Tampilkan postingan dengan label Pesantren Banten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren Banten. Tampilkan semua postingan
Pondok Pesantren An Nawawi Tanara merupakan pondok pesantren modern yang terletak di Serang Banten.

Sejarah Awal pendirian Pesantren An-Nawawi Tanara Serang Banten, sesuai dengan namanya, ingin mengambil spirit dari Syekh Nawawi Al Bantani, salah satu ulama asal Nusantara yang mampu menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional pada zamannya. Visi inilah yang ingin dijadikan spirit oleh KH Ma’ruf Amin ketika mendirikan pesantren An-Nawawi pada tahun 2001 yang menginginkan pesantren ini bisa menjadi tempat untuk melahirkan ulama, khususnya para ahli fikih.

KH Ma’ruf mengatakan, pengkaderan ulama kini semakin mendesak mengingat para ulama sepuh sudah pada meninggal sementara belum banyak generasi muda yang dipersiapkan menggantikan mereka. Jika hal tersebut terjadi, bisa menyebabkan kelangkaan ulama. Untuk mencapai visi tersebut, sistem pendidikan sedari awal sudah diarahkan ke sana. Di pesantren yang lokasinya di daerah tempat kelahiran Syekh Nawawi itu, kini sudah berdiri Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang akan dikembangkan sampai pendidikan tinggi dengan fokus dalam kajian fikih dari S1 sampai dengan S2. “Kami fokus di ilmu fikih karena ulama itu kan ahli fikih, dan disana kekuatan para ulama,” katanya.

Untuk menghasilkan para ulama yang kompeten, tentu bukan hal yang mudah dan waktu yang singkat. Strategi yang dilakukannya adalah mengambil keunggulan-keunggulan yang ada di berbagai pesantren lalu dicangkokkan dalam kurikulum pesantren. Untuk keunggulan bahasa Arab dan Inggis, diambil metode dari pesantren Gontor sedangkan kemampuan membaca kitab diambil dari keunggulan pesantren salaf. Satu hal lain adalah para santri di sini diharapkan juga hafal Al-Qur’an. Karena itu, metode pengajaran dari pesantren yang fokus pada hafalan Qur’an juga diterapkan di pesantren ini.

Diakuinya, tak mudah mencapai target ambisius tersebut. Karena itu mau tidak mau harus dilakukan kompromi, misalnya untuk lulusan Aliyah, hanya ditargetkan mampu menghafal 15 juz Qur’an yang nantinya bisa dilanjutkan dalam jenjang berikutnya. Sementara itu, untuk kajian kitab, yang digunakan adalah kitab-kitab yang selama ini memang sudah biasa digunakan di pesantren, salah satunya Tafsir Jalalain. Para santri belajar dan mengaji sampai malam.

Mereka yang belajar di sini juga diwajibkan mondok atau tinggal di asrama pesantren. Sebelumnya santri tidak diwajibkan tinggal di pesantren, tetapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Pertama, waktu belajarnya minimal sekali sedangkan kedua, pergaulannya tidak terjaga. Di pesantren, para santri diajari akhlak dan etika pergaulan yang baik, tetapi begitu keluar pesantren maka langsung rusak lagi.

PENDIDIKAN

Pondok Pesantren An Nawawi Tanara dalam pengembangan pendidikannya membuka beberapa unit pendidikan sebagai berikut:     

Pendidikan Formal
1. MI
2. MTs
3. MA
4. Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih Tanara (STIF SYENTRA)

Pendidikan Non Formal
1. Madrasah Diniyah
2. Tahfidzil Qur'an
3. Tahassus Pendalaman Kitab Kuning

EKSTRAKURIKULER

1. Tahsin dan Tahfidz
2. Tahassus Kitab Salafy     
3. Seni Baca Alquran
4. Khitobah 3 Bahasa
5. Hadroh
6. Praktek Ubudiyah
7. Pramuka
8. Beladiri
9. English Club
10. Komputer
11. Futsal
12. Volly
13. Basket
14. Tenis meja
15. PMR
16. Marching Band
17. Paskibra

