Social Items

Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan
SURABAYA - Untuk tetap produktif di sela libur kompetisi karena Pandemi Covid 19, beragam kegiatan dilakukan para pemain sepak bola, salah satunya Muhammad Ridho. Pemain Persebaya asli Suroboyo ini tanpa malu membantu sang kakak berjualan ayam potong secara online, melalu status WA (WhatAps) pribadi.

Bahkan ia mengunggah foto ayam potong dan menuliskan “yang butuh ayam bisa beli di saya, japri”. Di kontak melalu telepon selulernya, Ridho mengaku bahwa dirinya memang membantu sang kakak berjualan ayam potong. Bahkan dirinya siap mengantar pesanan pembeli.

“Iya, bantu kakak jualan ayam potong, lumayan ada juga yang pesen. Untuk mengisi waktu kosong saja. Saya bantu-bantu,” ungkap Ridho.

Soal harga, Ridho harus rela mengecek tiap hari. Pasalnya untuk berjualan ayam potong harga setiap harinya bisa naik dan turun, tergantung kondisi pasar. “Kemarin saya jual Rp 35 ribu per kilogram untuk ayam potong jawa. Harga ayam ini naik turun, jadi saya nggak bisa kalau kasih harga detail,” imbuhnya.

Menunaikan puasa Ramadhan tahun ini memang dirasa sangat berbeda oleh pemain Timnas U-19 ini. Tahun sebelumnya dia menjalankan puasa dan masih bisa melakukan latihan bersama tim. Namun tahun ini harus berhenti. “Semoga covid ini segera berlalu, supaya kami bisa kembali melakukan aktivitas bermain sepak bola,” tutupnya.

Demi Bantu Keluarga, Pemain Persebaya Jualan Ayam Potong

TUBAN JATIM - Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Pantura Tuban, tepatnya di jalan Tuban-Semarang KM 39-40, Desa Banjarejo, Kecamatan Bancar Jumat malam, 22/05/2020. Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor dengan truk tronton yang sedang parkir di tepi jalan raya itu.

Akibat peristiwa itu, seorang pemuda yang merupakan pengendara motor tersebut tewas dengan kondisi mengenaskan. Sedangkan dua penumpang sepeda motor mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kecelakaan maut di jalur Pantura Tuban itu berawal saat Liyakfur (14), asal Desa Sembungin, Kecamatan Bancar mengendarai sepeda motor Vega. Remaja tersebut membonceng Widodo (17) dan Muslim (27) yang juga warga Desa Sembungin.

“Kecelakaan itu berawal saat sepeda motor Vega dengan tanpa TNKB (Tanpa Plat Nomor) dikendarai oleh Liyakfur dengan penumpang Widodo dan Muslim. Mereka berjalan dari barat ke timur,” jelas Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban Iptu Khoirul Ahmad.

Ketika sampai di lokasi kejadian, terdapat truk tronton dengan nomor polisi (Nopol) S 8807 WC yang sedang parkir di bagian kiri jalan raya jalur nasional tersebut. Truk dikemudikan oleh Watimin (54), warga Kelurahan Pulutan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

“Pengendara sepeda motor diduga kurang konsentrasi dan tidak memperhatikan kondisi jalan di depannya. Kemudian menabrak bagian belakang truk yang parkir itu,” sambungnya.

Benturan yang keras membuat Liyakfur yang berada di posisi paling depan mengalami luka parah pada bagian kepalanya. Sedangkan kedua korban juga ikut terjatuh dan terpental beberapa meter setelah terjadinya benturan tersebut.

“Akibat kejadian ini satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan dua korban mengalami luka-luka,” lanjut Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.

Kecelakaan Maut di Tuban, Satu Orang Tewas Di Lokasi

KEDIRI JATIM - Kasus Perkembangan Corona Covid-19 Kabupaten Kediri hari ini mengalami kenaikan drastis Jumat 22/05/2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri, dr Ahmad Khotib saat dikonfirmasi menjelaskan total ada 18 tambahan kasus terkonfirmasi positif. Dari jumlah itu, 16 orang di antaranya berasal dari klaster pabrik rokok Mustika di Tulungagung Jum'at 22/05/2020.

Rinciannya, 13 orang merupakan karyawan pabrik rokok, ditambah tiga orang lainnya merupakan kontak erat dari hasil tracing.

Sementara dua pasien lain yang terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari klaster berbeda. Satu kasus dari klaster Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem, dan satu orang dari klaster Desa Kambingan Kecamatan Pagu.

