Social Items

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan data terbaru soal penyebaran virus corona. Hingga hari ini ada 2.196 kasus corona di Jatim.

Ribuan kasus itu terdiri dari 51 orang positif corona, 142 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 2.003 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Itu artinya ada tambahan 625 kasus dari Senin (23/3) yang hanya 1.571 kasus. Yang terdiri dari 41 positif corona, 125 PDP dan 1.405 ODP.

"Di Jawa Timur hari ini terkonfirmasi ada 13 tambahan positif covid-19. Masing-masing 8 di Magetan, 2 Surabaya, 2 Sidoarjo dan 1 Kota Malang," kata Khofifah saat jumpa pers di Grahadi, Surabaya, Selasa (24/3/2020).

"Melihat dari pergerakan angka, Kemarin Senin (23/3) 1.405 ODP sekarang 2.003, PDP kemarin 125 sekarang jadi 142. Positif kemarin 41 sekarang 51. Angka terus naik, seluruh kabupaten/kota untuk terus mematuhi imbauan-imbauan pemprov untuk menekan angka persebaran Covid-19 ini," imbuhnya.

Selain itu, Khofifah juga menyampaikan ada 2 pasien positif corona yang meninggal di Jawa Timur. Yakni di Surabaya dan di Malang Raya.

"Kami informasikan juga 2 pasien yang meninggal. Masing-masing satu di Surabaya dan satu di Malang," pungkas gubernur Khofifah.

Dalam Sehari Kasus Corona di Jatim Bertambah 625

MAGETAN JATIM - Jumlah warga yang dinyatakan positif terjangkit virus corona (covid-19) di Magetan terus bertambah. Setelah tadi siang berjumlah lima orang, kini bertambah tiga menjadi delapan.

"Betul ada delapan seperti yang diumumkan ibu Gubernur tadi," ujar Bupati Magetan Suprawoto, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu malam (24/3/2020).

Tiga orang yang baru dinyatakan positif, kata Suprawoto, memang masuk dalam daftar ODP. Dari total kedelapan warga Magetan yang positif, lanjut Suprawoto, dalam riwayatnya pernah kontak dengan pasien positif Corona yang meninggal di RS Moewardi Solo.

"Memang kesemuanya dalam riwayat pernah kontak dengan keluarga korban yang meninggal dunia di RS Solo. Saat ini semuanya secara fisik kondisinya baik," kata Suprawoto.

Suprawoto menambahkan saat ini pihaknya telah mengumpulkan dinas terkait untuk melakukan rapat tertutup terkait wabah Corona di Magetan. "Ini kami akan rapat dulu," pungkasnya.

Sebelumnya pasien pertama yang positif corona adalah perempuan berusia 55 tahun yang merupakan istri dari pasien positif corona yang meninggal di RSUD dr Moewardi Solo dan sudah dimakamkan di Magetan.

Dua pasien positif berikutnya adalah pasutri warga Magetan yang masuk RSUD dr Soedono Madiun pada Sabtu (21/3). Mereka pernah kontak dengan pasien positif pertama dan pernah mengikuti seminar di Bogor.

Setelah pasutri itu disusul dua wanita juga positif masuk RSUD dr Soedono Madiun Senin (23/3) dengan kondisi saat masuk demam dan batuk.

Warga Positif Corona Di Magetan Bertambah 8 Orang

Wabah virus corona masih terus menghantui sejumlah penduduk di dunia. Tak terkecuali Indonesia. Jika sebelumnya Indonesia menjadi salah satu negara yang belum terinfeksi, kini Tanah Air sudah mengonfirmasi kasus pertamanya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan dari kedua pasien, salah satunya merupakan guru dansa. Pasien berusia 31 tahun ini lantas melakukan kontak fisik dengan WNA Jepang. Untuk informasi, sebelum ke Indonesia, WNA Jepang ini bermukim di Malaysia sejak 14 Februari 2020 lalu.

