Social Items

BANDUNG JABAR - Seorang pria bernama Cepi Sopian (42), warga Kampung Hegarmanah RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyaksikan dahsyatnya bencana longsor yang menerjang wilayah tempat tinggalnya. Menurutnya kejadian itu sangat mengerikan.

Sebelum kejadian, Selasa (11/2/2020) pukul 20.00 WIB, Cepi bersama delapan orang temannya sedang berada di kolam yang berjarak yang berjarak sekitar 500 meter dari titik longsor di pinggir Jalan Tol Purbaleunyi.

Kemudian sekitar pukul 21.15 WIB, tiba-tiba dia merasakan getaran dan suara gemuruh yang semakin mendekat ke tempat dia berada.

Dengan kondisi gelap dia mencoba menerangi kondisi sekitar dan terkejut saat melihat pergerakan tanah dari atas dengan volume tinggi.

Mengetahui bahaya menghampiri, Cepi langsung berlari menyelamatkan diri. Terdengar juga suara warga berteriak histeris dan berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.

"Engga bisa digambarkan ngerinya longsor tanah itu. Meskipun gelap, tapi sempat terlihat karena saya senteri. Tanah dari atas itu bergerak ke bawah jaraknya sekitar 1 kilometer, saya langsung menyelamatkan diri," ujarnya saat ditemui, Rabu (12/2/2020).

Khawatir masih ada yang terlelap di dalam rumah, ia menghubungi pengurus RW agar segera mengumumkan adanya longsor melalui pengeras suara di masjid.

Material longsor yang berbentuk lumpur itu bergerak dari atas, sekitar 30 menit dan akhirnya menerjang rumah milik warga hingga banyak rumah mengalami kerusakan cukup parah.

"Dari area persawahan ini, memang di sampingnya banyak rumah-rumah warga, akibatnya banyak rumah warga yang terdampak dan ada yang ambruk total," katanya.

Longsor Di Bandung Timbun Puluhan Rumah Warga

CIMAHI - Seorang remaja berinisial ZNS (15), anak ABG korban penganiayaan dan pemerkosaan pria bejat di Kota Cimahi, Jawa Barat, meninggal dunia.

Ia menjalani perawatan medis selama dua pekan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat.

Sebelumnya, ZNS ditemukan warga di semak belukar kebun tomat, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rabu (29/1).

Gadis malang itu terkapar tak berdaya dan luka sobek di kepala akibat ditusuk bambu oleh pelaku pemerkosaan.

Polres Cimahi sudah menangkap dua pelaku, Nanang (27) dan NN (17). NN merupakan mantan kekasih korban.

Mega Aryanti (21) membenarkan kabar meninggalnya sang adik tersebut. ZNS meninggal di RSUD Cibabat, Kota Cimahi, Rabu (12/2/2020) siang, sekitar pukul 11.30 WIB.

"Iya betul meninggal tadi siang di RS Cibabat," ujar Mega saat dihubungi wartawan.

Menurut Mega, adiknya itu mengalami drop meski sudah sempat sadar. Selama perawatan, ZNS tidak bisa diajak berkomunikasi.

"Jadi hanya bisa buka mata, terus ngamuk-ngamuk. Trauma berat. Kemarin posisinya tidur terus, nggak bisa duduk," ujar Mega.

Saat ini jenazah ZNS berada di RSUD Cibabat. Rencananya jenazah ABG tersebut dibawa ke rumah duka di Jalan Baros, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan.

Sementara itu, polisi masih berkoordinasi dengan keluarga korban untuk menentukan waktu autopsi hingga pemakaman. "Akan diautopsi dulu ke RS Sartika Asih Bandung sebelum dibawa ke rumah duka," ujar Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro.

Remaja 15 Di Cimahi Tewas Setelah Diperkosa Dan Ditusuk Kepalanya

SURABAYA JATIM - Seorang pria yang bernama Yoko Setiawan, warga Dukuh Bulak Banteng diamankan. Pria 36 tahun itu dilaporkan karena telah merekam bagian dalam rok seorang perempuan di minimarket.

Kapolsek Mulyorejo Kompol Enny P Rustam mengatakan kejadian perekaman yang dilakukan pelaku terjadi pada Kamis (6/2) di sebuah minimarket di kawasan Kenjeran.

Pelaku langsung ditangkap di lokasi setelah korban melapor.

