Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
BANYUWANGI JATIM - Lagi-lagi  Pembelian sepeda motor Yamaha NMAX dengan uang koin di Banyuwangi membuat pihak dealer kerepotan. Dealer tersebut mengerahkan 6 petugas untuk menghitung uang koin itu.

Diakui Ratna, salah seorang marketing dealer Yamaha Indah Sobo, pembelian motor menggunakan uang koin baru pertama kali terjadi di dealer tersebut. Meski begitu, pihak dealer menerimanya dengan baik. Hal ini dianggap sebagai kejutan tersendiri bagi seluruh karyawan dealer.

"Ini yang pertama di dealer kita, kejutan ada pembelian NMAX seharga Rp 31 juta dengan uang receh.

Uang receh sekitar Rp 9 juta karena Rp 3 juta sudah tukar di konter HP. Terus terang saja kita surprise dan kaget akhirnya kita kerahkan karyawan," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (18/7/2020).

Pihak dealer mengerahkan 6 karyawan untuk menghitung seluruh uang koin yang dibawa pembeli bernama Ferry Dwi Irawan (30) itu. Butuh waktu selama dua jam untuk menghitung uang koin senilai Rp 9 juta itu.

"Sekitar dua jam kita hitung. Jumlahnya sekitar Rp 9 jutaan berapa saya lupa. Sisanya pembayaran dengan uang kertas," lanjutnya.

Uang koin yang ia pakai untuk membayar motor merupakan pecahan Rp 200, Rp 500 dan Rp 1.000. Awalnya, Ferry datang ke dealer hanya membawa uang tunai kertas sebanyak Rp 22 juta. Karena masih kurang, Ferry melakukan negosiasi dengan pihak dealer jika kekurangannya akan dibayar menggunakan uang koin.

Sumber : m.detik.com

Lagi, Warga Banyuwangi Beli Motor Dengan Uang Receh

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang nenek bernama Sukarti, usia 70 tahun yang hidup sebatang kara ditemukan meninggal dunia di dalam warung miliknya, Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, sabtu 18/07/2020, sore tadi.

Kapolsek Rejotangan Polres Tulungagung, IPTU Hery Purwanto, S.H., ketika dikonfirmasi menjelaskan kejadian pertama kali diketahui Markamah, tetangga Sukarti, sekitar jam 15.00 WIB, sore tadi.

Tetangganya curiga karena warung milik Sukarti tutup. Setelah mencoba masuk, Sukarti ditemukan sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Warga setempat melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Rejotangan.

Petugas kepolisian dan petugas medis yang memeriksa, menyatakan SUKARTI sudah meninggal dunia. Menurut keterangan tetangga, selama ini SUKARTI memang hidup sebatang kara dan tidak memiliki keluarga.

Jenazah SUKARTI dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Iskak Tulungagung, dan rencananya dimakamkan oleh petugas di pemakaman umum Desa Panjerejo, Rejotangan, Tulungagung.

Sumber : andikafm.com

Tinggal Sendiri, Nenek Di Tulungagung Meninggal Di Dalam Warungnya

BLITAR JATIM - Seorang warga bernama Heru Widodo, warga asal Kelurahan Bendo Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar hilang terseret gelombang saat memancing di tebing area Pantai Kedungtumpang, Pucanglaban, Tulungagung.

Pendapat Sementara Paur Humas Polres Tulungagung, BRIPKA Endro Purnomo yang dikonfirmasimenjelaskan kejadian tersebut terjadi Sabtu, 18/07/2020 sekitar jam 08.00 WIB, pagi tadi.

Awalnya HERU bersama empat temannya datang ke tebing berniat memancing ikan. Saat memancing, tiba-tiba ada ombak besar, menyebabkan HERU langsung terseret.

Nelayan setempat bersama warga sudah mencoba mencari tapi belum berhasil. Akhirnya kejadian dilaporkan ke Polsek Pucanglaban. Kini tim gabungan dari BPBD Tulungagung dan Basarnas Trenggalek masih melakukan pencarian terhadap korban.

Sumber : andikafm.com

Asyik Mancing, Warga Blitar Hilang Terseret Arus Ombak

BLITAR JATIM - Seorang pria bernama Eko Purnomo warga Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, Jawa Tengah ditangkap petugas kepolisian Polres Blitar. EKO mencuri sepeda motor Merk Kawasaki KLX D-Tracker nopol AG 3956 KAW milik ENGGAR PRIYO WICAKSONO, warga Kelurahan Tangkil Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar.

EKO dan ENGGAR seminggu sebelumnya berkenalan di sebuah kolam pemancingan. Setelah itu, EKO menumpang menginap di rumah ENGGAR karena tidak punya pekerjaan. Namun EKO malah membawa kabur motor saat ENGGAR tidur, Senin 6 Juli 2020 sekitar jam 12.00 WIB.

Saat dikonfirmasi, Kasubag Humas Polres Blitar, AKP Imam Subechi mengatakan, Enggar memberikan tumpangan tempat tinggal kepada EKO selama seminggu karena sudah kenal dekat sejak beberapa hari terakhir. Sadar motornya hilang, ENGGAR langsung menghubungi EKO melalui telepon. EKO mengaku, sepeda motor ENGGAR dibawa untuk menjemput istrinya.

Karena tak kunjung kembali, korban melaporkan peristiwa ini ke Polres Blitar.

Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya Satreskrim Polres Blitar berhasil menangkap EKO di rumah kos Kabupaten Pati Jawa Tengah dibantu oleh Unit Opsnal Polres Kudus. Polisi menemukan barang bukti masih ada saat penangkapan.

