KEDIRI JATIM - Seorang petani di Kediri ditemukan meninggal di Areal persawahan di Dusun Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

Hal ini sontak hebohkan warga dengan meninggalnya seorang petani bernama Ali Murtado. Warga Dusun Tegalrejo Desa Ngablak Kecamatan Banyakan Kediri kamis 13/02/2030 pagi ini saat berangkat ke sawah mencari rumput.

AKP Kamsudi Kasubag Humas Polres Kediri Kota mengatakan, sekitar jam 09.30 WIB, ALI MURTADO mengambil.

Ia makan nasi bungkus yang dibawa dari rumah, bersama bawa yang disebut RAME. Setelah makan, Ali Murtado duduk, terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh petugas Puskesmas Manyaran Banyakan Kediri, tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan. Menurut keluarga ALI MURTADO memiliki riwayat sakit jantung.

Petani di Kediri Ditemukan Meninggal Saat Berangkat ke Sawah

LUMAJANG JATIM - Gara-gara masalah perselingkuhan dan tak rela menantunya didatangi pria lain, Asmara alias Mara (53), warga Desa Tegal Randu Kecamatan Klakah, gelap mata dengan membacok, Paidi (36), warga Desa Ranu Bedali yang bertamu ke rumah menantunya hingga tewas di tengah kebun, Rabu (12/2/2020) malam.

Informasi yang dihimpun di Mapolres dan Kamar Jenazah RSUD dr. Haryoto, Kamis (13/2/2020), pelaku Mara mendapat laporan dari tetangga menantunya, mengenai si Herwinda (28) yang sedang proses cerai dengan suaminya sering didatangi Paidi.

Mara kemudian mendatangi rumah menantu di Desa Ranu Bedali Kecamatan Ranuyoso dengan membawa clurit dan senter.

Tanpa basa-basi, Mara mengetuk pintu sang menantu. Karena tidak ada jawaban dan sebuah motor milik pria lain di dalam rumah, langsung main dobrak pintu.

Pelaku mendapati seorang laki-laki di dalam kamar menantunya. Tanpa basa-basi, menantunya diseret keluar rumah dan Paidi yang panik, hendak kabur melarikan diri.

Sayang, belum jauh kabur, sudah kena sabetan clurit di sebuah kebun tak jauh dari rumah Herwinda. Korban terjatuh, langsung diberi sabetan clurit berkali-kali.

Usai membacok, pelaku mendatangi Polsek Ranuyoso untuk melaporkan mengenai aksi kejinya. “Jadi pelaku nekat membacok korban dikarenakan kesal, karena si menantu dan anaknya masih proses cerai,” papar Kapolsek Ranuyoso, Iptu Ari Hartono pada wartawan.

Masih kata dia, adanya pelaku laporan, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk identifikasi dan olah TKP. Untuk penyidikan, korban dibawa ke RSUD dr. Haryoto untuk diotopsi. “Kami mengumpulkan barang bukti dan saksi-saksi,” jelasnya. Akibat perbuatannya, tersangka dimasukan sel tahanan Mapolsek untuk penydikan lebih lanjut.

Ketahuan Selingkuh, Pria Di Lumajang Dibacok Hingga Tewas

CILACAP - Seoran pria yang bernama Yatmo Subekti, warga Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas menjadi korban penusukan di Jalan Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap.

Lokasi tepatnya yakni di belakang Kantor Basarnas Cilacap, Rabu (12/2/2020) malam.

Menurut Eko, adik ipar korban, kejadian sekitar pukul 21.45.

Saat itu Yatmo  yang berprofesi sebagai sopir truk menelepon adiknya atau istri Eko yang tinggal di Jalan Rinjani, Cilacap.

Telepon itu dilakukan setelah Yatmo kena tusuk.

Tak selang beberapa lama, Eko bersama istrinya melapor kejadian tersebut ke Polsek Cilacap Selatan.

Bersama petugas kepolisian, keduanya mendatangi korban di Teluk Penyu Cilacap yang sedang menahan sakit di bagian dada.

Kronologi kejadian, sebagaimana yang didengar Eko, berawal saat korban didatangi oleh dua remaja.

