CIANJUR JABAR - Jenazah seorang pasien terindikasi positif COVID-19 sempat mendapat penolakan dari masyarakat untuk dimakamkan di daerahnya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Jasad lelaki itu oleh keluarganya dibawa ke Bandung untuk dikebumikan.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur Yusman Faisal mengatakan pasien meninggal terindikasi positif Corona yang ditolak warga itu berdomisili di Kecamatan Cianjur. Ia sempat dirawat di RS Dr. Hafiz (RSDH) Cianjur.

"Pasien tersebut dirawat di RSDH dan berdasarkan rapid test diketahui positif. Namun sebelum diambil sampel untuk swab test, pasien tersebut meninggal," kata Yusman kepada wartawan, Selasa (7/4/2020).

Yusma menjelaskan warga di kawasan Cikaret, Kecamatan Cianjur, menolak jenazah tersebut dimakamkan di pemakaman umum setempat. Akhirnya, pihak keluarga bersepakat memakamkan jenazah di tempat pemakaman di Bandung.

"Jadinya dibawa ke Bandung. Untuk lokasi tepatnya belum tahu. Tapi sekarang sudah dimakamkan," ucapnya.

Menurut Yusman, penolakan itu karena memang ketidakpahaman masyarakat terkait pasien meninggal terindikasi atau yang kemungkinan terburuk positif Corona. Ia menjelaskan pengurusan jenazah sudah sesuai protokol keamanan dan dipastikan tidak akan menyebarkan virus saat dimakamkan.

"Asalkan peti jenazah tidak dibuka, sudah aman. Kami akan upayakan edukasi pada masyarakat terkait hal tersebut, supaya tidak ada penolakan," ujar Yusman.

Sekadar diketahui, dua pasien terindikasi positif Corona berdasarkan hasil rapid test di Kabupaten Cianjur meninggal dunia. Kedua pasien tersebut belum sempat diambil sampel untuk uji swab, sehingga tak dapat dipastikan positif atau negatif Corona.

Menyedihkan, Ditolak Warga Jenazah Positif Corona Di Cianjur Dimakamkan Ke Luar Daerah

CIANJUR JABAR - Jenazah seorang pasien terindikasi positif COVID-19 sempat mendapat penolakan dari masyarakat untuk dimakamkan di daerahnya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Jasad lelaki itu oleh keluarganya dibawa ke Bandung untuk dikebumikan.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur Yusman Faisal mengatakan pasien meninggal terindikasi positif Corona yang ditolak warga itu berdomisili di Kecamatan Cianjur. Ia sempat dirawat di RS Dr. Hafiz (RSDH) Cianjur.

"Pasien tersebut dirawat di RSDH dan berdasarkan rapid test diketahui positif. Namun sebelum diambil sampel untuk swab test, pasien tersebut meninggal," kata Yusman kepada wartawan, Selasa (7/4/2020).

Yusma menjelaskan warga di kawasan Cikaret, Kecamatan Cianjur, menolak jenazah tersebut dimakamkan di pemakaman umum setempat. Akhirnya, pihak keluarga bersepakat memakamkan jenazah di tempat pemakaman di Bandung.

"Jadinya dibawa ke Bandung. Untuk lokasi tepatnya belum tahu. Tapi sekarang sudah dimakamkan," ucapnya.

Menurut Yusman, penolakan itu karena memang ketidakpahaman masyarakat terkait pasien meninggal terindikasi atau yang kemungkinan terburuk positif Corona. Ia menjelaskan pengurusan jenazah sudah sesuai protokol keamanan dan dipastikan tidak akan menyebarkan virus saat dimakamkan.

"Asalkan peti jenazah tidak dibuka, sudah aman. Kami akan upayakan edukasi pada masyarakat terkait hal tersebut, supaya tidak ada penolakan," ujar Yusman.

Sekadar diketahui, dua pasien terindikasi positif Corona berdasarkan hasil rapid test di Kabupaten Cianjur meninggal dunia. Kedua pasien tersebut belum sempat diambil sampel untuk uji swab, sehingga tak dapat dipastikan positif atau negatif Corona.