"Pelaku langsung kami tangkap di TKP di sebuah minimarket di sekitar Kenjeran setelah korban menelepon kami," ujar Enny kepada wartawan, Rabu (12/2/2020).

Enny mengatakan dalam setiap aksinya, pelaku selalu mengincar korban perempuan yang menggunakan rok mini. Sedangkan perekaman dilakukan saat sedang antre membayar di kasir.

"Pelaku selalu melakukan aksinya saat antre membayar di kasir. Kemudian pelaku berada di belakang korban ikut mengantre juga," tutur Enny.

"Nah, saat itu pelaku lalu merekam dengan handphonenya dengan lampu flash menyala yang diarahkan di bagian bawah dalam rok korban," lanjutnya.

Dikatakan Enny, aksi pelaku sendiri diketahui setelah tangannya secara tidak sengaja tersentuh bagian betis korban. Spontan saja, korban langsung menoleh ke belakang dan mengetahui pelaku telah merekam bagian dalam roknya.

"Tahunya korban saat tangan pelaku tidak sengaja menyentuh betis saat merekam. Kemudian menoleh ke belakang dan korban merampas handphone pelaku," tandasnya.

Rekam Isi Rok Wanita, Seorang Pria di Surabaya Diringkus

BOJONEGORO JATIM - Sebuah Pondok Pesantren Al Munadha, Desa Ngraho RT 013 RW 01 Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro terbakar dan hanguskan kitab yang digunakan santri untuk ngaji.

Hal itu terjadi setelah api membakar salah satu bangunan di komplek pondok.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro Sukirno mengatakan, kebakaran yang terjadi di pondok pesantren itu diduga akibat konsleting arus listrik. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.15 WIB, Rabu (12/2/2020).

Akibat kebakaran itu, menurut Sukirno, bangunan semi permanen berukuran 2 meter x 3 meter yang biasa digunakan para santri terbakar.

Selain kitab, barang-barang elektronik lain juga tak terselamatkan. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

“Pemadaman dilakukan menggunakan dua unit mobil pemadam dan tujuh personil. Sekitar pukul 10.30 WIB proses pemadaman selesai,” ujarnya.

Dari peristiwa kebakaran di pondok pesantren yang diasuh oleh KH Athoillah (49) itu beberapa barang masih bisa diselamatkan. Beberapa diantaranya, tracktor dan gedung sebelah bangunan yang terbakar dengan isi gedung genset, dan alat-alat pertanian lainya.

“Taksir kerugian dari perhitungan sementara kurang lebih Rp 10 juta,” ungkap Sukirno. Sementara, selain dari petugas pemadam kebakaran, pemadaman juga dibantu personil dari Koramil, Polsek, Satpol PP Gayam dan warga pondok pesantren.

Pondok Pesantren Di Bojonegoro Hangus Terbakar

PONOROGO JATIM - Sekelompok ibu-ibu spesialis pencurian di swalayan tertangkap Polres Ponorogo. Keempat ibu-ibu Tersebut kepergok mencuri susu formula di Swalayan Koperasi Unit Desa (KUD) Sambit, di Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

Kapolsek Sambit, AKP Sutriatna mengatakan keempat pelaku itu adalah Rani (46), Rustinah (46), Sunarti (58) dan Rupiah (57). Keempat emak-emak ini berasal dari Jakarta Pusat.

Aksi keempat pelaku terbongkar saat manajer swalayan memantau melalui CCTV.

"Saksi yang curiga kemudian mengawasi pergerakan keempatnya melalui rekaman CCTV. Dan keempat pelaku mengambil barang berupa susu," katanya, Rabu (12/2/2020).

Modusnya, para emak-emak tersebut mengambil susu dan menyembunyikannya di dalam rok. Manajer tersebut kemudian meminta karyawannya untuk berjaga-jaga di kasir.

Tidak sampai diperiksa, dua emak-emak yang bernama Rani dan Rustinah kabur. Sementara Sunarti dan Rupiah saat digeledah ditemukan susu yang dicurinya.

"Baru melaporkan kepada kami Polsek Sambit. Kami pun melakukan pengejaran untuk dua lainnya," ujarnya.

Kedua pelaku yang melarikan diri kemudian berhasil diamankan di perbatasan Ponorogo dan Wonogiri.

