Social Items

SURABAYA - Meski sudah ada imbauan untuk ibadah di rumah, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya tetap menggelar salat Jumat berjamaah, pada 20 Maret 2020. Uniknya, banyak jemaah yang meneteskan air mata, menangis.

Ribuan jemaah yang hadir, meski sudah mengambil air wudhu, tidak diperkenankan lansung masuk ke area salat.

Penguruss Masjid Al Akbar meminta jemaah untuk mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan untuk mengantisipasi virus Covid-19. Yakni dengan berbaris antre, lalu menggunakan hand sanitizer, memakai masker, setelah itu thermal gun atau cek suhu badan.

Kebijakan ini tampak disambut sangat baik oleh para jemaah. Hal itu dibuktikan tidak ada orang yang saling srondol atau mendahului, meski antrean cukup panjang. Karena pintu masuk ke Masjid Al Akbar hanya dibuka tiga saja.

Namun, usai khotib menyelesaikan khutbah Jumat, jemaah pun yang masih antre pun langsung diminta masuk untuk mengisi shaf yang masih kosong. Tapi dengan syarat disemprot disinfektan dulu, supaya proses bisa berjalan sedikit cepat.

Sementara, jemaah di Masjid Al Akbar Surabaya ini tak ada fasilitas karpet. Karena memang imbauan dari pemerintah pusat untuk menggulung karpet, tujuannya agar dapat meminimalisir penyebaran virus corona.

Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor mengatakan, salat Jumat siang berjalan sesuai dengan tausiah MUI Jatim. Meski dengan catatan dengan segala kebutuhan sanitasi seperti masker dan thermal gun.

“Alhamdulillah dan insyaallah, Masjid Al Akbar satu-satunya masjid yang melakukan strelisasi jemaah, mulai hand sanitizer, hand soap, masker, mulai pengaturan shaf, kita lakukan semuanya,” kata Helmy saat ditemui usai salat Jumat.

Salah satu jamaah juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan salat Jumat ini Imam dan Khotib kompak mempercepat durasi khutbah dan salat. Hal itu dilakukan agar mengurangi intensitas lamanya kerumunan jemaah.

“Khotbahnya tadi cepat, yang penting syarat dan rukunnya memenuhi. Tadi juga imamanya cepet. Doanya bagus untuk keselamatan bangsa (dari pandemi corona),” imbuh dia.

Usai Salat Jumat digelar, menurut salah satu warga, jemaah juga tak melakukan salaman. Padahal usai salat biasanya mereka saling berjabatan tangan.

“Tidak ada yang salaman, insya Allah jemaah sudah paham dengan itu, tadi hampir semua jemaah menangis, khutbahnya bagus, singkat, khutbahnya luar biasa, itu yang imam adalah hapal quran, doanya untuk semua bukan hanya surabaya tapi Indonesia dan dunia supaya terbebas dari corona,” tambahnya.

Bukan hanya itu saja, sejumlah aktivitas jemaah juga masih berjalan, seperti mengaji hingga pembacaan syahadat sebagai Muslim. Namun, pihak masjid setelah ini juga akan melakukan penyemprotan disinfektan kembali supaya kondisi masjid tetap steril.

“Jemaah juga sangat patuh, setelah salat kami lakukan pembersihan kembali. Tadi tidak ada yang salaman,” pungkasnya.

Jama'ah Menangis Ketika Shalat Jumat di Masjid Al Akbar Surabaya

PROBOLINGGO JATIM - Pemuda berinsial AP, warga Kabupaten Probolinggo diamankan Tim Satreskrim Polres Probolinggo Kota, setelah terbukti menyetubuhi seorang gadis asal Kota Pasuruan.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendi Dwi Susanto menyebut, peristiwa itu dilaporkan Senin (16/3/2020). Nafsu pelaku muncul saat korban pingsan di depan rumah kontrakannya.

"Awalnya pelaku berniat mengambil surat tugas kerja yang dititipkan kepada korban," terang Nanang, Jumat (20/3/2020).

Namun setelah melihat korban pingsan, pelaku membopong korban ke kamarnya. Dalam kondisi masih tak sadarkan diri itulah korban disetubuhi pelaku. Saat sadar, korban merasakan sakit pada bagian kemaluannya, sehingga melapor ke polisi.

Menurut Nanang, pelaku sempat berniat menghilangkan jejak dengan memakaikan kembali pakaian korban.

"Pelaku dan korban ini rekan kerja di salah satu distributor barang elektronik," kata Nanang.

