Social Items

Rembang merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Rembang.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salafiyah Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Rembang Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN RAUDLATUT THALIBIN

Lokasi : Jl. KH. Bisyri Mustofa No.1-4, Tawangsari, Leteh, Kec. Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59217

Berdiri pada tahun 1945, pasca masa pendudukan Jepang, pesantren ini semula lebih dikenal dengan nama Pesantren Rembang. Pada awal masa berdirinya menempati lokasi Jl. Mulyo no. 3 Rembang saja namun seiring dengan perkembangan waktu dan berkembangnya jumlah santri, pesantren ini mengalami perluasan sampai keadaan seperti sekarang. Tanah yang semula menjadi lokasi pesantren ini adalah tanah milik H. Zaenal Mustofa, ayah dari KH. Bisri Mustofa pendiri Pesantren Rembang. Kegiatan belajar mengajar sempat terhenti beberapa waktu akibat ketidakstabilan kondisi waktu itu yang mengharuskan KH. Bisri Mustofa harus mengungsi dan berpindah-pindah tempat sampai tahun 1949.

Pesantren ini oleh banyak orang disebut-sebut sebagai kelanjutan dari Pesantren Kasingan yang bubar akibat pendudukan Jepang pada tahun 1943. Pesantren Kasingan pada masa hidup KH. Cholil Kasingan adalah pesantren yang memiliki jumlah santri ratusan orang dan terkenal sebagai pesantren tahassus ‘ilmu ’alat. Santri-santri dari berbagai daerah belajar di sini untuk menuntut ilmu-ilmu alat sebagai ilmu yang dijadikan keahlian khusus macam nahwu (sintaksis Arab), shorof (morfologi Arab), balaghoh (stilistika).

Atas usul beberapa santri senior dan mengingat kondisi pada waktu itu pada tahun 1955, Pesantren Rembang diberi nama Raudlatuth Tholibin dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan nama Taman Pelajar Islam. Motto pesantren ini adalah ta’allama al-‘ilm wa ‘allamahu al-naas (kurang lebih berarti: mempelajari ilmu dan mengajarkannya pada masyarakat).

Pondok Pesantren (PP) Raudlatut Tholibin adalah satu di antara beberapa pesantren yang ada di Rembang. PP ini didirikan oleh KH Bisri Musthofa, ketika beliau menginjak usia relatif muda, sekitar 30 tahun ebelum mendirikan PP, Bisri “muda” telah melanglang Indonesia, mondok dari satu pesantren ke pesantren yang lain. Obsesinya untuk mendirikan PP setelah memiliki bekal ilmu agama yang cukup, dimotivasi oleh sebuah keinginan luhur yakni memberdayakan masyarakat setempat melalui pendidikan agama.

Semboyan hidup yang selalu tertanam di sanubarinya ialah li i’lai kalimatillah. KH Bisri menikah dengan salah seorang putri pengasuh PP Lasem Rembang. Dalam usia 63 tahun KH Bisri wafat, sehingga tingkat estafet kepemimpinan diturunkan kepada putra tertua, yakni KH Cholil Bisri, dibantu KH Musthofa Bisri, seorang ulama sekaligus budayawan terkenal. Masyarakat dan Potensi Wilayah PP Raudlatut Tholibin berada di desa Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah. Lokasi PP berada di antara rumah-rumah penduduk dan dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten Rembang.

Pendidikan kepesantrenan
Kegiatan pendidikan kepesantrenan di PP meliputi: Madrasah Diniyah (I’dad), Taman Pendidikan al-Quran (TPA/TPQ), kajian kitab salafi dengan metode sorogan dan bandongan. TPA/ TPQ dengan materi Qiroati, dibuka untuk kalangan santri sendiri maupun masyarakat sekitar.Materi kajian kitab yang diwajibkan meliputi: fiqih, ushul fiqih, tauhid, nahwu, sharaf, balaghah, akhlak/tasawuf, tafsir al-Quran, hadis, mustholah hadis, bahasa Arab, tajwid, qowaidul fiqih, ilmu tafsir, tarih Islam, tarikh tasyri’, mantiq, dan imla’.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tilawatil Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab);
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari;
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah,
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis,
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an;
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik,
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha: ternak sapi, tanam jamur dan kebun.

