MALANG JATIM - Mobil patroli Polsek Kedungkandang, Polresta Malang Kota menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Kiai Ageng Gribig, Kedungkandang, Kota Malang, Selasa, (21/1/2020).

Tempat kejadian hanya berjarak sekitar 100 meter dari Mako Polsek Kedungkandang.

Hendri Febrianto saksi mata di lokasi mengatakan, mobil melaju kencang dari arah utara menuju selatan. Mobil diduga mengalami rem blong dan lepas kendali.

Sehingga mobil menabrak kendaraan yang ada di depannya secara beruntun.

“Dari arah utara ini, mobilnya gabisa berhenti kyak blong. Setelah itu kendaraan kecelakaan beruntung. Disini yang ditabrak motor Vario sama Supra Fit. Yang menabrak mobil patroli polisi, mencang sekali lajunya,” kata Hendri.

Salah satu saksi mata lainnya, Mirnawati mengaku histeris saat melihat kecelakaan beruntun ini. Bahkan, dia menuturkan salah satu korban kecelakaan bahkan terseret menyerupai orang yang sedang renang. Di depan Mirnawati ada dua korban yang terseret mobil patroli polisi.

“Setahu saya kayak renang (terseret) yang cewek itu. Agak jauh ke seretnya dari Utara ke Selatan. Kalau yang di depan saya tiga orang dua motor, tidak tahu yang sampai Polsek,” ucap Mirnawati.

Adapun, mobil patroli milik Polsek Kedungkandang berjenis kijang. Mobil itu terlihat ringsek pada bagian depan, ban mobil pun juga pecah.

Kini Unit Laka Polresta Malang Kota sedang melakukan olah TKP. Sementara mobil patroli dan mobil yang ditabrak dibawa ke Unit Laka Polresta Malang Kota.

“Kedatangan saya ke sini ikut ke TKP karena melibatkan anggota, sekarang korban sudah dibawa ke RSSA. Gak ada yang meninggal dunia hanya luka-luka 4 orang.

Yang bikin ramai kan melibatkan mobil polisi,” tandas Wakpolresta Malang Kota, AKBP Setyo Koes Heriyatno.

Mobil Patroli Polres Malang Tabrak Motor

Kebakaran melanda Pondok Pesantren Modern Zam - Zam Muhammadiyah, Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Senin (20/1/2020).

Kebakaran melanda ruang asrama kelas 7 C pada waktu subuh sekira pukul 05.00 WIB.

Ruangan asrama hangus terbakar, berikut dengan barang- barang pribadi para santri.

Salah seorang santri Ponpes Zam- zam Prima mengatakan, dirinya tahu ruangan tempat tidurnya terbakar saat sedang salat subuh.

Tiba- tiba waktu itu ada teriakan, dari dalam ruangan yang sudah terbakar.

Melihat kondisi tersebut, ratusan santri segera menyelamatkan diri dan berupaya mematikan api dengan menyiramkan air.

Barang-barang yang ada di dalam ruangan seperti pakaian dan kasur adalah barang yang mudah terbakar.

Karena banyak barang yang mudah terbakar menjadikan api lebih cepat membesar.

Tim pemadam kebakaran, berhasil memadamkan api sekira pukul 06.00 WIB.

Sayangnya, barang yang ada di dalam ruangan kelas sudah ludes terbakar.

"Ada teman saya yang sakit jadi tidak ikut salat, katanya saat menyemprotkan obat nyamuk, tiba- tiba ada api sehingga minta tolong.

Semua pakaian saya habis, hanya tersisa yang sedang dipakai ini saja," ujar Prima kepada Tribunbanyumas.com, Senin (20/1/2020).

Wakil Direktur Kesekretariatan Ponpes Zam- zam Heru Cokro mengatakan ada 34 santri telah dipulangkan ke orangtua masing- masing.

Hal itu untuk mengobati rasa trauma, selain karena memang mereka tidak ada pakaian dan kasur.

