BEKASI JABAR - Sejumlah tenaga kerja asing diketahui bekerja sebagai tenagar kasar di proyek apartemen Meikarta, Desa Cibatu Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi.

Keberadaan pekerja asing itu dinilai menyalahi aturan serta tidak sesuai dengan visa yang diajukan.

Keberadaan pekerja asing ini kembali menyeruak usai tewasnya TKA asal Tiongkok di proyek Meikarta, akhir pekan lalu.

TKA asal Provinsi Hubei itu diketahui tidak memiliki izin bekerja di Indonesia. Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi mencatat, TKA tersebut hanya mengantongi via kunjungan.

“Dari pemeriksaan kami, dokumen yang bersangkutan, visa yang digunakan adalah visa kunjungan.

Apabila memang yang bersangkutan sebagai tenaga kerja tentu menyalahi aturan,” kata Kepala Sub Penindakan Imigrasi Kelas II Bekasi, Yogi Aprilia.

Ditemukannya TKA asal Tiongkok tersebut kini menjadi sorotan di Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan informasi yang didapat, sejumlah pekerja asing yang bekerja di lingkungan proyek pembangunan Meikarta.

Seperti pekerja Indonesia lainnya, pekerja asing ini menggunakan pakaian kerja khas pekerja bangunan. Berwarna biru tua, lusuh, dengan beberapa noda yang mengotori pakaiannya.

Saat coba didekati, pekerja asing itu tidak bisa berbahasa Indonesia maupun Inggris.

Sesuai aturan, TKA yang bekerja di Indonesia hanya diperbolehkan untuk posisi tertentu. Mereka hanya boleh menempati posisi setingkat kepala bagian atau di atasnya.

Namun, melihat kondisi yang terjadi, mereka yang bekerja justru lebih menyerupai tukang bangunan.

Pada kesempatan berbeda, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto turut menyoroti keberadaan pekerja asing tersebut yang dinilai menyalahi aturan.

Dari hasil sidak yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, kata Budi, sendiri pun mendapati banyak TKA yang bekerja sebagai buruh kasar.

“Saya melihat itu tidak banyak TKA yang bekerja. Meikarta tengah membangun 15 menara dengan dukungan ada 100-200 pekerja asing. Sayangnya pihak Meikarta tidak bisa menjelaskan bagaimana pekerja asing bisa sebanyak itu, ”ucap dia.

Dari hasil sidak, lanjut dia, data yang disampaikan pihak Meikarta pun tidak sesuai dengan pendataan yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi.

Pekerja Asing Asal Tiongkok Tewas Di Meikarta

BEKASI JABAR - Sejumlah tenaga kerja asing diketahui bekerja sebagai tenagar kasar di proyek apartemen Meikarta, Desa Cibatu Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi.

Keberadaan pekerja asing itu dinilai menyalahi aturan serta tidak sesuai dengan visa yang diajukan.

Keberadaan pekerja asing ini kembali menyeruak usai tewasnya TKA asal Tiongkok di proyek Meikarta, akhir pekan lalu.

TKA asal Provinsi Hubei itu diketahui tidak memiliki izin bekerja di Indonesia. Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi mencatat, TKA tersebut hanya mengantongi via kunjungan.

“Dari pemeriksaan kami, dokumen yang bersangkutan, visa yang digunakan adalah visa kunjungan.

Apabila memang yang bersangkutan sebagai tenaga kerja tentu menyalahi aturan,” kata Kepala Sub Penindakan Imigrasi Kelas II Bekasi, Yogi Aprilia.

Ditemukannya TKA asal Tiongkok tersebut kini menjadi sorotan di Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan informasi yang didapat, sejumlah pekerja asing yang bekerja di lingkungan proyek pembangunan Meikarta.

Seperti pekerja Indonesia lainnya, pekerja asing ini menggunakan pakaian kerja khas pekerja bangunan. Berwarna biru tua, lusuh, dengan beberapa noda yang mengotori pakaiannya.

Saat coba didekati, pekerja asing itu tidak bisa berbahasa Indonesia maupun Inggris.

Sesuai aturan, TKA yang bekerja di Indonesia hanya diperbolehkan untuk posisi tertentu. Mereka hanya boleh menempati posisi setingkat kepala bagian atau di atasnya.

Namun, melihat kondisi yang terjadi, mereka yang bekerja justru lebih menyerupai tukang bangunan.

Pada kesempatan berbeda, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto turut menyoroti keberadaan pekerja asing tersebut yang dinilai menyalahi aturan.

Dari hasil sidak yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, kata Budi, sendiri pun mendapati banyak TKA yang bekerja sebagai buruh kasar.

“Saya melihat itu tidak banyak TKA yang bekerja. Meikarta tengah membangun 15 menara dengan dukungan ada 100-200 pekerja asing. Sayangnya pihak Meikarta tidak bisa menjelaskan bagaimana pekerja asing bisa sebanyak itu, ”ucap dia.

Dari hasil sidak, lanjut dia, data yang disampaikan pihak Meikarta pun tidak sesuai dengan pendataan yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi.

Tidak ada komentar