Satu di antara remaja itu meminta rokok kepada Yatmo.

Tidak tahu mengapa ketika tidak diberi, tiba-tiba remaja itu hendak menusuk bagian punggung.

Tapi upaya tersebut meleset.

Tak puas, pelaku kembali mencoba melakukan tindakan serupa.

Pisau yang digunakan pelaku mengenai bagian dada korban.

Saat ini korban sedang dalam perawatan di IGD RSUD Cilacap.

"Sebenarnya korban tadi mau kirim kedelai ke Banyumas, tapi malah kena musibah ini," kata Eko.

Gara-gara Rokok, Dua Remaja di Cilacap Tusuk Supir

KEDIRI JATIM -Pengadilan Agama Kota Kediri melakukan eksekusi pengosongan dua rumah di Jalan Wachid Hasyim, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, karena penghuninya menggunakan kredit macet pada sebuah bank syariah.

Eksekusi tersebut diajukan oleh pemenang lelang, yang tidak dapat dikuasai hartanya selama empat tahun.

Eksekusi ini mendapat pengawalan ketat dari otoritas polisi Polresta Kediri. Petugas Juru Sita Pengadilan Agama Kota Kediri mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah. Sementara itu, penghuni atas nama Mahrus Zein dan Siti Hanafiah yang terlibat kredit macet di Bank BNI Syariah, dilakukan lelang, tidak hadir.

Eksekusi ini diajulan oleh Fitriana, selaku pemenang lelang yang tidak bisa dilakukan selama empat tahun, karena masih dikuasi oleh termohon eksekusi.

Sementara termohon terhindar dari penolakan atas permohonan majelis hakim, akan tetapi akhirnya ditolak.

“Eksekusi ini merupakan pelaksaan risalah lelang. Kami mendapatkan perintah dari ketua Pengadilan Agama untuk melaksanakan tugas pengosongan hari ini, ”kata Hidayatulloh, Panitera Pengadilan Agama Kota Kediri

Dalam risalah lelang disetujui dua objek rumah seluas 73 meter persegi dan 1092 meter persegi telah dijual oleh Bank BNI Syariah kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negera Dan Lelang atau KPKNL, yang kemudian dimenangkan oleh pemohon.

Untuk diketahui, eksekusi pengosongan dua rumah ini benar-benar disetujui, pada 31 Oktober 2019. Tetapi karena pertimbangan keamanan yang bersamaan dengan Pilihan Kepala Desa serentak, akhirnya dilaksanakan hari ini.

Sementara itu, sebelum pelaksanaan, pihak Pengadilan Agama telah melakukan permintaan kepada termohon, tetapi untuk hari pelaksanaan, termohon tidak hadir.

Kredit Macet, 2 Rumah di Kediri Dieksekusi Pengadilan Agama

JEMBER JATIM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menginventarisasi dampak hujan dan angin kencang yang terjadi pada Rabu (12/2/2020) kemarin.

Ada tiga lokasi tertimpa bencana yakni Lingkungan Muktisari, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates; Dusun Langsepan, Desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung; dan Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari.

Hanya ada pohom tumbang di Muktisari yang menutup sebagian jalan. Namun di Langsepan, pohon trembesi berdiameter 40 centimeter menimpa warung milik Rofii. “Rusak ringan dan tak ada korban jiwa. Selain itu kabel penerangan jalan dan kabel telepon terputus,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Bencana BPBD Jember Heru Widagdo, Kamis (13/2/2020).

Sementara itu di Kranjingan, pohon beringin berdiameter tiga meter roboh menimpa rumah Saiful dan sepeda motor milik Supriyadi. Kabel listrik dan telepon terputus. “Kami mengimbau warga untuk waspada terhadap hujan yang sertai angin kencang,” kata Heru.

Angin Kencang Di Jember Robohkan Pohon Dan Rusak Rumah Warga

SURABAYA JATIM - Seorang pria yang bernama Rudi Wuryanto (44), warga Kalilom Baru Buntu, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya diamankan Satreskrim Polres Pasuruan.

