JEMBER JATIM – Segerombolan lebah mendadak menyerang delapan orang pegolf di Padang Golf Glantangan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (12/9/2020) pagi. Satu orang dilarikan ke unit gawat darurat.

Serangan golf itu terjadi sekitar pukul 8 pagi.
Dari Informasi yang diperoleh, lebah menyerang saat pegolf sedang bergerombol di Hole 2. Tiba-tiba Hasbi, salah satu pegolf, menjerit kesakitan.

Agung, pegolf lainnya, mendekat untuk membantu. Ternyata jumlah lebah yang menyerang semakin banyak. “Saya kena sengat di mata sebelah kanan dan dua sengatan di tengkuk,” katanya.

Agung pun lari menyelamatkan diri. Hasbi pun diselamatkan oleh pegolf lainnya. Wajah dan sekujur badannya terkena sengat, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Jember Klinik. Dia bahkan terpaksa harus diberi bantuan oksigen.

Kamil Gunawan, salah satu pegolf senior di Jember, heran dengan serangan lebah tersebut. Hal itu tak pernah terjadi sebelumnya. Ia menduga ada yang mengganggu rumah lebah di sekitar lapangan golf.

Direktur RS Jember Klinik Burhansyah membenarkan jika Hasbi masuk unit gawat darurat karena sengatan lebah. “Awal masuk memang ada keluhan sesak. Setelah mendapatkan injeksi, kondisinya sudah membaik. Sekarang butuh observasi saja. Kalau tidak ada keluhan lebih lanjut, bisa dipulangkan,” katanya.

“Kami sudah tangani dengan baik. Untungnya datang cepat ke rumah sakit dan dapat pengobatan. Sengatannya hampir pada seluruh tubuh,” kata Burhansyah.

Sumber : beritajatim.com

8 Orang Di Jember Diserang Tawon, 1 Orang Masuk UGD

JOMBANG JATIM – Kecelakaan beruntun terjadi di jalan tol Jomo (Jombang – Mojokerto) KM 699.800 atau di jalur A arah Jombang-Surabaya, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Jombang, Sabtu (12/9/2020) pagi. Akibat kecelakaan itu, dua kendaraan hancur bagian depannya.

Yang paling parah adalah minibus Toyota Rush Nopol N 1362 CA. Kendaraan warna putih ini hancur pada bagian depan. Bahkan nyaris tidak berbentuk. Namun beruntung, pengemdui minibus tersebut hanya mengalami luka. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Jombang Iptu Sulaiman mengatakan, kecelakaan bermula ketika truk Isuzu Nopol B 9533 QV melaju dari barat ke timur arah Jombang-Surabaya. Pada saat di KM 699.800 pengemudi truk, Mulyadi (37), diduga mengantuk dan hilang konsentrasi.

Warga Karawaci Tangerang ini menabrak ‘pantat’ truk yang ada di depannya. Truk yang dikemudikan Mulyadi oleng dan menabrak pagar pembatas jalan. Truk boks tersebut terguling dan melintang di jalan. Nah, pada saat bersamaan melaju dengan kencang Toyota Rush Nopol N 1362 CA yang berjalan searah di belakangnya.

Karena jarak sudah dekat, pengemudi mobil Rush, Stefanus Dwi Putra (32), warga Jl Batujajar II/28, Desa Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, tak bisa menguasai keadaan. Mobil tersebut menghantam truk yang melintang di tengah jalan. Akibar benturan tersebut, bodi mobil bagian depan hancur tak berbentuk.

“Dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena disebabkan sopir truk yang mengantuk hingga menabrak truk di depannya. Truk yang paling depan belum diketahui nopolnya. Korban dirawat di Rumah Sakit RS Basuni Mojokerto. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun ini,” pungkas Sulaiman

Sumber: beritajatim.com

Kecelakaan Beruntun Di Jombang, Dua Kendaraan Hancur Tak Berbentuk

MADIUN JATIM - Kecelakaan beruntun melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Desa Klitik Kecamatan Wonosari. Akibatnya, truk bermuatan sapi terguling di jembatan traffic light Klitik atau barat gedung DPRD Madiun.

"Jadi kecelakaan melibatkan tiga kendaraan terjadi mengakibatkan truk muat sapi terguling di sebelah traffic light Klitik," ujar Kasat Lantas Polres Madiun AKP Ari Bayu Aji saat dikonfirmasi wartawan Sabtu, (12/9/2020) dini hari.

Tiga Kendaraan yang terlibat kecelakaan, kata Ari, truk muat enam ekor sapi bernopol AE 8921 UN, pikap bernopol 9740 AW dan minibus KIA bernopol AE 1642 EL. Meski begitu kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa. Namun satu penumpang truk muat sapi mengalami luka ringan.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun ini, hanya satu penumpang truk luka ringan," katanya.

Ari mengatakan, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB itu bermula saat kendaraan mini bus KIA Cereen yang dikemudikan Yorga Ibrahim (41) dari arah barat atau Madiun berhenti di traffic light Klitik. Berjajar di belakangnya pikap muat dua ekor kambing yang dikemudikan Yasin (40). Kedua pengendara warga Desa Jatirejo Kecamatan Wonosari.