Selain menangkap pelaku, Tim Satreskrim Polres Probolinggo Kota juga menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, celana yang dipakai pelaku serta beberapa tisu bekas.

"Tersangka kami jerat pasal 286 KUHP tentang perbuatan persetubuhan dengan perempuan yang bukan istrinya dalam kondisi korban pingsan atau tidak berdaya dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara," pungkasnya.

Perkosa Rekan Kerja Saat Pingsan, Pria Probolinggo Diringkus Polisi

BANYUWANGI JATIM - Seorang pria bernama Nurul Hadi (38), warga Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi ditemukan tewas di Sungai Sasak Jeruk, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, kabupaten setempat.

Saat dikonfirmasi Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kapolsek Rogojampi Kompol Agung Setyo Budi mengatakan, korban ditemukan warga setempat sekitar pukul 10.00 Wib, Jumat (20/3/2020). Korban tewas diduga tersengat aliran listrik dari aki yang dipakainya mencari ikan.

Dari keterangan saksi, korban saat itu mencari ikan di sungai Sasak Jeruk, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, dengan cara menyetrum.

"Korban saat itu mencari ikan di sungai dengan cara disetrum menggunakan aki. Tapi dugaannya setrum (aliran listrik) itu mengenai tubuhnya sendiri," kata Kompol Agung.

Agung menambahkan, warga yang melihat kejadian itu langsung berusaha menolong korban. Sebagian lainnya melapor ke Polsek Rogojampi yang tak lama kemudian tiba di lokasi bersama petugas medis.

"Ketika diperiksa oleh medis, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," ujarnya.

Dari peristiwa itu, Polsek Rogojampi mengamankan alat setrum ikan yang dapat mengeluarkan aliran listrik.

"Sementara keluarga korban menolak tahapan autopsi. Kemudian jenazah korban kami serah kepada keluarganya untuk dimakamkan," tambah Agung.

Tersengat Listrik, Pria Banyuwangi Ditemukan Tewas

GUNUNGKIDUL - Warga padukuhan Karangnongko, Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul dibuat geger. Minggu (8/3/2020) siang, tiga bocah warga padukuhan tersebut tewas tenggelam di genangan banjir yang ada di belakang padukuhan mereka.

Ketiga bocah tersebut Nando (7), Abel (7) dan Yulius (8) diduga tewas tenggelam ketika berenang di luweng Nggriyeng, Minggu (8/3/2020) sore. Ketiganya diduga tidak mengetahui kondisi kedalaman genangan air di bibir luweng.

Ketua RT 03, Miyarto menambahkan, sekitar pukul 13.00 WIB, ia mendapat laporan ada bocah yang ditemukan mengambang di belakang rumah salah satu warganya, Mbah Kirno. Kebetulan di belakang rumah mbah Kirno memang sedang ada genangan air karena hujan tiga hari terakhir.

"Saya lantas menuju ke lokasi dan langsung ia melakukan evakuasi terhadap jasad bocah yang tenggelam tersebut," ujarnya, Minggu (8/3/2020) petang.

Setelah itu, ia langsung mengantar korban ke rumah duka yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Saat ia tengah berjalan ke lokasi kejadian, dirinya mendengar jika dua korban lain ditemukan di dasar genangan air namun rekannya tidak berani mengangkat korban dari dalam air.

Ia langsung melakukan evakuasi tubuh kedua korban di mana posisinya hanya sekitar 5 meter dari penemuan pertama. Posisi kedua korban berada di dasar genangan air sedalam 130 centimeter.

"Tadi dikabari kalau ditemukan ketika teman-teman berjalan di dalam air kebetulan menyentuh tubuh korban. Tetapi tidak berani mengangkatnya, otomatis saya yang mengangkat,"tambahnya.

Kirno alias Narto Widodo (60) warga RT 03 RW 3 Karangnongko, Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari, menuturkan Minggu (8/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB ia bangun tidur dan mengambil arit untuk mencari rumput di belakang rumah.

Ketika sampai di belakang rumah dan di atas tebing sedalam 5 meter ia melihat ada bocah mengambang di genangan air. Di belakang rumahnya memang berbentuk cekungan di mana setiap musim penghujan, jika terjadi hujan lama airnya langsung menggenang.

"Kebetulan memang di belakang rumah itu cekungan. Di dasar cekungan ada luweng kecil,"tutur Narto, Minggu (8/3/2020) sore.

