Social Items

Wonosobo merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Wonosobo.

Berikut ini adalah beberapa daftar PonPes Salafiyah maupun Modern Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN AL MUBAAROK MANGGISAN

Lokasi : Jl. Manggisan, Gubragan, Mudal, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351

Pendiri pondok ini adalah KH. Nur Hidayatulloh yang tidak lain adalah menantu dari KH. Ibrohim. Setelah beliau pulang dari pondok pesantren Tegalrejo, Magelang, Beliau mengampu pondok pesantren Roudlotuth Tholibin Jawar, menggantikan posisi K.H. Ibrahim Almarhum, sambil menunggu kepulangan putra Mbah K.H.ibrahim, yaitu Gus Yasin.

K.H. Nur hidayatulloh sendiri dahulu pernah mengenyam pendidikan di Pesantren Tegalrejo Magelang kurang lebih selama 14 tahun. Setelah itu beliau langsung menikah dengan putri Mbah K.H. Ibrahim, yaitu Nyai Hj.Nur Farida. Setelah Gus Yasin pulang dari pesantren, beliau berinisiatif mendirikan Pondok Pesantren yang diberi nama AL Mubaarok yang saat ini lokasinya tepat di Dusun Manggisan Lama Desa Mudal, Kecamatan Mojotengah. Saat itu ada sekitar 5 santri Roudlotuth Tholibin Jawar yang ikut mengawali pembukaan Pondok Pesantren yang diresmikan pada tanggal 2 Ramadhan 1418 H, atau tepat 1 Januari 1998.

Sebelum adanya Pondok Pesantren AL-Mubaarok ini didirikan, pernah ada pihak yang mau mendirikan pondok pesantren sekitar tahun 1970-an. Mereka gagal mendirikan pondok pesantren karena ada masyarakat yang beranggapan bahwa tanah yang sudah menjasi lokasi pesantren ini ada mahluk halusnya atau semacam dedemit ataupun hantu yang saat itu dikenal dengan Alas Sibangkong. Diberi nama hantu Alas Sibangkong karena berbentuk batu besar seukuran kerbau mirip dengan bentuk bangkong.

Banyak halangan sewaktu mau mendirikan Pondok Pesantren Al-Mubaarok ini karena masih ada sebagian masyarakat yang belum bisa menerima keberadaan Pondok Pesantren AL-Mubaarok ini. Setelah melalui berbagai halangan dan rintangan, Pondok Pesantren AL-Mubaarok ini kini mampu berdiri tegap ditengah-tengah keguyuban masyarakat Manggisan dan sekitarnya.

PENDIDIKAN

Penyediaan lembaga pendidikan, Al Mubaarok menyelenggarakan Pendidikan Diniyah Formal, yaitu suatu pendidikan dibawah Kementerian Agama yang diakui secara pendidikan setara dengan SMP maupun SMA. PDF yang disediakan disini adalah PDF Wustha dan PDF Ulya. Bisa dikatakan PDF di pondok Pesantren Al Mubaarok adalah yang terbaik di Jawa Tengah (klaim beberapa orang).

Selain PDF, pondok pesantren ini juga memiliki Ma’had Aly. Yaitu pendidikan tinggi pada pondok pesantren yang sudah diatur dan di akui dengan KMA sehingga lulusan pondok pesantren Ma’had Aly al Mubaarok merupakan lulusan pendidikan s1. Dan secara legal formal ijazahnya diakui oleh Negara.

2. PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN (PPTQ) AL-ASY'ARIYYAH

Lokasi : Jalan K.H. Asy'ari No. 9, Kalibeber, Mojotengah, Kalibeber, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Ash’ariyah kini memiliki sedikitnya 5000 santri. Ponpes yang terletak di Kelurahan, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo.

PPTQ Al-Asy’ariyyah dalam mendidik para santrinya, mengkolaborasikan antara sistem Kholafiyyah (Modern) serta system Salafiyyah (tradisional), sehingga dimaksudkan untuk menciptakan keseimbangan menurut roda perputaran zaman. Sistem tersebut dikenal oleh banyak kalangan masyarakat sebagai sistem semi modern. Pada sistem pembelajarannya, PPTQ Al-Asy’ariyyah menitik beratkan pada tiga komponen sebagai ciri khasnya, yakni Al-Qur’an Al-Karim dengan Tahfidzul Qur’annya, kajian Kitab Kuning, serta penguasaan Bahasa Asing seperti Inggris dan Arab.

Sebelumnya, pada tahun 1832, PPTQ Al-Asy’ariyyah sudah didirikan oleh Muntaha bin Nida’ Muhammad. Namun tidak dengan nama Al-Asy’ariyyah, melainkan Ponpes Abdur Rohim. Bergulir selama 3 periode secara turun temurun yang diberikan anaknya sebagai pengelola, ponpes tersebut berjuang untuk berdiri dengan segala keterbatasan. Hingga akhirnya sampai pada periode ke-4 PPTQ ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Yakni masa pengelolaan Muntaha.

3. PONDOK PESANTREN MA'HAD MAMBA'UL QUR'AN (MMQ)

Lokasi : Jl. Pramuka, Munggang, Kalibeber, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351

Pondok Pesantren Ma’had Mamba’ul Qur’an Munggang, berdiri sejak tanggal 25 Dzulqa’dah 1421 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 18 Februari 2001 Miladiah, yakni bersamaan dengan dimulainya pembangunan komplek pondok pesantren. Pertama kali diawali dengan pembangunan rumah pengasuh disertai beberapa bilik/kamar. Pembangunannya dimulai dengan penanaman batu pondasi bangunan oleh para masyayikh.

Secara internal Ma’had Mambaul Qur’an berusaha mengembangkan berbagai kegitan pendidikan agama yang mengarah pada peningkatan yang mengupayakan santri untuk memiliki kemampuan intelektual dan spritual, dan membekali santri dengan berbagai ketrampilan dengan program yang dapat menjadikan modal dasar dalam perjuangan masyarakat.

4. PONDOK PESANTREN AL-HIKAM DARUSSALIKIN 

Lokasi : Tempelsari, Ngabean, Maduretno, Kec. Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56372

Pondok pesantren Al Hikam Darussalikin adalah salah satu Lembaga Pendidikan Islam berfaham Ahlussunnah Wal Jamaah yang berada di Tempelsari kalikajar Wonosobo.Pondok pesantren ini juga memadukan pendidikan formal dan pendidikan non formal dalam jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Al Hikam Cendekia. Keterpaduan tersebut dikemas dalam sistem boarding school dan pendidikan kepesantrenan.

PENDIDIKAN

1.      Madrasah Diniyah Al-hikam (Wustho & ‘Ulya)
2.      Tahfidz Al-qur’an
3.      Tpq/rtq (Roudlotu Tarbiyatil Qur’an) Al-hikam
4.      Mts-sa Al-hikam Cendekia
5.      Ma-sa Al-hikam Cendekia
6.      Majelis Sema’an Al-qur’an
7.      Dikusi Kitab Turots (Kitab-kitab Salaf)

5. API PONDOK PESANTREN JAWAR

Lokasi : Jl. Jawar No.RT.1, RW.1, Seandong, Blederan, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56311

Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin merupakan salah satu pondok pesantren salaf tertua di wilayah Wonosobo. Letaknya berada di tengah-tengah permukiman padat penduduk Dusun Jawar Desa Blederan Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo. Pondok pesantren yang didirikan oleh almarhum KH Ibrohim ini telah berusia 46 tahun. Bangunan dengan dominasi cat oranye ini terlihat sederhana dengan halaman asrama yang cukup luas. Halaman  tersebut biasa digunakan para santri untuk berolahraga saat aktivitas mengaji sedang libur.

Dari segi fasilitas pondok pesantren ini menyediakan fasilitas cukup lengkap. antara lain kamar santri yang memadai, loker atau tempat menyimpan pakaian dan barang-barang santri, kantin, perpustakaan, koperasi, ruang khusus untuk keluarga santri yang berkunjung dan 16 kamar mandi. Selain itu, Santri Putri juga mengelola klinik pengobatan dan Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH) yang terletak di Kecamatan Garung. Bagi santri baru hanya dikenai biaya pendaftaran Rp 115 ribu dan infaq sebesar Rp 150 ribu. Tak ada persyaratan khusus untuk santri baru, mereka hanya diminta membawa foto copy ijazah terakhir dan kartu keluarga yang masih berlaku.

Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin saat ini diasuh oleh Kiai Muhammad Nur Yasin yang merupakan putra keenam KH Ibrohim. Pondok pesanren salaf ini berupaya mencetak santri-santri yang terampil serta peduli terhadap permasalahan umat. Untuk mencapai tujuan tersebut, pondok pesantren salafiyyah yang berdiri sejak tahun 1972 ini menyelenggarakan kurikulum yang dibagi menjadi empat jenjang pendidikan yakni Ibtidaiyyah (persiapan) selama dua tahun, Tsanawiyyah tiga tahun, 'aliyyah tiga tahun serta Ihya' Ulumiddin selama satu tahun.

6. PONDOK PESANTREN FATKHUL MU'IN 

Lokasi : Jl. Dieng No.19, Kebumen Lor, Bumirejo, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351

Bermula pada tahun 1951, KH. Masykur Bin Abdul Hamid mendirikan madrasah dengan luas 240 m2 dengan fasilitas tersebut dibangun menjadi gedung madrasah dengan luas 240 m2 dengan fasilitas tersebut, KH. Masykur membuka pengajian umum. Pada saat itu, terdapat dua lokal asrama yang terdiri dari 6 kamar, 1 unit WC, kolam dan gedung musolla. Melihat perkembangan minat belajar masyarakat sekitar, maka pada tahun 1954 dibukalah Madrasah Mu’allimin NU yang dipimpin langsung oleh Bpk. KH. Masykur dengan menggunakan Gedung Madrasah yang selama ini dijadikan tempat pengajian umum di dusun Bumen, Bumirejo, Mojotengah, Wonosobo.

Berjalan selama 3 tahun kemudian pada tahun 1957, atas dasar petunjuk Badan musyawirin berdirinya Madrasah, Madrasah tersebut dipindahkan di kampung kauman, Kota Wonosobo dengan pertimbangan :
1. Agar Madrasah tersebut dipindahkan ke tempat yang strategis.
2. Kesulitannya untuk mendapatkan informasi yang merekrut guru. Pada tanggal 13 Januari 1963, beliau Bapak KH. Masykur bersedia untuk mendoktrin para kader BANSER (Barisan Serba Guna) NU, disinilah terlihat kepedulian para Ulama melihat kondisi bangsa Indonesia saai itu. Tepat pada tanggal 30 September 1965, terujilah kejelian para Ulama yang dimotori oleh KH. Masykur yaitu terjadinya G 30 S PKI, Pada saat itu peranan Ulama Dan BANSER sangat besar dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada Tahun 1973 Di kompleks Pengajian umum tersebut didirikan pondok pesantren “Al Futuhiyyah” Bumen, dengan KH. Masykur sebagai pengasuh. Sistem pendidikan yang dipergunakan adalah tradisional, yaitu sorogan dan bandongan. Bapak KH. Masykur meninggal dunia pada tahun 1981, pada saat itu, Wonosobo benar-benar kehilangan seorang tokoh besar, yang sangat berperan dalam memajukan pendidikan islam di Wonosobo, tak ada seorangpun yang tidak merasa kehilangan beliau karena suri tauladan beliau.

Atas dasar musyawarah keluarga, pesantren dipimpin oleh Bapak KH. Munir Abdullah. Pembangunan terus ditingkatkan, hasilnya pada tahun1983 berhasil mendirikan Mardasah Tsanawiyah putra, dan pada tahun 1983 mendirikan Pesantren putri serta Madrasah Tsanawiah putri yang tempat belajarnya terpisah dengan putra. Pada tahun 1991, Bapak KH. Munir Abdullah meninggal dunia.

Wonosobo kembali kehilangan satu tokoh Ulama yang sangat berperan dalam memajukan pendidikan islam di Wonosobo. Kemudian Pondok Pesantren Al Futuhiyyah dipimpin oleh Bapak KH. Ahmad Rofiq Masykur bin Bapak KH. Masykur. Sedangkan Madrasah Diniyah Al Futuhiyyah dipimpin oleh K Mukhlas Masykur, adik kandung Bapak KH. Rofiq Masykur, dan Madrasah Tsanawiyyah diteruskan oleh Bapak Muhammad Syamsi. Dari tahun ke tahun Pondok Pesantren dan Madrasah Tsanawiyyah Al Futuhiyyah terus berkembang.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.

6 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Wonosobo Jawa Tengah

Wonogiri  adalah kabupaten di Jawa Tengah. Secara geografis Wonogiri berlokasi di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pon Pes Salafiyah maupun Modern Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN GANI TIRTOASRI

Lokasi : Kalujangan, Tirtomoyo, Bugel, Tirtomoyo, Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57672

Pondok Pesantren ini didirikan oleh Mbah K. Muhammad Ilyas beliau adalah tokoh Masyarakat  sekaligus  tokoh agama, beliau memperoleh ilmu agama belajar di pondok pesantren Kediri setelah dirasa cukup melanjutkan belajar agama di pondok pesantren Gelungrejo Ponorogo.

