Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
SIDOARJO JATIM - Seorang dukun cabul dipolisikan. Dukun tersebut telah mencabuli dan menyetubuhi dua korban, salah satunya masih di bawah umur.

Pelaku adalah M Khodar (53), warga Menganti, Gresik. Korban pertamanya adalah seorang pembantu warga Porong berusia 41 tahun. Pembantu ini mempunyai warung yang dijaganya usai dia bekerja sebagai pembantu.

Korban ingin warungnya laris. Karena itu dia meminta penglaris kepada pelaku. Pelaku menyanggupi dan akan memberinya jimat penglaris dengan syarat meminum air yang diberikan.

"Air yang diberikan pelaku membuat korban pusing. Setelah itu korban disetubuhi," ujar Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Putra kepada wartawan, Jumat (16/10/2020).

Tak hanya pembantu, pelaku juga mencabuli anak si majikan yang baru berumur 16 tahun. Modus yang digunakan adalah kepada korban pelaku mengaku bisa memberikan perlindungan dengan memagari secara gaib rumah dan korban.

"Tersangka mengaku bisa memagari rumah dan memagari korban dari gangguan remaja pria dan makhluk halus," kata Ambuka.

Sama seperti korban pertama, korban yang masih pelajar ini diberikan minuman yang setelah diminum membuat korban pusing. Saat pusing itulah pelaku leluasa mencabuli korban.

"Kejadiannya pada Juni 2020," kata Ambuka.

Perbuatan korban terbongkar saat korban kedua melapor ke kakaknya. Setelah diamankan, pelaku mengakui perbuatannya. Dan ia mengakui tak hanya mencabuli korban kedua, tetapi juga menyetubuhi korban pertama.

"Tersangka dijerat dengan pasal 81 dan atau pasal 82 UURI no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun," tandas Ambuka.

Sumber : detik.com

Dukun Cabul di Sidoarjo Setubuhi 2 Wanita, Salah Satunya Dibawah Umur

TUBAN JATIM - Peristiwa kecelakaan beruntun yang melibatkan 3 kendaraan truk yakni 1 truk tronton dengan 2 kedaraan dump truk terjadi di jalan raya Soko-Parengan kawasan Alas Tuwo, Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Kamis (15/10) 2020) tengah malam.

Akibat kecelakaan itu satu korban yakni Tantama Krisman Hari (24), yang merupakan seorang sopir truk asal Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban tewas di lokasi kejadian perkara. Korban saat itu sedang keluar dari truknya yang sedang di parkir di pinggir jalan raya tersebut.

Informasi yang dihimpun, peristiwa kecelakaan maut di jalur Soko-Parengan itu berawal saat kendaraan truk tronton warna merah dengan nomor polisi (Nopol) W 9694 UL berjalan dari timur. Truk tronton itu dikemudikan oleh Sony Pratama (31), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

“Awalnya truk tronton dengan nopol W 9694 UL berjalan dari timur ke barat. Diduga pengemudinya saat itu mengantuk, ”terang AKP Argo Budi Sarwono, Kasat Lantas Polres Tuban, Jumat (16/10/2020).

Ketika sampai di lokasi kejadian perkara, truk tronton yang dikemudikan oleh Sony Pratama itu menabrak bagian belakang kendaraan dump truk Nopol S 8617 UH yang sedang parkir di bagian kiri jalan. Kendaraam dump truk itu awalnya dikemudikan oleh Tantama Krisman Hari (24), warga asal Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Setelah dump truk itu ditabrak dari belakang kemudian terdorong ke depan dan menabrak kendaraan dump truk Nopol K 8532 PD yang dikemudikan oleh Suharsono (29), warga Desa Pakis, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Saat itu kendaraan dump truk nopol K 8532 PD itu sedang mengalami kerusakan dan berhenti di pinggir jalan raya itu.

