BLITAR JATIM - Seorang narapidana (napi) kasus narkoba meninggal di dalam Lapas Kelas IIB Blitar. Napi narkoba ini diketahui sudah lama menderita diabetes.

Napi ini adalah Purwanto (38), warga Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Kepala Keamanan Lapas Kelas 2B Blitar Bambang Setiawan menjelaskan pada pukul 04.00 WIB petugas blok melakukan kontrol keliling namun tidak mendapati kejadian apa-apa. Hanya berselang 10 menit kemudian, seorang napi dari kamar 11 blok C-2 melaporkan bahwa teman satu selnya diduga pingsan.

"Pukul 04.20 WIB kami bersama tim medis mendatangi lokasi. Hasil pemeriksaan tim medis, yang bersangkutan dinyatakan telah meninggal dunia. Lalu kalapas menyarankan kami berkoordinasi dengan Polsek Kepanjenkidul," papar Bambang dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/9/2020).

Tim inafis Polresta Blitar kemudian datang dan mengevakuasi jenazah Purwanto ke rumah sakit Mardi Waluyo Kota Blitar. Sementara, rekam medis yang bersangkutan telah lama menderita diabetes.

"Purwanto ini masih muda tapi sudah lama menderita diabetes. Kemarin pagi juga berobat di tim medis internal kami. Dan barusan rumah sakit menginformasikan, kalau jasadnya bebas dari paparan COVID-19. Jadi pemulasaraannya normal, sekarang persiapan menuju rumahnya di Dampit," tandasnya.

Purwanto diganjar vonis pidana selama 7 tahun 6 bulan. Awalnya, dia menjadi napi binaan di Lapas Malang. Namun pada 7 Februari 2019, dia dipindahkan ke Lapas Kelas IIB Blitar. Disini, Purwanto menjalani sisa hukuman selama 4 tahun 4 bulan 23 hari. Namun ajal telah menjemputnya hari ini.

Lapas Kelas IIB Blitar berencana melakukan tindakan antisipatif pada saat pandemi COVID-19 ini. Sebanyak 36 napi narkoba yang sekamar dengan Purwanto akan diambil rapid testnya. Dan mulai pagi ini, mereka akan disolasi di dalam kamar 11 sampai rapidnya testnya menunjukkan hasil non reaktif.

"Kami telah koordinasi dengan Satgas COVID-19 Kota Blitar. 36 teman sekamarnya akan dirapid, dan hari ini mereka mulai kami isolasi," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Seorang Napi Di Blitar Tewas Mendadak Di Dalam Lapas

PONOROGO JATIM - Pernikahan dini meningkat signifikan di Ponorogo selama pandemi COVID-19. Atau jika dibandingkan tahun 2019.

Pengadilan Agama (PA) Ponorogo mencatat, selama Januari hingga Agustus 2019 ada 78 pernikahan dini. Sedangkan tahun ini dalam periode yang sama sudah ada 165 pernikahan dini.

Hakim Panitera PA Ponorogo Ishadi membenarkan ada peningkatan signifikan di tahun ini. Bahkan hingga dua kali lipat jika dibandingkan tahun 2019 dalam periode yang sama.

"Memang ada kenaikan dibandingkan tahun 2019 lalu, kenaikannya sekitar 50 persen," terang Ishadi kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Ishadi menjelaskan, pihaknya menduga naiknya angka pernikahan dini karena sekolah saat ini memberlakukan belajar daring. Banyak anak-anak yang akhirnya kurang terkontrol sehingga ada yang memiliki hubungan dengan teman sekolahnya.

"Karena tidak sekolah akhirnya alasan kerja kelompok dengan temannya malah berhubungan badan," imbuh Ishadi.

Menurutnya, biasanya para wali meminta dispensasi kawin karena anaknya sudah melakukan hubungan badan dengan lawan jenis. "Dari para wali yang akan menikahkan anaknya, sebanyak 97 persen alasannya karena sudah terlibat hubungan badan. Ada yang sudah telat, ada yang perutnya membesar," jelas Ishadi.

Selain itu, alasan tingginya dispensasi kawin karena adanya UU Nomor 16 Tahun 2019. Batas usia perempuan menikah dari semula 16 tahun kini menjadi 19 tahun.

"Biasanya usia 16 hingga 17 tahun yang kebanyakan sudah putus sekolah yang meminta dispensasi kawin," papar Ishadi.

Disinggung wilayah, lanjut Ishadi, pihaknya tidak bisa memberitahu kecamatan mana saja yang paling tinggi mengajukan permintaan dispensasi kawin.

"Karena kami tidak mensurvei wilayah, ini berdasarkan data global Kabupaten Ponorogo," pungkas Ishadi.

