Tampilkan postingan dengan label Berita Jateng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jateng. Tampilkan semua postingan
MAGELANG JATENG - Sesosok mayat wanita tak dikenal ditemukan di tengah lahan tebu di Kabupaten Magelang tadi pagi. Mayat tersebut ditemukan warga dalam kondisi sudah busuk.

"Penemuan tadi sekitar pukul 06.15 WIB, salah satu warga yang sedang menebang tebu melapor pada saya," ujar Sekretaris Desa Pasuruhan Mahmud Choirudin kepada wartawan, Senin (14/9/2020).

Choirudin menjelaskan, mayat tersebut ditemukan di kebun tebu di tanah milik pemerintah desa setempat yang terletak di Dusun Semampir, Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Setelah mendapat laporan penemuan mayat oleh warga, dia langsung menuju ke lokasi dan melihat mayat wanita itu.

Dia mengungkap temuan mayat ini telah dilaporkan ke Polsek Mertoyudan dan Polres Magelang. Mayat tersebut kini sudah dievakuasi ke RSUD Muntilan.

Choirudin menduga mayat itu bukan warganya. Sebab hingga saat ini tak ada warga daerahnya yang melapor adanya anggota keluarganya yang hilang.

"Warga di sini tidak ada yang melapor kehilangan," katanya.

Sumber : detik.com

Sosok Mayat Wanita Tanpa Identitas di Magelang Ditemukan Membusuk

GUNUNGKIDUL JOGJAKARTA -
Gempa magnitudo (M) 2,2 terjadi di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gempa ini berpusat di darat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan gempa terjadi pada Minggu (13/9/2020) pukul 19.14 WIB. Pusat gempa ini terjadi di 14 kilometerbarat laut Gunungkidul.

Titik koordinat gempa ada pada 7,951 Lintang Selatan dan 110,4924 Bujur Timur. Gempa ini berada di kedalaman 15 km.

Belum ada informasi kerusakan akibat gempa ini. Demikian pula ada-tidaknya korban.

Sumber : detik.com

Malam Ini Gempa Darat M 2,2 Mengguncang Gunungkidul DIY

SLEMAN YOGYAKARTA - Seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial DP (41) warga Solo ditemukan tewas di salah satu kamar hotel yang ada di Kapanewon Depok, Sleman kemarin. Polisi mendalami penyebab kematian PSK yang diketahui tengah melayani seorang pelanggannya itu.

Kapolsek Depok Barat Kompol Rachmadiwanto mengatakan jasad PSK berinisial DP itu ditemukan Sabtu (12/9) kemarin. Untuk sementara polisi telah menetapkan AP (23) warga Purworejo yang notabene merupakan pelanggan PSK itu sebagai tersangka.

"Betul tapi bukan dibunuh, masih kami dalami kasusnya. Diketemukan meninggal di dalam kamar (hotel) sama laki-laki (pelanggan) dan sudah kita amankan (pelanggannya)," kata Rachmadiwanto saat dihubungi wartawan, Minggu (13/9/2020).

Rachmadiwanto menyebut penyebab kematian PSK itu masih menjadi tanda tanya. Sebab, secara kasat mata tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Belum tahu (penyebab kematian). Kalau dari luar ya tidak ada (tanda penganiayaan) yang bisa menentukan (penyebab kematian) dokter," ucapnya.

Lebih lanjut, kejadian itu bermula saat AP menyewa DP Sabtu (12/9) malam. Berdasar keterangan tersangka, korban mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya meninggal.

"Jadi itu kan habis main kemudian dibayar selesai. Terus mau nambah lagi cuma belum dibayar kemudian si perempuan kejang-kejang. Menurut keterangan AP, korban jatuh dari tempat tidur kemudian diangkat sama AP ini ditaruh di atas tempat tidur," paparnya.

Saat kejadian, suami korban ternyata berada di hotel yang sama namun beda kamar. Polisi pun masih mendalami terkait kasus ini.