Pria yang bekerja sebagai debt collector itu diamankan atas penganiayaan yang dilakukannya terhadap istri mudanya.

"Tersangka kami tangkap karena melakukan penganiayaan terhadap istri mudanya yang dinikahinya secara siri," jelas Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan, Rabu (12/2/2020).

Ia menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu dilakukan pelaku pada Selasa (4/2) di Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Korban berinisial NW yang saat itu sedang bekerja di PT PJTKI BGS itu didatangi oleh tersangka.

Perlakuan kasar pun langsung ditunjukkan tersangka dengan menjambak rambut, memukul serta menyeret korban keluar dari kantor.

Pelaku juga sempat mengalungkan senjata tajam jenis celurit ke leher korban.

Melihat peristiwa tersebut, rekan kerja korban berteriak minta tolong membuat warga lain datang ke lokasi dan membuat pelaku kabur dengan mengendarai mobilnya.

"Pemicu penganiayaan ini karena tersangka cemburu dengan korban yang mengancamnya akan menikah lagi," ungkap Rofiq.

Polisi baru menangkap tersangka selang sepekan kemudian (10/2/2020), saat berada di area warung Jalan Raya Bundaran Arteri, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

"Pelaku kami tangkap saat ngopi di sebuah warung. Sedangkan celurit yang sebelumnya digunakan untuk mengancam korban, pelaku mengaku membuangnya ke Sungai Porong," pungkasnya.

Pria Di Surabaya Diamankan Polisi Setelah Aniaya Istri

CIANJUR JABAR - Angin Puting beliung yang menerjang dua desa di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (12/2/2020). Akibatkan sebuah madrasah ambruk dan sejumlah rumah rusak.

Camat Cibeber Ali Akbar, mengatakan dua desa yang dilanda puting beliung yaitu Desa Cihaur dan Desa Cibadak. Angin kencang berlangsung usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

"Awalnya hujan deras dari pukul 15.30 WIB. Kemudian terjadi angin kencang dan warga sempat melihat ada pusaran angin, puting beliung," ujar Ali kepada wartawan, Rabu (12/2/2020).

Untuk di Desa Cihaur, Ali menjelaskan, ada beberapa rumah yang terdampak puting beliung, di antaranya empat rumah rusak tertimpa pohon tumbang, kandang domba yang runtuh, dan terparah Madrasah Diniyyah Hidayatul Mubtadiin yang bangunannya ambruk.

Selain itu, angin puting beliung juga terjadi di Desa Cibadak. Namun hanya satu rumah yang rusak berat akibat tertimpa pohon Pete yang tumbang diterjang angin.

Ali menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian puting beliung tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 350 juta. "Saat ini petugas dari kecamatan hingga Desa, dan dibantu anggota kepolisian serta BPBD sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan," kata Ali.

Angin Kencang Robohkan Sekolah Dan Rumah Warga

CIREBON JABAR - Seorang bocah perempuan yang bernama Adila (4), bocah asal Kabupaten Cirebon, Jabar, meninggal dunia akibat digigit ular berbisa jenis weling. Adila sebelumnya koma selama lima hari.

Adila digigit ular weling atau Bungarus candidus saat tertidur pulas di rumahnya pada Jumat (7/2) malam.

Saat dibawa ke RSD Gunung Jati pada Sabtu (8/2), Adila tak sadarkan diri.

Tim medis berupaya memulihkan kondisi Adila. Namun, pihak rumah sakit tak memiliki antibia atau antivenom jenis ular weling yang mengigit Adila.

Pihak rumah sakit terpaksa menyuntikan antivenom untuk jenis ular yang berbeda. Kondisi Adila tetap tak ada perubahan. Ia koma. Lima hari Adila tak sadarkan diri, Rabu (12/2) malam kemarin, Adila dikabarkan meninggal dunia.

"Meninggal dunia sekitar 20.30 WIB kemarin. Ya langsung dibawa pulang pakai ambulans," kata orang tua Adila, Mukmin (27) saat berbincang dengan wartawan di kediamannya Blok Wage Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/12/2020).

