Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
KLATEN JATENG - Belasan warga di Klaten yang tak pakai masker dihukum menyapu di Jalan Pemuda dan Jalan Merapi, Klaten. Selain itu ada 28 orang yang KTP-nya ditahan karena pelanggaran serupa.

"Ini tadi sudah ada 12 orang menyapu jalan dan 28 orang kita tahan KTP-nya. Mereka terjaring razia tidak memakai masker dan ada yang tidak membawa KTP ," ungkap Kasatpol PP Pemkab Klaten Rabiman pada wartawan saat razia masker di Jalan Pemuda, Klaten, Kamis (3/9/2020).

Dati Pantauan razia yang digelar pukul 08.00-09.30 WIB. Razia ini melibatkan 30 petugas gabungan Satpol-PP, TNI dan Polri. Warga atau pengendara yang melintas dari arah Yogyakarta dan Solo diawasi petugas, saat ada yang tidak mengenakkan masker akan dihentikan.

Rabiman menjelaskan sanksi itu merupakan penerapan peraturan Bupati No 4 Tahun 2020. Perbup itu turun disahkan pada 19 Agustus.

"Perbup turun tanggal 19 Agustus dan telah kita sosialisasikan. Hari ini sanksi kita berlakukan, bagi yang tidak memakai masker kita tahan KTP, kalau tidak bawa KTP kita minta menyapu jalan," jelas Rabiman.

Rabiman mengatakan, razia tidak hanya dilakukan di wilayah kota tetapi juga digelar di masing-masing kecamatan. Razia ini, menurutnya dilakukan untuk memberi efek jera kepada warga yang bandel tak pakai masker.

"Ini akan terus kita lakukan, apalagi kasus COVID di Klaten terus bertambah banyak," lanjut Rabiman.

Salah seorang warga yang diberi sanksi menyapu jalanan, Sri Mulyani, beralasan tak memakai masker karena lupa.

"Tidak bawa KTP wong dekat. Masker tadi kelupaan tidak saya pakai meskipun bawa dari rumah," ungkap Sri Mulyani pada wartawan.

Perempuan yang merupakan warga Desa Karanglo, Kecamatan Klaten mengaku legawa dengan sanksi yang diterimanya.

Sedangkan warga lainnya, Wiwik Widuri (50) warga Kecamatan Gantiwarno mengatakan tidak masalah dihukum menyapu. Dia yang terjaring razia saat mengemudi mobil ini mengaku sebenarnya membawa masker. Namun memang tak dia gunakan.

Sumber : detik.com

Bandel Tak Pakai Masker, Belasan Orang Di Klaten Dihukum Menyapu

BLITAR JATIM - Sebanyak empat pegawai Inspektorat Pemkab Blitar positif COVID-19. Sebelumnya, selama 10 hari mereka mendampingi staf BPK Surabaya yang ternyata positif COVID-19.

Plt Kepala Inspektorat Pemkab Blitar, Agus Cunanto mengatakan, begitu mendapat laporan staf BPK terpapar virus Corona, pihaknya berinisiatif melakukan tes swab kepada pegawai Inspektorat yang mendampingi dan kontak erat.

"Dan hasilnya empat yang terkonfirmasi positif Corona. Sehingga mereka langsung kami mohon melakukan isolasi di Gedung Local Education Center (LEC)," kata Agus saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (3/9/2020).

Setelah itu, lanjut Agus, Satgas COVID-19 melakukan tracing kepada semua pegawai Kantor Kabupaten Blitar yang pernah melakukan kontak erat dengan staf BPK Surabaya tersebut. Hasilnya ada 27 pegawai dari beberapa OPD lain berdasarkan buku tamu saat BPK melakukan tugas pemeriksaan di jajaran Pemkab Blitar.

"Kami sudah koordinasikan dengan sekretaris satgas COVID-19. Rencananya hari ini akan dilakukan swab massal," imbuhnya.

Agus menambahkan, pihaknya mengambil kebijakan tidak menutup kantor Inspektorat Blitar. Karena usai rombongan BPK kembali ke Surabaya, general cleaning telah dilakukan ke semua bagian ruangan kantor. Selain itu, setiap hari juga dilakukan penyemprotan disinfektan sebelum pegawai masuk kantor dan sepulang jam kerja sebelum kantor tutup.

"Kinerja tetap jalan. Namun petunjuk pimpinan, sebagian dari pegawai akan kerja dari rumah. Saya lihat dulu siapa saja yang bisa WFH, disesuaikan dengan kapasitas dan volume kerjanya. Kalau saya dan sekretaris tetap masuk kantor," jelas Agus.