2. PONDOK PESANTREN AL HIDAYAT

Lokasi : Bayanan, Soditan, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59271

Pondok Pesantren Al - Hidayat didirikan oleh Almaghfurlah Simbah KH. Ma'shoem Ahmad pada tahun 1916 Masehi di desa Soditan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang. Keberadaan Pondok Pesantren Al-Hidayat terletak kurang lebih 370 m dari pantai laut jawa. KH. Ma'shoem Ahmad pada mulanya berguru (nyantri) di Pondok Pesantren Jamsaren-Solo.

 Kemudian dilanjutkan di Pondok Pesantren Bangkalan Madura dibawah asuhan KH. Cholil, selain itu beliau juga berguru pada kiyai - kiyai besar lain. setelah menikah dengan Nyai Hj. Nuriyyah beliau berdagang topi di Jombang namun tidak berlangsung lama karena beliau mempunyai tekad yang kuat untuk terus mengadakan dakwah dan melawan penjajahan Belanda, sehingga pada tahun 1916 M beliau mendirikan Pondok Pesantren Al-Hidayat dengan maksud untuk meningkatkan kegiatan dakwah, belajar mengajar, ibadah dan mengumpulkan massa untuk bersama - sama melawan penjajahan.
Pesantren yang dirintisnya tersebut pada awal mulanya hanya terdapat empat santri, kemudian pada masa - masa selanjutnya banyak sekali santri - santri yang berdatangan, terutama mereka yang mempunyai semangat, visi, misi dan keinginan yang sama dengan beliau.

Tercatat beberapa alumni Al-Hidayat dibawah didikan dan binaan beliau antara lain KH. Idam Kholid (pernah duduk sebagai ketua DPR/MPR RI) KH. Ahmad Syaikhu (Anggota DPR/MPR RI) KH. Saifuddin Zuhri (salah seorang kiyai / tokoh pengurus PBNU), KH. Subhan ZE, (seorang Tokoh muda NU pada masa itu), KH. Mukti Ali (Menteri Agama), dan banyak pura alumni yang saat ini menjadi tokoh masyarakat.

Pada masa pendirian Organisasi Nahdlatul Ulama, beliau termasuk tokoh utama yang berperan didalamnya. pada saat itu selain terdapat beberapa kiyai lain yaitu KH. Wahab Hasbullah, KH. Hasyim As'ari dan KH. Bisri Samsuri.

System Pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Al-Hidayat dari mulai berdiri dan semasa hidup KH. Ma'shoem dan KH. Ahmad Syakir menganut pendidikan salafy, yaitu khusus mengkaji ilmu - ilmu agama yang bersumber dari kitab kuning (klasik) baru pada periode Nyai Hj. Azizah Ma'shoem dan KH. Zaenuddin Maftuchin system pendidikan berubah memadukan salafy dan sekolah formal yang kurikulumnya selain mengacu pada kitab kuning juga menggunakan kurikulum Departemen Agama.

3. PONDOK PESANTREN KAUMAN LASEM

Lokasi : Mahbong, Karangturi, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59271

Pesantren yang diawal berdirinya hanya memilki 3 (tiga) santri putri dan 2 (dua) santri putra ini, oleh pengasuh sekaligus pendirinya yakni KH.M.Za’im Ahmad Ma’shoem di beri nama Pondok Pesantren Kauman, sebuah kebiasaan yang sering dilakukan para kyai terdahulu dalam memberikan nama untuk pesantrennya dengan menisbatkan pada daerah tinggalnya, sebut saja Pondok Pesantren Langitan Tuban, PP. Krapyak Yogyakarta, PP. Lirboyo Kediri,PP. Gontor (sekarang PP. Modern Darussalam Gontor), Perguruan Islam Soditan (sekarang PP. Al Hidayat Lasem) dan masih banyak lagi. Sebuah kebijakan yang dimafhumi dan cukup beralasan, mengingat Pondok Pesantren Kauman merupakan satu-satunya pesantren yang ada di kawasan Kauman, desa Karangturi kecamatan Lasem kabupaten Rembang.