Di samping bocah tersebut ada tiga pasang sandal yang juga mengambang. Usai melihat ada bocah mengambang, ia langsung ke tetangganya untuk memberitahu perihal tersebut.

Tak berselang lama, warga langsung datang untuk mengevakuasi tubuh bocah tersebut. Seusai mengevakuasi salah seorang bocah, warga yang lain berusaha mencari dua bocah yang lain.

Barulah mereka mencari dua bocah lain yang diduga tenggelam bersama dengan bocah yang telah ditemukan mengambang tak bernyawa itu.

"Tadi ndak lama nyarinya. Terus ketemu," tambah Kirno.

3 Bocah Di Gunungkidul Tewas Tenggelam Di Genangan Banjir

SUBANG - Seorang Wanita bernama Isah Ruminah (42) PSK yang tewas di tangan pelanggannya. Pembunuhan terhadap pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Subang itu bermula dari ejekan saat berhubungan intim.

Insiden pembunuhan itu terjadi di sebuah kamar warung remang-remang Jalan Lima, Kampung Mulyasari, Desa Rancajaya, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang pada Selasa (18/2) lalu. Saat itu, pelaku berinisial AS (33) berhubungan badan dengan Isah. Polisi menyebut pelaku mendapat 'servis' gratis dari Isah.

"Pelaku kemudian sakit hati karena diejek tidak tahan lama dalam berhubungan intim," ucap Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani kepada wartawan, Minggu (8/3/2020).

Selain karena ucapannya, Isah juga sempat mendorong pelaku. Dorongan Isah membuat kepala pelaku terbentur pintu kamar warung remang-remang.

Pelaku pun tambah emosi. AS lantas menyerang korban dengan cara mempiting leher korban dari belakang sampai terjatuh dengan posisi sujud.

"Kemudian pelaku melilit mulut korban dengan kain milik korban sambil menekan lehernya dari belakang ke bantal," katanya.

Tak sampai di situ, pelaku juga mengikat tangan korban. Kain handuk jadi alat pelaku untuk mengikat tangan korban ke belakang.

"Setelah itu pelaku meninggalkan korban dalam keadaan telanjang dan pelaku mengambil handphone milik korban yang tergeletak di meja," tuturnya.

Polisi yang menerima laporan langsung menuju ke TKP. Saat itu, kondisi Isah tak bernyawa.

Dari temuan tersebut, personel Sat Reskrim Polres Subang yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Deden A Yani melakukan penyelidikan. Dalam waktu 10 hari, pelaku akhirnya bisa ditangkap. AS ditangkap saat sedang bersembunyi di sebuah kantor agen PO Bus di kawasan Subang.

Diejek Kurang Perkasa, PSK Di Subang Dihabisi Pelanggannya

SLEMAN YOGYAKARTA - Pelaporan seorang driver ojek online (ojol) di Sleman berinisial LA (29) dilaporkan ke polisi terkait kasus pengeroyokan berbuntut panjang. Setelah kemarin massa driver ojol menggeruduk kantor debt collector (DC) di Sleman, massa ojol dan kelompok DC terlibat keributan dan sempat saling lempar batu hari ini.

"Iya (ada aksi saling lempar batu)," ujar Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah kepada wartawan di Polsek Depok Timur, Kamis (5/3/2020).

"Karena mereka datang mediasi teman-teman di DC di atas (kantor) yang di bawah juga ada. Nah karena itu disangkanya kantornya diserang padahal nggak," lanjutnya.

Rizky menjelaskan keributan hari ini merupakan buntut dari kasus dugaan penganiayaan yang menimpa seorang driver ojol berinisial LA (29). Kasus ini telah dilaporkan ke polisi.

Pihak ojol, kata Rizky sudah melakukan mediasi dengan para DC yang datang ke kantor ojek online. Namun, kedatangan DC itu disebut menyulut salah paham.

"Sebenarnya kemarin bukan pengeroyokan tapi penganiayaan, tidak luka berat, memang berawal dari situ. Tindak lanjutnya dari Grab mencoba melakukan mediasi, tapi karena (DC) datangnya di kantor, dianggap sama teman ojol itu bahwa kantor mereka diserang," kata Rizky.

Bentrok Antar Driver Ojol Dengan Debt Kolektor Di Sleman

MAKASSAR - Pernikahan pria di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Syamsir dan Nurfawana viral di media sosial karena ada istri pertama, Yulistiawati, yang mengantar sang suami. Tak hanya mengantar, ternyata sang istri pertama juga paling termotivasi jika suaminya bisa menikah lagi.

