BLITAR JATIM - Warga Blitar menemukan beberapa benda yang diduga situs cagar budaya. Benda-benda itu ditemukan di sekitar Sungai Mbesi dan makam Suko Kecamatan Gansusari, Kabupaten Blitar.


Sekretaris Desa Gandusari, Syamsul Arifin menuturkan, warga menemukan 19 benda di dua lokasi tersebut. Yang di sekitar aliran Sungai Mbesi ada 9 benda dan di sekitar makam Suko ada 10 benda.

"Kalau yang patung arca Ganesha itu di sungai, ada juga batu berbentuk lesung, batu seperti tugu juga ada. Dan ada yang masih terlihat jelas lukisannya," kata Syamsul kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Menurut Syamsul, benda-benda itu sebenarnya sudah lama ditemukan. Namun warga setempat tidak begitu menghiraukannya. Mereka menemukannya ketika membuka saluran air menuju areal persawahan.

"Begitu ada kelompok pegiat cagar budaya melihatnya, lalu mereka melaporkannya ke Disparbudpora Kabupaten Blitar. Hari ini tadi mereka juga meninjau langsung ke lokasi. Rencananya, Minggu (18/10) nanti benda-benda itu akan dievakuasi," imbuhnya.

Kepala Disparbudpora Pemkab Blitar, Suhendro Winarso mengatakan, pihaknya sudah melihat langsung beberapa temuan itu. "Karena benda-benda itu kuno, maka kami akan melibatkan tim ahli untuk menelitinya," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Warga Blitar Temukan Benda Situs Cagar Budaya

BLITAR JATIM - Warga Blitar menemukan beberapa benda yang diduga situs cagar budaya. Benda-benda itu ditemukan di sekitar Sungai Mbesi dan makam Suko Kecamatan Gansusari, Kabupaten Blitar.


Sekretaris Desa Gandusari, Syamsul Arifin menuturkan, warga menemukan 19 benda di dua lokasi tersebut. Yang di sekitar aliran Sungai Mbesi ada 9 benda dan di sekitar makam Suko ada 10 benda.

"Kalau yang patung arca Ganesha itu di sungai, ada juga batu berbentuk lesung, batu seperti tugu juga ada. Dan ada yang masih terlihat jelas lukisannya," kata Syamsul kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Menurut Syamsul, benda-benda itu sebenarnya sudah lama ditemukan. Namun warga setempat tidak begitu menghiraukannya. Mereka menemukannya ketika membuka saluran air menuju areal persawahan.

"Begitu ada kelompok pegiat cagar budaya melihatnya, lalu mereka melaporkannya ke Disparbudpora Kabupaten Blitar. Hari ini tadi mereka juga meninjau langsung ke lokasi. Rencananya, Minggu (18/10) nanti benda-benda itu akan dievakuasi," imbuhnya.

Kepala Disparbudpora Pemkab Blitar, Suhendro Winarso mengatakan, pihaknya sudah melihat langsung beberapa temuan itu. "Karena benda-benda itu kuno, maka kami akan melibatkan tim ahli untuk menelitinya," pungkasnya.

Sumber : detik.com