"Kami juga mengamankan mobil yang dibuat mencuri," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, keempat emak-emak itu mengakui telah melakukan pencurian di berbagai swalayan dengan modus berpura pura sebagai pengunjung.

"Mereka mengambil barang yang bernilai harga mahal dari dalam swalayan, pada saat pengawas swalayan lengah," pungkasnya.

4 Ibu-ibu Di Ponorogo Diringkus Setelah Kepergok Curi Susu

MADIUN JATIM - Kecelakaan maut melibatkan sebuah truk bermuatan gas menghantam bodi Bus Sugeng Rahayu di Jalan Raya Surabaya-Madiun, Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Rabu (12/2/2020).

Akibat kecelakaan ini Sopir truk tewas seketika di lokasi kejadian.

Kanit Laka Satlantas Polres Madiun Ipda Arjuna Barmasa mengatakan, kecelakaan bermula saat truk bernopol S 8155 NF yang disopiri Arifin (56), warga Sidoarjo tersebut melaju dari arah barat atau Madiun menuju timur atau Surabaya.

Dia menambahkan, sampai di lokasi, truk itu tiba-tiba oleng dan keluar dari jalurnya serta masuk ke jalur berlawanan. Saat itu, Bus Sugeng Rahayu bernopol W 7563 UN yang disopiri Suparni (46) melaju.

"Karena jarak terlalu dekat, kecelakaan tidak bisa dihindari. Kabin truk menabrak bodi bus hingga sopirnya terjepit. Sopir truk meninggal dunia di lokasi," jelas Arjuna.

Sedangkan sopir bus hanya mengalami luka ringan dan sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Caruban.

"Bus Sugeng Rahayu mengalami kerusakan pada bagian depan sebelah kanan dan bodi kanan. Kaca bagian depan bus pecah. Untuk kabin truknya ringsek," bebernya.

Setelah mengevakuasi sopir truk, Unit Lak Satlantas Polres Madiun kemudian mengevakuasi dua kendaraan itu. Sedangkan kasusnya dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP.

Truk Tabrak Bus Sugeng Rahayu Di Madiun, Supir Truk Tewas

MOJOKERTO JATIM -Sebuah mobil Toyota Avanza dengan nopol L 1979 VD terperosok dalam sungai di Jalan Rajasanegara, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Rabu (12/2/2020).

Petugas Satlantas Polres Mojokerto Bripka Nur Kasim mengatakan, mobil berwarna krem metalik itu awalnya terparkir di Kantor Lovina Tour dan Travel.

"Mobil itu diparkir di depan kantor biro perjalanan di sebelah utara. Tiba-tiba mobil itu mundur sendiri ke selatan atau seberang jalan," tutur Kasim di lokasi kejadian.

Kasim menambahkan, saat mobil milik Sebastian itu mundur dan akhirnya terjun dalam sungai pada saat jalan raya sedang sepi.

"Beruntung tidak ada korban luka ataupun jiwa. Mobil masuk ke sungai yang ada di seberang jalan," tambahnya.

Setelah beberapa saat, mobil derek datang untuk mengangkat mobil itu dari sungai.

"Mobil berhasil diangkat dan beberapa bagian rusak. Kemungkinan pemilik mobil lupa tidak handrem," pungkasnya.

Mobil Di Mojokerto Tercebur Ke Sungai

KEDIRI JATIM - Satreskrim Polresta Kediri berhasil mengamankan Nopri Setiawan. Warga Desa Kwadungan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri yang terbukti melakukan pembobolan konter di Jalan Wachid Hasyim Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

Pelaku ditangkap di Bandara Sultan Hasanuddin, Makasar, Selasa (11/2/2020). Menurut Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi, penangkapan dari Berawal dari penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) pencurian dengan pemberatan.

Pelaku menarik 6 unit telepon genggam (HP) merek Iphone, dihubungi konter Vanila Iphone pada (9/1) yang lalu. Petugas yang menerima informasi warga di daerah Mojo Kecamatan Kediri yang memiliki iPhone 8 ditambah yang dibeli dari postingan jual beli HP marketplace media sosial (medsos).

“Sekitar pukul 14.00 WIB, tim Resmob melakukan penyelidikan tempat tinggal warga tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, Hp iPhone 8 Plus milik warga tersebut sesuai (identik) dengan salah satu Hp Iphone yang hilang di TKP berdasarkan ciri fisik dan Nomor IMEI Hp Iphone, ”jelasnya, Rabu (12/2/2020).