Sumber : detik.com

Gegara Belajar Daring, Angka Pernikahan Dini Di Ponorogo Naik 2 Kali Lipat

YOGYAKARTA - Duka silih berganti menimpa Ketua DPRD DIY Nuryadi. Setelah dia sendiri mengalami patah tulang kaki akibat lift yang dinaikinya jatuh, pagi ini istrinya, Lastri Nuryadi, meninggal dunia.

"Iya betul sekali, meninggal setengah 10, barusan saja," kata Sekretaris DPRD (Sekwan) DIY Haryanta saat dihubungi wartawan, Rabu (16/9/2020).

Namun Haryanta tidak mengungkap detail terkait kabar itu. Sedangkan Nuryadi mengalami patah kaki karena lift yang ditumpanginya jatuh kemarin.

Haryanta menyebut Nuryadi menjalani operasi tadi pagi tadi.

Diberitakan sebelumnya, lift milik pribadi Nuryadi di kantor DPRD DIY jatuh kemarin. Lift itu jatuh karena diduga karena human error.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin. Kala itu Nuryadi naik lift bersama salah seorang pimpinan Komisi di DPRD DIY, Dwi Wahyu. Nuryadi sehari-hari menggunakan lift itu karena kondisi kesehatannya yakni syarat terjepit.

Sumber : detik.com

Usai Terjatuh Dari Lift, Kini Istri Ketua DPRD Yogyakarta Meninggal

KEBUMEN JATENG - Setelah dilakukan pencarian 5 hari oleh Tim SAR Gabungan, akhirnya mahasiswi yang hilang karena terhempas ombak saat foto selfi Pantai Logending Kebumen, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh petugas.

Korban adalah Ika Listiyani (20) warga Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Mahasiswi Universitas Harapan Bangsa Porwokerto yang terseret ombak ketika berfoto selfi di Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Kebumen pada Sabtu (12/9) lalu ditemukan.

"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal di Perairan Pantai Menganti, dari lokasi kejadian ke arah tenggara sekitar 3 Mil," kata Humas Basarnas Cilacap, Syaeful Anwar saat dihubungi wartawan, Rabu (16/9/2020) pagi.

Syaeful menambahkan, korban pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat dalam keadaan mengapung tak jauh dari bibir pantai. Setelah dievakuasi oleh petugas, jasad korban kemudian dibawa ke Puskesmas Ayah untuk diperiksa secara medis oleh petugas.

"Saat itu Tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian, setelah mendapat laporan dari salah satu nelayan setempat bahwa ada korban sedang mengambang kita langsung melakukan evakuasi dengan menggunakan perahu jukung kemudian korban kita bawa ke Puskesmas Ayah," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa nahas itu bermula ketika korban janjian dengan temannya yakni Ashar (26) Warga Desa Bajing Kulon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Setelah bertemu di daerah Sampang, Kabupaten Cilacap, mereka kemudian memutuskan untuk pergi ke Pantai Logending.

Setelah tiba di pantai korban bersama temannya itu bermain di bibir pantai. Korban kemudian berfoto selfi, namun tanpa disadari saat itu datang ombak besar yang langsung menyeret korban.

"Setelah ditemukannya korban secara resmi Operasi SAR kita tutup, di lain tempat kita juga masih melakukan pencarian terhadap nelayan yang tenggelam di pintu masuk Pelabuhan Logending memasuki pencarian hari ketiga," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Wanita Yang Hilang Saat Selfi Di Pantai Kebumen Ditemukan Meninggal

KUDUS JATENG - Kebakaran terjadi di Desa Jati Kulon Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah. Satu rumah dan satu bangunan gudang ludes terbakar.

"Telah terjadi kebakaran bangunan rumah milik Subiono dan bangunan gudang di Desa Jati Kulon Kecamatan Jati pukul 04.50 WIB," kata Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo saat dimintai konfirmasi wartawan lewat pesan singkat, Rabu (16/9/2020) pagi.

Menurutnya api berasal dari bangunan rumah. Kobaran api kemudian cepat membesar dan merembet ke gudang bagian belakang rumah. "Dugaan penyebab kebakaran karena korsleting listrik," jelas dia.

Pada proses pemadaman, BPBD Kudus mengerahkan satu armada pemukul dan dua armada suplay. Api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas.

Kebakaran itu membakar seluruh bangunan rumah beserta isinya. Kemudian juga membakar gudang beserta isinya. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

"Kerugian diperkirakan mencapai Rp 350 juta," ujar dia.

Sumber : detik.com

Kebakaran Hanguskan Rumah Dan Gudang di Kudus

JOMBANG JATIM - Fatchur Rozi (31) dikabarkan menghilang dari rumahnya karena diculik makhluk gaib. Pemuda itu ditemukan selamat sekitar 5 km dari tempat tinggalnya.