"Jadi searah dua kendaraan tersebut tiba-tiba truk muat sapi yang dikemudian Narto (33) dan penumpang Roni (17) warga Desa Alastuo Poncol, Magetan menabrak pikap. Truk berusaha menghindar dengan banting setir ke kiri tapi terguling setelah menabrak tiang papan arah," jelas Ari.

Ari menduga pengemudi truk kehilangan konsentrasi saat rem mengalami blong. "Diduga rem blong sampai pengemudi truk tidak menguasai akhirnya terguling bersama muatan sapi," tandasnya.

Kecelakaan ini tidak menyebabkan kemacetan. Selain itu pengemudi kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah dimintai keterangan.

Sumber : detik.com

3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Madiun

BLITAR JATIM - Murdiono, seorang petani warga Desa Sukoanyar Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, menemukan jenazah Mr. X kondisi membusuk dan sudah menjadi tengkorak.

Lokasi penemuan ada di Sungai Kalilegi Desa Banjarsari Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar, pada Jumat 11 September 2020 sekitar jam 08.30 WIB.

AKP Imam Subechi, Kasubag Humas Polres Blitar saat dikonfirmasi mengatakan, awalnya Murdiono hendak mencari rumput disekitar Sungai Kalilegi. Kemudian, MURDIONO mencium bau busuk di sekitar Sungai Kalilegi. Setelah ditelusuri, MURDIONO melihat jenazah yang sudah membusuk menjadi tengkorak dalam posisi telentang.

Melihat kejadian ini, MURDIONO langsung melaporkan ke perangkat desa setempat dan langsung diteruskan ke Polsek Selorejo. Petugas dari Tim Inafis Polres Blitar dan Puskesmas Selorejo datang ke lokasi langsung mengevakuasi Mr. X. Saat ini, Mr. X dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo, Blitar untuk identifikasi.

Sumber : andikafm.com

Sosok Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk Di Sungai Blitar

SIDOARJO JATIM – M. Soleh (25), mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Surabaya yang tinggal di Dusun Gajah RT 17 RW 06 Kelurahan Magersari Sidoarjo, wajahnya dipenuhi darah yang keluar dari luka akibat dihajar warga Desa Sidokerto Kecamatan Buduran, Jumat (11/9/2020).

Pasalnya, Soleh kepergok mencuri motor di rumah Awaludin Rahman, warga jalan Randuasri RT 03, RW 02, Sidokerto, Buduran. Warga geram karena saat diamankan, pelaku diduga menantang warga dan sesumbar punya ilmu kebal.

Rokhim, salah satu warga mengatakan warga sangat geram dengan seringnya kejadian pencurian motor di wilayahnya. Terlebih, pelaku sering lolos tak tertangkap.

Dan kekesalan warga memuncak begitu ada pelaku curanmor tertangkap. Warga marah hingga menghajar pelaku sampai babak belur. Amarah warga bertambah memuncak ketika pelaku menantang warga dan sesumbar punya ilmu kebal. “Warga yang tersulut emosi langsung ambil benda keras di sekitar TKP. Sampai beberapa bagian tubuh pelaku curanmor dihantam oleh warga yang emosional,” katanya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Buduran Iptu Nanang Mulyono menjelaskan kronologis peristiwa percobaan pencurian itu, seusai memeriksa beberapa saksi, termasuk pelaku.

Awalnya pelaku masuk ke dalam rumah korban Awaludin dengan cara meloncat pagar belakang rumah korban. Saat itu, korban Awaludin terbangun karena mendengar suara benda jatuh. “Korban terbangun dan menunggu mungkin ada suara lagi,” ungkapnya.

Perkiraan korban Awaludin benar, seperti ada yang membuka pintu samping rumah yang tak terkunci. Dan setelah pelaku berhasil masuk ke dalam rumah, selanjutnya pelaku masuk ke kamar korban untuk mencari kunci kontak sepeda motor.

“Dan saat itulah korban Awaludin berteriak maling. Pelaku yang kaget langsung kabur keluar rumah. Pelaku kabur dengan cara meloncati pagar depan rumah,” paparnya.

Masih kata Nanang, korban terus mengejar pelaku sambil teriak maling. Warga yang mendengar teriakan maling dari korban, langsung ikut ramai-ramai mengejar. Pelaku tak sempat kabur terlalu jauh, karena sudah dikepung oleh warga.

Tak jauh dari TKP, pelaku berhasil ditangkap warga dan langsung dihajar warga. Untung saja ada piket patroli dan reskrim bisa mengamankan pelaku, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. “Dalam peristiwa percobaan pencurian itu, anggota berhasil mengamankan barang bukti kunci kontak,” pungkasnya.

Sumber : beritajatim.com

Kepergok Curi Motor, Pria Di Sidoarjo Ini Bonyok Dihajar Massa

BANJARNEGARA JATENG - Nama Welas Yuni Nugroho (36), Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara viral di media sosial dalam beberapa hari ini. Kades yang akrab disapa Hoho ini viral lantaran memiliki tato di sekujur tubuhnya.

Info dan foto kades ini salah satunya diposting di akun Instagram @instambanjarnegara. Ada ratusan netizen yang ramai-ramai berkomentar di postingan tersebut.

Ditemui wartawan hari ini, Hoho terlihat tengah sibuk di ruang kerjanya. Ia memakai kemeja putih lengan pendek lengkap dengan topi Kades. Di bagian lengan nampak tato dengan motif oriental.