Pada tanggal 14 Februari 2020, pasien terinfeksi virus corona berdansa dengan WNA Jepang. Pasien berusia 31 tahun ini memang bekerja sebagai guru dansa dan WNA asal Jepang ini juga merupakan teman dekatnya. Selang dua hari, yakni 16 Februari 2020 pasien terkena sakit batuk.

Pasien kemudian melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Namun, saat itu pasien langsung dibolehkan untuk rawat jalan atau kembali ke rumah. Namun, sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Hingga pada 26 Februari 2020, pasien dirujuk ke rumah sakit dan diminta untuk menjalani rawat inap. Pada saat inilah, batuk yang diderita pasien mulai disertai sesak napas.

Pada 28 Februari 2020, pasien mendapatkan telepon dari temannya yang di Malaysia. Dalam sambungan telepon tersebut, pasien mendapatkan informasi jika WNA Jepang yang merupakan temannya itu positif terinfeksi virus corona.

"Kemudian pasien tersebut memberi tahu perawat rumah sakit," jelas Terawan.

Mengetahui informasi tersebut, pihak rumah sakit langsung memasukkan pasien dalam status pemantauan terkait virus corona.

"Sehingga teman-teman dokter yang ada di rumah sakit tersebut menyiapkan diri standar perawatan pasien terjangkit positif corona," jelasnya.

Setelah menjalankan tahapan pemeriksaan di rumah sakit lama, pasien kemudian dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona. Kemudian, pasien langsung dipindahkan ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

"Begitu dipindahkan langsung dicek. Hasilnya tadi pagi maka ditracking sudah jalan, sehingga si pasien cewek ini bersama ibunya, dua-duanya dicek. Saat ini kondisinya baik, batuk sekali-kali," kata Terawan.

Menanggapi merebaknya berita terkait pasien virus corona, Menteri Kesehatan menegaskan kedua WNI dalam kondisi baik. Kedua pasien terinfeksi virus corona hingga saat ini masih dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso.

"Sekarang dua orang itu dirawat di rumah sakit Sulianti Suroso, di ruang isolasi, kondisinya baik," kata Terawan di kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, Senin (2/3).

Lebih lanjut, Menteri Kesehatan Terawan mengatakan pasien tidak mengalami demam dan keduanya tidak kehilangan nafsu makan.

"Seperti Anda ini (sehat), bisa bertanya, bisa duduk, enggak sesak, tensi baik, nadi baik, saturasi 99 persen, tidak demam, tidak mual, tidak mencret, pokoknya tidak lah yang sakit sakit itu," sambungnya.

Menteri Kesehatan menambahkan, pihaknya akan menunggu hingga lima hari untuk memastikan kesembuhan pasien. Hal ini juga telah disesuaikan dengan ketentuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Karena ini belum lima hari dari hasil saya nunggu lima hari lagi, baru akan saya periksa lagi, karena itu ketentuan WHO untuk orang yang sakit, lima hari di cek ulang, bebas, lima hari baru bisa dikeluarkan," tukasnya.

WNA asal Jepang yang menulari warga negara Indonesia tercatat sebagai 'pasien virus corona ke-24' di Malaysia. Berdasarkan pers rilis resmi otoritas kesehatan Malaysia, Senin (2/3), WNA Jepang ini pernah berkunjung ke Indonesia pada awal Februari dan positif terinfeksi pada 27 Februari lalu.

Menurut Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, pasien merupakan seorang wanita berusia 41 tahun. Dia adalah warga negara Jepang yang sedang bekerja di Malaysia.

WNA asal Jepang ini mengalami demam dan berobat pada 17 Februari 2020. Kemudian wanita ini dirawat di sebuah rumah sakit swasta. Tiga hari setelahnya, dia menjalani tes virus corona dan pada tanggal 27 Februari hasil menunjukkan dirinya positif terinfeksi virus corona.

"Pasien saat ini dirawat di bangsal isolasi di Rumah Sakit Kuala Lumpur," papar Noor Hisham Abdullah seperti dikutip dari laman The Star.

Setelah mengetahui positif terinfeksi virus corona, Menteri Kesehatan Terawan bersama pihaknya langsung mengecek dua pasien tersebut. Tidak hanya itu, kediaman yang dihuni oleh kedua pasien juga langsung diisolasi.