Ia tinggal di Dusun Surobayan, Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Jombang. Kabar ditemukannya Fatchur dibenarkan Kapolsek Peterongan Iptu Sujadi. Menurut dia, korban ditemukan selamat di dermaga penyeberangan Sungai Brantas, Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

"Jam setengah 4 tadi (pukul 15.30 WIB) yang bersangkutan ditemukan orang di penyeberangan Gumulan. Mungkin dia mau nyeberang," kata Sujadi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (15/9/2020).

Tempat penyeberangan Sungai Brantas di Desa Gumulan berjarak sekitar 5 km dari rumah Fatchur. Menyeberang menggunakan perahu tambang dari tempat ini akan menuju wilayah Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

"Yang bersangkutan jalan kaki dari rumahnya," terang Sujadi.

Ia menjelaskan, Fatchur ditemukan selamat tanpa mengalami kekerasan. Saat ini dia dibawa ke RSUD Jombang untuk menjalani perawatan terkait penyakit yang selama ini dia derita. Yakni infeksi paru-paru.

"Ini tadi dia dibawa keluarganya ke RSUD Jombang karena sejak awal kondisinya kan sakit," imbuhnya.

Fatchur merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan almarhum Sunadi dan Paini (52). Dia tinggal bersama ibu dan dua adiknya di Dusun Surobayan. Sehari-hari, Fatchur membantu ibunya bekerja di sawah.

Dia dikabarkan hilang sejak Senin (14/9) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu ibunya terbangun dan mendapati Fatchur tidak ada di dalam kamarnya. Sementara pintu rumah dalam kondisi terbuka. Tidak ada saksi yang melihat kepergian Fatchur.

Berbagai spekulasi terkait menghilangnya Fatchur pun berkembang. Salah satunya, warga menduga korban hilang karena diculik makhluk gaib.

Oleh sebab itu, warga beramai-ramai mencarinya dengan cara menabuh berbagai perabotan rumah tangga sambil memanggil nama Fatchur berulang kali. Pencarian dilakukan warga ke perkebunan bambu di belakang rumah korban.

Bahkan, tiga paranormal membantu pencarian secara sukarela. Mereka melakukan penerawangan supranatural di kebun yang diyakini menjadi tempat menghilangnya Fatchur.

Sumber : detik.com

Pemuda Jombang Yang Hilang Ditemukan Selamat

BLITAR JATIM - Warga Lingkungan Ngegong, Kelurahan Gedog, Sananwetan, Blitar geger. Mereka menemukan jasad seorang kakek dengan kondisi kepalanya terbenam lumpur sungai. Dan di sebelahnya ada sepeda tua dalam kondisi roboh.

Rochman, warga sekitar melihat pemandangan janggal itu sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasinya di Sungai Ngegong yang airnya sangat dangkal. Saat itu Rochman baru saja pulang dari Sumber Kucur Kreweng Ling Ngegong, sumber air di dekat lokasi.

"Saya lihat orang sudah tengkurap di sungai dengan posisi kepala terbenam di lumpur sungai. Di sebelahnya ada sepeda ontel sudah roboh. Saya lalu memberi tahu Pak RT Edi Sutrisno, diteruskan lapor ke Polsek Sananwetan," tutur Rochman saat diminta keterangan petugas kepolisian di lokasi, Selasa (15/9/2020).

Sekitar pukul 15.00 WIB, petugas dari Polsek Sananwetan mendatangi lokasi penemuan. Jasad diangkat dan diperiksa sudah dalam kondisi tewas. Namun kondisinya masih lemas, karena ketika dibaringkan di pinggir sungai, kondisi badan masih bisa diluruskan, belum kaku.

"Jasad seorang lelaki namun tak ada warga sekitar yang mengenalnya. Kemungkinan tewasnya belum lama karena kondisi badannya masih lemas ketika dibaringkan," jelas Kasubag Humas Polresta Blitar, Iptu
Achmad Rochan kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Pukul 15.20 WIB jasad kemudian dibawa menggunakan ambulance ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Disitu polisi baru menemukan identitas yang bersangkutan.

"Identitasnya barusan terdeteksi inafis melalui sidik jari. Namanya Saidjan, usia 80 tahun. Buruh tani warga Dusun Patuk RT 3 RW 2 Kecamatan Garum," ungkapnya.

Lokasi ditemukannnya jasad Saidjan, jalan sempit menurun curam kemudian berbelok. Di pinggir jalan itu, mengalir dangkal Sungai Ngegong. Polisi juga menyebut, kondisi sepeda kayuh yang roboh disamping jasad Saidjan adalah sepeda tua yang tak terawat.

"Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Mengenai penyebab kematian korban, kita tunggu hasil visumnya," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Naas, Seorang Kakek Di Blitar Tewas Dengan Kepala Terpendam Lumpur

Tim Penyidik KPK bersama dengan Satgas PBB (Pengelola Barang Bukti) KPK Senin (14/9/2020) melakukan penyitaan dan pemasangan plang tanda penyitaan BB berupa tanah dan bangunan seluas 31.815 meter persegi atas nama Ahmad Syamsu Wirawan di kelurahan Soak Baru Kec. Sekayu Kab. Muba, Prov. Sumsel.

Penyitaan dihadiri dan sekaligus disaksikan oleh Lurah Soak Baru dan Ketua RW setempat serta didampingi oleh petugas BPN Kab. Muba dan petugas Rupbasan Palembang terkait dugaan perkara TPPU Tersangka Mustafa Kamal Pasha (MKP) yang merupakan mantan Bupati Mojokerto.

“Tanah dan bangunan tersebut merupakan Aset PT. Musi Karya Perkas dgn SHM no. 00281 an. Ahmad Syamsu Wirawan yang masih memiliki ikatan keluarga dengan Tsk MKP (Mustofa Kamal Pasa, red),” ujar plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (15/9/2020).

Menurut Ali, tanah ini diduga dibeli oleh tersangka Mustafa pada Tahun 2015 dan dilakukan pembangunan mess, kantor, pagar beserta fasilitas didlmnya utk mendukung kegiatan usaha AMP-Hotmix PT. Musi Karya Perkasa yang mengerjakan proyek jalan pada dinas PUPR Kab Musibanyuasin tahun 2015. “Adapun estimasi nilai aset saat ini mencapai lebih kurang Rp3 miliar,” ujar Ali.

Selain itu, lanjutnya, hari ini Selasa (15/9/2020) bertempat di kantor Polres Musi Banyuasin, Tim Penyidik melakukan pemeriksaan dan penyitaan berbagai dokumen dari saksi Erdian Syahri (Kepala DPMPTSP Kab. Muba).

Adapun materi pemeriksaan yang dikonfirmasi kepada yang bersangkutan mengenai kronologis dan legalitas pendirian PT. Musi Karya Perkasa yang beroperasi di Kab. Muba karena diduga perusahaan sengaja ini dioperasionalkan oleh Tsk MKP dengan tujuan melakukan TPPU melalui bantuan dan perantaraan kerabatnya.

Sumber : beritajatim.com

KPK Sita Aset Mantan Bupati Mojokerto Senilai 3 M

BLITAR JATIM - Diduga mengantuk, mobil Toyota Avanza terlibat kecelakaan dengan sepeda motor. Akibat peristiwa ini, satu orang meninggal dunia. Kecelakaan terjadi sekitar jam 14.00 WIB, tadi siang di Desa Jeblok Kecamatan Talun Kabupaten Blitar.

Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Rudi Purwanto, saat dikonfirmasi menjelaskan, kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan. Masing-masing Toyota Avanza AG 336 QP dikemudikan AGUS SUGIARTO, warga Desa Bangsri Kecamatan Nglegok dan sepeda motor Honda AG 5663 KAM dikendarai WINARSUM, warga Desa Bangle Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

Kejadian berawal saat mobil melaju dari arah wlingi ke Jalan Umum Desa Jeblok Kecamatan Talun. Saat itu, posisi mobil terlalu kekanan hingga melebihi marka jalan. Karena tidak memperhatikan lalu lintas, mobil langsung  menabrak motor yang berjalan dari arah berlawanan.

Akibatnya, pengendara motor WINARSUM langsung terpelanting ke bawah jembatan setinggi 5 meter. WINARSUM mengalami luka pada kepala dan kaki, dinyatakan meninggal dunia di lokasi dan langsung dibawa ke RS Ngudi Waluyo, Blitar.

Sumber : andikafm.com

Kecelakaan Maut di Blitar, Pengemudi Motor Tewas Tertabrak Mobil

NGANJUK JATIM - Satu warga Pare, Kediri, menjadi korban tabrak lari hingga meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Nganjuk – Surabaya, tepatnya di Desa Kedungsoko Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, sekitar jam 09.45 WIB, pagi tadi.

Kanit Laka Satlantas Polres Nganjuk, IPDA Sugino yang dikonfirmasi mengatakan, kecelakaan dialami oleh Alief Bastian, warga Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri yang mengendarai sepeda motor Honda Vario 150 nopol AG 6121 EBB.