Kabupaten Blitar sudah masuk zona oranye. Paparan terbanyak, merupakan hasil tracing dari klaster perkantoran dan pegawai di rumah sakit rujukan. Data per Selasa (2/9), jumlah akumulatif pasien terkonfirmasi positif sebanyak 406. Dengan tingkat kesembuhan hampir 85 persen, yakni sebanyak 353. Lalu 209 masih pemantauan dan 24 meninggal dunia.

Sumber : detik.com

Usai Dampingi Staf BPK Surabaya, 4 Pegawai Inspektorat Blitar Positif COVID-19

BOJONEGORO JATIM – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mulai menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) bencana non alam Corona Virus Disease (Covid-19) pada Minggu 15 Maret 2020. Penetapan tersebut tertuang dalam surat Keputusan Bupati Bojonegoro nomor 188/0567/412.306/2020, setelah ada satu orang yang dinyatakan positif di Kecamatan Balen.

Setelah ditetapkan KLB non alam bencana Covid-19 hingga saat ini jumlah pasien secara kumulatif sebanyak 348 orang. Dari jumlah tersebut, pasien aktif atau yang masih menjalani perawatan 44 orang, dengan jumlah kumulatif pasien yang sembuh 276 orang dan yang meninggal sebanyak 37 orang.

Sesuai dengan laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, jumlah pasien terkonfirmasi positif yang sembuh hari ini sebanyak dua orang di Kecamatan Bojonegoro dan Kecamatan Dander. Selain penambahan baru enam orang di Kecamatan Bojonegoro satu orang, Kecamatan Tambakrejo dua orang dan Kecamatan Baureno tiga orang.

“Sehingga kasus konfirmasi positif 44 orang. Untuk kasus suspect sebanyak 49 orang,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin, Selasa (1/9/2020).

Sementara untuk penanganan kasus Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyiapkan anggaran penanganan dan pencegahan senilai kurang lebih Rp956 miliar. Dari jumlah tersebut, anggaran yang sudah terserap sekitar Rp65 miliar. Dari jumlah tersebut rinciannya dari alokasi belanja tidak terduga dianggarkan sebesar Rp851 miliar dan terealisasi Rp1,5 miliar.

“Anggaran untuk belanja tidak terduga itu sebenarnya alokasinya bukan hanya untuk penanganan Covid-19, tetapi bencana secara umum juga, seperti kebakaran, kekeringan, maupun banjir dan lain-lain,” ujar Masirin.

Sedangkan anggaaran yang murni digunakan untuk penanganan Covid-19 masuk dalam belanja langsung SKPD. Total anggaran yang disediakan Rp105 miliar. Jumlah tersebut dibagi menjadi dua pos anggaran, untuk penanganan kesehatan dan jaring pengamanan sosial.

Anggaran penanganan kesehatan dialokasikan Rp67 miliar. Dari jumlah tersebut sudah terserap Rp25 miliar. Sedangkan anggaran untuk jaring pengamanan sosial Rp38,5 miliar, dan terealisasi Rp38,5 miliar. “Anggaran itu untuk tiga SKPD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan BPBD,” pungkasnya.

Sumber : beritajatim.com

Sejak Pandemi Corona, 37 Warga Bojonegoro Meninggal Positif Covid-19

KARANGANYAR JATENG - Sepasang pengantin di Kabupaten Karanganyar dinyatakan positif terpapar virus Corona atau COVID-19 beberapa hari usai melakukan ijab kabul. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar melakukan swab terhadap 16 orang yang hadir dalam acara ijab kabul tersebut.

"Pasangan tersebut melaksanakan ijab sekitar tanggal 18 Agustus. Selang beberapa hari keduanya merasakan gejala batuk, pilek dan demam. Setelah dirujuk ke rumah sakit, swab keduanya positif COVID-19 pada 28 Agustus," ujar Plt Kepala DKK Karanganyar, Purwanti, saat dihubungi wartawan, Selasa (1/9/2020).

Pasangan pengantin baru tersebut, lanjutnya, saat ini dirawat di salah satu rumah sakit di Solo. DKK baru mengetahui keduanya merupakan pengantin baru, usai dihubungi pihak rumah sakit terkait swab positif tersebut.

"Setelah ada info dari rumah sakit, kita lakukan wawancara. Baru ketahuan keduanya pengantin yang baru saja melaksanakan ijab kabul. Lalu kita lakukan tracing terhadap mereka yang hadir," paparnya.

Purwanti mengatakan, pengantin laki-laki berasal dari Jakarta. Sementara pengantin perempuan berdomisili di Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar. Purwanti mengatakan karena acaranya hanya ijab kabul, acara tersebut tidak dihadiri terlalu banyak orang.