"Rumahnya dicek. Ibu dan anak 64 dan 31 tahun. Sudah melakukan isolasi rumah. Terkena nya di Jakarta, daerah Depok." jelas Menteri Kesehatan Terawan.

"Terdeteksi 1 Maret. Kita sudah dengar berita. Kita langsung lakukan pemeriksaan. Kalau enggak close kontak, itu berbeda. Dibandingkan kita mengacu. Karena tidak mungkin," sambungnya.

Menteri Kesehatan juga memastikan virus corona ini tidak ada kaitannya dengan ABK kapal pesiar yang baru saja dievakuasi. Lantaran, seluruh ABK tersebut masih ditempatkan di Pulau Sebaru.

"Enggak ada hubungannya dengan ABK kapal pesiar," pungkasnya.

Awal Mula Penyebaran Virus Corona Di Indonesia

Virus Corona adalah virus yang saat ini telah menghantui penduduk dunia, karena penyebarannya yang sangat cepat. Hingga saat ini, virus Corona sudah menginfeksi hingga 152 negara, termasuk Indonesia. WHO bahkan sudah meningkatkan status Covid-19 menjadi pandemi.

Di Indonesia sendiri pasien terjangkit virus Corona sudah mencapai 579 orang. 30 orang dikabarkan telah sembuh, sementara 49 orang lainnya meninggal dunia Senin 23/02/2020. Itulah mengapa sangat penting untuk benar-benar mengetahui apa yang dimaksud virus Corona.

AWAL MULA VIRUS CORONA

Dikutip dari World Health Organization (WHO), virus Corona berasal dari Coronaviruses (CoV) yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Sedangkan untuk Novel Coronavirus (nCoV) adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Virus Corona merupakan zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Menurut penyelidikan yang telah dilakukan, SARS-CoV ditularkan dari kucing luwak atau yang lebih dikenal dengan musang ke manusia dan MERS-CoV dari unta ke manusia.

Namun beberapa virus Corona juga dikenal beredar pada hewan-hewan yang sebelumnya belum pernah menginfeksi manusia.

CIRI-CIRI TERINFEKSI CORONA

Jadi apa yang dimaksud virus Corona sebenarnya dan kapan seseorang bisa dikatakan terjangkit virus tersebut. Gejala infeksi virus Corona sendiri cukup sulit dilihat pada awalnya. Hal ini dikarenakan tidak semua orang yang sudah terinfeksi akan langsung memperlihatkan gejala-gejala awal dari virus Corona.

Dibutuhkan 2 hingga 14 hari sampai orang yang sudah terinfeksi tersebut mengeluarkan tanda atau ciri-ciri virus Corona. Selama tenggang waktu tersebut bisa saja orang-orang yang terinfeksi tanpa sadar menularkannya kepada orang lain. Inilah mengapa sangat penting untuk mengisolasi diri di dalam rumah terlebih dahulu selama kurang lebih 2 minggu, terutama bagi orang-orang yang baru saja bepergian ke luar negeri atau melakukan kontak dekat dengan pasien terjangkit virus Corona.

Agar lebih paham mengenai apa yang dimaksud virus Corona dan gejalanya, berikut ini beberapa ciri-ciri orang yang terinfeksi virus Corona dengan tingkat yang lebih rendah seperti dikutip dari CDC:

1. Demam
2. Batuk
3. Sesak napas

Sedangkan untuk pasien dengan tingkat yang lebih tinggi akan mengalami gejala virus Corona berupa:

1. Sulit bernapas atau napas pendek
2. Nyeri atau sakit pada bagian dada
3. Pusing atau tidak mampu berdiri dan menggerakkan tubuh
4. Bibir atau wajah tampak membiru

Jika merasakan gejala-gejala virus Corona seperti yang telah disebutkan di atas, terutama pasien dengan tingkat yang lebih tinggi, maka segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis.