"Suami korban telepon-telepon terus dari luar itu. Karena AP ketakutan, dia keluar kamar tapi ternyata suami korban mengikuti dan diserahkan ke Polsek," ucapnya.

"Yang jadi tanda tanya suami korban kok bisa ada di samping kamar saat mereka main," ucapnya.

Untuk saat ini polisi baru menetapkan AP sebagai tersangka, sedangkan suami korban berstatus sebagai saksi. Polisi pun belum bisa memastikan kasus ini murni pembunuhan atau bukan.

Oleh karena itu, untuk sementara AP dijerat dengan pasal kelalaian. Untuk korban, jenazah masih berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sementara tersangka kami jerat pasal 359 KUHP karena kelalaian mengakibatkan hilangnya nyawa. Bukan tersangka pembunuhan tapi kelalaian. Untuk korban kami bawa ke RS Bhayangkara," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Usai Layani Pelanggan, PSK Di Sleman Tewas Dalam Kamar Hotel

PACITAN JATIM - Nahas menimpa Muhammad Fafian Marzuqa Faza (14), warga Desa Karangpandan, Karanganyar, Jateng. Remaja itu tewas akibat motor yang dikendarai menabrak pikap di jalur Pacitan-Solo ruas Desa Sooka, Kecamatan Punung.

Dari Informasi yang dihimpun, korban melaju dari arah Pacitan dengan sepeda motor Supra Fit AD 2159 AP warna biru. Bersama korban ada pembonceng di jok belakang. Yaitu Jundi Permana Ghalif (11) yang masih tetangga korban.

Setibanya di TKP, posisi kendaraan korban melebar ke kanan hingga melewati marka jalan. Sementara dari arah berlawanan mobil pikap AE 8027 UX yang dikemudikan Anang, warga Warukarung melaju dari arah berlawanan. Tabrakan pun tak dapat dihindari.

"Motor yang dikendarai korban menghantam pikap dari arah depan samping kanan," terang Ipda Amrih Widodo Kanit Lakalantas Polres Pacitan, Minggu (13/9/2020) sore.

Kerasnya benturan membuat korban Muhammad Fafian Marzuqa Faza menderita luka berat di kepala. Korban menghembuskan nafas terakhir saat dilarikan ke puskesmas terdekat. Adapun pembonceng atas nama Jundi Permana Galif mengalami patah kaki kanan.

Amrih Widodo menjelaskan hasil olah TKP diketahui saat kejadian cuaca cerah. Kondisi jalan pun cukup baik namun ada tikungan dan sedikit tanjakan. Sementara korban mengenakan helm non SNI.

Amrih menjelaskan berdasarkan identifikasi diketahui para korban masih di bawah umur. Masing-masing masih duduk di bangku SLTP dan SD.

Polisi pun mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan kepada anak. Termasuk di antaranya membatasi penggunaan kendaraan bermotor kepada mereka sebelum memenuhi ketentuan.

"Agar menjadikan perhatian semua pihak termasuk orang tua. Sehingga harapan kita peristiwa seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang," tandas perwira polisi asal Ponorogo tersebut.

Sumber : detik.com

Tabrak Pickup, Bocah 14 Tahun di Pacitan Tewas Seketika

KEBUMEN JATENG - Seorang mahasiswi asal Kabupaten Banyumas hilang terseret ombak Pantai Logending, Kebumen, Jawa Tengah. Korban terseret ombak dan hilang saat berfoto selfi di bibir pantai.

Korban adalah Ika Listiyani (20) warga Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Mahasiswi Universitas Harapan Bangsa Porwokerto itu terseret ombak ketika berfoto selfi di Pantai Logending, Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kebumen pada pagi tadi.

