangan :
1. Agar Madrasah tersebut dipindahkan ke tempat yang strategis.
2. Kesulitannya untuk mendapatkan informasi yang merekrut guru. Pada tanggal 13 Januari 1963, beliau Bapak KH. Masykur bersedia untuk mendoktrin para kader BANSER (Barisan Serba Guna) NU, disinilah terlihat kepedulian para Ulama melihat kondisi bangsa Indonesia saai itu. Tepat pada tanggal 30 September 1965, terujilah kejelian para Ulama yang dimotori oleh KH. Masykur yaitu terjadinya G 30 S PKI, Pada saat itu peranan Ulama Dan BANSER sangat besar dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada Tahun 1973 Di kompleks Pengajian umum tersebut didirikan pondok pesantren “Al Futuhiyyah” Bumen, dengan KH. Masykur sebagai pengasuh. Sistem pendidikan yang dipergunakan adalah tradisional, yaitu sorogan dan bandongan. Bapak KH. Masykur meninggal dunia pada tahun 1981, pada saat itu, Wonosobo benar-benar kehilangan seorang tokoh besar, yang sangat berperan dalam memajukan pendidikan islam di Wonosobo, tak ada seorangpun yang tidak merasa kehilangan beliau karena suri tauladan beliau.

Atas dasar musyawarah keluarga, pesantren dipimpin oleh Bapak KH. Munir Abdullah. Pembangunan terus ditingkatkan, hasilnya pada tahun1983 berhasil mendirikan Mardasah Tsanawiyah putra, dan pada tahun 1983 mendirikan Pesantren putri serta Madrasah Tsanawiah putri yang tempat belajarnya terpisah dengan putra. Pada tahun 1991, Bapak KH. Munir Abdullah meninggal dunia.

Wonosobo kembali kehilangan satu tokoh Ulama yang sangat berperan dalam memajukan pendidikan islam di Wonosobo. Kemudian Pondok Pesantren Al Futuhiyyah dipimpin oleh Bapak KH. Ahmad Rofiq Masykur bin Bapak KH. Masykur. Sedangkan Madrasah Diniyah Al Futuhiyyah dipimpin oleh K Mukhlas Masykur, adik kandung Bapak KH. Rofiq Masykur, dan Madrasah Tsanawiyyah diteruskan oleh Bapak Muhammad Syamsi. Dari tahun ke tahun Pondok Pesantren dan Madrasah Tsanawiyyah Al Futuhiyyah terus berkembang.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.

6 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Wonosobo Jawa Tengah

Wonosobo merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Wonosobo.

Berikut ini adalah beberapa daftar PonPes Salafiyah maupun Modern Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN AL MUBAAROK MANGGISAN

Lokasi : Jl. Manggisan, Gubragan, Mudal, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351

Pendiri pondok ini adalah KH. Nur Hidayatulloh yang tidak lain adalah menantu dari KH. Ibrohim. Setelah beliau pulang dari pondok pesantren Tegalrejo, Magelang, Beliau mengampu pondok pesantren Roudlotuth Tholibin Jawar, menggantikan posisi K.H. Ibrahim Almarhum, sambil menunggu kepulangan putra Mbah K.H.ibrahim, yaitu Gus Yasin.

K.H. Nur hidayatulloh sendiri dahulu pernah mengenyam pendidikan di Pesantren Tegalrejo Magelang kurang lebih selama 14 tahun. Setelah itu beliau langsung menikah dengan putri Mbah K.H. Ibrahim, yaitu Nyai Hj.Nur Farida. Setelah Gus Yasin pulang dari pesantren, beliau berinisiatif mendirikan Pondok Pesantren yang diberi nama AL Mubaarok yang saat ini lokasinya tepat di Dusun Manggisan Lama Desa Mudal, Kecamatan Mojotengah. Saat itu ada sekitar 5 santri Roudlotuth Tholibin Jawar yang ikut mengawali pembukaan Pondok Pesantren yang diresmikan pada tanggal 2 Ramadhan 1418 H, atau tepat 1 Januari 1998.

Sebelum adanya Pondok Pesantren AL-Mubaarok ini didirikan, pernah ada pihak yang mau mendirikan pondok pesantren sekitar tahun 1970-an. Mereka gagal mendirikan pondok pesantren karena ada masyarakat yang beranggapan bahwa tanah yang sudah menjasi lokasi pesantren ini ada mahluk halusnya atau semacam dedemit ataupun hantu yang saat itu dikenal dengan Alas Sibangkong. Diberi nama hantu Alas Sibangkong karena berbentuk batu besar seukuran kerbau mirip dengan bentuk bangkong.

Banyak halangan sewaktu mau mendirikan Pondok Pesantren Al-Mubaarok ini karena masih ada sebagian masyarakat yang belum bisa menerima keberadaan Pondok Pesantren AL-Mubaarok ini. Setelah melalui berbagai halangan dan rintangan, Pondok Pesantren AL-Mubaarok ini kini mampu berdiri tegap ditengah-tengah keguyuban masyarakat Manggisan dan sekitarnya.