Layaknya sebuah pesantren baru, kesederhanaan serta kesahajaan banyak terlihat disana-sini, terutama kondisi infrastruktur, bangunan asrama santri masih berupa rumah-rumah panggung yang terbuat dari bahan kayu atu sering disebut dengan lumbung, musholla yang terbuat dari bahan yang sama, disamping tempat jama’ah juga difungsikan sebagai sarana belajar mengajar, mengingat belum tersedianya tempat khusus pembelajaran.
Meskipun dalam kesederhanaan jumlah santri terus meningkat dengan pesatnya, kabar tentang adanya pesantren di kawasan pecinan (komunitas Tionghoa) .

 Dari mulut ke mulut, respect dan respon positif terus berdatangan dari masyarakat sekitar, terbukti dengan adanya orangtua yang menitipkan anak-anaknya (baik putra maupun putri) untuk mendapatkan pendidikan di Pesantren ini, sehingga dalam usianya yang masih tergolong muda, jumlah santri saat ini mencapai 166 santri mukim. 135 santri mahasiswa,270 santri weton, serta 200 santri kalong.
Dan kini di Pesantren Kauman telah berdiri sebuah Perguruan Tinggi Negeri, yang merupakan kelas jauh dari UPBJJ UT (Universitas Terbuka) semarang Pokjar Lasem. Di Pesaantren ini pula setiap tahunnya dilaksanakan Tes seleksi beasiswa study ke Universitas AL AHGAFF Yaman.

4. PONDOK PESANTREN AN NUR IHSAN

Lokasi : Geneng, Pranti, Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59254

Profil
Pondok Pesantren Nur-Ihsan Desa Pranti Rt 01 Rw 01 Kec. Sulang Kab. Rembang Jawa Tengah dirintis oleh Kyai Muhammad Ibrohim Al-Majid pada tahun 2005, beliau adalah santri dari Ulama Ahli Thoriqoh termashur Syekh Abdul Jalil Mustaqim Tulungagung Jawa Timur, yang sudah terkenal akan keilmuannya dalam bidang ilmu tasawuf.

Dengan latar belakang beliau sebagai santri Thoriqah, tentu awal berdirinya Pondok Pesanteren Nur-Ihsan ini kebanyakan muridnya adalah para santri yang bertujuan untuk belajar dan memperdalam keilmuannya dalam bidang rohani. Bahkan seringkali beliau menerima santri yang barangkali menurut khalayak umum dianggap sebagai orang yang mempunyai kelainan jiwa. Namun dengan seizin Allah SWT, para santri yang “berbeda” ini berangsur pulih, dan akhirnya sembuh total.

Seiring berjalannya waktu, para santri yang datang pun mulai bervariasi. Semakin ke sini semakin banyak santri yang tidak hanya butuh bimbingan secara rohani namun juga butuh dibimbing keilmuannya secara syar’i. Sehingga pengurus perlu untuk merumuskan sistem yang bisa mengakomodir keduanya. Baik dari sisi rohani maupun syar’i nya.

Pondok Pesantren Nur Ihsan ini dalam bimbingan syar’i nya berorientasi pada pembelajaran kitab Al-Qur’an, Al-Hadits dan kitab-kitab salaf lainnya yang ada kaitannya dengan syariát Islam. Baik yang bersinggungan dengan keilmuan fiqih misalnya maupun kelimuan tauhid, dan lain sebagainya.
Untuk bimbingan rohani, dalam hal ini langsung dibimbing oleh beliau Pengasuh Pondok Pesantren Nur Ihsan yaitu Kyai Muhammad Ibrahim Al-Majid, lewar berbagai macam amalan/laku yang harus ditempuh para santri. Seperti “laku suluk”, khususi-an, sampai dengan melaksanakan bai’at thariqah.

Dengan kedua pola bimbingan ini, diharapkan para santri yang ada maupun yang sudah lulus dari Pondok Pesantren Nur Ihsan ini, kelak akan menjadi manusia yang tidak hanya cakap secara keilmuan syar’i saja, namun juga diberikan kekuatan rohani, sebagai ruh dari keilmuan itu sendiri. Mampu menjadi pelopor dalam menjaga dan menegakkan agama Allah, serta bisa bermanfaat untuk masyarakat di masing-masing lingkungannya.

