BANDUNG JABAR - Seorang pria bernama Cepi Sopian (42), warga Kampung Hegarmanah RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyaksikan dahsyatnya bencana longsor yang menerjang wilayah tempat tinggalnya. Menurutnya kejadian itu sangat mengerikan.

Sebelum kejadian, Selasa (11/2/2020) pukul 20.00 WIB, Cepi bersama delapan orang temannya sedang berada di kolam yang berjarak yang berjarak sekitar 500 meter dari titik longsor di pinggir Jalan Tol Purbaleunyi.

Kemudian sekitar pukul 21.15 WIB, tiba-tiba dia merasakan getaran dan suara gemuruh yang semakin mendekat ke tempat dia berada.

Dengan kondisi gelap dia mencoba menerangi kondisi sekitar dan terkejut saat melihat pergerakan tanah dari atas dengan volume tinggi.

Mengetahui bahaya menghampiri, Cepi langsung berlari menyelamatkan diri. Terdengar juga suara warga berteriak histeris dan berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.

"Engga bisa digambarkan ngerinya longsor tanah itu. Meskipun gelap, tapi sempat terlihat karena saya senteri. Tanah dari atas itu bergerak ke bawah jaraknya sekitar 1 kilometer, saya langsung menyelamatkan diri," ujarnya saat ditemui, Rabu (12/2/2020).

Khawatir masih ada yang terlelap di dalam rumah, ia menghubungi pengurus RW agar segera mengumumkan adanya longsor melalui pengeras suara di masjid.

Material longsor yang berbentuk lumpur itu bergerak dari atas, sekitar 30 menit dan akhirnya menerjang rumah milik warga hingga banyak rumah mengalami kerusakan cukup parah.

"Dari area persawahan ini, memang di sampingnya banyak rumah-rumah warga, akibatnya banyak rumah warga yang terdampak dan ada yang ambruk total," katanya.

Longsor Di Bandung Timbun Puluhan Rumah Warga

BANDUNG JABAR - Seorang pria bernama Cepi Sopian (42), warga Kampung Hegarmanah RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyaksikan dahsyatnya bencana longsor yang menerjang wilayah tempat tinggalnya. Menurutnya kejadian itu sangat mengerikan.

Sebelum kejadian, Selasa (11/2/2020) pukul 20.00 WIB, Cepi bersama delapan orang temannya sedang berada di kolam yang berjarak yang berjarak sekitar 500 meter dari titik longsor di pinggir Jalan Tol Purbaleunyi.

Kemudian sekitar pukul 21.15 WIB, tiba-tiba dia merasakan getaran dan suara gemuruh yang semakin mendekat ke tempat dia berada.

Dengan kondisi gelap dia mencoba menerangi kondisi sekitar dan terkejut saat melihat pergerakan tanah dari atas dengan volume tinggi.

Mengetahui bahaya menghampiri, Cepi langsung berlari menyelamatkan diri. Terdengar juga suara warga berteriak histeris dan berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.

"Engga bisa digambarkan ngerinya longsor tanah itu. Meskipun gelap, tapi sempat terlihat karena saya senteri. Tanah dari atas itu bergerak ke bawah jaraknya sekitar 1 kilometer, saya langsung menyelamatkan diri," ujarnya saat ditemui, Rabu (12/2/2020).

Khawatir masih ada yang terlelap di dalam rumah, ia menghubungi pengurus RW agar segera mengumumkan adanya longsor melalui pengeras suara di masjid.

Material longsor yang berbentuk lumpur itu bergerak dari atas, sekitar 30 menit dan akhirnya menerjang rumah milik warga hingga banyak rumah mengalami kerusakan cukup parah.

"Dari area persawahan ini, memang di sampingnya banyak rumah-rumah warga, akibatnya banyak rumah warga yang terdampak dan ada yang ambruk total," katanya.

Tidak ada komentar