Kabupaten Bangkalan adalah sebuah kabupaten di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Bangkalan.

Pendidikan agama di Bangkalan terbilang cukup banyak, hal ini terbukti dengan adanya pondok pesantren yang terkenal. Berikut ini adalah daftar Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Bangkalan Jawa Timur :

1. PONDOK PESANTREN ASSHOMADIYAH

Lokasi : Mortorang, Burneh, Kec. Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69121

Pondok Pesantren Salafiyah Asshomadiyah didirikan oleh Kyai Haji Makki Syarbini sekitar abad 18 Masehi. Pesantren ini didirikan setelah beliau selesai melakukan pengembaraan menuntut ilmu  diberbagai daerah di nusantara, untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya.Asshomadiyah terletak di Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan Jawa Timur.

Komplek Asshomadiyah, jalan Lorong Temur dahulu adalah persawahan. Namun sejak berdirinya pesantren secara bertahap daerah persawahan itu menjadi pemukiman yang ramai. Awal mula kegiatan pengajian KH. Makki Syarbini dipusatkan di sebuah bangunan yang berbentuk langgar/mushola panggung berbahan kayu yang berada di halaman kediaman beliau. Saat ini bangunan itu menjadi masjid Jami.

Fasilitas

Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang, kamarmandi/wc, klinik kesehatan.

Ekstrakurikuler

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Hadrah
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha

2. PONDOK PESANTREN. SYAICHONA MOH. CHOLIL

Lokasi : Jl. KH. Moh. Kholil I No. 6, Demangan, Demangan Barat, Demangan, Kec. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69115

Pondok Pesantren Kyai Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan Madura Jawa Timur Indonesia yang didirikan oleh Kyai Haji (KH) Kholil (Khalil) Bangkalan yang lebih dikenal dengan sebutan Syaikhona (Syaichona) Mohammad Kholil Bangkalan. Pondok Pesantren (Ponpes) di dirikan pada 1861 Masehi. Kyai Kholil bangkalan madura sangat di segani oleh para kyai pada zaman nya dan sangat alim.

Syaikhona (Syaichona) Kholil atau Kyai Kholil Bangkalan Madura mendirikan sebuah pesantren di daerah Cengkubuan, Bangkalan. Setelah putrinya, Siti Khatimah, dinikahkan dengan keponakannya sendiri, yaitu Kiai Muntaha (Muhammad Thaha); pesantren di desa Cengkubuan itu kemudian diserahkan kepada menantunya tersebut. Dan Kiai Khalil sendiri, pada tahun 1861 M. mendirikan pesantren lagi di daerah Kademangan, hampir di pusat kota, sekitar 200 meter sebelah Barat alun-alun kota Kabupaten Bangkalan. Letak pesantren yang baru itu, hanya selang 1 kilometer dari pesantren lama dan desa kelahirannya. Pesantren yang terakhir ini kemudian dikenal sebagai Pesantren Syaikhona Kholil.

PENDIDIKAN

Pendidikan yang ada di Pondok Pesantren syaichona Moh. Cholil terdiri dari pendidikan formal dan non formal.

Pendidikan Formal 

1. Pendidikan Diniyah Formal (3 Tahun)
2. MTs Al-Ma'arif (3 Tahun)
3. SMA Ma'arif (3 Tahun)
4. Kesetaraan A, B, C (Wajar Dik-Das Tingkat Ula, Wustha dan Paket C)
5. Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil (STAIS)

Pendidikan Informal 

1. Madrasah Diniyah I’dadiyah (1 Tahun)
2. Madrasah Diniyah Ibtida'iyah (6 Tahun)
3. Madrasah Diniyah Tsanawiyah (3 Tahun)
4. Madrasah Diniyah Aliyah (3 Tahun) 

Pendidikan Nonformal

1. Bansus Al-Qu'ran
2. Tahfidz Al- Qur'an
3. Tahfidz Al-Fiyah
4. Pengajian Kitab Kuning
5. Majelis Munadhoroh Ma'hadiyah (M3)
Program
1. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Syaichona Moh. Cholil
2. Pusat Kesehatan Pondok Pesantren (PUSKESTREN)
3. Lajnah Falakiyah
4. Lajnah Dirosiyah
Fasilitas
1. masjid
2. auditorium
3. toilet
4. perpustakaan
5. kantor guru
6. asrama santri (15 Asrama), (150 kamar)
7. ruang sekolah
8. asrama guru
9. dapur induk