HP Iphone 8 Plus dibeli seharga Rp 5,8 juta dari salah satu warga di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri juga melalui postingan di group marketplace.

“Personel segera melakukan penulusuran di rumah warga Kecamatan Ngasem. Dia menerima pada Januari 2020, pernah membeli 2 unit HP Iphone dari Nopri, yaitu HP Iphone 8 Plus Rp 4,9 juta dan HP Iphone 7 Plus Rp 2,7 juta, ”ucapnya.

Tim Resmob melakukan koordinasi dengan pihak Bandara Juanda, Surabaya dan Bandara Sultan Hasanudin, Makasar. Pasalnya, Nopri Diperoleh setelah menjual barang hasil curian, dia pergi ke Makasar.

Pelaku akhirnya ditangkap di Bandara Sultan Hasanudin, Makasar, selantnya tim Resmob melakukan penjemputan di Polsek Kawasan Bandara Sultan Hasanudin, Polres Maros, Makasar untuk dibawa ke Mapolresta Kediri.

Pencuri HP Di Kediri Berhasil Dibekuk Di Bandara Makassar

BANYUMAS JATENG - Sepasang Pria dan wanita warga Jakarta beda alamat, yang ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Desa Karangmangu, Baturraden, Banyumas. Polisi mengatakan keduanya diduga meninggal akibat serangan jantung dampak minuman yang dikonsumsi sebelumnya.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry mengatakan berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim dokter RS Margono Soekarjo Purwokerto, keduanya diduga meninggal setelah mengonsumsi obat-obatan dan minuman energi yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Setelah autopsi, kita melaksanakan gelar dengan tim dokter yang melaksanakan (autopsi). Dimungkinkan dari hasil autopsi, penyebab meninggalnya itu ada semacam serangan jantung yang dipicu oleh semacam zat kimia atau minuman yang sebelumnya dikonsumsi oleh keduanya," kata Berry saat dihubungi, Rabu (12/2/2020).

Meskipun demikian, untuk mengetahui lebih jelas terkait kandungan dalam obat-obatan dan minuman yang ditemukan di lokasi kejadian, pihaknya berencana membawa sampel kandungan yang ditemukan di tubuh korban dan barang bukti di TKP untuk diperiksa lebih lanjut di Laboratorium Forensik Polda Jateng.

Berry menjelaskan, bahwa pada saat olah TKP, pihaknya menemukan tiga butir kapsul dan ada cairan dari minuman suplemen penambah energi.

"Hari ini rencana kita ajukan (dikirim) ke laboratorium forensik untuk menguji senyawanya itu apakah yang sesuai dengan yang ada di lambung jenazah itu," jelasnya.

Saat disinggung apakah ketiga kapsul tersebut merupakan obat kuat. Pihaknya belum bisa memastikan karena saat ditemukan, obat tersebut tidak ada mereknya.

"Kita belum tahu isinya apa, makanya hari ini kita lanjut ke sana (laboratorium forensik) untuk meyakinkan memastikan 100 persen bahwa itu memang dipicu oleh adanya kandungan dari cairan tersebut," ucapnya.

Berdasarkan hasil autopsi, lanjut Berry, keduanya meninggal hampir bersamaan. "Dimungkinkan yang meninggal duluan yang laki-laki dan waktunya hampir bersamaan (dengan meninggalnya korban wanita)," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pria dan wanita penyewa salah kamar di Hotel Franita di Baturraden ditemukan meninggal pada Selasa (11/2) siang.

Hal itu diketahui pertama kali oleh petugas hotel yang membuka pintu kamar dengan kunci cadangan karena ketika diketuk berkali-kali untuk mengingatkan waktu sewa kamar telah habis, tidak ada respons dari dalam kamar.

Dari tanda pengenal KTP, keduanya berasal di Jakarta namun berbeda alamat. Korban lelaki MA (54 tahun) maupun korban wanita Y (46 tahun) meskipun sama-sama berasal dari Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, namun keduanya berbeda RT dan RW.

Catatan pengelola hotel, keduanya datang dan memesan kamar di hotel pada Senin (10/2) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Keduanya datang menggunakan kendaraan Toyota Rush bernopol B 2749 SIH.