CARA MENCEGAH VIRUS CORONA

Cara yang terpenting untuk mencegah infeksi Covid-19 atau virus Corona adalah dengan menjaga kesehatan dan kebersihan. Seperti dikutip dari WHO, rekomendasi dasar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah dengan mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun, menutupi mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, dan memasak daging dan telur hingga matang. Selain itu, hindari kontak langsung dengan siapapun yang menunjukkan gejala virus Corona, seperti sesak napas, batuk, dan bersin.

Demikianlah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai apa yang dimaksud virus Corona. Semoga dengan lebih memahami apa yang dimaksud virus Corona dan mengetahui gejala-gejalanya pada manusia serta cara pencegahannya, kita semua bisa terhindar dari bahaya penyebaran dan infeksi virus.

Ini Dia Awal Mula Virus Corona Yang Hantui Penduduk Dunia

TULUNGAGUNG JATIM - Sebanyak 7 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 saat ini dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Para pasien itu berasal dari berbagai daerah. Salah satunya merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Berlin Jerman. Jumlah PDP ini meningkat sebanyak 3 pasien dari sebelumnya yang hanya 4 orang. 
 
Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. KASIL ROKHMAD ketika dikonfirmasi 23/03/2020 mengatakan, WNA ini sebelumnya berwisata ke Pantai Sanggar Tulungagung bersama temannya. Kemudian oleh pengelola wisata dibawa ke Puskesmas Bangun Jaya, Pakel, Tulungagung. Ketika dilakukan pengecekan, WNA tersebut memiliki gejala panas, batuk, dan pneumonia. 
 
Pasien itu kemudian dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Saat ini kondisi WNA dan PDP lain kondisinya berangsur membaik. Panas mulai turun, sesak dan batuk juga sudah mulai reda. 

Jumlah PDP Virus Corona Di Tulungagung Terus Bertambah

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mencatat jumlah kasus orang yang positif virus corona penyebab Covid-19 di Indonesia bertambah 65 kasus baru sehingga total hingga hari ini Senin (23/3) ada sebanyak 579 kasus. Sementara yang meninggal bertambah satu menjadi 49 orang dan sembuh juga bertambah satu menjadi 30 orang.

“Sehingga total kasus (kumulatif) pada hari ini menjadi 579,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Virus Corona atau Covid 19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Yuri merincikan, ada 65 kasus baru itu di antaranya di Bali tiga orang, Banten sembilan orang, DKI Jakarta 44 orang, Jambi satu orang, Kalimantan Timur dua orang, Kepulauan Riau dan Maluku Utara masing-masing satu orang, serta empat orang masih dalam verifikasi di lapangan. Sementara satu kasus yang meninggal di Sulawesi Selatan. “Ada satu tambahan lagi kasus yang meninggal dari data yang kami rilis kemarin 48, sehingga total kasus meninggal adalah 49,” ujar Yuri.

Yuri mengatakan data tersebut berdasarkan perkembangan kasus yang baru dilaporkan 22 maret pukul 12.00 WIB sampai 23 maret pukul 12.00 WIB. Secara global jumlah yang terpapar COVID-19 di dunia sebanyak 341.330 kasus, dari jumlah tersebut 99.040 sembuh dan 14.746 meninggal dunia.

Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah Jadi 579, 49 Orang Meninggal

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang pemuda ditangkap Tim Satreskrim Polres Tulungagung lantaran melakukan pembacokan dengan senjata tajam. Pelaku berinisial KM (21), asal Kecamatan Madang Suku, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasat Reskrim AKP Hendi Septiadi mengatakan, meminta melakukan pembacokan terhadap WR (19), warga Kecamatan Campurdarat pada Sabtu (21/3/2020) di Jalan Pinka Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu.

"Keluarlah dengan kesal karena korban meminta pulang ke sini dengan nada tidak sopan dan pergi dari perjalanan. Kemudian mereka cekcok. Karena itu, para pembantunya membacok korban dua kali," kata Hendi, Senin (23/3/2020).

Hendi menyebut, akibat melakukan protes, korban mengalami luka bacok di kepala belakang, bahu kanan dan jari tangan kiri.