5. PONDOK PESANTREN AL-ANWAR

Lokasi : Karangmangu, Kec. Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59274

Pondok Pesanten Al Anwar 02 didirikan oleh KH Maemoen Zubair pada 30 Juli 2006 / 6 Rojab 1427 H dan diresmikan pada 7 Maret 2009 oleh Prof. Dr.Ir. H Muhammad Nuh, DEA yang pada saat itu menjabat sebagai menteri Informasi dan Komunikasi RI.

Dulunya ketika masih awal berdiri Pondok Pesantren Al Anwar 02 masih menjadi bagian dari Lembaga Al Anwar 01 yang diasuh oleh KH Maimoen Zubair. Meskipun masih menjadi bagian dari Al Anwar 1, Al Anwar 02 memiliki perbedaan meskipun tidak kontras dari Al Anwar 01, yakni pelajaran yang diajarkan dikombinasikan dengan pelajaran – pelajaran umum berbasis kurikulum dari Kementerian Agama.

Saat ini Pondok Pesantren Al Anwar 02 sudah menjadi bagian dari Yayasan Al Anwar 02 dimana didalamnya terdapat MI, MTs, MA & PP Al Anwar 02 yang di asuh langsung oleh putra pertama Syaikhina KH. Maimoen Zubair yaitu KH. Abdullah Ubab MZ. Pondok Pesantren Al Anwar 02 berlokasi di Dukuh Gondanrojo, Desa Kalipang, Kec. Sarang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Dari pondok yang awalnya hanya bangunan sederhana, kini semakin tahun mengalami perkembangan yang cukup pesat dari segi kuantitas santri maupun kualitas.

6. PONDOK PESANTREN ASH-SHIDIQIYYAH

Lokasi : Rembangan, Tasikagung, Kec. Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59212

Pesantren Raudlatun Nasyiin Ash-Shidiqiyyah yang terletak di Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini memiliki berbagai keunikan. Baik dari segi bangunan maupun kondisi psikologi para santrinya.  Pesantren ini mulai dirintis sejak tahun 2004 dan baru
mendapatkan akte dari pemerintah tahun 2005

Berbeda dengan pondok pesantren pada umumnya, pondok pesantren yang lebih terkenal dengan sebutan Ponpes RN ASA ini memiliki bangunan dengan gaya arsitektur pecinan. Ketika memasuki pintu gerbang menuju pesantren, orang akan dihadapkan pada pintu masuk berukuran kecil yang hanya cukup dilewati satu orang. Bukan hanya itu saja, pintu masuk tersebut juga dibuat dengan batu berukir layaknya bangunan kuno.

Keunikan pondok pesantren adalah gaya arsitektur pecinan seperti klenteng lebih menonjol dibandingkan dengan gaya bangunan pondok pesantren kebanyakan. Cat berwarna merah kombinasi warna emas menghias setiap dinding pondok. Di lantai bagian atas juga terdapat beberapa lampu lampion yang dijajar di bagian depan pondok.

EKSTRAKURIKULER

1. Tahfidzul Qur’an
2. Kajian Kitab kuning
3. Tahlil
4. Imamah
5. Khitobah Muhadlarah (Latihan Pidato/Dakwah)
6. Seni Hadroh
7. Kursus B. Arab dan B. Inggris
8. Ketrampilan Hidup dan Wirausaha
9. Beladiri

7. PONDOK PESANTREN AL QURAN

Lokasi : Narukan, Kec. Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59273

Seperti umumnya pesantren di Rembang, pondok pesantren ini juga lebih dikenal karena pengasuh pesantrennya, Gus Baha’. Pondok pesantren al Quran, karena lebih banyak kajian Quran ini terletak di Narukan, Kragan.