"Istri pertamanya itu, yang Yulistiawati itu minta suaminya dinikahkan lagi. Memang istri pertamanya memotivasi, bukan semata-mata karena suaminya," ujar Ketua Dai Muda Bulukumba Ikhwan Bahar sekaligus sahabat mempelai pria dan wanita, saat dihubungi wartawan, Kamis (5/3/2020).

Ikhwan mengatakan, bahkan Yulistiawati yang paling konsisten menghubungi sejumlah rekan ustaz agar mencarikan calon istri buat suaminya pada pertengahan tahun 2019 lalu.

Hingga akhirnya, takdir mempertemukan Andi Syamsir dan Nurfawana. Keduanya disebut Ikhwan saling mengenal namun. Namun Ikhwan tidak tahu bahwa Andi Syamsir dan Nurfawana sama-sama berencana menikah lagi.

Setelah tahu dan mendengar cerita dari Andi Syamsir dan Nurfawana, Ikhwan menawarkan mereka berdua menikah.

"Hj Nurfawana ini memang sudah bersuami, karena sudah cerai, dia minta dicarikan lagi. Ini Andi Syamsir juga mencari, istrinya (istri pertama juga minta), ya dikasi klop saja," ujar Ikhwan.

"Dua-duanya sama-sama minta dicarikan, jadi daripada sama-sama mencari, lebih baik dikasi ketemu," katanya.

Ikhwan juga mengatakan dia bersemangat membantu pernikahan ini lantaran semua pihak setuju. Termasuk ibu dari Nurfawana.

"Artinya diaminkan oleh ibunya ini Hj Nurfawana. Dia bilang kamu saja (Andi Syamsir) jadi suami anak saya," ujar Ikhwan.

Sementara sang istri pertama, kata Ikhwan, termotivasi berbakti ke suaminya sehingga salah satu jalan utama yang dianggap baik ialah dengan suaminya menikah lagi.

Selain itu, sang suami menikah lagi bukan hal pertama dialami Yulistiawati. Pasalnya, suaminya memang pernah menikah lagi, namun hubungan dengan istri kedua kandas alias cerai dengan suatu alasan.

"Cuma singkat ketika saya tanya 'gimana, Bu?. Dia bilang 'kalau suami saya nanti bahagia saya juga bahagia'. Singkat saja dia jawabnya," ujar Ikhwan sembari tertawa.

Baik Andi Syamsir maupun Nurfawana, kata Ikhwan, sama-sama pengusaha sukses di Bulukumba.

"Mereka sama-sama orang berada. Yang laki-laki pengusaha ruqyah, ada kliniknya, yang perempuan ada usaha martabaknya, besar, ada cabang di berbagai kota," katanya.

Viral, Antarkan Suami Nikah Lagi, Istri Pertama Ikut Bahagia

Temanggung - Seorang bapak penjual balon berinisial SR (51), warga Temanggung, Jawa Tengah harus berurusan dengan kepolisian. Dia dilaporkan telah mencabuli anak angkatnya hingga hamil.

Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali mengatakan, SR saat ini berstatus tersangka dan telah dilakukan penahanan.

"Jadi hubungan antara korban dengan tersangka adalah ayah dan anak angkat," katanya kepada wartawan di Mapolres Temangung, Kamis (5/3/2020).

Ali menjelaskan, aksi bejat SR bermula saat meminta korban untuk membantu mengisi gas dalam balon. Kemudian, tersangka meminta korban untuk memijatnya.

"Anaknya awalnya disuruh membantu pekerjaan tersangka, kemudian setelah itu disuruh mijit. Habis mijit baru dilakukan persetubuhan terhadap anak," terang Ali.

Terungkapnya kasus ini setelah ibu korban curiga terhadap kondisi putrinya yang masih di bawah umur itu. Sang ibu kemudian memeriksakan anaknya ke dokter dan diketahui telah hamil.

Setelah itu, ibu menanyainya dan mendapat jawaban pelaku adalah ayah angkat.

"Korban mengatakan bahwa yang melakukan adalah ayah angkatnya," jelas Ali.

Sang ibu yang tak terima lantas melapor ke polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban. Setelah ditemukan cukup bukti, polisi kemudian mengamankan SR.

"Setelah pemeriksaan dari saksi-saksi maupun korban, kemudian hasil visum. Setelah cukup bukti, kita tetapkan sebagai tersangka dan kemudian kita lakukan penangkapan terhadap tersangka," ujar Ali.

