Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Tulungagung bersiap menggelar pembelajaran tatap muka. Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan mengizinkan daerah yang masuk zona hijau dan kuning membuka sekolah untuk kegiatan belajar mengajar. Tulungagung berpeluang segera menerapkan kebijakan itu karena saat ini masuk zona kuning.

GALIH NUSANTORO Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Tulungagung mengatakan, meski pemerintah pusat sudah memperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah, namun kebijakan itu bersifat situasional. Artinya, masing-masing daerah diberikan kewenangan penuh untuk menentukan apakah  menerapkan atau tidak. Pertimbangannya berdasarkan kajian pemerintah daerah setempat terhadap kesiapan dan risiko yang ada.

GALIH mengatakan, untuk tahap awal hanya sekolah setingkat SMA dan SMK saja yang akan dibuka. Karena siswa SMA dan SMK dinilai sudah dewasa dan bisa memahami informasi terkait risiko serta pelaksanaan protokol kesehatan. Rencananya, pembelajaran tatap muka SMA/SMK negeri maupun swasta di Tulungagung dimulai pada 18 Agustus 2020 mendatang. Saat ini komunikasi dengan pihak sekolah, komite sekolah dan wali siswa masih dilakukan secara intensif. Termasuk mengadakan jajak pendapat melalui penyebaran kuesioner pada wali siswa. Jika mayoritas menghendaki, maka sekolah bisa dibuka kembali.

Nantinya, penjadwalan pembelajaran akan dilakukan secara bergantian dan kapasitas kelas hanya diisi 50 persen siswa saja. Saat separuh siswa masuk sekolah, separuh lainnya belajar di rumah secara online. Durasi pembelajaran juga dibatasi hanya selama 3,5 jam setiap pertemuan. Sedangkan untuk tingkat TK, SD sampai dengan SMP sejauh ini masih belum ada rencana terkait pembukaannya.

GALIH NUSANTORO mengatakan, nantinya sekolah yang akan membuka kegiatan belajar mengajar secara tatap muka harus memenuhi protokol kesehatan ketat. Jika tidak, maka pembukaan sekolah akan ditunda. Saat ini ada beberapa sekolah yang sudah mengajukan izin ke gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Di antaranya SMA Negeri Kedungwaru, SMAN 1 Boyolangu dan SMKN 1 Rejotangan. Tetapi hal itu masih butuh evaluasi sebelum izin diberikan, mengingat masa pandemi belum selesai.

Sumber : andikafm.com

Kabar gembira. Sekolah SMA dan SMK di Tulungagung akan segera di buka

Jumlah pekerja yang positif COVID-19 di pabrik pengolahan udang Situbondo terus bertambah. Hingga hari ini ada 149 pekerja yang positif Corona dari klaster tersebut.
Anggota Gugus Kuratif COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril mengatakan, total ada 149 pekerja yang sudah dinyatakan positif COVID-19. Angka tersebut kemungkinan besar akan terus bertambah.

"Per hari ini ada 149 pekerja yang positif Corona di klaster pabrik Situbondo. Tapi yang positif mayoritas berdomisili di Bondowoso. Jadi kasusnya masuk di Bondowoso," kata Jibril Jumat (7/8/2020).

Jibril menjelaskan, ada 1.963 pekerja di pabrik tersebut. Di mana 1.930 di antaranya sudah di-rapid test. Hasilnya, 393 orang reaktif dan 1.507 non-reaktif.

Selanjutnya, 393 orang yang reaktif dites swab. Lalu ada tambahan 74 orang yang memiliki gejala atau suspect. Mereka semua mengikuti tes swab. Hasilnya, 149 sudah dinyatakan positif COVID-19.

Jadi yang tes swab ada 467 orang. Yang sudah positif COVID-19 ada 149. Angka itu masih bisa bertambah, karena belum keluar semua," jelas Jibril.

Klaster pabrik udang tersebut, lanjut Jibril, turut mempengaruhi jumlah kasus di Jatim khususnya Bondowoso. Tercatat, dalam 5 hari terakhir ada tambahan 155 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Bondowoso.

Jibril menambahkan, dari hasil investigasi tim Gugus Tracing COVID-19 Jatim, penyebaran virus di pabrik disebabkan oleh bus antarjemput pegawai. Di mana para pegawai menaiki bus tersebut setiap hari untuk bekerja.

"Ketularannya dari bus antarjemput pekerjanya. Ini salah satu klaster besar di Jatim," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Hasil swab tes. 149 pekerja Pabrik Udang Situbondo positif Corona

Berdasarkan update terbaru virus corona, sebanyak 4 (empat) pasien Covid-19 di Ponorogo dinyatakan sembuh, Jumat (7/8/2020).

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menjelaskan pasien Covid-19 tersebut adalah pasien nomor 180 dari kecamatan Sawoo, lalu pasien nomor 187 dari kecamatan Kauman, serta pasien nomor 188 dan pasien nomor 197 yang keduanya berasal dari kecamatan Ponorogo.