"Butuh waktu 10 hari, untuk melakukan perbaikan dan juga penyediaan tempat tidur dan kasur yang sudah terbakar habis," ujarnya.

Tidak ada korban luka atau jiwa pada peristiwa tersebut.

Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Sebab ada temuan sejumlah kabel yang hangus terbakar.

Ponpes Modern Zam-Zam Muhammadiyah kebakaran. Para Santri di pulangkan

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang melakukan pemantauan kesehatan terhadap penumpang yang datang ke Indonesia dari China.

Pemantauan tersebut dilakukan setelah Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menginstruksikan agar melakukan bandara dan pelabuhan untuk melakukan antisipasi masuknya virus misterius dari negeri tirai bambu itu.

Kepala KKP Semarang, Aryanti mengatakan bahwa pemantauan kesehatan yang dilakukan dengan mengecek suhu tubuh dari penumpang yang datang dari China baik di pelabuhan dan bandara.

Menurutnya jika ada penumpang yang memiliki suhu di atas 38 derajat celsius maka akan dilakukan observasi.



"Selain itu kami juga melakukan pengecekan terhadap tanda-tanda penyakit Pneumonia pada penumpang, seperti sesak nafas," katanya beberapa waktu yang lalu.

Ia mengatakan selain itu penumpang yang datang dari China akan mendapatkan Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau Health Alert Card (HAC).

Nantinya jika di kemudian hari penumpang tersebut mengalami sakit pihak rumah sakit dapat mengetahui riwayat perjalanan dari penumpang tersebut.

"Sampai saat ini belum ada (yang terindikasi). Karena belum ada penumpang yang langsung datang dari China menuju pelabuhan semarang dan bandara ahmad yani. Karena sebelum ke Semarang pasti akan transit ke bandara lain," katanya.

KKP Semarang melakukan Antisipasi masuknya virus misteriuas dari China

Temuan demi temuan benda sejarah di dataran tinggi Dieng, Banjarenegara, terus bermunculan. Kali ini warga Dieng dikagetkan dengan penemuan struktur bangunan yang diduga candi saat akan menggali tanah untuk septic tank.

Temuan tak sengaja ini terjadi saat salah seorang warga Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara tengah menggali tanah untuk membuat septic tank. Pada kedalaman sekitar 1 meter, warga menemukan susunan batu yang rapi dan rapat seperti bagian bawah sebuah candi.

Lokasinya masih dekat dengan komplek Candi Arjuna atau berada di sebelah barat lokasi penemuan arca Ganesha di penghujung tahun 2019 lalu. Sebelumnya, arca terbesar ini ditemukan warga di kebun kentang Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo.

"Susunan batu yang diduga candi ini ditemukan sekitar 50 meter dari museum Kailasa. Atau, berjarak sekitar 700 meter dari lokasi penemuan arca Ganesha. Atas temuan ini, saya sudah melaporkan ke kantor BPCB Jawa Tengah dan menunggu instruksi selanjutnya," kata Juru Pelihara Unit Dieng Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Tusar.

Jika melihat struktur bangunan dan adanya cerat yoni, temuan ini mengarah pada bangunan candi. Kepala UPT Pengelolaan Obyek Wisata Dieng, Banjarnegara Aryadi Darwanto mengatakan, susunan batu hingga 9 lapis dan ditemukan cerat yoni.

"Biasanya, kalau susunan batu sampai 9 lapis itu candi. Tetapi kalau darmasala itu 3-4 lapis," terangnya.

Sedangkan cerat yoni adalah pasangan dari lingga yang merupakan simbol dari dewi Parvati. Biasanya, saat melakukan ritual atau upacara di candi, air dituangkan di lingga yang merupakan simbol dari Dewa Siwa. Air tersebut kemudian mengalir ke cerat yoni sebelum kemudian ditampung untuk menyucikan diri.