Keji, Seorang Pria Cabuli Anak Angkat Hingga Hamil

POLEWALI MANDAR - Kecelakaan mobil dengan truk terjadi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar). Akibat kecelakaan ini menyebabkan dua orang tewas.

Kecelakaan berawal saat mobil yang dikemudikan Ahmad hilang kendali saat berupaya mendahului kendaraan yang ada di depannya. Namun secara tiba-tiba muncul truk tangki BBM dari arah berlawanan.

"Mobil diketahui melaju dari arah barat ke timur, ketika hendak mendahului kendaraan lain, tiba-tiba muncul truk bermuatan BBM dari arah berlawanan, hingga tabrakan tidak dapat terhindarkan," kata Kasat Lantas Polres Polman, AKP Rusli Said, kepada wartawan, Kamis (5/3/2020).

Diketahui, kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah minibus bernomor polisi DP-1390-DP. Sementara truk tangki bernopol DP-8085-AB.

Dua orang yang tewas ialah sopir mobil bernama Ahmad (52) dan penumpangnya bernama Abd Rahman (31). Selain itu ada dua penumpang lain yang mengalami luka serius yakni Mansur (31) dan Gani (40). Keduanya telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar.

Korban Ahmad diketahui berasal dari Kecamatan Palateang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir angkutan. Sementara ketiga korban lainnya berasal dari desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.

Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa ini, terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, sore tadi. Laju truk bermuatan BBM diketahui baru terhenti setelah menabrak rumah penduduk yang berada di sisi jalan.

"Setelah mengalami kecelakaan, semua korban langsung dilarikan ke RSUD Polewali Mandar," tandas Rusli.

Peristiwa kecelakaan ini telah dalam penanganan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Polman. Selain mengamankan sopir truk bernama Jusman untuk dimintai keterangan lebih lanjut, kedua kendaraan yang terlibat tabrakan dalam pengawasan polisi sebagai barang bukti.

Kecelakaan Maut Mobil vs Truk BBM, Dua Orang Tewas

JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) menyatakan, saat ini masih tersisa 53 karyawan yang belum menerima keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pihak Indosat menghargai keputusan karyawan untuk menempuh jalur hukum.

"Kami menghargai perbedaan pandangan dari sebagian kecil karyawan terdampak yang tidak dapat menerima tawaran kami, yang menurut data kami hingga hari hanya sebanyak 53 orang saja. Kami menghargai hak mereka untuk menempuh jalur hukum yang berlaku," kata Director & Chief Human Resources Officer, Irsyad Sahroni dalam keterangannya, Kamis (5/4/2020).

Dia menjelaskan, keputusan itu berat namun sangat dibutuhkan perusahaan.

"Reorganisasi ini adalah suatu tindakan yang berat namun sangat dibutuhkan agar Indosat Ooredoo dapat bertahan dan bertumbuh," ujarnya.

Menurutnya, hal itu berjalan baik. Dia bilang, 90% lebih karyawan sudah menerima keputusan tersebut.

"Reorganisasi telah berjalan dengan baik dan lebih dari 90% karyawan yang terdampak sudah menerima," ungkapnya.

Sementara, Presiden Serikat Pekerja Indosat Roro Dwi Handayani mengatakan, ada 57 dari 677 karyawan Indosat yang menolak di-PHK.

"Dilakukan PHK serentak yang angkanya kami dapat dari media, 677 orang. Alhamdulillah kami sampai hari ini tetap lakukan perlawanan, dan ada 57 karyawan yang konsisten terus melawan," kata dia dalam konferensi pers di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020).

Diambang Bangkrut, 53 Pegawai Indosat Tolak Untuk Dipecat

FLORES - Enam warga Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas dalam "perang tanding" atau bentrok antara dua suku memperebutkan tanah.

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, dilansir Antara, Kamis (5/3) mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Perang antarsuku itu baru diketahui Kamis sore karena lokasi kejadian tidak ada akses komunikasi.

Kepala Kepolisian Resor Flores Timur, AKBP Deny Abraham, juga membenarkan adanya konflik antarwarga tersebut.

“Iya betul ada konflik antarwarga di Desa Sandosi Kecamatan Witihama,” kata Deny, Kamis (5/3).

Dia mengatakan konflik antarwarga tersebut terjadi akibat perebutan lahan. Namun belum diketahui seperti apa kronologi munculnya peristiwa tersebut.