Tahun 1892 beliau pulang dari mondok, pada tahun 1892 beliau pertama kali mendirikan tempat ibadah ( surau ) dan merintis pengajian di masyarakat.

Setelah beliau meninggal dunia, perjuangan beliau dilanjutkan oleh putranya mBah K. Muhammad Hasan yang sebelumnya beliau belajar agama di Pondok pesantren Joresan Ponorogo, dirasa belum cukup beliau melanjutkan belajar di pondok pesantren  Langitan tuban dan terakhir beliau belajar agama di pondok Pesantren Tebuireng asuhan Hadrotus syeh KH. Hasyim Asy’ari.

Pada masa beliau, pondok pesantren mulai berkembang dan pada masa itu, nama Pesantren dilahirkan, yang semula belum ada namanya  sebelum  beliau wafat ( 1944 ) beliau berwasiyat  kepada putranya KH. Muhammad Idris agar pondok pesantren ini besok kelak menjadi besar supaya diberi nama dengan awalan huruf   “G “ .

Setelah beliau  Wafat, perjuangan beliau dilanjutkan oleh putranya KH. Muhammad Idris yang semula masih mondok di Denanyar Jombang asuhan Hadrotus Syeikh KH. Bisri Syamsuri. KH. Muhammad Idris  sebelum pulang pernah belajar agama  di Mangkang Semarang, Pondok pesantren Drosemo Surabaya, Pondok pesantren Satrian Pacitan, dan terakhir di pondok pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang. Beliau melanjutkan perjuangan selain pondok pesantren juga merintis berdirinya jam’iyyah NU Kabupaten Wonogiri sehingga mengantarkan beliau menjadi anggota legislatif pada tahun 1971. selama dua periode.

2. PONDOK PESANTREN SUNAN GUNUNG JATI

Lokasi : Cingklok, Gesing, Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57696

Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Kismantoro berdiri pada tahun 1993. Pesantren ini didirikan oleh Drs. K. H. Sutrisno Yusuf yang berasal dari Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Berdirinya Pesantren ini bersamaan dengan pendirian Madrasah Aliyah Sunan Gunung Jati.

Sebenarnya Pesantren ini merupakan kelanjutan dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Gesing dan MTs Sunan Gunung Jati yang telah berdiri beberapa tahun sebelumnya.

MI Gesing berdiri pada tahun 1959. Pendirinya adalah Muhammad Djakun yang saat itu baru keluar dari Pondok Pesantren. Di dua desa yaitu Gesing dan Lemahbang, saat itu hanya memiliki 1 (satu) Sekolah Dasar yang bertempat di kampung Warung Jeruk. Karena secara geografis tidak menguntungkan, apalagi tingkat ekonomi dan kesadaran masyarakat mengenai dunia pendidikan saat itu masih rendah, maka banyak di antara murid-murid sekolah tersebut keluar dan tidak melanjutkan studi.

Karena prihatin dengan keadaan tersebut, Muh. Djakun kemudian mendirikan sekolah yang bernama Madrasah Ibtidaiyah, yang diajarnya sendiri dan kemudian meminta bantuan kepada Kasimo untuk membatu mengajar di sekolah yang baru berdiri tersebut.

Ketika tahun 1961 ia diangkat menjadi staf KUA, ia mendapat jalan untuk meminta bantuan kepada Departemen Agama untuk mendapatkan bantuan tenaga mengajar. Orang pertama yang dikirim adalah Suprapto. Kemudian pada tahun 1963 Departemen Agama memberikan bantuan lagi seorang tenaga pengajar bernama Ro’is yang kemudian menjadi Kepala Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah tak bernama tersebut.

Kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah Ahmad Ali, bapak dari Muh. Djakun. Kemudian karena jumlah kelas dan muridnya bertambah, maka kegiatan belajar mengajar dilakukan di beberapa rumah penduduk setempat, Selain itu juga mendirikan bangunan tersendiri yang diusahakan oleh Ahmad Ali.

Sejak berdiri tahun 1986 hingga saat itu, kegiatan belajar mengajar masih dilakukan di rumah-rumah penduduk. Kemudian tahun 1993 Drs. Sutrisno Yusuf (menantu Ahmad Djakun kedua) mendirikan Madrasah Aliyah (MA) dan Pondok Pesantren, Madrasah Tsanawiyah Sunan Gunung Jati Kismantoro memulai membuat ruang belajar sendiri yang saat itu madrasah tersebut berada di bawah pimpinan Dra. Siti Rukayah.

EKSTRAKURIKULER

1. Tahsin dan Tahfidz
2. Tahassus Kitab Salafy     
3. Seni Baca Alquran
4. Khitobah 3 Bahasa
5. Hadroh
6. Praktek Ubudiyah
7. Pramuka
8. Beladiri
9. English Club
10. Komputer
11. Futsal
12. Volly
13. Basket
14. Tenis meja

3. PONDOK PESANTREN MAMBAUL HIKMAH

Lokasi : Kalikatir, Nambangan, Kec. Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57652

Pesantren  Mamba’ul  Hikmah  didirikan  oleh  Ustadz  Abdul  Aziez. Bermula  dari  diwakafkannya sebidang  tanah  seluas  113  m
oleh  Bapak  H.Sukirno pada  tahun  1994.  Ustadz  Abdul  Aziez  yang  ketika  itu  berusia  36  tahun memutuskan   meninggalkan   aktivitas   dakwahnya   di   Cirebon   dan   kemudian menetap di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Pada saat itu, Ustadz Abdul Aziez  bermukim  di  masjid  sekitar  desa  Nambangan.  Kehadirannya  diterima dengan  baik  oleh  masyarakat  sekitar,  sehingga  Ustadz  Abdul  Aziez  mengajak
teman   sesama   alumni   pondok   pesantren   di   Cirebon   untuk   bersama - sama berdakwah dan mengajarkan ajaran agama Islam di desa Nambangan.

Pada perkembangannya, kehadiran Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah berangsur - angsur   menghidupkan   denyut   kehidupan   masyarakat   Kecamatan Selogiri.  Toko  kelontong,  tempat  potong  rambut,  unit-unit  usaha  ekonomi  yang berada  di  sekitar  pesantren  menjadi  lebih  hidup  sejak  kehadiran  pesantren.

4. PONDOK PESANTREN AL-FATAH

Lokasi : Kecamatan Wonogiri, Pule, Pokohkidul, Kec. Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57615

Pondok pesantren Al-Fatah didirikan pada tahun dua ribu delapan yang lalu dengan bangunan sekitar empat kamar ditengah-tengah hutan yang jauh dari jalan raya. Walaupun berada di tengah-tengah hutan bukan berarti tidak ada antri yang maun belajar di pondok tersebut. Terbukti banyak santri dari luar jawa yang menempati pondok tersebut. Semakin banyaknya santri tentu semakin banyak donatur, dimana biaya tersebut dapat digunakan untuk membangun bangunan yang lebih lebar lagi untuk santri putri.

Pondok pesantren Al-Fatah menerapkan tiga pokok hal yang dipelajari dan ditekankan sebagai ciri khas mereka sebagai pondok pesantren yang baru. Pokok yang ditekanka tersebut meliputi kitab kuning dan tafidzul qur’an, pengasuhan yatim dan dhuafa, wira usaha. Tiga hal yang ditekankan tersebut memang berbeda pada pondok pesantren pada umumnya yang kebanyakan menekankan pada santrinya sendiri untuk menjadi anak berakhlak nurkharimah.

Pondok pesantren Al-Fatah juga mnampung para santri dari kalangan yatim piatu dan dhu’afa tanpa ada biaya pungutan sepeserpun. Mengingat bahwa tujuan pendirian pondok tersebut semata-mata untuk memiliki generasi umat yang terdidik serta berakhlak nurkharimah sesuai kemampuan mereka masing-masing. Selain itu, sanri putri juga mengabdikan diri pada masyarakat dengan cra mengajar para orang tua yang belum bisa membaca huruf hijayah. Para santri disana tidak memungut biaya sekecil pun pada orang tua yang ingin belajar. Alasan yang mendasari mereka berbuat seperti itu bahwa mereka hanya ingin mengamalkan ilmu yang telah diberikan oleh ustadz/ustadzah kepada masyarakat secara langsung.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbaik dan Terkenal di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

4 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Wonogiri Jawa Tengah

Temanggung merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang beribu kota di kota Temanggung.

Berikut ini adalah beberapa daftar PonPes Salafiyah maupun Modern Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN MODERN ASSALAAM

Lokasi : Jalan Raya Secang KM. 5, Kranggan, Gandokan, Temanggung II, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56271

Pada awalnya Pondok Modern Assalaam menyelenggarakan pendidikan Diniyah, yang membina anak-anak di sekitar Pondok terutama sekali bagi anak-anak dusun Gandokan. Dan selanjutnya Pondok Pesantren Modern Assalaam – Temanggung sejak tanggal 20 Juli 1986 membuka unit pendidikan Madrasah Tsanawiyah.  Pondok Modern Assalaam menawarkan model pendidikan dan pembelajaran yang memadukan studi keislaman dan keilmuan. Pendidkan berlangsung selama 24 jam dengan model pendidikan pesantren dan madrasah, dimana kegiatan pesantren dan madrasah merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi, sehingga proses pendidikan santri yang mencakup semua aspek kehidupan, baik yang besifat duniawi maupun ukhrowi berjalan secara optimal.

Pondok pesantren Modern Assalaam meneriman santri laki – laki dan santri perempuan dan program pendidikan yang diselenggarakan oleh pondok pesantren Modern Assalam saat ini ada dua program pendidikan. Adapun program pendidikan tersebut yaitu:
1.   Tingkat madrasah Tsanawiyah (MTs) yang sudah mendapatkan akreditasi A.
2.   Tingkat madrasah Aliyah (MA) yang juga sudah mendapatkan akreditasi A.

2. PONDOK PESANTREN DARUL MUTTAQIN

Lokasi : Bolong, Selopampang, Bolong, Selopampang, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56262

Pondok pesantren Darul Muttaqien adalah salah satu pesantren salaf tua yang berada di wilayah kabupaten Temanggung,yang didirikan oleh kyai ternama yaitu K.H. Cholil Asy’ari pada tahun 1965, yang berlokasi di dusun Bolong desa Ngaditirto kecamatan Selopampang kabupaten Temanggung provinsi Jawa Tengah. Meskipun berlokasi di pegunungan dan berjarak 10 km dari pusat kabupaten, Darul Muttaqien memiliki cukup banyak santri yang berpotensi tinggi. Saat ini jumlah santri mencapai 750 yang terdiri dari santri putra dan santri putri dengan 30 ustadz dan ustadzah. Santri di pesantren tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Temanggung,Magelang,Kendal, dan ada beberapa yang berasal dari luar jawa seperti Jambi, Palembang, Riau, dan Kalimantan.

3. PONDOK MODERN DARUL FALACH TEMANGGUNG

Lokasi : Jl. Sibajag KM 01, Klombeyan, Muntung, Candiroto, Sawah, Bantir, Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56257

Pondok Modern Darul Falach dimulai dengan pulangnya Bapak KH Muhammad Fatah, S. Ag dari Pesantren Umdatul Muna di Payaman Magelang, setelah selesai menimba ilmu di sana. Kemudian datanglah beberapa santri yang ingin menimba ilmu dengan beliau di kampung halaman beliau di dusun Legundi Desa Batursari Kec. Candiroto Temanggung.

Para santri yang berdatangan semakin banyak, sehingga rumah orang tua beliau tidak lagi cukup untuk menjadi tempat mengaji mereka, sehingga dengan masukan dari berbagai pihak, dibangunlah sebuah rumah sederhana untuk tempat mengaji para santri. Tempat inilah yang menjadi bangunan awal Pesantren di dusun Legundi.

Dengan berjalannya waktu, para santri mulai berdatangan dari penjuru pulau Jawa yang kemudian kesulitan mendapatkan akses menuju pesantren karena letaknya yang terpencil jauh dari jalan raya. Maka, dicarilah solusi untuk hal tersebut dengan membangun lokal Pesantren baru di dusun Klombeyan desa Muntung Kec. Candiroto Temanggung yang lebih mudah dijangkau transportasi dan sarana pengairan yang cukup.

Pada tahun 1992, secara resmi Pondok Pesantren Darul Falach menjalankan roda pendidikannya di lokal baru di dusun Klombeyan tersebut hingga saat ini.

4. Pondok Pesantren Al-Mu'min Muhammadiyah 1 

Lokasi : Desa Purwodadi, Jl. KH. Abdul Rohman No. 1, Kec. Tembarak, Temanggungan, Purwodadi, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56261

Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung berdiri pada tanggal 11 Muharrom 1403 H/ 01 Nopember 1982 M didirikan oleh Muhammadiyah Cabang Tembarak di Desa Purwodadi Kecamatan Tembarak di lereng Gunung Sumbing dengan ketinggian 600 mdpl, 8 Km arah selatan kota Temanggung, Jawa Tengah.