PENDIDIKAN

Penyediaan lembaga pendidikan, Al Mubaarok menyelenggarakan Pendidikan Diniyah Formal, yaitu suatu pendidikan dibawah Kementerian Agama yang diakui secara pendidikan setara dengan SMP maupun SMA. PDF yang disediakan disini adalah PDF Wustha dan PDF Ulya. Bisa dikatakan PDF di pondok Pesantren Al Mubaarok adalah yang terbaik di Jawa Tengah (klaim beberapa orang).

Selain PDF, pondok pesantren ini juga memiliki Ma’had Aly. Yaitu pendidikan tinggi pada pondok pesantren yang sudah diatur dan di akui dengan KMA sehingga lulusan pondok pesantren Ma’had Aly al Mubaarok merupakan lulusan pendidikan s1. Dan secara legal formal ijazahnya diakui oleh Negara.

2. PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN (PPTQ) AL-ASY'ARIYYAH

Lokasi : Jalan K.H. Asy'ari No. 9, Kalibeber, Mojotengah, Kalibeber, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Ash’ariyah kini memiliki sedikitnya 5000 santri. Ponpes yang terletak di Kelurahan, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo.

PPTQ Al-Asy’ariyyah dalam mendidik para santrinya, mengkolaborasikan antara sistem Kholafiyyah (Modern) serta system Salafiyyah (tradisional), sehingga dimaksudkan untuk menciptakan keseimbangan menurut roda perputaran zaman. Sistem tersebut dikenal oleh banyak kalangan masyarakat sebagai sistem semi modern. Pada sistem pembelajarannya, PPTQ Al-Asy’ariyyah menitik beratkan pada tiga komponen sebagai ciri khasnya, yakni Al-Qur’an Al-Karim dengan Tahfidzul Qur’annya, kajian Kitab Kuning, serta penguasaan Bahasa Asing seperti Inggris dan Arab.

Sebelumnya, pada tahun 1832, PPTQ Al-Asy’ariyyah sudah didirikan oleh Muntaha bin Nida’ Muhammad. Namun tidak dengan nama Al-Asy’ariyyah, melainkan Ponpes Abdur Rohim. Bergulir selama 3 periode secara turun temurun yang diberikan anaknya sebagai pengelola, ponpes tersebut berjuang untuk berdiri dengan segala keterbatasan. Hingga akhirnya sampai pada periode ke-4 PPTQ ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Yakni masa pengelolaan Muntaha.

3. PONDOK PESANTREN MA'HAD MAMBA'UL QUR'AN (MMQ)

Lokasi : Jl. Pramuka, Munggang, Kalibeber, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351

Pondok Pesantren Ma’had Mamba’ul Qur’an Munggang, berdiri sejak tanggal 25 Dzulqa’dah 1421 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 18 Februari 2001 Miladiah, yakni bersamaan dengan dimulainya pembangunan komplek pondok pesantren. Pertama kali diawali dengan pembangunan rumah pengasuh disertai beberapa bilik/kamar. Pembangunannya dimulai dengan penanaman batu pondasi bangunan oleh para masyayikh.

Secara internal Ma’had Mambaul Qur’an berusaha mengembangkan berbagai kegitan pendidikan agama yang mengarah pada peningkatan yang mengupayakan santri untuk memiliki kemampuan intelektual dan spritual, dan membekali santri dengan berbagai ketrampilan dengan program yang dapat menjadikan modal dasar dalam perjuangan masyarakat.

4. PONDOK PESANTREN AL-HIKAM DARUSSALIKIN 

Lokasi : Tempelsari, Ngabean, Maduretno, Kec. Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56372

Pondok pesantren Al Hikam Darussalikin adalah salah satu Lembaga Pendidikan Islam berfaham Ahlussunnah Wal Jamaah yang berada di Tempelsari kalikajar Wonosobo.Pondok pesantren ini juga memadukan pendidikan formal dan pendidikan non formal dalam jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Al Hikam Cendekia. Keterpaduan tersebut dikemas dalam sistem boarding school dan pendidikan kepesantrenan.

PENDIDIKAN

1.      Madrasah Diniyah Al-hikam (Wustho & ‘Ulya)
2.      Tahfidz Al-qur’an
3.      Tpq/rtq (Roudlotu Tarbiyatil Qur’an) Al-hikam
4.      Mts-sa Al-hikam Cendekia
5.      Ma-sa Al-hikam Cendekia
6.      Majelis Sema’an Al-qur’an
7.      Dikusi Kitab Turots (Kitab-kitab Salaf)

5. API PONDOK PESANTREN JAWAR

Lokasi : Jl. Jawar No.RT.1, RW.1, Seandong, Blederan, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56311

Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin merupakan salah satu pondok pesantren salaf tertua di wilayah Wonosobo. Letaknya berada di tengah-tengah permukiman padat penduduk Dusun Jawar Desa Blederan Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo. Pondok pesantren yang didirikan oleh almarhum KH Ibrohim ini telah berusia 46 tahun. Bangunan dengan dominasi cat oranye ini terlihat sederhana dengan halaman asrama yang cukup luas. Halaman  tersebut biasa digunakan para santri untuk berolahraga saat aktivitas mengaji sedang libur.