Delapan belas pasien terkonfirmasi positif corona tersebut langsung melakukan karantina atau isolasi mandiri dengan pengawasan dari tim medis. Dengan penambahan 18 pasien ini, total kini terdapat 74 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Ahmad Khotib mengatakan, menjelang Idul Fitri pihaknya mewaspadai adanya lonjakan jumlah pasien. Karenanya dia mengimbau masyarakat supaya menahan diri untuk tidak keluar rumah.

Agar tidak ada lagi penambahan kasus positif di Kabupaten Kediri. Masyarakat harus tetap patuh, semakin peduli, tetap menerapkan physical distancing, dan menggunakan masker.

Melonjak, Pasien Positif Corona Di Kediri Bertambah 18 Orang

BLITAR JATIM - Seorang Kakek bernama Karyani (70), warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Binangun, kabupaten Blitar mendadak ambruk lalu meninggal dunia di balai desa setempat, Jumat (22/5) siang.

Peristiwa yang menggegerkan warga desa setempat itu terjadi saat korban mengantre Pembagian uang bantuan sosial tunai (BST)

"Dugaannya, korban kecapekan saat ikut menantre untuk mengambil uang bantuan tersebut," kata Iptu Nanang Budiarto, Kapolsek Binangun.

Menurutnya, kejadian itu berlangsung pukul 14.00 WIB. Antrean sendiri sudah berlangsung lama karena yang menerima BST ada sekitar 300 warga, termasuk korban.

Kebanyakan yang mendapatkan uang bantuan pengganti BLT (bantuan langsung tunai) dengan nilai Rp 600 per orang itu adalah para orang tua.

Saat kejadian itu, korban sedang dalam antrean panjang atau sedang duduk di depan pintu toilet balai desa. Entah apa yang terjadi, mendadak korban ambruk dari kursi atau tempat duduknya, hingga membuat warga gempar.

"Karuan warga langsung berlarian, untuk menolongnya. Namun, korban tak berhasil diselamatkan," paparnya.

Atas permintaan keluarganya, jasad korban tanpa diotopsi dan langsung dimakamkan.

Pria Di Blitar Meninggal Mendadak Saat Antri Ambil BLT

BLITAR JATIM - Dua orang di Blitar tertangkap tangan menjual bubuk petasan. Mereka berdalih tidak menjualnya dan akan diledakkan di depan masjid usai salat Id.

Kedua tersangka merupakan warga Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Mereka adalah Saiful Anam (26) dan Hartoyo (42) yang ditangkap di rumahnya pada Rabu (20/5).

"Penangkapan ini dari informasi warga jika di sekitar Desa Maron, Srengat ada penjualan bubuk petasan. Setelah kami geledah, kami temukan barang bukti bubuk petasan seberat 1,25 kg," kata Kapolresta Blitar, AKBP Leornar M Sinambela di depan wartawan di mapolresta, Kamis (22/5/2020).

Selain bubuk petasan, lanjut dia, ditemukan juga 145 petasan yang sudah terisi bubuk petasan, 83 gulungan kertas belum terisi bubuk petasan, 35 sumbu dan beberapa peralatan untuk membuat petasan.

Pada petugas, Saiful Anam mengaku membeli kepada Hartoyo pada Minggu (17/5). Tersangka membeli bubuk petasan dengan harga Rp 170 ribu/kg. Dan dijual kembali seharga Rp 220 ribu/kg.

"Hartoyonya mengaku membeli bubuk petasan itu dari teman yang baru dikenalnya. Nah kami sedang kembangkan sekarang, dari mana bubuk petasan ini didapatkan mereka," imbuh Leo.

Sementara, Hartoyo menyatakan dia kerap membuat petasan sendiri. Petasan itu dibuat dalam jumlah banyak, namun tidak dijual. Melainkan akan diledakkan usai salat Id di depan masjid di desanya.

Keterangan Hartoyo ini bertolak belakang dengan pengakuan Saiful Anam. Dia bilang sering membeli bubuk petasan kepada Hartoyo. Mereka akan dijerat dengan UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang penjualan bahan peledak. Ancaman hukumannya, minimal lima tahun penjara.

Menjual Bubuk Petasan, Dua Orang Di Blitar Ditangkap

TULUNGAGUNG JATIM - Puluhan jemaah Al-Muhdhor Tulungagung merayakan Idul Fitri lebih awal. Jemaah menggelar salat Id berjamaah di Masjid Nur Muhammad Tulungagung.