Pesantren ini adalah wujud dari cinta terhadap al Quran. Gus Baha’ dikenal sebagai seorang alim ulama yang memiliki kedalaman ilmu al Quran, namun beliau justru tidak mashur. Lebih senang dalam kajian keilmuan. Oleh sebab itu pesantren ini adalah pesantren terbaik dalam pendidikan Al Quran.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

7 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Rembang Jawa Tengah

Rembang merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Rembang.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salafiyah Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Rembang Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN RAUDLATUT THALIBIN

Lokasi : Jl. KH. Bisyri Mustofa No.1-4, Tawangsari, Leteh, Kec. Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59217

Berdiri pada tahun 1945, pasca masa pendudukan Jepang, pesantren ini semula lebih dikenal dengan nama Pesantren Rembang. Pada awal masa berdirinya menempati lokasi Jl. Mulyo no. 3 Rembang saja namun seiring dengan perkembangan waktu dan berkembangnya jumlah santri, pesantren ini mengalami perluasan sampai keadaan seperti sekarang. Tanah yang semula menjadi lokasi pesantren ini adalah tanah milik H. Zaenal Mustofa, ayah dari KH. Bisri Mustofa pendiri Pesantren Rembang. Kegiatan belajar mengajar sempat terhenti beberapa waktu akibat ketidakstabilan kondisi waktu itu yang mengharuskan KH. Bisri Mustofa harus mengungsi dan berpindah-pindah tempat sampai tahun 1949.

Pesantren ini oleh banyak orang disebut-sebut sebagai kelanjutan dari Pesantren Kasingan yang bubar akibat pendudukan Jepang pada tahun 1943. Pesantren Kasingan pada masa hidup KH. Cholil Kasingan adalah pesantren yang memiliki jumlah santri ratusan orang dan terkenal sebagai pesantren tahassus ‘ilmu ’alat. Santri-santri dari berbagai daerah belajar di sini untuk menuntut ilmu-ilmu alat sebagai ilmu yang dijadikan keahlian khusus macam nahwu (sintaksis Arab), shorof (morfologi Arab), balaghoh (stilistika).

Atas usul beberapa santri senior dan mengingat kondisi pada waktu itu pada tahun 1955, Pesantren Rembang diberi nama Raudlatuth Tholibin dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan nama Taman Pelajar Islam. Motto pesantren ini adalah ta’allama al-‘ilm wa ‘allamahu al-naas (kurang lebih berarti: mempelajari ilmu dan mengajarkannya pada masyarakat).

Pondok Pesantren (PP) Raudlatut Tholibin adalah satu di antara beberapa pesantren yang ada di Rembang. PP ini didirikan oleh KH Bisri Musthofa, ketika beliau menginjak usia relatif muda, sekitar 30 tahun ebelum mendirikan PP, Bisri “muda” telah melanglang Indonesia, mondok dari satu pesantren ke pesantren yang lain. Obsesinya untuk mendirikan PP setelah memiliki bekal ilmu agama yang cukup, dimotivasi oleh sebuah keinginan luhur yakni memberdayakan masyarakat setempat melalui pendidikan agama.

Semboyan hidup yang selalu tertanam di sanubarinya ialah li i’lai kalimatillah. KH Bisri menikah dengan salah seorang putri pengasuh PP Lasem Rembang. Dalam usia 63 tahun KH Bisri wafat, sehingga tingkat estafet kepemimpinan diturunkan kepada putra tertua, yakni KH Cholil Bisri, dibantu KH Musthofa Bisri, seorang ulama sekaligus budayawan terkenal. Masyarakat dan Potensi Wilayah PP Raudlatut Tholibin berada di desa Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah. Lokasi PP berada di antara rumah-rumah penduduk dan dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten Rembang.

Pendidikan kepesantrenan
Kegiatan pendidikan kepesantrenan di PP meliputi: Madrasah Diniyah (I’dad), Taman Pendidikan al-Quran (TPA/TPQ), kajian kitab salafi dengan metode sorogan dan bandongan. TPA/ TPQ dengan materi Qiroati, dibuka untuk kalangan santri sendiri maupun masyarakat sekitar.Materi kajian kitab yang diwajibkan meliputi: fiqih, ushul fiqih, tauhid, nahwu, sharaf, balaghah, akhlak/tasawuf, tafsir al-Quran, hadis, mustholah hadis, bahasa Arab, tajwid, qowaidul fiqih, ilmu tafsir, tarih Islam, tarikh tasyri’, mantiq, dan imla’.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tilawatil Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab);
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari;
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah,
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis,
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an;
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik,
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha: ternak sapi, tanam jamur dan kebun.