"Jadi cerat yoni ini untuk mengalirkan air dari lingga. Biasanya saat upacara, air dituangkan di lingga, kemudian mengalir ke cerat yoni kemudian ditampung untuk menyucikan diri," jelasnya.

Meski demikian, kepastian apakah temuan tersebut adalah bangunan candi harus dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian akan dilakukan BPCB Jawa Tengah.

Struktur bangunan ini ditemukan di bekas lahan kentang milik Alif Fauzi, warga Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Menurut Alif, struktur bangunan tersebut ditemukan saat ia membuat rumah budaya di Dieng. Sebagai fasilitas pendukung, ia juga membuat septic tank di sekitar lokasi rumah budaya.

"Awalnya kami tengah membuat rumah budaya. Dan pada saat membuat septic tank, kan ada penggalian tanah, saat itu menemukan batuan kecil. Saat digali lagi ternyata berbentuk struktur bangunan," terangnya.

Pria yang juga ketua Pokdarwis Dieng ini menuturkan, sebelumnya lokasi tersebut adalah lahan kebun kentang. Pada saat masih digarap untuk tanaman kentang, beberapa kali dicangkul namun tidak ada tanda-tanda terdapat susunan batu.

Saat ini, ia menyerahkan sepenuhnya kepada BPCB Jawa Tengah untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Termasuk apakah akan dipindah atau tetap berada di lokasi saat ini.

"Kami serahkan kepada BPCB untuk ditindaklanjutinya seperti apa. Misalnya untuk penelitian apakah itu candi atau bukan atau ke depannya mau seperti apa. Tetapi Kalau harapan kami bisa tetap di sini untuk mendukung rumah budaya," ujarnya.

Geger. Warga Temukan bangunan candi di Dieng Kulon Banjarnegara

PONOROGO JATIM - Seorang warga yang bernama Purman (65), seorang petani ditemukan tewas di areal persawahan Desa Kutuwetan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Selasa (21/1/2020).

Ia ditemukan tidak bernyawa di sawah miliknya dengan motornya.

Kapolsek Jetis, AKP Suwito menyebutkan korban ditemukan oleh saksi yang bernama Janu. Saat saksi melaju di jalan bertemu dengan Tamejid yang memberitahu jika ada orang tertelungkup di sawah.

"Keduanya kemudian mendatangi lokasi. Mereka kemudian melaporkan ke perangkat desa dan melanjutkan ke Mapolsek Jetis," katanya.

Polisi yang datang ke lokasi menemukan korban tergeletak dengan sepeda motor milik korban yaitu Yamaha Alfa.

Dari hasil identifikasi petugas di lokasi, korban diduga tewas karena sakit jantung. Itu diperkuat dengan keterangan keluarga yang menyebut jika korban mempunyai riwayat sakit jantung dan setiap bulan kontrol di Rumah Sakit Umum Daerah Madiun Kota.

"Korban diketahui keluar rumah menggunakan sepeda motor dengan membawa drum. Kayaknya keberatan dan jantungnya kumat," ujarnya.

Petani Asal Ponorogo Tewas Tercebur Sawah

Kasus pencabulan terus saja terjadi. Kali ini dilakukan seorang ustaz terhadap santriwatinya di Bondowoso. Hasil visum dokter menerangkan bahwa terjadi kerusakan pada bagian vital tiga korban di bawah umur tersebut.

Kasak-kusuk tentang perilaku ustaz AQ (33) sudah diketahui para santriwati. Warga yang tinggal di Kecamatan Wonosari diketahui kerap berbuat tak senonoh kepada para santrinya.

Berkembangnya isu tersebut mendorong beberapa santri yang belajar pada sang ustaz mengadu pada orang tuanya. Mereka mengaku telah menjadi korban pencabulan sang ustaz.

Atas pengakuan para santri, beberapa orang wali lantas melaporkan sang ustaz pada polisi.

Dari keterangan si anak yang rata-rata di bawah 15 tahun, perbuatan bejat itu biasanya dilakukan saat proses belajar mengajar berlangsung di madrasah. Yakni saat ada waktu luang atau suasana sedang sepi.