IMAM menambahkan, EKO bekerja di Wlingi menjadi tukang interior sejak April 2019. Kepada polisi, EKO mengaku bingung karena tidak punya penghasilan. Dari bulan Maret 2020, dia tidak ada pekerjaan dan tidak bisa pulang. Sehingga, akhirnya dia nekad membawa kabur motor ENGGAR. Atas kejadian ini, ENGGAR menderita kerugian material senilai Rp 34 juta.

Sumber : andikafm.com

Curi Motor di Blitar, Warga Pati Diringkus Polisi

TULUNGAGUNG JATIM - Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tulungagung, tinggal dua orang. Demikian data di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung sampai hari ini, Sabtu 18/07/2020.

Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro, saat dikonfirmasi mengatakan, dari awal pandemi hingga 16 Juli 2020, ada 240 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Dari jumlah tersebut, 235 pasien sudah sembuh, sehingga tersisa 5 pasien. Tiga diantaranya meninggal dunia, sedangkan dua orang masih di rawat di rumah sakit sampai hari ini.

Pantauan secara keseluruhan, kondisi dua pasien tersebut terus meningkat selama masa perawatan.

Galih Nusantoro menambahkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung mengapresiasi kedisiplinan pasien saat masa perawatan.

Tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19 di Tulungagung, menjadi hal utama. Sehingga status Kabupaten Tulungagung sekarang menjadi zona kuning.

Saat ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur untuk meralisasikan target segera menuju Tulungagung Zona Hijau.

Untuk mewujudkan hal tersebut, GALIH NUSANTORO mengakui perlu kerja sama antara Pemkab Tulungagung dengan seluruh warga dalam berperang terhadap Covid-19.

Sumber : andikafm.com

Kabar Gembira, Pasien Positif Corona Di Tulungagung Tersisa 2 Orang

BLITAR JATIM - Seorang bayi laki-laki usia tiga minggu, warga Desa Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti menjelaskan, bayi tersebut tertular Covid-19 dari ayahnya yang pulang dari Kalimantan untuk menemani istrinya melahirkan.

Menurut KRISNA, saat akan kembali ke Kalimantan, ayah bayi melakukan test swab sebagai syarat kembali ke tempat kerja. Dari hasil test swab ini, ayah bayi dinyatakan positif Covid-19. Kemudian, pada Ibu dan bayi langsung dilakukan test swab. Hasilnya, ibu bayi non reaktif virus, sedangkan bayi laki-laki positif Covid-19. Saat ini bayi tersebut menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan tim medis.

KRISNA menambahkan, bayi tiga minggu ini termasuk dalam catatan rekor baru tambahan 34 kasus positif Covid-19 di Kabupaten blitar per 17 Juli 2020. Tambahan ini berasal dari hasil tracing yang dilakukan gugus tugas. Sehingga saat ini total jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Blitar mencapai 93 kasus.

Gugus tugas akan terus melacak kontak erat dengan pasien positif terinfeksi virus covid-19 serta menghimbau warga tetap waspada, rajin cuci tangan, menggunakan masker dan menerapkan Physical Distancing.

Sumber : andikafm.com

Tertular Dari Ayahnya, Bayi 3 Minggu Di Blitar Positif Corona

BLITAR JATIM - Diduga menjadi korban pembunuhan, Sadak 52 tahun, warga Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal di ladang jagung dekat rumah, Jum'at 17/07/2020, siang kemarin.

Kasubbag Humas Polres Blitar, AKP Imam Subeki, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini. Sadak diduga menjadi korban pembunuhan, karena waktu ditemukan anaknya dalam keadaan meninggal dunia di tengah ladang jagung dengan luka di pergelangan tangan, leher, dan punggung.

Kejadian ini langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat, lalu diteruskan ke Polsek Wonotirto. Kemudian, jenazah dibawa ke RSUD Mardiwaluyo, Blitar untuk diautopsi.

Menurut keterangan pihak keluarga, SADAK pergi dari rumah sehari sebelum ditemukan meninggal. Kasus ini ditangani oleh Satreskrim Polres Blitar untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sumber : andikafm.com

Diduga Korban Pembunuhan, Warga Blitar Ditemukan Meninggal Di Lahan Jagung

TULUNGAGUNG JATIM - Jasad seorang warga Tulungagung yang tenggelam di aliran Sungai Brantas di Kecamatan Kedungwaru berhasil ditemukan. Korban mengambang sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian.

Kepala Basarnas Pos Trenggalek Yoni Fariza mengatakan korban Sugiat (39) warga Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung tersebut ditemukan warga pada Jumat petang. Jasad korban mengambang di bekas tambang pasir di Desa Minggirsari, Kecamatan Ngantru.

"Jadi tadi setelah Tim SAR gabungan selesai melakukan penyisiran, termasuk di sekitar lokasi penemuan, ada warga yang mengetahui keberadaan jasad korban," kata Yoni, Jumat (17/7/2020).

Temuan itu langsung ditindaklanjuti Basarnas bersama potensi SAR lain untuk melakukan proses evakuasi. Saat ditemukan kondisi korban telah meninggal dunia. "Jasad korban akhirnya berhasil kami evakuasi sekitar pukul 18.00 WIB dan kami serahkan ke pihak kepolisian," imbuhnya.

Dengan ditemukannya jasad korban operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke kesatuan dan instansi masing-masing.

Sebelumnya korban Sugiat terseret arus Sungai Brantas pada Kamis sore. Saat itu korban bersama adiknya mandi di kawasan sungai tidak jauh dari rumahnya, namun tiba-tiba Sugiat terseret arus.

Adik korban yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memberikan upaya pertolongan, namun gagal lantaran kondisi arus sungai yang deras.

Sumber : m.detik.com

Jasad Warga Tulungagung Yang Terseret Arus Ditemukan