Sebelumnya, jemaah ini melaksanakan puasa dua hari lebih awal dari ketetapan pemerintah.

Sekitar 40 jemaah Al-Muhdhor pada Jumat (22/5/2020) pagi berbondong-bondong ke Masjid Nur Muhammad di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung guna melaksanakan salat Id bersama. Jemaah ini memiliki perhitungan tersendiri dan meyakini awal Syawal jatuh pada hari ini.

Salat Id berjemaah tersebut dilakukan dengan tertib. Di tengah pandemi Corona ini, para anggota jemaah juga meniadakan beberapa tradisi, seperti bersalaman usai menggelar salat.

Kanit Binmas Polsek Sumbergempol Aiptu Mujito saat melakukan pengamanan membenarkan adanya perayaan Idul Fitri oleh jemaah Al-Muhdhor. Pelaksanaan ibadah mendapat pengamanan langsung dari kepolisian setempat.

"Jadi memang benar, hari ini anggota keluarga dan kerabat dari Habib Ahmad Bin Salim Al Muhdhor Wates, Sumbergempol melaksanakan salat Id. Jumlahnya sekitar 40 orang," kata Mujito.

Mujito memastikan pelaksanaan salat Id berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun.

Jamaah Al-Muhdhor Tulungagung Merayakan Lebaran Hari ini

SIDOARJO JATIM - Dua orang pemancing ikan di atas tangkis kali di Jalan Tambakoso Kecamatan Waru berkelahi dengan menggunakan senjata tajam, satu orang tewas bersimbah darah dan satunya luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Pemancing yang tewas bersimbah darah itu bernama  Jamin (61) warga RT 003 RW 002 Kelurahan Rungkut Tengah 5/20 Kecamatan Gununganyar Kodya Surabaya. Sedangkan satunya yang mengalami luka-luka yang diduga pelaku, adalah teman korban.

Korban Jamin yang memakai kain batik itu mengalami luka sabetan sajam dibagian kepala, tubuh dan tangannya. Korban terkapar di atas aspal dengan kondisi tengkurap.

Dari TKP petugas Satreskrim Polresta menyita sebilah clurit yang bagian pucuknya bengkok. Petugas juga menyita tas dan peralatan pancing dari  atas tangkis plengsengan kali.

Waka Satreskrim Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono saat berada di lokasi menyatakan, dugaan berawal dari perkelahian sesama pemancing dengan menggunakan senjata tajam.

“Satu orang meninggal dunia dan identitasnya sudah diketahui, atas nama orang Surabaya. Satu orang diduga pelaku sudah diamankan dan kini menjalani perawatan medis di rumah sakit,” katanya.

Imam juga belum bisa menjelaskan motif kasus ini karena masih penyelidikan. Jenasah korban akan dikirim ke rumah sakit Polda Jatim untuk diotopsi. “Kasusnya masih kami dalami. Dugaan pelakunya sudah diamankan,” tegasnya.

Geger, Dua Orang Pemancing di Sidoarjo Bacokan. Satu Orang Tewas

MALANG JATIM - Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dengan konfirmasi masyarakat di wilayahnya agar tidak melaksanakan takbir keliling dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Kata Hendri, dalam kegiatan takbir cukup banyak Penularan penyakit Coronavirus 2019 atau Covid-19. Pasalnya, kegiatan itu bisa dipastikan akan banyak warga yang mendukung atau berkerumun.

“Malam takbir kami himbau agar masyarakat tidak takbir keliling. Itu karena pasti berkerumun dalam jumlah besar, rawan penyebaran, ”tegas Hendri, Jumat (22/5/2020).

Pria yang sebelumnya menerbitkan Kasubbagbungkol Spripim Polri menerangkan jika pihaknya sudah mengintruksikan Polsek jajaran untuk memperketat keamanan pada malam takbir nanti.

“Kami sudah siapkan pengamanan, seandainya masih ada yang ngeyel, kita akan bubarkan. Seluruh Polsek sudah saya suruh monitor, ”terang Hendri.

Selain mengeluarkan masyarakat untuk melaksanakan takbir keliling, Kapolres Malang juga menghimbau agar masyarakat meniadakan kegiatan halal bihalal. Hal ini juga sebagai antisipasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Halal bihalal sudah jelas ditiadakan, sudah kita koordinasikan dengan pemerintah daerah. Kami hanya bisa memberikan himbauan, ”pungkas Hendri.

Kapolres Malang Larang Masyarakat Takbir Keliling