Mukmin mengatakan kondisi Adila memburuk pada sore kemarin. Tim medis sempat menggunakan alat pacu jantung. "Kondisinya mulai menurun sejak sore hari," kata Mukmin.

Pagi ini, jenazah Adila dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim medis kesulitan mengidentifikasi jenis ular yang mengakibatkan Adila koma berhari-hari.

Setelah berkoordinasi dengan dokter WHO, tim medis akhirnya berhasil mengidentifikasi jenis ularnya, yakni ular weling atau Bungarus candidus.

"Sudah teridentifikasi jenis ularnya, ular weling jenis yang baru. Memang hidupnya di wilayah Cirebon, Bungarus candidus Cirebon," kata Maria selaku Wadir Pelayanan RSD Gunung Jati Cirebon.

Maria menyebutkan bisa ular weling itu telah menyerang bagian saraf dan sel darah Adila. Bahkan, lanjut dia, bisa ular weling bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah.

"Ternyata gejalanya bukan hanya neurotoxic, hemototoxic juga. Jadi racunnya ke darah. Ya bisa pecah pembuluh darahnya," kata Maria.

Bocah 4 Tahun Yang Digigit Ular Meninggal Dunia

PURWOREJO JATENG - Beredarnya video penganiayaan siswi di sebuah SMP di Purworejo, Jawa Tengah, menjadi viral. Pihak sekolah angkat bicara. Guru menyebut pelaku sebagai siswa-siswa kategori nakal.

Diketahui, video berdurasi sekitar 29 detik itu terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo pada Rabu (12/2) kemarin.

Dalam video tersebut, terlihat seorang siswi ditendang dan dipukuli oleh tiga siswa lainnya di dalam kelas.

Setelah viral, pihak polisi pun akhirnya turun untuk menangani kasus tersebut. Pihak sekolah, membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di dalam kelas VIII saat pergantian jam pelajaran.

"Iya betul, kejadiannya pada saat pergantian jam pelajaran. Untuk tempatnya di ruang ini, di bangku ini," kata salah satu guru, Tutik, saat ditemui wartawan, Kamis (13/2//2020) sembari menunjukkan bangku dimana korban duduk.

Menurut keterangan yang didapat, para pelaku memang agak nakal di sekolah. Mereka merupakan pindahan dari sekolah lain.

"Ya, anaknya (pelaku) memang nakal, mereka juga pindahan dari sekolah lain," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, video viral ini menayangkan tiga siswa memukuli dan menendangi seorang siswi. Salah satu akun yang mengunggah video itu adalah akun Twitter @black__valley1.

Akun @black__valley1 mengunggah video berdurasi 29 detik itu pada 12 Februari 2020 pukul 18.22 WIB. Dalam postingan-nya akun ini menyebut peristiwa ini terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo.

Tampak dalam video itu setidaknya tiga siswa berseragam putih biru memukuli dan menendangi seorang siswi. Siswi tersebut terlihat duduk di kursinya dan terpojok tak berdaya. Sambil menundukkan kepalanya di meja, siswi itu terdengar menangis.

Polisi sudah mengamankan tiga siswa yang viral menendangi dan memukuli siswi SMP di Purworejo. Tiga siswa tersebut sudah dibawa ke Polres Purworejo untuk dimintai keterangan.

"Malam ini kita mintai keterangan dari para pelaku, yang sudah kami bawa ke polres, ada 3 pelaku," kata Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani kepada wartawan, Rabu (12/2) malam.

Begini Keterangan Guru SMP Yang Muridnya Aniaya Siswi

SLEMAN YOGYAKARTA - Gunung Merapi mengalami erupsi pagi ini. Dari laporan, erupsi tercatat pukul 05.16 WIB dengan tinggi kolom erupsi kurang lebih 2.000 meter. Hujan abu mulai turun di lereng Merapi kawasan Sleman DIY.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat laut.

Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi 105 detik," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, melalui pesan singkat, Kamis (13/2/2020).

Salah satu warga menjelaskan, setelah sekitar dua jam erupsi, beberapa wilayah di Sleman terpantau hujan abu vulkanik.