Sepasang Kekasih Yang Tewas Di Hotel Diduga Over Dosis

BOYOLALI JATENG - Seorang kakek warga Boyolali hilang sejak kemarin diduga hanyut di Sungai Pepe. Tim SAR masih mencari keberadaann kakek bernama Tri Joko (82) itu hingga saat ini.

"Iya, kita lakukan operasi pencarian dengan menyusuri alur Sungai Pepe ini," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, Rabu (12/2/2020).

Korban merupakan warga Dukuh Kemuning, Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Dia dilaporkan hilang sejak Selasa (11/2) sore.

Dugaan sementara korban hanyut di Kali Pepe saat pulang dari sawahnya yang terletak di pinggir sungai tersebut. Korban diduga terjebak kondisi Sungai Pepe sedang banjir sore kemarin.

Menurut salah seorang warga setempat, Jangkung, sejumlah warga sudah berusaha mencari keberadaan Joko dengan menyusuri sungai sejak kemarin sore.

Namun upaya pencarian belum membuahkan hasil hingga tadi malam.

"Jalan-jalan yang biasa dilalui (korban) ke sawahnya, juga sudah ditelusuri hingga tadi pagi, tapi belum ditemukan juga," kata Jangkung, warga Dukuh Gunungsari, Desa Dlingo.

Tim SAR saat ini mulai melakukan upaya pencarian korban dengan menyusuri sungai Pepe. Mereka menyusuri sungai dimulai dari lokasi yang diduga tempat dugaan korban menyeberang.

Kakek Di Boyolali Hanyut dan Hilang Di Sungai Pepe

BEKASI JABAR - Sejumlah tenaga kerja asing diketahui bekerja sebagai tenagar kasar di proyek apartemen Meikarta, Desa Cibatu Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi.

Keberadaan pekerja asing itu dinilai menyalahi aturan serta tidak sesuai dengan visa yang diajukan.

Keberadaan pekerja asing ini kembali menyeruak usai tewasnya TKA asal Tiongkok di proyek Meikarta, akhir pekan lalu.

TKA asal Provinsi Hubei itu diketahui tidak memiliki izin bekerja di Indonesia. Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi mencatat, TKA tersebut hanya mengantongi via kunjungan.

“Dari pemeriksaan kami, dokumen yang bersangkutan, visa yang digunakan adalah visa kunjungan.

Apabila memang yang bersangkutan sebagai tenaga kerja tentu menyalahi aturan,” kata Kepala Sub Penindakan Imigrasi Kelas II Bekasi, Yogi Aprilia.

Ditemukannya TKA asal Tiongkok tersebut kini menjadi sorotan di Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan informasi yang didapat, sejumlah pekerja asing yang bekerja di lingkungan proyek pembangunan Meikarta.

Seperti pekerja Indonesia lainnya, pekerja asing ini menggunakan pakaian kerja khas pekerja bangunan. Berwarna biru tua, lusuh, dengan beberapa noda yang mengotori pakaiannya.

Saat coba didekati, pekerja asing itu tidak bisa berbahasa Indonesia maupun Inggris.

Sesuai aturan, TKA yang bekerja di Indonesia hanya diperbolehkan untuk posisi tertentu. Mereka hanya boleh menempati posisi setingkat kepala bagian atau di atasnya.

Namun, melihat kondisi yang terjadi, mereka yang bekerja justru lebih menyerupai tukang bangunan.

Pada kesempatan berbeda, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto turut menyoroti keberadaan pekerja asing tersebut yang dinilai menyalahi aturan.

Dari hasil sidak yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, kata Budi, sendiri pun mendapati banyak TKA yang bekerja sebagai buruh kasar.

“Saya melihat itu tidak banyak TKA yang bekerja. Meikarta tengah membangun 15 menara dengan dukungan ada 100-200 pekerja asing. Sayangnya pihak Meikarta tidak bisa menjelaskan bagaimana pekerja asing bisa sebanyak itu, ”ucap dia.

Dari hasil sidak, lanjut dia, data yang disampaikan pihak Meikarta pun tidak sesuai dengan pendataan yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi.

Pekerja Asing Asal Tiongkok Tewas Di Meikarta

KARAWANG JABAR - Seorang remaja tewas dengan kondisi mengenaskan di pinggir pagar gedung sinyal timur, Stasiun Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Saat ditemukan warga, mayat lelaki yang belakangan diketahui berinisial SI (17) masih terjerat sabuk.