"Korban bermain di bibir pantai, saat sedang berswafoto lalu datang ombak yang langsung menghantam korban dan tenggelam. Setelah rekannya mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan ke pihak berwajib yang diteruskan ke kantor Basarnas Cilacap," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Cilacap, I Nyoman Sidakarya saat dihubungi wartawan, Sabtu (12/9/2020).

Sebelum peristiwa naas itu terjadi, Nyoman menjelaskan, korban sedang bersama temannya yakni Ashar (26) Warga Gentasari, Kroya, Kabupaten Cilacap. Setelah bertemu di daerah Sampang, Kabupaten Cilacap, mereka kemudian memutuskan untuk pergi ke Pantai Logending.

"Pukul 08.00 WIB bermula korban bersama saksi bertemu di Sampang Kabupaten Cilacap dan selanjutnya berangkat ke Pantai Logending dengan memakai sepeda motor korban dan menuju ke pantai, setelah di pantai sekitar pukul 09.30 wib korban bermain di bibir pantai dan foto-foto hingga akhirnya terseret ombak," lanjutnya.

Setelah mengetahui informasi tersebut, tim rescue Basarnas Cilacap langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan peralatan lengkap. Tim kemudian bergabung dengan petugas lainnya untuk menggelar Operasi SAR bersama relawan dan warga setempat.

"Hingga saat ini pencarian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan, namun korban belum ditemukan," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Asyik Selfi, Wanita 20 Tahun Hilang Terseret Ombak Pantai Logending Kebumen

YOGYAKARTA - Kebakaran melanda toko roti & kue Trubus di Jalan Poncowinatan, Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta pagi tadi. Seorang karyawan tewas dalam kejadian ini.

Kasubag Humas Polresta Yogyakarta AKP Sartono mengatakan, kejadian tersebut terjadi pukul 05.30 WIB. Di mana saat itu pemilik toko yakni Setiawan Rudi (38) dan beberapa karyawannya melaporkan ke petugas pemadam jika toko dilalap si jago merah.

"Dari petugas Polsek Jetis (Kota Yogyakarta) yang datang awal sekitar (pukul) 05.30 WIB dan tak lama kemudian tiga unit (mobil) pemadam kebakaran datang. Selanjutnya tidak sampai 30 menit api sudah padam," katanya saat dihubungi wartawan, Sabtu (12/9/2020).

Kendati berhasil dipadamkan, salah seorang karyawan toko bernama Indra (35), warga Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah meninggal dunia. Saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah sakit.

"Saat ini korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY, korban adalah karyawan (toko roti)," ucapnya.

Sartono menjelaskan, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran dan meninggalnya korban. Polisi juga sedang memeriksa beberapa saksi.

"Penyebab kebakaran dan korban meninggal masih dalam penyelidikan, dan kasusnya ditangani oleh Satreskrim Polresta Yogyakarta. Untuk saat ini masih dalam pemeriksaan saksi," ujarnya.

Sumber : detik.com

Kebakaran Toko Roti Di Yogyakarta, Satu Korban Tewas

BANJARNEGARA JATENG - Nama Welas Yuni Nugroho (36), Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara viral di media sosial dalam beberapa hari ini. Kades yang akrab disapa Hoho ini viral lantaran memiliki tato di sekujur tubuhnya.

Info dan foto kades ini salah satunya diposting di akun Instagram @instambanjarnegara. Ada ratusan netizen yang ramai-ramai berkomentar di postingan tersebut.

Ditemui wartawan hari ini, Hoho terlihat tengah sibuk di ruang kerjanya. Ia memakai kemeja putih lengan pendek lengkap dengan topi Kades. Di bagian lengan nampak tato dengan motif oriental.

"Tato saya semuanya motifnya oriental. Ini di bagian lengan ada gambar geisha," kata Hoho, Jumat (11/9/2020).

Tidak hanya di lengan, tato yang dimiliki bapak satu anak ini ternyata ada di sekujur tubuhnya. Mulai dari tangan, dada, punggung, paha hingga betis. Ia mengaku sudah 30 kali lebih tubuhnya ditato.