"Kebanyakan si ustaz memaksa para santriwati untuk melakukan aksi tak senonoh. Diduga korban lebih dari satu," kata Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Jamal kepada wartawan di kantornya, Senin (20/1/2020).

Sebab, jelas dia, ada kemungkinan masih ada santriwati lain yang menjadi korban. Namun mereka enggan atau malu untuk melapor.

Ustaz AQ ternyata tidak hanya sebagai guru mengaji. Ia juga tercatat sebagai perangkat desa aktif. Yakni sebagai Kaur Kesejahteraan Rakyat (kesra) atau modin desa setempat. Modin bertugas mendata dan melayani warga ketika akan melangsungkan pernikahan.

"Betul. Yang bersangkutan memang perangkat desa di Kecamatan Wonosari," kata Camat Wonosari, Halili saat dihubungi.

Polisi akan terus mengembangkan kasus tersebut. Sebab, kemungkinan masih banyak santriwati lainnya yang juga menjadi korban. Hanya saja mereka merasa enggan atau malu untuk melapor.

Cabuli Santrinya, Ustadz Di Bondowoso Berurusan Dengan Polisi

KEDIRI JATIM - Sepasang remaja yang bukan suami istri diamankan Satpol PP Kota Kediri dari sebuah rumah kontrakan di Wisma Podomoro, Kelurahan Sukorame Kecamatan Mojoroto, malam ini.

Nur Hamid Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri mengatakan, tindakah itu dilakukan petugas menindaklanjuti aduan masyarakat yang resah dengan adanya dugaan aktivitas asusila di rumah kontrakan tersebut.

Hasilnya, saat petugas mengecek ke lokasi, didapati  kecurigaan karena dari dalam rumah terdengar suara perempuan.

Padahal menurut data, rumah itu dikontrak oleh seorang mahasiswa laki-laki salah satu Perguruan TInggi Swasta (PTS) di Kota Kediri.

Dan benar, saat dilakukan pengecekan oleh petugas, di dalam rumah terdapat satu pasangan laki-laki dan perempuan bukan suami istri yang sedang berdua-duaan.

Untuk mengelabui lingkungan, pelaku mematikan seluruh lampu di rumah agar terlihat seperti rumah kosong.

Menariknya, dari catatan Satpol PP Kota Kediri, rumah kontrakan itu pernah digerebek untuk kasus yang sama pada September tahun lalu.

Kini kedua sejoli tersebut diamankan petugas ke Mako Satpol PP Kota Kediri untuk proses lebih lanjut.

Satpol-PP Kediri Amankan Pasangan Gelap Di Kamar Kost

KEDIRI JATIM - Kecelakaan kembali terjadi antara truk dan mobil di Jalan Raya Maron Banyakan Kediri terjadi sekitar jam 03.40 WIB dini hari tadi di Jalan Raya Maron, Banyakan, Kediri.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka berat.

Aiptu Nanang Setyawan, Kasi Humas Polsek Banyakan Kediri saat dikonfirmasi menjelaskan kecelakaan melibatkan truk AE-8329-UF yang dikendarai ARDIA SETIAWAN, warga Desa Nglambangan Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun dengan mobil Honda Jazz AG-1095-VS yang dikendarai MAHARDIKA, warga Desa Gempol Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk.

Awalnya truk  berjalan dari arah Nganjuk menuju Kediri. Sesampainya di Jalan Raya Maron, melaju Honda Jazz dari arah berlawanan.

Tiba-tiba mobil oleng ke kanan melewati marka jalan dan terjadilah tabrakan antara kedua kendaraan.

Akibat kejadian ini, korban pengendara Honda Jazz, MAHARDIKA, mengalami luka berat dan dibawa ke RS Muhamadiyah Kota Kediri untuk segera mendapatkan perawatan.

