Tampilkan postingan dengan label Berita Jabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jabar. Tampilkan semua postingan
BOGOR - Jumlah kasus COVID-19 di Kabupaten Bogor terus bertambah. Tercatat hingga Selasa (7/4/2020) malam, jumlah pasien positif Corona di Kabupaten Bogor berjumlah 23 orang. Dari 23 orang itu, satu di antaranya seorang bayi lelaki berusia tiga bulan.

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin mengatakan bayi yang dinyatakan positif Corona ini berdomisili di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Bertambah dua kasus baru positif Covid-19. Adapun dua orang terkonfirmasi positif Covid-19 sebagai berikut, bayi lelaki berusia tiga bulan asal Kecamatan Cibinong dan lelaki berusia 55 tahun asal Kecamatan Citereup," sebut Ade Yasin dalam keterangannya, Selasa (7/4/2020).

Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sopiah menjelaskan awalnya bayi tersebut melakukan pengobatan ke Rumah Sakit di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, karena menderita demam tinggi. Sesuai prosedur, bayi tersebut kemudian ditangani dengan protokol penanganan COVID-19.

"Kemudian di-swab untuk menentukan Covid atau tidak. Sambil menunggu hasil swab dilakukan pengobatan selama masa inkubasi," kata Syarifah.

Setelah masa inkubasi selesai, kata Syarifah, gejala klinis yang dialami bayi itu macam demam, batuk dan lainnya dinyatakan sembuh, Bayi dibolehkan pulang. Tapi saat itu, hasil uji swab sebagai penentu apakah seseorang terpapar Corona atau tidak, belum diketahui.

"Hasil swab kemudian keluar dengan hasil positif Covid, sehingga secara prosedur harus di swab ulang," kata Syarifah mengungkapkan.

Saat ini, kata Syarifah, tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bogor masih melakukan tracking terhadap orang tua bayi tersebut dan orang-orang di lingkungannya.

Hingga Selasa (7/4/2020) malam, jumlah warga yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pantauan (ODP) berjumlah 324 orang. Sedangkan orang dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 325 orang.

Sementara orang dengan status positif COVID-19 di Kabupaten Bogor berjumlah 23 orang. Dari 23 orang itu, tiga dinyatakan sembuh dan tiga lainnya meninggal.

Miris, Bayi Berusia 3 Bulan Di Bogor Positif Corona

CIANJUR JABAR - Jenazah seorang pasien terindikasi positif COVID-19 sempat mendapat penolakan dari masyarakat untuk dimakamkan di daerahnya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Jasad lelaki itu oleh keluarganya dibawa ke Bandung untuk dikebumikan.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur Yusman Faisal mengatakan pasien meninggal terindikasi positif Corona yang ditolak warga itu berdomisili di Kecamatan Cianjur. Ia sempat dirawat di RS Dr. Hafiz (RSDH) Cianjur.

"Pasien tersebut dirawat di RSDH dan berdasarkan rapid test diketahui positif. Namun sebelum diambil sampel untuk swab test, pasien tersebut meninggal," kata Yusman kepada wartawan, Selasa (7/4/2020).

Yusma menjelaskan warga di kawasan Cikaret, Kecamatan Cianjur, menolak jenazah tersebut dimakamkan di pemakaman umum setempat. Akhirnya, pihak keluarga bersepakat memakamkan jenazah di tempat pemakaman di Bandung.

"Jadinya dibawa ke Bandung. Untuk lokasi tepatnya belum tahu. Tapi sekarang sudah dimakamkan," ucapnya.

Menurut Yusman, penolakan itu karena memang ketidakpahaman masyarakat terkait pasien meninggal terindikasi atau yang kemungkinan terburuk positif Corona. Ia menjelaskan pengurusan jenazah sudah sesuai protokol keamanan dan dipastikan tidak akan menyebarkan virus saat dimakamkan.

"Asalkan peti jenazah tidak dibuka, sudah aman. Kami akan upayakan edukasi pada masyarakat terkait hal tersebut, supaya tidak ada penolakan," ujar Yusman.

Sekadar diketahui, dua pasien terindikasi positif Corona berdasarkan hasil rapid test di Kabupaten Cianjur meninggal dunia. Kedua pasien tersebut belum sempat diambil sampel untuk uji swab, sehingga tak dapat dipastikan positif atau negatif Corona.

Menyedihkan, Ditolak Warga Jenazah Positif Corona Di Cianjur Dimakamkan Ke Luar Daerah

BANDUNG - Warga Jawa Barat yang positif COVID-19 menyentuh angka 263 orang atau 10,55 persen dari angka nasional yang menginjak 2.491 orang. Data itu ditampilkan Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar) pada Selasa (7/4/2020) pukul 08.13 WIB.