Ekstrakurikuler

1. Kursus Qiro'atul Qur'an Bittaghonni
2. Kursus Bahasa Asing (Arab & Inggris)
3. Leadership dan Manajemen
4. Kursus Khitobah (Jam’iyatul Muballighin)
5. Diklat (pendidikan dan latihan)
6. Kursus Kaligrafi
7. Jam'iyah Qoshoid Isadul Ahbab
8. Jam'iyah Hadrah Ishari Shilatil Akarimi
9. Jam’iyah Maulid al-Habsy

3. PONDOK PESANTREN NURUL CHOLIL

Lokasi : Jl. Kyai H. Kholil III No.10, Demangan Barat, Demangan, Kec. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69115

Pondok Pesantren Nurul Cholil didirikan pada tahun 1957 oleh KH. Muntashor. Pada awalnya, Pondok Pesantren Nurul Cholil hanyalah berupa sebuah musholla kecil berukuran 4x4m2, yang lalu diperluas menjadi 8x12 m2. Bangunan ini lalu dipecah menjadi empat bilik, yang tentu saja kecil-kecil. Saking kecilnya tempat tersebut oleh Ibu Nyai Nadzifah Binti KH. Imron Kholil disebut "Cangkruk" -tempat kecil untuk beristirahat dan berfikir.

Dimulai dengan seorang santri mukim pertama yang bernama syafi'i, Pondok Pesanten Nurul Cholil terus mendapatkan kepercayaan masyarakat. Puluhan bahkan ratusan orang tua menitipkan anaknya untuk dididik di Pondok Pesanten Nurul Cholil. Agar istilah cangkruk tidak dibicarakan orang lagi, saat itu orang sering menyebut Pondok Pesanten Nurul Cholil dengan sebutan Pondok Barat (Pondhuk jubara': Madura). Santri terus bertamabah sampai bilik-bilikpun terus ditambah sampai mencapai 23 bilik.

Pada saat-saat seperti itulah, lalu tiba-tiba semua santri dikejutkan dengan wafatnya Pendiri sekaligus pengasuh pertama Pondok Pesanten Nurul Cholil yakni KH. Muntashor Muhammad. Meskipun berurai air mata duka, seluruh insan pesantren sadar bahwa perjuangan dakwah melalui pesantren harus terus dilanjutakan. Maka pada tahun kejadian tersebut, tahun 1977 kepemimpinan Pondok Pesantren dipangku oleh putra tunggal KH. Muntashor Muhammad yakni KH. Zubair Muntashor dan sampai kini masih tetap memangku pondok pesantren tersebut.

Dibawah kepemimpinan KH. Zubair Muntashor Pondok Pesanten Nurul Cholil terus berbenah. Dengan tetap berpegang pada model salaf yang berciri khas pada pengkajian intensif kitab kuning (klasik), sistem belajar yang dibagi menjadi dua yakni model bagongan (Klasikal) dan sorongan (privat) dengan gaya monologis, dan juga mulai diterapkan gaya dialogis.

Gaya monologis dipandu ole Pengasuh dan Ustadz senior, sedangkan gaya dialogis dipandu oleh para Ustadz dengan kelompok yang lebih terbatas disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri. Dengan cara demikian maka diharapakan para sanri bisa membaca dan memahami kitan kuning baik secara tekstual maupun kontekstua. Lebih jauh, karena nantinya akan terjun ke masyarakat, hasil pemahamannya bisa diaktualisasikan di tengah masyarakat.

Namun setingkat ini, Pondok Pesantren Nurul Cholil masih sebatas menampung santri putra. Baru pada tahun 1986 Pondok Pesantren Nurul Cholil mulai mendirikan Pesantren Putri secara khusus. Hal ini sesuai dengan pandangan pengasuh tetntang penting pendidikan agama untuk kaum wanita. Hal demikian juga sejalan dengan antusiasme masyarakat, yang mulai sadar betapa pentingnya ilmu agama. Tidak hanya untuk kaum laki-laki, tetapi juga kaum wanita.

Tahun 1987, adalah tahun penting bagi perjalanan Pondok Pesantren Nurul Cholil selanjutnya. Betapa tidak, sejak tahun itu mulai diterapkan struktur kepengurusan Pondok Pesantren sesuai manajemen organisasi modern. Mengingat jumlah santri yang terus bertambah pemebenahan demi pembenahan terus dulakukan. Sarana dan prasarana terus bertamabah , unit demi unit pun bermunculan satu demi satu. Bilik-bilik kecil dimasa lalau sudah banyak berganti dengan gedung-gedung tinggi berlantai tiga atau empat.