Kecelakaan Truk vs Mobil di Kediri, Satu Korban Kritis

JEMBER JATIM - Mahasiswa asal Kediri ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kost sekitar jam 14.00 WIB kemarin. Kejadian ini berada di Jalan Karimata Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari, Jember.

Dilansir dari Andikafm.com, Informasi ini pertama kali disampaikan oleh Netizen di Wates, Kediri yang menerima pesan broadcast dari temannya di Jember.

Kompol Faruk Mustafa Kamil, Kapolsek Sumbersari Polres Jember ketika dikonfirmasi mengatakan, korban bernama MOH. ANGGA, 22 tahun, warga Desa Ploso Lor Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri.

Sesuai data yang ditemukan di lokasi, MOH. ANGGA adalah mahasiswa di Poltek Jember.

Kejadian awal diketahui ketika teman satu kost korban, mencium bau tidak sedap dan menyengat yang berasal dari kamar korban.

Ketika dicek melalui celah-celah jendela kamar, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan membusuk dengan posisi telentang di atas kasur.

Penghuni kost dan warga setempat langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Sumbersari, Jember. Polisi bersama tim inavis Polres Jember langsung datang untuk proses identivikasi dan evakuasi jenazah.

Dari hasil pemeriksaan, diduga korban sudah meninggal dunia sejak 5 hari sebelumnya. Saat ini, jenazah korban berada di RS Soebandi Jember.

Polisi masih mengumpulkan data dan saksi untuk mengungkap latar meninggalnya MOH. ANGGA. Saat dikonfirmasi mengatakan dia juga menghubungi Polsek Plosoklaten Polres Kediri untuk koordinasi dengan keluarga MOH. ANGGA.

Mahasiswa Asal Kediri Ditemukan Tewas dan Membusuk di Jember

TULUNGAGUNG JATIM - Ketua Ikatan Gay Tulungagung (IGATA) M Hasan alias Mami Hasan diringkus Tim Unit III Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Jatim, karena diduga mencabuli 11 anak laki-laki di bawah umur.

"Pengungkapan perkara ini karena laporan dari masyarakat," terang Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat jumpa pers bersama Dirreskrimum Kombes Pol Pitra Ratulangi di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (20/1/2020).

Menurut Trunoyudo, kasus itu terungkap setelah pada 3 Januari 2020, Polda Jatim mendapatkan laporan dari masyarakat. Laporan tersebut dituangkan dalam Laporan Polisi Nomor: LPB/03/I/2020/UM/JATIM.

Setelah dilakukan penyelidikan, Subdit Renakta menangkap Mami Hasan atas dugaan perkara tindak pidana rangkaian kebohongan atau membujuk anak atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 Undang-Undang RI nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 202 tentang Perlindungan anak.

Mami Hasan ditangkap sekitar pukul 18.00 Wib, Rabu (15/1/2020). Tersangka ditangkap saat sedang bersembunyi di sebuah rumah pemilik warung kopi di Jalan Raya Cabe, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.

Saat diperiksa, tersangka mengaku sebagai ketua gay di Tulungagung dan sudah melakukan perbuatan cabulnya terhadap 11 anak laki-laki di bawah umur.

"Ada sekitar 11 anak di bawah umur yang menjadi korban pelaku," sambung Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Ratulangi.

Sekitar mulai Tahun 2018 hingga 2019, tersangka Mami Hasan merayu para korban untuk dicabuli, dengan iming-imingi imbalan uang Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu.

Aksi itu dilakukan Mami Hasan di sebuah warung kopi di kawasan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Mami Hasan adalah pengelola warung kopi milik orang lain.

"Ketika ada pembeli anak di bawah umur, pelaku menawarinya untuk melakukan perbuatan cabul dan mengiming-imingi uang antara Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Ketika korban mau, tersangka mengajak masuk dan melakukan perbuatan cabul," jelasnya.