"Terpantau wilayah yang terdampak hujan abu tipis yaitu di Kaliadem, Kalitengah Lor dan kalitengah Kidul, Turgo," jelasnya.

Kendati terjadi hujan abu dan erupsi, kata Makwan, masyarakat yang berada di lereng Merapi tetap beraktivitas seperti biasa.

"Dan situasi warga masyarakat di KRB (kawasan rawan bencana) 3 saat ini masih beraktifitas seperti biasa, wisata juga tidak terganggu," jelasnya.

Dia juga mengingatkan radius aman yang direkomendasikan. "Radius 3 km dari puncak Merapi agar tidak ada aktivitas manusia. Selain itu gunakan masker," pintanya.

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Turun Di Sleman

SLEMAN YOGYAKARTA - Gunung Merapi erupsi pagi ini. Rekomendasi jarak aman pasca-erupsi yakni sejauh 3 km dari puncak Gunung Merapi.

"Rekomendasi (jarak aman) masih tetap, tiga kilometer dari puncak (Gunung Merapi)," ujar Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan, Kamis (13/2/2020).

Makwan juga meminta warga untuk mengantisipasi hujan abu. "Dan antisipasi hujan abu sesuai arah angin," lanjutnya.

Kepala Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Maryanto mengaku mendengar suara gemuruh saat Gunung Merapi erupsi pagi tadi. Dusun Stabelan berada di jarak 3,5 km dari puncak Gunung Merapi.

Meski begitu, Maryanto mengungkap tidak kepanikan di wilayahnya. Warga dusun tersebut tetap menjalankan aktivitasnya secara normal.

Erupsi Gunung Merapi pagi ini terjadi pada pukul 05.16 WIB. BPPTKG mengungkap erupsi kali ini berdurasi 150 detik dengan kolom erupsi setinggi sekitar 2.000 meter. Sedangkan status Gunung Merapi hingga saat ini masih Waspada sejak 21 Mei 2018.

Gunung Merapi Erupsi, Semburan Awan Mencapai 2 KM

BANTUL YOGYAKARTA - Seorang pria bernama Slamet Raharjo (71) warga Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Bantul ditemukan tak bernyawa. Korban tewas lantaran tersambar petir.

Kapolsek Sedayu Kompol Ardi Hartana membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu terjadi sekira pukul 14.30 WIB.

"Iya, sekira pukul 14.30 WIB di Bulak Tapen, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Bantul telah terjadi orang tersambar petir," kata Ardi melalui pesan singkat, Rabu (12/2/2020).

Ardi menjelaskan kronologi kejadian tersebut yakni saat korban dan salah seorang saksi tengah menggarap sawah yang akan ditanami padi.

"Jarak saksi dan korban tidak jauh. Saat itu saksi mendengar ada suara petir menyambar dan melihat topi korban terpental ke atas disertai kepulan asap putih. Saksi belum mengetahui kalau korban tersambar petir," ujarnya.

Namun, setelah didekati ternyata korban sudah dalam kondisi tergeletak. "Ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelasnya.

Berdasar hasil pemeriksaan, polisi memastikan penyebab kematian korban murni akibat sambaran petir.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dari identifikasi Polres Bantul dan Puskesmas Sedayu 1, tidak ada unsur penganiayaan dan murni kecelakaan tersambar petir. Terdapat luka di bagian kepala," tegasnya.

Jenazah kini sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. "Setelah pemeriksaan kami serahkan jenazah korban ke keluarganya untuk dilakukan pemakaman. Pihak keluarga tadi juga menyampaikan sudah menerima peristiwa tersebut," jelasnya.

Tersambar Petir, Seorang Kakek Di Bantul Meninggal

PURWOREJO - Polisi akhirnya mengamankan tiga siswa yang viral menendangi dan memukuli siswi SMP di Purworejo.

Tiga siswa tersebut sudah dibawa ke Polres Purworejo untuk dimintai keterangan.

"Malam ini kita mintai keterangan dari para pelaku, yang sudah kami bawa ke polres, ada 3 pelaku," kata Wakapolres Purworejo Kompol Andis Arfan Tofani kepada wartawan, Rabu (12/2/2020).

