LUMAJANG JATIM - Tragedi berdarah baru saja terjadi di Kecamatan Kunir, Lumajang. Tepatnya sekira pukul 09.30 WIB.

Pemicunya, saat AS yang baru saja pulang mencari rumput di sawah, tengah memergoki istri tak mengenakan busana dan berduaan bersama S di dalam kamar. 

Akibat cemburu buta, AS yang saat itu masih memegang celurit langsung menyabit kepala S. 

Diketahui di desa eks lokakisasi itu, masyarakat melabeli kawasan tersebut merupakan bekas tempat lokalisasi. 

Saat berkunjung di desa itu, sapaan perempuan-perempuan centil meminta kesediaan untuk mampir sangat akrab di telinga.

Rata-rata perempuan ini mengenakan pakaian minim duduk berjajar saling melempar senyum kepada semua orang yang lewat.

LS salah satu pemilik warung yang tak ingin disebutkan namanya membenarkan, aktifitas prostitusi di kawasan tersebut pernah diobrak. Namun sudah setahun kembali buka.

"Dua tahun lalu pernah diobrak waktu Bupati Lumajang yang baru menjabat," kata LS, Selasa (13/10/2020).

Saat disinggung mengenai kejadian pembacokan, LS mengaku tidak tahu menahu. 

Pun Ia juga mengatakan tak ada saksi mata selain istri AS. 
Sebab kata LS, hubungan warga di Desa Kabuaran terbilang cuek. 

Pengakuan ini rasanya juga perlu diamini. Sebab berdasarkan pengamatan di lokasi 
bangunan antar warga saling berjarak.
Kebanyakan dipisahkan lahan kosong yang belum digarap. 

"Saya tadi pas kulakan di pasar, pulang-pulang tiba-tiba jalan sepi. Terus ada polisi sama Pak RT. Saya tanya Pak RT juga gak tahu," ucapnya.

Saat ditanya mengenai dugaan istri AS menjalin cinta terlarang dengan S, ia kembali mengelengkan kepala.

Namun yang jelas, kata LS, rumah AS sehari-sehari juga difungsikan sebagai warung kopi yang juga memajang pelayang perempuan.

"Itu kan ngontrak di rumah anak saya, sekitar 2 tahun lalu. Kalau pasangan ini nikah resmi dan mereka pendatang," ungkapnya.

Pulang Dari Sawah Pria Di Lumajang Pergoki Istri Telanjang di Kamar Dengan Pria Lain

LUMAJANG JATIM - Tragedi berdarah baru saja terjadi di Kecamatan Kunir, Lumajang. Tepatnya sekira pukul 09.30 WIB.

Pemicunya, saat AS yang baru saja pulang mencari rumput di sawah, tengah memergoki istri tak mengenakan busana dan berduaan bersama S di dalam kamar. 

Akibat cemburu buta, AS yang saat itu masih memegang celurit langsung menyabit kepala S. 

Diketahui di desa eks lokakisasi itu, masyarakat melabeli kawasan tersebut merupakan bekas tempat lokalisasi. 

Saat berkunjung di desa itu, sapaan perempuan-perempuan centil meminta kesediaan untuk mampir sangat akrab di telinga.

Rata-rata perempuan ini mengenakan pakaian minim duduk berjajar saling melempar senyum kepada semua orang yang lewat.

LS salah satu pemilik warung yang tak ingin disebutkan namanya membenarkan, aktifitas prostitusi di kawasan tersebut pernah diobrak. Namun sudah setahun kembali buka.

"Dua tahun lalu pernah diobrak waktu Bupati Lumajang yang baru menjabat," kata LS, Selasa (13/10/2020).

Saat disinggung mengenai kejadian pembacokan, LS mengaku tidak tahu menahu. 

Pun Ia juga mengatakan tak ada saksi mata selain istri AS. 
Sebab kata LS, hubungan warga di Desa Kabuaran terbilang cuek. 

Pengakuan ini rasanya juga perlu diamini. Sebab berdasarkan pengamatan di lokasi 
bangunan antar warga saling berjarak.
Kebanyakan dipisahkan lahan kosong yang belum digarap. 

"Saya tadi pas kulakan di pasar, pulang-pulang tiba-tiba jalan sepi. Terus ada polisi sama Pak RT. Saya tanya Pak RT juga gak tahu," ucapnya.

Saat ditanya mengenai dugaan istri AS menjalin cinta terlarang dengan S, ia kembali mengelengkan kepala.

Namun yang jelas, kata LS, rumah AS sehari-sehari juga difungsikan sebagai warung kopi yang juga memajang pelayang perempuan.

"Itu kan ngontrak di rumah anak saya, sekitar 2 tahun lalu. Kalau pasangan ini nikah resmi dan mereka pendatang," ungkapnya.