Menurut dia, konflik tersebut telah menimbulkan adanya korban jiwa, namun belum diketahui jumlah korban secara pasti karena masih dilakukan identifikasi di lapangan.

“Para personel sudah saya kirim ke lapangan untuk melakukan identifikasi sekaligus berupaya meredam konflik tersebut,” katanya.

Enam Warga Tewas Akibat Perang Antar Suku Di Flores

LAMPUNG - Seorang bapak tiri di Kedaton, Bandar Lampung tega Aniaya anak tiri. Pria tersebut berinisial WS (36), dia ditangkap karena menyiksa anak tirinya.

"Tersangka WS alias AH diamankan di Polsek Kedaton untuk dilakukan penyidikan terkait tindak pidana kekerasan yang dilakukan tersangka terhadap korban yang merupakan anak tirinya," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Kamis (5/3/2020).

Kasus ini terungkap setelah korban disiksa berkali-kali oleh tersangka WS. Korban mengalami sejumlah luka atas tindakan jahat si ayah tiri.

"Kronologis kejadian terjadi pada hari Selasa (4/2) sekira pukul 07.30 WIB. Korban didapati sedang berada di gudang rongsok dalam keadaan luka melepuh akibat direndam dengan air panas," ujar Kombes Pandra.

Polisi lalu menangkap WS. Sejumlah barang bukti terkait kasus ini disita seperti sebuah palu, pompa sepeda, hingga baskom plastik. Tersangka WS akan segera disidang.

"Berkas perkara sudah lengkap dan sudah diserahkan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum (JPU)," ujar dia

Pria Di Lampung Aniaya Anak Tiri Hingga Luka Parah

TASIKMALAYA - Polisi menggerebek rumah kos di kawasan Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya yang diduga dijadikan tempat prostitusi online. Dalam penggerebekan itu polisi mengamankan satu orang mucikari bernama Agus Mulyadi (43).

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga yang resah dengan adanya praktek prostitusi di wilayahnya. Mendapat laporan tersebut petugas turun melakukan penelusuran ke lokasi.

Setelah itu, petugas melakukan penggerebekan rumah kos yang dijadikan tempat bisnis esek-esek itu. Dalam penggerebekan itu petugas berhasil mengamankan seorang mucikari Agus Mulyadi (43). Selain itu ada juga pelanggan dengan seorang PSK yang tengah ngamar.

"Pengungkapan bisnis prostitusi online ini bermula dari laporan warga yang gerah dengan bisnis prostitusi online yang berlokasi di kos-kosan, saya tugaskan Satreskrim untuk gerebek lokasi dan menemukan pelanggan, wanitanya dan mucikari," kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana di Mapolres Tasikmalaya, Selasa (5/2/2020).

Hendria mengungkapkan, modus yang dilakukan Agus dalam menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan sebuah aplikasi pertemanan. Dalam aplikasi itu soerang wanita bernama Lina Herlina menjajakan tubuhnya. Setelah mendapat pelanggan Lina kemudian meminta pria hidung belang itu untuk menghubungi Agus untuk bertransaksi.

"Jadi si Agus ini berperan sebagai Mucikari. Dia yang mendealkan harga dengan pria hidung belang. Dia juga yang menyediakan tempat berupa kos-kosan," ucapnya.

Menurut keterangan yang didapat, pelaku memasang tarif Rp 200 ribu-Rp 300 untuk sekali kencan. Dari satu kali transaksi itu Agus mendapat jatah Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Sementara itu, tersangka Agus Mulyadi (43) mengaku sudah menjual atau menjajakan 50 perempuan berusia 30 hingga 41 tahun kepada pria hidung belang. Dalam sehari, setidaknya ia bisa menjajakan 2 hingga 4 orang perempuan. Kebanyakan pelanggannya merupakan mahasiswa hingga karyawan.

"Kebanyakan mahasiswa pak pelanggan saya, paling saya dapat bagian 100 sampai 150 ribu satu hari," kata Agus.

Akibat perbuatannya itu, pelaku kini harus mendekam dibalik jeruji besi dengan ancaman pasal 296 jo 506 tentang kejahatan terhadap keasusilaan dan memfasilitasi tempat sehingga dapat melakukan perbuatan atau asusila ancaman hukuman satu tahun empat bulan penjara.

Bisnis Esek-esek, Pria Di Tasikmalaya Diringkus Polisi

TRENGGALEK JATIM - Enam rumah di Kecamatan Dongko, Trenggalek, retak-retak akibat terdampak tanah gerak. Dua rumah terpaksa dikosongkan lantaran kondisinya mengkhawatirkan.