"Diduga kuat korban dianiaya kemudian dicekik menggunakan sabuk yang kemudian sabuk ditalikan ke besi cor," kata Kasat Reskrim Polres Karawang Bimantoro Kurniawan, Rabu (12/2/2020).

Ia menjelaskan penemuan mayat itu berlangsung Jumat (7/2). Selain leher masih terjerat sabuk, menurut Bimantoro, pada tubuh SI juga ditemukan sejumlah luka lebam. Awalnya, polisi tidak menemukan identitas remaja tersebut.

Pada Selasa malam (11/2), seorang perempuan dan suaminya mengonfirmasi bahwa mayat tersebut ialah anaknya. Mereka warga Cikampek Barat.

"Setelah mengecek ke RSUD, kedua orang tua tersebut memastikan jika korban merupakan anak mereka yang sudah lama tidak pulang," tutur Bimantoro.

Kedua orang tua korban tampak terpukul dan syok saat mengetahui anaknya tewas mengenaskan.

Apalagi, kata Bimantoro, terlihat jelas bekas penganiayaan di tubuh korban.

"Kita masih selidiki kasus ini dan masih memburu pelakunya," ujarnya.

Remaja Karawang Ditemukan Tewas Dengan Leher Terjerat

BANDUNG JABAR - Satresekrim Polresta Bandung memburu pria dewasa yang mencabuli gadis di bawah umur. Selain itu, pelaku merekam video adegan seksnya dan menyebarkan via media sosial (medsos).

Korban dan pelaku yang memakai nama alias Udin itu berkenalan lewat Facebook. Kasat Reskrim Polresta Bandung AKP Agta Buwana mengatakan aksi pencabulan yang dilakukan pelaku sengaja direkam dan disebarkan.

"Iya (video adegan seks) disebarkan pelaku melalui Facebook," kata Agta via sambungan telepon, Rabu (12/2/2020).

"Videonya berdurasi 6 menit 49 detik," ucap Agta menambahkan.

Aksi bejat pelaku kepada anak baru gede (ABG) tersebut dilakukan di rumah kontrakannya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

"Aksi pencabulan itu sengaja direkam oleh pelaku," katanya.

Polisi belum mengetahui motif pelaku menyebar video porno tersebut. "Motifnya belum tahu, pelaku sebar video itu menggunakan akun Facebook palsu," tutur Agta.

Orang tua ABG Bandung itu langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Polisi bergerak mengejar keberadaan pelaku.

"Pelaku sedang dilakukan pengejaran, kami sudah mengantongi identitasnya," ujar Agta

Cabuli ABG, Pelaku Sebar Video Sendiri di Medsos

BLITAR JATIM - Sebuah Mobil Avanza bernopol AG 1590 TG tergelincir ke Kali Putih, Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari Blitar, kejadian ini terjadi selasa 11/02/2020 malam sekitar jam 21.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, Andreas pria warga Desa Blimbing Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung meninggal dunia di lokasi kejadian.

AKP Misdi, Kapolsek Gandusari Blitar saat dikonfirmasi menjelaskan kecelakaan berawal saat mobil melaju dari Blitar arah Tulungagung.

Sesampainya di cekdam Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari Blitar, mobil terlalu ke pinggir dan akhirnya jatuh ke Kali Putih.

Dalam mobil tersebut juga ada 6 penumpang lain yang mengalami luka luka, dan selanjutnya dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Blitar untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Mobil Di Blitar Tercebur ke Sungai Dan Tewaskan Satu Orang

BANYUMAS JATENG -Seorang Pria dan wanita warga Jakarta, ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Banyumas.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry mengatakan penemuan korban berawal dari petugas Kamar Hotel Franita di Baturraden yang hendak mengingatkan waktu menginap telah habis, Selasa (11/2/2020) sekitar pukul 13.30 WIB.

Karena tidak ada respon, akhirnya pintu kamar hotel nomor 01 tersebut dibuka dan diketahui kedua penyewa kamar itu sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Namun hingga saat ini belum ada informasi pati terkait status atau hubungan keluarga antarkedua korban.

