Gugus Tugas COVID-19 Solo kembali mengumumkan hasil swab dari warga Joyotakan, Solo yang dinyatakan reaktif rapid test. Setelah dua bocah positif, delapan orang lainnya dinyatakan negatif virus Corona (COVID-19).
Seperti diketahui, rapid test dilakukan setelah seorang pria asal Joyotakan berinisial S (63) dinyatakan positif pada Kamis (7/5) lalu. Kemudian dari 10 orang reaktif, dua bocah usia 1 dan 2 tahun yang merupakan cucu S, menyusul dinyatakan positif.

"Dari 10 yang reaktif hanya dua yang positif, yaitu cucu dari pasien positif sebelumnya. Yang lainnya negatif," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani, Selasa (19/5/2020).

Dari 10 orang reaktif itu, salah satunya adalah ibu dari dua bocah. Meskipun negatif, ibu tersebut tetap menemani anaknya dirawat di RSUD Bung Karno, Solo.

"Ibunya sehat, tapi tetap harus menemani anaknya yang sakit," terangnya.

Buntut dari adanya kasus positif di wilayah tersebut, dua RT di Joyotakan diisolasi. Sebab, dari hasil pelacakan menunjukkan S sempat berkontak dengan sejumlah orang, antara lain saat salat berjemaah.

"Setelah ini akan kita rapid test lagi orang-orang yang diisolasi tersebut. Kalau ada yang reaktif akan kita swab," ujar dia.

Adapun hingga hari ini, jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Solo ada 29 orang. Dengan rincian 21 orang di antaranya sembuh, empat orang dirawat, empat orang lainnya meninggal.

Empat orang yang masih dirawat ialah tiga warga Joyotakan dan satu orang asal Mojosongo.

"Jumlahnya tetap 29 kasus. Tapi hari ini ada penambahan yang sembuh empat orang, jadi 21 orang sembuh," kata Ahyani.

Pilu. Seorang Kakek dan 2 cucu di Solo Positif Corona

Gugus Tugas COVID-19 Solo kembali mengumumkan hasil swab dari warga Joyotakan, Solo yang dinyatakan reaktif rapid test. Setelah dua bocah positif, delapan orang lainnya dinyatakan negatif virus Corona (COVID-19).
Seperti diketahui, rapid test dilakukan setelah seorang pria asal Joyotakan berinisial S (63) dinyatakan positif pada Kamis (7/5) lalu. Kemudian dari 10 orang reaktif, dua bocah usia 1 dan 2 tahun yang merupakan cucu S, menyusul dinyatakan positif.

"Dari 10 yang reaktif hanya dua yang positif, yaitu cucu dari pasien positif sebelumnya. Yang lainnya negatif," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani, Selasa (19/5/2020).

Dari 10 orang reaktif itu, salah satunya adalah ibu dari dua bocah. Meskipun negatif, ibu tersebut tetap menemani anaknya dirawat di RSUD Bung Karno, Solo.

"Ibunya sehat, tapi tetap harus menemani anaknya yang sakit," terangnya.

Buntut dari adanya kasus positif di wilayah tersebut, dua RT di Joyotakan diisolasi. Sebab, dari hasil pelacakan menunjukkan S sempat berkontak dengan sejumlah orang, antara lain saat salat berjemaah.

"Setelah ini akan kita rapid test lagi orang-orang yang diisolasi tersebut. Kalau ada yang reaktif akan kita swab," ujar dia.

Adapun hingga hari ini, jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Solo ada 29 orang. Dengan rincian 21 orang di antaranya sembuh, empat orang dirawat, empat orang lainnya meninggal.

Empat orang yang masih dirawat ialah tiga warga Joyotakan dan satu orang asal Mojosongo.

"Jumlahnya tetap 29 kasus. Tapi hari ini ada penambahan yang sembuh empat orang, jadi 21 orang sembuh," kata Ahyani.

Tidak ada komentar