Social Items

Tampilkan postingan dengan label Berita Jateng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jateng. Tampilkan semua postingan
Pelaku pencabulan berinisial AY (24) warga Kecamatan Pasar Kliwon Solo mengancam menyebarkan video telanjang dan foto milik korban apabila menolak diajak berhubungan layaknya suami-istri.

Tersangka AY berhasil diamankan anggota Polres Karanganyar saat mengajak ketemuan seorang korban berinisial VN (16) warga Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar di depan supermarket daerah Solo pada Senin (18/5/2020) pukul 20.00.

Sebelumnya, korban yang masih dibawah umur itu telah melaporkan ancaman pencabulan tersebut ke pihak kepolisian.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi menceritakan, awal mula tersangka mulai menjalin komunikasi dengan korban melalui facebook (media sosial) pada Maret 2020.

Setelah menjalin komunikasi intens di dunia maya, akhirnya korban merasa nyaman dan nyambung.

Hingga akhirnya saling berkirim foto wajah di kotak masuk medsos.

"Hingga April 2020, hubungan sudah semakin erat.

Tersangka meminta korban mengirim foto payudara berserta wajahnya.

Lantas tersangka meminta foto alat kelamin perempuan serta video telanjang.

Tersangka mengancam korban menggunakan video telanjang dan foto itu untuk mengajak berhubungan layaknya suami dan istri.

Apabila menolak, tersangka mengancam menyebar luaskan video dan foto di grup medsos," katanya Rabu (20/5/2020).

Lanjutnya, belum sempat berhubungan badan dengan korban, tersangka berhasil diamankan anggota Polres Karanganyar pada Senin (18/5/2020) malam.

Kapolres Karanganyar menyampaikan, tersangka diketahui masih lanjang dan bekerja serabutan.

Setahun sebelumnya, tersangka juga sudah melakukan perbuatan yang sama terhadap beberapa perempuan.

"Sudah ada 10 korban.

Rata-rata ABG.

Usia 14 tahun -17 tahun.

Saat ditanya sudah ada 3 korban yang sudah diajak berhubungan (layaknya suami istri)," terangnya.

Dari tangan tersangka, pihak kepolisian berhasil menyita akun facebook milik AY yang digunakan untuk menjalin pertemanan dengan korbannya di dunia maya.

Atas perbuatannya, tersangka Pasal 52 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 19 tahun tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Ditambah sepertiga dari Pasal 27 ayat (1) sebagai pemberatan anak.

Pasal 37 jo Pasal 4 ayat (1) huruf f Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dna atau pidana denda pali sedikit Rp 250 juta dan paling banyak Rp 6 miliar.

Ancam Sebar Video & Foto Bugil Remaja. waga Solo di ringkus polisi

Aksi blayer motor dilakukan dua orang remaja ketika melintasi sekelompok pemuda yang sedang nongkrong di Jalan Blancir Kelurahan Plamongan Sari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang, Sabtu (16/5/2020) sekira Pukul 03.00 WIB.

Tak pelak aksi remaja tersebut menyulut emosi para pemuda itu yang berujung aksi pengeroyokan hingga menyebabkan seorang remaja meninggal dunia.

"Kelompok pemuda itu emosi atas perilaku korban sehingga mereka mengeroyok korban dengan menggunakan bambu, kayu dan batu," terang Kanit Reskrim Polsek Pedurungan Semarang Iptu Muchammad Nur Rabu (20/5/2020).

Nur menuturkan, korban meninggal dunia yakni VKP (16) warga kelurahan Karangrejo Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang.

Sedangkan temannya, DTR (18) warga Kelurahan Plamongansari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.

DTR mengalami sejumlah luka dan kini di rawat di RSUD Wongsonegoro Semarang.

Ketika kejadian mereka mengendarai Satria Fu warna Hitam bernopol H 5241 GH.

Korban VKP berposisi pengendara dan DTR sebagai pembonceng.

"Korban VKP meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit," jelasnya.

4 Pemuda Ditangkap

Nur melanjutkan, ketika mendapatkan laporan tersebut pihaknya segera bergerak cepat.

Tim Reskrim Polsek Pedurungan diback up oleh Tim dari Polrestabes Semarang segera memburu pelaku.

"Setelah melakukan penyelidikan tersangka mengerucut menjadi empat orang," ujarnya.

Dia menyebut para pelaku masing-masing Maulidha Subhi Julian (22) status mahasiswa warga Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang.

Ahmad Masfaul Fuja (23) status pengangguran warga Kelurahan Plamongan Sari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.

Berikutnya Briyan Joko Pratomo alias Tompel (18) status pengangguran warga Kelurahan Pedurungan Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.

Terakhir Ahmad Budi Utomo (19) status pengangguran warga Kelurahan Pedurungan Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.