Dari data yang ada tercatat ada 13 orang yang terpapar virus Corona di Jabar dinyatakan sembuh, sementara 29 orang lainnya meninggal dunia. Dari laman yang sama, pasien dalam pengawasan (PDP) di Jabar mencapai 1.670 orang, 1.174 lainnya masih menjalani pengawasan dan 496 lainnya selesai diawasi.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Jabar terus bertambah, kini mencapai total 28.706 orang, dengan rincian 23.183 orang yang masih menjalani proses pemantauan mayoritas merupakan pemudik yang berasal dari wilayah episentrum COVID-19 seperti Jakarta atau kota lainnya. 5.523 lainnya telah selesai menjalani proses pemantauan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar akan mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada pemerintah pusat berdasarkan data sebagai argumentasinya.

"Jabar akan ambil keputusan berdasarkan data, termasuk PSBB itu akan kita exercise berdasarkan data yang kita terima (dari daerah)," ucap Ridwan Kamil usai rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

"Kalau datanya tidak lengkap, kita susah melengkapi argumentasi PSBB kepada pemerintah pusat," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil menambahkan, pihaknya kini masih menunggu laporan hasil tes masif COVID-19 lewat rapid diagnostic test (RDT) guna melihat peta sebaran dan pola-pola baru yang ada.

Hasil tersebut kemudian akan dijadikan dasar pengambilan keputusan terkait PSBB di Jabar. Untuk itu, Emil telah mengimbau agar kepala daerah agar segera melaporkan hasil tes masif di masing-masing kabupaten/kota.

"Saya imbau kepala daerah untuk mengecek ke Dinkes (Dinas Kesehatan) masing-masing, melaporkan (ke Pemda Provinsi Jabar) secepatnya. Semakin cepat data itu masuk, semakin mudah kita memetakan (COVID-19)," ujar Kang Emil.

Corona di Jabar 7 April: 263 Positif Dan 29 Meninggal

BEKASI JABAR - Seorang Pria di Bekasi, Jawa Barat, berinisial H (34) tega membunuh kekasihnya sendiri A (47). Pelaku membunuh kekasihnya lantaran emosi ketika dimintai uang.

Pembunuhan itu terjadi di kontrakan korban Jalan Kemuning 2, Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jumat (27/3). Mulanya, korban meminta uang kepada pelaku sebanyak Rp 1 Juta.

Karena tak punya uang, pelaku menolak permintaan korban. Namun, korban justru marah-marah kepada pelaku. Pelaku sempat ditendang oleh korban.

"Pelaku gelap mata lalu mengambil kain sarung dan menjerat sarung tersebut ke leher korban sehingga korban lemas dan mengeluarkan darah dan dari telinga korban," ucap Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing dalam keterangannya, Senin (6/4/2020).

Usai memastikan korban tak bernyawa, pelaku mengganti pakaian korban yang telah berlumuran darah. Kemudian pelaku membaringkan korban di tempat tidur. Untuk menutupi jejaknya, pelaku kabur ke kampung halamannya di Palembang, Sumatera Selatan.

Aksi pelaku mulai terendus warga sekitar. Tetangga korban mencium bau tak sedap. Usai pintu kontrakan didobrak, warga menemukan korban sudah membusuk.

Setelah mengumpulkan informasi dan bukti-bukti, pelaku diketahui kabur ke Palembang.

"Tim Buser bergerak cepat berangkat ke Empat Lawang Sumatera Selatan untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku di bantu dengan kepolisian setempat yaitu Polres Empat Lawang, dan pelaku bertindak kooperatif dapat diamankan tanpa perlawanan lalu dibawa ke Polsek Bantargebang guna pengusutan lebih lanjut," ujar Erna.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni pakaian korban, pakaian pelaku, buku tulis korban. Pelaku dijerat pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dipicu Sering Minta Uang, Pria Di Bekasi Bunuh Pacarnya

BANDUNG JABAR - Warga positif hingga korban meninggal dunia akibat virus Corona di Jawa Barat bertambah. Kasus positif Corona saat ini mencapai 263 orang dan 29 orang meninggal dunia.

Jumlah tersebut berdasarkan data terbaru yang di update pemerintah Provinsi Jabar pada Pikobar Jabar, Senin (6/4/2020) pukul 18.43 WIB.

Dalam data terbaru, kini ada 263 orang warga yang terpapar virus bernama lain Covid-19 ini, jumlahnya naik 11 orang dari data sebelumnya yang berjumlah 252.

Korban meninggal akibat Corona juga bertambah satu orang. Saat ini ada 29 warga meninggal naik dari jumlah sebelumnya sebanyak 28 orang.

Begitu juga dengan warga yang sembuh atas virus Corona, jumlahnya bertambah satu orang dari 12 orang di data sebelumnya kini menjadi 13 orang.

