Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tegal merupakan salah satu kabupaten yang terletak di bagian barat laut provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Pusat administrasinya dulu berada di Kota Tegal yang terletak di sudut barat laut kabupaten ini, tetapi kemudian Kota Tegal secara administratif terpisah dari kabupaten dan membentuk wilayah sendiri. Kemudian digantikan oleh Kota Slawi sebagai pusat adminitrasi Kabupaten Tegal hingga saat ini.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salaf dan Modern Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Tegal Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN RIBATH NURUL HIDAYAH

Lokasi : Bedug, Kec. Pangkah, Tegal, Jawa Tengah 52471

Pondok Pesantren Nurul Hidayah merupakan suatu wadah untuk mencetak generasi muda islami yang bernafaskan ahlussunnah wal jama’ah. Keberadaan Pondok Pesantren Nurul Hidayah tidak terlepas dari penyebaran dakwah islam dan syiar yang dilakukan oleh Habib Soleh bin Ali Alatas, yang mana beliau adalah Pembina Majelis Ta’lim Wa Ratib Nurul Hidayah Desa Bedug Kecamatan Pangkah yang merupakan cabang dari Majelis Ta’lim yang sama di Desa Giren Kecamatan Talang Kabupaten Tegal yang beliau asuh. Kegiatan Majelis Ta’lim Wa Ratib Nurul Hidayah Desa Bedug pada mulanya dilakukan dari rumah ke rumah yang meliputi warga desa bedug dan sekitarnya.

Pada waktu kurun 1 tahun dan atas usulan dari anggota, maka kegiatan yang awalnya dilaksanakan dari rumah ke rumah untuk ditetapkan di suatu tempat dan usulan itupun disetujui dan tempat tersebut adalah bangunan wakaf dari Bapak Kusen (alm). Sejak itu, kegiatan ta’lim dilaksanakan di tempat tersebut hingga sekarang.

Seiring berjalannya waktu dan atas perint ah guru dari Habib Soleh bin Ali Alattas yaitu KH. Maemun Zubaer untuk mendirikan pondok pesantren. Pada waktu itu beliau bersama rekan-rekannya sowan ke mbah Maemun dan akhirnya mendapat perintah tersebut. Perlu diketahui pula bahwa nama nurul hidayah adalah nama yang diberikan oleh gurunya yang mulia addaa’i ilallah al-Habib Umar bin Hafidz. Nama itu diberikan sewaktu habib Soleh belajar di hadramaut, yaman.

Setelah perintah tersebut dikemukakan ke masyarakat desa bedug, ternyata antusias warga sangat mendukung berdirinya pondok pesantren di Desa Bedug dan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Akhirnya pada tanggal 3 Februari 2008 Majelis Ta’lim Wa Ratib Nurul Hidayah Desa Bedug berubah menjadi Pondok Pesantren Nurul Hidayah yang diasuh oleh alhabib Soleh bin Ali bin Hasan Alatas dan berkedudukan di desa bedug kecamatan pangkah kabupaten tegal.

Pada awal berdirinya pondok pesantren nurul hidayah tercatat baru ada 7 santri yang berasal dari desa bedug sendiri dan sekitarnya, kemudian bertambah menjadi 30 santri. Dan sampai saat ini jumlah santri semakin bertambah hingga mencapai 450 santri yang berasal dari berbagai daerah seperti brebes, pemalang, purbalingga dan sekitar kota tegal.

2. PONDOK PESANTREN ATTAUHIDIYYAH CIKURA

Lokasi : Krajan, Cikura, Kec. Bojong, Tegal, Jawa Tengah 52465

Pondok Pesantren Attauhidiyyah yang terletak di Desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Lokasinya yang berada di ketinggian, tepatnya di bawah kaki Gunung Slamet, tak jauh dari kawasan wisata Guci, bertemperatur udara yang cukup dingin. Ponpes Attauhidiyyah Didirikan oleh KH. Armia pada tahun 1880, di desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Desa Cikura yang konon awalnya bernama desa Pemulian, kemudian berubah nama menjadi desa Syukura/ Cikura.

Ponpes didirikan setelah KH. Armia sepulang dari pengembaraannya menuntut ilmu kepada banyak ulama, diantaranya di daerah Kasuben Lebaksiu Tegal, Sumpyuh Banyumas, Cirebon dan terakhir di Mbah Kyai AnawAr Lemah Duwur, seorang ulama kharisma di Kabupaten Tegal. Kemudian beliau bertemu dengan para calon ulama besar, seperti: Kyai Soleh Pekuncen, Kyai Romdon (kakek Nyai Jamilah)| dan Kyai Abu Ubaidah yang kemudian menjadi besannya.

Bermula, KH. Armia mengajarkan ilmunya kepada para pengembala, merekza diajari tentang tatacara shalat dan bacaan Al Qur’an. Pada saat itu belum ada alat tulis. Sistem pembelajarannya masih menggunakan metode menghafal (sorogan), dimana santri menghafal ayat-ayat Al Qur’an, kitab kitab seperti Syafinah, Kifayatul Awam, Sanusiyah dan kitab lainnya.

Pesantren Attauhidiyah berada di dua lokasi, yakni di Giren dengan jumlah santri putra dan putri sebanyak 3000, dan di Cikura sebanyak 400 santri putra putri.

3. PONDOK PESANTREN AHMAD DAHLAN

Lokasi : Harjowinangun, Kec. Balapulang, Tegal, Jawa Tengah 52464

Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan adalah pondok yang mencetak kader - kader berkualitas dengan gaya modern. yang dikenal dengan julukan PPAD, pondok ini sudah banyak terkenal dalam berbagai daerah. Pondok yang bertempatkan di daerah tinggi dengan nuansa yang sangat sejuk sekali sehingga dalam prosesi Kegaiatan belajar mengajar itu lebih nyaman.

PROGRAM EKSTRAKURIKULER

Muhadloroh / latihan penguasaan pidato 3 bahasa, Seni baca Alquran, English Club, Arabic Club, Multimedia Studi Club, Jurnalistik, Robotika, Fotografi, Olahraga Berprestasi ( Badminton, Sepak Bola, Pencak Silat Tapak Suci, Bola Coly, Sepak takraw, Gymnastik) , Seni teater , Paduan Suara dan Drumband.

4. PONDOK PESANTREN TAHFIDZ DAR AL QURAN AL ISLAMI

Lokasi : Jl. Kali Bulu, Lebaksiu Kidul, Winong, Lebaksiu Kidul, Kec. Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah 52461

Pesantren Dar Al-Qur’an Al-Islamy berdiri sejak tahun 1916 M. pendirinya adalah seorang kiai setempat yang bernama K.H.Siraj.
pesantren tersebut ketika didirikan hanya dalam bentuk yang sangat sederhana sekali. Bangunannya tersebut dari kayu jumlah santrinyapun tidak seberapa, hanya beberapa puluh orang saja.

Lokasi pesantren terletak di pinggir perkampungan Desa Lebaksiu.Hampir tidak ada pemisah antara bangunan pondok dengan rumah penduduk, kecuali bangunan untuk tempat putri. Sehingga dengan demikian para santri putra khususnya mudah untuk masuk keluar kampung, tanpa ada tembok pemisah yang menghalanginya.

Di hadapan pesantren terhampar daerah pesawahan yang cukup luas. Di sepanjang jalan di depan pesantren mengalir sebuah sungai yang cukup besar dengan airnya yang jernih dan deras, yang dapat dimanfaatkan oleh para santri dan masyarakat desa untuk mengairi sawah, kolam, untuk mencuci dan lain sebagainya.

EKSTRAKURIKULER

- Tahfidzul Qur’an
- Kajian Kitab kuning
- Tahlil
- Imamah
- Khitobah Muhadlarah (Latihan Pidato/Dakwah)
- Seni Hadroh
- Kursus B. Arab dan B. Inggris
- Ketrampilan Hidup dan Wirausaha
- Pramuka
- PMR
- Paskibra
- Sepakbola
- Marching Band
- Beladiri
- VoliBasket

5. PONDOK PESANTREN AL-QUR'AN ZAENUDDIN

Lokasi : Jl. Raya Pantura Jl. Raya Tegal - Pemalang No.KM.9, Pengasinan, Maribaya, Kec. Kramat, Tegal, Jawa Tengah 52181

Untuk mencetak generasi muslim yang hafal Al Quran, unggul dan berprestasi itulah yayasan “ Zaenuddin” Maribaya Tegal didirikan. Yayasan Zaenudin, yang berdiri di atas tanah seluas 7500 M ²,  adalah Komplek terpadu antara masjid yang berdaya tampung 750 jama’ah dan pondok pesantren dengan kapasitas 400 santri mukim. Yayasan ini berada di Jalan Raya Maribaya, KM 9 Tegal – Pemalang, Kabupaten Tegal, Propinsi Jawa Tengah. Mudah-mudahan yayasan Zaenuddin Maribaya Tegal dapat terus memberikan manfaat untuk kepentingan dan kemaslahatan umat bangsa dan negara.

Hingga saat ini Pondok pesantren AL-QUR'AN ZAENUDDIN memiliki santri kurang lebih 650 keseluruhan, yang berasal dari berbagai daerah.

6. PONDOK PESANTREN HASYIM ASY'ARI

Lokasi : Karang Jati, Karangjati, Kec. Tarub, Tegal, Jawa Tengah 52471

Berdiri pada tahun 2003, Pondok Pesantren Hasyim Asy`Ari beralamat di Jl. Karangjati No. 25, Tarub, Kabupaten Tegal , Propinsi Jawa Tengah. Dengan niat yang tulus dan ikhlas, maka wakif tanah Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Tarub, yaitu H. Kasnudi untuk wakaf tanah di desa Dermasandi  seluas 10.000 M.    Dalam wakaf tersebut wakif menguraikan niat dan cita-citanya mendirikan Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Tarub.

  Saat ini Pimpinan Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Tarub adalah  KH. Huzaini Amir. Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Tarub mulai melakukan misi dan cita-citanya, mengajarkan agama Islam, pendidikan untuk anak-anak fuqara dan tidak mampu serta bercita-cita membangun Pondok Pesantren yang mandiri dan berkarakter.

EKSTRAKURIKULER

Seni baca Al-Qur’an, marawis atau hadrah, baca kitab kuning, pidato, pramuka, komputer, bahasa asing, kaligrafi, silat, basket, voli, sepakbola, marching band.

7. PONDOK PESANTREN MA'HADUT THOLABAH

Lokasi : Jl. Babakan, Babakan, Jatimulya, Kec. Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah 52461

Pondok Pesantren Ma'hadut Thalabah Babakan mulai dirintis sejak tahun 1913 M oleh KH. Mufti bin Salim bin Abdur Rohman, seorang ulama asal Balapulang Kabupaten Tegal. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Mufti yang saat itu masih perjaka menunaikan ibadah Haji dan dipertemukan dengan K. Sulaiman, seorang bekel (Kepala Desa) Desa Jatimulya Kecamatan Lebaksiu. Pertemuan tersebut kemudian mengarahkan KH. Mufti untuk menikahi Hj. Fatimah, putri dari Kyai Sulaiman.

Diawali dengan kegiatan pengajian umum yang diselenggarakan di masjid Jami’ Dukuh Babakan dengan hanya diikuti oleh 12 orang dari lingkungan sekitar. Pada perkembangannya, setelah pengajian berjalan lebih dari 2 tahun, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan bertambah banyak. Hal tersebut memotivasi beliau mulai mengembangkan kegiatan keagamaanya, tepatnya pada tahun 1916 M / 1336 H, dengan membangun sebuah mushola di ujung selatan pedukuhan Babakan.

Saat ini telah terjadi perubahan formasi penanggung jawab pada beberapa lembaga. Namun demikian, KH Mohammad Syafi’i Baedlowi (Penanggung Jawab Pondok Putra), kondisi Ponpes Ma’hadut Tholabah yang ia kelola tetap berkembang pesat.

Sampai saat ini, Ma'hadut Tholabah masih menjadi sentral kegiatan pembelajaran keagamaan di Babakan. Jumlah santri Pondok Pesantren ini mencapai 3.200 orang dan 1200 diantaranya tinggal di komplek pondok, sedangkan sisanya pulang ke rumah ataupun asrama di sekitar pondok.

8. PONDOK PESANTREN DAR AL FARADIS

Lokasi : Harjosari Lor, Adiwerna, Kec. Adiwerna, Tegal, Jawa Tengah 52194

Pondok Pesantren Al-Faradis merupakan sebuah pondok yang didirikan untuk mengasuh dan mendidik anak yatim piatu, anak-anak miskin dan berbagai kalangan masyarakat. Pondok ini berdiri dari wakaf Alm. H. Mahmud yang di percayakan kepada H.Fathi Rozaq. Berada pada tanah seluas 3.550M² , bertempat di dukuh Monggor, Ds. Adiwerna, Kec. Adiwerna, Kab. Tegal.

Beberapa pendiri pondok merupakan alumni pondok Modern Gontor. Para Pendiri mempunyai cita-cita yang luhur, yaitu membantu anak-anak yatim, masyarakat miskin dan mendidik mereka dengan tauhid, syariat dan akhlak Islam.

