Tampilkan postingan dengan label Berita Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Ditinggal Istri Pergi ke Luar Negeri Diduga Jadi Motif PN Setubuhi Anak Tirinya Selama Empat Tahun.

PN (58) warga Kecamatan Selopuro ditangkap polisi usai dilaporkan menggauli anak tirinya di rumah. Dari hasil pemeriksaan polisi terhadap PN, ia mencabuli anak tirinya sebanyak delapan kali selama empat tahun terakhir. Semuanya dilakukan di rumahnya.

Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Donny Kristian Bara Langi mengungkapkan sehari-hari korban dan pelaku hanya tinggal berdua di rumah. Istri pelaku atau ibu korban sedang bekerja di Hongkong sementara kakak kandungnya tinggal di daerah Kediri.

Situasi rumah yang begitu sepi dimanfaatkan oleh PN untuk menggerayangi tubuh anak tiri yang seharusnya ia lindungi. PN kini mendekam di tahanan Mapolres Blitar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis. PN di jerat dengan pasal 81 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak juncto pasal 64 KUHP. Ancaman hukumannya diatas lima belas tahun penjara.

Istri jadi TKW. Warga Selopuro cabuli anak tiri



Waspada Persetubuhan.


Setelah dilakukan penyidikan, lelaki inisial SR (67) warga warga Sutojayan Blitar nekat mencabuli & menyetubuhi anak tirinya, sejak bulan September 2019 atau 3 bulan setelah pelaku menikahi ibu korban.

AKP Sodik Efendi, Kasat Reskrim Polres #Blitar mengatakan setelah dilakukan penyidikan pelaku juga mengaku baru 7 bulan yg lalu atau pada bulan Juni menikahi ibu korban. Pelaku nekat mencabuli & menyetubuhi #anaktiri nya yg berusia 14 tahun itu saat ibunya pergi ke sawah untuk mencari rumput.

Dari hasil penyelidikan polisi, korban diketahui mau menuruti kemauan ayah tirinya tersebut karena takut & diancam oleh pelaku atau #ayahtiri nya itu.

Pelaku #pencabulan yg disertai dengan #persetubuhan pada anak tirinya itu, kini sudah ditahan di Mapolres Blitar.

Pelaku ditangkap polisi dari Unit Perlindungan Perempuan & Anak (PPA) Satreskrim #Polres Blitar karena terbukti menyetubuhi anak tirinya yg masih duduk di bangku SMP.

Kasus ini terungkap usai korban bercerita kepada ibunya, jika dia telah dicabuli & disetubuhi ayah tirinya. Usai menerima laporan dari ibu korban, polisi kemudian melakukan penyelidikan & menangkap pelaku di rumahnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengaku menyetubuhi korban saat istri alias ibu korban pergi mencari rumput. Saat ditinggal mencari rumput itulah, kondisi rumah yang sepi dimanfaatkan pelaku untuk mencabuli & menyetubuhi anak tirinya.

Gempar warga Sutojayan Blitar cabuli anak tiri

Kediri Jatim - Jenazah laki-laki ditemukan di persawahan yang berada di Dusun Geneng Desa Maron Kecamatan Banyakan Kediri, sekitar jam 07.30 WIB.

AIPTU NANANG SETYAWAN, Kasi Humas Polsek Banyakan Polresta Kediri saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, korban bernama SUKARNI, usia 61 tahun, warga Dusun Winongsari Wetan Desa Bakalan Kecamatan Grogol Kediri.

Awal kejadian diketahui oleh TOHID dan SUPRIYADI warga sekitar, ketika korban sedang mencari rumput. Disaat korban sedang istirahat, tiba-tiba tidak sadarkan diri dan kejang-kejang. Oleh TOHID dan SUPRIYADI langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat dan Bhabinkamtibmas Maron, Banyakan yang kemudian diteruskan ke Polsek Banyakan dan Puskesmas Banyakan.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Dari keterangan keluarga, korban mempunyai riwayat sakit paru dan asma. Saat ini jenazah sudah berada dirumah duka dan keluarga tidak berkenan dilakukan visum.

Warga Kediri Ditemukan Tewas di Persawahan

Kediri-Jatim- Sebuah bom mortir ditemukan warga di Hutan Samijajar Gunung Klotok, Dusun Pandanarum Desa Kedak Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, Rabu 18-12-19.

AIPTU DEDI SETIAWAN, Kasi Humas Polsek Semen yang dikonfirmasi Radio ANDIKA menjelaskan, kejadian itu awalnya diketahui dari JUMINTO, Kepala Dusun Pandanarum Desa Kedak dari salah satu warganya, JAERAN. Saat itu JAERAN yang berprofesi sebagai petani pergi ke hutan. Dia menggali tanah dengan maksud membuat  aliran air untuk ladang miliknya. Tiba-tiba cangkulnya mengenai sebuah benda keras seperti logam.

Setelah digali lebih dalam, ternyata ditemukan benda berbentuk seperti mortir. Bom mortir itu berbentuk seperti botol panjang dan sudah berkarat. Panjang kurang lebih 39 cm dan diameter 9 cm. Diduga bom itu peninggalan jaman Belanda atau Jepang.

Selanjutnya benda itu dibawa JAERAN pulang dan dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Semen Kediri. Petugas Polsek Semen lalu berkoordinasi dengan Koramil Semen dan Tim Jihandak Brimob Kediri.

AKP KAMSUDI, Kasubag Humas Polres Kediri Kota menambahkan, bom tersebut kini sudah dievakuasi petugas ke Mako Brimob Sub Den 1 Detasemen C Kediri.

Sumber : Andikafm Kediri

Penemuan Bom Mortir Hebohkan Warga Kediri