Setelah mendapat laporan, Hendi dan timnya melakukan pelacakan hingga berhasil pelacakan. Dari penangkapan juga disita sebilah senjata tajam jenis celurit, baju korban dengan bercak darah dan motor Honda Vario dengan nopol AG 4162 RDH.

Hendi menjelaskan, pihak terkait tidak bertanggung jawab menyebarkan informasi hoaks dengan membagikan apa yang dimaksud perguruan tinggi silat.

"Kami dapat mengeluarkan ini tidak ada dengan pergelar silat manapun. Ini murni untuk pribadi," tegas Hendi.

Akibat perbuatannya, pelaku sudah berstatus tersangka dan dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Tulungagung. Oleh penyidik ia dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 dan atau Pasal 351 ayat (1) dan (2) KUHP tentang penganiayaan.

Pemuda Asal Sumsel Bacok Remaja Di Tulungagung

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Virus Corona atau Covid-19 di Jawa Timur menyentuh angka 1.405. Data itu terhimpun Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Jawa Timur per pukul 16.00 Wib, Senin (23/3/2020).

"Kalau kemarin yang ODP tercatat 999 orang. Sampai jam 4 sore ini tercatat 1.405 ODP. Ada kenaikan signifikan," ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat jumpa pers di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Senin (23/3/2020).

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP), jika kemarin 88 orang, maka hari ini tercatat menjadi 125 PDP. Sedangkan positif Corona masih tetap sama yaitu 41 orang.

Gubernur Khofifah menambahkan, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan Pangdam, Kapolda dan melakukan evaluasi dari berbagai imbauan yang sudah dilakukan di semua lini, mulai dari level aparat desa, kecamatan, kabupaten dan kota serta provinsi.

"Tapi masih banyak masyarakat yang rupanya belum mengikuti imbauan ini. Sehingga kami ingin menyampaikan bahwa jangan pernah menganggap sepele penyebaran Covid-19. Hindari keramaian dan hindari kegiatan yang menghadirkan banyak orang," terangnya.

Gubernur Khofifah juga mengimbau agar tempat hiburan malam yang belum tutup untuk segera tutup.

"Kami imbau tempat hiburan malam yang belum tutup, tolong segera ditutup. Ini berlaku sampai dipastikan tidak ada lagi Covid-19 di Provinsi Jawa Timur," pungkasnya.

ODP Virus Corona di Jatim Tembus 1.405, PDP Jadi 125 Orang

MADIUN JATIM - Empat santri sebuah pondok pesantren (ponpes) asal Magetan tercatat menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD dr Soedono Madiun. Keempat santri tersebut sudah dirawat di ruang isolasi rumah sakit itu.

"Ada empat santri dari Magetan yang dirawat di ruang isolasi kita," kata Direktur Utama RSUD dr Soedono Madiun, dr Bangun Tripsila Purwaka, Senin (23/3/2020).

Selain empat PDP asal salah satu ponpes di Magetan, Bangun menyebut bahwa RSUD dr Soedono Madiun juga merawat tiga pasien asal Magetan dengan status terkonfirmasi positif.

"Magetan paling banyak. Ada tujuh di ruang isolasi. Empat PDP dan tiga positif," terangnya.

Dari tiga pasien positif Corona yang dirawat di rumah sakit itu, satu di antaranya adalah istri dari pasien positif Corona yang meninggal dunia di RSUD dr Moewardi Solo. Sedangkan dua lainnya suami istri, juga dari Magetan yang dirawat mulai Sabtu (21/3) malam.

4 Santri Di Madiun Status PDP Dirawat Di RSUD Soedono

MOJOKERTO JATIM - Satu orang dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Virus Corona (Covid-19) yang diisolasi di RSUD Prof dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko membenarkan jika satu orang yang berstatus PDP itu meninggal dunia.

"Ya betul. Meninggalnya kemarin sore Minggu (22/3). Saya dapat berita malam," kata dr Sujatmiko saat dihubungi, Senin (23/3/2020).