"Tato saya semuanya motifnya oriental. Ini di bagian lengan ada gambar geisha," kata Hoho, Jumat (11/9/2020).

Tidak hanya di lengan, tato yang dimiliki bapak satu anak ini ternyata ada di sekujur tubuhnya. Mulai dari tangan, dada, punggung, paha hingga betis. Ia mengaku sudah 30 kali lebih tubuhnya ditato.

"Tato saya hampir ada di seluruh tubuh. Bisa dikatakan, 90 persen tubuh saya sudah dipenuhi tato, yang tidak ada seperti di leher atau di wajah. Kalau dihitung sudah 30 kali lebih tubuh saya ditato," terangnya.

Hoho mengatakan pertama kali tubuhnya ditato saat masih duduk di bangku SMA. Saat itu, ia menato gambar bunga di bagian dada saat dirinya pergi ke Bali. Meski begitu badannya kini penuh tato, ternyata mulanya dia sempat ditentang oleh orang tuanya.

"Baru setelah itu bertambah terus sampai belum lama ini yang di lengan. Awalnya juga tidak boleh sama orang tua. Jadi saya sembunyiin, pas sudah tahu sempat dimarahi," tuturnya.

Ia mengaku, keinginannya menato tubuh sudah ada sejak masih kecil. Salah satunya karena sering menonton film-film gangster. Sejak saat itu, dirinya berkeinginan untuk menato tubuhnya.

"Zaman kecil sering nonton film gangster. Dari situ mulai ingin bikin tato, dan kebetulan istri dan anak membolehkan," ujarnya.

Hoho juga bicara soal kesan tak baik pada orang dengan tato di tubuhnya. Menurutnya, yang terpenting adalah mampu menunjukkan kinerjanya sebagai Kades.

"Sebenarnya tato atau tidak, bukan jadi masalah. Yang terpenting itu kinerjanya. Kalau bisa membawa kemajuan, pasti masyarakat tidak akan memandang tato itu suatu yang jelek," kata Hoho.

Sumber : detik.com

Viral, Kades Di Banjarnegara Ini Badannya Penuh Tato

BATANG JATENG -
Sosok Mayat pria ditemukan membusuk di bawah jembatan tol Pemalang-Batang, Desa Sawahjoho, Kecamatan Warungasem, Batang. Mayat tanpa identitas itu ditemukan dalam kondisi telungkup dengan tangan dan kaki terikat.

Kasat Reskrim Polres Batang AKP Budi Santoso mengatakan pihaknya menerima laporan adanya penemuan mayat tanpa identitas. Anggota pun langsung menuju ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan proses identifikasi.

"Masih kami autopsi di rumah sakit. Hasilnya nanti kami jelaskan," kata Budi Santoso, Jumat (11/9/2020).

Proses autopsi dilakukan di RSUD Kalisari. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

"Anggota mulai lakukan pengumpulan data dan lidik," ujar Budi.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Rudiono, warga Desa Sawahjoho, sekitar pukul 14.30 WIB tadi. Saat itu, Rudiono tengah mencari rumput.

"Saya lagi cari rumput, terus berjalan ke sana (sungai kecil), ambil air untuk asah sabit, terus mencium bau busuk. Setelah saya cari sumbernya, ada sosok mayat, saya lihat kakinya, terus saya lari lapor Pak RT," kata Rudiono.

Rudiono mengungkapkan kondisi mayat tertelungkup dengan memakai kaus bermotif loreng dan celana warna gelap. Rudiono menerangkan mayat pria itu tubuhnya gempal.

"Kondisi tertelungkup, menggunakan (kaus) loreng," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sawahjoho, Zaenal Abidin, mengatakan setelah mendapatkan laporan dari warganya soal penemuan mayat tanpa identitas itu, pihaknya kemudian meneruskan ke Polsek Warungasem.

"Saya dapat laporan dari warga langsung meneruskan ke polisi. Kondisi sudah bau menyengat, tangan kaki terikat, dan bukan warga sini," kata Zaenal Abidin saat ditemui di lokasi penemuan mayat.

Sumber: detik.com

Sosok Mayat Laki-laki Ditemukan Membusuk Di Bawah Tol Batang

TULUNGAGUNG JATIM - Sebanyak 3000 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dikerahkan untuk pengamanan acara pengesahan anggota baru (sah-sahan) PSHT Tulungagung, malam ini. Kegiatan pengesahan akan dilaksanakan di 7 titik berbeda di Tulungagung.

Saat dikonfirmasi AKP Siswanto Kapolsek Kedungwaru Tulungagung mengatakan ribuan personel gabungan tersebut selain berasal dari aparat keamanan juga ditambah dari internal PSHT. Ini untuk mengantisipasi potensi kerawanan dan kemacetan lalu lintas di sejumlah jalur. Kegiatan pengesahan anggota baru PSHT itu digelar di tujuh lokasi berbeda.

Antara lain, Padepokan PSHT Kauman, GOR Lembupeteng, GOR Mandala Krida, Lapangan Balerejo, Ngunut, Kedung Wilut dan Balai Desa Mergayu. Total sekitar 1500 anggota baru yang akan disahkan malam ini.