Menurut keterangan saksi, awalnya ada mobil yang tidak dikenal dari arah Nganjuk ke Madiun melaju dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di barat Jembatan Kedungsoko, mobil tersebut mendahului sepeda motor Honda Vario didepanya. Saat mendahului, mobil tidak memperhatikan lalu lintas didepannya dan tidak menjaga jarak aman.

Akhirnya terjadi senggolan hingga mengakibatkan ALIEF terjatuh.

Akibat kecelakaan, ALIEF mengalami luka parah dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah dibawa ke RSUD Nganjuk.

Sementara itu, pengemudi mobil melarikan diri dan masih dalam penyelidikan Polres Nganjuk.

Sumber : andikafm.com

Korban Tabrak Lari Di Nganjuk, Satu Korban Meninggal Seketika

GRESIK JATIM–Nasip Naas dialami Risma (17) warga Desa Cerme, Kecamatan Cerme, Gresik yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga. Risma yang bekerja pada Teguh Heru majikannya, di Perumahan Bumi Cerme Apsari blok HH/12 A menjadi korban penganiayaan perampokan.

Akibat kejadian itu, Risma mengalami luka berat dibagian leher, bahu, dan dua tangannya karena dipukul dengan linggis.

Kasus penganiayaan berlatar perampokan ini bermula saat korban (Risma) sedang beristirahat, atau tidur di kamar lantai dua di rumah majikannya. Pada waktu dini hari, tiba-tiba korban mendengar jendela kamarnya terbuka.

Curiga ada suara di jendela, Risma melihat ada dua perampok sedang mencongkel kamar jendelanya. Kaget ada orang tak dikenal masuk melalui jendela. Korban langsung berteriak lalu berlari ke bawah. Namun, sebelum korban lari. Salah satu pelaku membekap Risma sambil menganiaya dengan linggis.

Pemilik rumah Teguh dan istrinya yang mendengar teriakan korban langsung naik ke atas. Tapi, saat di kamar, Teguh melihat pembantunya sudah tergeletak bersimbah darah sambil kesakitan memegang lehernya.

“Kami hanya melihat linggis menancap di kasur, serta sebungkus rokok. Tidak ada barang yang hilang,” ujar Riyanto tetangga Teguh, Senin (15/09/2020).

Diduga pelaku perampokan ada dua orang. Pasalnya, saat hendak melakukan perampokan ada satu pelaku yang membekap korban, dan satu pelaku lainnya menganiaya korban lalu melarikan diri.

Ia menambahkan, saat ini kondisi korban yang bernama Risma mulai membaik meski menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Kapolsek Cerme, AKP Nur Amin membenarkan jika anggotanya di lapangan telah menerima laporan tersebut. Hanya saja hingga saat ini masih bisa belum memberikan keterangan kasus pencurian dengan kekerasan ini.

“Masih dalam penyelidikan jadi kami mohon waktu. Pasalnya, anggota masih memeriksa sejumlah saksi-saksi,” pungkasnya.

Sumber : beritajatim.com

Naas, Pekerja Rumah Tangga Di Gresik Tergeletak Dipukul Linggis Perampok

JOMBANG JATIM - Seorang pemuda mendadak menghilang dari rumahnya di Kabupaten Jombang. Keluarga dan warga menduga, korban hilang karena diculik makhluk gaib.

Pemuda tersebut yaitu Fatchur Rozi (31), warga Dusun Surobayan, Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Jombang. Fatchur merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan almarhum Sunadi dan Paini (52).

Dia diketahui menghilang dari rumahnya pada Senin (14/9) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sehari-hari dia tinggal serumah dengan ibu dan kedua adiknya.

"Saat itu ibunya bangun melihat pintu rumah terbuka. Dicari di kamarnya dan di seluruh bagian rumah, dia (Fatchur) sudah tidak ada. Keluarga mencari ke kebun, sawah dan dekat tol tidak ketemu," kata Paman Fatchur, Gunain (50) kepada wartawan di rumah korban, Selasa (15/9/2020).

Ia menjelaskan, Fatchur tidak pamit kepada keluarganya sebelum menghilang. Keluarga dan tetangga juga tidak ada yang melihat kepergian pria lajang tersebut.

"Dia tidak ada pamitan, tidak ada yang melihat dia keluar rumah," ujar Gunain.

Menghilangnya Fatchur, lanjut Gunain, dilaporkan pihak keluarga ke Pemerintah Desa Tengaran. Upaya pencarian pun dilakukan oleh keluarga yang dibantu warga sekitar.

Sumber : detik.com

Gempar, Pemuda Di Jombang Hilang Diculik Mahkluk Ghaib

BLITAR JATIM - Seorang dokter terjaring dalam operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan yang digelar di wilayah Kota Blitar, kemarin. Petugas gabungan mendapati dokter ini tidak mengenakan masker ketika mengendarai mobil pribadi seorang diri.