Profil Sejarah Pondok Pesantren An Nawawi Serang

Pondok Pesantren La Tansa adalah sebuah pondok pesantren modern yang terletak di daerah Parakansantri, Lebakgedong, Lebak, Banten. Pesantren ini didirikan oleh Drs. K.H. Ahmad Rifa'i Arief (Almarhum) yang bertindak juga sebagai pemimpin pesantren Daar el-Qolam (Pasir Gintung, Jayanti, Tangerang) saat itu. Kini, setelah pendiri wafat, Pesantren La Tansa dipimpin oleh K.H. Adrian Mafatihullah Karim, MA dan Dr. K.H. Sholeh, S.Ag, MM. Lembaga ini bernaung di bawah Yayasan La Tansa Mashiro, yang juga didirikan oleh Drs K.H. Ahmad Rifa'i Arief.

Sejarah Awal berdirinya Lembaga ini dilahirkan oleh Pondok Pesantren Daar El-Qolam Gintung, Jayanti, Tangerang, sebagai suatu pengembangan wawasan dan pengembangan daya tampung dengan sistem pendidikan serta pengajaran yang lebih variatif dan memenuhi hajat umat. yang memberikan prospek yang sangat baik untuk sebuah sarana pendidikan.

Sasaran siswa yang ditargetkan untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren La Tansa bukan hanya warga di wilayah ini, namun lebih jauh lagi adalah seluruh rakyat Indonesia yang ingin memperdalam ilmu umum sekaligus ingin memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam yang baik. Hal ini terbukti dengan kehadiran para santri dari berbagai kota dan propinsi di Indonesia untuk menuntut ilmu pengetahuan di Pondok Pesantren La Tansa setiap tahunnya.

Lembaga ini dikelola oleh Yayasan “LA TANSA MASHIRO” yang didirikan oleh Drs. KH. Ahmad Rifa’i Arief (Alm) dengan Akta Notaris No. 4 Tanggal 9 Januari 1991 dan Akta perubahan No. 44 Tanggal 20 April 1998, beralamat di Parakansantri, Lebakgedong, Lebak, Banten. Lahirnya Pondok Pesantren “LA TANSA” didasarkan atas kesadaran untuk membangun sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa, berwawasan luas, berilmu, berakhlakul-karimah (mukminin, muttaqien dan rosikhina fil’ilmi) kelak menjadi generasi penerus bangsa, negara dan agama dalam pelbagai sektor kehidupan.

Dan sejak tahun 2017, pondok pesantren La Tansa telah mengembangkan sayapnya dengan dibukanya Pondok Pesantren La Tansa 3 Kun Karima di Kecamatan Majasari, Pandeglang. Sementara Pondok Pesantren La Tansa 2 yang berlokasi di Kampus La Tansa Mashiro Rangkas Bitung akan segera dibuka pada tahun ajaran 2018-2019. Dan untuk Pondok Pesantren La Tansa 4 & 5 yang berlokasi di Cipanas, Lebak sedang dalam proses pembangunan.

Pondok Pesantren La Tansa terlahir sebagai manisfestasi kebutuhan ummat akan pola dan sistem pendidikan yang sesuai dengan kondisi kekinian, kondisi di mana hajat akan terciptanya sebuah generasi yang tidak hanya mengejar nilai-nilai duniawi tetapi juga tidak menghilangkan nilai-nilai ukhrawi yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari.

PROGRAM PENGAJARAN

Pola pendidikan Pondok Pesantren La Tansa mengacu pada dua hal yaitu jalur asuh dan jalur ajar. Pendidikan dengan jalur asuh adalah pola pendidikan santri yang berkaitan dengan semua kegiatan dan kehidupan disiplin santri diluar jam sekolah atau dengan diskripsi lain jalur asuh bisa dikatakan sebagai pola pendidikan santri didalam asrama, sedangkan jalur ajar itu sendiri adalah pola pendidikan santri selama didalam kelas yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar dan disiplin sekolah. Majelis Pengasuhan pada posisi ini berfungsi sebagai fungsi kontrol atau pengawas pada pola pendidikan jalur asuh. Dan pada dasarnya pola pendidikan intra atau ekstrakurikules sekalipun merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan satu sama lainya dan terintegrasi pada satu sistem pendidikan dan pengajaran yang terpadu.

