Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
TULUNGAGUNG JATIM - Kabar Gembira datang dari Tulungagung, Empat pasien positif virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Tulungagung sembuh dan sudah meninggalkan tempat karantina, Minggu (31/5/2020).

Mereka terdiri dari tiga petugas medis dan seorang warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, yang sebelumnya sempat memberlakukan karantina wilayah.

Menurut Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro, dua di antara tenaga medis yang sembuh ini adalah dokter.
Sedangkan satu lainnya adalah paramedis.

"Salah satu dokter berasal dari klaster petugas haji," terang Galih Nusantoro.

Sebelumnya empat pasien ini sempat mengikuti tes swab di mobil laboratorium keliling milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hasil uji sampel swab tenggorokan mereka negatif virus Corona.

Mereka kemudian juga diuji lewat rapid test, dan hasilnya juga nonreaktif.
"Mobil laboratorium keliling ini sangat membantu, karena hasilnya hari itu juga bisa diketahui," sambung Galih Nusantoro.

Salah satu pasien yang sembuh adalah dr AK dari RSUD dr Iskak Tulungagung.
Ia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona pada Rabu (27/5/2020).

Salah satu pasien yang sembuh adalah dr AK dari RSUD dr Iskak Tulungagung.
Ia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona pada Rabu (27/5/2020).

Berselang empat hari kemudian, dr OK dinyatakan sudah negatif Covid-19.
"Dokter ini pasien Covid-19 yang sembuh tercepat. Dia hanya butuh empat hari di karantina," ungkap Galih Nusantoro.

Sementara dr A dari klaster perugas haji lebih dari satu bulan tinggal di tempat karantina.

Dia sudah melewati lima kali tes swab, sebelum akhirnya dinyatakan negatif virus Corona.

Dengan penambahan empat orang ini, maka jumlah pasien yang sembuh dari virus Corona sejumlah 22 orang dari 64 pasien yang terkonfirmasi positif.

"Jika dirata-rata, saat ini rasio kesembuhan masih sekitar 34,4 persen," pungkas Galih Nusantoro.

Kabar Baik, 4 Pasien Positif Corona Di Tulungagung Sembuh

JEMBER JATIM - Kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jember bertambah menjadi 41 kasus. Salah satu kasus adalah balita berusia 1,5 tahun dan dua orang tenaga medis.

Dua kasus adalah warga Kecamatan Sumberjambe, dua kasus warga Kecamatan Jombang, masing-masing satu kasus warga Kecamatan Pakusari, Kecamatan Kaliwates, Kecamatan Sumbersari, dan Kecamatan Wukuhan.

“Balita 1,5 tahun yang terkonfirmasi sebagai kasus 35 adalah warga Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe. Dua diisolasi pada 22 Mei di rumah sakit dan dinyatakan positif pada 31 Mei 2020,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono, Senin (1/6/2020).

Balita ini berstatus orang tanpa gejala. “Dia anak pasien kasus 34 dan memiliki kontak erat dengan pasien kasus 22,” kata Gatot.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima, dua tenaga kesehatan yang terkonfirmasi adalah warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates (kasus 40) dan Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan (kasus 41).

Keduanya berstatus OTG. Tenaga kesehatan dari Lojejer pernah kontak dengan pasien dalam pengawasan. Setiap hari tetap membuka praktik mandiri.

Dua Tenaga Medis Dan Balita di Jember Positif Virus Corona

SUKABUMI JABAR - Suami istri asal Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi terkonfirmasi positif COVID-19. Keduanya saat ini menjalani isolasi dan penanganan medis intensif di rumah sakit.

Keduanya diketahui sebagai laki-laki berusia 60 dan perempuan 61 tahun, dengan bertambahnya dua orang tersebut jumlah total pasien positif yang terkonfirmasi hasil pemeriksaan swab bertambah berjumlah 30 orang. Dimana pada hari sebelumnya, jumlah pasien positif Covid 19, hanya berjumlah 28 orang.

"Riwayat penambahan yang positif berasal dari OTG yang kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif COVID-19 statusnya suami istri," kata Koordinator Sekretariat Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi (Pusikokami), Andi Rahman, Minggu (31/5/2020).

Keduanya diketahui telah terpapar COVID-19 oleh anggota keluarganya yang sebelumnya juga terkonfirmasi positif.