Sejak tahun 1998 sampai sekarang, berturut-turut unit organisasi dibawah Pondok Pesantren Nurul Cholil masing-masing memantapkan eksistensnya. Dimulai dengan unti pendidikan formal  yang bernama Madrasah Asrorul Cholil, yang menampung siswa-siswa Tsanawiyah sampai Aliyah seolah semaikn memperkaya Pondok Pesantren Nurul Cholil yang sejak dulu sudah eksis dengan Madrasah Diniyahnya.

SISTEM PENDIDIKAN

Pendidikan Formal

1. Program Amtsilati
2. Madrasah Ibtidaiyah
3. Madrasah Tsanawiyah
4. Madrasah Aliyah

Pendidikan Non Formal

● Forum Kajian Kitab Kuning
● Majlis Musyawarah Mingguan & Bulanan (M3B)
● Forum Musyawarah Kubra (FMK)

Biro Dan Lembaga

● Lembaga Pengajaran Al-Qur'an (LPQ)
● Jam'iyah Qurra' Wal Huffadz (JQWH)
● Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Arab & Inggris
● Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Al-Muta'allimin
● Jam'iyah Shalawat Anaasyidusshafa
● Majlis Ta'lim, Dzikir Dan Shalawat Asrorul Musthofa
● Kursus Komputer (Reguler, Privat & Teknisi)
● Kelompok Bimbingan Haji (KBIH) Asshafa
● Himpunan Santri & Alumni Nurul Cholil (HISAN)

Ekstrakurikuler

1. Tahsin dan Tahfidz
2. Tahassus Kitab Salafy       
3. Seni Baca Alquran
4. Khitobah 3 Bahasa
5. Hadroh
6. Praktek Ubudiyah
7. Pramuka
8. Beladiri
9. English Club
10. Komputer
11. Futsal
12. Volly
13. Basket
14. Tenis meja
15. Paskibra

Itulah deretan Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Bangkalan Jawa Timur.

3 Pondok Pesantren Terbaik Dan Terbesar di Bangkalan Jawa Timur

Kabupaten Bangkalan adalah sebuah kabupaten di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Bangkalan.

Pendidikan agama di Bangkalan terbilang cukup banyak, hal ini terbukti dengan adanya pondok pesantren yang terkenal. Berikut ini adalah daftar Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Bangkalan Jawa Timur :

1. PONDOK PESANTREN ASSHOMADIYAH

Lokasi : Mortorang, Burneh, Kec. Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69121

Pondok Pesantren Salafiyah Asshomadiyah didirikan oleh Kyai Haji Makki Syarbini sekitar abad 18 Masehi. Pesantren ini didirikan setelah beliau selesai melakukan pengembaraan menuntut ilmu  diberbagai daerah di nusantara, untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya.Asshomadiyah terletak di Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan Jawa Timur.

Komplek Asshomadiyah, jalan Lorong Temur dahulu adalah persawahan. Namun sejak berdirinya pesantren secara bertahap daerah persawahan itu menjadi pemukiman yang ramai. Awal mula kegiatan pengajian KH. Makki Syarbini dipusatkan di sebuah bangunan yang berbentuk langgar/mushola panggung berbahan kayu yang berada di halaman kediaman beliau. Saat ini bangunan itu menjadi masjid Jami.

Fasilitas

Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang, kamarmandi/wc, klinik kesehatan.

Ekstrakurikuler

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Hadrah
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha

2. PONDOK PESANTREN. SYAICHONA MOH. CHOLIL

Lokasi : Jl. KH. Moh. Kholil I No. 6, Demangan, Demangan Barat, Demangan, Kec. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69115

Pondok Pesantren Kyai Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan Madura Jawa Timur Indonesia yang didirikan oleh Kyai Haji (KH) Kholil (Khalil) Bangkalan yang lebih dikenal dengan sebutan Syaikhona (Syaichona) Mohammad Kholil Bangkalan. Pondok Pesantren (Ponpes) di dirikan pada 1861 Masehi. Kyai Kholil bangkalan madura sangat di segani oleh para kyai pada zaman nya dan sangat alim.