Ketika dikonfirmasi, Plt. Kasatpol PP Kota Blitar, Hadi Maskun menjelaskan, didalam peraturan perundangan-undangan, yang dimaksud area publik adalah area umum sejak kita keluar rumah. Ketika kita menggunakan kendaraan pribadi, kita juga bisa menjadi pembawa virus corona.

Sehingga, meskipun sendirian, masker harus tetap dipakai. Karena ketika kita bersin dan droplet menempel di mobil, maka berpotensi dipegang oleh orang lain ketika berhenti untuk parkir.

Hadi Maskun menambahkan, operasi yustisi melibatkan penyidik dari Polres Blitar Kota, hakim Pengadilan Negeri Kota Blitar, dan Jaksa Penuntut Umum Kejari Kota Blitar. Para pelanggar protokol kesehatan langsung menjalani sidang di tempat. Hal ini sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang pendisiplinan penerapan protokol kesehatan.

Sejak kemarin, warga yang melanggar protokol kesehatan saat melintas di jalan raya Kota Blitar, langsung dicegat petugas. Setelah kendaraan terparkir, pengemudi dan penumpang yang melanggar protokol kesehatan, didata petugas Satpol PP Kota Blitar. Selain menyita KTP dan sanksi teguran, pelanggar juga akan dikenakan sanksi denda sesuai Perda.

Sumber : andikafm.com

Langgar Protokol Kesehatan, Dokter Terjaring Operasi di Kota Blitar

MOJOKERTO JATIM - Janda beranak satu ditemukan tewas dalam kamar rumahnya di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana atau tewas telanjang.

Kapolsek Jetis Kompol Suharyono mengatakan, korban diketahui berinisial YS (42). Penemuan mayat korban bermula dari kecurigaan tetangganya, yang mencium bau busuk dari tempat tinggal korban.

Pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB, warga memeriksa tempat tinggal korban untuk mencari sumber bau busuk tersebut. Rupanya, bau tidak sedap itu berasal dari jasad korban yang sudah membusuk di dalam kamar rumahnya.

"Warga mengecek ke dalam rumah korban menemukan mayat korban. Kami datang ke TKP bersama Satreskrim, Inafis Polres Mojokerto Kota dan petugas Puskesmas melakukan pengecekan," kata Suharyono kepada wartawan di lokasi, Selasa (15/9/2020).

Ia menjelaskan, mayat korban ditemukan di dalam kamar rumahnya dengan posisi terlentang. Jasad ibu satu anak ini berada di lantai tepat di sebelah tempat tidurnya.

"Saat ditemukan, kondisi korban terlentang tanpa memakai baju sama sekali," terang Suharyono.

Janda satu anak ini diperkirakan meninggal dunia pada Sabtu (12/9). Karena warga sekitar melihat lampu rumah korban tidak menyala pada Sabtu malam. Biasanya lampu rumah korban selalu menyala pada malam hari.

"Korban diperkirakan sudah meninggal tiga hari yang lalu. Karena kondisi mayat sudah lebam di bagian atasnya. Saksi juga melihat lampu rumah korban tidak menyala sejak Sabtu malam," jelasnya.

Berdasarkan hasil olah TKP, tambah Suharyono, belum ada barang berharga milik korban yang diketahui hilang. Jasad korban telah dievakuasi ke RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg, Mojokerto untuk divisum. Pihaknya belum bisa memastikan penyebab tewasnya korban.

"Jenazah kami bawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Janda Anak Satu Di Mojokerto Tewas Dikamar Rumahnya

KEDIRI JATIM - Ibu Mariyati warga Wates , Kediri meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan truk gandeng di Jala Raya Ngletih Kecamatan Pesantren Kota Kediri pagi tadi. Diduga MARIYATI tidak memperhatikan kondisi arus lalu lintas saat menyebrang.

Kanit Laka Satlantas Polres Kediri Kota IPDA DYAH AYU yang dikonfirmasi mengatakan, kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario Nopol AG 4893 EAQ dikendarai MARIYATI warga Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri dengan truk gandeng Mitsubishi Fuso Nopol AG 9235 EAD dikemudikan IWAN PRASETYO warga Blabak, Pesantren, Kota Kediri.

Kecelakaan berawal saat truk gandeng melaju dari Pesantren menuju Bawang. Sesampainya di lokasi melaju sepeda motor yang menyeberang jalan. Diduga saat menyeberang pemotor tidak memperhatikan kondisi arus lalu lintas. Kecelakaan tidak terhindarkan.