Awal mula berdirinya Pondok Pesantren, berasal dari muwaqif Bapak Rusnanto (Jakarta) dengan luas tanah 600 M2 yang sudah berupa bangunan rumah, hanya saja bangunan tersebut belum layak huni, karena pembangunan baru mencapai 60%, yang terletak di sebelah kiri jalan dari arah Temanggung. Pada awalnyawaqaf bangunan tersebut diserahkan Muhammadiyah Ranting Purwodadi. Karna Muhammadiyah Ranting Purwodadi tidak mampu menerima amanah berupa “lembaga Pondok Pesantren” dengan jenjang pendidikan 6 tahun, akhirnya diserahkan kepada Muhammadiyah Cabang Tembarak.

Sejak awal berdirinya Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung menerapkan kurikulum terpadu (Integrated Curiculum), yakni memadukan kurikulum Pesantren dengan kurikulum Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional.

Melihat perkembangan lulusan santri Madrasah Tsanawiyah, nampaknya dapat diandalkan sebagai calon kader dan tuntutan masyarakat, maka pada tanggal 17 Juli 1986 dilanjutkan dengan membangun Unit Pendidikan Madrasah Aliyah dengan jurusan IPS (A3) periode selanjutnya beralih menjadi jurusan BIOLOGI (A2). Tahun 2004 dibagi menjadi dua jurusan yaitu IPA dan Bahasa yang berkonsentrasi pada Bahasa Arab.

Sebagai sebuah pesantren, Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung menerapkan sistem asrama (Boarding School). Sistem ini berfungsi sebagai pembentukan jiwa santri. Dengan bimbingan dan pengawasan Ustadz/Ustadzah, santri diarahkan untuk mengaplikasikan ilmunya dalam keseharian mereka.

5. PONDOK PESANTREN SUNAN PLUMBON

Lokasi : Krajan, Tembarak, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56261

Pondok Pesantren “Sunan Plumbon” terletak di Desa Krajan Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung. Sebuah Pondok kecil di Negeri Tembakau yang berdiri pada tahun 2001. Romo KH. M Abdul Chakim Cholil S.Ag adalah Muassis serta Pengasuh Pondok Krajan.

Pendidikan

Adapun macam dan bentuk pendidikan yang terapkan Pondok Pesantren SUNAN PLUMBON meliputi sistem Bandongan, sorogan , halaqoh dan lainya
Secara global sistem yang di terapkan ada 2 jenis yang di selanggarakan

a. Pendidikan Non Formal ( kepesantrenan )
1. Mejlis Ta’lim Mingguan ( ba’da Jam’at)
2. Panti Asuhan Yatim dan Dluafa’
3. Pengajian Romadlon Paket 21 Hari
4. Taman Pendidikan Al Qur’an
5. Madrasah Diniyah
6. Pesanten anak-anak Modern
7. Wajar Dikdas
8. Takhosus
Pendidikan Takhosus menerapkan tiga tingkatan yaitu
1. Isti’dadiyah dengan kurikulum dua tahun
2. Ibtida’iyah dengan kurikulum tiga tahun
3. Tsanawiyah dengan kurikulum tiga tahun
4. Aliyah dengan kurikulum tiga tahun

b. Pendidikan Formal

1. Play Group D-BAITO Sunan Plumbon
2. Madrasah Ibtidaiyah Makukuhan Krajan
3. SMP D-BAITO Sunan Plumbon
4. MA D-BAITO Sunan Plumbon

Ekstrakurikuler

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Hadrah
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

5 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Temanggung

Tegal merupakan salah satu kabupaten yang terletak di bagian barat laut provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Pusat administrasinya dulu berada di Kota Tegal yang terletak di sudut barat laut kabupaten ini, tetapi kemudian Kota Tegal secara administratif terpisah dari kabupaten dan membentuk wilayah sendiri. Kemudian digantikan oleh Kota Slawi sebagai pusat adminitrasi Kabupaten Tegal hingga saat ini.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salaf dan Modern Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Tegal Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN RIBATH NURUL HIDAYAH

Lokasi : Bedug, Kec. Pangkah, Tegal, Jawa Tengah 52471

Pondok Pesantren Nurul Hidayah merupakan suatu wadah untuk mencetak generasi muda islami yang bernafaskan ahlussunnah wal jama’ah. Keberadaan Pondok Pesantren Nurul Hidayah tidak terlepas dari penyebaran dakwah islam dan syiar yang dilakukan oleh Habib Soleh bin Ali Alatas, yang mana beliau adalah Pembina Majelis Ta’lim Wa Ratib Nurul Hidayah Desa Bedug Kecamatan Pangkah yang merupakan cabang dari Majelis Ta’lim yang sama di Desa Giren Kecamatan Talang Kabupaten Tegal yang beliau asuh. Kegiatan Majelis Ta’lim Wa Ratib Nurul Hidayah Desa Bedug pada mulanya dilakukan dari rumah ke rumah yang meliputi warga desa bedug dan sekitarnya.

Pada waktu kurun 1 tahun dan atas usulan dari anggota, maka kegiatan yang awalnya dilaksanakan dari rumah ke rumah untuk ditetapkan di suatu tempat dan usulan itupun disetujui dan tempat tersebut adalah bangunan wakaf dari Bapak Kusen (alm). Sejak itu, kegiatan ta’lim dilaksanakan di tempat tersebut hingga sekarang.

Seiring berjalannya waktu dan atas perint ah guru dari Habib Soleh bin Ali Alattas yaitu KH. Maemun Zubaer untuk mendirikan pondok pesantren. Pada waktu itu beliau bersama rekan-rekannya sowan ke mbah Maemun dan akhirnya mendapat perintah tersebut. Perlu diketahui pula bahwa nama nurul hidayah adalah nama yang diberikan oleh gurunya yang mulia addaa’i ilallah al-Habib Umar bin Hafidz. Nama itu diberikan sewaktu habib Soleh belajar di hadramaut, yaman.

Setelah perintah tersebut dikemukakan ke masyarakat desa bedug, ternyata antusias warga sangat mendukung berdirinya pondok pesantren di Desa Bedug dan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Akhirnya pada tanggal 3 Februari 2008 Majelis Ta’lim Wa Ratib Nurul Hidayah Desa Bedug berubah menjadi Pondok Pesantren Nurul Hidayah yang diasuh oleh alhabib Soleh bin Ali bin Hasan Alatas dan berkedudukan di desa bedug kecamatan pangkah kabupaten tegal.

Pada awal berdirinya pondok pesantren nurul hidayah tercatat baru ada 7 santri yang berasal dari desa bedug sendiri dan sekitarnya, kemudian bertambah menjadi 30 santri. Dan sampai saat ini jumlah santri semakin bertambah hingga mencapai 450 santri yang berasal dari berbagai daerah seperti brebes, pemalang, purbalingga dan sekitar kota tegal.

2. PONDOK PESANTREN ATTAUHIDIYYAH CIKURA

Lokasi : Krajan, Cikura, Kec. Bojong, Tegal, Jawa Tengah 52465

Pondok Pesantren Attauhidiyyah yang terletak di Desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Lokasinya yang berada di ketinggian, tepatnya di bawah kaki Gunung Slamet, tak jauh dari kawasan wisata Guci, bertemperatur udara yang cukup dingin. Ponpes Attauhidiyyah Didirikan oleh KH. Armia pada tahun 1880, di desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Desa Cikura yang konon awalnya bernama desa Pemulian, kemudian berubah nama menjadi desa Syukura/ Cikura.

Ponpes didirikan setelah KH. Armia sepulang dari pengembaraannya menuntut ilmu kepada banyak ulama, diantaranya di daerah Kasuben Lebaksiu Tegal, Sumpyuh Banyumas, Cirebon dan terakhir di Mbah Kyai AnawAr Lemah Duwur, seorang ulama kharisma di Kabupaten Tegal. Kemudian beliau bertemu dengan para calon ulama besar, seperti: Kyai Soleh Pekuncen, Kyai Romdon (kakek Nyai Jamilah)| dan Kyai Abu Ubaidah yang kemudian menjadi besannya.

Bermula, KH. Armia mengajarkan ilmunya kepada para pengembala, merekza diajari tentang tatacara shalat dan bacaan Al Qur’an. Pada saat itu belum ada alat tulis. Sistem pembelajarannya masih menggunakan metode menghafal (sorogan), dimana santri menghafal ayat-ayat Al Qur’an, kitab kitab seperti Syafinah, Kifayatul Awam, Sanusiyah dan kitab lainnya.

Pesantren Attauhidiyah berada di dua lokasi, yakni di Giren dengan jumlah santri putra dan putri sebanyak 3000, dan di Cikura sebanyak 400 santri putra putri.

3. PONDOK PESANTREN AHMAD DAHLAN

Lokasi : Harjowinangun, Kec. Balapulang, Tegal, Jawa Tengah 52464

Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan adalah pondok yang mencetak kader - kader berkualitas dengan gaya modern. yang dikenal dengan julukan PPAD, pondok ini sudah banyak terkenal dalam berbagai daerah. Pondok yang bertempatkan di daerah tinggi dengan nuansa yang sangat sejuk sekali sehingga dalam prosesi Kegaiatan belajar mengajar itu lebih nyaman.

PROGRAM EKSTRAKURIKULER

Muhadloroh / latihan penguasaan pidato 3 bahasa, Seni baca Alquran, English Club, Arabic Club, Multimedia Studi Club, Jurnalistik, Robotika, Fotografi, Olahraga Berprestasi ( Badminton, Sepak Bola, Pencak Silat Tapak Suci, Bola Coly, Sepak takraw, Gymnastik) , Seni teater , Paduan Suara dan Drumband.

4. PONDOK PESANTREN TAHFIDZ DAR AL QURAN AL ISLAMI

Lokasi : Jl. Kali Bulu, Lebaksiu Kidul, Winong, Lebaksiu Kidul, Kec. Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah 52461

Pesantren Dar Al-Qur’an Al-Islamy berdiri sejak tahun 1916 M. pendirinya adalah seorang kiai setempat yang bernama K.H.Siraj.
pesantren tersebut ketika didirikan hanya dalam bentuk yang sangat sederhana sekali. Bangunannya tersebut dari kayu jumlah santrinyapun tidak seberapa, hanya beberapa puluh orang saja.

Lokasi pesantren terletak di pinggir perkampungan Desa Lebaksiu.Hampir tidak ada pemisah antara bangunan pondok dengan rumah penduduk, kecuali bangunan untuk tempat putri. Sehingga dengan demikian para santri putra khususnya mudah untuk masuk keluar kampung, tanpa ada tembok pemisah yang menghalanginya.

Di hadapan pesantren terhampar daerah pesawahan yang cukup luas. Di sepanjang jalan di depan pesantren mengalir sebuah sungai yang cukup besar dengan airnya yang jernih dan deras, yang dapat dimanfaatkan oleh para santri dan masyarakat desa untuk mengairi sawah, kolam, untuk mencuci dan lain sebagainya.

EKSTRAKURIKULER

- Tahfidzul Qur’an
- Kajian Kitab kuning
- Tahlil
- Imamah
- Khitobah Muhadlarah (Latihan Pidato/Dakwah)
- Seni Hadroh
- Kursus B. Arab dan B. Inggris
- Ketrampilan Hidup dan Wirausaha
- Pramuka
- PMR
- Paskibra
- Sepakbola
- Marching Band
- Beladiri
- VoliBasket

5. PONDOK PESANTREN AL-QUR'AN ZAENUDDIN

Lokasi : Jl. Raya Pantura Jl. Raya Tegal - Pemalang No.KM.9, Pengasinan, Maribaya, Kec. Kramat, Tegal, Jawa Tengah 52181

Untuk mencetak generasi muslim yang hafal Al Quran, unggul dan berprestasi itulah yayasan “ Zaenuddin” Maribaya Tegal didirikan. Yayasan Zaenudin, yang berdiri di atas tanah seluas 7500 M ²,  adalah Komplek terpadu antara masjid yang berdaya tampung 750 jama’ah dan pondok pesantren dengan kapasitas 400 santri mukim. Yayasan ini berada di Jalan Raya Maribaya, KM 9 Tegal – Pemalang, Kabupaten Tegal, Propinsi Jawa Tengah. Mudah-mudahan yayasan Zaenuddin Maribaya Tegal dapat terus memberikan manfaat untuk kepentingan dan kemaslahatan umat bangsa dan negara.

Hingga saat ini Pondok pesantren AL-QUR'AN ZAENUDDIN memiliki santri kurang lebih 650 keseluruhan, yang berasal dari berbagai daerah.

6. PONDOK PESANTREN HASYIM ASY'ARI

Lokasi : Karang Jati, Karangjati, Kec. Tarub, Tegal, Jawa Tengah 52471

Berdiri pada tahun 2003, Pondok Pesantren Hasyim Asy`Ari beralamat di Jl. Karangjati No. 25, Tarub, Kabupaten Tegal , Propinsi Jawa Tengah. Dengan niat yang tulus dan ikhlas, maka wakif tanah Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Tarub, yaitu H. Kasnudi untuk wakaf tanah di desa Dermasandi  seluas 10.000 M.    Dalam wakaf tersebut wakif menguraikan niat dan cita-citanya mendirikan Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Tarub.