Sebelumnya diberitakan, video viral ini menayangkan tiga siswa memukuli dan menendangi seorang siswi.

Dalam postingan yang diunggah di Medsos, menyebut peristiwa ini terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo.

Tampak dalam video itu setidaknya tiga siswa berseragam putih biru memukuli dan menendangi seorang siswi. Siswi tersebut terlihat duduk di kursinya dan terpojok tak berdaya. Sambil menundukkan kepalanya di meja, siswi itu terdengar menangis.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Purworejo, Jawa Tengah, Sukmo Widi Harwanto, membenarkan peristiwa dalam video itu.

"Betul, itu terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh," kata Sukmo Widi Harwanto, Rabu (12/2).Saat dimintai konfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Purworejo, Jawa Tengah, Sukmo Widi Harwanto, membenarkan peristiwa dalam video itu.

Sukmo menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari tadi. Pihaknya menunggu hasil penanganan di kepolisian.

"Kalau kejadiannya tadi pagi, sekarang sudah ditangani oleh Polsek Butuh. Untuk langkah selanjutnya ya kami menunggu hasil.

Hasilnya seperti apa nanti kita menunggu langkah hukum yang sedang ditangani polisi," ujar Sukmo.

3 Siswa SMP Purworejo Yang Pukuli Dan Tendang Siswi Diamankan

SIDOARJO JATIM - Tiga anak di Sidoarjo hilang terseret arus saat mandi di Sungai Pucang di Kecamatan Kota Sidoarjo.

Setelah dilakukan pencarian, satu siswa kelas VII SMP Negeri 5 Sidoarjo itu ditemukan.

Anak yang ditemukan adalah Nuch Hasan warga Desa Pagerwojo. Korban ditemukan rabu 12/02/2020 sekitar pukul 19.10 WIB. Lokasi penemuan cukup jauh dari lokasi awalnya korban turun ke sungai, sekitar 300 meter.

"Korban tenggelam di Sungai Pucang berhasil ditemukan, korban ditemukan sekitar 300 meter dari tempat pertama mereka turun ke sungai," kata Riki (36), warga Kelurahan Pucang Sidoarjo, Rabu (12/2/2020).

Kapolsek Kota Sidoarjo Kompol Supiyan membenarkan bahwa satu dari tiga siswa yang tenggelam di Sungai Pucang Sidoarjo berhasil ditemukan. Lokasi penemuan berjarak sekitar 300 meter dari lokasi korban mandi.

"Satu korban tenggelam di Sungai Pucang berhasil di temukan, dalam kondisi meninggal dunia. Korban dibawa ke RSUD Sidoarjo, saat ini para relawan, Basarnas, Tagana, polisi beserta masyarakat masih melakukan pencarian korban lainnya," tandasnya.

1 Dari 3 Pelajar SMP Ditemukan Tewas Di Sungai Pucung Sidoarjo


Beredar video kekerasan yang tersebar di Medsos, kelakuan pelajar SMP di Purworejo Jawa Tengah sungguh sangat tidak pantas untuk ditiru. Motif bullying Siswi ini masih belum jelas. Semoga pihak berwajib segera menangani kasus ini.

Video: Viral, 3 Pelajar SMP Di Purworejo Jateng Bully Siswi Habis-habisan

MAJALENGKA JABAR - Seorang residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor dua di antaranya joki pencurian ditangkap Satuan Reskrim Polres Majalengka, dua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan mengenai bagian kaki karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas.

Ketiga tersangka yang berhasil ditangkap adalah  YN (33) warga Sumedang, MT (35) dan IN (29) keduanya warga Majalengka.

Dari tangan para tersangka diamankan barang bukti 12 unit sepeda motor berbagai merek, sejumlah STNK serta satu unit mobil mitsubishi type colt diesel, Nopol E 9159 HD, 1 buah kunci letter T serta tiga buah mata astag.