“Setelah ditabrak dari belakang dua kendaraan dump truk itu terdorong ke kanan dan satu ke kiri. Kemudian kendaraan itu menabrak korban Tantama Krisman Hari yang saat itu sedang berdiri di pinggir jalan. Akibatnya korban meninggal dunia di TKP, ”sambungnya.

Sementara itu, petugas kepolisian dari Unit Laka Sat Lantas Polres Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi untuk melihat pasti kecelakaan maut itu. Sedangkan untuk kendaraan yang terlibat dalam kejadian itu sudah dievakuasi dari TKP dan diamakan oleh petuhas untuk proses lebih lanjut.

Tabrakan Maut di Tuban, Pengemudi Truk Tewas Seketika

PROBOLINGGO JATIM - Seorang suami di Kabupaten Probolinggo melaporkan istrinya atas kasus pencemaran nama baik. Ia tidak terima sang istri berkata ke orang bahwa alat kelaminnya kecil dan tak tahan lama di ranjang.

Pelapor yakni HF (48), warga Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan terlapor yakni PM (46) warga Kecamatan Gending.

HF merupakan seorang ASN yang menjabat sebagai salah satu kepala pasar di Kabupaten Probolinggo. Ia mendatangi SPK Polres Probolinggo Kota pada Selasa (13/10). Ia juga melaporkan NH (50), kerabat PM, yang dianggap ikut mencemarkan nama baiknya.

Ia menilai, isu 'alat kelamin kecil' itu juga sudah banyak diketahui teman sekantornya hingga pedagang pasar. Merasa malu dengan isu yang beredar, akhirnya ia nekat melaporkan istrinya.

Kanit 4 Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Joko Murdiyanto membenarkan soal laporan kasus pencemaran nama baik itu. Menurutnya, pelapor sudah diperiksa dan kasus tersebut dalam penyelidikan.

"Betul ada pelaporan ditangani unit 4, kasus pencemaran nama baik. Istri dan keluarganya mencemarkan nama baik, kalau Mr P kecil dan di ranjang tidak kuat. Rencana akan memanggil 2 terlapor. Untuk kasus masih dalam penyelidikan," kata Iptu Joko, Kamis (15/10/2020).

HF menikahi PM sekitar 10 bulan lalu. Namun saat ini rumah tangga mereka sedang kurang harmonis. Bahkan saat ini, kata HF, istrinya telah mengajukan gugatan cerai dan masih berlangsung proses persidangannya di Pengadilan Agama Kraksan. HF menyayangkan apa yang dilakukan sang istri, yang mengungkap rahasia pribadi ke orang lain.

Sumber : detik.com

Gegara Dikatain Alat Kelaminnya Kecil, Pria ini Laporkan Istri ke Polisi

BLITAR JATIM - Warga Blitar menemukan beberapa benda yang diduga situs cagar budaya. Benda-benda itu ditemukan di sekitar Sungai Mbesi dan makam Suko Kecamatan Gansusari, Kabupaten Blitar.


Sekretaris Desa Gandusari, Syamsul Arifin menuturkan, warga menemukan 19 benda di dua lokasi tersebut. Yang di sekitar aliran Sungai Mbesi ada 9 benda dan di sekitar makam Suko ada 10 benda.

"Kalau yang patung arca Ganesha itu di sungai, ada juga batu berbentuk lesung, batu seperti tugu juga ada. Dan ada yang masih terlihat jelas lukisannya," kata Syamsul kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Menurut Syamsul, benda-benda itu sebenarnya sudah lama ditemukan. Namun warga setempat tidak begitu menghiraukannya. Mereka menemukannya ketika membuka saluran air menuju areal persawahan.

"Begitu ada kelompok pegiat cagar budaya melihatnya, lalu mereka melaporkannya ke Disparbudpora Kabupaten Blitar. Hari ini tadi mereka juga meninjau langsung ke lokasi. Rencananya, Minggu (18/10) nanti benda-benda itu akan dievakuasi," imbuhnya.