"Jadi sebelumnya, keluarga pasutri ini positif dari klaster Kota Sukabumi. Sekarang kluster tersebut sudah negatif 1 kali. Iya, setelah di swab 6 kali, baru ke 6 negatif dan kini ia menjadi PDP di Puskesmas setempat untuk melakukan isolasi mandiri," jelas Andi.

Saat ini, kedua pasien tersebut tengah menjalani isolasi mandiri dan mendapatkan tindakan medis di rumah sakit rujukan Covid-19. "Pasutri ini dinyatakan terkonfirmasi positif Covid 19, setelah hasil swabnya keluar dari Labkesda pada hari kemarin," tutur Andi.

Andi juga menambahkan, hasil dari tracking sampai kontak akhir bersama keluarganya, telah dinyatakan aman. "Hasil rapid negatif, hanya ada dua yang reaktif yaitu keluarganya. Yakni, pasutri ini dan terus dilakukan swab yang hasilnya positif kondisi keduanya baik," pungkas Andi.

Akibat Tertular, Pasutri di Sukabumi ini Positif Virus Corona

PAMEKASAN JATIM - Kasus Pasien positif Covid-19 yang meninggal di kabupaten Pamekasan, kembali bertambah pasca inisial BK (inisial) warga Jl Trunojoyo, meninggal usai menjalani perawatan di Surabaya, Rabu (27/5/2020).

Hal itu berdasar peta sebaran wabah virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Sabtu (30/5/2020) kemarin. Sekaligus menambah total pasien positif Covid-19 di Pamekasan bertambah menjadi 16 orang.

“Ada tambahan pasien (positif) Covid-19, atas nama BK warga Jl Trunojoyo. Yang bersangkutan sempat opname dan menjalani perawatan di RKZ (Surabaya) sejak 26 Mei, sehari berselang meninggal dunia,” kata anggota Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Sigit Priyono, Minggu (31/5/2020).

Lebih lanjut diungkapkan, pasien positif berusia 75 tahun akhirnya dikeramasi di Surabaya. “Jenazah tidak dibawa pulang ke Pamekasan dan langsung dikremasi di Surabaya,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol Pemkab Pamekasan.

Berdasar update peta sebarkan virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, penambahan angka tidak hanya terjadi pada status pasien positif Covid-19 yang terdata sebanyak 16 orang, terdiri dari sebanyak 5 orang yang menjalani perawatan, 8 orang sembuh serta 3 orang lainnya meninggal.

Sementara untuk status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdapat sebanyak 70 orang, meningkat sebanyak 27 orang dalam sepekan terakhir yang terdata sebanyak 43 orang. Terdiri dari sebanyak 45 orang tengah dalam pengawasan, 14 orang selesai pengasan dan 11 lainnya meninggal dunia.

Sedangkan status Orang Dalam Pantauan (ODP) terdata sebanyak 474 orang, terdiri dari sebanyak 463 orang yang dinyatakan selesai dalam pantauan dan sebanyak 11 orang lainnya tengah dalam pantauan.

Pasien Positif Corona Di Pamekasan Yang Meninggal Bertambah

TULUNGAGUNG JATIM - Kasus positif COVID-19 di Tulungagung melonjak dari semula 57 orang bertambah tujuh, menjadi 64 orang. Dua di antaranya merupakan ibu rumah tangga yang baru melahirkan.

Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung Galih Nusantoro, mengatakan tujuh kasus baru tersebut terdiri dari dua ibu melahirkan, tiga karyawan pabrik rokok, satu cucu karyawan pabrik rokok serta satu orang terpapar dari pasien COVID-19 di Trenggalek.

"Untuk yang lima orang menjalani karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung, sedangkan dua orang dari Sendang dan Karangrejo karantina mandiri di rumah karena menyusui," kata Galih Nusantoro, Minggu (31/5/2020).

Menurutnya karantina mandiri dua ibu melahirkan tersebut dilakukan dengan pengawasan dari bidan desa masing-masing. Pihaknya memastikan dari hasil penelusuran, sejumlah orang yang kontak erat dan bayi hasilnya negatif.

"Untuk proses menyusui dilakukan secara tidak langsung atau menggunakan botol," ujarnya.

Galih menjelaskan tim gugus tugas belum mengetahui klaster penularan kedua pasien tersebut. Namun mereka memiliki riwayat beberapa kali melakukan pemeriksaan kehamilan di salah satu layanan kesehatan.

"Untuk saat ini kondisinya sehat," jelasnya.

