Social Items

SITUBONDO JATIM - Polisi Situbondo menggelar razia mulai Jumat (24/1) malam hingga dini hari tadi. Itu dilakukan untuk mencegah balapan liar dan kecelakaan.

Hasilnya, ada 23 sepeda motor yang terjaring razia. Selain tidak dilengkapi surat-surat, kebanyakan motor yang diamankan juga karena tidak sesuai spesifikasi. Termasuk menggunakan ban ukuran kecil dan knalpot brong.

Sepeda motor sebanyak itu dijaring dari sejumlah lokasi yang sering dijadikan ajang balap liar. Yakni di Jalan Argopuro Situbondo serta di persimpangan 'Talang' Jalan Desa Panji Lor Kecamatan Panji. Semua motor hasil razia langsung diangkut dan diamankan di Mapolres Situbondo.

"Selain meresahkan, balapan liar ini juga rawan terjadi kecelakaan. Tadi malam razia kami lakukan mulai pukul 22.00 WIB sampai sekitar pukul 03.15 WIB tadi. Ada 23 sepeda motor yang kami amankan," kata Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Hendrix Kusuma Wardhana kepada wartawan, Sabtu (25/1/2020).

Keterangan yang diperoleh, meski sudah sering dirazia, para pelaku balap liar di Situbondo banyak yang tidak jera. Mereka didominasi para ABG yang masih sering menggelar trek-trekan di malam hari, khususnya di hari-hari libur sekolah. Untuk menghindari razia, lokasi balap liar sering berpindah-pindah.

Kondisi ini sering dikeluhkan para pengguna jalan. Tak hanya mengganggu, tapi juga dinilai rawan kecelakaan.

Sebab banyak sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan lampu. Merespons keluhan tersebut, sebanyak 20 personel Satuan Lantas dikerahkan melakukan razia.

Tadi malam, balapan liar terdeteksi akan dilakukan di salah satu lokasi. Antara Jalan Argopuro Situbondo dan persimpangan 'Talang' Desa Panji Lor.

Petugas pun segera mengatur strategi untuk mengantisipasi balap liar. Para personel itu dibagi beberapa kelompok, yang bertugas melakukan pengepungan jalan sekitar lokasi trek-trekan.

Benar saja, saat dua lokasi itu 'digerebek', puluhan motor dengan para ABG sudah berada di lokasi. Tahu ada polisi, sebagian langsung bersiap kabur. Namun upaya itu gagal karena polisi berdatangan dari berbagai arah.

Sepeda motor yang tidak dilengkapi surat dan tidak sesuai standar langsung diamankan.

"Mereka yang terjaring razia semua kita tilang. Perlu diketahui juga, untuk bisa mengambil sepeda motor ini di Polres, harus menunjukkan surat-surat dan mengembalikan sepeda motor sesuai spesifikasi standar yang sudah ditetapkan," imbuhnya.

Tak hanya merazia balapan liar, sebagian polisi juga menyempatkan diri menemui sejumlah anggota komunitas motor di sekitar Alun-alun Situbondo. Petugas memberikan arahan agar setiap pengendara motor hendaknya mematuhi rambu dan aturan, tidak ugal-ugalan, serta saling menghormati sesama pengguna jalan.

Polisi Amankan Puluhan Remaja Balap Liar Di Situbondo

SITUBONDO JATIM - Polisi Situbondo menggelar razia mulai Jumat (24/1) malam hingga dini hari tadi. Itu dilakukan untuk mencegah balapan liar dan kecelakaan.

Hasilnya, ada 23 sepeda motor yang terjaring razia. Selain tidak dilengkapi surat-surat, kebanyakan motor yang diamankan juga karena tidak sesuai spesifikasi. Termasuk menggunakan ban ukuran kecil dan knalpot brong.

Sepeda motor sebanyak itu dijaring dari sejumlah lokasi yang sering dijadikan ajang balap liar. Yakni di Jalan Argopuro Situbondo serta di persimpangan 'Talang' Jalan Desa Panji Lor Kecamatan Panji. Semua motor hasil razia langsung diangkut dan diamankan di Mapolres Situbondo.

"Selain meresahkan, balapan liar ini juga rawan terjadi kecelakaan. Tadi malam razia kami lakukan mulai pukul 22.00 WIB sampai sekitar pukul 03.15 WIB tadi. Ada 23 sepeda motor yang kami amankan," kata Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Hendrix Kusuma Wardhana kepada wartawan, Sabtu (25/1/2020).

Keterangan yang diperoleh, meski sudah sering dirazia, para pelaku balap liar di Situbondo banyak yang tidak jera. Mereka didominasi para ABG yang masih sering menggelar trek-trekan di malam hari, khususnya di hari-hari libur sekolah. Untuk menghindari razia, lokasi balap liar sering berpindah-pindah.

Kondisi ini sering dikeluhkan para pengguna jalan. Tak hanya mengganggu, tapi juga dinilai rawan kecelakaan.

Sebab banyak sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan lampu. Merespons keluhan tersebut, sebanyak 20 personel Satuan Lantas dikerahkan melakukan razia.

Tadi malam, balapan liar terdeteksi akan dilakukan di salah satu lokasi. Antara Jalan Argopuro Situbondo dan persimpangan 'Talang' Desa Panji Lor.

Petugas pun segera mengatur strategi untuk mengantisipasi balap liar. Para personel itu dibagi beberapa kelompok, yang bertugas melakukan pengepungan jalan sekitar lokasi trek-trekan.

Benar saja, saat dua lokasi itu 'digerebek', puluhan motor dengan para ABG sudah berada di lokasi. Tahu ada polisi, sebagian langsung bersiap kabur. Namun upaya itu gagal karena polisi berdatangan dari berbagai arah.

Sepeda motor yang tidak dilengkapi surat dan tidak sesuai standar langsung diamankan.

"Mereka yang terjaring razia semua kita tilang. Perlu diketahui juga, untuk bisa mengambil sepeda motor ini di Polres, harus menunjukkan surat-surat dan mengembalikan sepeda motor sesuai spesifikasi standar yang sudah ditetapkan," imbuhnya.

Tak hanya merazia balapan liar, sebagian polisi juga menyempatkan diri menemui sejumlah anggota komunitas motor di sekitar Alun-alun Situbondo. Petugas memberikan arahan agar setiap pengendara motor hendaknya mematuhi rambu dan aturan, tidak ugal-ugalan, serta saling menghormati sesama pengguna jalan.

Tidak ada komentar

Loading...