Majelis Pengasuhan di Pondok Pesantren La Tansa dibagi dalam dua wilayah kerja, untuk peningkatan disiplin dan kontrol santri putra dibawah koordinasi Majelis Pengasuhan Putra sedangkan peningkatan dan pengawasan disiplin santri putri dibawah koodinasi Majelis Pengasuhan Putri. Majelis Pengasuhan dalam skema struktur organisasi Pondok Pesantren La Tansa adalah Direktorat II Bidang Pengasuhan Putra dan Direktorat III Bidang Pengasuhan Putri yang saat ini dipimpin oleh Al-Ustad M. Rosyidi, S. Ag. Sebagai direktur Majelis Pengasuhan Putra dan Al-Ustadzah Hj. Ernawati Sulhatul Imamah, M. Ag.

Sebagai direktur Majelis Pengasuhan Putri. Dalam prakteknya Majelis Pengasuhan dalam fungsinya sebagai pembimbing dan fungsi kontrol membawahi beberapa sub bagian yaitu Bagian Pengasuhan, Bagian Nahdha, Bagian Ubudiah, Bagian Kesehatan, Bagian Mabikori, Bagian Keputrian dan Bagian Ekstrakurikuler.

Tugas lembaga ini mencakup kehidupan santri diluar jam sekolah, adapun tugas utama lembaga ini adalah mengatur aktivitas kehidupan santri diasrama selama 24 jam.ada dua hal pokok yang menjadi tugas lembaga pengasuhan ini yaitu ; sebagai pembina organisasi santri Osis dan Pramuka dan sebagai pembina dan penegak disiplin santri.

Kehidupan santri Pondok Pesantren La Tansa selama 24 jam tidak lepas dari disiplin baik itu disiplin ubudiah, bahasa ataupun seluruh aktivitas santri sehari-hari. Oleh karenanya Majelis Pengasuhan menjadi sentra dalam pengendalian disiplin santri. Dan sebagai pengejewantahan wewenang tersebut majelis pengasuhan dibantu oleh Organisasi Santri yaitu Organisasi santri Ikhwanushofa dan Akhwatushofa serta pramuka La Tansa.

Dalam menegakan disiplin santri Majelis Pengasuhan lebih menekankan pada kesadaran akan pentingnya hidup berdisiplin dan tindakan-tindakan pencegahan dan menghilangkan sanksi phisik dengan demikian diharapkan seluruh santri menyadari betul akan penting hidup dengan disiplin, kesadaran yang terlahir benar-benar dari hati nurani seluruh santri dan bukan karena unsur keterpaksaan didalamnya.

Agar lebih intensif dan efektif dalam penanganan disiplin santri majelis Pengasuhan mendelegasikan wewenangnya kepada beberapa sub bagian yang ada dalam otoritasnya, sehingga proses bimbingan akan sangat cepat dirasakan seluruh santri tanpa melupakan fungsi koordinasi antar bagian dalam wilayah kerja Majelis Pengasuhan Santri.

PROGRAM PENDIDIKAN

Program pesantren 6 (Enam) Tahun

1. SLTP (Ma’had Mutawasithi) Terakreditasi A SK. Badan Akreditasi Nasional No.01/BAS/MN/II/2006. Program ini diperuntukkan bagi siswa lulusan Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtida’iyah dengan masa pendidikan selama enam tahun, yakni ditempuh dari kelas satu berurutan sampai kelas enam.

2. SMU (Ma’had Tsanawi) Terakreditasi B SK. Badan Akreditasi Sekolah No. 02/BASDA-BTN/SK/V2004. Program ini diperuntukkan bagi seluruh santri Pondok Pesantren La Tansa yang melanjutkan studinya pada jenjang pendidikan SMA-nya di Pondok Pesantren La Tansa dan santri pindahan dari Pondok Pesantren lain dengan terlebih dahulu mengikuti tes akademik yang telah ditentukan.

Pada jenjang ini ada dua jurusan pendidikan yang dipilih oleh santri yaitu jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), jurusan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Program 4 (Empat) Tahun Program penyetaraan Materi Pesantren & Bahasa untuk calon santri lulusan SLTP/MTs (1 Tahun); dilanjutkan Program Pesantren SMU La Tansa (3 Tahun) Program ini diperuntukan bagi santri lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiah (MTs).

