CIREBON JABAR - Seorang bocah perempuan yang bernama Adila (4), bocah asal Kabupaten Cirebon, Jabar, meninggal dunia akibat digigit ular berbisa jenis weling. Adila sebelumnya koma selama lima hari.

Adila digigit ular weling atau Bungarus candidus saat tertidur pulas di rumahnya pada Jumat (7/2) malam.

Saat dibawa ke RSD Gunung Jati pada Sabtu (8/2), Adila tak sadarkan diri.

Tim medis berupaya memulihkan kondisi Adila. Namun, pihak rumah sakit tak memiliki antibia atau antivenom jenis ular weling yang mengigit Adila.

Pihak rumah sakit terpaksa menyuntikan antivenom untuk jenis ular yang berbeda. Kondisi Adila tetap tak ada perubahan. Ia koma. Lima hari Adila tak sadarkan diri, Rabu (12/2) malam kemarin, Adila dikabarkan meninggal dunia.

"Meninggal dunia sekitar 20.30 WIB kemarin. Ya langsung dibawa pulang pakai ambulans," kata orang tua Adila, Mukmin (27) saat berbincang dengan wartawan di kediamannya Blok Wage Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/12/2020).

Mukmin mengatakan kondisi Adila memburuk pada sore kemarin. Tim medis sempat menggunakan alat pacu jantung. "Kondisinya mulai menurun sejak sore hari," kata Mukmin.

Pagi ini, jenazah Adila dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim medis kesulitan mengidentifikasi jenis ular yang mengakibatkan Adila koma berhari-hari.

Setelah berkoordinasi dengan dokter WHO, tim medis akhirnya berhasil mengidentifikasi jenis ularnya, yakni ular weling atau Bungarus candidus.

"Sudah teridentifikasi jenis ularnya, ular weling jenis yang baru. Memang hidupnya di wilayah Cirebon, Bungarus candidus Cirebon," kata Maria selaku Wadir Pelayanan RSD Gunung Jati Cirebon.

Maria menyebutkan bisa ular weling itu telah menyerang bagian saraf dan sel darah Adila. Bahkan, lanjut dia, bisa ular weling bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah.

"Ternyata gejalanya bukan hanya neurotoxic, hemototoxic juga. Jadi racunnya ke darah. Ya bisa pecah pembuluh darahnya," kata Maria.

Bocah 4 Tahun Yang Digigit Ular Meninggal Dunia

CIREBON JABAR - Seorang bocah perempuan yang bernama Adila (4), bocah asal Kabupaten Cirebon, Jabar, meninggal dunia akibat digigit ular berbisa jenis weling. Adila sebelumnya koma selama lima hari.

Adila digigit ular weling atau Bungarus candidus saat tertidur pulas di rumahnya pada Jumat (7/2) malam.

Saat dibawa ke RSD Gunung Jati pada Sabtu (8/2), Adila tak sadarkan diri.

Tim medis berupaya memulihkan kondisi Adila. Namun, pihak rumah sakit tak memiliki antibia atau antivenom jenis ular weling yang mengigit Adila.

Pihak rumah sakit terpaksa menyuntikan antivenom untuk jenis ular yang berbeda. Kondisi Adila tetap tak ada perubahan. Ia koma. Lima hari Adila tak sadarkan diri, Rabu (12/2) malam kemarin, Adila dikabarkan meninggal dunia.

"Meninggal dunia sekitar 20.30 WIB kemarin. Ya langsung dibawa pulang pakai ambulans," kata orang tua Adila, Mukmin (27) saat berbincang dengan wartawan di kediamannya Blok Wage Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/12/2020).

Mukmin mengatakan kondisi Adila memburuk pada sore kemarin. Tim medis sempat menggunakan alat pacu jantung. "Kondisinya mulai menurun sejak sore hari," kata Mukmin.

Pagi ini, jenazah Adila dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim medis kesulitan mengidentifikasi jenis ular yang mengakibatkan Adila koma berhari-hari.

Setelah berkoordinasi dengan dokter WHO, tim medis akhirnya berhasil mengidentifikasi jenis ularnya, yakni ular weling atau Bungarus candidus.

"Sudah teridentifikasi jenis ularnya, ular weling jenis yang baru. Memang hidupnya di wilayah Cirebon, Bungarus candidus Cirebon," kata Maria selaku Wadir Pelayanan RSD Gunung Jati Cirebon.

Maria menyebutkan bisa ular weling itu telah menyerang bagian saraf dan sel darah Adila. Bahkan, lanjut dia, bisa ular weling bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah.

"Ternyata gejalanya bukan hanya neurotoxic, hemototoxic juga. Jadi racunnya ke darah. Ya bisa pecah pembuluh darahnya," kata Maria.

Tidak ada komentar