PURWOREJO JATENG - Beredarnya video penganiayaan siswi di sebuah SMP di Purworejo, Jawa Tengah, menjadi viral. Pihak sekolah angkat bicara. Guru menyebut pelaku sebagai siswa-siswa kategori nakal.

Diketahui, video berdurasi sekitar 29 detik itu terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo pada Rabu (12/2) kemarin.

Dalam video tersebut, terlihat seorang siswi ditendang dan dipukuli oleh tiga siswa lainnya di dalam kelas.

Setelah viral, pihak polisi pun akhirnya turun untuk menangani kasus tersebut. Pihak sekolah, membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di dalam kelas VIII saat pergantian jam pelajaran.

"Iya betul, kejadiannya pada saat pergantian jam pelajaran. Untuk tempatnya di ruang ini, di bangku ini," kata salah satu guru, Tutik, saat ditemui wartawan, Kamis (13/2//2020) sembari menunjukkan bangku dimana korban duduk.

Menurut keterangan yang didapat, para pelaku memang agak nakal di sekolah. Mereka merupakan pindahan dari sekolah lain.

"Ya, anaknya (pelaku) memang nakal, mereka juga pindahan dari sekolah lain," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, video viral ini menayangkan tiga siswa memukuli dan menendangi seorang siswi. Salah satu akun yang mengunggah video itu adalah akun Twitter @black__valley1.

Akun @black__valley1 mengunggah video berdurasi 29 detik itu pada 12 Februari 2020 pukul 18.22 WIB. Dalam postingan-nya akun ini menyebut peristiwa ini terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo.

Tampak dalam video itu setidaknya tiga siswa berseragam putih biru memukuli dan menendangi seorang siswi. Siswi tersebut terlihat duduk di kursinya dan terpojok tak berdaya. Sambil menundukkan kepalanya di meja, siswi itu terdengar menangis.

Polisi sudah mengamankan tiga siswa yang viral menendangi dan memukuli siswi SMP di Purworejo. Tiga siswa tersebut sudah dibawa ke Polres Purworejo untuk dimintai keterangan.

"Malam ini kita mintai keterangan dari para pelaku, yang sudah kami bawa ke polres, ada 3 pelaku," kata Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani kepada wartawan, Rabu (12/2) malam.

Begini Keterangan Guru SMP Yang Muridnya Aniaya Siswi

PURWOREJO JATENG - Beredarnya video penganiayaan siswi di sebuah SMP di Purworejo, Jawa Tengah, menjadi viral. Pihak sekolah angkat bicara. Guru menyebut pelaku sebagai siswa-siswa kategori nakal.

Diketahui, video berdurasi sekitar 29 detik itu terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo pada Rabu (12/2) kemarin.

Dalam video tersebut, terlihat seorang siswi ditendang dan dipukuli oleh tiga siswa lainnya di dalam kelas.

Setelah viral, pihak polisi pun akhirnya turun untuk menangani kasus tersebut. Pihak sekolah, membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di dalam kelas VIII saat pergantian jam pelajaran.

"Iya betul, kejadiannya pada saat pergantian jam pelajaran. Untuk tempatnya di ruang ini, di bangku ini," kata salah satu guru, Tutik, saat ditemui wartawan, Kamis (13/2//2020) sembari menunjukkan bangku dimana korban duduk.

Menurut keterangan yang didapat, para pelaku memang agak nakal di sekolah. Mereka merupakan pindahan dari sekolah lain.

"Ya, anaknya (pelaku) memang nakal, mereka juga pindahan dari sekolah lain," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, video viral ini menayangkan tiga siswa memukuli dan menendangi seorang siswi. Salah satu akun yang mengunggah video itu adalah akun Twitter @black__valley1.

Akun @black__valley1 mengunggah video berdurasi 29 detik itu pada 12 Februari 2020 pukul 18.22 WIB. Dalam postingan-nya akun ini menyebut peristiwa ini terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo.

Tampak dalam video itu setidaknya tiga siswa berseragam putih biru memukuli dan menendangi seorang siswi. Siswi tersebut terlihat duduk di kursinya dan terpojok tak berdaya. Sambil menundukkan kepalanya di meja, siswi itu terdengar menangis.

Polisi sudah mengamankan tiga siswa yang viral menendangi dan memukuli siswi SMP di Purworejo. Tiga siswa tersebut sudah dibawa ke Polres Purworejo untuk dimintai keterangan.

"Malam ini kita mintai keterangan dari para pelaku, yang sudah kami bawa ke polres, ada 3 pelaku," kata Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani kepada wartawan, Rabu (12/2) malam.

Tidak ada komentar