Selain menangkap tersangka, Subdit Renakta juga mengamankan barang bukti beberapa celana dalam milik para korban, foto laki-laki setengah bungil, 50 kondom, 4 buah pelumas, 3 buku panduan sex gay, 20 kondom belum terpakai, 50 bekas kondom, VCD acara komunitas gay dan 1 buah VCD porno hingga akta pendirian Ikatan Gay Tulungagung.

"Ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun. Ini cukup berat ya," tandasnya.

Cabuli Bocah Di bawah Umur Sesama Jenis, Ketua Gay Tulungagung Ditangkap

BATU - Mobil Suzuki Ertiga warna putih nopol AG 1373 FC, yang mengalami kecelakaan tunggal di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang sejak Sabtu malam sekitar jam 22.30 WIB belum dievakuasi. Menurut keterangan warga sekitar, pengemudi mobil langsung pulang ke Kediri sesaat setelah kecelakaan.


Dilansir dari Andikafm.com, Mas PRASETYO mengaku, mobil Suzuki Ertiga tersebut dia sewa dan mengalami kecelakaan di Kasembon. Mobil memang belum dievakuasi karena menunggu pemilik rental.

KSPK Polsek Kasembon Polres Batu, AIPTU SUASONO saat dihubungi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Saat anggota ke lokasi kecelakaan, tidak ditemukan pengemudi maupun penumpangnya. 

Di penyebab kecelakaan karena sopir ngantuk dan kondisi tikungan yang tajam. Sampai pagi ini, mobil masih berada di lokasi kejadian. Kondisi mobil terbalik dan bbmnya terus menetes keluar. Dikhawatirkan, ada tangan usil yang membuang puntung rokok sembarangan dan menimbulkan kebakaran.

Menurut AIPTU SUASONO, penyewa mobil tidak bisa bertanggung jawab karena tidak mempunyai biaya menanggung kerusakan mobil. Penyewa pasrah kepada pemilik mobil untuk pengurusan mobil. Sampai sekarang belum ada yang datang ke Mako Polsek Kasembon untuk menyelesaikan administrasi. Rencanya, kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Batu untuk penderekan mobil

Mobile Sewa Kecelakaan Rusak Parah Yang Sewa Pasrah

LUMAJANG JATIM - Warga sekitar Pantai Desa Selok Anyar Kecamatan Pasirian, Lumajang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa kepala, Senin (20/1/2020).

Diduga, mayat tersebut adalah korban pembunuhan karena terdapat bekas gorokan senjata tajam.

Kini, mayat tanpa identitas itu telah dibawa ke Kamar jenazah RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk diotopsi.

Pemeriksaan akan dilakukan oleh Tim Forensik Polda Jatim siang ini. “Dugaan sementara korban dibunuh,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran pada wartawan.

Masih kata dia, saat mayat ditemukan, kondisinya sudah membusuk dan hanya mengenakan celana pendek warna biru. “Kalau usia antara tiga puluh hingga empat puluh tahun,” ujarnya.

Untuk menyimpulkan apakah mayat jenis laki-laki ini korban pembunuhan atau kecelakaan di laut, petugas masih menunggu hasil forensik Polda Jatim. “Saat ini masih perjalanan ke Lumajang,” pungkasnya. 

Mayat Tanpa Kepala Gemparkan Warga Lumajang

BOJONEGORO JATIM - Diduga Depresi, mantan istri seorang kepala desa di Bojonegoro tewas setelah menceburkan diri ke sumur. Perempuan tersebut nekat bunuh diri diduga karena mengalami depresi.

Korban adalah SM, warga Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro. Jenazah perempuan 55 tahun itu ditemukan oleh Siti, salah satu tetangga saat akan mengambil air.

Jenazah SM mengapung di dalam sumur yang dalamnya sekitar 10 meter,

"Tadi pas ambil air kok lihat ada orang di dalam (sumur). Terus kami minta tolong warga. Ternyata jasad ibu SM," ujar Siti, salah satu tetangga, Senin (20/1/2020).