9. PONDOK PESANTREN DARUL MUJAHADAH TEGAL 

Lokasi : Jl. Pesantren No.1, Bojong, Prupuk Utara, Kec. Margasari, Tegal, Jawa Tengah 52463

Darul Mujahadah merupakan salah satu Pondok Pesantren yang turut mewarnai dunia pendidikan Indonesia. Seluruh potensi dan kemampuan dicurahkan untuk merealisasikan misi tersebut. Darul Mujahadah “berdiri di atas dan untuk semua golongan Islam”. Hal ini semakin dipertegas dengan tidak terlibatnya Pondok Pesantren Darul Mujahadah dalam politik praktis, serta tidak berafiliasi kepada organisasi kemasyarakatan apapun, sehingga dapat secara independen menentukan langkah dan memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam bidang pendidikan dan pengajaran.

Sebagai pondok alumni Darussalam Gontor, Darul Mujahadah menerapkan sistem pendidikan terpadu antara Kurikulum Pondok Modern/KMI Gontor dan Kurikulum Kementrian Agama RI.

Dengan sistem pendidikan berasrama (boarding school) yang terpadu selama 24 jam, proses pembelajaran, disiplin dan prestasi santri dapat dilaksanakan secara maksimal. Pesantren tidak hanya menanamkan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Pesantren tidak hanya mengasah kecerdasan otak dan ketrampilan tangan, tetapi juga kekuatan mental dan kecerdasan spiritual. Dari landasan ini, Darul Mujahadah berusaha keras untuk konsisten menerapkan disiplin berasrama bagi para penghuninya yaitu asrama yang penuh dengan program pendidikan, bukan sekadar sebagai tempat tidur santri.

Dengan sistem asrama, para santri bisa berinteraksi dengan para guru secara lebih efektif dan produktif. Selain itu, santri dapat sepenuhnya terwarnai oleh program-program pendidikan pondok sehingga diharapakan bisa terjaga dari pengaruh kultur yang kurang dan bahkan tidak mengandung nilai-nilai pendidikan. Sistem asrama juga mendidik santri dalam hal kemandirian, kepemimpinan, persaudaraan, dan kemampuan bersosialisasi dengan teman-temannya yang memiliki latar belakang budaya dan suku yang beraneka ragam.

10. PONDOK PESANTREN MODERN DAARU ULIL ALBAAB 

Lokasi : Jl. Raya Kedungkelor Warureja, Kedungkesambi, Kedungkelor, Kec. Warureja, Tegal, Jawa Tengah 52183


PONDOK Pesantren Daaru Ulil Albaab berada di pinggir jalur pantai utara Jawa (Pantura), tepatnya di Desa Kedungkelor, Tegal itu didirikan oleh para alumnis Pondok Modern Gontor yang tergabung dalam IKPM.
Kendati usia pondok tersebut masih sangat muda, tidak kalah menarik untuk diperhatikan. Terutama sistem pendidikannya yang diramu secara modern. Dengan demikian, para santrinya tidak ketinggalan menekuni pelajaran umum dan piawai dalam soal-soal agama.
Pimpinan Pondok dan Ketua Yayasan Daaru Ulil Albaab Drs H Syamsul Falah SH MHum. 

Pondok pesantren yang beralamat di Jl. Raya Kedungkelor Warureja, Kedungkelor, Warureja, Tegal, Jawa Tengah 52183. orientasi orang tua pada umumnya menyekolahkan anaknya pada lembaga pendidikan yang memberikan pelajaran umum saja tetapi mengabaikan ajaran-ajaran agama, dan lembaga pendidikan lain yang hanya mengajarkan pelajaran agama.

Pondok Pesantren Daaru Ulil Albaab membuka pendidikan dengan jenjang SLTP dan SMU serta pendidikan Tarbiyatul Mualimin Al-Islamiyah (TMI) enam tahun. Pembinaan dan asuhan pondok berlangsung 24 jam. Untuk itu para siswa dan santri harus mondok/diasramakan, sehingga menempuh pendidikan maksimal dengan kesimpulan bahwa pondok pesantren modern Darul ulil albab ini memiliki dua program pendidikan yaitu program pendidikan yang pertama TMI (merupakan program pendidikan yang setara dengan pendidikan umum yaitu SMP dan SMA namun kelebihan program ini, santri – santrinya mendapatkan pendidikan agama) dan program pendidikan yang kedua adalah Tahfidzul Qur’an (Program khusus untuk menghafal al – qur’an).

11. PONDOK PESANTREN  ATTAUHIDIYYAH

Lokasi : Karangsari, Kaligayam, Kec. Talang, Tegal, Jawa Tengah 52193

Pondok pesanten At-Tauhidiyyah Giren Talang Tegal / Cikura Bojong Tegal adalah pondok pesantren salaf yang terkenal dan tertua di kabupaten Tegal dan nusantara yang terletak di dukuh Giren desa Kaligayam kecamatan Talang Tegal / Cikura kecamatan Bojong Kabupaten Tegal .

Bagi masyarakat Tegal dan sekitarnya nama pondok pesantren ini tidak asing lagi yang dari masa ke masa di asuh KH. Abu Ubaidah bin Kyai Syaikhon pengasuh Giren (1936). Kemudian KH. Abu Ubaidah mempunyai putri dan di ningkahkan dengan KH. Said bin Armiya.

KH. Said bin Armiya adalah putra dari Kyai Arimya Sama-sama ulama’ juga wali min Auliyaillah. Perningkahan KH Said bin Armiya dengan Putri dari KH Abu Ubaidah di karuniai seorang Putra yaitu Kyai Mustofa.

Setelah istrinya Wafat (Putri Kyai Ubaidah) KH Said bin Armiya meningkah lagi dengan Nyai Jamilah, sama-sama putri dari ulama’ Tegal dan di karuniai dua putra yaitu KH . Ahmad Saidi bin Said dan KH. Chasani bin Said

KH. Said bin KH. Armiya adalah seorang ulama dan waliyullah yang wafat pada tanggal 20 Rajab tahun1395 H atau sekitar tahun 1974 M dan dimakamkan tak jauh dari Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Giren, Talang, Tegal.

Hingga saat ini santri yang mondok di sini mencapai ribuan dari berbagai daerah di jawa tengah.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Kabupaten Tegal Jawa Tengah.

11 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Tegal Jawa Tengah

Sukoharjo adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Pusat pemerintahan berada di Sukoharjo, sekitar 10 km sebelah selatan Kota Surakarta.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN AL UKHUWAH SUKOHARJO

Lokasi : Mranggen RT. 03 / RW. 03, Joho, Sukoharjo, Sawah, Joho, Kec. Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57513

Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Al Ukhuwah Sukoharjo sejak tahun 2002 di atas tanah wakaf yang berlokasi di Joho Sukoharjo dan dibangun dengan bantuan dari Idaaroh Al Masaajid wal Masyaari’il Khoiriyyah, Saudi Arabia.

Tahap pertama terdiri atas sebuah masjid, dua lokal kantor, enam lokal kelas dan lima lokal asrama beserta sarana & prasarananya. Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo mengawali program kegiatannya dengan menyelenggarakan program Raudhatul Athfal, Madrasah Salafiyah Ula (SD) dan I’dad Du’at (Kaderisasi Da’i) serta I’dad Muhafizhah (Penghafal Al Quran Untuk Putri) Pada tahap berikutnya, Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo menyelenggarakan program lanjutan Madrasah Salafiyah Wustha (SLTP) kemudian Madrasah ‘Aliyah (MA) ditambah program khusus Takhasus Bahasa Arab. Pada tahun pelajaran 2014-2015 telah dibuka Pondok Pesantren Al Ukhuwah 2 yang berlokasi di Sugihan Bendosari Sukoharjo untuk pengembangan program Takhasus Bahasa Arab dan program baru I’dad Muhafizhin (Penghafal Al Quran – Putra) Bersamaan dengan itu, Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo juga mengembangkan program Madrasah Salafiyah Ula (SD)  dan I’dad Muhafizhat dengan membangun gedung terpisah

Program Pendidikan Pondok Pesantren Raudhatul Athfal, non asrama Madrasah Salafiyah Ula, setingkat SD Madrasah Salafiyah Wustha, setingkat SLTP Takhasus Bahasa Arab, khusus bagi lulusan SLTP umum yang ingin melanjutkan ke Madrasah Aliyah Al Ukhuwah Sukoharjo Madrasah Aliyah, setingkat SLTA I’dad Du’at, kaderisasi da’i I’dad Muhafizhin & I’dad Muhafizhat, kaderisasi guru tahfizh Al Quran.

2. PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM 

Lokasi : Kartasura, Jalan Garuda Mas, Pabelan, Sukoharjo - Surakarta, Mendungan, Pabelan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57102

Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, biasa disingkat dengan PPMI Assalaam adalah lembaga pendidikan Islam swasta yang didirikan oleh Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta (MPI) yang didirikan oleh H. Abdullah Marzuki dan Hj. Siti Aminah Abdullah.

PPMI Assalaam berdiri pada tanggal 17 Syawal 1402 H bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1982 M, berlokasi di Jalan Yosodipuro No. 56 Punggawan Surakarta menempati tanah seluas 2.845 m, wakaf dari keluarga H. Abdullah Marzuki dan Hj. Siti Aminah Abdullah, pemilik percetakan PT. Tiga Serangkai Solo.

Sebelum PPMI Assalaam berdiri kegiatan pendidikan yang dilakukan adalah kegiatan Madrasah Diniyyah Awaliyah (MDA), kemudian atas tuntutan masyarakat YMPI mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan sistem asrama yang merupakan cikal bakal berdirinya Pondok Modern yang waktu itu diberi nama Pondok Pesantren Punggawan, meminjam nama desa dimana kegiatan pendidikan dipusatkan.

Pada tanggal 20 Juli 1985 nama Assalaam secara resmi digunakan, serta sekaligus menandai awal mula digunakannya kampus baru di desa Pabelan Kartasura Sukoharjo di atas areal tanah wakaf seluas 5,6 Ha dari keluarga H. Abdullah Marzuki (alm) dan Hj. Siti Aminah Abdullah.Bangunan yang terdapat pada saat itu terdiri dari ruang kelas, gedung olah raga (GOR), asrama santri, perumahan guru dan pengasuh, dapur dll. Bersamaan dengan itu pula didirikan Madrasah Aliyah (MA) sebagai kelanjutan dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assalaam, serta sebagai jawaban dari tuntutan masyarakat terhadap PPMI Assalaam.

Pada tahun 1986/1987 didirikan Madrasah Takhasush sebuah kelas persiapan untuk calon santri yang akan melanjutkan ke MA Assalaam yang berasal dari SLTP umum di luar Assalaam. Pada tahun 1988/1989 didirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Assalaam dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengikuti perkembangan pendidikan yang terjadi di luar Assalaam. Memasuki tahun pelajaran 2005/2006, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di idirikan. yang mengambil program keahlian Komputer dan Jaringan dan Persiapan Grafika. SMK bermaksud untuk mencetak tenaga profesional dengan tetap berwawasan pada nilai-nilai Keislaman.

3. PONDOK PESANTREN MODERN IMAM SYUHODO

Lokasi : Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 154, Wonorejo, Polokarto, Blimbing, Wonorejo, Kec. Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57555

Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo (selanjutnya di singkat PPMIS) adalah salah satu pesantren dengan system pendidikan modern yang didirikan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Blimbing daerah Sukoharjo pada tahun 1994. Dengan No. SK. PCM : 194/SK.PC/I.A/1.a/1994. Pesantren ini terletak di desa Wonorejo, kecamatan Polokarto, kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

PPMIS ini berdiri, berangkat dari semangat mencetak kader persyarikatan Muhammadiyah khususnya dan kader islam pada umumnya dengan harapan mampu ikut berperan dalam mencerdaskan bangsa melalui amal usaha pendidikan dengan system pesantren.

Dengan sistem pendidikan pesantren modern yang kami kembangkan besar harapan PPMIS mampu menjadi secercah cahaya yang akhirnya menjadi solusi problematika umat pada saat ini dan masa yang akan datang.

Seiring berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat kepada pesantren ini menggerakkan mereka ikut andil besar dalam suksesnya pengembangan pesantren baik fisik bangunan hingga wakaf tanah yang diserahkan ke pesantren ini. Yang lebih menggembirakan bagi kami adalah semakin besarnya minat masyarakat untuk mempercayakan putra – putrinya menuntut ilmu di pesantren ini.

4. PONDOK PESANTREN AL MUKMIN

Lokasi : Jalan Ngruki, Cemani, Ngruki, Cemani, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57552

Berdirinya Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin bermula dari adanya kegiatan pengajian selepas zuhur di masjid Agung Surakarta. Selanjutnya para da’i dan mubaligh mengembangkan bentuk pengajian tersebut dengan mendirikan Madrasah Diniyah di jalan Gading Kidul 72 A Solo.  Perkembangan Madrasah ini cukup pesat karena diantaranya didukung oleh media massa yaitu Radio Dakwah Islam (RADIS) Surakarta pada saat itu. Dinamika madrasah yang menggembirakan tersebut, selanjutnya mengilhami para mubaligh untuk menggagas dengan mengasramakan para santri ke dalam sebuah wadah berbentuk lembaga pendidikan pondok pesantren.