Dari segi fasilitas pondok pesantren ini menyediakan fasilitas cukup lengkap. antara lain kamar santri yang memadai, loker atau tempat menyimpan pakaian dan barang-barang santri, kantin, perpustakaan, koperasi, ruang khusus untuk keluarga santri yang berkunjung dan 16 kamar mandi. Selain itu, Santri Putri juga mengelola klinik pengobatan dan Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH) yang terletak di Kecamatan Garung. Bagi santri baru hanya dikenai biaya pendaftaran Rp 115 ribu dan infaq sebesar Rp 150 ribu. Tak ada persyaratan khusus untuk santri baru, mereka hanya diminta membawa foto copy ijazah terakhir dan kartu keluarga yang masih berlaku.

Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin saat ini diasuh oleh Kiai Muhammad Nur Yasin yang merupakan putra keenam KH Ibrohim. Pondok pesanren salaf ini berupaya mencetak santri-santri yang terampil serta peduli terhadap permasalahan umat. Untuk mencapai tujuan tersebut, pondok pesantren salafiyyah yang berdiri sejak tahun 1972 ini menyelenggarakan kurikulum yang dibagi menjadi empat jenjang pendidikan yakni Ibtidaiyyah (persiapan) selama dua tahun, Tsanawiyyah tiga tahun, 'aliyyah tiga tahun serta Ihya' Ulumiddin selama satu tahun.

6. PONDOK PESANTREN FATKHUL MU'IN 

Lokasi : Jl. Dieng No.19, Kebumen Lor, Bumirejo, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351

Bermula pada tahun 1951, KH. Masykur Bin Abdul Hamid mendirikan madrasah dengan luas 240 m2 dengan fasilitas tersebut dibangun menjadi gedung madrasah dengan luas 240 m2 dengan fasilitas tersebut, KH. Masykur membuka pengajian umum. Pada saat itu, terdapat dua lokal asrama yang terdiri dari 6 kamar, 1 unit WC, kolam dan gedung musolla. Melihat perkembangan minat belajar masyarakat sekitar, maka pada tahun 1954 dibukalah Madrasah Mu’allimin NU yang dipimpin langsung oleh Bpk. KH. Masykur dengan menggunakan Gedung Madrasah yang selama ini dijadikan tempat pengajian umum di dusun Bumen, Bumirejo, Mojotengah, Wonosobo.

Berjalan selama 3 tahun kemudian pada tahun 1957, atas dasar petunjuk Badan musyawirin berdirinya Madrasah, Madrasah tersebut dipindahkan di kampung kauman, Kota Wonosobo dengan pertimbangan :
1. Agar Madrasah tersebut dipindahkan ke tempat yang strategis.
2. Kesulitannya untuk mendapatkan informasi yang merekrut guru. Pada tanggal 13 Januari 1963, beliau Bapak KH. Masykur bersedia untuk mendoktrin para kader BANSER (Barisan Serba Guna) NU, disinilah terlihat kepedulian para Ulama melihat kondisi bangsa Indonesia saai itu. Tepat pada tanggal 30 September 1965, terujilah kejelian para Ulama yang dimotori oleh KH. Masykur yaitu terjadinya G 30 S PKI, Pada saat itu peranan Ulama Dan BANSER sangat besar dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada Tahun 1973 Di kompleks Pengajian umum tersebut didirikan pondok pesantren “Al Futuhiyyah” Bumen, dengan KH. Masykur sebagai pengasuh. Sistem pendidikan yang dipergunakan adalah tradisional, yaitu sorogan dan bandongan. Bapak KH. Masykur meninggal dunia pada tahun 1981, pada saat itu, Wonosobo benar-benar kehilangan seorang tokoh besar, yang sangat berperan dalam memajukan pendidikan islam di Wonosobo, tak ada seorangpun yang tidak merasa kehilangan beliau karena suri tauladan beliau.

Atas dasar musyawarah keluarga, pesantren dipimpin oleh Bapak KH. Munir Abdullah. Pembangunan terus ditingkatkan, hasilnya pada tahun1983 berhasil mendirikan Mardasah Tsanawiyah putra, dan pada tahun 1983 mendirikan Pesantren putri serta Madrasah Tsanawiah putri yang tempat belajarnya terpisah dengan putra. Pada tahun 1991, Bapak KH. Munir Abdullah meninggal dunia.

Wonosobo kembali kehilangan satu tokoh Ulama yang sangat berperan dalam memajukan pendidikan islam di Wonosobo. Kemudian Pondok Pesantren Al Futuhiyyah dipimpin oleh Bapak KH. Ahmad Rofiq Masykur bin Bapak KH. Masykur. Sedangkan Madrasah Diniyah Al Futuhiyyah dipimpin oleh K Mukhlas Masykur, adik kandung Bapak KH. Rofiq Masykur, dan Madrasah Tsanawiyyah diteruskan oleh Bapak Muhammad Syamsi. Dari tahun ke tahun Pondok Pesantren dan Madrasah Tsanawiyyah Al Futuhiyyah terus berkembang.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.

No comments