Warga yang mendengar peristiwa ini langsung menuju lokasi sumur yang berada sekitar 50 meter di depan rumah korban.

Polisi yang mendatangi lokasi langsung melakukan koordinasi dengan petugas damkar dan BPBD Pemkab Bojonegoro untuk mengevakuasi jenazah.

Satu tim petugas damkar akhirnya diterjunkan dalam evakuasi jenazah. Dengan berhati-hati dan menggunakan bantuan oksigen, satu petugas turun ke dalam sumur untuk mengikat tubuh SM sebelum ditarik ke atas.

Setelah berhasil diikat, petugas damkar naik dan jenazah korban ditarik bersama-sama oleh petugas damkar lainnya.

"Kalau informasi yang kami peroleh diduga korban bunuh diri dan sedang depresi. Tadi juga sudah kami visum dengan tim medis," ujar Kapolsek Purwosari AKP Yaban.

Yaban mengatakan depresi yang dialami SM karena menderita penyakit menahun yang tak kunjung smebuh. SM juga tak pernah keluar rumah karena penyakitnya tersebut.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah SM langsung divisum oleh tim gabungan di rumah duka. Setelah dinyatakan tidak ada tanda penganiayaan langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

SM sendiri ditemukan di dalam sumur oleh tetangga yang hendak mengambil air disumur pada pukul 05.00 WIB. Diperkirakan SM sudah menceburkan diri ke dalam sumur pada pagi hari sekitar pukul 03.00 WIB, karena pintu rumah dalam keadaan terbuka dan korban sudah tidak berada di rumah.

Depresi, Wanita Di Bojonegoro Bunuh Diri Terjun ke Sumur

SIDOARJO JATIM - Lagi asyik nongkrong Warga Desa Prasung Kecamatan Buduran, Sidoarjo tewas tersambar petir, bersama dengan teman-temannya. M.Rokhim, (35) tewas seketika, sementara 4 temannya luka.

Informasi yang didapat menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (19/1/2020).

Kanit Reskrim Polsekta Buduran Ipda Nanang Mulyono, membenarkan adanya musibah warga disambar petir. Saat itu korban bersama empat temannya yang sedang cangkruan.

"Memang benar ada warga yang meninggal dunia lantaran di sambar petir," kata Nanang kepada wartawan saat dihubungi, Senin (20/1/2020).

Nanang menambahkan, menurut cerita dari ke empat teman korban, kejadian tersebut sangat singkat. Kelima orang sedang asyik cangkruan, kemudian turun hujan tidak terlalu deras. Tiba-tiba terdengar petir menyambar, dalam hitungan detik korban langsung jatuh.

"Setelah ditolong keempat temannya, dilihat korban sudah meninggal dunia. Di tubuh korban ada luka lubang di pundak kanan korban bekas tersambar petir," tambah Nanang.

Dia menjelaskan, satu teman korban yang bernama Desi Puspita (25) menderita luka lecet di tangan kiri dan paha. Sedangkan tiga teman lainnya yakni Robin, Sularsih, dan Warso tidak mengalami luka apapun.

Dari hasil kesepakatan dari pihak keluarga menginginkan bahwa itu merupakan musibah.

"Ahkirnya, keluarga korban menyadari bahwa kematian korban dikarenakan musibah. Dan tidak menuntut siapapun atas kejadian tersebut dibelakang hari. Ahkirnya korban dimakamkan di TPU setempat," jelas Nanang.

Tersambar Petir, 5 Orang Di Sidoarjo Gosong Dan 1 Tewas

MAGETAN JATIM - Nasib nahas menimpa seorang kakek yang bernama Samingun, pensiunan Pengawai Negeri Sipil (PNS) asal Desa Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan tewas setelah motor yang dikendarainya ditabrak Kereta Api Wisata, Minggu (19/1/2020) malam.

Selain menyebabkan satu korban tewas, kecelakaan tersebut membuat sepeda motor Beat bernopol AE 5887 QF milik korban ringsek.