"Hanya keluarga dekat yang hadir. Kita data ada 16 orang yang masuk kontak erat. Itu termasuk juru riasnya. Semuanya sudah kita lakukan swab kemarin dan hari ini," terangnya.

Sebanyak 16 orang hasil tracing tersebut, lanjutnya, merupakan warga domisili Karanganyar. Sementara untuk keluarga pengantin laki-lali sudah kembali ke Jakarta dan akan ditindaklanjuti wilayah terkait.

"Kewenangan kita warga Karanganyar saja. Keluarga laki-laki dan beberapa kerabat dari luar kota akan ditindaklanjuti wilayah masing-masing," ujarnya.

Purwanti melanjutkan, 16 orang tersebut menjalani swab di Labkes Karanganyar. Saat ini mereka telah dilakukan isolasi mandiri sembari menunggu hasil swab yang diharapkan keluar dalam beberapa hari ke depan.

"Semua yang di-swab wajib isolasi mandiri, sambil menunggu hasil swab keluar," imbuhnya.

Sumber : detik.com

Usai Ijab Kabul, Sepasang Pengantin Baru Di Karanganyar Positif Corona

Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Tulungagung bersiap menggelar pembelajaran tatap muka. Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan mengizinkan daerah yang masuk zona hijau dan kuning membuka sekolah untuk kegiatan belajar mengajar. Tulungagung berpeluang segera menerapkan kebijakan itu karena saat ini masuk zona kuning.

GALIH NUSANTORO Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Tulungagung mengatakan, meski pemerintah pusat sudah memperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah, namun kebijakan itu bersifat situasional. Artinya, masing-masing daerah diberikan kewenangan penuh untuk menentukan apakah  menerapkan atau tidak. Pertimbangannya berdasarkan kajian pemerintah daerah setempat terhadap kesiapan dan risiko yang ada.

GALIH mengatakan, untuk tahap awal hanya sekolah setingkat SMA dan SMK saja yang akan dibuka. Karena siswa SMA dan SMK dinilai sudah dewasa dan bisa memahami informasi terkait risiko serta pelaksanaan protokol kesehatan. Rencananya, pembelajaran tatap muka SMA/SMK negeri maupun swasta di Tulungagung dimulai pada 18 Agustus 2020 mendatang. Saat ini komunikasi dengan pihak sekolah, komite sekolah dan wali siswa masih dilakukan secara intensif. Termasuk mengadakan jajak pendapat melalui penyebaran kuesioner pada wali siswa. Jika mayoritas menghendaki, maka sekolah bisa dibuka kembali.

Nantinya, penjadwalan pembelajaran akan dilakukan secara bergantian dan kapasitas kelas hanya diisi 50 persen siswa saja. Saat separuh siswa masuk sekolah, separuh lainnya belajar di rumah secara online. Durasi pembelajaran juga dibatasi hanya selama 3,5 jam setiap pertemuan. Sedangkan untuk tingkat TK, SD sampai dengan SMP sejauh ini masih belum ada rencana terkait pembukaannya.

GALIH NUSANTORO mengatakan, nantinya sekolah yang akan membuka kegiatan belajar mengajar secara tatap muka harus memenuhi protokol kesehatan ketat. Jika tidak, maka pembukaan sekolah akan ditunda. Saat ini ada beberapa sekolah yang sudah mengajukan izin ke gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Di antaranya SMA Negeri Kedungwaru, SMAN 1 Boyolangu dan SMKN 1 Rejotangan. Tetapi hal itu masih butuh evaluasi sebelum izin diberikan, mengingat masa pandemi belum selesai.

Sumber : andikafm.com

Kabar gembira. Sekolah SMA dan SMK di Tulungagung akan segera di buka

Jumlah pekerja yang positif COVID-19 di pabrik pengolahan udang Situbondo terus bertambah. Hingga hari ini ada 149 pekerja yang positif Corona dari klaster tersebut.
Anggota Gugus Kuratif COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril mengatakan, total ada 149 pekerja yang sudah dinyatakan positif COVID-19. Angka tersebut kemungkinan besar akan terus bertambah.

"Per hari ini ada 149 pekerja yang positif Corona di klaster pabrik Situbondo. Tapi yang positif mayoritas berdomisili di Bondowoso. Jadi kasusnya masuk di Bondowoso," kata Jibril Jumat (7/8/2020).

Jibril menjelaskan, ada 1.963 pekerja di pabrik tersebut. Di mana 1.930 di antaranya sudah di-rapid test. Hasilnya, 393 orang reaktif dan 1.507 non-reaktif.