AKP Siswanto mengatakan, pengamanan ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena saat ini masih pandemi Covid-19. Salah satu upaya meminimalkan kerumunan massa adalah dipecahnya lokasi kegiatan pengesahan menjadi 7 titik.

Tujuannya agar lebih mudah pemantauan penerapan protokol kesehatan. AKP SISWANTO menyebut, izin kegiatan pengesahan anggota baru PSHT tersebut ada pada Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Sementara posisi TNI/Polri dalam hal ini hanya bersifat membantu pengamanan saja.

AKP Siswanto mengingatkan, untuk menghindari terjadinya kerawanan disepakati bahwa kegiatan ini dilarang melibatkan penggembira dari luar daerah. Sehingga hanya fokus pada anggota baru yang akan disahkan.

Masyarakat  tidak perlu khawatir karena sudah ada pengamanan dari personel gabungan.

Sumber : andikafm.com

3000 Personel Gabungan Amankan Acara Pengesahan PSHT Tulungagung

KEDIRI JATIM– Meskipun mengalami keterbatasan fisik, Winarko, seorang penyandang disabilitas di Kabupaten Kediri tetap bisa berdaya. Bahkan, bersama istrinya Binti Asrowiyah, pria asal Kecamatan Gurah itu mampu menciptakan kerajinan sikat lantai dari limbang benang sapu.

Sejak 2008 lalu, Winarko telah membuka usaha produksi sikat. Dia memanfaatkan limbah benang sapu menjadi sikat lantai. Awalnya, Winarko hanya memiliki modal uang Rp 1 juta yang dibelikan berbagai alat untuk produksi. Namun seiring berjalannya waktu, hasil produksi sikat lantai buatannya banyak dicari warga.

Winarko memiliki keterbatasan fisik. Dalam mengerjakan barang kerajinannya, ia memakai alat bantu jalan. Tetapi kualitas pekerjaan dari bapak dua anak itu tidak perlu diragukan. Bahkan dalam satu minggu, ia mampu memproduksi 200 hingga 300 buah sikat lantai.

“Awalnya hanya bermodal uang Rp 1 juta dari gaji bekerja. Lalu saya belikan alat-alat produksi. Saya mulai membuat dalam bentuk sangat sederhana sekali. Ternyata ada yang berminat. Kemudian saya terus berlatih membuat kerajinan sikat lantasi tersebut hingga sekarang ini,” ujar Winarko.

Berkat usahanya tersebut, Winarko mampu mendapatkan keuntungan jutaan rupiah. Selain mendatangkan keuntungan pribadi, usahanya itu, juga mampu memberikan tambahan penghasilan bagi warga sekitar. Winarko mampu memberikan pendapatan tambahan bagi 2 orang tetangganya ratusan ribu rupiah setiap bulannya.

Selain usaha sikat lantai, Winarko juga mengubah limbah serabut kelapa menjadi tempat bunga. Pria 37 tahun tersebut bersyukur meski mengalami keterbatasan fisik akibat kecelakaan kendaraan, ia dan sang istri mampu bangkit. Bahkan kini bisa sedikit memberikan tambahan penghasilan bagi warga sekitar.

Sumber : beritajatim.com

Pasutri Disabilitas di Kediri Sukses Tekuni Kerajinan Sikat Lantai dari Limbah

BREBES JATENG - Ketua DPRD Brebes Muhamad Taufik terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Bupati Brebes Idza Priyanti yang sempat hadir dalam rapat paripurna DPRD menjalani tes swab.

"Sejak tadi malam petugas kami langsung tracing dan memeriksa (tes swab) bupati berikut keluarga dan ajudan. Pertimbangannya, karena pada hari Selasa kemarin, hadir di rapat paripurna bersama pasien (Muhamad Taufik)," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Brebes dr Sartono kepada wartawan di kantor Dinkes Brebes, Jumat (11/9/2020).

Selain itu, Pemkab Brebes juga memeriksa pegawai Sekretariat DPRD Brebes. Sartono mengungkap ada 100 orang terdiri dari staf hingga pejabat di Sekretariat DPRD Brebes yang menjalani pemeriksaan.

"Hari ini, tim dari Dinkes sedang memeriksa staf DPRD. Kita memakai rapid swab test. Jadi sampel yang dipakai adalah swab bukan darah," jelas Sartono.

Sedangkan pemeriksaan terhadap para anggota DPRD Kabupaten Brebes dilaksanakan di puskesmas-puskesmas terdekat dari tempat tinggal.

"Ini untuk memudahkan, jadi mereka tidak perlu ke rumah sakit," ujarnya.

Selain itu, aktivitas para anggota DPRD Brebes dihentikan untuk sementara. Salah satunya karena akan ada penyemprotan disinfektan di area gedung DPRD Brebes.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Brebes, Komar, mengatakan pegawai di kantornya yang berusia di atas 50 tahun akan mulai bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai Senin (14/9) pekan depan. Sedangkan bagi pegawai yang berusia di bawah 50 tahun bekerja secara shift atau bergantian.

"Khusus yang 50 tahun ke atas full WFH. Tapi bagi yang di bawahnya, kita gunakan shift. Sehari berangkat sehari WFH," jelas Komar.