Realitas sosial masyarakat Solo pasca tahun 1965 dan timbulnya berbagai ancaman yang dianggap membahayakan eksistensi Islam serta umatnya pada waktu itu, semakin memotivasi semangat para mubaligh se-Surakarta untuk bersegera mewujudkan pendidikan pondok pesantren. Hal ini juga didasarkan pada perspektif dan pertimbangan sejarah bahwa pesantren pada zaman dahulu telah memiliki andil dan peran yang sangat besar dalam membela, memperjuangkan, dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.



Akhirnya, pada tanggal 10 Maret 1972 berdirilah Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin di jalan Gading Kidul No 72 A Solo, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam dan Asuhan Yatim Al-Mukmin (YPIA)  dengan akte Notaris No. 130 b 1967.



Pada waktu itu jumlah santri yang diasramakan sebanyak 30 santri termasuk didalamnya 10 santri dari Asuhan YPIA.  Adapun para perintis dan pendirinya adalah Ustadz Abdullah Sungkar, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Ustadz Abdullah Baraja’, Ustadz Yoyok Rosywadi, Ustadz H. Abdul Qohar Daeng Matase dan Ustadz Hasan Basri, BA serta para pendukung yang lain.



Mengingat perkembangan santri yang sangat pesat dengan sarana dan prasarana yang masih terbatas, maka dua tahun berikutnya yaitu tahun 1974 pengurus Yayasan Pendidikan dan Asuhan Yatim/Miskin Al-Mukmin (YPIA)  memindahkan lokasi madrasah ke dukuh Ngruki kelurahan Cemani kecamatan Grogol kabupaten Sukoharjo, dengan menempati tanah wakaf milik KH. Abu Amar.  Sejak saat itulah Pesantren ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki-Surakarta/Solo.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah.

4 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar di Sukoharjo

Sragen merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya terletak di Sragen.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salafiyah maupun Modern Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Sragen Jawa Tengah :

1. Pondok Pesantren Walisongo Sragen

Lokasi : Kampung Sungkul, RT.12/RW.4, Plumbungan, Karang Malang, Sungkul, Plumbungan, Kec. Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57222

Pondok pesantren Walisongo Sragen, adalah suatu pondok terbesar di Sragen. Ponpes Walisongo Sragen dibawah asuhan Abah KH Ma’ruf Islamuddin, ini bertempat di Sungkul, Plumbungan, Karangmalang, Sragen. Ponpes yang bisa disebut ponpes yang bertempat di tempat strategis ini, telah memiliki sekitar 700 santri putra maupun putri. Dengan lokasi di central kota Sragen tugu adipuro ke selatan sekitar 500 m. Terdapat plat besar bertuliskan “Pondok Pesantren Walisongo Sragen”.

Pendidikan dalam pondok pesantren walisongo sragen mulai dari, KB-TK, SDI Walisongo, SMP Walisongo, SMA Walisongo, dan Mu’allimin Walisongo.
Tidak hanya ponpes berbasis salafiyyah dengan nahwu sorof, ’imrithi, maupun fiqihnya. Pondok pesantren ini juga memiliki sejumlah program unggulan lain.

PENDIDIKAN

Pondok pesantren ini juga merupakan pesantren yang masih mempertahankan pengajaran kitab-kitab Islam klasik, meskipun di daerah Babakan itu sendiri telah banyak berdiri pondok pesantren lain. Akan tetapi santrinya tidak kalah banyak dengan pondok pesantren yang ada di sekitarnya. Selain itu, pondok ini juga memiliki program bagi masyarakat sekitar yaitu Majlis Ta’lim sabtunan (bapak-bapak), selasanan (ibu-ibu) dan sebagainya.

EKSTRAKURIKULER

-. Keorganisasian dan ASWAJA
- Kelompok study mapel    Olah raga
- Pramuka   
- Out bound   
- Seni baca Qur'an ( qiroat )   
- Seni islami ( rebana )   
- Pengajian Kitab kuning ala pesantren

2. PONDOK PESANTREN AN NUR SRAGEN

Lokasi : Jl. Perintis Kemerdekaan, RT.21/RW.07, Dusun Kebayanan Sragen Manggis, Sragen Wetan, Kec. Sragen, Ndok, Jawa Tengah 57214

Pondok Pesantren An-Nur Sragen adalah pilihan yang tepat. Pondok Pesantren ini memberikan pengajaran Quran Hadist sekaligus memberikan kesempatan bagi para santrinya untuk melanjutkan pendidikan umum di SMP, SMU dan SMK.

Pondok Pesantren An-Nur Sragen merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Quran dan Al-Hadist di bawah pengelolaan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Lokasinya sangat strategis, yaitu masuk 50 meter dari Jl. Raya Karanganyar-Sragen tepat di sebelah RSUD Sragen Kota. Atau perjalanan 5 (lima) menit (2,6 KM) dari Stasiun Sragen Jalan Salak.

Pondok Pesantren yang mulai beroperasi tahun 1998 ini hingga saat ini telah meluluskan 600 (enam ratus) orang mubaligh dan mubalighot. Saat ini Ponpes An Nur menampung sebanyak 150 orang santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ponpes yang dipimpin oleh Drs. H. Mungin MM dan diasuh oleh 15 orang guru ini memiliki fasilitas Masjid, Aula, Kantor Pondok, Ruang tamu, asrama santri putra terdiri 3 kamar dan asrama santri putri terdiri dari 7 kamar. Ketua dewan guru adalah H. Anas Nasrulloh.

3. PONDOK PESANTREN DARUL IHSAN MUHAMMADIYAH

Lokasi : Pringan, RT.01/RW.01, Karang Tengah, Dusun I, Karang Tengah, Kec. Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57216

Pondok Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen merupakan salah satu sekolah swasta yang  berbasis pesantren modern atau dalam istilah sekarang dikenal dengan model Pendidikan Boarding School.  Model Pendidikan Pesantren  menjadi pilihan yang sangat tepat untuk memenuhi tujuan pendidikan Nasional yaitu membentuk manusia Indonesia yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan berlandaskan pada ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Disamping  itu, visi dari Pondok Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen yang telah disepakati bersama, yakni terbentuknya kader Muhammadiyah yang islami, berpestasi dan  terampil, akan semakin mudah terwujud. Hal ini bisa dipahami karena dalam dunia pesantren telah dilaksanakan pendidikan yang terpadu yaitu antara pendidikan agama dan pendidikan umum yang menyatu dalam keselarasan selama 24 jam.

Selain untuk memenuhi tujuan dasar pendidikan diatas, bentuk Boading School dengan menegemen yang tepat, akan sangat membantu permasalahan bangsa yakni rusaknya moral dan karakter para generasi muda yang merupakan tulang punggung bagi estafet kepemimpinan bangsa ini. Rusaknya moral dan hilangnya karakter khas dari bangsa Indonesia, membutuhkan perhatian khusus salah satunya dengan pendampingan yang terpadu dalam pendidikan yang menyatukan pendidikan umum dan agama dalam satu wadah, dalam porsi yang seimbang.

4. PESANTREN BAITUL QURAN SRAGEN

Lokasi : Jl. Jambeyan, Garut 1, Dawung, Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57293

Pesantren Baitul Qur’an berdiri pada tahun 2010 dengan jumlah santri 10 orang dan hanya menyelenggarakan pendidikan tahfizh dan kepesantrenan saja. Kemudian, pada tahun 2011 yayasan menyepakati pendirian lembaga formal SMP Baitul Qur’an Boarding School (SMP BQBS). Lalu pada tahun 2012 yayasan mendirikan Sekolah Dasar Islam Terpadu Baitul Qur’an (SDIT BQ).

Dalam perkembangannya, SMP BQBS mengalami kemajuan cukup signifikan. Presatasi demi prestasi dapat diraih dengan gemilang hampir di semua bidang, seperti akademik, tahfizh, tilawah, olah raga, dan kesenian. Jumlah santri yang khatam 30 juz terus bertambah setiap tahunnya. Dampaknya, animo masyarakat dan jumlah pendaftar semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dengan visi “mencetak generasi qur’ani, mandiri, dan berprestasi” yayasan bertekad untuk terus mengembangkan kualitas dan kuantitas kelembagaan. Untuk itu, pada tahun 2015 didirikanlah SMA Science Plus Baitul Qur’an Borading School (SMA SP BQBS).

Profesionalisme pelayanan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Untuk mewujudkan hal itu, dibentuklah lembaga-lembaga non formal untuk mengawal berjalannya program unggulan. Yaitu: Lembaga Tahfizh dan Ilmu Syariah Baitul Qur’an (LTIS BQ), Lembaga Bahasa Baitul Qur’an (LBBQ), dan Lembaga Keasramaan Baitul Qur’an (LKBQ).

Kini, Baitul Qur’an telah menampung sebanyak 1140 santri dari jenjang SD hingga SMA, dan terus mengembangkan diri dengan program-program sosial. Untuk itu Yayasan membentuk satu badan sosial yang diberi nama Direktorat Sosial dan Dakwah. Fungsi direktorat ini adalah menjembatani komunikasi Pesantren dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

5. PONDOK PESANTREN IBNU ABBAS AS SALAFY

Lokasi : Beku, Dusun 2, Kliwonan, Kec. Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57282

Pada bulan juli tahun 2002 dimulailah pembelajaran di masjid Beku Kliwonan Masaran Sragen. Dengan bentuk pembelajaran yang berbasis masjid ini diharapkan mampu untuk mencetak penuntut ilmu yang mumpuni dalam ilmu maupun amal. Peserta didik mendapat asupan ilmu agama sesuai jadwal kajian yang masih menyisakan kesempatan untuk mencari penghidupan di luar jam pelajaran. Namun di sini lain, peserta didik tidak mempunyai ikatan kuat sebagai santri tetap karena kebanyakan mereka hanya bertahan beberapa waktu dan setelah itu meninggalkan pembelajaran dengan alasan bervariasi dan tidak kembali lagi. Pada akhirnya hanya beberapa peserta didik yang bertahan. Dengan pengalaman semacam ini, terbetik niat untuk membuat sebuah lembaga pendidikan yang benar-benar mempunyai ‘peserta didik tetap’ dan berkesinambungan. Maka pada tahun 2005 mulailah dibangun di lokasi yang sekarang ini, madrasah salafiyah wustho.

Peminat untuk madrasah ini pada awal mula terbilang cukup banyak. Walaupun sebagaian santri belum mempunyai ijazah setingkat sekolah dasar. Namun diusahakan untuk segera mengikuti ujian program paket kesetaraan tingkat sekolah dasar. Sehingga ketika resmi tahun 2006 mendapat izin kemenag untuk menyelenggarakan pesantren sekaligus madrasah salafiyah wustho setingkat SMP. Mulai saat itulah perkembangan jumlah santri sekaligus sarana fisik juga SDM mulai berkembang pesat. Peminatnya dari tahun ke tahun semakin banyak. Jumlah guru pun ditambah dan beberapa karyawan pesantren pun diangkat untuk menunjang kebutuhan harian santri. Mulai dari tukang masak hingga petugas sarana dan prasarana.

Pada awal tahun 2009 mulai dipikirkan dan diusahakan untuk memberikan wadah bagi lulusan madrasah salafiyah wustho yang tentunya tidak mungkin semuanya akan melanjutkan ke luar pesantren. Dan memang kebanyakan masih melanjutkan di pesantren hingga 6 tahun. Maka pada tahun itu juga mulai diusahakan ijin operasional untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Ibnu Abbas As Salafy di lingkungan pesantren. Dan akhirnya pada bulan mei tahun 2009 turunlah izin resmi penyelenggaraan madrasah aliyah.

Bersamaan dengan berdirinya madrasah salafiyah wustho, program tahfizhul quran selalu mengiringi setiap derap langkah pesantren. Karena program ini berlangsung pada pagi dan sore hari di luar kegiatan dan jam belajar reguler pagi hari. Pada mulanya pengampu untuk hafalan qur’an hanya satu orang namun seiring dengan perkembangan jumlah santri, bertambah pula jumlah pengampu hafalan tetap, yang tentunya mereka adalah hafizh-hafizh quran yang berpengalaman.

Program I’dad Lughowi dan I’dad Du’at merupakan lanjutan dari pembelajaran masjid yang ketika berpindah lokasi ke lokasi pesantren sekarang masih mempunyai beberapa peminat. Merekapun masih mendapatkan pelajaran yang sama sebagaimana ketika di masjid dulu. Sekaligus dibina untuk membantu berbagai kegiatan madrasah salafiyah wustho dan madrasah aliyah baik di dalam kelas maupun di luar jam pelajaran kelas. Program ini ditiadakan pada tahun 2011 disebabkan kurangnya peminat. Akhirnya pesantren fokus pada madrasah salafiyah wustho dan madrasah aliyah yang dipadu dengan tahfizul qur’an sebagai program unggulannya.

Itulah daftar Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Kabupaten Sragen Jawa Tengah.

