Social Items

Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
GRESIK JATIM - Jumlah kasus COVID-19 di Gresik bertambah drastis. Data Dinkes Kabupaten Gresik pada Kamis (21/5), jumlah pasien positif COVID-19 di Gresik bertambah 27 orang.

"Bertambah 27, posisi sekarang sudah menjadi 94 (pasien positif)," ujar Kabag Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi kepada wartawan, Jumat (22/5).

Reza mengatakan penambahan ini merupakan penambahan paling banyak untuk Gresik. Sebelumnya, penambahan selama beberapa hari terakhir adalah 8, 0, 8. dan 2.

"Tambahan satu konfirmasi positif berasal dari pasien meninggal dari desa Pacuh kecamatan Balongpanggang. Kemarin sudah kami laporkan sebagai PDP dan menunggu hasil SWAB. Kamis kemarin, swab Keluar positif sehingga statusnya menjadi konfirmasi positif meninggal," lanjut Reza.

Sedangkan 26 pasien positif lainnya berasal dari Desa Petiken Kecamatan Driyorejo 9 positif, Desa Setro Kecamatan Menganti 2 positif, Desa Boteng Kecamatan Menganti 4 positif, Desa Domas Kecamatan Menganti 1 positif, dan Desa Wedoroanom Kecamatan Driyorejo 1 positif.

Selanjutnya Desa Karang Rejo Kecamatan Manyar 2 positif, Desa Karangpoh Kecamatan Gresik 1 positif, Desa Kembangan Kecamatan Kebomas 1 positif, Desa Dahan Rejo Kecamatan Kebomas 1 positif, Desa Wates Tanjung Kecamatan Wringin Anom 1 positif, Desa Bunderan Kecamatan Sidayu 1 positif, Desa Cerme Lor Kecamatan Cerme 1 positif dan Desa Banjaran kecamatan Driyorejo 1 positif.

"27 tambahan konfirmasi positip kemarin berasal dari Klaster Surabaya, Klaster Sampoerna, klaster pedagang ayam Sidowungu, dan klaster Pabean. Tambahan positip dalam jumlah besar ini merupakan upaya dalam menyelesaikan klaster-klaster besar yang ada di Gresik," lanjut Reza.

Dengan penambahan 27 kasus terkonfirmasi, jumlah kasus positif di Kabupaten menjadi 94 orang, diantara pasien sembuh sebanyak 12 orang dan 74 masih dalam perawatan.

Sementara jumlah OTG sebanyak 230 orang, ODR 1.132 orang, sedangkan ODR lepas dari pengawasan sebanyak 1.074. Sedangkan ODP ada 1.163 kasus, sebanyak 157 dalam pemantauan dan selesai dipantau sebanyak 1.006.

Selanjutnya untuk kasus PDP ada 196 kasus. Masih dalam pengawasan 51 kasus dan selesai pengawasan 137 dan 8 meninggal dunia.

Meningkat Drastis, Pasien Positif Corona Di Gresik Bertambah 27 Orang

PASURUAN JATIM - Kabar duka datang dari RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Satu Pasien positif Corona meninggal dunia. Perempuan berusia 60 tahun asal Kecamatan Tutur ini pasien positif Corona kedua yang meninggal dunia.

"Pasien ini masuk RSUD Bangil pada 26 April 2020 dengan keluhan pneumonia, sepsis (komplikasi akibat infeksi) dan sesak nafas. Petugas kemudian menatapnya sebagai PDP," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, Kamis (21/5/2020).

Setelah 5 hari dirawat, dokter melakukan rapid test dan hasilnya reaktif. Kemudian dilakukan tes swab dan pada tanggal 9 Mei dinyatakan positif Corona.

"Dari diagnosanya, pasien ini memiliki pneumonia berat, gagal nafas, sepsis, hipo kalemia dan hipernatremia. Petugas terus merawat, mengobati dan mengawasi pasien ini dengan layanan maksimal. Hanya saja, lantaran kondisinya memburuk, pasien meninggal dunia siang tadi sekitar pukul 14.00 WIB," terang Anang.