Syaikhona (Syaichona) Kholil atau Kyai Kholil Bangkalan Madura mendirikan sebuah pesantren di daerah Cengkubuan, Bangkalan. Setelah putrinya, Siti Khatimah, dinikahkan dengan keponakannya sendiri, yaitu Kiai Muntaha (Muhammad Thaha); pesantren di desa Cengkubuan itu kemudian diserahkan kepada menantunya tersebut. Dan Kiai Khalil sendiri, pada tahun 1861 M. mendirikan pesantren lagi di daerah Kademangan, hampir di pusat kota, sekitar 200 meter sebelah Barat alun-alun kota Kabupaten Bangkalan. Letak pesantren yang baru itu, hanya selang 1 kilometer dari pesantren lama dan desa kelahirannya. Pesantren yang terakhir ini kemudian dikenal sebagai Pesantren Syaikhona Kholil.

PENDIDIKAN

Pendidikan yang ada di Pondok Pesantren syaichona Moh. Cholil terdiri dari pendidikan formal dan non formal.

Pendidikan Formal 

1. Pendidikan Diniyah Formal (3 Tahun)
2. MTs Al-Ma'arif (3 Tahun)
3. SMA Ma'arif (3 Tahun)
4. Kesetaraan A, B, C (Wajar Dik-Das Tingkat Ula, Wustha dan Paket C)
5. Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil (STAIS)

Pendidikan Informal 

1. Madrasah Diniyah I’dadiyah (1 Tahun)
2. Madrasah Diniyah Ibtida'iyah (6 Tahun)
3. Madrasah Diniyah Tsanawiyah (3 Tahun)
4. Madrasah Diniyah Aliyah (3 Tahun) 

Pendidikan Nonformal

1. Bansus Al-Qu'ran
2. Tahfidz Al- Qur'an
3. Tahfidz Al-Fiyah
4. Pengajian Kitab Kuning
5. Majelis Munadhoroh Ma'hadiyah (M3)
Program
1. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Syaichona Moh. Cholil
2. Pusat Kesehatan Pondok Pesantren (PUSKESTREN)
3. Lajnah Falakiyah
4. Lajnah Dirosiyah
Fasilitas
1. masjid
2. auditorium
3. toilet
4. perpustakaan
5. kantor guru
6. asrama santri (15 Asrama), (150 kamar)
7. ruang sekolah
8. asrama guru
9. dapur induk

Ekstrakurikuler

1. Kursus Qiro'atul Qur'an Bittaghonni
2. Kursus Bahasa Asing (Arab & Inggris)
3. Leadership dan Manajemen
4. Kursus Khitobah (Jam’iyatul Muballighin)
5. Diklat (pendidikan dan latihan)
6. Kursus Kaligrafi
7. Jam'iyah Qoshoid Isadul Ahbab
8. Jam'iyah Hadrah Ishari Shilatil Akarimi
9. Jam’iyah Maulid al-Habsy

3. PONDOK PESANTREN NURUL CHOLIL

Lokasi : Jl. Kyai H. Kholil III No.10, Demangan Barat, Demangan, Kec. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69115

Pondok Pesantren Nurul Cholil didirikan pada tahun 1957 oleh KH. Muntashor. Pada awalnya, Pondok Pesantren Nurul Cholil hanyalah berupa sebuah musholla kecil berukuran 4x4m2, yang lalu diperluas menjadi 8x12 m2. Bangunan ini lalu dipecah menjadi empat bilik, yang tentu saja kecil-kecil. Saking kecilnya tempat tersebut oleh Ibu Nyai Nadzifah Binti KH. Imron Kholil disebut "Cangkruk" -tempat kecil untuk beristirahat dan berfikir.

Dimulai dengan seorang santri mukim pertama yang bernama syafi'i, Pondok Pesanten Nurul Cholil terus mendapatkan kepercayaan masyarakat. Puluhan bahkan ratusan orang tua menitipkan anaknya untuk dididik di Pondok Pesanten Nurul Cholil. Agar istilah cangkruk tidak dibicarakan orang lagi, saat itu orang sering menyebut Pondok Pesanten Nurul Cholil dengan sebutan Pondok Barat (Pondhuk jubara': Madura). Santri terus bertamabah sampai bilik-bilikpun terus ditambah sampai mencapai 23 bilik.