  Saat ini Pimpinan Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Tarub adalah  KH. Huzaini Amir. Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Tarub mulai melakukan misi dan cita-citanya, mengajarkan agama Islam, pendidikan untuk anak-anak fuqara dan tidak mampu serta bercita-cita membangun Pondok Pesantren yang mandiri dan berkarakter.

EKSTRAKURIKULER

Seni baca Al-Qur’an, marawis atau hadrah, baca kitab kuning, pidato, pramuka, komputer, bahasa asing, kaligrafi, silat, basket, voli, sepakbola, marching band.

7. PONDOK PESANTREN MA'HADUT THOLABAH

Lokasi : Jl. Babakan, Babakan, Jatimulya, Kec. Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah 52461

Pondok Pesantren Ma'hadut Thalabah Babakan mulai dirintis sejak tahun 1913 M oleh KH. Mufti bin Salim bin Abdur Rohman, seorang ulama asal Balapulang Kabupaten Tegal. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Mufti yang saat itu masih perjaka menunaikan ibadah Haji dan dipertemukan dengan K. Sulaiman, seorang bekel (Kepala Desa) Desa Jatimulya Kecamatan Lebaksiu. Pertemuan tersebut kemudian mengarahkan KH. Mufti untuk menikahi Hj. Fatimah, putri dari Kyai Sulaiman.

Diawali dengan kegiatan pengajian umum yang diselenggarakan di masjid Jami’ Dukuh Babakan dengan hanya diikuti oleh 12 orang dari lingkungan sekitar. Pada perkembangannya, setelah pengajian berjalan lebih dari 2 tahun, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan bertambah banyak. Hal tersebut memotivasi beliau mulai mengembangkan kegiatan keagamaanya, tepatnya pada tahun 1916 M / 1336 H, dengan membangun sebuah mushola di ujung selatan pedukuhan Babakan.

Saat ini telah terjadi perubahan formasi penanggung jawab pada beberapa lembaga. Namun demikian, KH Mohammad Syafi’i Baedlowi (Penanggung Jawab Pondok Putra), kondisi Ponpes Ma’hadut Tholabah yang ia kelola tetap berkembang pesat.

Sampai saat ini, Ma'hadut Tholabah masih menjadi sentral kegiatan pembelajaran keagamaan di Babakan. Jumlah santri Pondok Pesantren ini mencapai 3.200 orang dan 1200 diantaranya tinggal di komplek pondok, sedangkan sisanya pulang ke rumah ataupun asrama di sekitar pondok.

8. PONDOK PESANTREN DAR AL FARADIS

Lokasi : Harjosari Lor, Adiwerna, Kec. Adiwerna, Tegal, Jawa Tengah 52194

Pondok Pesantren Al-Faradis merupakan sebuah pondok yang didirikan untuk mengasuh dan mendidik anak yatim piatu, anak-anak miskin dan berbagai kalangan masyarakat. Pondok ini berdiri dari wakaf Alm. H. Mahmud yang di percayakan kepada H.Fathi Rozaq. Berada pada tanah seluas 3.550M² , bertempat di dukuh Monggor, Ds. Adiwerna, Kec. Adiwerna, Kab. Tegal.

Beberapa pendiri pondok merupakan alumni pondok Modern Gontor. Para Pendiri mempunyai cita-cita yang luhur, yaitu membantu anak-anak yatim, masyarakat miskin dan mendidik mereka dengan tauhid, syariat dan akhlak Islam.

9. PONDOK PESANTREN DARUL MUJAHADAH TEGAL 

Lokasi : Jl. Pesantren No.1, Bojong, Prupuk Utara, Kec. Margasari, Tegal, Jawa Tengah 52463

Darul Mujahadah merupakan salah satu Pondok Pesantren yang turut mewarnai dunia pendidikan Indonesia. Seluruh potensi dan kemampuan dicurahkan untuk merealisasikan misi tersebut. Darul Mujahadah “berdiri di atas dan untuk semua golongan Islam”. Hal ini semakin dipertegas dengan tidak terlibatnya Pondok Pesantren Darul Mujahadah dalam politik praktis, serta tidak berafiliasi kepada organisasi kemasyarakatan apapun, sehingga dapat secara independen menentukan langkah dan memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam bidang pendidikan dan pengajaran.

Sebagai pondok alumni Darussalam Gontor, Darul Mujahadah menerapkan sistem pendidikan terpadu antara Kurikulum Pondok Modern/KMI Gontor dan Kurikulum Kementrian Agama RI.

Dengan sistem pendidikan berasrama (boarding school) yang terpadu selama 24 jam, proses pembelajaran, disiplin dan prestasi santri dapat dilaksanakan secara maksimal. Pesantren tidak hanya menanamkan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Pesantren tidak hanya mengasah kecerdasan otak dan ketrampilan tangan, tetapi juga kekuatan mental dan kecerdasan spiritual. Dari landasan ini, Darul Mujahadah berusaha keras untuk konsisten menerapkan disiplin berasrama bagi para penghuninya yaitu asrama yang penuh dengan program pendidikan, bukan sekadar sebagai tempat tidur santri.

Dengan sistem asrama, para santri bisa berinteraksi dengan para guru secara lebih efektif dan produktif. Selain itu, santri dapat sepenuhnya terwarnai oleh program-program pendidikan pondok sehingga diharapakan bisa terjaga dari pengaruh kultur yang kurang dan bahkan tidak mengandung nilai-nilai pendidikan. Sistem asrama juga mendidik santri dalam hal kemandirian, kepemimpinan, persaudaraan, dan kemampuan bersosialisasi dengan teman-temannya yang memiliki latar belakang budaya dan suku yang beraneka ragam.

10. PONDOK PESANTREN MODERN DAARU ULIL ALBAAB 

Lokasi : Jl. Raya Kedungkelor Warureja, Kedungkesambi, Kedungkelor, Kec. Warureja, Tegal, Jawa Tengah 52183


PONDOK Pesantren Daaru Ulil Albaab berada di pinggir jalur pantai utara Jawa (Pantura), tepatnya di Desa Kedungkelor, Tegal itu didirikan oleh para alumnis Pondok Modern Gontor yang tergabung dalam IKPM.
Kendati usia pondok tersebut masih sangat muda, tidak kalah menarik untuk diperhatikan. Terutama sistem pendidikannya yang diramu secara modern. Dengan demikian, para santrinya tidak ketinggalan menekuni pelajaran umum dan piawai dalam soal-soal agama.
Pimpinan Pondok dan Ketua Yayasan Daaru Ulil Albaab Drs H Syamsul Falah SH MHum. 

Pondok pesantren yang beralamat di Jl. Raya Kedungkelor Warureja, Kedungkelor, Warureja, Tegal, Jawa Tengah 52183. orientasi orang tua pada umumnya menyekolahkan anaknya pada lembaga pendidikan yang memberikan pelajaran umum saja tetapi mengabaikan ajaran-ajaran agama, dan lembaga pendidikan lain yang hanya mengajarkan pelajaran agama.

Pondok Pesantren Daaru Ulil Albaab membuka pendidikan dengan jenjang SLTP dan SMU serta pendidikan Tarbiyatul Mualimin Al-Islamiyah (TMI) enam tahun. Pembinaan dan asuhan pondok berlangsung 24 jam. Untuk itu para siswa dan santri harus mondok/diasramakan, sehingga menempuh pendidikan maksimal dengan kesimpulan bahwa pondok pesantren modern Darul ulil albab ini memiliki dua program pendidikan yaitu program pendidikan yang pertama TMI (merupakan program pendidikan yang setara dengan pendidikan umum yaitu SMP dan SMA namun kelebihan program ini, santri – santrinya mendapatkan pendidikan agama) dan program pendidikan yang kedua adalah Tahfidzul Qur’an (Program khusus untuk menghafal al – qur’an).

11. PONDOK PESANTREN  ATTAUHIDIYYAH

Lokasi : Karangsari, Kaligayam, Kec. Talang, Tegal, Jawa Tengah 52193

Pondok pesanten At-Tauhidiyyah Giren Talang Tegal / Cikura Bojong Tegal adalah pondok pesantren salaf yang terkenal dan tertua di kabupaten Tegal dan nusantara yang terletak di dukuh Giren desa Kaligayam kecamatan Talang Tegal / Cikura kecamatan Bojong Kabupaten Tegal .

Bagi masyarakat Tegal dan sekitarnya nama pondok pesantren ini tidak asing lagi yang dari masa ke masa di asuh KH. Abu Ubaidah bin Kyai Syaikhon pengasuh Giren (1936). Kemudian KH. Abu Ubaidah mempunyai putri dan di ningkahkan dengan KH. Said bin Armiya.

KH. Said bin Armiya adalah putra dari Kyai Arimya Sama-sama ulama’ juga wali min Auliyaillah. Perningkahan KH Said bin Armiya dengan Putri dari KH Abu Ubaidah di karuniai seorang Putra yaitu Kyai Mustofa.

Setelah istrinya Wafat (Putri Kyai Ubaidah) KH Said bin Armiya meningkah lagi dengan Nyai Jamilah, sama-sama putri dari ulama’ Tegal dan di karuniai dua putra yaitu KH . Ahmad Saidi bin Said dan KH. Chasani bin Said

KH. Said bin KH. Armiya adalah seorang ulama dan waliyullah yang wafat pada tanggal 20 Rajab tahun1395 H atau sekitar tahun 1974 M dan dimakamkan tak jauh dari Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Giren, Talang, Tegal.

Hingga saat ini santri yang mondok di sini mencapai ribuan dari berbagai daerah di jawa tengah.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Kabupaten Tegal Jawa Tengah.

11 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Tegal Jawa Tengah

Sukoharjo adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Pusat pemerintahan berada di Sukoharjo, sekitar 10 km sebelah selatan Kota Surakarta.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN AL UKHUWAH SUKOHARJO

Lokasi : Mranggen RT. 03 / RW. 03, Joho, Sukoharjo, Sawah, Joho, Kec. Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57513

Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Al Ukhuwah Sukoharjo sejak tahun 2002 di atas tanah wakaf yang berlokasi di Joho Sukoharjo dan dibangun dengan bantuan dari Idaaroh Al Masaajid wal Masyaari’il Khoiriyyah, Saudi Arabia.

Tahap pertama terdiri atas sebuah masjid, dua lokal kantor, enam lokal kelas dan lima lokal asrama beserta sarana & prasarananya. Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo mengawali program kegiatannya dengan menyelenggarakan program Raudhatul Athfal, Madrasah Salafiyah Ula (SD) dan I’dad Du’at (Kaderisasi Da’i) serta I’dad Muhafizhah (Penghafal Al Quran Untuk Putri) Pada tahap berikutnya, Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo menyelenggarakan program lanjutan Madrasah Salafiyah Wustha (SLTP) kemudian Madrasah ‘Aliyah (MA) ditambah program khusus Takhasus Bahasa Arab. Pada tahun pelajaran 2014-2015 telah dibuka Pondok Pesantren Al Ukhuwah 2 yang berlokasi di Sugihan Bendosari Sukoharjo untuk pengembangan program Takhasus Bahasa Arab dan program baru I’dad Muhafizhin (Penghafal Al Quran – Putra) Bersamaan dengan itu, Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo juga mengembangkan program Madrasah Salafiyah Ula (SD)  dan I’dad Muhafizhat dengan membangun gedung terpisah

Program Pendidikan Pondok Pesantren Raudhatul Athfal, non asrama Madrasah Salafiyah Ula, setingkat SD Madrasah Salafiyah Wustha, setingkat SLTP Takhasus Bahasa Arab, khusus bagi lulusan SLTP umum yang ingin melanjutkan ke Madrasah Aliyah Al Ukhuwah Sukoharjo Madrasah Aliyah, setingkat SLTA I’dad Du’at, kaderisasi da’i I’dad Muhafizhin & I’dad Muhafizhat, kaderisasi guru tahfizh Al Quran.

2. PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM 

Lokasi : Kartasura, Jalan Garuda Mas, Pabelan, Sukoharjo - Surakarta, Mendungan, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57102

Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, biasa disingkat dengan PPMI Assalaam adalah lembaga pendidikan Islam swasta yang didirikan oleh Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta (MPI) yang didirikan oleh H. Abdullah Marzuki dan Hj. Siti Aminah Abdullah.

PPMI Assalaam berdiri pada tanggal 17 Syawal 1402 H bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1982 M, berlokasi di Jalan Yosodipuro No. 56 Punggawan Surakarta menempati tanah seluas 2.845 m, wakaf dari keluarga H. Abdullah Marzuki dan Hj. Siti Aminah Abdullah, pemilik percetakan PT. Tiga Serangkai Solo.

Sebelum PPMI Assalaam berdiri kegiatan pendidikan yang dilakukan adalah kegiatan Madrasah Diniyyah Awaliyah (MDA), kemudian atas tuntutan masyarakat YMPI mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan sistem asrama yang merupakan cikal bakal berdirinya Pondok Modern yang waktu itu diberi nama Pondok Pesantren Punggawan, meminjam nama desa dimana kegiatan pendidikan dipusatkan.