5 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Sragen Jawa Tengah

Semarang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Kota Ungaran Sekaligus Semarang menjadi Ibukota provinsi Jawa Tengah.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salafiyah maupun Modern Terbesar dan Terkenal di Kabupaten/Kota Semarang Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN MODERN DARUL HUSNA

Lokasi : JL Mangunharjo, RT 002/04, Mangunharjo, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50272

Pondok Pesantren Modern Darul Husna adalah salah satu pondok pesantren yang terletak di Jalan Mangunharjo, RT 002/04, Mangunharjo Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Pondok Pesantren Modern Darul Husna adalah salah satu pondok modern yang memiliki jenjang pendidikan formal juga, salah satunya adalah untuk pendidikan di jenjang SD, SMP, SMA ada di Pondok Pesantren Modern Darul Husna ini. Sehingga ilmu yang akan di dapat oleh santri selain ilmu akhirat juga ilmu dunia.

2. PONDOK PESANTREN ADDAINURIYAH 2

Lokasi : Jl. Sendang Utara No.38, Gemah, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50191

Pondok Pesantren Addainuriyah 2 bermula dari pengajian Jum'at yang bertempat di serambi rumah Pengasuh (1980). Materi kajian saat itu masih terbatas pada tafsir Al-Qur'an disertai dengan Tanya jawab. Semakin hari jamaah pengajian terus bertambah setelah melalui berbagai pertimbangan majelis ta'lim ini dipindah pada malam Senin (berlangsung hingga sekarang). Kajian kitabpun mulai ditambah, yaitu kajian tasawuf (Kitab Syarah Hikam) dan kajian fiqh (kitab Fatkhul Mu'in). Perkembangan pengajian-bertambah timbul gagasan untuk mendirikan pondok pesantren. Hingga pada tahun 1989 pembangunan tahap I pun dilaksanakan. Pembangunan dilanjutkan sampai tahap IV. Sampai sekarang PP Addainuriyah-2 memiliki 3 lokal gedung berlantai 4.

Selain menjadi pengasuh PP Addainuriyah-2 Semarang, Drs. KH. Dzikron Abdullah juga menjabat sebagai ketua Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Almu'tabaroh Annahdiiyyah Idaroh Wustho (Jawa Tengah) dan menjadi dosen Senior IAIN Walisongo Semarang.

3. PONDOK PESANTREN AL HIKMAH

Lokasi : Jl. Pesantren No.3, Pedurungan Lor, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50192

Pondok pesantren Al-Hikmah didirikan pada tahun 2002 oleh para tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah. Kiprah Al-Hikmah di bidang agama diwujudkan dalam unit pendidikan di antaranya Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah (MD), Madrasah Tsanawiyah (MTs.), dan Madrasah Aliyah (MA), serta di bidang sosial dan kemasyarakatan.

Pondok Pesantren “Al-Hikmah” Karave didirikan atas inisiasi tokoh agama yang diwakili oleh Ust. Zainal Ngabidin, A.Ma. (Alm.) dan tokoh masyarakat desa Karave, Kab. Mamuju Utara pada pertengahan tahun 2002. Pada awalnya, Pondok Pesantren “Al-Hikmah” Karave hanya membuka jenjang pendidikan MTs. (Madrasah Tsnawiyah) atau setara SMP dan menerima peserta didik angkatan pertama pada tahun ajaran 2002/2003. Kemudian, pada tahun ajaran 2006/2007 Yayasan Pesantren ini mulai membuka jenjang pendidikan MA. (Madrasah Aliyah) atau setara SMA.

Pondok Pesantren Al-Hikmah menggunakan dua macam kurikulum, yakni (a) Satuan Pendidikan formal menggunakan kurikulum nasional yang dirancang oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI; dan (b) Kegiatan kepesantrenan menggunakan kurikulum mandiri yang disusun berdasarkan asas-asas kepesantrenan dengan mempertimbangan aspek lokal.

4. PONDOK PESANTREN ASSHODIQIYAH SEMARANG

Lokasi : Jl. Sawah Besar Timur No.99, RT.09/RW.02, Kaligawe, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50164

Pesantren Asshodiqiyyah terletak diatas tanah Hak Milik seluas kurang lebih 2,9 Ha telah berdiri sebuah Masjid (Al Mabrur), Pondok Pesantren Putra dan Putri, Gedung SMK, Gedung SMP IT, SD IT dan Gedung yang sedang dibangun akan diperuntukkan Aula, BMT dan KOPONTREN  serta Insya Allah ke depannya nanti akan di bangun Perguruan Tinggi (Kebidanan dan Keperawatan).
Yayasan Asshodiqiyyah didirikan dengan Akte Notaris No. 10 Tgl. 14 September 1998. Diketuai oleh seorang Kyai yang kharismatik yaitu KH. Shodiq Hamzah  yang selama ini melaksanakan Bimbingan Haji KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) dan Umroh dengan jama’ah sekitar 500 orang setiap musim haji.

 EKSTRAKURIKULER

1. Latihan Khitobah
2. Jam’iyaAl barjanzi,
3. Seni Kaligrafi
4. Seni Hadroh dan Rebana
5. Kursus Komputer
6. Kajian Kitab
7. Bela diri
8. Olah raga
9. Seni baca Alquran
10. Administrasi.
11. Pengajian Al quran ( Bin Nadzor )
12. Tahfidzul Quran ( Hafalan Al quran )
13. Pengajian dan Sorogan kitabTakror ( belajar bersama )
14. Bahtsul Masail
15. Pengajian mingguan
16. Ziarah Wali-wali
17. lstighosah

5. PONDOK PESANTREN LUHUR WAHID HASYIM 

Lokasi : Jl. Menoreh Tengah II No.14, Sampangan, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50236

Latar belakang pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim PPLWH sangat terkait dengan sejarah  perkembangan Universitas Wahid Hasyim. Sejak  pendirian kampus pada tahun 2000, Universitas Wahid Hasyim telah mulai merintis pesantren mahasiswa (Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim) ini meski dalam bentuk sederhana. Sehingga pada tanggal 10 Oktober 2000, beberapa bulan setelah Universitas Wahid HaSyim Semarang berdiri. Awalnya, pesantren masih berupa rumah tinggal yang dikontrak oleh Universitas Wahid Hasyim untuk tinggal menetap dan mengaji para santri. Dengan kondisi tesebut, maka sisitem pendidikan dan kepengasuhan belum berjalan optimal disamping daya tampung PPLWH masih sangat terbatas. Universitas pada akhirnya memutuskan baru menerima santri putra untuk menetap.

 Seiring perkembangan dan usia kampus Universitas Wahid Hasyim, rumah tinggal dan tanah tempat PPLWH berada akhirnya dibeli dan menjadi milik Universitas Wahid Hasyim dengan  kapasitas ruang dan kondisi bangunan yang kurang refresentatif berdinding kayu dan berlantai semen serta karena faktor usia, PPLWH saat ini hanya menampung 25 santri putra, bangunan yang ada berisi enam kamar tidur santri, satu ruang kantor, satu ruang tamu yang menjadi ruang mengaji, ruang dapur dan dua ruang kamar mandi. penataan dan perbaikan kemudian terus dilakukan baik fisik maupun sistem pendidikannya. pada tahun keempat, pemikiran dan tekad untuk memformulasikan format PPLWH yang ideal semaikin mengental. Pada akhirnya universitas merasa sangat mendesak untuk dilakukan pembangunan Pondok Pesantren Luhur Wahid  Hasyim. Alasannya, dengan bangunan fisik yang ideal, maka sistem pendidikan pesantren serta optimalisasi fungsinya akan lebih bisa dilakukan secara maksimal. Dan juga diperkuat oleh tuntutan karena orang tua mahasiswa yang mengaku lebih merasa tentram bila putranya bisa kuliah dan tinggal di pesantren. 

Seiring dengan perkembangannya, Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semarang sudah mempunyai bangunan tiga lantai yang ditempati oleh santri putra. Sementara santri putri yang dulunya menempati bangunan dibelakang Rektorat, kini bertempat di rusunawa (Rumah susun mahasiswa) tiga lantai sebelah barat kampus dua Universitas Wahid Hasyim Semarang.

6. PONDOK PESANTREN SALAFIYYAH AL MUNAWIR

Lokasi : Jalan KH Munawir 13, Jl. Gemah Raya, Pedurungan Lor, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50192


Pondok  Pesantren  Salafiyyah  Al  Munawir  merupakan pondok  pesantren  yang  cukup  besar  di  kota  Semarang  dengan menempati tanah wakaf seluas 1.500 m2. Pondok ini terletak di kelurahan   Gemah   kecamatan   Pedurungan,   kota   Semarang. Tepatnya  di  Jalan  KH.  Munawir  13  Gemah,  Pedurungan  kota Semarang  50191,  Jawa  Tengah  dengan  nomor  telpon  (024) 6714638.

Pada mulanya pondok pesantren ini belum diberi nama secara pasti, tetapi masyarakat menamainya Pondok Pesantren Salafiyyah   Al Munawir.   Kata   Al   Munawir   diambil   dari pendirinya,  yaitu  K.  H.  Abdullah  Munawir,  sementara  kata Salafiyyah  adalah  sistem  pendidikannya  yang  menganut  kaum salaf (ulama’ terdahulu/tradisional), yaitu mengkaji kitab-kitab kuning   yang   disusun   ulama   terdahulu. 

Akhirnya   pondok pesantren   ini   dinamakan   Pondok   Pesantren   Salafiyyah   Al Munawir hingga kini.Pondok pesantren Salafiyyah Al Munawir berkembang pesat  semenjak  dipimpin  oleh  K.  H.  Abdush  Shomad  karena beliau  adalah  sosok  pribadi  yang  penuh  semangat,  berdedikasi tinggi  dan  berloyalitas  tinggi  yang  dilandasi  dengan  keimanan yang   kuat.   Pada   masa   kepemimpinan   beliau   pula   pondok pesantren   Salafiyyah   Al   Munawir   terdaftar   dalam   buku Departemen  Agama  RI,  yaitu  dalam  buku Nama  dan  Data Potensi  Pesantren  Seluruh  Indonesia nomor  2533/Prop.8/Kab.8/1972.

EKSTRAKURIKULER

1. Tahfidz al-Qur’an
2. Salat Dhuha Berjemaah
3. Pengajian Kitab Kuning
4. Musyawarah Ma’hadiyah
5. Bahtsul Ma’sail
6. Diskusi Ilmiah
7. Hadrah/Rebana
8. Pengembangan Berbagai Olahraga
9. Keterampilan Wirausaha
10. Ziarah
11. Kaligrafi
12. Bahasa Asing Arab dan Inggris
13. Latihan berpidato

7. PONDOK PESANTREN ASKHABUL KAHFI

Lokasi : Jl. Raya Cangkiran-Gunungpati, Polaman, Kec. Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah 50216

Pondok Pesantren Askhabul Kahfi juga merupakan pondok pesantren salaf (salafiyah/klasik) dan terpadu dengan moderen di kota semarang terletak di jalan cangkiran-gunungpati km.3 kelurahan polaman, kecamatan mijen, kota semarang, jawa tengah, indonesia merupakan lembaga yang mendidik kader-kader umat dalam sebuah miniatur dunia yang dibangun atas dasar nilai Iman, islam dan ikhsan. Saat ini (±) 3.000 santri secara keseluruhan baik putra maupun putri berasal dari berbagai daerah/kota di Indonesia baik Jawa maupun luar jawa. Meskipun dalam satu lokasi, namun dengan lokal terpisah antara asrama putra dan asrama putri.

Sejak Berdiri pada tahun 2009, Pondok pesantren askhabul kahfi terus menerus berupaya melakukan inovasi baik pendidikan, budaya dan ekonomi serta meningkatkan sarana dan prasaran untuk mengimbangi pelaksanaan pembelajaran guna mencetak generasi umat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berpendidikan dan berpengetahuan luas tidak mengenal dikotomi keilmuan serta selalu berupaya memperjuangkan agama islam sesuai dengan kemampuan yang berdasarkan pada Al Qur’an dan hadist, sehingga menjadi investasi berharga bagi bangsa negara dan agama demi menggapai ridlo Allah SWT.

8. PONDOK PESANTREN BUGEN AL-ITQON

Lokasi : Jl. Kyai H. Abdurrosyid, Tlogosari Wetan, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50196

Pondok pesantren ini berada di desa Bugen kelurahan Tlogosari Wetan Pedurungan Semarang. Perlu diketahui bahwa, sejarah keberadaan Pondok Pesantren ini sangat terkait erat dengan sejarah desa Bugen. Dalam sejarahnya, keadaan sosial dan kesadaran beragama masyarakat Bugen waktu itu sangat memprihatinkan. Sulit sekali menemukan orang yang mengenal Islam terlebih menjalankan syari'atnya. Kira-kira tahun 1898 M.

Syeikh Abu Yazid yang berasal dari Banjarmasin Kalimantan memperisteri Nyai Rohmah puteri dari Kyai Abdurrasul yang asli dari Bugen. Dan atas permintaan Kasma Wijaya yang pada saat itu menjabat sebagai lurah Bugen (semula merupakan sebuah kepatihan bernama singosari).