Ipong juga mengumumkan ada dua tambahan kasus Corona baru.

Yang pertama adalah seorang laki-laki berusia 35 tahun yang berdomisili di Desa Serag, Kecamatan Pulung.

"Pasien ini ada riwayat dari Surabaya, sempat sakit dan dirawat di Puskesmas Pulung. Hasil rapid test reaktif dan setelah diswab hasil PCR positif," kata Ipong, Jumat (7/8/2020).

Tambahan pasien Covid-19 kedua adalah seorang perempuan berusia 28 tahun yang berdomisili di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan.

"Pasien ini ada riwayat dari Jakarta dan merupakan kontak erat pasien no. 198," lanjut Ipong.

Dengan adanya tambahan data tersebut, total di Ponorogo ada 210 kasus Covid-19.

177 pasien diantaranya dinyatakan sembuh, lalu 5 pasien meninggal dunia, dan 28 pasien isolasi.

Dalam kesempatan itu, Ipong mengingatkan sebagai upaya untuk menekan angka penularan Covid-19, diperlukan kerja sama dari semua pihak untuk bisa saling peduli dan tetap disiplin dengan protokol kesehatan.

"Karena disiplin tidak hanya melindungi anda tapi juga orang lain," pungkasnya.

Sumber : tribunjatim.com

Update Covid-19 Ponorogo. 4 pasien sembuh dan 2 orang positif

KEDIRI JATIM - Kecamatan Plosoklaten hari ini mencatatkan kasus pertama positif Covid-19. Padahal sebelumnya, wilayah ini dinyatakan sebagai zona hijau atau bebas dari virus corona di Kabupaten Kediri.

Satu kasus dari  Plosoklaten ini termasuk dalam tambahan 15 pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri hari ini.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib ketika dikonfirmasi mengatakan kasus positif dari Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten termasuk pasien tanpa gejala dan berasal dari klaster baru yang belum diketahui sumber penyebarannya.

Menurut KHOTIB, pasien tanpa gejala saat ini sudah merata di Kabupaten Kediri. Hal ini terjadi karena mobilitas masyarakat yang tinggi.

Sementara 14 pasien lainnya yang dinyatakan positif Covid-19 masing-masing tiga pasien dari klaster Sidoarjo, satu pasien dari klaster Surabaya, dua pasien klaster Desa Tertek, satu pasien klaster Desa Kandangan, dua pasien klaster Desa Pelem dan enam pasien berasal dari klaster baru yang belum diketahui sumber penyebarannya.

Masing masing satu pasien asal Desa Damarwulan dan Desa Kepung Kecamatan Kepung, warga Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem, warga Desa Pare Kecamatan Pare dan warga Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu.

Dari 15 pasien tersebut, dua di antaranya menjalani perawatan di RSUD SLG dan RS HVA Toeloengrejo, Pare. Sementara 13 lainnnya menjalani isolasi mandiri. AHMAD KHOTIB mengatakan, saat ini total terdapat 377 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Rinciannya, 161 orang dirawat, 197 orang sembuh dan 19 orang meninggal dunia.

Sumber : andikafm.com

Plosoklaten Sumbang 1 Pasien Positif Covid-19 di Kediri

SIDOARJO JATIM - Seorang dokter di Sidoarjo meninggal karena terbukti positif COVID-19. Dokter tersebut tidak memiliki penyakit penyerta.

Almarhum yakni dr M. Ali Arifin. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim memastikan, dokter tersebut meninggal setelah terpapar COVID-19.

"Iya benar meninggal karena positif Corona," kata Ketua IDI Jatim dr Sutrisno kepada wartawan, Minggu (19/7/2020).

Sutrisno menjelaskan, dr Ali meninggal tanpa penyakit penyerta. Diketahui, almarhum merupakan dokter di sebuah klinik di Sidoarjo.

"Setau saya beliau tidak memiliki penyakit penyerta. Terakhir beliau bertugas di klinik di Sidoarjo, detailnya saya kurang ingat," jelasnya.

Sutrisno mengingatkan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan pencegah COVID-19. Apalagi, semakin banyak dokter yang bertumbangan.

"Di sini kita harus terus mensosialisasikan protokol kesehatan ini. Bagaimana COVID-19 bisa dicegah dengan mengedepankan protokol kesehatan. Jangan sampai dokter menjadi korban, karena sebagai garda terdepan," pungkasnya.

Sumber : m.detik.com

Kembali Berduka, Dokter Di Sidoarjo Meninggal Terpapar Covid-19

BLITAR JATIM - Seorang bayi laki-laki usia tiga minggu, warga Desa Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti menjelaskan, bayi tersebut tertular Covid-19 dari ayahnya yang pulang dari Kalimantan untuk menemani istrinya melahirkan.