Pada tanggal 20 Juli 1985 nama Assalaam secara resmi digunakan, serta sekaligus menandai awal mula digunakannya kampus baru di desa Pabelan Kartasura Sukoharjo di atas areal tanah wakaf seluas 5,6 Ha dari keluarga H. Abdullah Marzuki (alm) dan Hj. Siti Aminah Abdullah.Bangunan yang terdapat pada saat itu terdiri dari ruang kelas, gedung olah raga (GOR), asrama santri, perumahan guru dan pengasuh, dapur dll. Bersamaan dengan itu pula didirikan Madrasah Aliyah (MA) sebagai kelanjutan dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assalaam, serta sebagai jawaban dari tuntutan masyarakat terhadap PPMI Assalaam.

Pada tahun 1986/1987 didirikan Madrasah Takhasush sebuah kelas persiapan untuk calon santri yang akan melanjutkan ke MA Assalaam yang berasal dari SLTP umum di luar Assalaam. Pada tahun 1988/1989 didirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Assalaam dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengikuti perkembangan pendidikan yang terjadi di luar Assalaam. Memasuki tahun pelajaran 2005/2006, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di idirikan. yang mengambil program keahlian Komputer dan Jaringan dan Persiapan Grafika. SMK bermaksud untuk mencetak tenaga profesional dengan tetap berwawasan pada nilai-nilai Keislaman.

3. PONDOK PESANTREN MODERN IMAM SYUHODO

Lokasi : Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 154, Wonorejo, Polokarto, Blimbing, Wonorejo, Kec. Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57555

Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo (selanjutnya di singkat PPMIS) adalah salah satu pesantren dengan system pendidikan modern yang didirikan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Blimbing daerah Sukoharjo pada tahun 1994. Dengan No. SK. PCM : 194/SK.PC/I.A/1.a/1994. Pesantren ini terletak di desa Wonorejo, kecamatan Polokarto, kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

PPMIS ini berdiri, berangkat dari semangat mencetak kader persyarikatan Muhammadiyah khususnya dan kader islam pada umumnya dengan harapan mampu ikut berperan dalam mencerdaskan bangsa melalui amal usaha pendidikan dengan system pesantren.

Dengan sistem pendidikan pesantren modern yang kami kembangkan besar harapan PPMIS mampu menjadi secercah cahaya yang akhirnya menjadi solusi problematika umat pada saat ini dan masa yang akan datang.

Seiring berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat kepada pesantren ini menggerakkan mereka ikut andil besar dalam suksesnya pengembangan pesantren baik fisik bangunan hingga wakaf tanah yang diserahkan ke pesantren ini. Yang lebih menggembirakan bagi kami adalah semakin besarnya minat masyarakat untuk mempercayakan putra – putrinya menuntut ilmu di pesantren ini.

4. PONDOK PESANTREN AL MUKMIN

Lokasi : Jalan Ngruki, Cemani, Ngruki, Cemani, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57552

Berdirinya Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin bermula dari adanya kegiatan pengajian selepas zuhur di masjid Agung Surakarta. Selanjutnya para da’i dan mubaligh mengembangkan bentuk pengajian tersebut dengan mendirikan Madrasah Diniyah di jalan Gading Kidul 72 A Solo.  Perkembangan Madrasah ini cukup pesat karena diantaranya didukung oleh media massa yaitu Radio Dakwah Islam (RADIS) Surakarta pada saat itu. Dinamika madrasah yang menggembirakan tersebut, selanjutnya mengilhami para mubaligh untuk menggagas dengan mengasramakan para santri ke dalam sebuah wadah berbentuk lembaga pendidikan pondok pesantren.



Realitas sosial masyarakat Solo pasca tahun 1965 dan timbulnya berbagai ancaman yang dianggap membahayakan eksistensi Islam serta umatnya pada waktu itu, semakin memotivasi semangat para mubaligh se-Surakarta untuk bersegera mewujudkan pendidikan pondok pesantren. Hal ini juga didasarkan pada perspektif dan pertimbangan sejarah bahwa pesantren pada zaman dahulu telah memiliki andil dan peran yang sangat besar dalam membela, memperjuangkan, dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.



Akhirnya, pada tanggal 10 Maret 1972 berdirilah Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin di jalan Gading Kidul No 72 A Solo, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam dan Asuhan Yatim Al-Mukmin (YPIA)  dengan akte Notaris No. 130 b 1967.



Pada waktu itu jumlah santri yang diasramakan sebanyak 30 santri termasuk didalamnya 10 santri dari Asuhan YPIA.  Adapun para perintis dan pendirinya adalah Ustadz Abdullah Sungkar, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Ustadz Abdullah Baraja’, Ustadz Yoyok Rosywadi, Ustadz H. Abdul Qohar Daeng Matase dan Ustadz Hasan Basri, BA serta para pendukung yang lain.



Mengingat perkembangan santri yang sangat pesat dengan sarana dan prasarana yang masih terbatas, maka dua tahun berikutnya yaitu tahun 1974 pengurus Yayasan Pendidikan dan Asuhan Yatim/Miskin Al-Mukmin (YPIA)  memindahkan lokasi madrasah ke dukuh Ngruki kelurahan Cemani kecamatan Grogol kabupaten Sukoharjo, dengan menempati tanah wakaf milik KH. Abu Amar.  Sejak saat itulah Pesantren ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki-Surakarta/Solo.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah.

4 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar di Sukoharjo

Sragen merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya terletak di Sragen.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salafiyah maupun Modern Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Sragen Jawa Tengah :

1. Pondok Pesantren Walisongo Sragen

Lokasi : Kampung Sungkul, RT.12/RW.4, Plumbungan, Karang Malang, Sungkul, Plumbungan, Kec. Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57222

Pondok pesantren Walisongo Sragen, adalah suatu pondok terbesar di Sragen. Ponpes Walisongo Sragen dibawah asuhan Abah KH Ma’ruf Islamuddin, ini bertempat di Sungkul, Plumbungan, Karangmalang, Sragen. Ponpes yang bisa disebut ponpes yang bertempat di tempat strategis ini, telah memiliki sekitar 700 santri putra maupun putri. Dengan lokasi di central kota Sragen tugu adipuro ke selatan sekitar 500 m. Terdapat plat besar bertuliskan “Pondok Pesantren Walisongo Sragen”.

Pendidikan dalam pondok pesantren walisongo sragen mulai dari, KB-TK, SDI Walisongo, SMP Walisongo, SMA Walisongo, dan Mu’allimin Walisongo.
Tidak hanya ponpes berbasis salafiyyah dengan nahwu sorof, ’imrithi, maupun fiqihnya. Pondok pesantren ini juga memiliki sejumlah program unggulan lain.

PENDIDIKAN

Pondok pesantren ini juga merupakan pesantren yang masih mempertahankan pengajaran kitab-kitab Islam klasik, meskipun di daerah Babakan itu sendiri telah banyak berdiri pondok pesantren lain. Akan tetapi santrinya tidak kalah banyak dengan pondok pesantren yang ada di sekitarnya. Selain itu, pondok ini juga memiliki program bagi masyarakat sekitar yaitu Majlis Ta’lim sabtunan (bapak-bapak), selasanan (ibu-ibu) dan sebagainya.

EKSTRAKURIKULER

-. Keorganisasian dan ASWAJA
- Kelompok study mapel    Olah raga
- Pramuka   
- Out bound   
- Seni baca Qur'an ( qiroat )   
- Seni islami ( rebana )   
- Pengajian Kitab kuning ala pesantren

2. PONDOK PESANTREN AN NUR SRAGEN

Lokasi : Jl. Perintis Kemerdekaan, RT.21/RW.07, Dusun Kebayanan Sragen Manggis, Sragen Wetan, Kec. Sragen, Ndok, Jawa Tengah 57214

Pondok Pesantren An-Nur Sragen adalah pilihan yang tepat. Pondok Pesantren ini memberikan pengajaran Quran Hadist sekaligus memberikan kesempatan bagi para santrinya untuk melanjutkan pendidikan umum di SMP, SMU dan SMK.

Pondok Pesantren An-Nur Sragen merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Quran dan Al-Hadist di bawah pengelolaan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Lokasinya sangat strategis, yaitu masuk 50 meter dari Jl. Raya Karanganyar-Sragen tepat di sebelah RSUD Sragen Kota. Atau perjalanan 5 (lima) menit (2,6 KM) dari Stasiun Sragen Jalan Salak.

Pondok Pesantren yang mulai beroperasi tahun 1998 ini hingga saat ini telah meluluskan 600 (enam ratus) orang mubaligh dan mubalighot. Saat ini Ponpes An Nur menampung sebanyak 150 orang santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ponpes yang dipimpin oleh Drs. H. Mungin MM dan diasuh oleh 15 orang guru ini memiliki fasilitas Masjid, Aula, Kantor Pondok, Ruang tamu, asrama santri putra terdiri 3 kamar dan asrama santri putri terdiri dari 7 kamar. Ketua dewan guru adalah H. Anas Nasrulloh.

3. PONDOK PESANTREN DARUL IHSAN MUHAMMADIYAH

Lokasi : Pringan, RT.01/RW.01, Karang Tengah, Dusun I, Karang Tengah, Kec. Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57216

Pondok Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen merupakan salah satu sekolah swasta yang  berbasis pesantren modern atau dalam istilah sekarang dikenal dengan model Pendidikan Boarding School.  Model Pendidikan Pesantren  menjadi pilihan yang sangat tepat untuk memenuhi tujuan pendidikan Nasional yaitu membentuk manusia Indonesia yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan berlandaskan pada ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Disamping  itu, visi dari Pondok Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen yang telah disepakati bersama, yakni terbentuknya kader Muhammadiyah yang islami, berpestasi dan  terampil, akan semakin mudah terwujud. Hal ini bisa dipahami karena dalam dunia pesantren telah dilaksanakan pendidikan yang terpadu yaitu antara pendidikan agama dan pendidikan umum yang menyatu dalam keselarasan selama 24 jam.

Selain untuk memenuhi tujuan dasar pendidikan diatas, bentuk Boading School dengan menegemen yang tepat, akan sangat membantu permasalahan bangsa yakni rusaknya moral dan karakter para generasi muda yang merupakan tulang punggung bagi estafet kepemimpinan bangsa ini. Rusaknya moral dan hilangnya karakter khas dari bangsa Indonesia, membutuhkan perhatian khusus salah satunya dengan pendampingan yang terpadu dalam pendidikan yang menyatukan pendidikan umum dan agama dalam satu wadah, dalam porsi yang seimbang.

4. PESANTREN BAITUL QURAN SRAGEN

Lokasi : Jl. Jambeyan, Garut 1, Dawung, Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57293

Pesantren Baitul Qur’an berdiri pada tahun 2010 dengan jumlah santri 10 orang dan hanya menyelenggarakan pendidikan tahfizh dan kepesantrenan saja. Kemudian, pada tahun 2011 yayasan menyepakati pendirian lembaga formal SMP Baitul Qur’an Boarding School (SMP BQBS). Lalu pada tahun 2012 yayasan mendirikan Sekolah Dasar Islam Terpadu Baitul Qur’an (SDIT BQ).

Dalam perkembangannya, SMP BQBS mengalami kemajuan cukup signifikan. Presatasi demi prestasi dapat diraih dengan gemilang hampir di semua bidang, seperti akademik, tahfizh, tilawah, olah raga, dan kesenian. Jumlah santri yang khatam 30 juz terus bertambah setiap tahunnya. Dampaknya, animo masyarakat dan jumlah pendaftar semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dengan visi “mencetak generasi qur’ani, mandiri, dan berprestasi” yayasan bertekad untuk terus mengembangkan kualitas dan kuantitas kelembagaan. Untuk itu, pada tahun 2015 didirikanlah SMA Science Plus Baitul Qur’an Borading School (SMA SP BQBS).

Profesionalisme pelayanan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Untuk mewujudkan hal itu, dibentuklah lembaga-lembaga non formal untuk mengawal berjalannya program unggulan. Yaitu: Lembaga Tahfizh dan Ilmu Syariah Baitul Qur’an (LTIS BQ), Lembaga Bahasa Baitul Qur’an (LBBQ), dan Lembaga Keasramaan Baitul Qur’an (LKBQ).

Kini, Baitul Qur’an telah menampung sebanyak 1140 santri dari jenjang SD hingga SMA, dan terus mengembangkan diri dengan program-program sosial. Untuk itu Yayasan membentuk satu badan sosial yang diberi nama Direktorat Sosial dan Dakwah. Fungsi direktorat ini adalah menjembatani komunikasi Pesantren dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

5. PONDOK PESANTREN IBNU ABBAS AS SALAFY

Lokasi : Beku, Dusun 2, Kliwonan, Kec. Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57282

Pada bulan juli tahun 2002 dimulailah pembelajaran di masjid Beku Kliwonan Masaran Sragen. Dengan bentuk pembelajaran yang berbasis masjid ini diharapkan mampu untuk mencetak penuntut ilmu yang mumpuni dalam ilmu maupun amal. Peserta didik mendapat asupan ilmu agama sesuai jadwal kajian yang masih menyisakan kesempatan untuk mencari penghidupan di luar jam pelajaran. Namun di sini lain, peserta didik tidak mempunyai ikatan kuat sebagai santri tetap karena kebanyakan mereka hanya bertahan beberapa waktu dan setelah itu meninggalkan pembelajaran dengan alasan bervariasi dan tidak kembali lagi. Pada akhirnya hanya beberapa peserta didik yang bertahan. Dengan pengalaman semacam ini, terbetik niat untuk membuat sebuah lembaga pendidikan yang benar-benar mempunyai ‘peserta didik tetap’ dan berkesinambungan. Maka pada tahun 2005 mulailah dibangun di lokasi yang sekarang ini, madrasah salafiyah wustho.