Sumber : detik.com

Ketua DPRD Brebes Positif Covid-19, Keluarga Jalani Test Swab

MOJOKERTO JATIM – Kecelakaan berujung korban meninggal dunia terjadi di Jalan Raya Dusun Losari, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jumat (11/9/2020). Pengendara sepeda motor tewas terlindas dump truk setelah hilang kendali saat hendak mendahului.

Sopir dump truk, Jakfar Efendi (30) mengaku, ia melihat ada sepeda motor mendahului dump truk yang dikendarainya dari arah kiri. “Setir sepeda motor menabrak pohon dan pengendara jatuh ke kanan terlindas roda belakang dump truk yang saya kendaraan,” tuturnya.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Wihandoko mengatakan, kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda VCX nopol S 6834 NAA dan dump truk nopol DA 1020 K. “Kedua kendaraan berjalan searah dari utara ke selatan dengan posisi sepeda motor Honda HCV berada di belakang dump truk,” ungkapnya.

Masih kata Kanit, pengendara sepeda motor Khaiyan (35) warga Dusun Sambikerep RT 25 RW 10, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto bermaksud mendahului dump truk dari arah kiri. Saat mendahului tiba-tiba hilang kendali karena tidak bisa menguasai kendaraan, korban jatuh ke kanan.

“Kendaraan korban jatuh ke kiri, sementara korban jatuh ke kanan dan masuk kolong dump truk yang dikemudikan Jakfar Efendi (30) warga Dusun Perjalinan RT 04 RW 02, Desa Jatirejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Korban meninggal di lokasi kejadian,” katanya.

Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), jenazah korban dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari. Sementara kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan ke kantor Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto.

Sumber : beritajatim.com

Kecelakaan Maut di Mojokerto, Satu Korban Tewas Terlindas Truk

PASURUAN JATIM - Kecelakaan beruntun yang melibatkan 5 kendaraan terjadi di Jalan Raya Gatot Subroto, Kota Pasuruan. Seorang wanita tewas dalam kecelakaan ini.

Lima kendaraan yang terlibat dalam Kecelakaan ini yakni truk tronton boks, kemudian motor Honda Vario, truk bermuatan kayu, pikap boks dan truk bermuatan tripleks. Semua kendaraan melaju dari arah timur atau Probolinggo.

Lokasi kecelakaan masuk Kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Seorang saksi mata, Sugiyanto mengatakan, kecelakaan bermula saat truk tronton boks melakukan pengereman mendadak. Kondisi itu menyebabkan kendaraan di belakangnya saling menyeruduk.

Nahas, sepeda motor yang ditumpangi satu keluarga itu tergencet dua truk. Seorang penumpang perempuan tewas di lokasi. Sementara penumpang lain yakni seorang balita dan ayahnya (pengendara) mengalami luka-luka.

"Kendaraan dari timur semua, berurutan, motor terdorong oleh truk bermuatan kayu kegencet truk boks," kata Sugiyanto, Jumat (11/9/2020).

"Yang depan ngerem mendadak. Jadi saling menyeruduk. Bapak sama anak dibawa ke rumah sakit sedangkan ibunya meninggal," terang Samsul.

Kanit Laka Lantas Polres Pasuruan Kota Ipda Indah Ramadhani mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. "Kecelakaan sekitar pukul 10.00 WIB. Satu korban meninggal atas nama Wiranti (25) asal Kecamatan Kejayan. Kasus kecelakaan masih kami selidiki," pungkas Indah.

Sumber : detik.com

5 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Pasuruan, Satu Korban Tewas

KLATEN JATENG - Seorang nenek warga Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten menjadi korban begal sadis. Suami korban menceritakan istrinya juga nyaris diperkosa pelaku.

"Saya pulang subuhan lihat orang sempoyongan lalu saya dekati ternyata istri saya. Katanya ditabrak, dipukuli, diseret dan hendak diperkosa," ujar suami korban saat ditemui wartawan, Jumat (11/9/2020).

Dari Pantauan, lokasi kejadian yang berada di jalan raya yang berjarak 100 meter dari kampung. Sebelah utara dan selatan ruas jalan itu berupa bekas lahan tebu.

Informasi kejadian itu juga viral di grup Facebook dan Twitter. Salah satunya di akun Facebook Kabar Klaten yang juga menyertakan foto korban yang sedang dirawat di rumah sakit dan lembar laporan polisi.

Suami korban menceritakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (6/9) waktu subuh. Saat itu dia dan istrinya hendak salat subuh di masjid.

Biasanya mereka berboncengan dengan sepeda motor menuju ke masjid. Namun sang istri saat itu memilih berjalan kaki.

"Saya sampai masjid, salat selesai tapi istri saya belum datang. Saya kira pulang duluan ternyata kejadian itu lalu saya lapor pak Modin," lanjutnya.

Dia kemudian menemukan istrinya di tengah perjalanan pulang dari masjid dalam kondisi luka-luka. Korban langsung dilarikan ke RSI Klaten. Nenek berusia 61 tahun itu terluka pada mata dan pelipis lebam akibat pukulan.

"Ditabrak motor, lalu istri saya bertanya tapi malah dipukul dan diseret. Pelaku satu orang," ujar suami korban.

Suami korban juga mengaku menemukan sarung, sandal dan celana panjang yang diduga milik pelaku. Dia juga telah melaporkan peristiwa ini ke polisi.