Menurut KRISNA, saat akan kembali ke Kalimantan, ayah bayi melakukan test swab sebagai syarat kembali ke tempat kerja. Dari hasil test swab ini, ayah bayi dinyatakan positif Covid-19. Kemudian, pada Ibu dan bayi langsung dilakukan test swab. Hasilnya, ibu bayi non reaktif virus, sedangkan bayi laki-laki positif Covid-19. Saat ini bayi tersebut menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan tim medis.

KRISNA menambahkan, bayi tiga minggu ini termasuk dalam catatan rekor baru tambahan 34 kasus positif Covid-19 di Kabupaten blitar per 17 Juli 2020. Tambahan ini berasal dari hasil tracing yang dilakukan gugus tugas. Sehingga saat ini total jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Blitar mencapai 93 kasus.

Gugus tugas akan terus melacak kontak erat dengan pasien positif terinfeksi virus covid-19 serta menghimbau warga tetap waspada, rajin cuci tangan, menggunakan masker dan menerapkan Physical Distancing.

Sumber : andikafm.com

Tertular Dari Ayahnya, Bayi 3 Minggu Di Blitar Positif Corona

REMBANG JATENG - Ucapan bela sungkawa atas wafatnya Ketua DPRD Rembang, KH Majid Kamil MZ, terus berdatangan. Karangan bunga pun berjejer di kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Desa Karangmangu Kecamatan Sarang, Rembang.

Berdasarkan pantauan, karangan bunga datang dari berbagai tokoh maupun partai politik. Karangan bunga sendiri mulai berdatangan sejak Senin (13/7/2020) pagi hingga sore ini.

Namun, suasana rumah duka pria yang akrab disapa Gus Kamil itu tampak sepi aktivitas. Hanya tamu tertentu saja yang dapat melayat masuk ke dalam rumah Gus Kamil.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku dirinya juga telah datang ke rumah duka di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang. Ia mengaku datang bersama jajaran pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Tadi barusan ini saya pulang dari sana. Sama jajaran pengurus partai, untuk menyampaikan rasa bela sungkawa kami. Tapi tadi cuma terbatas, dan nampaknya tidak dibuka secara umum bagi pelayat," paparnya kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Salah seorang santri ndalem, Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Asrofi, menyebut pihak keluarga masih cukup syok atas meninggalnya Gus Kamil, yang juga merupakan putra dari KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen.

"Masih syok, pastinya iya (rumah terbatas untuk tamu pelayat)," kata Asrofi saat dimintai konfirmasi wartawan melalui pesan singkat.

Tak hanya di rumah duka, karangan bunga ucapan bela sungkawa juga nampak terlihat di sekitaran gedung DPRD Kabupaten Rembang. Bahkan, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang simbol berduka.

Diberitakan sebelumnya, Gus Kamil meninggal dunia di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Minggu (12/7). Jenazah Gus Kamil langsung dimakamkan pada dini hari tadi menggunakan protokol virus Corona.

Gus Kamil merupakan anak ketiga dari mendiang Mbah Moen. Sebelum meninggal, dia dirawat sejak 6 Juli lalu di rumah sakit tersebut. Dari uji swab terkonfirmasi bahwa Gus Kamil positif virus Corona.

Sumber : m.detik.com

Innalilahi... Gus Kamil Dari Pesantren Al-Anwar Sarang Meninggal

LAMONGAN JATIM - Kabar Duka datang dari kabupaten Lamongan. Seorang dokter meninggal pada Minggu (12/7) dengan status positif COVID-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lamongan dr Eko Wahyuhono membenarkan kabar meninggalnya dokter tersebut. Dokter yang meninggal tersebut yakni dr Arief Agoestono Hadi yang juga anggota IDI Lamongan.

"Kami turut berduka cita yang amat mendalam atas wafatnya salah satu anggota IDI Cabang Lamongan pada Minggu, 12 Juli 2020," kata Eko Wahyuhono, Senin (13/7/2020).

Eko menuturkan, pihaknya tidak mengetahui sebab pasti meninggalnya dokter tersebut, karena tidak ikut merawat. Namun ia memastikan jika yang bersangkutan terpapar virus Corona.

Awalnya, kata Eko, dokter itu dirawat di Lamongan kemudian dirujuk ke Surabaya. Sehari sebelumnya, istri korban juga meninggal dunia karena COVID-19.

"Sebab kematian langsung saya tidak tahu karena tidak ikut merawat. Tapi beliau confirmed positif COVID-19," terangnya.

Lebih jauh Eko berpesan kepada masyarakat, untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Sebab, pandemi COVID-19 belum berakhir.

"Disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan terutama cuci tangan pakai sabun, pakai masker, sosial distancing, dan hindari kerumunan," tambahnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Lamongan Taufik Hidayat juga membenarkan, salah seorang tenaga medis di Lamongan meninggal dunia karena COVID-19. "Betul. Beliau  dirawat dirumah sakit Surabaya," kata Taufik.

Sumber rujukan : m.detik.com

Innalilahi... Kabar Duka, Dokter Di Lamongan Meninggal Terpapar Covid-19