"Kecelakaan antara KA Wisata tanpa penumpang dengan sepeda motor di sekitar Stasiun Barat Magetan," kata Manajer Humas Daop 7 Madiun PT KAI, Ixfan Hendriwantoko, Senin (20/1/2020).

Diketahui, KA Wisata yang mengantar rombongan PT INKA dari Madiun ke Solo kembali melakukan perjalanan balik menuju Madiun.

Menurutnya, saat di lokasi, masinis sudah meniup tanda akan melintas dan pintu perlintasan telah ditutup.

"Pengendara nekat begitu saja menerobos palang pintu yang sudah ditutup," ujarnya.

Pensiunan PNS itu terseret hingga 50 meter dan mengakibatkan korban meninggal di lokasi.

"Beberapa KA mengalami keterlambatan. Untuk KA Wisata mengalami keterlambatan hingga 32 menit. Dan KA Sancaka jurusan Yogyakarta ke Surabaya mengalami imbas hingga 15 menit," lanjutnya.

Kanit Laka Sat Lantas Polres Magetan, Ipda Yudi Irawan mengatakan kecelakaan anatara KA dan sepeda motor mengakibatkan 1 orang meninggal dunia.

"Satu tewas dan korban terseret hingga 50 meter. Saran kami kalau melintasi perlintasan kereta api sebaiknya berhenti dulu," katanya.

Kakek di Magetan Meninggal Akibat Terseret Kereta Api Sejauh 50 M

KEDIRI JATIM - Seorang wanita bernama Leni Dwi Andriani, warga Desa Bangle Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tadi malam.

Kecelakaan melibatkan mobil nopol B 1249 WOD dikemudikan Sulistiono, warga Desa Pamongan, Mojo, Kediri dengan sepeda motor Honda Beat nopol AG 4402 GL yang dikendarai Leni Dwi Andriani, warga Desa Bangle, Ngadiluwih, Kediri.

Akp Mukhlason S.H., Kapolsek Ngadiluwih Polres Kediri saat dikonfirmasi mengatakan kecelakaan terjadi di Jalan Raya Bangle, Ngadiluwih, Kediri atau tepatnya di timur Jembatan penghubung antara Mojo dengan Ngadiluwih.

Kejadian berawal saat mobil melaju dari Ngadiluwih menuju Mojo. Pada saat bersamaan, sepeda motor hendak menyeberang ke sisi bahu jalan sebelah utara.

Karena jarak terlalu dekat, sedangkan mobil melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ngadiluwih, sehingga tabrakan antara dua kendaraan tidak bisa dihindari.

Akibatnya, pengendara sepeda motor, Leni Dwi Andriani, mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia.

Motor Ditabrak Mobil di Kediri, Pengemudi Motor Tewas di Lokasi

TULUNGAGUNG JATIM - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Jayeng Kusuma Desa Tapan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, tadi malam sekitar jam 20.30 WIB.

Kecelakaan melibatkan bus Hino nopol N 7009 UL dengan sepeda pancal.

Kanit Laka Lantas Polres Tulungagung, IPTU DION FITRIANTO S.H menjelaskan, bus dikemudikan WAHYUDI PRAYOGI, warga Kelurahan Petahunan Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan.

Sedangkan sepeda pancal dikayuh TOIMAN warga Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.

Kronologinya, bus melaju dari Tulungagung ke Kediri. Sedangkan sepeda pancal melaju dari barat ke timur. Sesampainya di lokasi kecelakaan di Desa Tapan, diduga sopir bus kurang memperhatikan lalu lintas. Sehingga menabrak sepeda pancal yang ada di depannya.

Akibat kecelakaan ini, pengemudi sepeda pancal yang bernama TOIMAN, meninggal dunia di lokasi kecelakaan.

Sepeda Pancal vs Bus di Tulungagung, Pengemudi Sepeda Tewas di Lokasi