Lokasi bencana tanah gerak berada di Dusun Krajan, Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Trenggalek. Dampaknya enam unit rumah warga rusak dan retak-retak. Kondisi terparah terjadi di rumah Mugio dan Sukinem. Sedangkan empat di antaranya adalah milik Wardianto, Pujiono, Yanto dan Rasit.

Di rumah Sukinem, dinding mengalami retak di bagian kamar dan lantai, lebar retakan mencapai 10 cm. Dampak retakan tersebut kondisi rumah terlihat miring dan rawan roboh.

Sedangkan di rumah Mugio rekahan tanah memanjang dari bagian depan hingga tembus bagian dapur. Lebar retakan mencapai lebih dari 20 sentimeter. Bahkan posisi tanah juga mengalami ambles.

"Dapur saya bongkar karena dampak retakan. Dinding rumah juga retak. Sekarang rumah saya kosongkan dan mengungsi ke rumah anak saya yang ada di depan situ," kata Mugio saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya terjadinya retakan tanah tersebut sudah berlangsung sejak tahun lalu. Namun kondisi terparah terjadi pada musim hujan dua pekan terakhir.

"Kalau yang retakan besar ini seketika, siang hujan deras ke rumah anak dan malam saya tengok sudah ada retakan besar ini," imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Pringapus Tamsi, membenarkan adanya retakan tanah gerak di Dusun Krajan. Menurutnya bencana tersebut merupakan yang kedua kalinya setelah 2018 lalu.

Saat memantau dampak tanah gerak bersama BPBD Trenggalek, mengatakan titik bencana alam tersebut terjadi sporadis di perkampungan yang berdekatan dengan sungai.

"Tadi kami ukur, tanah tersebut juga mengalami penurunan atau ambles hingga 50 sentimeter. Kalau di dalam rumah ada yang dinding dan lantainya retak," kata Kades Tamsi.

Menurutnya, bencana tersebut terjadi setelah wilayah Kecamatan Dongko diguyur hujan selama beberapa pekan terakhir. Tingginya intensitas curah hujan mengakibatkan tanah yang ada di dekat sungai menjadi labil.

"Enam rumah terdampak ini, kalau melihat alurnya satu garis di sekitar aliran sungai. Asalnya dari irigasi yang merongrong lereng bagian bawah sekitar rumah ini, sehingga tanahnya gerak," ujarnya.

Tamsi mengaku kondisi parah retakan juga dipicu kurang sigapnya masyarakat sekitar untuk menutup titik retakan, sehingga saat terjadi hujan deras, air masuk ke dalam retakan dan memperparah kondisinya.

"Mungkin jika sejak awal langsung ditutup tidak akan separah ini. Meskipun itu tidak menjamin rumah ini bisa tetap ditempati. Minimal bisa mengurangi dampaknya," jelas Tamsi.

Selain rumah Mugio, rumah lain yang kini dikosongkan adalah milik Sukinem. Sebab kondisinya cukup membahayakan dan rawan roboh.

Untuk menanggulangi dampak bencana alam tersebut pihak desa mengusulkan kepada BPBD Trenggalek untuk mendapatkan bantuan bronjong. "Kebutuhannya sekitar 300 bronjong," jelasnya.

Akibat Tanah Retak, Warga Trenggalek Mengungsi

MOJOKERTO - Seorang anggota TNI tewas gantung diri di Surabaya. Jenazah korban berinisial JW (30) langsung dievakuasi ke RSU dr Soetomo, Surabaya.

JW ditemukan tewas gantung diri di rumah saudaranya, Emi, warga Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto pagi tadi. Proses olah TKP dimulai sekitar pukul 11.57 WIB. Yakni setelah sejumlah orang memakai seragam Quick Reaction Team Polisi Militer tiba di lokasi.

Proses olah TKP melibatkan banyak pihak. Mulai dari TNI AL, POM AL, Polsek Puri, Kepala Desa setempat hingga istri dan mertua JW. Dua tangga digunakan untuk menurunkan jenazah JW yang tewas gantung diri di salah satu kamar rumah Emi. Yaitu tangga dari bambu dan tangga lipat berbahan aluminium.

Olah TKP selesai sekitar pukul 12.45 WIB. Dibantu sejumlah relawan, jenazah JW di dalam kantung jenazah langsung dinaikkan ke mobil ambulans PMI Kabupaten Mojokerto. Jenazah lantas dievakuasi ke RSU dr Soetomo, Surabaya untuk divisum. Tampak mertua JW ikut dalam mobil ambulans tersebut.