Orang yang meninggal itu warga Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang pulang ke rumahnya setelah dideportasi dari Malaysia.

"Dia dideportasi dari Malaysia lalu ke Medan kemudian dipulangkan ke Surabaya. Dari Surabaya diantar atau dirawat di RSUD Prof dr Soekandar dengan status PDP," jelasnya.

Saat dirawat di RSUD Prof dr Soekandar, pasien itu bahkan bersedia makan dan minum. Namun sorenya meninggal.

"Ternyata ada riwayat yang lain termasuk TB Paru atau Tuberkulosis (TBC) atau pneumonia," pungkasnya.

Satu Pasien PDP Virus Corona Di Mojokerto Meninggal

TUBAN JATIM - Seorang remaja (13) tewas mengenaskan setelah terlindas truk di tengah jalan raya Jatirogo-Bojonegoro, Desa Banjarrowo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Sabtu (21/3/2020).

Korban adalah ALS (13), yang diduga merupakan dari komunitas Anak Punk asal Desa Banjarworo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. Korban awalnya menghadang truk diesel yang berjalan dengan kecepatan tinggi di tengah jalan raya itu untuk mencari tumpangan.

DariInformasi yang dihimpun, peristiwa itu berawal saat ALS mencari tumpangan seorang diri di tengah jalan raya dan menghadang truk diesel yang berjalan dari arah barat ke timur.

“Awalnya korban itu berdiri di tengah jalan untuk menghentikan truk diesel yang tidak diketahui identitasnya. Yang mana truk diesel itu berjalan dari barat ke timur dan tidak mau berhenti,” terang IPTU Khoirul Ahmad, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.

Karena laju kendaraan truk yang kenceng langsung menyenggol bocah 13 tahun yang berdiri di tengah-tengah jalan raya itu dan membuat korban terjatuh. Sedangkan dari arah berlawanan terdapat truk trailer dengan nomor polisi (Nopol) L 9361 UU yang dikemudikan oleh Jamalludin (32), asal Kabupaten Probolinggo.

Karena saat karena jarak yang sudah terlalu dekat membuat kecelakaan antara korban dengan kendaraan truk trailer itu tidak dapat terhindarkan. Sehingga korban yang merupakan anak punk itu langsung terlindas ban bagian belakang kendaraan besar tersebut.

“Karena terlindas kendaraan truk trailer itu anak tersebut langsung meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara). Untuk truk diesel yang pertama menyenggol korban itu langsung kabur meninggalkan TKP,” tambahnya.

Sementara itu, petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban yang datang di lokasi kejadian langsung melakukan evakuasi jenazah remaja yang terlindas truk di tengah jalan itu. Sedangkan guna mengetahui penyebab pasti kejadian itu petugas Unit Laka Sat Lantas Polres Tuban telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kejadian itu.

Berniat Cari Tumpangan, Anak Punk Tewas Terlindas Truk

SURABAYA - Seorang pria pekerja bangunan di Jalan Gayung Kebonsari gang II, Surabaya ditemukan tewas setelah tertimpa batu cor untuk plafon saat mengerjakan pengecoran rumah di lantai dua, Sabtu (21/3/2020).

Korban bernama Trisno (38), warga Jalan Bali, Semanding, Kauman, Ponorogo. Sedangkan pemilik rumah bernama Ismail.

Kanitreskrim Polsek Gayungan, Ipda Hedjen Oktianto saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakannya, korban saat itu tengah mengerjakan pengecoran rumah bersama temannya Lasmin di lantai dua.

Saat hendak mengambil kayu penyangga pembuatan cor plafon, tiba-tiba plafonnya ambrol dan korban terjatuh dan tertimpa batu cor plafon.

"Kami awalnya dapat laporan orang meninggal dunia diduga karena laka kerja. Setelah kami cek, ternyata benar," ungkap Hedjen.

Unit Reskrim Polsek Gayungan yang mendapat laporan langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya untuk keperluan autopsi.