Syeikh Abu Yazid diminta untuk menetap di desa Bugen guna kepentingan dakwah Islam. Sebagai langkah awal dalam berdakwah, Syeikh Abu Yazid mendirikan sebuah masjid sederhana dari rumah pemberian lurah Kasma Wijaya. Sejak itulah desa Bugen resmi memiliki sebuah masjid, dan sebagai imam masjid tersebut adalah Syeikh Abu Yazid sendiri. Sepeninggalan Syeikh Abu Yazid, imam masjid digantikan oleh kyai Abu Darda' (H. Syakur) yang termasuk salah satu putera Syeikh Abu Yazid. Pada tahun 1911 M. kyai Darda' wafat di desa Bugen, dan beliau meninggalkan anak diantaranya Nyai Khoiriyyah yang menikah dengan kyai H. Abdurrasyid dari Demak.

Kyai Abdurrasyid kemudian menggantikan kyai Abu Darda' sebagai imam masjid. Pada masa KH. Abdurrasyid inilah awal mula berdirinya sebuah pondok pesantren di desa Bugen. Pondok pesantren ini mengajarkan kitab-kitab kuning dan tasawuf beraliran Naqsabandiyyah. Pondok pesantren yang baru lahir dan belum mempunyai nama itu lebih menonjol di bidang tasawufnya dari pada pengajian kitab-kitab kuning. Kebanyakan santri yang ada berasal dari Banjarmasin Kalimantan yang merupakan daerah asal kyai Abu Yazid yang tidak lain adalah kakek KH. Abdurrasyid.

Periode selanjutnya, pondok pesantren ini diasuh oleh KH. Shodaqoh Hasan yang memperisteri Nyai Hikmah yaitu salah satu puteri KH. Abdurasyid. Pondok pesantren tanpa nama yang didirikan KH. Abdurasyid, oleh KH. Shodaqoh Hasan diberi nama Al-Irsyad. KH. Shodaqoh Hasan terus mengupayakan bagaimana pondok pesantren ini menjadi milik umat Islam yang pada gilirannya nanti akan memberikan faedah dan kemanfaatan yang besar. Pengajian-pengajian kitab kuning berjalan dengan lancar, beliau juga mendirikan madrasah diniyyah dan madrasah kurikulum dalam wadah Yayasan Al-Wathoniyyah.

Pada tahun 1988 M. KH. Shodaqoh Hasan wafat. Beliau dimakamkan di komplek pondok pesantren, dan meninggalkan anak yang diantaranya adalah KH. Ahmad Haris Shodaqoh. Di bawah asuhan KH. Ahmad Haris Shodaqoh inilah diadakan pengkhususan terhadap pelajaran-pelajaran pondok pesantren dan pengalihan nama dari Al-Irsyad menjadi MA'HAD TAFSIR DAN SUNNAH AL-ITQON. Sedangkan Yayasan Al-Wathoniyyah dipercayakan kepada KH. Ubaidullah Shodaqoh, S.H.adik kandung KH. Ahmad Haris Shodaqoh. Seiring perkembangan zaman yang menuntut adanya daya selektif dalam berfikir, maka pondok pesantren ini terus berupaya untuk tetap melestarikan nilai-nilai dari hasil karya ulama salaf yang telah terdahulu berupa warisan kitab kuning yang berlandaskan dan bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Pengkhususan itu masih tetap berlaku sampai saat ini. Bahkan pondok pesantren Al-Itqon telah mengalami kemajuan yang cukup berarti, dibuktikan dengan semakin banyaknya santri yang menuntut ilmu di pondok ini. Tidak hanya itu, pondok pesantren ini juga telah mempunyai lembaga pendidikan yang cukup komplit. Lembaga-lembaga itu antara lain adalah lembaga pendidikan Diniyyah Salafiyyah mulai dari Tingkat Raudhatul Athfal sampai Ma'had Aly. Yang lebih mengagumkan lagi, pondok pesantren ini, di bawah asuhan langsung KH. Ahmad Haris Shodaqoh memiliki Majlis Ta'lim Ahad Pagi yang mengkaji Tafsir Al-Ibriz dengan peserta kurang lebih 15000 orang dari berbagai kalangan dan dari dalam kota ataupun luar kota Semarang. Pada tahun 1997 M.

Selain madrasah diniyyah salafiyyah Al-Wathoniyyah, Ma'had Tafsir dan Sunnah Al-Itqon mendirikan madrasah diniyyah khusus untuk santri yang menetap di pondok pesantren, yang diberi nama madrasah diniyyah salafiyyah Al-Itqon dengan jenjang awaliyyah, wustha, dan ulya.

EKSTRAKURIKULER

  1. Istighosah
  2. Manaqib
  3. Dibaiyyah & Khitobiyyah
  3. Komputer
  4. Bahasa
  5. Seni Hadroh
  6. MTQ
  7. Khaligrafi
  8. Bahsul Masail
  9. Tadarusan Al-Quran
 10. Musyawarah
11. Sorogan
12. Karya Ilmiyah
13. pembacaan wird al-Lathif
14. Rothib al-Ath-thos
15. Sholawat Masyisyah
16. Pembacaan Yasin dan Al-Burdah
17. Latihan Burdah
18. Muhafazhoh Kubro
19. Olah Raga
20. Drum Band

9. PONDOK PESANTREN AS SALAFY AL ASROR

Lokasi : Jl. Kauman No. 1, RT. 003 / 002, Patemon, Gunung Pati, Patemon, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50228

Ponpes Assalafy Putra-Putri Al-Asror merupakan lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan Islami yang berlandaskan pada ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah yang menganut empat Imam Madzhab, yaitu Imam Hanafi, Hambali, Syafi'i dan Maliki. Visi dan Misi kami adalah mencetak kader Muslim yang beriman taqwa yang memiliki akhlakul karimah serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pendiri sekaligus Pengasuh Ponpes Assalafy Putra-Putri Al-Asror yaitu Kyai Zubaidi (Alm) yang berasal dari Demak, yang menikahi Bu Nyai Markonah dari Patemon Semarang. Pak Kyai Zubaidi lalu pindah ke desa Patemon Semarang bersama istri beliau. Di desa inilah akhirnya beliau terkenal sebagai mubaligh dan mengadakan pengajian untuk warga sekitar. Untuk menunjang kegiatan dakwahnya, akhirnya beliau mendirikan Masjid Al-Asror serta Yayasan Al-Asror dibantu masyarakat sekitar.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning
2. Pembinaan Tilawatil Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Rebana
9. Pengembangan Seni Beladiri (Tapaksuci)
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pelatihan Ketrampilan Usaha

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Semarang Jawa Tengah.

9 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Semarang

Rembang merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Rembang.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salafiyah Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Rembang Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN RAUDLATUT THALIBIN

Lokasi : Jl. KH. Bisyri Mustofa No.1-4, Tawangsari, Leteh, Kec. Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59217

Berdiri pada tahun 1945, pasca masa pendudukan Jepang, pesantren ini semula lebih dikenal dengan nama Pesantren Rembang. Pada awal masa berdirinya menempati lokasi Jl. Mulyo no. 3 Rembang saja namun seiring dengan perkembangan waktu dan berkembangnya jumlah santri, pesantren ini mengalami perluasan sampai keadaan seperti sekarang. Tanah yang semula menjadi lokasi pesantren ini adalah tanah milik H. Zaenal Mustofa, ayah dari KH. Bisri Mustofa pendiri Pesantren Rembang. Kegiatan belajar mengajar sempat terhenti beberapa waktu akibat ketidakstabilan kondisi waktu itu yang mengharuskan KH. Bisri Mustofa harus mengungsi dan berpindah-pindah tempat sampai tahun 1949.

Pesantren ini oleh banyak orang disebut-sebut sebagai kelanjutan dari Pesantren Kasingan yang bubar akibat pendudukan Jepang pada tahun 1943. Pesantren Kasingan pada masa hidup KH. Cholil Kasingan adalah pesantren yang memiliki jumlah santri ratusan orang dan terkenal sebagai pesantren tahassus ‘ilmu ’alat. Santri-santri dari berbagai daerah belajar di sini untuk menuntut ilmu-ilmu alat sebagai ilmu yang dijadikan keahlian khusus macam nahwu (sintaksis Arab), shorof (morfologi Arab), balaghoh (stilistika).

Atas usul beberapa santri senior dan mengingat kondisi pada waktu itu pada tahun 1955, Pesantren Rembang diberi nama Raudlatuth Tholibin dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan nama Taman Pelajar Islam. Motto pesantren ini adalah ta’allama al-‘ilm wa ‘allamahu al-naas (kurang lebih berarti: mempelajari ilmu dan mengajarkannya pada masyarakat).

Pondok Pesantren (PP) Raudlatut Tholibin adalah satu di antara beberapa pesantren yang ada di Rembang. PP ini didirikan oleh KH Bisri Musthofa, ketika beliau menginjak usia relatif muda, sekitar 30 tahun ebelum mendirikan PP, Bisri “muda” telah melanglang Indonesia, mondok dari satu pesantren ke pesantren yang lain. Obsesinya untuk mendirikan PP setelah memiliki bekal ilmu agama yang cukup, dimotivasi oleh sebuah keinginan luhur yakni memberdayakan masyarakat setempat melalui pendidikan agama.

Semboyan hidup yang selalu tertanam di sanubarinya ialah li i’lai kalimatillah. KH Bisri menikah dengan salah seorang putri pengasuh PP Lasem Rembang. Dalam usia 63 tahun KH Bisri wafat, sehingga tingkat estafet kepemimpinan diturunkan kepada putra tertua, yakni KH Cholil Bisri, dibantu KH Musthofa Bisri, seorang ulama sekaligus budayawan terkenal. Masyarakat dan Potensi Wilayah PP Raudlatut Tholibin berada di desa Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah. Lokasi PP berada di antara rumah-rumah penduduk dan dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten Rembang.

Pendidikan kepesantrenan
Kegiatan pendidikan kepesantrenan di PP meliputi: Madrasah Diniyah (I’dad), Taman Pendidikan al-Quran (TPA/TPQ), kajian kitab salafi dengan metode sorogan dan bandongan. TPA/ TPQ dengan materi Qiroati, dibuka untuk kalangan santri sendiri maupun masyarakat sekitar.Materi kajian kitab yang diwajibkan meliputi: fiqih, ushul fiqih, tauhid, nahwu, sharaf, balaghah, akhlak/tasawuf, tafsir al-Quran, hadis, mustholah hadis, bahasa Arab, tajwid, qowaidul fiqih, ilmu tafsir, tarih Islam, tarikh tasyri’, mantiq, dan imla’.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tilawatil Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab);
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari;
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah,
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis,
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an;
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik,
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha: ternak sapi, tanam jamur dan kebun.

2. PONDOK PESANTREN AL HIDAYAT

Lokasi : Bayanan, Soditan, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59271

Pondok Pesantren Al - Hidayat didirikan oleh Almaghfurlah Simbah KH. Ma'shoem Ahmad pada tahun 1916 Masehi di desa Soditan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang. Keberadaan Pondok Pesantren Al-Hidayat terletak kurang lebih 370 m dari pantai laut jawa. KH. Ma'shoem Ahmad pada mulanya berguru (nyantri) di Pondok Pesantren Jamsaren-Solo.

 Kemudian dilanjutkan di Pondok Pesantren Bangkalan Madura dibawah asuhan KH. Cholil, selain itu beliau juga berguru pada kiyai - kiyai besar lain. setelah menikah dengan Nyai Hj. Nuriyyah beliau berdagang topi di Jombang namun tidak berlangsung lama karena beliau mempunyai tekad yang kuat untuk terus mengadakan dakwah dan melawan penjajahan Belanda, sehingga pada tahun 1916 M beliau mendirikan Pondok Pesantren Al-Hidayat dengan maksud untuk meningkatkan kegiatan dakwah, belajar mengajar, ibadah dan mengumpulkan massa untuk bersama - sama melawan penjajahan.
Pesantren yang dirintisnya tersebut pada awal mulanya hanya terdapat empat santri, kemudian pada masa - masa selanjutnya banyak sekali santri - santri yang berdatangan, terutama mereka yang mempunyai semangat, visi, misi dan keinginan yang sama dengan beliau.

Tercatat beberapa alumni Al-Hidayat dibawah didikan dan binaan beliau antara lain KH. Idam Kholid (pernah duduk sebagai ketua DPR/MPR RI) KH. Ahmad Syaikhu (Anggota DPR/MPR RI) KH. Saifuddin Zuhri (salah seorang kiyai / tokoh pengurus PBNU), KH. Subhan ZE, (seorang Tokoh muda NU pada masa itu), KH. Mukti Ali (Menteri Agama), dan banyak pura alumni yang saat ini menjadi tokoh masyarakat.

Pada masa pendirian Organisasi Nahdlatul Ulama, beliau termasuk tokoh utama yang berperan didalamnya. pada saat itu selain terdapat beberapa kiyai lain yaitu KH. Wahab Hasbullah, KH. Hasyim As'ari dan KH. Bisri Samsuri.

System Pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Al-Hidayat dari mulai berdiri dan semasa hidup KH. Ma'shoem dan KH. Ahmad Syakir menganut pendidikan salafy, yaitu khusus mengkaji ilmu - ilmu agama yang bersumber dari kitab kuning (klasik) baru pada periode Nyai Hj. Azizah Ma'shoem dan KH. Zaenuddin Maftuchin system pendidikan berubah memadukan salafy dan sekolah formal yang kurikulumnya selain mengacu pada kitab kuning juga menggunakan kurikulum Departemen Agama.

3. PONDOK PESANTREN KAUMAN LASEM

Lokasi : Mahbong, Karangturi, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59271

Pesantren yang diawal berdirinya hanya memilki 3 (tiga) santri putri dan 2 (dua) santri putra ini, oleh pengasuh sekaligus pendirinya yakni KH.M.Za’im Ahmad Ma’shoem di beri nama Pondok Pesantren Kauman, sebuah kebiasaan yang sering dilakukan para kyai terdahulu dalam memberikan nama untuk pesantrennya dengan menisbatkan pada daerah tinggalnya, sebut saja Pondok Pesantren Langitan Tuban, PP. Krapyak Yogyakarta, PP. Lirboyo Kediri,PP. Gontor (sekarang PP. Modern Darussalam Gontor), Perguruan Islam Soditan (sekarang PP. Al Hidayat Lasem) dan masih banyak lagi. Sebuah kebijakan yang dimafhumi dan cukup beralasan, mengingat Pondok Pesantren Kauman merupakan satu-satunya pesantren yang ada di kawasan Kauman, desa Karangturi kecamatan Lasem kabupaten Rembang.

Layaknya sebuah pesantren baru, kesederhanaan serta kesahajaan banyak terlihat disana-sini, terutama kondisi infrastruktur, bangunan asrama santri masih berupa rumah-rumah panggung yang terbuat dari bahan kayu atu sering disebut dengan lumbung, musholla yang terbuat dari bahan yang sama, disamping tempat jama’ah juga difungsikan sebagai sarana belajar mengajar, mengingat belum tersedianya tempat khusus pembelajaran.
Meskipun dalam kesederhanaan jumlah santri terus meningkat dengan pesatnya, kabar tentang adanya pesantren di kawasan pecinan (komunitas Tionghoa) .

 Dari mulut ke mulut, respect dan respon positif terus berdatangan dari masyarakat sekitar, terbukti dengan adanya orangtua yang menitipkan anak-anaknya (baik putra maupun putri) untuk mendapatkan pendidikan di Pesantren ini, sehingga dalam usianya yang masih tergolong muda, jumlah santri saat ini mencapai 166 santri mukim. 135 santri mahasiswa,270 santri weton, serta 200 santri kalong.
Dan kini di Pesantren Kauman telah berdiri sebuah Perguruan Tinggi Negeri, yang merupakan kelas jauh dari UPBJJ UT (Universitas Terbuka) semarang Pokjar Lasem. Di Pesaantren ini pula setiap tahunnya dilaksanakan Tes seleksi beasiswa study ke Universitas AL AHGAFF Yaman.

4. PONDOK PESANTREN AN NUR IHSAN

Lokasi : Geneng, Pranti, Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59254

Profil
Pondok Pesantren Nur-Ihsan Desa Pranti Rt 01 Rw 01 Kec. Sulang Kab. Rembang Jawa Tengah dirintis oleh Kyai Muhammad Ibrohim Al-Majid pada tahun 2005, beliau adalah santri dari Ulama Ahli Thoriqoh termashur Syekh Abdul Jalil Mustaqim Tulungagung Jawa Timur, yang sudah terkenal akan keilmuannya dalam bidang ilmu tasawuf.

Dengan latar belakang beliau sebagai santri Thoriqah, tentu awal berdirinya Pondok Pesanteren Nur-Ihsan ini kebanyakan muridnya adalah para santri yang bertujuan untuk belajar dan memperdalam keilmuannya dalam bidang rohani. Bahkan seringkali beliau menerima santri yang barangkali menurut khalayak umum dianggap sebagai orang yang mempunyai kelainan jiwa. Namun dengan seizin Allah SWT, para santri yang “berbeda” ini berangsur pulih, dan akhirnya sembuh total.

Seiring berjalannya waktu, para santri yang datang pun mulai bervariasi. Semakin ke sini semakin banyak santri yang tidak hanya butuh bimbingan secara rohani namun juga butuh dibimbing keilmuannya secara syar’i. Sehingga pengurus perlu untuk merumuskan sistem yang bisa mengakomodir keduanya. Baik dari sisi rohani maupun syar’i nya.

Pondok Pesantren Nur Ihsan ini dalam bimbingan syar’i nya berorientasi pada pembelajaran kitab Al-Qur’an, Al-Hadits dan kitab-kitab salaf lainnya yang ada kaitannya dengan syariát Islam. Baik yang bersinggungan dengan keilmuan fiqih misalnya maupun kelimuan tauhid, dan lain sebagainya.
Untuk bimbingan rohani, dalam hal ini langsung dibimbing oleh beliau Pengasuh Pondok Pesantren Nur Ihsan yaitu Kyai Muhammad Ibrahim Al-Majid, lewar berbagai macam amalan/laku yang harus ditempuh para santri. Seperti “laku suluk”, khususi-an, sampai dengan melaksanakan bai’at thariqah.

Dengan kedua pola bimbingan ini, diharapkan para santri yang ada maupun yang sudah lulus dari Pondok Pesantren Nur Ihsan ini, kelak akan menjadi manusia yang tidak hanya cakap secara keilmuan syar’i saja, namun juga diberikan kekuatan rohani, sebagai ruh dari keilmuan itu sendiri. Mampu menjadi pelopor dalam menjaga dan menegakkan agama Allah, serta bisa bermanfaat untuk masyarakat di masing-masing lingkungannya.

5. PONDOK PESANTREN AL-ANWAR

Lokasi : Karangmangu, Kec. Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59274

Pondok Pesanten Al Anwar 02 didirikan oleh KH Maemoen Zubair pada 30 Juli 2006 / 6 Rojab 1427 H dan diresmikan pada 7 Maret 2009 oleh Prof. Dr.Ir. H Muhammad Nuh, DEA yang pada saat itu menjabat sebagai menteri Informasi dan Komunikasi RI.

Dulunya ketika masih awal berdiri Pondok Pesantren Al Anwar 02 masih menjadi bagian dari Lembaga Al Anwar 01 yang diasuh oleh KH Maimoen Zubair. Meskipun masih menjadi bagian dari Al Anwar 1, Al Anwar 02 memiliki perbedaan meskipun tidak kontras dari Al Anwar 01, yakni pelajaran yang diajarkan dikombinasikan dengan pelajaran – pelajaran umum berbasis kurikulum dari Kementerian Agama.

Saat ini Pondok Pesantren Al Anwar 02 sudah menjadi bagian dari Yayasan Al Anwar 02 dimana didalamnya terdapat MI, MTs, MA & PP Al Anwar 02 yang di asuh langsung oleh putra pertama Syaikhina KH. Maimoen Zubair yaitu KH. Abdullah Ubab MZ. Pondok Pesantren Al Anwar 02 berlokasi di Dukuh Gondanrojo, Desa Kalipang, Kec. Sarang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Dari pondok yang awalnya hanya bangunan sederhana, kini semakin tahun mengalami perkembangan yang cukup pesat dari segi kuantitas santri maupun kualitas.

6. PONDOK PESANTREN ASH-SHIDIQIYYAH

Lokasi : Rembangan, Tasikagung, Kec. Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59212

Pesantren Raudlatun Nasyiin Ash-Shidiqiyyah yang terletak di Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini memiliki berbagai keunikan. Baik dari segi bangunan maupun kondisi psikologi para santrinya.  Pesantren ini mulai dirintis sejak tahun 2004 dan baru
mendapatkan akte dari pemerintah tahun 2005

Berbeda dengan pondok pesantren pada umumnya, pondok pesantren yang lebih terkenal dengan sebutan Ponpes RN ASA ini memiliki bangunan dengan gaya arsitektur pecinan. Ketika memasuki pintu gerbang menuju pesantren, orang akan dihadapkan pada pintu masuk berukuran kecil yang hanya cukup dilewati satu orang. Bukan hanya itu saja, pintu masuk tersebut juga dibuat dengan batu berukir layaknya bangunan kuno.

Keunikan pondok pesantren adalah gaya arsitektur pecinan seperti klenteng lebih menonjol dibandingkan dengan gaya bangunan pondok pesantren kebanyakan. Cat berwarna merah kombinasi warna emas menghias setiap dinding pondok. Di lantai bagian atas juga terdapat beberapa lampu lampion yang dijajar di bagian depan pondok.

EKSTRAKURIKULER

1. Tahfidzul Qur’an
2. Kajian Kitab kuning
3. Tahlil
4. Imamah
5. Khitobah Muhadlarah (Latihan Pidato/Dakwah)
6. Seni Hadroh
7. Kursus B. Arab dan B. Inggris
8. Ketrampilan Hidup dan Wirausaha
9. Beladiri

7. PONDOK PESANTREN AL QURAN

Lokasi : Narukan, Kec. Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59273

Seperti umumnya pesantren di Rembang, pondok pesantren ini juga lebih dikenal karena pengasuh pesantrennya, Gus Baha’. Pondok pesantren al Quran, karena lebih banyak kajian Quran ini terletak di Narukan, Kragan.

Pesantren ini adalah wujud dari cinta terhadap al Quran. Gus Baha’ dikenal sebagai seorang alim ulama yang memiliki kedalaman ilmu al Quran, namun beliau justru tidak mashur. Lebih senang dalam kajian keilmuan. Oleh sebab itu pesantren ini adalah pesantren terbaik dalam pendidikan Al Quran.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

7 Pondok Pesantren Terbaik, Terbesar Di Rembang Jawa Tengah

Purworejo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kota berada di kota Purworejo.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salafiyah Terbaik dan Terkenal di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN ASH - SHIDDIQIYYAH BERJAN PURWOREJO 

Lokasi : Jl. Ring Road Utara No.3, Dusun IV, Gintungan, Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54191

Yayasan Ash Shiddiqiyyah adalah merupakan respon dari Pimpinan atau Pengasuh Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyyah Berjan Gebang Purworejo terhadap keluhan-keluhan masyarakat, tentang kondisi anak anak sekolah yang mengalami dekadensi moral dan kondisi kepemimpinan di masyarakat yang mana apabila tidak mempunyai Ijazah SMK atau yang sederajat maka tidak bisa ikut mendaftar atau mengikuti seleksi kepimimpinan di tingkat desa, Kecamatan, Kabupaten atau bahkan pada tingkatan 2  yang lebih tinggi, terutama lagi kondisi Masyarakat sekitar kawasan pesantren yang mengalami penurunan ketetarikan dalam mempelajari keilmuan keagamaan.

Karena mungkin mereka sudah memandang kurang pentingnya pendidikan akhlak dan keilmuan kegamaan dalam kehidupan sehari hari dan masa yang akan datang. Keresahan Pempinan atau Pengasuh Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyyah Berjan Gebang Purworejo di atas yang akhirnya menginspirasi untuk mendirikan Yayasan yang di beri nama Ash Shiddiqiyyah, sekaligus juga mendirikan Lembaga Pendidikan Formal yang bernaung di bawah Yayasan Ash Shiddiqiyyah.

Ekstrakurikuler

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik

2. PONDOK PESANTREN AL IMAN PURWOREJO

Lokasi : Krajan, Bulus, Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54191

Pesantren Al-Iman terletak di Desa Bulus, Purworejo. Pesantren ini masyhur di kalangan warga Nahdlatul Ulama sebagai pesantren tertua di Purworejo. Hikayat umum di Purworejo menuturkan Pesantren Al-Iman didirikan oleh Mbah Ahmad Alim sekitar tahun 1700-an, 1750-an atau 1800-an.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Iman, Kiai Haji Sayyid Hasan bin Aggil Al-Ba'bud, pesantren Al-Iman merupakan pondok salaf yang mengunggulkan pendidikan kitab kuning dan gramatika Bahasa Arab.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta

3. PONDOK PESANTREN PUTRA PUTRI AN - NAWAWI

Lokasi : Gebang, Dusun IV, Lugosobo, Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 54191

Pondok Pesantren Berjan, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo didirikan oleh Al-Maghfurlah KH. Zarkasyi (1860-1914) pada tahun 1870 M. Di desa tersebut beliau mengembangkan Thariqoh Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah yang diperoleh dari Syaikh Abdul Karim Banten (Paman Syaikh Nawawi Al-Bantani) di Suq al-Lail Makkah al-Mukarromah. Kondisi Pondok Pesantren mulai menampakkan perubahan pada saat al-Maghfurlah KH. Shiddiq Zarkasyi (1914-1947) menggantikan ayahandanya memimpin pondok pesantren dan Mursyid Thariqat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah.