Hingga jenazah dibawa ambulans, tidak ada seorang pun yang bersedia memberikan penjelasan kepada wartawan. Baik pihak TNI, keluarga JW maupun kades setempat.

Namun sebelumnya, sang kades, Utomo sempat menerangkan bahwa JW merupakan anggota TNI aktif yang berdinas di Surabaya. Korban tinggal bersama istrinya di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

"Korban anggota TNI AL aktif. Dinasnya di Surabaya," kata Kades setempat, Utomo kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya, JW bertamu seorang diri ke rumah saudaranya Emi pada Rabu (4/3) sekitar pukul 18.00 WIB. Pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB, JW sempat ditemui istrinya di rumah Emi.

Saat pasangan suami istri ini bertemu, Emi sudah berangkat bekerja memilah bawang merah di rumah tetangganya. Setelah bertemu JW, istrinya pulang.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Emi pulang dari tempat kerjanya. Saat itulah dia menemukan JW sudah tewas dengan kondisi gantung diri di salah satu kamar rumahnya.

Anggota TNI Surabaya Ditemukan Tewas Gantung Diri

MADIUN - Seorang bapak di Madiun tega memerkosa anak tirinya sendiri yang masih duduk di bangku SMP. Pemerkosaan itu membuat korban hamil dan kini telah melahirkan.

Pemerkosaan itu dilakukan pelaku sejak pertengahan tahun 2018 hingga pertengahan 2019. Selama setahun itu, pelaku mengaku hanya memerkosa korban sebanyak 5 kali

Pelaku adalah HS (33), warga Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

"Dari pengakuan pelaku, sebanyak lima kali melakukan persetubuhan dengan anak tirinya. Itu dilakukan saat pagi hari rumah sedang sepi," ujar Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto kepada wartawan, Kamis (5/3/2020).

Perbuatan asusila itu dilakukan pelaku saat pagi karena saat itu istrinya alias ibu korban berangkat kerja ke pabrik. Pelaku memerkosa korban dengan iming-iming uang jajan dan pulsa.

"Jadi saat istri pagi berangkat kerja, rumah sepi dan pelampiasan nafsu dilakukan di kamar dan kursi ruang tamu. Dengan cara merayu, membujuk dengan memberikan uang saku dan pulsa, maupun iming-iming yang lainnya sehingga korban mau diajak hubungan persetubuhan selayaknya suami istri hingga hamil dan melahirkan anak," ungkap Eddwi.

Kasus ini sendiri baru diketahui oleh sang istri saat korban melahirkan anak pada Januari 2020. Hingga bayi tersebut lahir, korban tidak pernah bercerita jika sedang hamil.

Miris, Ayah Di Madiun Perkosa Anak Tiri Hingga Melahirkan

PASURUAN - Banjir yang menerjang kabupaten Pasuruan tidak menyurutkan semangat warga Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan untuk memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Acara tetap berjalan meski digelar di tengah kepungan banjir.

Meski begitu, acara yang digelar di depan Masjid Dusun Keradenan itu tetap semarak. Warga mengikuti acara hingga selesai.

Penampilan grup albanjari berlangsung normal. Mereka tak terganggu meski bagian bawah panggung banjir. Grup selawat ini khusyuk melantunkan puji-pujian kepada nabi yang diiringi dengan alat musik terbang.

Ratusan warga tetap mengikuti rangkaian acara meski harus mencari tempat yang aman dari banjir. Jemaah tampak memenuhi masjid dan rumah warga.

Warga bergeming hingga seorang kiai memberikan tausiah. Lalu mereka khusyuk mendengarkan ceramah hingga selesai.

"Sebelum acara dimulai tadi sudah banjir. Acara tetap dilanjutkan," kata Ibnu Aqil (29), salah seorang warga, Rabu (4/3/2020).

Di lokasi acara, genangan air sekitar 30-50 sentimeter. Banjir tersebut akibat hujan lebat siang hari dan sungai yang meluap.

Selain Desa Manaruwi, sejumlah lokasi juga banjir malam ini. Antara lain Kelurahan Kalianyar di Kecamatan Bangil serta Desa Pelintahan dan Desa Kutirejo, Kecamatan Pandaan.

Meski Dilanda Banjir, Warga Pasuruan Tetap Semangat Bersholawat

Loading...