"Untuk penyebabnya kami belum tahu dan masih menunggu hasil autopsi. Namun dugaan sementara korban meninggal setelah kejatuhan batu cor untuk plafon. Ini yang masih kami dalami lagi," pungkasnya.

Tertimpa Cor, Pekerja Bangunan Asal Ponorogo Tewas

Surabaya - Dari 26 orang positif corona di Jawa Timur, Kota Surabaya menjadi wilayah yang paling banyak terjangkit yakni 20 orang. Angka tersebut naik 7 orang dari hari Jumat (20/3/2020) yang masih berjumlah 13.

"Jadi terkonfirmasi 26 positif di Jawa Timur. Angka itu bertambah 11 orang dari kemarin 15 orang. Jadi total saat ini 26 orang positif," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (21/3/2020).

Sementara sisa 6 orang positif corona tersebar di Magetan 3 orang, di Kabupaten Malang 1 orang, Kota Malang 1 orang dan Kabupaten Sidoarjo 1 orang.

Khofifah menyebut Kota Surabaya menjadi wilayah yang paling banyak jumlah pasien positif corona yakni dengan 20 orang.

"Surabaya 20 positif, Malang Raya (Kabupaten/Kota) jumlahnya 2. Lalu tambahan di Magetan ada 3 dan Sidoarjo 1," terangnya.

Update 26 Positif Virus Corona Di Jawa Timur

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang Pria berinisial SN warga Kalidawir, Tulungagung, diamankan Unit Reskrim Polsek Kalidawir Polres Tulungagung karena menangkap sembilan ekor lumba-lumba dan ingin menjualnya Sabtu 21/03/2020.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, S.I.K., M.M., M.H., saat dikonfirmasi mengatakan, SN merupakan seorang nelayan di Pantai Sine.

SN diduga memperjualbelikan daging lumba-lumba secara ilegal. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, SN menjual daging lumba-lumba tersebut ke FDS warga Kalidawir, Tulungagung.

Awalnya, petugas mendapat laporan dari warga, kalau ada praktik dagang lumba-lumba di kawasan Pantai Sine.

Ketika dilakukan pemeriksaan di rumah SN, petugas kepolisian menemukan sembilan ekor lumba-lumba moncong panjang dalam keadaan mati dan sebagian sudah disayat untuk diambil dagingnya. Kedua pelaku ancaman hukuman penjara 5 tahun.

Memperjualbelikan Daging Lumba-lumba, Warga Tulungagung Diringkus Polisi

JOMBANG JATIM - Seorang pria pengendara motor di Jombang tewas setelah menyerempet bagian belakang truk Fuso yang sedang parkir di bahu jalan WARTO, warga Dusun Gambang Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Jombang 20/03/2020 malam.

Sementara itu, tetangganya KASIRAN, yang dibonceng mengatasi luka-luka dan harus dipahami di Klinik Aulia Kecamatan Gudo Jombang.

Saat dikonfirmasi, Kanit Laka Satlantas Polres Jombang, IPTU SULAIMAN mengatakan, kecelakaan yang terjadi saat WARTO mengendarai sepeda motor Nopol. S 4366 XJ melintas di Jalan Raya Dusun Pojok Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Jombang, sekitar jam 19.15 WIB. Diduga kurang memperhatikan kondisi jalan, sepeda motor menyeret bagian belakang truk Fuso Nopol. N 7036 UW yang sedang parkir di bahu jalan. Sepeda motor akhirnya terjatuh ke jalan raya.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan kemudian diamankan ke kantor Satlantas Polres Jombang. Terkait pengemudi truk Fuso bernama HARTONO warga Desa / Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, untuk dimintai keterangan oleh petugas kepolisian. 

Tabrak Truk Parkir, Pria Di Jombang Tewas Di Lokasi

BLITAR JATIM - Presiden JOKO WIDODO telah menghimbau masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Gubernur Jawa Timur, maka Pemkab Blitar juga membentuk Satgas untuk menangani masalah penyebaran virus COVID-19 itu.