Perkembangan ini semakin nampak pada saat al-Maghfurlah KH. Nawawi Shiddiq (1947-1982) melanjutkan kepemimpinan. Disamping mengasuh pondok pesantren, al-Maghfurlah KH. Nawawi aktif dalam kancah perjuangan bangsa sebagai Komandan Laskar Hizbulloh Purworejo. Selain itu beliau dikenal sebagai tokoh pelopor sekaligus Ketua 1 (satu) pada Kongres Pertama Jam’iyyah Ahlit Thariqat Al-Mu’tabarah tahun 1957 di Tegalrejo Magelang. Di masa beliau pada tahun 1954 saat lurah pondoknya Ky. Najmudin nama Mafatihul Ulum diganti menjadi Miftahul Ulum, kemudian tahun 1965 diganti lagi menjadi Roudlotut Thullab dan pada tahun 1981 dirintis Pondok Pesantren Putri Al-Fatimiyyah.

Kemudian pada tanggal 07 Januari 1996 atau 16 Sya’ban 1416 H, oleh KH. Achmad Chalwani Nawawi (1982-Sekarang) kembali diganti menjadi An-Nawawi seperti yang kita kenal sekarang ini. Nama terakhir ini dipilih dengan maksud tafaulan kepada al-Maghfurlah KH. Nawawi Berjan. Karena pada masa beliau inilah, dikenalkan sistem klasikal atau madrasah dalam sistem pengajaran. Sebagaimana ayahandanya, KH. Achmad Chalwani Nawawi sepulang belajar dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri juga aktif dalam organisasi sosial keagamaan antara lain Nahdlatul Ulama (NU), Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabaroh dan pernah menjadi anggota DPD/ MPR RI mewakili Jawa Tengah. Pada masa inilah perkembangan Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan berkembang pesat. Santri yang belajar berasal dari berbagai daerah, baik dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Malaysia.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an

Itulah daftar Pondok Salafiyah Terbesar dan Terkenal di Purworejo Jawa Tengah.

3 Pondok Pesantren Salaf Terbesar Di Purworejo Jawa Tengah

Kabupaten Purbalingga adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Purbalingga.

Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salaf maupun Modern Terbesar dan Terkenal Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN PUTRA PUTRI AR ROHMAN

Lokasi : JL. Sukun, Kalikabong, Kec. Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53321

Pondok pesantren Ar-Rohman adalah Lembaga Pendidikan Islam yang berbasis masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan secara dinniyah. Didirikan pada tahun 1991 M oleh K.H. Muhammad Yazid Abdurrohman yang merupakan pimpinan pertama dan selanjutnya pimpinan pondok pesantren diteruskan oleh putranya yaitu KH. Achmad Ridlo.

Ekstrakurikuler

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Pidato
6. Pengembangan Olahraga
7. Qashidah dan Hadrah
8.Pengembangan Seni Beladiri
9. Tahfidhul Qur’an

2. PONDOK PESANTREN AL MANSHUROH PURBALINGGA 

Lokasi : Desa RT 4/2, Brobot, Bojongsari, Dusun 2, Brobot, Kec. Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53362

Pada tahun 2003 Yayasan Al Ghuroba merintis sebuah Ta’lim rutin di Masjid Agung Daarussalaam setiap hari Ahad pukul 13.00 – Ashar.

Dalam perkembangannya selanjutnya kami, Yayasan Al Ghuroba mendapat kesempatan untuk mengisi ta’lim rutin masjid Agung Darussalaam setiap hari Jum’at  ba’da  maghrib sampai Isya. Dari sinilah dakwah Ahlus sunnah mulai dikenal oleh masyarakat.

Kemudian untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang telah dijalankan maka pada akhir tahun 2005 tepatnya 12 Desember 2005 dengan bantuan berupa tanah jariyyah 22 ubin untuk Masjid dan pinjaman sebuah rumah dari beberapa  muhsinin yang bertempat di desa Kembaran Kulon RT 06/01 Kec/Kab Purbalingga  Yayasan Al Ghuroba merintis sebuah Ma’had (Pondok Pesantren) Al Manshuroh.

Dengan meningkatnya peserta didik dan terbatasnya tempat pendidikan maka pada pertengahan Agustus 2006, Pondok Pesantren Al Manshuroh pindah ke desa Brobot RT 04 RW 02 Kec. Bojongsari Kab Purbalingga. Pada pertengahan tahun 2008 Yayasan menerima tanah jariyah seluas 282 ubin dari beberapa muhsinin untuk pengembangan Pondok Pesantren Al Manshuroh Selanjutnya awal tahun 2009 Yayasan menerima tanah jariyah seluas 117 ubin untuk pengembangan Pondok Pesantren Al Manshuroh.

3. PONDOK PESANTREN DARUL ABROR

Lokasi : Kedungjati, RT. 1 RW. 7, Bukateja, Dusun I, Kedungjati, Kec. Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53382


Pada tahun 1989 didirikan Madrasah Diniyyah dengan nama Madrasah Diniyyah Al Amiriyah yang dipimpin oleh KH. Abror Mushodiq. Pada awal berdirinya, Madrasah Diniyyah ini telah mendapatkan sambutan masyarakat dengan dukungan santri mencapai 150 anak/santri, yang kesemuanya berdomisili di lingkungan sekitar masjid.

Dengan adanya Madrasah Diniyyah tersebut, maka banyak siswa dari luar desa Kedungjati yang mengikuti pendidikan di Madrasah Diniyyah tersebut dan bermukim di rumah KH. Abror Mushodiq, sehingga di luar kegiatan diniyyah mereka diajarkan kajian kitab-kitab keagamaan model pondok pesantren. Jumlah siswa/santri yang menetap pada saat itu 7 santri kemudian lambat laun berkembang menjadi 25 santri.

Maka pada tanggal 4 Januari 1991 diresmikan berdirinya Pondok pesantren dengan diberi nama Darunnajah dan dipimpin oleh KH. Abror Mushodiq. Pada tahun 1996 nama Darunnajah diubah menjadi Darul Abror ini dikarenakan pengasuh mendapatkan anjuran dari guru beliau yakni KH. Muhtar Syafa’at Abdul Ghofur dengan harapan dapat menjadikan pondok tersebut menjadi bertambah berkah, manfaat bagi agama, bangsa dan negara.

Seiring dengan usia pondok Pesantren Darul Abror yang semakin bertambah serta tuntutan jaman maka pada tanggal 1 Oktober 2003, dengan izin dari pihak pengasuh maka pengurus Pondok mendaftarkan pondok tersebut ke petugas akta notaris kabupaten Purbalingga yakni Bp. Heri Prastowo Wisnu Widodo, S.H. untuk diresmikan sebagai lembaga yang berbentuk yayasan dengan nama Yayasan Pondok Pesantren Putra Putri Darul Abror.

Ekstrakurikuler

Seni baca Al-Qur'an, marawis atau hadrah, baca kitab kuning, pidato, pramuka, komputer, bahasa asing, kaligrafi, silat, basket, voli, sepakbola, marching band.

4. PONDOK PESANTREN MINHAJUT THOLABAH

Lokasi : Jl. Al Ikhlas, Dusun Lawigede, Desa Kembangan, Kec. Bukateja, Dusun IV, Kembangan, Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53382

Minhajut Tholabah merupakan sebuah nama Pondok Pesantren yang cukup dikenal diantara pesantren yang ada di Kabupaten Purbalingga. Pondok Pesantren ini terletak di Dukuh Lawigede Desa Kembangan Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Didirikan pada tanggal 1 April 1990 oleh seorang pribumi Lawigede yang bernama Muhammad Anwar Idris. Tholabah terletak di Dukuh Lawigede Desa Kembangan Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga.

Meskipun hanya sebuah pedukuhan (gerombol) nama Lawigede cukup terkenal karena keberadaan Pondok Pesantren ini. Pondok Pesantren Minhajut Tholabah terletak kurang lebih 15 km dari Kabupaten Purbalingga kearah timur, 5 km ke Kecamatan Bukateja dan 2 km kearah Desa Kembangan dan dari jalan raya Kembangan – Karangcengis kearah selatan kira-kira 1 km, disitulah terletak Pondok Pesantren Minhajut Tholabah tepatnya di RT 02 RW 10.

Ekstrakurikuler

1. Tahfidz Alqur'an
2. Salat Dhuha Berjemaah
3. Pengajian Kitab Kuning
4. Bahtsul Masail
5. Tahfidz al-Qur’an
6. Diskusi Ilmiah
7. Hadrah/Rebana
8. Pengembangan Berbagai Olahraga
9. Keterampilan Wirausaha
10. Drumb Band
11. Pengembangan Jurnalistik dan Publish
12. Bahasa Asing
13. Pramuka, PMR, PKS, OMIM
14. Latihan berpidato
15. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
16. Olahraga
17. Kaligrafi

5. PONDOK PESANTREN DARUSSALAM

Lokasi : Sanguwatang RT. 003 RW. 001, Karangjambu, Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga, Purbalingga, Purbalingga Lor, Kec. Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53357

Berdirinya Pesantren Darussalam ini karena pesan dan perintah sang guru besar, Al-Maghfurlah K.H. Mukhtar Syafaat Abdul Ghofur, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Blok Agung, Banyuwangi, Jawa Timur, kepada K.H. Abdul Ghofur Arifin. Ia memerintahkan sang murid, yang kebetulan menjadi khadamnya selama bertahun-tahun sehingga banyak mendapatkan pelajaran khusus dan pesan-pesan penuh makna, untuk mendirikan sebuah pesantren.

Berbekal pesan-pesan dan ilmu dari sang guru, K.H. Abdul Ghofur Arifin kemudian mendirikan sebuah majelis ta’lim untuk kalangan muslimat pada tahun 1983. Lambat laun majelis ta’lim itu semakin berkembang dan banyak diminati dan diikuti masyarakat sekitar. Setahun kemudian, didirikanlah pesantren yang pada awalnya dinamai Darul Muttaqin.

Selang satu tahun, sang guru, K.H. Mukhtar Syafaat, berkunjung dan memerintahkan agar pondok pesantren yang baru di rintis itu dinamai Darussalam. Dengan semakin berkembang syiar dan dakwah Ponpes Darussalam, Dusun Kembaran Desa Cipawon kecamatan Bukteja Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah pun semakin harum namanya. Santri juga semakin lama semakin bertambah banyak. Untuk mengimbangi jumlah santri yang terus bertambah, pengelola terus membangun sarana dan prasarana pesantren, seperti asrama, aula, ruang kelas, dan lain-lain.

Jenjang Pendidikan Tingkat Ibtidaiyah Tingkat Tsanawiyyah Tingkat Aliyah Untuk menambah bobot pengajian, dalam pelajaran juga masih ada pengajian yang diberikan oleh santri senior yang sudah mampu. Pengajian ini mengambil celah-celah waktu senggang santri. Semua sistem yang dipergunakan adalah model bandongan, yakni guru membaca kitab, para santri kemudian memberi makna gandhul (bahasa Jawa), atau model sorogan, yakni santri membaca kitab secara aktif yang dibimbing oleh santri senior.

6. PONDOK PESANTREN TUNAS ILMU

Lokasi : Jl. Raya Kedungwuluh, Kedungwuluh, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53371

Pondok pesantren ini dipimpin oleh salah satu DAI yang sangat terkenal di Purbalingga dan bagi kalangan salafy tentu saja sangat mengenal ustadz ini yaitu ustadz Abdullah zaen LC ma bin Zaini MUHAJJAT,B.A. Saat ini adalah pengasuh pondok pesantren tunas ilmu yang letaknya ada di kedungwuluh Purbalingga dan beliau juga menjadi dosen sekolah tinggi dirasat islamiyah imam Syafi'i Jember ustadz Abdullah zaen ini adalah ustad yang tawadhu jadi penyampaiannya cukup enak dan bisa dibilang adalah ustad senior ya di kalangan para Ikhwan salafi.

Pondok pesantren ini terbilang pondok pesantren baru namun tidak seperti pondok pesantren pada umumnya ya yang kita tahu kalau pondok pesantren pada umumnya itu ada yang jenjang SD SMP dan juga SMA dan yang kami tahu pondok pesantren Gontor di mana beliau adalah salah satu alumni pondok pesantren Gontor kurikulumnya adalah KMI atau kuliah TUL mu'allimin al-islamiyyah Nah untuk pondok pesantren tunas ilmu ini cukup unik karena pondok pesantren ini tidak menerima jenjang SD SMP atau SMA namun di sini sistemnya adalah sebagai pesantren untuk para dai yang disiapkan sebagai para pewaris nabi jadi yang diterima adalah orang yang sudah lulus SMA bahkan yang sudah berkeluarga pun bisa masuk ke pesantren ini.

7. PONDOK PESANTREN NUURUL QUR'AN

Lokasi : Jalan Waru Doyong RT. 2 /RW. 7, Bukateja, Dusun 5, Bukateja, Kec. Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53382

Yayasan Pondok Pesantren Nurul Qur'an "  ini disamping merupakan salah satu sarana yang tepat untuk menggali bakat dan potensi yang dimiliki oleh peserta didik yang telah ada maupun tunas-tunas yang akan tumbuh, terutama dalam rangka pembinaan, pengembangan dan peningkatan di bidang minat baca Al-Qur'an dalam semua bentuk cabang dan golongan serta untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

Yayasan pondok pesantren nurul qur'an yang potensial dan ikut mengangkat derajat Sumber Daya Manusia

( SDM ) pada umumnya dan mengkader serta mencetak insan yang mencintai tanah air melalui Al-Qur’an dan berjiwa Qur'ani.