Di sisi lain itu dari tujuh pasien baru tersebut salah satu di antaranya merupakan anak-anak yang masih berusia 12 tahun. Ia diduga terpapar dari neneknya yang bekerja di pabrik rokok di Kecamatan Pakel.

"Dia adalah pasien COVID-19 termuda di Tulungagung," kata Galih.

Sementara di Trenggalek, jumlah warga yang terpapar COVID-19 bertambah dua orang, dari semula 7 kasus menjadi 9. Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, mengatakan kedua pasien baru itu berasal dari Kecamatan Trenggalek dan Munjungan.

"Pasien 08 sebelumnya bekerjae di salah satu pabrik di Sidoarjo. Dia izin pulang ke Trenggalek karena sakit," kata Arifin.

Sedangkan pasien 09 dari Kecamatan Munjungan memiliki riwayat bekerja di salah satu pabrik di Surabaya. Yang bersangkutan diketahui terpapar virus Corona setelah menjalani rapid test dan PCR saat tiba di Trenggalek.

"Untuk pasien 09 ini sama sekali tidak memiliki keluhan atau gejala klinis," jelasnya.

Melonjak, Pasien Positif Corona Di Tulungagung Bertambah 7 Orang

MOJOKERTO JATIM - Kasus Positif Corona Di Mojokerto terus bertambah. Per 30 Mei 2020, dua pasien positif Covid-19 di Kota Mojokerto merupakan bocah tujuh tahun dan seorang pedagang buah di Pasar Tanjung Anyar. Sehingga peta sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto per tanggal 30 Mei 2020 untuk pasien positif berjumlah sembilan orang.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya. “Benar ada tambahan dua pasien positif Covid-19 di Kota Mojokerto per tanggal 30 Mei 2020, hari ini,” ungkapnya.

Pasien positif 08 adalah bocah dengan usia 7 tahun, berjenis kelamin laki-laki dengan inisial F asal Kecamatan Prajurit Kulon. Pasien positif 08 menjalani rapid test pada tanggal 11 Mei 2020 lalu dengan hasil non reaktif, meski hasil non reaktif namun dilakukan tes swab pada tanggal 15 Mei 2020.

“Hasil tes swab baru keluar hari ini dengan hasil terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien F merupakan anak pasien positif 04 dan adik dari pasien positif 05 yang diisolasi di Rusunawa Cinde. Sehingga saat ini, pasien F juga menjalani isolasi di Rusunawa Cinde,” jelasnya.

Sedangkan pasien positif 09 merupakan penjual buah di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto berjenis kelamin laki-laki, inisial M, umur 59 tahun warga Kecamatan Magersari. Pasien M masuk salah satu Rumah Sakit (RS) swasta di Kota Mojokerto pada tanggal 19 Mei 20.

“Pasien positif 09 masuk RS dengan diagnosa selulitis (infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawah kulit) dan dirujuk ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo tanggal 20 Mei 2020. Pasien M langsung dilakukan rapid test dengan hasil reaksi, tanggal 21 Mei 2020 dilakukan uji swab,” ujarnya.

Hasil uji swab terhadap pasien positif 09, lanjut Plt Kepala Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mojokerto ini, baru keluar Sabtu (30/5/2020). Hasil tes swab menunjukkan terkonfirmasi Covid-19. Pasien positif 09 hingga saat ini menjalani perawatan di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Peta sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto per tanggal 30 Mei 2020, jumlah pasien positif sebanyak sembilan orang. Dari sembilan pasien positif Covid-19, dua diantaranya dinyatakan sembuh dan tujuh lainnya masih menjalani perawatan. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak ada tambahan.

Yakni sebanyak 10 orang, empat diantaranya meninggal namun tidak terkonfirmasi positif Covid-19, lima lainnya selesai pengawasan dan hanya satu masih dalam pengawasan. Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 28 orang sehingga total 471 orang, 367 orang diantaranya selesai pemantauan sehingga menyisakan 104 orang.

Sedangkan Orang Dengan Resiko (ODR) bertambah 47 orang sehingga total ODR di Kota Mojokerto sebanyak 3.042 orang. Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak ada penambahan, dengan jumlah 30 orang. Sebanyak 30 OTG tersebut masuk data OTG karena pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Memprihatinkan, Bocah 7 Tahun Di Mojokerto Terjangkit Virus Corona

KEDIRI JATIM - Kasus positif Covid-19 Kabupaten Kediri kembali bertambah. Kali ini ada 10 tambahan kasus baru. Berdasarkan tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat menyebutkan, dari 10 tambahan kasus positif tersebut dari tiga klaster penularan yaitu, Pabrik Rokok Mustika Tulungagung, Klaster Surabaya dan Klaster Baru.