Dia menduga motif penganiayaan istrinya bukan soal uang. Sebab uang yang dibawa korban masih utuh.

"Tidak mencari uang sebab uang untuk belanja pagi masih ada," pungkasnya.

Kades Jonggrangan, Sunarno membenarkan kejadian yang menimpa salah seorang warganya. Korban hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit.

"Benar. Korban masih dirawat di RSI tapi pelakunya belum jelas sebab yang tahu hanya korban sendiri," terang Sunarno pada wartawan di kantornya.

Kapolsek Klaten Utara AKP Sugeng Handoko membenarkan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut. Sejumlah saksi sudah diminta keterangan.

"Sudah sekitar lima saksi kita mintai keterangan. Tetapi untuk korban belum bisa kita minta keterangan sebab masih dirawat di RS," jelas Sugeng kepada wartawan.

Sumber : detik.com

Miris, Nenek Di Klaten Dianiaya Dan Nyaris Diperkosa

KEDIRI JATIM - Tiga warga warga Dusun Cangkring Desa Banjaranyar Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, yaitu Karmiyatin, Siti Maesaroh dan Sofie menderita luka-luka. Motor yang mereka kendarai bertiga gagal mendahului sepeda motor didepannya hingga terjadi kecelakaan, sekitar jam 09.45 WIB tadi pagi.

Kapolsek Kras Polres Kediri, AKP Imron Ketika dikonfirmasi mengatakan kecelakaan bermula ketika Karmiyatin menghentikan sepeda motor Honda Vario Nopol AG 5916 RBK membonceng SITI Maesaroh dan Sofie dari arah Kras Kediri menuju Tulungagung dengan kecepatan sedang .

Sesampainya di selatan SPBU Nyawangan Kras Kediri, KARMIYATIN apalagi mendahului sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai Ayu Ratna Puspita Sari, warga Desa / Kecamatan Kras Kabupaten Kediri.

Karena terlalu dekat saat mendahului, sehingga terjadi senggolan. Kedua sepeda motor sama-sama terjatuh.

Akibat kecelakaan ini, Karmiyatin, mengalami luka parah pada kepala bagian belakang. Sementara Siti Maesaroh, Sofie dan Ayu Ratna Puspita Sari mengalami luka ringan.

Semua korban langsung dibawa ke RS. Arga Husada Branggahan, Ngadiluwih, Kediri untuk mendapatkan perawatan medis. Kecelakaan kemudian meningkat Unit Laka Satlantas Polres Kediri.

Sumber : andikafm.com

Berniat Mendahului, Tiga Warga Kediri Ambruk Alami Kecelakaan

BLITAR JATIM - Kantor KPU Kota Blitar diteror! Mereka menemukan benda aneh di halaman kantor yang beralamat di Jalan Pemuda Soepono Kecamatan Sananwetan.

Kantor KPU Kota Blitar mendapat kiriman kembang setaman dan boneka kertas tertusuk jarum dari belakang.

Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam menyatakan, sopir KPU menemukannya pada Senin (7/9/2020) tengah malam.

"Jadi Senin (7/9) sekitar pukul 23.00 WIB kami baru pulang dari bawaslu. Lalu koordinasi sebentar dan pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 24.00 WIB. Lalu mas Aris usai mengantar Mas Habib kembali ke kantor. Saat itu sekitar pukul 01.08 ketika membuka pintu gerbang kantor, Mas Aris menemukan selembar daun pisang berisi kembang setaman dan sebuah boneka kertas yang tertusuk jarum di bagian belakang," tutur Umam kepada wartawan saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2020).

Kembang setaman dan boneka kertas itu, lanjut dia, diletakkan sekitar 3 meter dari dalam pintu gerbang. Aris kemudian menghubungi Umam melaporkan temuan aneh itu dan mendokumentasikan berupa video.

"Saya minta dokumentasikan, jangan disentuh. Sekarang lebih hati-hati dan perbanyak baca Selawat," jelasnya.

Umam menilai, tindakan mengirimkan barang aneh ini ke KPU Kota Blitar menjadi semacam teror bagi pihaknya. Karena mereka menjadi tidak fokus bekerja menjalankan tahapan-tahapan dalam Pilwali Blitar.

"Menurut kami ini semacam teror ya. Kami ingin fokus bekerja dengan baik selama tahapan Pilkada Serentak 2020 ini. Yang kami urusi dan pikirkan banyak," pungkasnya.

Sumber : detik.com

KPU Kota Blitar Diberi Tumbal Kembang Setaman dan Boneka Orang Tak Dikenal

BOJONEGORO JATIM – Kepada Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan, tersangka berinisial PP (21) seorang perempuan asal Kelurahan Ledokwetan, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro mengaku tidak kapok setelah ditangkap polisi usai mengkonsumsi narkotika.

“Tidak kapok pak, enak kok,” ujarnya mnanggapi pertanyaan dari Kapolres Bojonegoro saat pers rilis di Mapolres Bojonegoro, Kamis (10/9/2020).

Selain mengamankan tersangka berinisial PP, Satnarkoba Polres Bojonegoro juga mengamankan empat tersangka lain dalam operasi sandi Ops Tumpas yang digelar mulai 24 Agustus hingga 4 September 2020. Dari kelima kasus tersebut sebanyak 0,66 gram sabu dan 8,32 gram ganja diamankan.

