BANTUL YOGYAKARTA - Seorang pria bernama Slamet Raharjo (71) warga Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Bantul ditemukan tak bernyawa. Korban tewas lantaran tersambar petir.

Kapolsek Sedayu Kompol Ardi Hartana membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu terjadi sekira pukul 14.30 WIB.

"Iya, sekira pukul 14.30 WIB di Bulak Tapen, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Bantul telah terjadi orang tersambar petir," kata Ardi melalui pesan singkat, Rabu (12/2/2020).

Ardi menjelaskan kronologi kejadian tersebut yakni saat korban dan salah seorang saksi tengah menggarap sawah yang akan ditanami padi.

"Jarak saksi dan korban tidak jauh. Saat itu saksi mendengar ada suara petir menyambar dan melihat topi korban terpental ke atas disertai kepulan asap putih. Saksi belum mengetahui kalau korban tersambar petir," ujarnya.

Namun, setelah didekati ternyata korban sudah dalam kondisi tergeletak. "Ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelasnya.

Berdasar hasil pemeriksaan, polisi memastikan penyebab kematian korban murni akibat sambaran petir.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dari identifikasi Polres Bantul dan Puskesmas Sedayu 1, tidak ada unsur penganiayaan dan murni kecelakaan tersambar petir. Terdapat luka di bagian kepala," tegasnya.

Jenazah kini sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. "Setelah pemeriksaan kami serahkan jenazah korban ke keluarganya untuk dilakukan pemakaman. Pihak keluarga tadi juga menyampaikan sudah menerima peristiwa tersebut," jelasnya.

Tersambar Petir, Seorang Kakek Di Bantul Meninggal

BANTUL YOGYAKARTA - Seorang pria bernama Slamet Raharjo (71) warga Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Bantul ditemukan tak bernyawa. Korban tewas lantaran tersambar petir.

Kapolsek Sedayu Kompol Ardi Hartana membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu terjadi sekira pukul 14.30 WIB.

"Iya, sekira pukul 14.30 WIB di Bulak Tapen, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Bantul telah terjadi orang tersambar petir," kata Ardi melalui pesan singkat, Rabu (12/2/2020).

Ardi menjelaskan kronologi kejadian tersebut yakni saat korban dan salah seorang saksi tengah menggarap sawah yang akan ditanami padi.

"Jarak saksi dan korban tidak jauh. Saat itu saksi mendengar ada suara petir menyambar dan melihat topi korban terpental ke atas disertai kepulan asap putih. Saksi belum mengetahui kalau korban tersambar petir," ujarnya.

Namun, setelah didekati ternyata korban sudah dalam kondisi tergeletak. "Ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelasnya.

Berdasar hasil pemeriksaan, polisi memastikan penyebab kematian korban murni akibat sambaran petir.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dari identifikasi Polres Bantul dan Puskesmas Sedayu 1, tidak ada unsur penganiayaan dan murni kecelakaan tersambar petir. Terdapat luka di bagian kepala," tegasnya.

Jenazah kini sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. "Setelah pemeriksaan kami serahkan jenazah korban ke keluarganya untuk dilakukan pemakaman. Pihak keluarga tadi juga menyampaikan sudah menerima peristiwa tersebut," jelasnya.

Tidak ada komentar