"Sekitar pukul 13.30 WIB petugas hotel mengetuk kamar hotel karena sudah waktunya untuk chek out, tetapi kedua korban belum keluar.

Karena curiga akhirnya (petugas hotel) coba buka menggunakan kunci cadangan, setelah dibuka kedua korban sudah berada di lantai," kata Berry kepada wartawan.

Dari tanda pengenal KTP, diketahui penyewa kamar itu bernama Mohammad Ainin (54 tahun) warga Jalan RC Veteran RT 01 RW 01, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Sedangkan korban wanita bernama Yuliyanti (46 tahun) warga Jalan H Ali No 03 RT 06 RW 07 Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Catatan pengelola hotel, keduanya datang dan memesan kamar di hotel pada Senin (10/2) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Keduanya datang menggunakan kendaraan Toyota Rush bernopol B 2749 SIH.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan Unit Indentifikasi Polresta Banyumas tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan di tubuh kedua korban.

Untuk penyelidikan lebih lanjut terkait kematian keduanya, korban dibawa ke RS Margono Soekarjo Purwokerto untuk dilakukan autopsi.

"Diduga korban telah meninggal lebih dari 6 jam, tetapi untuk penyebab kematian belum bisa diketahui harus dilakukan autopsi.

Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Di mulut korban laki-laki dari telinga mengeluarkan darah, sedangkan untuk korban perempuan dari mulut mengeluarkan cairan warna kuning," ujarnya.

Pria Dan Wanita Asal Jakarta Ditemukan Tewas Di Kamar Hotel

KEDIRI JATIM - Kecelakaan lalu lintas terjadi antara pengendara sepeda motor, terjadi di Jalan HOS Cokroaminoto  Pesantren Kota Kediri. Kejadian ini terjadi selasa 11/02/2020 sekitar jam 17.20 WIB.

Kecelakaan melibatkan dua pengendara  sepeda motor, Ita Saragi pengendara sepeda motor Honda Vario nopol AG 6562 CZ  warga Jalan Samratulagi Setono Pande Kecamatan Kota kediri.

Dengan sepeda motor Yamaha Mio nopol  AG 3874 KAA dikendarai ADILIA ZAHROTUN NISAKH warga Desa Ngaringan Kecamatan Gandusari Blitar.

AIPTU Moh Mekrot Ps Kasi Humas Polsek Pesantren mengabarkan, kecelakaan bermula saat motor Yamaha Mio berjalan dari simpang empat Retjo Pentung Kediri menuju Burengan Kota Kediri.

Tepat  di simpang empat Gang Carik, motor Honda Vario keluar dari gang menyeberang jalan. Karena jarak terlalu dekat kecelakaan tidak bisa dihindari.

Akibat kecelakaan ini ADILIA mengalami luka pada bagian tangan dan kaki. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri.

Selanjutnya penanganan lebih lanjuit, diserahkan ke Unit Laka Satlantas Polres Kediri Kota.

Terlibat Tabrakan Dua Motor Di Kediri, Korban Alami Luka-luka

CIREBON JABAR - Anak perempuan berusia 4 tahun, warga Kecamatan Pamengkang, Kabupaten Cirebon, Jabar, mengalami koma akibat digigit ular berbisa.

Saat ini anak tersebut masih dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSD Gunung Jati, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni mengatakan peristiwa nahas yang menimpa bocah itu terjadi pada Sabtu (8/2).

Enny menyebutkan bagian telapak kaki anak itu dipatuk ular.

"Kondisinya masih koma. Ada dua gigitan di telapak kakinya. Ini kasus pertama untuk gigitan ular berbisa. Sebelumnya ada, tapi bisanya tidak seperti ini," kata Enny di Puskesmas Pamengkang, Kabupaten Cirebon, Selasa (11/2/2020).

Tim medis belum bisa memastikan jenis ular berbisa yang menggigit bocah tersebut. Karena kondisi pasien belum membaik, Enny dan pihak rumah sakit sepakat mengundang dokter spesialis emergency dari WHO yang bertugas di Kemenkes, yaitu Tri Maharani.

"Kami juga sekalian mengumpulkan dokter-dokter di puskesmas untuk mengikuti sosialisasi tentang penanganan pertama terhadap korban gigitan ular. Pembicaranya dokter Tri," katanya.

Bocah 4 Tahun Di Cirebon Koma Setelah Dipatuk Ular

Loading...