Anang menegaskan pasien ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemi ataupun kontak erat dengan pasien Corona.

"Jenazah dimakamkan dengan protab COVID-19 di pemakaman desa setempat," pungkas Anang.

Sebelumnya pasien positif Corona asal Kecamatan Pandaan meninggal pada 20 Mei setelah menjalani perawatan sejak 7 Mei 2020. Pasien erempuan 55 tahun menderita pneumonia dan memiliki komorbit hipertensi atau darah tinggi.

Kasus Corona di Kabupaten Pasuruan hingga hari ini 57 positif. 8 sembuh, 2 meninggal dan lainnya dalam perawatan.

Bertambah, Satu Pasien Positif Corona Di Pasuruan Meninggal Dunia

SUMEDANG JABAR - Kasus Perkembangan terkait kondisi penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sumedang, hingga saat ini mengalami peningkatan dengan total jumlah pasien positif sebanyak 12 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang Iwa Kuswaeri mengatakan hingga saat ini jumlah pasien positif berdasarkan hasil uji Polymerease Chain Reaction sebanyak 12 orang.

"Dari total 12 orang pasien terkonfirmasi positif swaab, 2 orang di antaranya telah selesai dan dinyatakan sembuh yaitu dari Kecamatan Darmaraja dan jatinangor. Dan 10 orang pasien lainnya diisolasi di RSUD Sumedang," Kata Iwa kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).

Berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test, kata Iwa saat ini sebanyak 7 orang, dimana kategori reaktif rapid test ini dipilah menjadi ODP reaktif dan PDP reaktif.

"ODP reaktif rapid test yaitu tidak bergejala, jumlahnya sebanyak 3 orang. Dan PDP reaktif rapid test yaitu adanya gejala klinis pneumonia atau comorbid penyakit tertentu, jumlahnya sebanyak 4 orang," ucap Iwa.

Menurutnya hasil rapid test reaktif belum tentu positif terpapar COVID-19. Untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction atau Swab.

"Pasien yang meninggal dengan status reaktif Rapid test, walaupun belum tentu positif COVID -19, namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol COVID-19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat agar tidak terpapar bila ternyata jenazah yang bersangkutan positif COVID-19," ucap Iwa.

Pasien Positif Corona Di Sumedang Bertambah Menjadi 12 Orang

BLITAR JATIM - Satu orang tenaga medis di Blitar terkonfirmasi positif Corona. Dia bekerja di dua rumah sakit swasta Kabupaten Blitar, namun tinggal di kos kawasan Kota Blitar.

Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 Kota Blitar, Didik Djumianto menyatakan, pasien yang terkonfirmasi positif Corona ini sebenarnya warga Yogya. Dia wanita berusia 31 tahun yang bekerja di dia rumah sakit swasta di Kabupaten Blitar.

"Pada tanggal 15 Mei, yang bersangkutan melakukan tes swab mandiri di Surabaya. Dan hari ini kami terima laporan, hasil tes swabnya positif," jelas Didik kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).

Didik menambahkan, yang bersangkutan tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG). Sehingga selang waktu menunggu hasil tes swab keluar, dia kembali ke Blitar dan beraktivitas normal. Dia diketahui tinggal di rumah kost Kelurahan Kauman Kecamatan Kepanjenkidul.

Jika hasil tes swabnya positif, gugus tugas Kota Blitar mendatangi tempat kostnya untuk melakukan tracing. Termasuk melakukan rapid test ke beberapa orang yang pernah berinteraksi erat dengan yang bersangkutan.

"Selama ini, dia melakukan isolasi mandiri di salah satu rumah sakit swasta tempatnya bekerja. Kami belum bisa memastikan dia terpapar dari mana. Karena nakes baik di rumah sakit atau puskesmas punya resiko tinggi tertular," tandasnya.

Kota Blitar terbilang mampu menangani penyebaran virus Corona. Karena hingga kini, hanya 3 pasien terkonfirmasi positif. Pasien pertama merupakan warga asli yang tinggal di Kecamatan Sukorejo. Dan dua positif lainnya, merupakan warga pendatang.