Pengendara sepeda motor, MARIYATI mengalami luka serius dan meninggal di lokasi kejadian.

Sumber : andikafm.com

Seorang Ibu-ibu di Kediri Tewas Ketabrak Truk Gandeng

NGAWI JATIM - Seorang petani harus berakhir hidupnya akibat tersengat listrik jebakan tikus yang dibuatnya sendiri.

Korban yakni Paniran (40) warga Desa Babadan, Kecamatan Pangkur ditemukan tewas tergeletak di pematang sawahnya.

"Jadi korban ini memang meninggal akibat tersengat listrik dari jebakan tikus yang dibuatnya sendiri di sawah," ujar Kapolsek Pangkur AKP Suwandi saat dikonfirmasi wartawan Selasa (15/9/2020).

Dari keterangan saksi, kata Suwandi, korban ditemukan warga pada Senin (14/9) sekitar pukul 19.00 WIB. Dari hasil olah TKP, lanjut Suwandi, menang ditemukan luka bakar di tubuh korban akibat tersengat listrik.

"Ditemukan oleh warga dalam kondisi tergeletak di pematang sawah dan ada luka bakar seperti tersengat listrik," katanya.

Suwandi mengatakan, sebenarnya polisi sudah sering melakukan imbauan larangan memasang jebakan tikus dengan aliran listrik. Keluarga telah menerima kematian korban sehingga tidak dilakukan autopsi.

"Kita sudah sering imbau larangan pemasangan jebakan tikus dengan aliran listrik," tandasnya.

Sebelumnya, jebakan tikus beraliran listrik juga memakan korban jiwa di Ngawi pada Rabu (9/9). Korban yakni Aris Mawardi (46), warga Dusun Sambirobyong, Desa/Kecamatan Geneng. Aris tewas setelah tersengat listrik jebakan tikus di sawah milik tetangganya.

Sumber : detik.com

Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Petani di Ngawi Tewas Seketika

BONDOWOSO JATIM - Sebuah sepeda motor terbakar usai isi BBM di area SPBU Grjugan Kidul, Grujugan. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Beruntung kejadian ini tak merembet ke tangki SPBU. Namun satu unit sepeda motor luluh lantak karena dilalap si jago merah.

Keterangan saksi mata, kejadian itu bermula saat Tiar (48), warga Desa Grujugan Kidul hendak mengisi bahan bakar di SPBU di Jalan Raya Tamanan - Bondowoso.

Mendadak, dari bagian bawah mesin sepeda motor jenis Suzuki Thunder ini muncul kilatan api. Saat itu pula Tiar lantas berusaha mendorong lari sepeda moyornya. Namun si jago merah keburu melalap kendaraannya. Beruntung, kebakaran itu tak sampai merembet ke bagian lain SPBU.

Hanya dalam waktu sekejap, sepeda motor Tiar langsung dijilat api. Begitu melihat api dan asap terus membumbung, karyawan dibantu warga setempat langsung beramai-ramai memadamkan api, dengan melakukan penyemprotan menggunakan alat seadanya.

"Ini murni musibah. Syukurlah, api bisa cepat tertangani. Sehingga tak sampai merembet dan tak ada korban jiwa ," kata Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz, dikonfirmasi di lokasi kejadian, Senin (14/9/2020).

Dia menjelaskan sepeda motor tersebut saat ini sudah dibawa ke Polsek Grujugan untuk diperiksa dan penyelidikan, termasuk sang pemilik. Hal itu untuk memastikan kejadian itu memang murni kecelakaan dan musibah.

"Untung kejadiannya di luar zona merah SPBU. Sehingga tak sampai merembet ke tangki induk penyimpanan bahan bakar yang ada di SPBU," pungkas kapolres.

Sumber : detik.com

Usai Isi Ulang BBM, Sebuah Motor Di Bondowoso Hangus Terbakar

KEBUMEN JATENG - Satu perahu nelayan terbalik setelah terhempas ombak di Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Kebumen. Satu nelayan berhasil diselamatkan, satu orang lainnya hilang dan hingga kini masih dalam pencarian petugas.

Korban hilang adalah Rimin (40) warga Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Sedangkan korban selamat Edi Suyatno (25) warga Desa Banjarharjo, Nusawungu, Cilacap.

"Bahwa telah terjadi kapal terbalik di pintu masuk Pelabuhan Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Kejadian pada Senin (14/9) pukul 12.50 WIB," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Cilacap, I Nyoman Sidakarya saat dihubungi wartawan, Senin (14/9/2020).

Nyoman menjelaskan peristiwa bermula saat perahu yang mereka tumpangi hendak menepi setelah mencari ikan. Namun, belum sempat merapat ke tepian, perahu dihantam ombak dari belakang hingga terbalik dan korban terhempas.