Program ini dilaksanakan selama empat tahun, tahun pertama sebagai tahun pembelajaran matei-materi kepondokkan dan kebahasaan setingkat materi kelas satu dan dua SMP, baru kemudian pada tahun kedua santri dari program ini terdaftar sebagai santri SMA dan duduk di kelas empat dengan memulai pembelajaran materi yang sama dengan santri dari program pertama (SMP).

3. Program SMK Program ini diperuntukkan bagi seluruh santri Pondok Pesantren La Tansa yang melanjutkan studinya pada jenjang pendidikan lebih tinggi dengan mengkhusukan pada bidang kejuruan yaitu SMK dengan jurusan Komputer Multimedia, Komputer Akutansi, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Rekayasa Perangkat Lunak.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tilawatil Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. Disiplin berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan dan PKK
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Marawis
9. Pengembangan Seni Beladiri (Tapaksuci danPaku Banten)
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill)
13. Pengembangan Teater
14. Disiplin hidup.

Profil Sejarah Pondok Pesantren La Tansa Lebak Banten

Pondok Pesantren Al Ma'arif merupakan pesantren modern yang terletak di Songgom Jaya Cikande Serang Banten.

Pondok Pesantren Al-Ma’arif didirikan atas dasar ibadah untuk memperluas medan perjuangan dalam mengembangkan Ilmu Pengetahuan. Pesantren ini berdiri di bawah nanungan Yayasan Manabi’ul Ma’arif Al-Islamiyah (MMI ) yang digagas pada tahun 2002. Sementara pada awal pendidikan program Pendidikan Pesantren di mulai pada tahun 2007.

Berangkat dari niat ibadah kepada Allah SWT melalui lembaga Pendidikan Pesantren ini mengemban misi untuk melahirkan generasi yang bermutu dan berkwalitas dalam Iman dan Taqwa. Berakhlak dan berpengetahuan. Al-Ma’arif secara termenologi bermakna Pengetahuan yang luas atau ladang pengetahuan yang diharapkan menjadi tempat persemaian kader muda muslim yang siap bersaing dalam kehidupan global.

Pesantren Al-Ma’arif berawal dari kifrah dan perjuangan KH. Edi Sumardi di warga asli Desa Songgom Jaya, Beliau adalah alumnus pertama Pondok Pesantren Daar El-Qolam Gintung, Cisoka Tangerang (Tahun 1968-1974 M) di bawah asuhan KH. Ahmad Rifa’i ‘Arief. Masa kecil dan masa belajarnya di habiskan di Daar El-Qolam, sampai beliau diminta gurunya untuk mengabdi dan mendidik santri Daar El-Qolam sampai tahun 2002.

Kebersamaan Edi Sumardi dengan sang guru selama kurang lebih 34 tahun, memberikannya banyak pengalaman dan pelajaran. Kedekatannya lebih dari sekadar guru dan murid, tapi juga seperti orang tua dan anak. Menjelang akhir hayat sang guru, tepatnya pada tahun 2007. Beliau berpesan kepada Edi Sumardi ketika bersilatuahim sepulang dari tanah suci Makkah, untuk terus mengajar dalam sekala yang lebih luas lagi. Baginya pesan ini sebagai Do’a yang penuh barokah Allah SWT. Bagi KH. Edi Sumardi untuk mendirikan Pesantren, yang sebelumnya belum pernah terbesit dalam pikirannya. Oleh sebab itu nama Pesantren, selain nama ladang pengetahun juga merupakan akronim dari Sumardi dan Rifa’i Arief ( Ma’arif ).

Pesantren Al-Ma’arif pada awalnya berdiri di atas ladang sawah seluas 730 M2, dengan segala keterbatasan yang dimiliki, namun tidak menyurutkan niat dan tekad yang telah ditancapkan untuk mewujudkan pesan sang guru untuk memperluas medan ilmu pengetahuan. KH. Ahmad Rifa’i Arief menjadi Pemompa KH. Edi Sumardi untuk terus berjuang untuk melawan beragam tantangan dan keterbatasan.