"Kami juga menyita barang bukti berupa tiga bilah bambu dengan panjang antara 2,2 meter hingga
3 meter."

"Dua bilah kayu balok masing-masing sepanjang 60 sentimeter dan 1,15 meter."

"Pada balok terdapat bercak darah pada ujungnya."

"Selain itu dua buah batu dan satu unit kendaraan roda dua jenis Suzuki Satria Fu warna Hitam bernopol H 5241 GH yang dikendarai kedua korban," ungkapnya.

Dikeroyok Pakai Bambu

Nur merinci peran masing-masing tersangka berupa M Subhi memukul korban menggunakan satu bilah bambu warna kuning panjang kurang lebih 2,4 meter mengenai kepala bagian belakang korban DTR.

A Masfaul Fuja menggunakan satu bilah Bambu warna coklat panjang kurang lebih 2,2 meter mengenai punggung korban DTR.

Briyan menggunakan satu bilah Kayu balok warna coklat panjang kurang lebih 60 cm mengenai lengan tangan sebelah kiri korban DTR.

Sedangkan A Budi Utomo menggunakan satu bilah bambu warna coklat panjang kurang lebih 3 meter dipukulkan mengenai kendaraan bagian depan yang dikendarai kedua korban.

Hingga kedua korban terjatuh membentur cor jalan.

"Jadi para korban dipukuli ketika masih di atas motor lalu jatuh dari kendaraan."

"Ketika jatuh tersebut kepala korban VKP terbentur paving pembatas jalan lalu kepala dihujam satu bilah kayu balok warna coklat hingga luka robek," terangnya.

Ancaman 12 Tahun Penjara

Nur menambahkan kini para tersangka sudah mendekam di ruang tahanan Polsek Pedurungan.

Kejadian itu tidak direncanakan hanya luapan emosi sementara.

"Para tersangka dijerat pasal 170 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman 12 kurungan penjara," tandas Nur.

akibat aksi blayer. 2 remaja di kroyok dan 1 meninggal

Terbelit cicilan kredit sepeda motor, pria berinisial S (50) nekat membegal tetangganya sendiri di Sragen. Kasus ini terungkap hanya dalam waktu 3 jam usai pelaku beraksi.
"Sekitar pukul 02.30 pagi, pelaku menghadang korbannya di jalan tengah persawahan. Menggunakan penutup wajah, pelaku kemudian mengancam korban dengan sebilah parang," ujar Wakapolres Sragen Kompol Eko Mardianto saat rilis pers di Mapolres Sragen, Selasa (19/5/2020).

Korban merupakan pasangan pedagang sayur bernama Puji Astuti (30) dan Sugimin (38). Usai berhasil merampas tas berisi uang tunai Rp 3 juta dan ponsel milik korban, pelaku pun melarikan diri.

Namun nampaknya kedua korban sudah mengenali gerak-gerik pelaku. Karena selain bertetangga, korban sering lewat kalau mau kulakan ke Pasar Gabugan. Korban pun berinisiatif melapor ke kades setempat," kata Kapolsek Plupuh AKP Sunarso menambahkan.

Menurut Sunarso, pelaku yang baru kali pertama melakukan aksi kriminal, gugup saat hendak menutupi tindak kejahatannya. Sesampainya di rumah, pelaku sempat membakar penutup wajah dan tas milik korban untuk menghilangkan jejak.

"Pelaku panik saat ponsel korban terus-terusan berbunyi. Karena tidak bisa mematikan, ponsel tersebut dipukul pakai ini (parang) hingga rusak," terang Sunarso.

Rentetan petunjuk tersebut menguatkan kecurigaan mengarah kepada pelaku. Polisi kemudian melakukan penyisiran di rumah pelaku untuk mencari bukti karena pelaku sempat mengelak.

"Hasil penyisiran, anggota menemukan sisa tas yang dibakar. Pelaku akhirnya mengakui perbuatannya," imbuh Sunarso.

Sunarso melanjutkan, warga yang marah sudah sempat mengepung rumah korban. Beruntung pelaku berhasil diamankan petugas dan membawanya ke kantor polisi.

"Warga sempat mengejar, tapi kita berhasil amankan. Jadi pengungkapan kasus ini berkisar 3 jam saja, kejadian pukul 02.30, pukul 06.00 kita sudah tangkap pelaku," tambahnya.

Kepada petugas, pelaku mengaku nekat membegal tetangganya sendiri, karena terbelit cicilan kredit sepeda motor. Pelaku takut karena diancam akan dipolisikan jika tak mampu membayar.

"Pelaku saat ini kita tahan. Dijerat dengan pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," pungkas Wakapolres Sragen Kompol Eko Mardianto.