Peminat untuk madrasah ini pada awal mula terbilang cukup banyak. Walaupun sebagaian santri belum mempunyai ijazah setingkat sekolah dasar. Namun diusahakan untuk segera mengikuti ujian program paket kesetaraan tingkat sekolah dasar. Sehingga ketika resmi tahun 2006 mendapat izin kemenag untuk menyelenggarakan pesantren sekaligus madrasah salafiyah wustho setingkat SMP. Mulai saat itulah perkembangan jumlah santri sekaligus sarana fisik juga SDM mulai berkembang pesat. Peminatnya dari tahun ke tahun semakin banyak. Jumlah guru pun ditambah dan beberapa karyawan pesantren pun diangkat untuk menunjang kebutuhan harian santri. Mulai dari tukang masak hingga petugas sarana dan prasarana.

Pada awal tahun 2009 mulai dipikirkan dan diusahakan untuk memberikan wadah bagi lulusan madrasah salafiyah wustho yang tentunya tidak mungkin semuanya akan melanjutkan ke luar pesantren. Dan memang kebanyakan masih melanjutkan di pesantren hingga 6 tahun. Maka pada tahun itu juga mulai diusahakan ijin operasional untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Ibnu Abbas As Salafy di lingkungan pesantren. Dan akhirnya pada bulan mei tahun 2009 turunlah izin resmi penyelenggaraan madrasah aliyah.

Bersamaan dengan berdirinya madrasah salafiyah wustho, program tahfizhul quran selalu mengiringi setiap derap langkah pesantren. Karena program ini berlangsung pada pagi dan sore hari di luar kegiatan dan jam belajar reguler pagi hari. Pada mulanya pengampu untuk hafalan qur’an hanya satu orang namun seiring dengan perkembangan jumlah santri, bertambah pula jumlah pengampu hafalan tetap, yang tentunya mereka adalah hafizh-hafizh quran yang berpengalaman.

Program I’dad Lughowi dan I’dad Du’at merupakan lanjutan dari pembelajaran masjid yang ketika berpindah lokasi ke lokasi pesantren sekarang masih mempunyai beberapa peminat. Merekapun masih mendapatkan pelajaran yang sama sebagaimana ketika di masjid dulu. Sekaligus dibina untuk membantu berbagai kegiatan madrasah salafiyah wustho dan madrasah aliyah baik di dalam kelas maupun di luar jam pelajaran kelas. Program ini ditiadakan pada tahun 2011 disebabkan kurangnya peminat. Akhirnya pesantren fokus pada madrasah salafiyah wustho dan madrasah aliyah yang dipadu dengan tahfizul qur’an sebagai program unggulannya.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Kabupaten Sragen Jawa Tengah.

5 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Sragen Jawa Tengah

Semarang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Kota Ungaran Sekaligus Semarang menjadi Ibukota provinsi Jawa Tengah.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salafiyah maupun Modern Terbesar dan Terkenal di Kabupaten/Kota Semarang Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN MODERN DARUL HUSNA

Lokasi : JL Mangunharjo, RT 002/04, Mangunharjo, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50272

Pondok Pesantren Modern Darul Husna adalah salah satu pondok pesantren yang terletak di Jalan Mangunharjo, RT 002/04, Mangunharjo Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Pondok Pesantren Modern Darul Husna adalah salah satu pondok modern yang memiliki jenjang pendidikan formal juga, salah satunya adalah untuk pendidikan di jenjang SD, SMP, SMA ada di Pondok Pesantren Modern Darul Husna ini. Sehingga ilmu yang akan di dapat oleh santri selain ilmu akhirat juga ilmu dunia.

2. PONDOK PESANTREN ADDAINURIYAH 2

Lokasi : Jl. Sendang Utara No.38, Gemah, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50191

Pondok Pesantren Addainuriyah 2 bermula dari pengajian Jum'at yang bertempat di serambi rumah Pengasuh (1980). Materi kajian saat itu masih terbatas pada tafsir Al-Qur'an disertai dengan Tanya jawab. Semakin hari jamaah pengajian terus bertambah setelah melalui berbagai pertimbangan majelis ta'lim ini dipindah pada malam Senin (berlangsung hingga sekarang). Kajian kitabpun mulai ditambah, yaitu kajian tasawuf (Kitab Syarah Hikam) dan kajian fiqh (kitab Fatkhul Mu'in). Perkembangan pengajian-bertambah timbul gagasan untuk mendirikan pondok pesantren. Hingga pada tahun 1989 pembangunan tahap I pun dilaksanakan. Pembangunan dilanjutkan sampai tahap IV. Sampai sekarang PP Addainuriyah-2 memiliki 3 lokal gedung berlantai 4.

Selain menjadi pengasuh PP Addainuriyah-2 Semarang, Drs. KH. Dzikron Abdullah juga menjabat sebagai ketua Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Almu'tabaroh Annahdiiyyah Idaroh Wustho (Jawa Tengah) dan menjadi dosen Senior IAIN Walisongo Semarang.

3. PONDOK PESANTREN AL HIKMAH

Lokasi : Jl. Pesantren No.3, Pedurungan Lor, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50192

Pondok pesantren Al-Hikmah didirikan pada tahun 2002 oleh para tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah. Kiprah Al-Hikmah di bidang agama diwujudkan dalam unit pendidikan di antaranya Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah (MD), Madrasah Tsanawiyah (MTs.), dan Madrasah Aliyah (MA), serta di bidang sosial dan kemasyarakatan.

Pondok Pesantren “Al-Hikmah” Karave didirikan atas inisiasi tokoh agama yang diwakili oleh Ust. Zainal Ngabidin, A.Ma. (Alm.) dan tokoh masyarakat desa Karave, Kab. Mamuju Utara pada pertengahan tahun 2002. Pada awalnya, Pondok Pesantren “Al-Hikmah” Karave hanya membuka jenjang pendidikan MTs. (Madrasah Tsnawiyah) atau setara SMP dan menerima peserta didik angkatan pertama pada tahun ajaran 2002/2003. Kemudian, pada tahun ajaran 2006/2007 Yayasan Pesantren ini mulai membuka jenjang pendidikan MA. (Madrasah Aliyah) atau setara SMA.

Pondok Pesantren Al-Hikmah menggunakan dua macam kurikulum, yakni (a) Satuan Pendidikan formal menggunakan kurikulum nasional yang dirancang oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI; dan (b) Kegiatan kepesantrenan menggunakan kurikulum mandiri yang disusun berdasarkan asas-asas kepesantrenan dengan mempertimbangan aspek lokal.

4. PONDOK PESANTREN ASSHODIQIYAH SEMARANG

Lokasi : Jl. Sawah Besar Timur No.99, RT.09/RW.02, Kaligawe, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50164

Pesantren Asshodiqiyyah terletak diatas tanah Hak Milik seluas kurang lebih 2,9 Ha telah berdiri sebuah Masjid (Al Mabrur), Pondok Pesantren Putra dan Putri, Gedung SMK, Gedung SMP IT, SD IT dan Gedung yang sedang dibangun akan diperuntukkan Aula, BMT dan KOPONTREN  serta Insya Allah ke depannya nanti akan di bangun Perguruan Tinggi (Kebidanan dan Keperawatan).
Yayasan Asshodiqiyyah didirikan dengan Akte Notaris No. 10 Tgl. 14 September 1998. Diketuai oleh seorang Kyai yang kharismatik yaitu KH. Shodiq Hamzah  yang selama ini melaksanakan Bimbingan Haji KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) dan Umroh dengan jama’ah sekitar 500 orang setiap musim haji.

 EKSTRAKURIKULER

1. Latihan Khitobah
2. Jam’iyaAl barjanzi,
3. Seni Kaligrafi
4. Seni Hadroh dan Rebana
5. Kursus Komputer
6. Kajian Kitab
7. Bela diri
8. Olah raga
9. Seni baca Alquran
10. Administrasi.
11. Pengajian Al quran ( Bin Nadzor )
12. Tahfidzul Quran ( Hafalan Al quran )
13. Pengajian dan Sorogan kitabTakror ( belajar bersama )
14. Bahtsul Masail
15. Pengajian mingguan
16. Ziarah Wali-wali
17. lstighosah

5. PONDOK PESANTREN LUHUR WAHID HASYIM 

Lokasi : Jl. Menoreh Tengah II No.14, Sampangan, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50236

Latar belakang pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim PPLWH sangat terkait dengan sejarah  perkembangan Universitas Wahid Hasyim. Sejak  pendirian kampus pada tahun 2000, Universitas Wahid Hasyim telah mulai merintis pesantren mahasiswa (Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim) ini meski dalam bentuk sederhana. Sehingga pada tanggal 10 Oktober 2000, beberapa bulan setelah Universitas Wahid HaSyim Semarang berdiri. Awalnya, pesantren masih berupa rumah tinggal yang dikontrak oleh Universitas Wahid Hasyim untuk tinggal menetap dan mengaji para santri. Dengan kondisi tesebut, maka sisitem pendidikan dan kepengasuhan belum berjalan optimal disamping daya tampung PPLWH masih sangat terbatas. Universitas pada akhirnya memutuskan baru menerima santri putra untuk menetap.

 Seiring perkembangan dan usia kampus Universitas Wahid Hasyim, rumah tinggal dan tanah tempat PPLWH berada akhirnya dibeli dan menjadi milik Universitas Wahid Hasyim dengan  kapasitas ruang dan kondisi bangunan yang kurang refresentatif berdinding kayu dan berlantai semen serta karena faktor usia, PPLWH saat ini hanya menampung 25 santri putra, bangunan yang ada berisi enam kamar tidur santri, satu ruang kantor, satu ruang tamu yang menjadi ruang mengaji, ruang dapur dan dua ruang kamar mandi. penataan dan perbaikan kemudian terus dilakukan baik fisik maupun sistem pendidikannya. pada tahun keempat, pemikiran dan tekad untuk memformulasikan format PPLWH yang ideal semaikin mengental. Pada akhirnya universitas merasa sangat mendesak untuk dilakukan pembangunan Pondok Pesantren Luhur Wahid  Hasyim. Alasannya, dengan bangunan fisik yang ideal, maka sistem pendidikan pesantren serta optimalisasi fungsinya akan lebih bisa dilakukan secara maksimal. Dan juga diperkuat oleh tuntutan karena orang tua mahasiswa yang mengaku lebih merasa tentram bila putranya bisa kuliah dan tinggal di pesantren. 

Seiring dengan perkembangannya, Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semarang sudah mempunyai bangunan tiga lantai yang ditempati oleh santri putra. Sementara santri putri yang dulunya menempati bangunan dibelakang Rektorat, kini bertempat di rusunawa (Rumah susun mahasiswa) tiga lantai sebelah barat kampus dua Universitas Wahid Hasyim Semarang.

6. PONDOK PESANTREN SALAFIYYAH AL MUNAWIR

Lokasi : Jalan KH Munawir 13, Jl. Gemah Raya, Pedurungan Lor, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50192


Pondok  Pesantren  Salafiyyah  Al  Munawir  merupakan pondok  pesantren  yang  cukup  besar  di  kota  Semarang  dengan menempati tanah wakaf seluas 1.500 m2. Pondok ini terletak di kelurahan   Gemah   kecamatan   Pedurungan,   kota   Semarang. Tepatnya  di  Jalan  KH.  Munawir  13  Gemah,  Pedurungan  kota Semarang  50191,  Jawa  Tengah  dengan  nomor  telpon  (024) 6714638.

Pada mulanya pondok pesantren ini belum diberi nama secara pasti, tetapi masyarakat menamainya Pondok Pesantren Salafiyyah   Al Munawir.   Kata   Al   Munawir   diambil   dari pendirinya,  yaitu  K.  H.  Abdullah  Munawir,  sementara  kata Salafiyyah  adalah  sistem  pendidikannya  yang  menganut  kaum salaf (ulama’ terdahulu/tradisional), yaitu mengkaji kitab-kitab kuning   yang   disusun   ulama   terdahulu. 

Akhirnya   pondok pesantren   ini   dinamakan   Pondok   Pesantren   Salafiyyah   Al Munawir hingga kini.Pondok pesantren Salafiyyah Al Munawir berkembang pesat  semenjak  dipimpin  oleh  K.  H.  Abdush  Shomad  karena beliau  adalah  sosok  pribadi  yang  penuh  semangat,  berdedikasi tinggi  dan  berloyalitas  tinggi  yang  dilandasi  dengan  keimanan yang   kuat.   Pada   masa   kepemimpinan   beliau   pula   pondok pesantren   Salafiyyah   Al   Munawir   terdaftar   dalam   buku Departemen  Agama  RI,  yaitu  dalam  buku Nama  dan  Data Potensi  Pesantren  Seluruh  Indonesia nomor  2533/Prop.8/Kab.8/1972.