RINCIANNYA SEBAGAI BERIKUT :

1. Tiga kasus Klaster Pabrik Rokok Mustika Tulungagung.

2. Satu orang warga Desa Gogorante Kecamatan Ngasem, isolasi mandiri

3. Dua orang warga Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem, isolasi mandiri

4. Dua kasus Klaster Surabaya.

5. Satu orang warga Desa Kuwik Kecamatan Kunjang, dirawat di RS HVA

6. Satu orang warga Desa Plemahan Kecamatan Plemahan, isolasi mandiri

Dengan tambahan 10 kasus ini, rincian klaster kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di
Kabupaten Kediri adalah sebagai berikut:

1. Klaster Araya Tulungagung : 2 orang
2. Klaster Jakarta : 2 orang
3. Klaster Kalimantan : 1 orang
4. Klaster Maspion Sidoarjo : 3 orang
5. Klaster Sampoerna : 1 orang
6. Klaster Pelatihan Haji : 5 orang
7. Klaster Pabrik Rokok Mustika : 37 orang
8. Klaster Pondok Pesantren Temboro : 6 orang
9. Klaster Surabaya : 6 orang
10. Klaster Desa Ngadiluwih : 2 orang
11. Klaster Desa Kwadungan : 4 orang
12. Klaster Desa Kambingan : 5 orang
13. Klaster Desa Toyoresmi : 5 orang
14. Klaster Desa Bobang : 3 orang
15. Klaster Desa Kedawung : 2 orang
16. Klaster Desa Kedak : 3 orang
17. Klaster Baru : 19 orang

“Selain itu dapat kami sampaikan bahwa dua orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh. Terdiri dari satu orang orang warga Desa Tulungrejo Kecamatan Pare dan satu orang warga Desa Siman Kecamatan Kepung. Dari pemeriksaan laboratorium, hasil swab yang dilakukan pada dua orang pasien tersebut terkonfirmasi negatif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Chotib.

Dengan demikian, saat ini terdapat 106 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri, dengan rincian 90 orang dirawat, delapan orang sembuh dan delapan orang meninggal.

Gugus Tugas terus mengingatkan masyarakat agar mematuhi anjuran protokol kesehatan, dengan tetap berada di rumah, dan memakai masker apabila terpaksa bepergian.

Selain itu, warga diharapkan menjaga jarak atau physical distancing dan sering mencuci tangan memakai sabun.

Update Corona Di Kediri, Pasien Positif Bertambah 10 Orang

LUMAJANG JATIM - Kabar Gembira datang dari Lumajang, sebanyak 21 warga Lumajang dari 45 orang yang terkonfirmasi positif covid-19, dinyatakan sembuh. Hal itu diungkapkan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq pada wartawan di ruang pertemuan panti PKK, Sabtu (30/5/2020).

Kerja keras para medis dan tim gugus tugas diapresiasi orang nomer satu di kaki Gunung Semeru. “Alhamdulillah, 21 warga Lumajang dinyatakan sembuh usai melalui tes SWAB,” kata Cak Thoriq.

Menurut dia, keberhasilan ini berkat dukungan masyarakat Lumajang dalam melaksanakan protokol kesehatan sejak Indonesia dinyatakan darurat covid-19. Para warga diluar kota yang tidak mudik di lebaran dinilai sangat membantu. “Dari 21 pasien positif covid, ada balita usia 3 tahun yang awalnya positif bisa sembuh,” terangnya.

Data sebaran di Kabupaten Lumajang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 379 orang, selesai dipantau 352, dipantau 23 dan meninggal 4. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sebanyak 92 orang, selesai diawasi 52, pengawasan 22 dan meninggal 18.

Sedangkan Warga Lumajang terkonfirmasi positif sejak ditetapkan waspada covid-19, sebanyak 45 orang, sembuh 21, dalam perawatan 20 dan meninggal 4 orang. “Kita juga punya alat TCM atau dikenal Tes Cepat Molekuler, untuk mendeteksi dini pasien covid-19,” ungkap Bupati.

Cak Thoriq berharap masyarakat tetap menggunakan masker, jaga jarak, dirumah saja ,pola hidup bersih dan sehat.

Kabar Baik, 21 Pasien Positif Corona Di Lumajang Sembuh