Menurut keterangan Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono disertai kasat reskrim Ajun Komisaris M Wafdan Mutaqin, kasus tersebut terungkap berawal dari adanya laporan Erwin Kurniawan warga Blok Landeuh, RT 001/002, Desa Cimeong, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, yang kehilangan sepeda motornya No Pol E 3689 XV, saat diparkir di halaman rumah oleh anaknya reno pada 20 Januari lalu sekira pukul 18.30 WIB.

“Atas laporan tersebut kami terus berupaya melakukan penyelidikan hingga beberapa petunjuk mengarah kepada satu tersangka YN warga Sumedang,” ungkap Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, setelah identitas pelaku diketahui, kepolisian membentuk dua tim untuk melakukan penangkapan, satu tim ke wilayah Cikijing untuk membuntuti kendaraan roda empat jenis truk berisi muatan barang yang keluar dari arah Kuningan sampai dengan pasar cikijing, satu tim lainnya bersiaga di depan Pasar Cikijing.

“Sabtu 8 Februari 2020 pukul 00.15 WIB, YN yang menggunakan kendaraan truk berhasil ditangkap,” ungkap Kapolres.

Yang bersangkutan terpaksa ditembak mengenai dua kakinya karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap, diapun berusaha melawan petugas setelah ditangkap beberapa meter dari pasar Cikijing.

Setelah melakukan penangkapan terhadap pelaku, petugas berupaya mengembangkan kasus dan akhirnya menangkap dua tersangka lainnya di rumahnya serta di jalan, MT dan IN yang juga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan mengenai kaki karena berusaha melarikan diri saat dilakukan penangkapan.

“Seluruh barang bukti diamankan dari pelaku,” kata Kapolres.

Barang bukti hasil pencurian sebanyak itu dilakukan tersangka selama kurang lebih 11 bulan di empat wilayah kecamatan, Talaga, Cikijing, Cingambul dan Banjaran.

Aksi pencurian mereka lakukan begitu keluar dari tahanan penjara, merekapun saling mengenal saat berada di tahanan.

Sedangkan modus pencurian dilakukan mereka mencari sepeda motor yang tengah diparkir dan pemiliknya tengah lengah, kemudian diberitahukan kepada temannya. Saat itulah sepeda motor di curi dengan menggunakan kunci T.

Terhadap tersangka dikenakan sanksi pelanggaran pasal 363 KUHPidana.

3 Pelaku Curanmor di Majalengka Berhasil Dibekuk

BLITAR JATIM - Seorang pria yang bernama Wakid Suyudi, warga asal Nglegok, Kabupaten Blitar ditangkap polisi setelah mencuri handphone (Hp) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo.

Bermodus menyamar sebagai pembesuk pasien, pelaku mencuri handphone milik pasien atau penunggu yang ditinggal tidur pada malam hari.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela ditangkapnya pelaku bermula dari laporan keluarga pasien ke petugas keamanan rumah sakit setelah kehilangan hp. Pelaku berhasil diamankan berkat rekaman CCTV.

"Berdasarkan pengakuan lebih dari lima kali pelaku mencuri sejak bulan Januari. Itu masih pengakuan," kata AKBP Leonard, Rabu (12/2/20).

Dengan menyamar sebagai keluarga pasien yang dirawat, residivis ini menyisir tiap lorong rumah sakit dan mengintip ke dalam kamar pasien.

Ketika melihat ada ponsel di charge dan ditinggal tidur, Wakid lalu mengambilnya.

"Dan itu terlihat jelas di CCTV rumah sakit gerak gerik tersangka ini. Dan itu kita pastikan sama persis. Pelaku menggunakan topi, dan jaket yang identik," ujarnya.

Leo meyakini, Kejadian hilangnya barang milik pasien maupun keluarganya dalam tempo sebulan terakhir atas ulah Wakid. Leonard meminta masyarakat untuk tidak ragu melapor ke polisi.

"Kami harapkan masyarakat, pasien atau keluarganya yang pernah kehilangan sesuatu di RSUD dalam kurun waktu satu belan terakhir untuk melapor. Kami meyakini pelakunya ini," tegasnya sambil menyebut Wakid dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Curi HP Di Rumah Sakit, Pria Di Blitar Diringkus Polisi