EKSTRAKURIKULER

1. Tahfidz al-Qur’an
2. Salat Dhuha Berjemaah
3. Pengajian Kitab Kuning
4. Musyawarah Ma’hadiyah
5. Bahtsul Ma’sail
6. Diskusi Ilmiah
7. Hadrah/Rebana
8. Pengembangan Berbagai Olahraga
9. Keterampilan Wirausaha
10. Ziarah
11. Kaligrafi
12. Bahasa Asing Arab dan Inggris
13. Latihan berpidato

7. PONDOK PESANTREN ASKHABUL KAHFI

Lokasi : Jl. Raya Cangkiran-Gunungpati, Polaman, Kec. Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah 50216

Pondok Pesantren Askhabul Kahfi juga merupakan pondok pesantren salaf (salafiyah/klasik) dan terpadu dengan moderen di kota semarang terletak di jalan cangkiran-gunungpati km.3 kelurahan polaman, kecamatan mijen, kota semarang, jawa tengah, indonesia merupakan lembaga yang mendidik kader-kader umat dalam sebuah miniatur dunia yang dibangun atas dasar nilai Iman, islam dan ikhsan. Saat ini (±) 3.000 santri secara keseluruhan baik putra maupun putri berasal dari berbagai daerah/kota di Indonesia baik Jawa maupun luar jawa. Meskipun dalam satu lokasi, namun dengan lokal terpisah antara asrama putra dan asrama putri.

Sejak Berdiri pada tahun 2009, Pondok pesantren askhabul kahfi terus menerus berupaya melakukan inovasi baik pendidikan, budaya dan ekonomi serta meningkatkan sarana dan prasaran untuk mengimbangi pelaksanaan pembelajaran guna mencetak generasi umat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berpendidikan dan berpengetahuan luas tidak mengenal dikotomi keilmuan serta selalu berupaya memperjuangkan agama islam sesuai dengan kemampuan yang berdasarkan pada Al Qur’an dan hadist, sehingga menjadi investasi berharga bagi bangsa negara dan agama demi menggapai ridlo Allah SWT.

8. PONDOK PESANTREN BUGEN AL-ITQON

Lokasi : Jl. Kyai H. Abdurrosyid, Tlogosari Wetan, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50196

Pondok pesantren ini berada di desa Bugen kelurahan Tlogosari Wetan Pedurungan Semarang. Perlu diketahui bahwa, sejarah keberadaan Pondok Pesantren ini sangat terkait erat dengan sejarah desa Bugen. Dalam sejarahnya, keadaan sosial dan kesadaran beragama masyarakat Bugen waktu itu sangat memprihatinkan. Sulit sekali menemukan orang yang mengenal Islam terlebih menjalankan syari'atnya. Kira-kira tahun 1898 M.

Syeikh Abu Yazid yang berasal dari Banjarmasin Kalimantan memperisteri Nyai Rohmah puteri dari Kyai Abdurrasul yang asli dari Bugen. Dan atas permintaan Kasma Wijaya yang pada saat itu menjabat sebagai lurah Bugen (semula merupakan sebuah kepatihan bernama singosari).

Syeikh Abu Yazid diminta untuk menetap di desa Bugen guna kepentingan dakwah Islam. Sebagai langkah awal dalam berdakwah, Syeikh Abu Yazid mendirikan sebuah masjid sederhana dari rumah pemberian lurah Kasma Wijaya. Sejak itulah desa Bugen resmi memiliki sebuah masjid, dan sebagai imam masjid tersebut adalah Syeikh Abu Yazid sendiri. Sepeninggalan Syeikh Abu Yazid, imam masjid digantikan oleh kyai Abu Darda' (H. Syakur) yang termasuk salah satu putera Syeikh Abu Yazid. Pada tahun 1911 M. kyai Darda' wafat di desa Bugen, dan beliau meninggalkan anak diantaranya Nyai Khoiriyyah yang menikah dengan kyai H. Abdurrasyid dari Demak.

Kyai Abdurrasyid kemudian menggantikan kyai Abu Darda' sebagai imam masjid. Pada masa KH. Abdurrasyid inilah awal mula berdirinya sebuah pondok pesantren di desa Bugen. Pondok pesantren ini mengajarkan kitab-kitab kuning dan tasawuf beraliran Naqsabandiyyah. Pondok pesantren yang baru lahir dan belum mempunyai nama itu lebih menonjol di bidang tasawufnya dari pada pengajian kitab-kitab kuning. Kebanyakan santri yang ada berasal dari Banjarmasin Kalimantan yang merupakan daerah asal kyai Abu Yazid yang tidak lain adalah kakek KH. Abdurrasyid.

Periode selanjutnya, pondok pesantren ini diasuh oleh KH. Shodaqoh Hasan yang memperisteri Nyai Hikmah yaitu salah satu puteri KH. Abdurasyid. Pondok pesantren tanpa nama yang didirikan KH. Abdurasyid, oleh KH. Shodaqoh Hasan diberi nama Al-Irsyad. KH. Shodaqoh Hasan terus mengupayakan bagaimana pondok pesantren ini menjadi milik umat Islam yang pada gilirannya nanti akan memberikan faedah dan kemanfaatan yang besar. Pengajian-pengajian kitab kuning berjalan dengan lancar, beliau juga mendirikan madrasah diniyyah dan madrasah kurikulum dalam wadah Yayasan Al-Wathoniyyah.

Pada tahun 1988 M. KH. Shodaqoh Hasan wafat. Beliau dimakamkan di komplek pondok pesantren, dan meninggalkan anak yang diantaranya adalah KH. Ahmad Haris Shodaqoh. Di bawah asuhan KH. Ahmad Haris Shodaqoh inilah diadakan pengkhususan terhadap pelajaran-pelajaran pondok pesantren dan pengalihan nama dari Al-Irsyad menjadi MA'HAD TAFSIR DAN SUNNAH AL-ITQON. Sedangkan Yayasan Al-Wathoniyyah dipercayakan kepada KH. Ubaidullah Shodaqoh, S.H.adik kandung KH. Ahmad Haris Shodaqoh. Seiring perkembangan zaman yang menuntut adanya daya selektif dalam berfikir, maka pondok pesantren ini terus berupaya untuk tetap melestarikan nilai-nilai dari hasil karya ulama salaf yang telah terdahulu berupa warisan kitab kuning yang berlandaskan dan bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Pengkhususan itu masih tetap berlaku sampai saat ini. Bahkan pondok pesantren Al-Itqon telah mengalami kemajuan yang cukup berarti, dibuktikan dengan semakin banyaknya santri yang menuntut ilmu di pondok ini. Tidak hanya itu, pondok pesantren ini juga telah mempunyai lembaga pendidikan yang cukup komplit. Lembaga-lembaga itu antara lain adalah lembaga pendidikan Diniyyah Salafiyyah mulai dari Tingkat Raudhatul Athfal sampai Ma'had Aly. Yang lebih mengagumkan lagi, pondok pesantren ini, di bawah asuhan langsung KH. Ahmad Haris Shodaqoh memiliki Majlis Ta'lim Ahad Pagi yang mengkaji Tafsir Al-Ibriz dengan peserta kurang lebih 15000 orang dari berbagai kalangan dan dari dalam kota ataupun luar kota Semarang. Pada tahun 1997 M.

Selain madrasah diniyyah salafiyyah Al-Wathoniyyah, Ma'had Tafsir dan Sunnah Al-Itqon mendirikan madrasah diniyyah khusus untuk santri yang menetap di pondok pesantren, yang diberi nama madrasah diniyyah salafiyyah Al-Itqon dengan jenjang awaliyyah, wustha, dan ulya.

EKSTRAKURIKULER

  1. Istighosah
  2. Manaqib
  3. Dibaiyyah & Khitobiyyah
  3. Komputer
  4. Bahasa
  5. Seni Hadroh
  6. MTQ
  7. Khaligrafi
  8. Bahsul Masail
  9. Tadarusan Al-Quran
 10. Musyawarah
11. Sorogan
12. Karya Ilmiyah
13. pembacaan wird al-Lathif
14. Rothib al-Ath-thos
15. Sholawat Masyisyah
16. Pembacaan Yasin dan Al-Burdah
17. Latihan Burdah
18. Muhafazhoh Kubro
19. Olah Raga
20. Drum Band

9. PONDOK PESANTREN AS SALAFY AL ASROR

Lokasi : Jl. Kauman No. 1, RT. 003 / 002, Patemon, Gunung Pati, Patemon, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50228

Ponpes Assalafy Putra-Putri Al-Asror merupakan lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan Islami yang berlandaskan pada ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah yang menganut empat Imam Madzhab, yaitu Imam Hanafi, Hambali, Syafi'i dan Maliki. Visi dan Misi kami adalah mencetak kader Muslim yang beriman taqwa yang memiliki akhlakul karimah serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pendiri sekaligus Pengasuh Ponpes Assalafy Putra-Putri Al-Asror yaitu Kyai Zubaidi (Alm) yang berasal dari Demak, yang menikahi Bu Nyai Markonah dari Patemon Semarang. Pak Kyai Zubaidi lalu pindah ke desa Patemon Semarang bersama istri beliau. Di desa inilah akhirnya beliau terkenal sebagai mubaligh dan mengadakan pengajian untuk warga sekitar. Untuk menunjang kegiatan dakwahnya, akhirnya beliau mendirikan Masjid Al-Asror serta Yayasan Al-Asror dibantu masyarakat sekitar.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning
2. Pembinaan Tilawatil Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Rebana
9. Pengembangan Seni Beladiri (Tapaksuci)
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pelatihan Ketrampilan Usaha

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Semarang Jawa Tengah.

9 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Semarang

Rembang merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Rembang.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salafiyah Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Rembang Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN RAUDLATUT THALIBIN

Lokasi : Jl. KH. Bisyri Mustofa No.1-4, Tawangsari, Leteh, Kec. Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59217

Berdiri pada tahun 1945, pasca masa pendudukan Jepang, pesantren ini semula lebih dikenal dengan nama Pesantren Rembang. Pada awal masa berdirinya menempati lokasi Jl. Mulyo no. 3 Rembang saja namun seiring dengan perkembangan waktu dan berkembangnya jumlah santri, pesantren ini mengalami perluasan sampai keadaan seperti sekarang. Tanah yang semula menjadi lokasi pesantren ini adalah tanah milik H. Zaenal Mustofa, ayah dari KH. Bisri Mustofa pendiri Pesantren Rembang. Kegiatan belajar mengajar sempat terhenti beberapa waktu akibat ketidakstabilan kondisi waktu itu yang mengharuskan KH. Bisri Mustofa harus mengungsi dan berpindah-pindah tempat sampai tahun 1949.

Pesantren ini oleh banyak orang disebut-sebut sebagai kelanjutan dari Pesantren Kasingan yang bubar akibat pendudukan Jepang pada tahun 1943. Pesantren Kasingan pada masa hidup KH. Cholil Kasingan adalah pesantren yang memiliki jumlah santri ratusan orang dan terkenal sebagai pesantren tahassus ‘ilmu ’alat. Santri-santri dari berbagai daerah belajar di sini untuk menuntut ilmu-ilmu alat sebagai ilmu yang dijadikan keahlian khusus macam nahwu (sintaksis Arab), shorof (morfologi Arab), balaghoh (stilistika).

Atas usul beberapa santri senior dan mengingat kondisi pada waktu itu pada tahun 1955, Pesantren Rembang diberi nama Raudlatuth Tholibin dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan nama Taman Pelajar Islam. Motto pesantren ini adalah ta’allama al-‘ilm wa ‘allamahu al-naas (kurang lebih berarti: mempelajari ilmu dan mengajarkannya pada masyarakat).

Pondok Pesantren (PP) Raudlatut Tholibin adalah satu di antara beberapa pesantren yang ada di Rembang. PP ini didirikan oleh KH Bisri Musthofa, ketika beliau menginjak usia relatif muda, sekitar 30 tahun ebelum mendirikan PP, Bisri “muda” telah melanglang Indonesia, mondok dari satu pesantren ke pesantren yang lain. Obsesinya untuk mendirikan PP setelah memiliki bekal ilmu agama yang cukup, dimotivasi oleh sebuah keinginan luhur yakni memberdayakan masyarakat setempat melalui pendidikan agama.

Semboyan hidup yang selalu tertanam di sanubarinya ialah li i’lai kalimatillah. KH Bisri menikah dengan salah seorang putri pengasuh PP Lasem Rembang. Dalam usia 63 tahun KH Bisri wafat, sehingga tingkat estafet kepemimpinan diturunkan kepada putra tertua, yakni KH Cholil Bisri, dibantu KH Musthofa Bisri, seorang ulama sekaligus budayawan terkenal. Masyarakat dan Potensi Wilayah PP Raudlatut Tholibin berada di desa Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah. Lokasi PP berada di antara rumah-rumah penduduk dan dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten Rembang.