Satu sudah dinyatakan sembuh berasal dari klaster pelatihan petugas calon haji. Pasien kedua, WN Malaysia dari klaster Temboro yang juga tinggal di Kecamatan Sukorejo. Dan ketiga, nakes yang bekerja di rumah sakit swasta di Kabupaten Blitar dan warga Yogyakarta. Dua yang terkonfirmasi terinfeksi virus Corona ini, sama-sama OTG.

Bertambah, Satu Tenaga Medis Di Blitar Positif Corona

PROBOLINGGO JATIM - Kasus positif virus Corona di Probolinggo Melonjak, hari ini bertambah 31 Orang Positif. Hingga sekarang total capai 75 Orang positif COVID-19 di Kabupaten Probolinggo. Penambahan angka ini dari 9 kecamatan di Probolinggo.

Jubir Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, dr Anang Budi Yoelijanto mengatakan pihaknya akan melakukan tracing.

"Setelah ketemu nantinya akan ditindaklanjuti dengan rapid test dan pemeriksaan tes swab," kata Anang, Kamis (21/5/2020).

Gugus Tugas Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo menyatakan, kecamatan itu yakni, Kecamatan Dringu, Kecamatan Besuk, Kecamatan Kraksaan, Kecamatan Krejengan, Kecamatan Paiton, Kecamatan Banyuanyar, Kecamatan Krucil, Kecamatan Wonomerto dan Kecamatan Tiris.

Kenaikan angka terbanyak hari ini, menjadikan Kabupaten Probolinggo menjadi teratas daerah di Jawa Timur No 4.

Pasien terpapar Corona berasal dari 10 orang dari klaster Ponpes Temboro Magetan, 11 orang klaster perjalanan dari zona merah di Jawa Timur, yang ada kontak dengan orang di karantina di desa-desa, dan 10 orang tenaga medis RSUD Waluyo Jati Kraksaan diduga dari klaster Sukolilo Surabaya.

Semua pasien dalam kondisi sehat, dan dilakukan isolasi di rumah pengawasan dengan penjagaan ketat tim medis dari Dinas Kesehatan Pemkab Probolinggo.

Melonjak, Positif Corona Di Probolinggo Bertambah 31 Orang

NGANJUK JATIM - Ada tambahan empat orang warga Kabupaten Nganjuk yang kembali terkonfirmasi positif corona. Dengan demikian hingga kini jumlah warga Kabupaten Nganjuk terkonfirmasi positip virus corona menjadi 24 orang.

Juru Bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, dr Hendriyanto menjelaskan, empat orang tersebut dinyatakan positip setelah hasil tes Swab dari laboratoriun hasilnya positip corona.

"Sebelumnya keempat warga tersebut dari hasil rapid test semuanya menunjukkan reaktif dan sudah langsung dilakukan isolasi dan perawatan di RSUD Nganjuk dan RSUD Kertosono," kata Hendriyanto, Kamis (21/5/2020) malam.

Dijelaskan Hendiryanto, empat warga terkonfirmasi positip virus corona masing-masing seorang wanita usia 25 tahun yang merupakan seorang anak dari karyawan pabrik rokok di Surabaya yang juga positif corona dan telah meninggal dunia.

Selanjutnya seorang laki-laki usia 28 tahun dengan riwayat kerja di Surabaya.

Kemudian wanita usia 60 tahun dan seorang nenek usia 78 tahun keduanya dengan riwayat sama-sama dari kluster rekreasi.

"Melihat riwayat warga positif corona dari luar daerah tentunya menjadikan kewaspadaan semuanya untuk saling menjaga diri sekarang untuk tidak tertular Covid-19," ucap Hendriyanto.

Sedangkan untuk pasien positip virus corona yang dinyatakan sembuh, ungkap Hendriyanto, ada satu orang wanita usia 45 tahun asal Kecamatan Nganjuk dengan riwayat karyawan Pabrik Rokok di Surabaya.

Dengan adanya satu orang dinyatakan sembuh hingga kini total warga positif corona di Nganjuk yang sembuh sebanyak 8 orang.