Sedangkan, empat tersangka lain yakni inisial AN (46) seorang juru parkir dan AW (42) keduanya asal Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Serta RJ (20) asal Desa Dagkep, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro dan SG (27) Warga Kelurahan Ledokwetan, Kabupaten Bojonegoro.

“Kelima kasus tersebut dengan laporan polisi yang berbeda-beda. Para tersangka rata-rata mendapatkan narkotika dari pengedar di Surabaya,” ujar Kapolres.

Satu paket sabu-sabu oleh tersangka dibeli seharga Rp 200 ribu. Tersangka lain, berinisial AN mengaku mengkonsumsi narkotika karena ingin mencoba. Dia membeli sabu-sabu dari hasil menjaga parkir selama dua hari. “Penghasilan dua hari dari uang parkir saya belikan (sabu),” terangnya.

Atas perbuatan para tersangka, penyidik kepolisian mengancam tersangka dengan Pasal 144 ayat 1 huruf a UU RI nomor 35 taun 2009 tentang Narkotika yang dalam pasal tersebut berbunyi setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, memberi, menerima, menjadi perantara dalam jual beli menukar atau menyerahkan narkotika golongan satu bukan tanaman dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling sinkat lima tahun kurungan, dan paling lama 20 tahun kurungan dengan denda paling sedikit Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar.

Kemudian juga disangka Pasal 112 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi setiap orang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman  dipidana penjara paling singkat empat tahun dan maksimal 12 tahun dengan pidana denda paling sedikit Rp800 juta maksimal Rp8 miliar.

Serta Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi setiap penyalahguna narkotika golongan satu bagi diri sendiri dipidana penjara paling lama empat tahun.

Sumber : beritajatim.com

Usai Pesta Sabu, Wanita Di Bojonegoro Ini Tak Kapok Setelah Ketangkap

TUBAN JATIM - Seorang ibu yang meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya Tuban-Bojonegoro, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Kamis (10/9/2020). Korban terlindas truk trailer.

Korban meninggal bernama Dasri (45), warga Desa Kebongagung, Kecamatan Rengel. Kecelakaan di jalan antar kabupaten itu berawal saat Dasri menyebabkan sepeda motor Mio dengan nomor polisi S 2682 EB. Dia melaju dari arah timur ke barat.

“Saat berjalan dari timur ke barat itu, korban berusaha menghindari atau melewati mobil yang sedang berhenti di sisi kiri jalan. Kemudian korban bergerak ke kanan, ”terang Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban IPTU Khoirul Ahmad.

Diduga, korban kurang memperhatikan arus lalu lintas di jalan itu. Sedangkan arah yang sama melaju truk trailer nopol B 9155 KEH yang dikemudikan Didik Heru Tri Kusumo (44), warga Desa Kedungsokodani, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

Lantaran ditabrak kendaraan besar tersebut, korban jatuh ke kanan dan berada di bawah truk trailer. Nah, saat itu korban terlindas ban trailer. Sedangkan sepeda motor korban jatuh ke kiri dan menabrak mobil Innova dengan nopol S 1453 GB yang sedang berhenti di pinggir jalan raya.

“Akibat dari kejadian itu korban mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia di TKP. Selanjutnya, korban dievakuasi ke Puskesmas Rengel, ”lanjut Kanit Laka.

Sementara itu, bahaya kecelakaan kecelakaan, petugas dari Unit Laka Sat Lantas Polres Tuban telah melakukan olah TKP dan mencari keterangan saksi. Selanjutnya semua kendaraan yang terkena kecelakaan diamankan guna proses lebih lanjut.

Sumber : beritajatim.com

Seorang Ibu-ibu di Tuban Tewas Terlindas Trailer

SIDOARJO JATIM - Kecelakaan melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Raya Sukodono, Sidoarjo sekitar jam 17.00 WIB, sore tadi. Akibatnya 1 orang warga Surabaya meninggal dunia di lokasi kejadian.

AKP Sugeng Sulistyono, Kanit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo saat dikonfirmasi mengatakan, kecelakaan melibatkan 4 kendaraan masing-masing truck Tandum Box N 8173 UW dikemudikan NANANG SUSANCOKO, warga Pati, Jawa Tengah. Sepeda motor Honda B 4934 SFB dikendarai NICO NOPIANDIKA, warga Sidoarjo. Sepeda motor Honda L 5232 KM dikendarai KUKUH WICAKSONO, warga Surabaya serta sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya karena melarikan diri.

Menurut keterangan saksi di sekitar lokasi, awalnya ada sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya berjalan dari Mojokerto arah Sidoarjo. Sampai di lokasi kejadian, mendahului motor Honda yang dikendarai Kukuh Wicaksono dari samping kanan. Saat itu, motor tidak dikenal identitasnya menyerempet motor Kukuh Wicaksono sampai terjatuh ke sisi kiri. Disaat bersamaan, melaju truk dari belakang motor Kukuh Wicaksono.

Karena korban tidak bisa menghindar, akhirnya tertabrak ban truk. Tidak hanya itu, motor yang tidak diketahui identitasnya tersebut juga menyerempet motor Honda yang dikendarai NICO NOPIANDIKA yang melaju dari arah berlawanan.