2. PONDOK PESANTREN AL HIDAYAT

Lokasi : Bayanan, Soditan, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59271

Pondok Pesantren Al - Hidayat didirikan oleh Almaghfurlah Simbah KH. Ma'shoem Ahmad pada tahun 1916 Masehi di desa Soditan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang. Keberadaan Pondok Pesantren Al-Hidayat terletak kurang lebih 370 m dari pantai laut jawa. KH. Ma'shoem Ahmad pada mulanya berguru (nyantri) di Pondok Pesantren Jamsaren-Solo.

 Kemudian dilanjutkan di Pondok Pesantren Bangkalan Madura dibawah asuhan KH. Cholil, selain itu beliau juga berguru pada kiyai - kiyai besar lain. setelah menikah dengan Nyai Hj. Nuriyyah beliau berdagang topi di Jombang namun tidak berlangsung lama karena beliau mempunyai tekad yang kuat untuk terus mengadakan dakwah dan melawan penjajahan Belanda, sehingga pada tahun 1916 M beliau mendirikan Pondok Pesantren Al-Hidayat dengan maksud untuk meningkatkan kegiatan dakwah, belajar mengajar, ibadah dan mengumpulkan massa untuk bersama - sama melawan penjajahan.
Pesantren yang dirintisnya tersebut pada awal mulanya hanya terdapat empat santri, kemudian pada masa - masa selanjutnya banyak sekali santri - santri yang berdatangan, terutama mereka yang mempunyai semangat, visi, misi dan keinginan yang sama dengan beliau.

Tercatat beberapa alumni Al-Hidayat dibawah didikan dan binaan beliau antara lain KH. Idam Kholid (pernah duduk sebagai ketua DPR/MPR RI) KH. Ahmad Syaikhu (Anggota DPR/MPR RI) KH. Saifuddin Zuhri (salah seorang kiyai / tokoh pengurus PBNU), KH. Subhan ZE, (seorang Tokoh muda NU pada masa itu), KH. Mukti Ali (Menteri Agama), dan banyak pura alumni yang saat ini menjadi tokoh masyarakat.

Pada masa pendirian Organisasi Nahdlatul Ulama, beliau termasuk tokoh utama yang berperan didalamnya. pada saat itu selain terdapat beberapa kiyai lain yaitu KH. Wahab Hasbullah, KH. Hasyim As'ari dan KH. Bisri Samsuri.

System Pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Al-Hidayat dari mulai berdiri dan semasa hidup KH. Ma'shoem dan KH. Ahmad Syakir menganut pendidikan salafy, yaitu khusus mengkaji ilmu - ilmu agama yang bersumber dari kitab kuning (klasik) baru pada periode Nyai Hj. Azizah Ma'shoem dan KH. Zaenuddin Maftuchin system pendidikan berubah memadukan salafy dan sekolah formal yang kurikulumnya selain mengacu pada kitab kuning juga menggunakan kurikulum Departemen Agama.

3. PONDOK PESANTREN KAUMAN LASEM

Lokasi : Mahbong, Karangturi, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59271

Pesantren yang diawal berdirinya hanya memilki 3 (tiga) santri putri dan 2 (dua) santri putra ini, oleh pengasuh sekaligus pendirinya yakni KH.M.Za’im Ahmad Ma’shoem di beri nama Pondok Pesantren Kauman, sebuah kebiasaan yang sering dilakukan para kyai terdahulu dalam memberikan nama untuk pesantrennya dengan menisbatkan pada daerah tinggalnya, sebut saja Pondok Pesantren Langitan Tuban, PP. Krapyak Yogyakarta, PP. Lirboyo Kediri,PP. Gontor (sekarang PP. Modern Darussalam Gontor), Perguruan Islam Soditan (sekarang PP. Al Hidayat Lasem) dan masih banyak lagi. Sebuah kebijakan yang dimafhumi dan cukup beralasan, mengingat Pondok Pesantren Kauman merupakan satu-satunya pesantren yang ada di kawasan Kauman, desa Karangturi kecamatan Lasem kabupaten Rembang.