Selanjutnya, 393 orang yang reaktif dites swab. Lalu ada tambahan 74 orang yang memiliki gejala atau suspect. Mereka semua mengikuti tes swab. Hasilnya, 149 sudah dinyatakan positif COVID-19.

Jadi yang tes swab ada 467 orang. Yang sudah positif COVID-19 ada 149. Angka itu masih bisa bertambah, karena belum keluar semua," jelas Jibril.

Klaster pabrik udang tersebut, lanjut Jibril, turut mempengaruhi jumlah kasus di Jatim khususnya Bondowoso. Tercatat, dalam 5 hari terakhir ada tambahan 155 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Bondowoso.

Jibril menambahkan, dari hasil investigasi tim Gugus Tracing COVID-19 Jatim, penyebaran virus di pabrik disebabkan oleh bus antarjemput pegawai. Di mana para pegawai menaiki bus tersebut setiap hari untuk bekerja.

"Ketularannya dari bus antarjemput pekerjanya. Ini salah satu klaster besar di Jatim," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Hasil swab tes. 149 pekerja Pabrik Udang Situbondo positif Corona

Berdasarkan update terbaru virus corona, sebanyak 4 (empat) pasien Covid-19 di Ponorogo dinyatakan sembuh, Jumat (7/8/2020).

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menjelaskan pasien Covid-19 tersebut adalah pasien nomor 180 dari kecamatan Sawoo, lalu pasien nomor 187 dari kecamatan Kauman, serta pasien nomor 188 dan pasien nomor 197 yang keduanya berasal dari kecamatan Ponorogo.

Ipong juga mengumumkan ada dua tambahan kasus Corona baru.

Yang pertama adalah seorang laki-laki berusia 35 tahun yang berdomisili di Desa Serag, Kecamatan Pulung.

"Pasien ini ada riwayat dari Surabaya, sempat sakit dan dirawat di Puskesmas Pulung. Hasil rapid test reaktif dan setelah diswab hasil PCR positif," kata Ipong, Jumat (7/8/2020).

Tambahan pasien Covid-19 kedua adalah seorang perempuan berusia 28 tahun yang berdomisili di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan.

"Pasien ini ada riwayat dari Jakarta dan merupakan kontak erat pasien no. 198," lanjut Ipong.

Dengan adanya tambahan data tersebut, total di Ponorogo ada 210 kasus Covid-19.

177 pasien diantaranya dinyatakan sembuh, lalu 5 pasien meninggal dunia, dan 28 pasien isolasi.

Dalam kesempatan itu, Ipong mengingatkan sebagai upaya untuk menekan angka penularan Covid-19, diperlukan kerja sama dari semua pihak untuk bisa saling peduli dan tetap disiplin dengan protokol kesehatan.

"Karena disiplin tidak hanya melindungi anda tapi juga orang lain," pungkasnya.

Sumber : tribunjatim.com

Update Covid-19 Ponorogo. 4 pasien sembuh dan 2 orang positif

KEDIRI JATIM - Kecamatan Plosoklaten hari ini mencatatkan kasus pertama positif Covid-19. Padahal sebelumnya, wilayah ini dinyatakan sebagai zona hijau atau bebas dari virus corona di Kabupaten Kediri.

Satu kasus dari  Plosoklaten ini termasuk dalam tambahan 15 pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri hari ini.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib ketika dikonfirmasi mengatakan kasus positif dari Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten termasuk pasien tanpa gejala dan berasal dari klaster baru yang belum diketahui sumber penyebarannya.

Menurut KHOTIB, pasien tanpa gejala saat ini sudah merata di Kabupaten Kediri. Hal ini terjadi karena mobilitas masyarakat yang tinggi.

Sementara 14 pasien lainnya yang dinyatakan positif Covid-19 masing-masing tiga pasien dari klaster Sidoarjo, satu pasien dari klaster Surabaya, dua pasien klaster Desa Tertek, satu pasien klaster Desa Kandangan, dua pasien klaster Desa Pelem dan enam pasien berasal dari klaster baru yang belum diketahui sumber penyebarannya.

Masing masing satu pasien asal Desa Damarwulan dan Desa Kepung Kecamatan Kepung, warga Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem, warga Desa Pare Kecamatan Pare dan warga Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu.

Dari 15 pasien tersebut, dua di antaranya menjalani perawatan di RSUD SLG dan RS HVA Toeloengrejo, Pare. Sementara 13 lainnnya menjalani isolasi mandiri. AHMAD KHOTIB mengatakan, saat ini total terdapat 377 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Rinciannya, 161 orang dirawat, 197 orang sembuh dan 19 orang meninggal dunia.

Sumber : andikafm.com

Plosoklaten Sumbang 1 Pasien Positif Covid-19 di Kediri