AKP Sugeng Sulistyono menambahkan, akibat kecelakaan ini, Kukuh Wicaksono meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sedangkan NICO NOPIANDIKA, mengalami luka ringan. Peristiwa kecelakaan ini kemudian dilimpahkan ke Unit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo.

Sumber : andikafm.com

Kecelakaan Beruntun di Sidoarjo, Satu Korban Meninggal Seketika

Polsek Godean meringkus dua pria yang terlibat dugaan penggelapan dengan memanfaatkan jabatannya untuk meraup untung. Dua pelaku berinisial M (37) dan N (36) sudah diamankan di ruang tahanan Mapolsek setempat.

Kanit Reskrim Polsek Godean, Iptu Bowo Susilo menjelaskan bahwa kedua pelaku telah bersekongkol sejak lama. M dan N memiliki tujuan di perusahaan tempatnya bekerja yang terletak di wilayah Godean.

"Jadi tersangka M yang bekerja sebagai pengantar barang membutuhkan uang banyak. Sementara N sebagai orang yang bertugas menerima pesanan barang, ingin mencapai target penjualan agar mendapat insentif dari perusahaan," terang Bowo Kamis (10/9/2020).

Perbuatan kedua tersangka dilakukan secara bertahap sejak 10 -18 Agustus 2020. Adapun kebutuhan pokok yang mereka gelapkan yakni 700 kardus mie instan. Akibat perbuatan keduanya pihak perusahaan menerima kerugian sekitar Rp66 juta.

“Aksi kedua tersangka diketahui saat manajemen perusahaan melaksanakan audit internal. Mereka menemukan perbedaan antara data yang ada di administrasi dengan data real yang ada di gudang. Manajemen menemukan selisih yang besar,” ujar Bowo.

Curiga dengan data yang tidak sesuai, pihak manajemen menelusuri dan mengecek ke toko-toko yang bekerjasama dengan perusahaan itu. Pihak manajemen menemukan sebanyak 100 toko fiktif yang sudah tidak aktif lagi.

Kemudian pihak korban melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Godean untuk melakukan penyelidikan terhadap karyawannya.

Dari interogasi petugas, pelaku mengarah kepada M. Ia mengakui perbuatannya telah menjual barang pokok tersebut ke toko di wilayah Godean. Namun hasil penjualan tidak diserahkan ke perusahaan tetapi untuk kebutuhan pribadinya.

“Jadi barang distribusi pokok itu bisa keluar dari gudang jika ada orderan. Maka dari itu, tersangka M membuat orderan. Lalu tersangka N yang memasukkan pesanan (orderan) itu agar bisa keluar. Pelaku N ini mengetahui bahwa yang diorder oleh M merupakan toko-toko fiktif,” ujar Bowo.

Ide penggelapan itu berasal dari tersangka M yang sedang terlilit hutang. Sementara Motif N ikut dalam aksi yang dilancarkan M untuk memenuhi target penjualan demi mendapat insentif dari perusahaan tempatnya bekerja.

Sekalipun itu toko fiktif, N tetap menginput orderan M untuk direkomendasikan keluar. N sendiri tidak menikmati uang penjualan barang itu tapi dia mengejar intensif perusahaan,” katanya.

Akibat aksi licik kedua tersangka, mereka disangkakan dengan pasal 374 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan dalam Jabatan. M dan N terancam kurungan penjara maksimal 4 tahun.

Sumber : Suarajogja.id

Terbelit hutang. 2 pria ini gelapkan ratusan kerdus mie instan

Nasib nahas menimpa Ahmad Amrizal (32) seorang buruh bangunan di Bantul yang tewas tersengat aliran listrik. Diketahui Ahmad tersengat listrik saat merenovasi sebuah rumah di Bangunharjo, Sewon, Bantul, Kamis (10/9/2020).

Kasat Reskrim Polsek Sewon Iptu, Sigit Teja Sukmana, membenarkan kejadian tersebut. Dari laporan yang diterima korban yang merupakan warga Desa Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul tersengat listrik hingga mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

"Iya benar tadi memang ada buruh bangunan yang tersengat listrik dan tidak tertolong hingga meninggal," kata Sigit, Kamis (10/9/2020).

Dijelaskan Sigit, kejadian tersebut berawal saat korban yang sedang mengerjakan renovasi rumah bersama dengan seorang rekannya bernama Rustam Aji. Namun diduga karena kurang memperhatikan kondisi sekitar korban justru tersengat aliran listrik.

Korban yang melakukan pekerjaannya di ketinggian sekitar 10 meter langsung terjatuh dengan mengalami luka bakar yang cukup parah. Diketahui saat kejadian berlangsung warga sekitar sempat mendengar ledakan.

"Sebelum akhirnya jatuh ke tanah tadi sempat juga terdengar suara ledakan," katanya.

Nahas nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan langsung dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Meski korban tetap membawa korban ke Rumah Sakit Nur Hidayah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pemeriksaan medis, dipastikan korban sudah meninggal dunia," ucapnya.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan jajaran kepolisian tidak ditemukan tanda-tanda unsur pidana. Dipastikan bahwa kejadian ini murni kecelakaan karena memang kurang berhati-hati dalam melakukan pekerjaannya.

Sumber : suarajogja.id

Kecelakaan kerja. Pria di Bantul tersengat listrik hingga tewas