Pendidikan kepesantrenan
Kegiatan pendidikan kepesantrenan di PP meliputi: Madrasah Diniyah (I’dad), Taman Pendidikan al-Quran (TPA/TPQ), kajian kitab salafi dengan metode sorogan dan bandongan. TPA/ TPQ dengan materi Qiroati, dibuka untuk kalangan santri sendiri maupun masyarakat sekitar.Materi kajian kitab yang diwajibkan meliputi: fiqih, ushul fiqih, tauhid, nahwu, sharaf, balaghah, akhlak/tasawuf, tafsir al-Quran, hadis, mustholah hadis, bahasa Arab, tajwid, qowaidul fiqih, ilmu tafsir, tarih Islam, tarikh tasyri’, mantiq, dan imla’.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tilawatil Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab);
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari;
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah,
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis,
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an;
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik,
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha: ternak sapi, tanam jamur dan kebun.

2. PONDOK PESANTREN AL HIDAYAT

Lokasi : Bayanan, Soditan, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59271

Pondok Pesantren Al - Hidayat didirikan oleh Almaghfurlah Simbah KH. Ma'shoem Ahmad pada tahun 1916 Masehi di desa Soditan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang. Keberadaan Pondok Pesantren Al-Hidayat terletak kurang lebih 370 m dari pantai laut jawa. KH. Ma'shoem Ahmad pada mulanya berguru (nyantri) di Pondok Pesantren Jamsaren-Solo.

 Kemudian dilanjutkan di Pondok Pesantren Bangkalan Madura dibawah asuhan KH. Cholil, selain itu beliau juga berguru pada kiyai - kiyai besar lain. setelah menikah dengan Nyai Hj. Nuriyyah beliau berdagang topi di Jombang namun tidak berlangsung lama karena beliau mempunyai tekad yang kuat untuk terus mengadakan dakwah dan melawan penjajahan Belanda, sehingga pada tahun 1916 M beliau mendirikan Pondok Pesantren Al-Hidayat dengan maksud untuk meningkatkan kegiatan dakwah, belajar mengajar, ibadah dan mengumpulkan massa untuk bersama - sama melawan penjajahan.
Pesantren yang dirintisnya tersebut pada awal mulanya hanya terdapat empat santri, kemudian pada masa - masa selanjutnya banyak sekali santri - santri yang berdatangan, terutama mereka yang mempunyai semangat, visi, misi dan keinginan yang sama dengan beliau.

Tercatat beberapa alumni Al-Hidayat dibawah didikan dan binaan beliau antara lain KH. Idam Kholid (pernah duduk sebagai ketua DPR/MPR RI) KH. Ahmad Syaikhu (Anggota DPR/MPR RI) KH. Saifuddin Zuhri (salah seorang kiyai / tokoh pengurus PBNU), KH. Subhan ZE, (seorang Tokoh muda NU pada masa itu), KH. Mukti Ali (Menteri Agama), dan banyak pura alumni yang saat ini menjadi tokoh masyarakat.

Pada masa pendirian Organisasi Nahdlatul Ulama, beliau termasuk tokoh utama yang berperan didalamnya. pada saat itu selain terdapat beberapa kiyai lain yaitu KH. Wahab Hasbullah, KH. Hasyim As'ari dan KH. Bisri Samsuri.

System Pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Al-Hidayat dari mulai berdiri dan semasa hidup KH. Ma'shoem dan KH. Ahmad Syakir menganut pendidikan salafy, yaitu khusus mengkaji ilmu - ilmu agama yang bersumber dari kitab kuning (klasik) baru pada periode Nyai Hj. Azizah Ma'shoem dan KH. Zaenuddin Maftuchin system pendidikan berubah memadukan salafy dan sekolah formal yang kurikulumnya selain mengacu pada kitab kuning juga menggunakan kurikulum Departemen Agama.

3. PONDOK PESANTREN KAUMAN LASEM

Lokasi : Mahbong, Karangturi, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59271

Pesantren yang diawal berdirinya hanya memilki 3 (tiga) santri putri dan 2 (dua) santri putra ini, oleh pengasuh sekaligus pendirinya yakni KH.M.Za’im Ahmad Ma’shoem di beri nama Pondok Pesantren Kauman, sebuah kebiasaan yang sering dilakukan para kyai terdahulu dalam memberikan nama untuk pesantrennya dengan menisbatkan pada daerah tinggalnya, sebut saja Pondok Pesantren Langitan Tuban, PP. Krapyak Yogyakarta, PP. Lirboyo Kediri,PP. Gontor (sekarang PP. Modern Darussalam Gontor), Perguruan Islam Soditan (sekarang PP. Al Hidayat Lasem) dan masih banyak lagi. Sebuah kebijakan yang dimafhumi dan cukup beralasan, mengingat Pondok Pesantren Kauman merupakan satu-satunya pesantren yang ada di kawasan Kauman, desa Karangturi kecamatan Lasem kabupaten Rembang.

Layaknya sebuah pesantren baru, kesederhanaan serta kesahajaan banyak terlihat disana-sini, terutama kondisi infrastruktur, bangunan asrama santri masih berupa rumah-rumah panggung yang terbuat dari bahan kayu atu sering disebut dengan lumbung, musholla yang terbuat dari bahan yang sama, disamping tempat jama’ah juga difungsikan sebagai sarana belajar mengajar, mengingat belum tersedianya tempat khusus pembelajaran.
Meskipun dalam kesederhanaan jumlah santri terus meningkat dengan pesatnya, kabar tentang adanya pesantren di kawasan pecinan (komunitas Tionghoa) .

 Dari mulut ke mulut, respect dan respon positif terus berdatangan dari masyarakat sekitar, terbukti dengan adanya orangtua yang menitipkan anak-anaknya (baik putra maupun putri) untuk mendapatkan pendidikan di Pesantren ini, sehingga dalam usianya yang masih tergolong muda, jumlah santri saat ini mencapai 166 santri mukim. 135 santri mahasiswa,270 santri weton, serta 200 santri kalong.
Dan kini di Pesantren Kauman telah berdiri sebuah Perguruan Tinggi Negeri, yang merupakan kelas jauh dari UPBJJ UT (Universitas Terbuka) semarang Pokjar Lasem. Di Pesaantren ini pula setiap tahunnya dilaksanakan Tes seleksi beasiswa study ke Universitas AL AHGAFF Yaman.

4. PONDOK PESANTREN AN NUR IHSAN

Lokasi : Geneng, Pranti, Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59254

Profil
Pondok Pesantren Nur-Ihsan Desa Pranti Rt 01 Rw 01 Kec. Sulang Kab. Rembang Jawa Tengah dirintis oleh Kyai Muhammad Ibrohim Al-Majid pada tahun 2005, beliau adalah santri dari Ulama Ahli Thoriqoh termashur Syekh Abdul Jalil Mustaqim Tulungagung Jawa Timur, yang sudah terkenal akan keilmuannya dalam bidang ilmu tasawuf.

Dengan latar belakang beliau sebagai santri Thoriqah, tentu awal berdirinya Pondok Pesanteren Nur-Ihsan ini kebanyakan muridnya adalah para santri yang bertujuan untuk belajar dan memperdalam keilmuannya dalam bidang rohani. Bahkan seringkali beliau menerima santri yang barangkali menurut khalayak umum dianggap sebagai orang yang mempunyai kelainan jiwa. Namun dengan seizin Allah SWT, para santri yang “berbeda” ini berangsur pulih, dan akhirnya sembuh total.

Seiring berjalannya waktu, para santri yang datang pun mulai bervariasi. Semakin ke sini semakin banyak santri yang tidak hanya butuh bimbingan secara rohani namun juga butuh dibimbing keilmuannya secara syar’i. Sehingga pengurus perlu untuk merumuskan sistem yang bisa mengakomodir keduanya. Baik dari sisi rohani maupun syar’i nya.

Pondok Pesantren Nur Ihsan ini dalam bimbingan syar’i nya berorientasi pada pembelajaran kitab Al-Qur’an, Al-Hadits dan kitab-kitab salaf lainnya yang ada kaitannya dengan syariĆ”t Islam. Baik yang bersinggungan dengan keilmuan fiqih misalnya maupun kelimuan tauhid, dan lain sebagainya.
Untuk bimbingan rohani, dalam hal ini langsung dibimbing oleh beliau Pengasuh Pondok Pesantren Nur Ihsan yaitu Kyai Muhammad Ibrahim Al-Majid, lewar berbagai macam amalan/laku yang harus ditempuh para santri. Seperti “laku suluk”, khususi-an, sampai dengan melaksanakan bai’at thariqah.

Dengan kedua pola bimbingan ini, diharapkan para santri yang ada maupun yang sudah lulus dari Pondok Pesantren Nur Ihsan ini, kelak akan menjadi manusia yang tidak hanya cakap secara keilmuan syar’i saja, namun juga diberikan kekuatan rohani, sebagai ruh dari keilmuan itu sendiri. Mampu menjadi pelopor dalam menjaga dan menegakkan agama Allah, serta bisa bermanfaat untuk masyarakat di masing-masing lingkungannya.

5. PONDOK PESANTREN AL-ANWAR

Lokasi : Karangmangu, Kec. Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59274

Pondok Pesanten Al Anwar 02 didirikan oleh KH Maemoen Zubair pada 30 Juli 2006 / 6 Rojab 1427 H dan diresmikan pada 7 Maret 2009 oleh Prof. Dr.Ir. H Muhammad Nuh, DEA yang pada saat itu menjabat sebagai menteri Informasi dan Komunikasi RI.

Dulunya ketika masih awal berdiri Pondok Pesantren Al Anwar 02 masih menjadi bagian dari Lembaga Al Anwar 01 yang diasuh oleh KH Maimoen Zubair. Meskipun masih menjadi bagian dari Al Anwar 1, Al Anwar 02 memiliki perbedaan meskipun tidak kontras dari Al Anwar 01, yakni pelajaran yang diajarkan dikombinasikan dengan pelajaran – pelajaran umum berbasis kurikulum dari Kementerian Agama.

Saat ini Pondok Pesantren Al Anwar 02 sudah menjadi bagian dari Yayasan Al Anwar 02 dimana didalamnya terdapat MI, MTs, MA & PP Al Anwar 02 yang di asuh langsung oleh putra pertama Syaikhina KH. Maimoen Zubair yaitu KH. Abdullah Ubab MZ. Pondok Pesantren Al Anwar 02 berlokasi di Dukuh Gondanrojo, Desa Kalipang, Kec. Sarang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Dari pondok yang awalnya hanya bangunan sederhana, kini semakin tahun mengalami perkembangan yang cukup pesat dari segi kuantitas santri maupun kualitas.

6. PONDOK PESANTREN ASH-SHIDIQIYYAH

Lokasi : Rembangan, Tasikagung, Kec. Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59212

Pesantren Raudlatun Nasyiin Ash-Shidiqiyyah yang terletak di Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini memiliki berbagai keunikan. Baik dari segi bangunan maupun kondisi psikologi para santrinya.  Pesantren ini mulai dirintis sejak tahun 2004 dan baru
mendapatkan akte dari pemerintah tahun 2005

Berbeda dengan pondok pesantren pada umumnya, pondok pesantren yang lebih terkenal dengan sebutan Ponpes RN ASA ini memiliki bangunan dengan gaya arsitektur pecinan. Ketika memasuki pintu gerbang menuju pesantren, orang akan dihadapkan pada pintu masuk berukuran kecil yang hanya cukup dilewati satu orang. Bukan hanya itu saja, pintu masuk tersebut juga dibuat dengan batu berukir layaknya bangunan kuno.

Keunikan pondok pesantren adalah gaya arsitektur pecinan seperti klenteng lebih menonjol dibandingkan dengan gaya bangunan pondok pesantren kebanyakan. Cat berwarna merah kombinasi warna emas menghias setiap dinding pondok. Di lantai bagian atas juga terdapat beberapa lampu lampion yang dijajar di bagian depan pondok.

EKSTRAKURIKULER

1. Tahfidzul Qur’an
2. Kajian Kitab kuning
3. Tahlil
4. Imamah
5. Khitobah Muhadlarah (Latihan Pidato/Dakwah)
6. Seni Hadroh
7. Kursus B. Arab dan B. Inggris
8. Ketrampilan Hidup dan Wirausaha
9. Beladiri

7. PONDOK PESANTREN AL QURAN

Lokasi : Narukan, Kec. Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59273

Seperti umumnya pesantren di Rembang, pondok pesantren ini juga lebih dikenal karena pengasuh pesantrennya, Gus Baha’. Pondok pesantren al Quran, karena lebih banyak kajian Quran ini terletak di Narukan, Kragan.

Pesantren ini adalah wujud dari cinta terhadap al Quran. Gus Baha’ dikenal sebagai seorang alim ulama yang memiliki kedalaman ilmu al Quran, namun beliau justru tidak mashur. Lebih senang dalam kajian keilmuan. Oleh sebab itu pesantren ini adalah pesantren terbaik dalam pendidikan Al Quran.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

7 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Rembang Jawa Tengah