Menurut DR. KUSPARDANI, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar saat dikonfirmasi mengatakan sampai saat ini di wilayah Kabupaten Blitar tidak ada yang positif corona. Meski begitu, Tim Gugus Tugas Penanganan Corona di Kabupaten Blitar sudah melakukan berbagai upaya pencegahan Covid-19. Diantaranya melakukan rapat koordinasi dengan skala besar bersama Bupati, Forpimda, Camat maupun para pengusaha.

Tindak lanjutnya, dilakukan rapat koordinasi Kecamatan dan Desa di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.

Selain sosialisasi, upaya sterilisasi juga dilakukan yaitu dengan melakukan penyemprotan desinfektan di seputaran Talun dan Wlingi kemarin. Penyemprotan dilakukan di sejumlah tempat yang sering dijadikan tempat berkumpul masyarakat seperti tempat ibadah dan kantor. Hari ini dilanjutkan penyemprotan di wilayah Kecamatan Kanigoro sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Blitar. Sasarannya di tempat ibadah, pasar, Samsat, Dispendukcapil, dan sekolah.

Sementara untuk kegiatan warga yang mengundang sekumpulan orang yang tidak bisa ditunda, ada hal-hal antisipatif yang dipersiapkan. Dari Puskesmas setempat menyiapkan petugas piket dan menyiapkan thermal scanner, hand sanitizer serta masker. Semua undangan harus melalui pemeriksaan. Kalau suhunya di atas 37,5 derajat Celcius, maka tidak diperbolehkan masuk.

Sedangkan bagi yang sakit flu dan batuk akan diberi masker dan dianjurkan pulang.

Upaya Pemkot Blitar Cegah Penyebaran Virus Corona

TUBAN JATIM – Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban berhasil menangkap seorang pria asal Sragen, Jawa Tengan yang tega menjual istrinya sendiri melalui akun Twitter dengan memberikan layanan fantasi seks foursome, Jumat (20/3/2020).

Pria yang rela menjual istrinya untuk layanan seks itu diketahui berinisial AEM (28), seorang sopir warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Adapun untuk istrinya yang dijual lewat twitter untuk melayani fantasi seks itu berinisial SS (23), yang juga warga desa setempat.

Data yang dihimpun, kasus prostitusi online yang beroperasi di wilayah hukum Polres Tuban itu berhasil diungkap oleh jajaran Sat Reskrim Polres Tuban pada hari Selasa (17/3/2020) kemarin. Lokasinya berada di salah satu hotel di Kota Tuban itu.

“Tersangka ini melakukan eksploitasi istrinya untuk layanan seksualnya. Bentuknya yaitu dengan layanan fantasi foursome,” terang AKBP Ruruh Wicaksono, Kapolres Tuban saat melakukan konferensi pers kasus layanan fantasi seks secara online itu.

Pelaku AEM itu sendiri menjual istrinya itu dengan menggunkan akun twitter bernama Pasutri Solo dengan bio profil open pasutri wf23//Hb28. Yang mana di akun tersbut juga diberikan nomer WA yang dijadikan sebagai nomor untuk transkasi pemesanan layanan fantasi seks dalam satu kamar dengan empat orang itu.

Setelah memberikan harga, pelaku ini kemudian berjanjian dengan penyewa layanan itu di sebuah kamar hotel yang ada di Kota Tuban itu. Awalnya mereka terlebih dahulu membayar uang muka sebesar Rp 500 ribu dengan alasan supaya tersangka ini tidak ditipu oleh penyewanya.

“Untuk tarifnya bervariasi antara satu setengah juta sampai enam juta rupiah,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan bahwa AEM ini merupakan pelaku yang sudah melayani jasa layanan fantasi seks foursome antara provinsi di pulau jawa. Mereka berpindah-pindah dari kota-kota baik yang ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur.

“Berdasarkan pengakuan tersangka ini sudah sembilan kali melakukan perbuatan ini mulai di Jakarta, Solo dan kota lainya. Dan untuk yang di Tuban baru pertama kali ini,” papar AKBP Ruruh Wicaksono.

Suami Di Tuban Jual Istri Untuk Layanan Seks Fuorsome

Loading...