Pada saat-saat seperti itulah, lalu tiba-tiba semua santri dikejutkan dengan wafatnya Pendiri sekaligus pengasuh pertama Pondok Pesanten Nurul Cholil yakni KH. Muntashor Muhammad. Meskipun berurai air mata duka, seluruh insan pesantren sadar bahwa perjuangan dakwah melalui pesantren harus terus dilanjutakan. Maka pada tahun kejadian tersebut, tahun 1977 kepemimpinan Pondok Pesantren dipangku oleh putra tunggal KH. Muntashor Muhammad yakni KH. Zubair Muntashor dan sampai kini masih tetap memangku pondok pesantren tersebut.

Dibawah kepemimpinan KH. Zubair Muntashor Pondok Pesanten Nurul Cholil terus berbenah. Dengan tetap berpegang pada model salaf yang berciri khas pada pengkajian intensif kitab kuning (klasik), sistem belajar yang dibagi menjadi dua yakni model bagongan (Klasikal) dan sorongan (privat) dengan gaya monologis, dan juga mulai diterapkan gaya dialogis.

Gaya monologis dipandu ole Pengasuh dan Ustadz senior, sedangkan gaya dialogis dipandu oleh para Ustadz dengan kelompok yang lebih terbatas disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri. Dengan cara demikian maka diharapakan para sanri bisa membaca dan memahami kitan kuning baik secara tekstual maupun kontekstua. Lebih jauh, karena nantinya akan terjun ke masyarakat, hasil pemahamannya bisa diaktualisasikan di tengah masyarakat.

Namun setingkat ini, Pondok Pesantren Nurul Cholil masih sebatas menampung santri putra. Baru pada tahun 1986 Pondok Pesantren Nurul Cholil mulai mendirikan Pesantren Putri secara khusus. Hal ini sesuai dengan pandangan pengasuh tetntang penting pendidikan agama untuk kaum wanita. Hal demikian juga sejalan dengan antusiasme masyarakat, yang mulai sadar betapa pentingnya ilmu agama. Tidak hanya untuk kaum laki-laki, tetapi juga kaum wanita.

Tahun 1987, adalah tahun penting bagi perjalanan Pondok Pesantren Nurul Cholil selanjutnya. Betapa tidak, sejak tahun itu mulai diterapkan struktur kepengurusan Pondok Pesantren sesuai manajemen organisasi modern. Mengingat jumlah santri yang terus bertambah pemebenahan demi pembenahan terus dulakukan. Sarana dan prasarana terus bertamabah , unit demi unit pun bermunculan satu demi satu. Bilik-bilik kecil dimasa lalau sudah banyak berganti dengan gedung-gedung tinggi berlantai tiga atau empat.

Sejak tahun 1998 sampai sekarang, berturut-turut unit organisasi dibawah Pondok Pesantren Nurul Cholil masing-masing memantapkan eksistensnya. Dimulai dengan unti pendidikan formal  yang bernama Madrasah Asrorul Cholil, yang menampung siswa-siswa Tsanawiyah sampai Aliyah seolah semaikn memperkaya Pondok Pesantren Nurul Cholil yang sejak dulu sudah eksis dengan Madrasah Diniyahnya.

SISTEM PENDIDIKAN

Pendidikan Formal

1. Program Amtsilati
2. Madrasah Ibtidaiyah
3. Madrasah Tsanawiyah
4. Madrasah Aliyah

Pendidikan Non Formal

● Forum Kajian Kitab Kuning
● Majlis Musyawarah Mingguan & Bulanan (M3B)
● Forum Musyawarah Kubra (FMK)

Biro Dan Lembaga

● Lembaga Pengajaran Al-Qur'an (LPQ)
● Jam'iyah Qurra' Wal Huffadz (JQWH)
● Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Arab & Inggris
● Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Al-Muta'allimin
● Jam'iyah Shalawat Anaasyidusshafa
● Majlis Ta'lim, Dzikir Dan Shalawat Asrorul Musthofa
● Kursus Komputer (Reguler, Privat & Teknisi)
● Kelompok Bimbingan Haji (KBIH) Asshafa
● Himpunan Santri & Alumni Nurul Cholil (HISAN)

Ekstrakurikuler

1. Tahsin dan Tahfidz
2. Tahassus Kitab Salafy       
3. Seni Baca Alquran
4. Khitobah 3 Bahasa
5. Hadroh
6. Praktek Ubudiyah
7. Pramuka
8. Beladiri
9. English Club
10. Komputer
11. Futsal
12. Volly
13. Basket
14. Tenis meja
15. Paskibra

Itulah deretan Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Bangkalan Jawa Timur.

Tidak ada komentar