BOJONEGORO JATIM - Sebuah Pondok Pesantren Al Munadha, Desa Ngraho RT 013 RW 01 Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro terbakar dan hanguskan kitab yang digunakan santri untuk ngaji.

Hal itu terjadi setelah api membakar salah satu bangunan di komplek pondok.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro Sukirno mengatakan, kebakaran yang terjadi di pondok pesantren itu diduga akibat konsleting arus listrik. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.15 WIB, Rabu (12/2/2020).

Akibat kebakaran itu, menurut Sukirno, bangunan semi permanen berukuran 2 meter x 3 meter yang biasa digunakan para santri terbakar.

Selain kitab, barang-barang elektronik lain juga tak terselamatkan. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

“Pemadaman dilakukan menggunakan dua unit mobil pemadam dan tujuh personil. Sekitar pukul 10.30 WIB proses pemadaman selesai,” ujarnya.

Dari peristiwa kebakaran di pondok pesantren yang diasuh oleh KH Athoillah (49) itu beberapa barang masih bisa diselamatkan. Beberapa diantaranya, tracktor dan gedung sebelah bangunan yang terbakar dengan isi gedung genset, dan alat-alat pertanian lainya.

“Taksir kerugian dari perhitungan sementara kurang lebih Rp 10 juta,” ungkap Sukirno. Sementara, selain dari petugas pemadam kebakaran, pemadaman juga dibantu personil dari Koramil, Polsek, Satpol PP Gayam dan warga pondok pesantren.

Pondok Pesantren Di Bojonegoro Hangus Terbakar

BOJONEGORO JATIM - Sebuah Pondok Pesantren Al Munadha, Desa Ngraho RT 013 RW 01 Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro terbakar dan hanguskan kitab yang digunakan santri untuk ngaji.

Hal itu terjadi setelah api membakar salah satu bangunan di komplek pondok.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro Sukirno mengatakan, kebakaran yang terjadi di pondok pesantren itu diduga akibat konsleting arus listrik. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.15 WIB, Rabu (12/2/2020).

Akibat kebakaran itu, menurut Sukirno, bangunan semi permanen berukuran 2 meter x 3 meter yang biasa digunakan para santri terbakar.

Selain kitab, barang-barang elektronik lain juga tak terselamatkan. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

“Pemadaman dilakukan menggunakan dua unit mobil pemadam dan tujuh personil. Sekitar pukul 10.30 WIB proses pemadaman selesai,” ujarnya.

Dari peristiwa kebakaran di pondok pesantren yang diasuh oleh KH Athoillah (49) itu beberapa barang masih bisa diselamatkan. Beberapa diantaranya, tracktor dan gedung sebelah bangunan yang terbakar dengan isi gedung genset, dan alat-alat pertanian lainya.

“Taksir kerugian dari perhitungan sementara kurang lebih Rp 10 juta,” ungkap Sukirno. Sementara, selain dari petugas pemadam kebakaran, pemadaman juga dibantu personil dari Koramil, Polsek, Satpol PP Gayam dan warga pondok pesantren.

Tidak ada komentar