Kepala Disparbudpora Pemkab Blitar, Suhendro Winarso mengatakan, pihaknya sudah melihat langsung beberapa temuan itu. "Karena benda-benda itu kuno, maka kami akan melibatkan tim ahli untuk menelitinya," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Warga Blitar Temukan Benda Situs Cagar Budaya

PACITAN JATIM - Sesosok mayat pria ditemukan di perairan Lingkungan Tamperan, Pacitan. Saat ditemukan jasad tersebut mengapung di lokasi sekitar mercusuar Patok Kowang.


Informasi dihimpun, jenazah tersebut terlihat tengkurap di antara empasan ombak oleh nelayan yang pulang melaut. Temuan itu selanjutnya dilaporkan ke Pos Kamladu.

"Kami bersama nelayan turun ke lokasi untuk proses evakuasi," ucap Kopka Mar Kusnan, anggota Poskamladu yang ikut terjun dalam evakuasi, Kamis (15/10/2020).

Secara umum, lanjut Kusnan, proses pengangkatan jasad pemuda tersebut tidak menemui kendala. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD dr Darsono menggunakan mobil BPBD.

Kasatreskrim Polres Pacitan AKP Juwair membenarkan kejadian tersebut. Hasil penyelidikan laki-laki tersebut diketahui bernama Havis, warga Desa Sukoharjo.

"Tapi informasinya almarhum tinggal bersama neneknya di Desa Karanganyar, Kecamatan Kebonagung," kata Juwair.

Dijelaskan, untuk mengetahui penyebab pasti kematian, jenazah menjalani visum et repertum. Sesuai keterangan dokter, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuhnya.

Polisi sendiri masih mendalami motif kejadian. Ini berkaitan informasi awal yang menyebutkan jika semasa hidup, almarhum Havis diduga menderita gangguan jiwa.

"Info dari kanit Polsek Pacitan mendapat keterangan dari keluarganya infonya begitu," tambahnya.

Pihak Satreskrim, lanjut Juwair, masih menanti laporan lengkap. Sementara usai divisum, jenazah sudah diambil keluarga untuk dimakamkan.

Sumber : detik.com

Sosok Mayat Ditemukan Tergeletak Di Pantai Pacitan

MAGETAN JATIM - Nur Arifin warga Desa Kediren, Lembeyan, Magetan harus dilarikan ke RSUD Ponorogo. Pria 29 tahun itu menjadi korban penusukan oleh kakak iparnya sendiri.

Pelaku adalah Novi Eko Mulyawan (39). Saat ini pelaku telah diamankan oleh Polsek Lembean.

"Pelaku kakak ipar sendiri. Kejadian Selasa malam Rabu kemarin dan korban masih ada di RSUD Ponorogo," ujar Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Ryan Wira Praja Pratama saat di konfirmasi wartawan Kamis (15/10/2020).

Insiden penusukan tersebut, kata Ryan, dipicu karena perselisihan terkait pembagian warisan tanah orang tua. Pelaku tidak terima karena hasil pembagian waris tanah oleh orang tua ke korban dianggap melebihi batas tanah pelaku, yang sudah ada bangunan rumahnya.

"Hanya persoalan berebut Warisan, Novi Eko Mulyawan menusuk adik iparnya Nur Arifin (29). Kejadian ini di rumah pelaku di Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Ditusuk hingga tiga kali di bagian perut. Korban masih selamat. Sekarang di rumah sakit umum Daerah di Ponorogo," kata Ryan.

Ryan mengatakan saat cek cok, pelaku tidak terima kalau tanahnya yang sudah dibangun diminta adik iparnya. Pelaku kemudian mengambil pisau yang biasa digunakan untuk membuat sangkar burung.

"Penusukannya hingga tiga kali di bagian perut. Pelaku sudah merenovasi rumah tapi ternyata melebar ke tanah korban setelah baru dibagi warisan tanahnya. Yang awalnya ingin menyelesaikan batas tanah, malah cek cok," jelasnya.