Terbelit cicilan. Seorang pria di Sragen Begal tetangga

Gugus Tugas COVID-19 Solo kembali mengumumkan hasil swab dari warga Joyotakan, Solo yang dinyatakan reaktif rapid test. Setelah dua bocah positif, delapan orang lainnya dinyatakan negatif virus Corona (COVID-19).
Seperti diketahui, rapid test dilakukan setelah seorang pria asal Joyotakan berinisial S (63) dinyatakan positif pada Kamis (7/5) lalu. Kemudian dari 10 orang reaktif, dua bocah usia 1 dan 2 tahun yang merupakan cucu S, menyusul dinyatakan positif.

"Dari 10 yang reaktif hanya dua yang positif, yaitu cucu dari pasien positif sebelumnya. Yang lainnya negatif," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani, Selasa (19/5/2020).

Dari 10 orang reaktif itu, salah satunya adalah ibu dari dua bocah. Meskipun negatif, ibu tersebut tetap menemani anaknya dirawat di RSUD Bung Karno, Solo.

"Ibunya sehat, tapi tetap harus menemani anaknya yang sakit," terangnya.

Buntut dari adanya kasus positif di wilayah tersebut, dua RT di Joyotakan diisolasi. Sebab, dari hasil pelacakan menunjukkan S sempat berkontak dengan sejumlah orang, antara lain saat salat berjemaah.

"Setelah ini akan kita rapid test lagi orang-orang yang diisolasi tersebut. Kalau ada yang reaktif akan kita swab," ujar dia.

Adapun hingga hari ini, jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Solo ada 29 orang. Dengan rincian 21 orang di antaranya sembuh, empat orang dirawat, empat orang lainnya meninggal.

Empat orang yang masih dirawat ialah tiga warga Joyotakan dan satu orang asal Mojosongo.

"Jumlahnya tetap 29 kasus. Tapi hari ini ada penambahan yang sembuh empat orang, jadi 21 orang sembuh," kata Ahyani.

Pilu. Seorang Kakek dan 2 cucu di Solo Positif Corona

Tembok ruko di Jalan Untung Suropati Raya, Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang runtuh.

Peristiwa itu disebabkan tanah longsor saat hujan lebat pada Selasa (19/5/2020), sekitar pukul 19.20 WIB malam.

Runtuhnya tembok tersebut menimpa empat warung di samping.

Konturnya lebih rendah yang berada di Jalan Candi Penataran.

Beberapa orang yang berada di warung-warung tersebut tertimpa reruntuhan.

Satu orang menjadi korban, mengalami luka dan telah dilarikan ke RSUP Kariadi.

Korban bernama Hidayat (30), warga Ungaran yang juga pemilik warung mi ayam.

Dari penuturan seorang temannya yang sedang membeli mi ayam di sana, kaki korban sempat tertimpa reruntuhan tembok selama sekitar satu jam.

Kondisi saat itu sedang hujan lebat.

“Awalnya saya baru datang belum sempat duduk, Hidayat sedang membuatkan saya minuman di samping gerobak mi ayam,” tutur Hermawan Endra, korban selamat sekaligus saksi mata kejadian.

Tiba-tiba lampu padam dan kami mendengar suara gemuruh seperti petir dan warungnya ambruk tertimpa runtuhan tembok.

Saya keluar meminta tolong dan warga setempat berusaha mengevakuasi Hidayat yang kakinya tertimpa,” imbuhnya.

Warga setempat bersama tim penanggulangan bencana mencoba menolong korban.

Tak lama kemudian petugas medis menggunakan Ambulance Hebat tiba.

“Hidayat sempat diberikan bantuan oksigen,” ujar Hermawan.

Usai dievakuasi, Hidayat dilarikan ke RSUP Kariadi untuk perawatan lebih lanjut.

Hidayat mengalami luka pada kaki kanannya.

Beberapa korban lain yang tertimpa sempat melarikan diri dan menyelamatkan diri.

“Waktu warung saya tertimpa, saya merangkak keluar namun saya tidak kenapa-kenapa,” ujar Siti Romlah, pemilik warung sate ayam yang letaknya berada di warung mi ayam itu.

Ruko yang temboknya runtuh itu beberapa di antaranya masih baru dibangun dan belum digunakan.

Dari pantauan di depan ruko, tampak lantai dan tembok bagian belakang ambles.

Dinding ruko ambrol timpa 4 warung di semarang. 1 orang jadi korban

Sebanyak tiga residivis tahanan dari Jawa Timur berhasil ditangkap setelah lakukan pembobolan sejumlah rumah di Sragen.

Satu residivis di antaranya ialah asimilasi yang keluar bulan April lalu, dia bernama Raefan Prasetyo (30) warga Rangkahkidul, Sidoharjo.

Sementara dua residivis lainnya ialah Sukadi (48) warga Gubeng, Surabaya residivis pencurian dan Fani Yanuar (20) warga Peterongan, Jombang.

Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo dalam press release di Mapolres Sragen menyampaikan pembobolan tersebut terjadi pada Sabtu malam, (16/5/2020).

Raefan ditangkap sesaat setelah membawa kabur barang-barang berharga yang didapat dari rumah kosong milik Tyas Adi Nugroho yang berada di Perum Banjarasri, Nglorog.

Kawanan pencuri spesialis rumah kosong tersebut kabur dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia, mereka berhasil diringkus polisi ketika melakukan penyekatan kendaraan di rest area Masaran.

Polisi curiga karena di dalam mobil itu terdapat sejumlah barang berharga seperti 2 buah televisi laptop uang tunai Rp 5 juta, ponsel dan plat nomor palsu.

Mereka ini pelaku spesialis rumah kosong, membuka rumah kosong mengambil isinya dan langsung pergi mencari sasaran yang lain".

"Kita berhasil mengungkap dikarenakan kerja sama dan koordinasi kepada sesama anggota dan juga pos penyekatan-penyekatan yang kita lakukan," kata Raphael.

Pengakuan ketiga tersangka aksi tersebut baru kali pertama dilakukan namun mereka telah terbiasa melakukan aksinya di Sidoharjo dan Madiun.


Pengakuan Rafaen, dirinya telah tiga keli tertangkap polisi dengan kasus yang sama.

Sukadi sudah melakukan aksi yang sama sebanyak dua kali, sedangkan bagi Fani ini ialah kali pertama ia lakukan.

Setelah ketiganya melakukan tes urin, salah satu pelaku, Sukadi positif mengkonsumsi narkoba, kendati demikian di tubuh dan mobil yang digunakan pelaku tidak ada barang bukti.

Ketiga pelaku kini dijerat pasal 363 ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara selama sembilan tahun.

Raphael menambahkan sebelum dan menjelang ramadan ataupun hari raya kejahatan pasti akan meningkat.

"Kebetulan saat ini sedang Covid-19 biasa memang kenaikan tingkat pidana ataupun kriminal juga meningkat, tahun ini dengan tahun tahun-tahun sebelumnya sama," katanya.

jadi spesialis pencuri. Napi Asimilasi Jatim Tertangkap Lagi di Sragen

Dua warga Wonogiri, Lasimin dan Boyadi yang tengah mencari rumput digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria. Mayat pria itu ditemukan di kebun kosong di wilayah Gunung Tebon, Desa Suci, Kecamatan Pracimantoro.
"Lokasi kejadian penemuan mayat adalah di lahan kosong Gunung Tebon. Tepatnya di Dusun Duwet RT 4 RW 13, Desa Suci, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri," kata Camat Pracimantoro Warsito saat Selasa (19/5/2020).

Dua warga yang tengah mencari rumput itu mulanya mencium bau menyengat di sekitar lokasi. Mereka lalu mencari sumber bau dan menemukan sosok mayat pria.

"Ketika sampai di TKP, ditemukan mayat manusia dengan kaus merah panjang, celana putih, dan sepatu karet warna putih," kata Warsito.

Setelah mengecek, mayat pria itu diduga merupakan warga setempat bernama Parimin yang dilaporkan menghilang beberapa waktu lalu. Parimin sendiri dilaporkan menghilang tanpa kabar sejak Senin (4/5).

"Saat diperiksa, warga mengenali mayat tersebut. Diduga pria itu merupakan warga yang dilaporkan menghilang 15 hari sebelumnya. Ternyata korban adalah warga sekitar yang sebelumnya menghilang, yakni Parimin, 63 tahun, warga Duwet RT 2 RW 12, Desa Suci," urainya.

Lasimin dan Boyadi lalu melaporkan temuan mayat itu ke pemerintah desa setempat. Polisi juga datang untuk melakukan olah TKP.

Mereka lalu melapor ke pemerintah desa diteruskan ke pihak kepolisian. Ketika dilakukan olah TKP ditemukan sejumlah barang di dekat korban, meliputi HP warna hitam milik korban, senar tali pakan ternak, sepotong bambu alat bantu panggul rumput sepanjang 2,5 meter, dan sebilah sabit," beber Suwarto.

Korban diduga terjatuh saat mencari rumput dan mengalami luka di kepala hingga meninggal dunia. Pihak keluarga mengaku sudah ikhlas dengan kejadian tersebut.

Beberapa waktu sebelumnya, penemuan kerangka diduga wanita juga menggegerkan Kelurahan Giriharjo, Kecamatan Puhpelem, Wonogiri. Hingga kini identitas mayat tinggal kerangka itu masih misterius. Kasus ini juga masih dalam penyelidikan polisi.

gegerkan warga Wonogiri. Penemuan Mayat di Gunung tebon