"Tato saya hampir ada di seluruh tubuh. Bisa dikatakan, 90 persen tubuh saya sudah dipenuhi tato, yang tidak ada seperti di leher atau di wajah. Kalau dihitung sudah 30 kali lebih tubuh saya ditato," terangnya.

Hoho mengatakan pertama kali tubuhnya ditato saat masih duduk di bangku SMA. Saat itu, ia menato gambar bunga di bagian dada saat dirinya pergi ke Bali. Meski begitu badannya kini penuh tato, ternyata mulanya dia sempat ditentang oleh orang tuanya.

"Baru setelah itu bertambah terus sampai belum lama ini yang di lengan. Awalnya juga tidak boleh sama orang tua. Jadi saya sembunyiin, pas sudah tahu sempat dimarahi," tuturnya.

Ia mengaku, keinginannya menato tubuh sudah ada sejak masih kecil. Salah satunya karena sering menonton film-film gangster. Sejak saat itu, dirinya berkeinginan untuk menato tubuhnya.

"Zaman kecil sering nonton film gangster. Dari situ mulai ingin bikin tato, dan kebetulan istri dan anak membolehkan," ujarnya.

Hoho juga bicara soal kesan tak baik pada orang dengan tato di tubuhnya. Menurutnya, yang terpenting adalah mampu menunjukkan kinerjanya sebagai Kades.

"Sebenarnya tato atau tidak, bukan jadi masalah. Yang terpenting itu kinerjanya. Kalau bisa membawa kemajuan, pasti masyarakat tidak akan memandang tato itu suatu yang jelek," kata Hoho.

Sumber : detik.com

Viral, Kades Di Banjarnegara Ini Badannya Penuh Tato

BATANG JATENG -
Sosok Mayat pria ditemukan membusuk di bawah jembatan tol Pemalang-Batang, Desa Sawahjoho, Kecamatan Warungasem, Batang. Mayat tanpa identitas itu ditemukan dalam kondisi telungkup dengan tangan dan kaki terikat.

Kasat Reskrim Polres Batang AKP Budi Santoso mengatakan pihaknya menerima laporan adanya penemuan mayat tanpa identitas. Anggota pun langsung menuju ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan proses identifikasi.

"Masih kami autopsi di rumah sakit. Hasilnya nanti kami jelaskan," kata Budi Santoso, Jumat (11/9/2020).

Proses autopsi dilakukan di RSUD Kalisari. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

"Anggota mulai lakukan pengumpulan data dan lidik," ujar Budi.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Rudiono, warga Desa Sawahjoho, sekitar pukul 14.30 WIB tadi. Saat itu, Rudiono tengah mencari rumput.

"Saya lagi cari rumput, terus berjalan ke sana (sungai kecil), ambil air untuk asah sabit, terus mencium bau busuk. Setelah saya cari sumbernya, ada sosok mayat, saya lihat kakinya, terus saya lari lapor Pak RT," kata Rudiono.

Rudiono mengungkapkan kondisi mayat tertelungkup dengan memakai kaus bermotif loreng dan celana warna gelap. Rudiono menerangkan mayat pria itu tubuhnya gempal.

"Kondisi tertelungkup, menggunakan (kaus) loreng," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sawahjoho, Zaenal Abidin, mengatakan setelah mendapatkan laporan dari warganya soal penemuan mayat tanpa identitas itu, pihaknya kemudian meneruskan ke Polsek Warungasem.

"Saya dapat laporan dari warga langsung meneruskan ke polisi. Kondisi sudah bau menyengat, tangan kaki terikat, dan bukan warga sini," kata Zaenal Abidin saat ditemui di lokasi penemuan mayat.

Sumber: detik.com

Sosok Mayat Laki-laki Ditemukan Membusuk Di Bawah Tol Batang