"Kami berharap jumlah pasien positip corona di Nganjuk yang sembuh bisa terus bertambah, dan tidak ada yang hingga meninggal dunia," tutur Hendriyanto.

Sementara itu, imbuh Hendriyanto, dari data terakhir sebaran covid-19 di Kabupaten Nganjuk untuk warga berstatus ODR (Orang Dalam Risiko) sebanyak 34.106 orang, warga status ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 85 orang, warga berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebanyak 64 orang, dan warga status orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 692 orang.

"Untuk warga terkonfirmasi positip jumlah komulatifnya sebanyak 24 orang dimana 8 orang diantaranya dinyatakan sembuh setelah hasil dua kali tes Swab negatif," tutur Hendriyanto yang juga tak lupa selalu berpesan kepada warga Kabupaten Nganjuk tidak panik dan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19

Update Corona Di Nganjuk 21 Mei: Pasien Positif Bertambah 4 Orang

MALANG JATIM -Kasus Positif Corona Di kota Malang Bertambah hari ini. Pemkot Malang mengumumkan data terbaru pasien positif virus Covid-19 di wilayahnya. Jumlah pasien positif menjadi 30 orang atau bertambah 3 orang di hari kelima pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, Kamis (21/5/2020).

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nur Widianto mengatakan tambahan 3 konfirmasi pasien positif ini terdiri dari seorang tenaga kesehatan atau dokter, laki-laki berusia 33 tahun. Pasien positif kedua adalah laki-laki berusia 52 tahun memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya.

Kemudian pasien ketiga juga seorang laki-laki berusia 67 tahun. Untuk pasien ketiga ini belum diketahui riwayat perjalanannya. Karena sedang dalam proses tracing dari Satgas Covid-19 Pemerintah Kota Malang.

“Semua di rawat di rumah sakit, dua orang tanpa gejala. Hanya satu saja (ada gejala), jatuh sakit, dibawa ke rumah sakit, teridentifikasi sebagaimana gejala Covid-19 (pasien riwayat perjalanan Surabaya),” tandas Widianto.

Sementara itu, data Covid-19 Kota Malang Per 21 Mei 2020, orang dengan resiko (ODR) 2.034 orang, orang tanpa gejala (OTG) 299 orang, orang dalam pemantauan (ODP) 853 orang, serta pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 223 orang. PDP yang meninggal dunia sebanyak 17 orang. Sementara dari 30 pasien positif 12 dinyatakan sembuh dan 18 masih dalam perawatan.

Pasien Positif Corona Di Kota Malang Bertambah 3 Orang

Dua pasien positif virus corona asal Kabupaten Karanganyar dinyatakan sembuh.

Dua orang tersebut diketahui berasal dari Kecamatan Colomadu dan Kerjo.

Dua warga Karanganyar tersebut merupakan peserta Ijtima Ulama Gowa.

Bertambahnya dua pasien sembuh tersebut, total sudah ada 19 pasien positif corona yang dinyatakan sembuh sampai saat ini.

Ada tambahan dua pasien sembuh.

Dari Colomadu dan Kerjo.

Hasil swabnya keluar kemarin dan hari ini," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono Kamis (21/5/2020) malam.

Dia mengungkapkan, meski sudah dinyatakan sembuh, dua pasien sembuh tersebut masih harus menjalani karantina mandiri.

Menurutnya, sampai saat ini tercatat masih ada tiga pasien positif corona yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Tiga orang tersebut masing-masing tenaga kesehatan asal Kecamatan Gondangrejo, peserta Ijtima Ulama Gowa asal Kecamatan Colomadu dan istri seorang pemudik asal Kecamatan Kerjo.


Orang dalam pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 31 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) ada sebanyak 22 orang.

Sedangkan pasien terkonfirmasi positif ada 25 orang.

Dari 25 pasien terkonfirmasi positif, 19 orang dinyatakan sembuh, tiga orang meninggal dunia dan tiga pasien menjalani perawatan.

Kabar bahagia. 2 orang Karangnyar dinyatakan sembuh dari Corona