Untuk mengembangkan minat anak-anak menjadi putra-putri qur’ani hari ini dan yang akan datang, hanya agama yang paling efektif untuk membentuk watak kepribadiannya.

    Menanamkan nilai-nilai agama pada diri seseorang jelas tak cukup bila hanya dalam bentuk informasi semata, namun diperlukan pengalaman langsung dalam kehidupan keseharian, dengan dukungan tokoh panutan serta situasi lingkungan yang menolong. Oleh karena itu diperlukan lokasi yang memadai untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang Islami tersebut, lengkap dengan sarana dan suasananya.

    Tatanan kehidupan yang Islami merupakan perangkat paling esensial dalam penerapan/penyelenggaraan pendidikan dalam lembaga ini. Kesadaran akan keterbatasan kemampuan yang tak sebanding dengan cita-cita dan tanggung jawab yang begitu tinggi, melahirkan sikap dan pendirian akan mutlaknya bantuan Allah (keterlibatan Allah) sepenuhnya. Untuk itu sangat diutamakan pelaksanaan ibadah dan penerapan syari’ah semaksimal mungkin dibarengi dengan usaha/kerja keras dalam ikatan satu jamaah.

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah.

7 Pondok Pesantren Terbesar dan Terbaik di Purbalingga Jateng

Pemalang adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Kota Pemalang.


Berikut ini adalah beberapa daftar Pondok Pesantren Salaf maupun Modern Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah :

1. PONDOK PESANTREN BAHRUL 'ULUM PEMALANG

Lokasi : JL. Dieng, No. 30, Mulyoharjo, Sirandu, 52313, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Center Java 52313

Pada tahun 1989 berdiri lembaga pendidikan Al Qur'an ( TPQ ) " ASSALAAMAH " metode Qiroati yang didirikan oleh Al Mukarram Bpk. KH. Slamet Zaeny dan Ibu Nyai Hajjah Ruqoyah Shona'ah di rumah beliau. Seiring dengan perkembangan laju anak didik yang semakin pesat, akhirnya timbul inisiatif / gagasan untuk membuat suatu wadah pendidikan tersebut berupa sebuah bangunan berlantai dua ( 2 ) yang terletak di jln. Dieng No. 30 Mulyoharjo Pemalang.

Tepatnya tanggal 1 Muharram 1432.H / 17 Februari 1992.M Peletakkan batu pertama pembangunan tersebut di Mulai.

Kurang lebih lima ( 5 ) tahun berjalan, lantai pertama telah terselesaikan sekitar 50% dan pada tahun 1997 bangunan gedung TPQ sudah bisa di tempati untuk kegiatan belajar mengajar Taman Pendidikan Al Qur'an.

Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, mencetak kaderisasi pemuda pemudi muslim yang sadar dan bertanggungjawab atas nilai agama dan cita-cita bangsa yang berhaluan Ahlussunah wal Jama'ah. Akhirnya pada tahun 1999 terbesit dalam lubuk hati untuk mendirikan Pondok Pesantren yang di latar belakangi adanya wali santri yang menitipkan anaknya untuk membina ilmu agama.

Dan di bantu oleh menantu Al Mukarram KH. Slamet Zaeny yaitu Ust. ULUL ALBAB ( Alumni Pondok Pesantren Lirboyo - Kediri Jawa Timur ), juga dalam hal itu kemudian mendapat restu dari Al Mukarram Simbah / Eyang KH. MUHYIDIN bin KH. MA'RUF ( Mertua KH. Slamet Zaeny ) dan sekaligus Beliau memberi nama " BAHRUL 'ULUM " dengan harapan mudah-mudahan Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum menjadi Media segala Ilmu yang bisa di timba dan di gali oleh masyarakat secara keseluruhan.

Semenjak berdiri, Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum telah menitik beratkan pada pelajaran-pelajaran Qowa'id ( yaitu ilmu Nahwu, Shorof, Tauhid, Akhlaq dll )dengan sistim bandungan, sorogan dan pengajian kilatan. Setelah perkembangan santri semakin pesat, maka pada tahun 2002 didirikanlah Lembaga Madrasah Diniyyah Salafiyah Bahrul 'Ulum dengan sistem Klasikal Alaa Kurikulum Madrasah Hidayatul Mubtadi'in Lirboyo - Kediri dengan dua jenjang yaitu Madrasah Ibtidaiyah ( Uula ) dan Madrasah Tsanawiyah   ( Wushtho ) yang di pimpin oleh Ust.MT. Ulul Albab dan dibantu oleh Ust. Moch. Mahrus ( Alumni Pondok Pesantren Majalengka ), Ust. Ariful Wathoni  ( Alumni Pondok Pesantren Paculgoang Jombang ), Ust. Deddy Anandiawan ( Putra Bpk KH. Slamet Zaeny juga Alumni Pondok Pesantren Lirboyo-Kediri ), Ust. Mashobih ( Alumni Pondok Pesantren Lirboyo-Kediri ), Ustd. Anissa Vinsa ( Putri Bpk KH. Slamet Zaeny ) dan Ustd. Irma Milati As Shodiqi.

Pendidikan

Lembaga Madrasah Diniyyah Salafiyah Bahrul 'Ulum dengan sistem Klasikal Alaa Kurikulum Madrasah Hidayatul Mubtadi'in Lirboyo - Kediri dengan dua jenjang yaitu Madrasah Ibtidaiyah ( Uula ) dan Madrasah Tsanawiyah   ( Wushtho )

Ekstrakurikuler

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an

2. PONDOK PESANTREN MODERN AL-MANAAR MUHAMMADIYAH PEMALANG

Lokasi : JL. Markisah Kebondalem, Kebondalem, Tambakrejo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52317

Pondok Pesantren Modern Al Manaar Muhammadiyah Pemalang atas dukungan keputusan Muktamar Muhammdiyah ke-39 di Padang yang menginstruksikan kepada daerah - daerah agar memperbanyak lembaga pendidikan ulama. Sejalan dengan itu, tuntutan dan kebutuhan masyarakat akan hadir figur kader-kader yang berkualitas dalam persyarikatan Muhammadiyah, maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten perlu mendirikan Pondok Pesantren yang berbasik Muhammadiyah.

Atas prakasa oleh Bapak H. Ali Sofi (Almarhum) dan Ibu Dra. ST Shofiyah Sy. Pondok Pesantren ini berdiri pada Tahun 1993. Pada awalnya pondok ini bernama Pondok Pesantren Islam Modern Al Manaar Putri Muhammadiyah , yang dimulai pada Tahun 1999 berganti menjadiPondok Pesantren Modern Al Manaar Putri Muhammadiyah , lalu kemudian pada tahun 2007 nama pondok ini berubah menjadi Pondok Pesantren Modern Al Manaar Muhammadiyah  hingga sekarang.

Ibu Dra. ST Shofiyah Sy, ditetapkan sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al Manaar Muhammadiyah Pemalang berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pemalang. Kemudian sebagai tindak lanjut dari rapat pleno di atas, maka pada tahun 1993/1994 dimulailah awal tahun ajaran di Pondok Pesantren Modern Al Manaar.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal di pagi hari yaitu:

- SMA Muhammadiyah 01 Pemalang
- SMP Muhammadiyah 01 Pemalang
- SMK Al Manaar Muhammadiyah Pemalang

Dan jalur pendidikan non formal yang dilaksanakan pada waktu sakit, malam dan shubuh dengan sistem klasikal di bawah bimbingan Asatidz. Semua kegiatan dilakukan dalam komplek pondok pesantren.

3. PONDOK PESANTREN AL MANSHURIYAH

Lokasi : Jl. Mengori No.234, Mengori, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52319

Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Mengori Pemalang ini didirikan pada tahun 1988 berawal atas keprihatinan masyarakat karena pada waktu itu, rata-rata anak anak Desa Mengori Kecamatan Pemalang hanya mampu mengenyam pendidikan sampai bangku Sekolah Dasar dan tidak bisa mengaji, hal ini disebabkan disamping karena letak sekolah lanjutan yang jauh, kesadaran tentang pentingnya pendidikan masih rendah, juga daya dukung ekonomi yang tidak ada. 1 Dengan dasar pertimbangan tersebut Pondok Pesantren inipun pada praktek operasionalnya harus benar-benar meringankan masyarakat Desa Mengori Kecamatan Pemalang, tentunya tidak mengesampingkan mutu. Sehingga karena bertujuan untuk meringankan biaya sekolah, untuk biaya operasional dari Pengurus Pesantren berusaha semaksimal mungkin dalam menggali dana.

Berawal dari jumlah santri pertama yang diambil dari SMP Al- Manshuriyah sebanyak 8 orang yang diasramakan di rumah beliau. Namun, lama kelamaan santrinya pun bertambah banyak, maka pada tahun 1994 K.H. Djohar Arifin Abbas mendirikan MTs Al-Manshuriyah. Namun, masih bertempat di rumah-rumah penduduk sekitar. Karena santrinya semakin banyak maka dibangunlah asrama yang dibuat di belakang rumah K.H. Djohar Arifin Abbas. Karena adanya tuntutan zaman, maka pada tahun 2010 Kiai Djohar Arifin Abbas mendirikan MA, kemudian tahun 2010 mendirikan SMK dan pada tahun 2008 mendirirkan Tahfidzul Qur an bagi santri putri. Karena K.H. Djohar Arifin Abbas sudah sepuh, maka pondok pesantren dikelola oleh Ust. Djoharudin Bahry Sidi dan Ust. Abu Djoharudin, S.Pd Letak Pondok Pondok Pesantren yang diberi nama Al-Manshuriyah, sesuai dengan namanya berharap bahwa lembaga pendidikan yang didirikan mampu menjadi rumah perbaikan dan kedamaian bagi umat Islam.

Keadaan santri Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Mengori Pemalang Pada waktu awal berdirinya jumlah santri Pondok Pesantren Al- Manshuriyah Mengori Pemalang hanya beberapa anak saja. Jumlah santri Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Mengori Pemalang semakin bertambah banyak bahkan mencapai lebih dari 515 santri.

4. PONDOK PESANTREN AL HIKMAH

Lokasi : Bengkeng Kidul, Mereng, Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52354

Pada tahun 1950-an dukuh Bengkeng desa mereng Kecamatan Warungpring Kabupaten Pemalang merupakan desa yang agak terbelakang penduduknya akan ilmu pengetahuan lebih – lebih ilmu agama, hal ini disebabkan karena minimnya sarana pendidikan dan tenaga pendidik saat itu. Berkaitan dengan kondisi ini maka KH. Abdul Basyir ( lahir tahun : 1910, wafat tahun : 1973 ) dengan tokoh masyarakat setempat menggagas berdirinya lembaga pendidikan agama yaitu Madrasah diniyyah yang saat itu karena alasan keterbatasan tempat maka untuk sementara waktu bertempat di Rumah pribadi dan rumah-rumah masyarakat setempat (tetangga)

Hal ini berlangsung kurang lebih sekitar 10 tahun hingga berdirinya gedung madrasah yang resmi atau permanen sebanyak 3 lokal atas prakarsa KH. Abdul Basyir dan partrisipasi masyarakat setempat. Setelah berdirinya Gedung madrasah yang secara fisik sangat sederhana tersebut alhamdulillah pelan tapi pasti perubahan sikap dan prilaku masyarakat serta kesadaran masyarakat dalam beragama mulai tampak membaik terutama dikalangan remaja, hal ini menunjukkan bahwa perintisan perjuangan KH. Abdul Basyir sudah mulai menunjukkan hasil dan selalu mendapat dukungan masyarakat dengan menyekolahkan anak-anaknya.

Untuk melengkapapi pendidikan non formal di desa mereng tersebut KH. Abdul Basyir menghidupkan kembali majlis-majlis ta’lim yang menurut sejarah telah dirintis oleh Kyai Sulkiyah sejak tahun 1945-an. Sepeninggal wafatnya KH. Abdul Basyir tahun 1974 Estafet perjuangan agama dan kemasyarakatan dilanjutkan oleh KH. Idris. Berbekal ketekunan dan kesabaran serta penguasaan ilmu agama yang cukup dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat yang baik maka perkembangan pendidikan agama di desa mereng dan sekitarnya dibawah bimbingan KH. Idris mengalami banyak kemajuan pesat yang sangat mengagumkan.

Kemudian atas dorongan dan permintaan masyarakat setempat juga masukan dan anjuran dari teman-teman seperjuangannya serta do’a restu dari guru-gurunya, maka pada tahun 1978 berdirilah bangunan gedung Pondok Pesantren Al-Hikmah yang cukup megah ditengah-tengah masyarakat dibawah asuhannya, menurut informasi dari beberapa sumber nama AL-HIKMAH dipakai atas saran dan pemberian dari Habib Husein Al-Atas (sesepuh para Habaib di daerah atau wilayah Pemalang).

Itulah daftar Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.

4 Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Pemalang