Layaknya sebuah pesantren baru, kesederhanaan serta kesahajaan banyak terlihat disana-sini, terutama kondisi infrastruktur, bangunan asrama santri masih berupa rumah-rumah panggung yang terbuat dari bahan kayu atu sering disebut dengan lumbung, musholla yang terbuat dari bahan yang sama, disamping tempat jama’ah juga difungsikan sebagai sarana belajar mengajar, mengingat belum tersedianya tempat khusus pembelajaran.
Meskipun dalam kesederhanaan jumlah santri terus meningkat dengan pesatnya, kabar tentang adanya pesantren di kawasan pecinan (komunitas Tionghoa) .

 Dari mulut ke mulut, respect dan respon positif terus berdatangan dari masyarakat sekitar, terbukti dengan adanya orangtua yang menitipkan anak-anaknya (baik putra maupun putri) untuk mendapatkan pendidikan di Pesantren ini, sehingga dalam usianya yang masih tergolong muda, jumlah santri saat ini mencapai 166 santri mukim. 135 santri mahasiswa,270 santri weton, serta 200 santri kalong.
Dan kini di Pesantren Kauman telah berdiri sebuah Perguruan Tinggi Negeri, yang merupakan kelas jauh dari UPBJJ UT (Universitas Terbuka) semarang Pokjar Lasem. Di Pesaantren ini pula setiap tahunnya dilaksanakan Tes seleksi beasiswa study ke Universitas AL AHGAFF Yaman.

4. PONDOK PESANTREN AN NUR IHSAN

Lokasi : Geneng, Pranti, Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59254

Profil
Pondok Pesantren Nur-Ihsan Desa Pranti Rt 01 Rw 01 Kec. Sulang Kab. Rembang Jawa Tengah dirintis oleh Kyai Muhammad Ibrohim Al-Majid pada tahun 2005, beliau adalah santri dari Ulama Ahli Thoriqoh termashur Syekh Abdul Jalil Mustaqim Tulungagung Jawa Timur, yang sudah terkenal akan keilmuannya dalam bidang ilmu tasawuf.

Dengan latar belakang beliau sebagai santri Thoriqah, tentu awal berdirinya Pondok Pesanteren Nur-Ihsan ini kebanyakan muridnya adalah para santri yang bertujuan untuk belajar dan memperdalam keilmuannya dalam bidang rohani. Bahkan seringkali beliau menerima santri yang barangkali menurut khalayak umum dianggap sebagai orang yang mempunyai kelainan jiwa. Namun dengan seizin Allah SWT, para santri yang “berbeda” ini berangsur pulih, dan akhirnya sembuh total.

Seiring berjalannya waktu, para santri yang datang pun mulai bervariasi. Semakin ke sini semakin banyak santri yang tidak hanya butuh bimbingan secara rohani namun juga butuh dibimbing keilmuannya secara syar’i. Sehingga pengurus perlu untuk merumuskan sistem yang bisa mengakomodir keduanya. Baik dari sisi rohani maupun syar’i nya.

Pondok Pesantren Nur Ihsan ini dalam bimbingan syar’i nya berorientasi pada pembelajaran kitab Al-Qur’an, Al-Hadits dan kitab-kitab salaf lainnya yang ada kaitannya dengan syariát Islam. Baik yang bersinggungan dengan keilmuan fiqih misalnya maupun kelimuan tauhid, dan lain sebagainya.
Untuk bimbingan rohani, dalam hal ini langsung dibimbing oleh beliau Pengasuh Pondok Pesantren Nur Ihsan yaitu Kyai Muhammad Ibrahim Al-Majid, lewar berbagai macam amalan/laku yang harus ditempuh para santri. Seperti “laku suluk”, khususi-an, sampai dengan melaksanakan bai’at thariqah.

Dengan kedua pola bimbingan ini, diharapkan para santri yang ada maupun yang sudah lulus dari Pondok Pesantren Nur Ihsan ini, kelak akan menjadi manusia yang tidak hanya cakap secara keilmuan syar’i saja, namun juga diberikan kekuatan rohani, sebagai ruh dari keilmuan itu sendiri. Mampu menjadi pelopor dalam menjaga dan menegakkan agama Allah, serta bisa bermanfaat untuk masyarakat di masing-masing lingkungannya.