"Saat kedua korban hendak pulang dari melaut, perahu yang mereka tumpangi terhantam ombak dari belakang sehingga perahu terhempas dan tenggelam, satu orang berhasil diselamatkan oleh tim SAR yang kebetulan saat itu sedang melakukan pencarian korban lain yang hilang sejak Sabtu (12/9) lalu di perairan Pantai Logending. Korban selamat kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Demangsari dan satu orang terbawa ombak dan tenggelam," lanjutnya.

"Rencana kita akan tambah satu regu dari Basarnas Cilacap untuk bergabung bersama rekan dan semua unsur yang sebelumnya sedang melakukan pencarian hari ke tiga terhadap warga Banyumas di Pantai Logending," imbuhnya.

Hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama relawan dan warga. Namun, sampai saat ini korban belum ditemukan.

"Sampai saat ini korban masih dalam pencarian Tim SAR gabungan dan belum ditemukan," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Perahu Terbalik, Satu Nelayan di Kebumen Hilang

BLITAR JATIM - Sanksi denda sebesar Rp 250 ribu bagi pelanggar protokol kesehatan di Kota Blitar resmi mulai diberlakukan per hari ini.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, ketika dikonfirmasi menjelaskan operasi yustisi penggunaan masker sudah mulai dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Blitar. Operasi ini sebagai tindak lanjut dari upaya penanganan dan penanggulangan Covid-19 di tanah air.

Karena angka persebaran Covid-19 di Jawa Timur masih tinggi ditambah kurangnya kesadaran masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan. Sehingga diperlukan penegakan hukum yang efektif dan efisien.

Untuk wilayah Jawa Timur, sudah diterbitkan payung hukum melalui Perda Nomor 2 tahun 2020, tentang perubahan Perda Nomor 1 tahun 2020 terkait Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat.

Sehingga mulai hari ini sebagai implementasi di wilayah Blitar Kota, petugas gabungan dari unsur Polres, Dinas Perhubungan dan Satpol PP melakukan Operasi Yustisi penggunaan masker. Operasi Yustisi penggunaan masker hari ini dilakukan mulai jam 09.30-12.00 WIB.

Sasarannya,  selain warga perorangan, juga pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

Selama rentang waktu tersebut, di satu titik tempat operasi, petugas sudah menjaring 63 pelanggar protokol kesehatan. Bagi warga yang tidak menggunakan masker, dikenakan sanksi denda administratif. Untuk pelanggaran perorangan, dikenakan denda Rp 250.000.

Sedangkan untuk pengusaha yang membiarkan karyawannya tidak menerapkan protokol kesehatan akan dikenakan denda Rp 500.000. Kapolres Blitar Kota mengatakan, operasi ini dilakukan untuk memastikan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Sumber : andikafm.com

Mulai Hari Ini Pelanggar Protokol Kesehatan Di Blitar Didenda 250 Ribu

YOGYAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menilai penusukan yang dialami pendakwah, Syekh Ali Jaber saat mengisi acara di Bandar Lampung kemarin, Minggu (13/9/2020) sebagai perbuatan jahiliah. Muhammadiyah meminta polisi mengungkap motif pelaku penusukan Syekh Ali Jaber.

"Saya sangat prihatin dengan penyerangan yang dilakukan terhadap Syekh Ali Jaber. Itu perbuatan jahiliah," kata Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (14/9/2020).

"Semoga Syekh Ali Jaber dan keluarga senantiasa sehat dan diberikan kesabaran serta tetap teguh di jalan dakwah," lanjutnya.

Selain itu, Abdul meminta masyarakat, khususnya umat Islam agar tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai penyerangan. Hal tersebut untuk memberi kesempatan kepada kepolisian dan aparatur hukum dalam melaksanakan tugas sesuai ketentuan hukum.

"Polisi agar segera memproses sesuai hukum yang berlaku. Polisi juga harus mengungkap secara terbuka identitas dan motif pelaku penyerangan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pendakwah Syekh Ali Jaber ditusuk oleh seorang pemuda berinisial AA (24) di Lampung usai memberikan ceramah. Ada sejumlah fakta yang terungkap dari penusukan Syekh Ali Jaber.

"Jadi benar ada kejadian penusukan dari seorang pelaku di tengah kegiatan masyarakat yang bersifat keagamaan dengan mengundang Syekh. Pas kegiatan itu, terjadi penusukan yang dilakukan seseorang yang tidak dikenal," ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, saat dihubungi, Minggu (13/9).

Sumber : detik.com

Syekh Ali Jaber Ditusuk Saat Dakwah Di Bandar Lampung