Sementara itu terkait data Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlah saat ini tembus mencapai 28.706 orang. Bertambah 6.715 orang dari jumlah sebelumnya 21.991 orang.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya juga mengalami kenaikan, dari 1.451 orang menjadi 1.670 orang atau bertambah 219 orang.

Untuk pasien yang sembuh dan meninggal jumlahnya masih sama. Pasien yang sembuh sebanyak 12 orang sedangkan yang meninggal 28 orang.

Update Corona Di Jabar: 263 Positif dan 29 Meninggal

BEKASI - Sebanyak 15 dari 2.000 orang warga Kota Bekasi peserta tes cepat atau rapid test dinyatakan positif Covid-19.

"Kemarin rapid test yang 2.000 (alat) itu, itu ditemukan terhitung hari ini menjadi 15 orang ( positif Covid-19)," kata Rahmat di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Minggu (29/3/2020).

Rahmat menambahkan bahwa dengan jumlah tersebut, total pasien positif Covid-19 di Kota Bekasi, saat ini adalah 34 orang.

Sebelumnya sudah ada 19 pasien positif Covid-19.

"Yang positif 34, yang dua samar positif test, terus yang dari (pasien) satu sampai 19, ini kan udah lama nih inkubasinya, kita perintahkan tim kesehatan yang diketuai oleh dokter Antoni Dolak untuk mengecek satu-satu," ujar Rahmat.

Adapun kini 15 pasien tersebut sudah diisolasi di RSUD Kota Bekasi.

Diketahui, hingga Minggu ini, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia, yakni 1.285 kasus.

Dari jumlah tersebut, 64 pasien dinyatakan sembuh dan 114 pasien meninggal dunia.

Rapid Test Covid-19 di Kota Bekasi, 15 Orang Positif

BANDUNG JABAR - Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) merilis data terbaru angka kejadian virus Corona pada, Minggu (29/3/2020) Pukul 19.00 WIB.

Berdasarkan data saat ini tercatat ada 149 orang positif Corona, 19 meninggal dan 9 dinyatakan sembuh.

Apabila melihat data tersebut jumlah pasien positif virus Corona di Jabar bertambah dari 119 pada Sabtu (28/3/2020) dan kini menjadi 149 orang. Namun terjadi peningkatan jumlah orang meninggal akibat virus tersebut dari 17 menjadi sebanyak 19 orang.

Selain korban meninggal, pasien yang dinyatakan sembuh juga mengalami peningkatan dari asalnya enam orang menjadi sembilan orang. Kabar itu tentu menjadi sesuatu yang membahagiakan meski jumlahnya masih jauh dibanding dengan angka kematian.

Sementara itu jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Corona di Jabar mengalami peningkatan. Saat ini total ada 7.281 ODP dengan rincian 5.293 proses pemantauan dan 1.988 selesai pemantauan.

Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) juga terjadi penambahan. Saat ini totanya sebanyak 850 PDP dengan rincian 660 proses pengawasan dan 190 selesai pengawasan.

Di tingkat nasional sendiri, jumlah pasien positif corona mencapai 1.285 orang, 64 orang sembuh dan 114 orang meninggal dunia.

Update Corona Di Jabar: 149 Positif Dan 19 Meninggal

BANDUNG JABAR - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dinyatakan sembuh atau negatif virus corona (COVID-19) setelah positif terinfeksi dan diisolasi lebih dari 10 hari di RS Hasan Sadikin Bandung.

"Alhamdulillah setelah sekian lama saya diisolasi karena positif Covid-19, hari ini hasil swab test yang kedua saya telah dinyatakan negatif," kata Yana dalam video yang diupload di Instagram nya, Jumat, (27/3/2020).

Yana mengungkapkan, bukan hal mudah baginya untuk menempuh masa isolasi setelah dinyatakan positif corona.

Namun atas dukungan dukungan rumah sakit, tim dokter, perawat dan doa serta dorongan semangat keluarga serta doa dari seluruh pihak. "Berkat seluruh doa alhamdullilah saya sudah melewati proses yang sangat berat ini," ujarnya.

Dalam video tersebut, Yana nampak menggunakan jaket hitam dan sudah tidak lagi menggunakan masker, serta pakaian pasien seperti sebelumnya saat menyampaikan bahwa dirinya dinyatakan positif corona. Dari latarnya, Yana sudah tidak berada lagi di rumah sakit.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga hidup bersih dan sehat. "Saya mengimbau kepada masyarakat, agar mengikuti imbauan pemerintah agar kita terus menjaga jarak, mengisolasi diri dan gerakan hidup sehat," pungkasnya.

Wakil Walikota Bandung Sembuh Dari Corona