5. PONDOK PESANTREN AL-ANWAR

Lokasi : Karangmangu, Kec. Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59274

Pondok Pesanten Al Anwar 02 didirikan oleh KH Maemoen Zubair pada 30 Juli 2006 / 6 Rojab 1427 H dan diresmikan pada 7 Maret 2009 oleh Prof. Dr.Ir. H Muhammad Nuh, DEA yang pada saat itu menjabat sebagai menteri Informasi dan Komunikasi RI.

Dulunya ketika masih awal berdiri Pondok Pesantren Al Anwar 02 masih menjadi bagian dari Lembaga Al Anwar 01 yang diasuh oleh KH Maimoen Zubair. Meskipun masih menjadi bagian dari Al Anwar 1, Al Anwar 02 memiliki perbedaan meskipun tidak kontras dari Al Anwar 01, yakni pelajaran yang diajarkan dikombinasikan dengan pelajaran – pelajaran umum berbasis kurikulum dari Kementerian Agama.

Saat ini Pondok Pesantren Al Anwar 02 sudah menjadi bagian dari Yayasan Al Anwar 02 dimana didalamnya terdapat MI, MTs, MA & PP Al Anwar 02 yang di asuh langsung oleh putra pertama Syaikhina KH. Maimoen Zubair yaitu KH. Abdullah Ubab MZ. Pondok Pesantren Al Anwar 02 berlokasi di Dukuh Gondanrojo, Desa Kalipang, Kec. Sarang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Dari pondok yang awalnya hanya bangunan sederhana, kini semakin tahun mengalami perkembangan yang cukup pesat dari segi kuantitas santri maupun kualitas.

6. PONDOK PESANTREN ASH-SHIDIQIYYAH

Lokasi : Rembangan, Tasikagung, Kec. Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59212

Pesantren Raudlatun Nasyiin Ash-Shidiqiyyah yang terletak di Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini memiliki berbagai keunikan. Baik dari segi bangunan maupun kondisi psikologi para santrinya.  Pesantren ini mulai dirintis sejak tahun 2004 dan baru
mendapatkan akte dari pemerintah tahun 2005

Berbeda dengan pondok pesantren pada umumnya, pondok pesantren yang lebih terkenal dengan sebutan Ponpes RN ASA ini memiliki bangunan dengan gaya arsitektur pecinan. Ketika memasuki pintu gerbang menuju pesantren, orang akan dihadapkan pada pintu masuk berukuran kecil yang hanya cukup dilewati satu orang. Bukan hanya itu saja, pintu masuk tersebut juga dibuat dengan batu berukir layaknya bangunan kuno.

Keunikan pondok pesantren adalah gaya arsitektur pecinan seperti klenteng lebih menonjol dibandingkan dengan gaya bangunan pondok pesantren kebanyakan. Cat berwarna merah kombinasi warna emas menghias setiap dinding pondok. Di lantai bagian atas juga terdapat beberapa lampu lampion yang dijajar di bagian depan pondok.

EKSTRAKURIKULER

1. Tahfidzul Qur’an
2. Kajian Kitab kuning
3. Tahlil
4. Imamah
5. Khitobah Muhadlarah (Latihan Pidato/Dakwah)
6. Seni Hadroh
7. Kursus B. Arab dan B. Inggris
8. Ketrampilan Hidup dan Wirausaha
9. Beladiri

7. PONDOK PESANTREN AL QURAN

Lokasi : Narukan, Kec. Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59273

Seperti umumnya pesantren di Rembang, pondok pesantren ini juga lebih dikenal karena pengasuh pesantrennya, Gus Baha’. Pondok pesantren al Quran, karena lebih banyak kajian Quran ini terletak di Narukan, Kragan.

Pesantren ini adalah wujud dari cinta terhadap al Quran. Gus Baha’ dikenal sebagai seorang alim ulama yang memiliki kedalaman ilmu al Quran, namun beliau justru tidak mashur. Lebih senang dalam kajian keilmuan. Oleh sebab itu pesantren ini adalah pesantren terbaik dalam pendidikan Al Quran.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

No comments