Ryan menambahkan saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa para saksi saat kejadian. "Kita masih penyelidikan dan korban masih di RS semoga makin membaik," tandas Ryan.

Sumber : detik.com

Gegara Warisan, Seorang Pria Di Magetan Tusuk Adik Iparnya

LUMAJANG JATIM - Kelakuan pemilik salon kencantikan, Jolly Efendi (39) warga Dusun Wringin Cilik, Desa Pulo, Kecamatan Tempeh sungguh bejat. Dia nekat melakukan pelecehan seksual pelanggannya yang masih berusia 14 tahun ketika meminta potong rambut.

Dari Informasi yang dihimpun di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang, Rabu (14/10/20) menyebutkan, saat itu, sebut saja Don datang ke Salon JJ di Desa Pulo untuk potong rambut. Saat Jolly memotong rambut korbannya, dia melancarkan rayuan maut.

Pelaku memulai mengajak ngobrol korban seputar kegiatan sehari-hari. Kemudian mengerayangi pada bagian pundak dan dada korban. “Tersangka sempat menanyakan pada korban apakah pernah lihat video porno,” kata Kanit PPA Polres Lumajang, Ipda Irdani pada wartawan.

Lanjut dia, saat itu sambil memotong rambut, pelaku mencubit bagian sensitif tubuh korban. Kemudian mengerayangi pada alat vital korban. “Pelaku juga menjanjikan akan memberikan uang sebesar dua puluh ribu,” terangnya.

Korban yang mencoba memberontak tak kuasa dan membuat pelaku leluasa untuk melakukan pelecehan. Karena tak terima, korban menceritakan apa yang menimpa dirinya pada teman dan keluargannya.

Atas dasar laporan korban, pelaku dimintai keterangan dan ditahan setelah mengaku perbuatan kejinya itu. Dia dijerat pasal 82 UU Tak No 17 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

Pemilik Salon Di Lumajang Ini Grayangi Alat Vital Pelanggannya

MOJOKERTO JATIM – Seorang laki-laki tamu hotel di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Rabu (14/10/2020) petang meninggal. Korban warga Sidoarjo ini meninggal saat kencan dengan teman perempuan di kamar hotel tersebut.



Kapolsek Pungging AKP Suwiji mengatakan, sekira pukul 17.30 WIB, petugas mendapatkan informasi terkait adanya tamu hotel yang meninggal di dalam kamar. “Korban seorang laki-laki, warga Kelurahan Celep, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo,” ungkapnya.


Masih kata Kapolsek, saksi mata yang merupakan teman kencan korban mengatakan, keduanya sudah janjian bertemu di hotel tersebut. Namun korban sudah datang lebih dulu dan masuk kamar nomor 15. Tak berapa lama saksi datang dan masuk kamar. Saat itu korban  sudah berada di dalam.


“Saat saksi datang sekira pukul 16.30 WIB, korban sudah di dalam kamar dengan kondisi telanjang dada. Korban kemudian mengajak saksi untuk berhubungan badan, pada saat berhubungan badan tersebut nafas korban tersengal-sengal. Melihat kondisi korban mirip orang sesak nafas, saksi minta tolong pelayan hotel,” katanya.


Kapolsek menjelaskan, pelayan hotel kemudian masuk ke dalam kamar untuk melihat kondisi korban. Saat itu nafas korban masih dalam keadaan tersengal-sengal. Namun tidak lama kemudian nafas korban berhenti. Petugas yang datang ke kamar korban berusaha memberikan bantuan pernafasan, namun nyawa warga Sidoarjo ini tak bisa tertolong.


“Korban meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit, untuk penyebab meninggalnya korban tidak bisa diduga-duga. Jenazahnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Prof Dr Soekandar sembari menunggu pihak keluarga, apakah berkenan untuk dilakukan otopsi atau tidak,” jelasnya.


Sumber : beritajatim.com

Lagi Asyik Berhubungan, Pria Di Mojokerto Meninggal Mendadak Di Kamar Hotel