Pada tahun 2003 Pesantren Al-Ma’arif mendapat bantuan tanah dari KH. Endin Syahiduddin & Ustadzah Dra. H. Enah Humawinah, keduanya Pengasuh Pondok Pesantren Daar El-Qolam saat ini. (salah seorang Putra & Putri dari KH. Qosod Mansur, yang tidak lain adalah ayahanda dari KH. Ahmad Rifai ‘Arif).Kini dalam usianya yang ke 12 tahun (kelas regular) dan sudah berusia 7 tahun (Program pesantren) menjadi tempat belajar 600 santri mukimin dan reguler.

Profil Sejarah Pondok Pesantren Al Ma'arif Serang

Pondok Pesantren Al-Manshur Darunnajah 3 terletak di Jalan Palka Km.07 Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang Provinsi Banten, menampati areal seluas 3,5 ha dan merupakan salah satu cabang Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta.

Ponpes darunnajah 3 berdiri pada tanggal 26 Januari 1992 oleh Bapak KH. Abdul Manaf Mukhayyar (alm). Pada awalnya dikhususkan untuk membantu anak yatim dan piatu serta dhuafa agar dapat disetujui jenjang pendidikannya.

Kemudian dalam perkembangannya, lembaga ini menerima anak selain anak-anak asuh sebagai pendukung atas perkumpulan masyarakat di sekitar tempat tinggal yang besar terhadap pendidikan.

Diusianya yang ke-18 Pesantren Al-Manshur Darunnajah 3 meningkatkan mengembangkan dan meningkatkan diri dalam mengukir prestasi akadmis dan non akademis. Dalam pelaksanaanya dimulai langsung oleh Drs.KH. Mustofa Hadi Chirzin selaku Pimpinan Pesantren dan penerima guru-guru lainnya.

Pondok Pesantren Darunnajah 3 merupakan pesantren khusus putri dari Yayasan Darunnajah. Menerapkan kurikulum sistem terpadu, pendidikan berasrama serta mengajarkan bahasa inggris dan bahasa arab secara intensif. Dengan lingkungan asri dan alami juga di dukung dengan fasilitas lengkap. Menerapkan sistem tarbiyyatul Muallimin wal Mua’llimat al-Islamiyyah (TMI).

Kurikulum yang ada di Darunnajah 3 adalah kurikulum Tarbiyatul Mu’alimin wallmualimat Al-Islamiyah.

Profil Sejarah Pondok Pesantren Putri Darunnajah 3 Serang

Pondok Pesantren Modern Al-Mizan adalah sebuah lembaga sosial yang bergerak dalam kegiatan pendididkan, nilai-nilai islami yang bertujuan menghidupkan, memelihara serta meningkatkan semangat dikalangan umat islam khusus nya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Sejarah Awal pendirian Pondok Pesantren Modern Al-Mizan berdiri pada tanggal 1 Mei 1993 berdasarkan Akta Notaris Nuzwar, SH Rangkasbitung Nomor 16 tanggal 15 maret 1993. Pondok Pesantren Modern Al-Mizan pertama membuka penerimaan siswa/i tanggal 10 juni 1993, alhamdulillah pada tahun pertama Pondok Pesantren Modern AL-Mizan menerima 67 santri putra dan putri dari berbagai daerah.

Pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Mizan adalah Drs KH Anang Azhari Alie, M.Pd.I , ketika itu Pondok dibangun diatas tanah milik Bapak H Kustani yang berlokasi di jalan kapugeran dekat alun-alun Rangkasbitung di atas tanah seluas 316 m2 yan merupakan sebuah gudang balok yang kemudian disulap menjadi asrama putri yang serba darurat. Untuk asrama putra berlokasi di kantor PT Andi Jaya milik Bpk H Kustani yang berjarak 100 m dari asrama putri.

Agar dapat meningkatkan kualitas, proses belajar mengajar yang lebih kondusif, dan disiplin serta konsentrasi, maka pada bulan Agustus 1994 Pondok Pesantren Modern Al-Mizan mengalihkan pembangunan nya ke daerah Ancol desa Cimangeunteung, Rangkasbitung, sehingga lingkungan pesantren tidak berbaur dengan lingkungan masyarakat luar.

Pondok Pesantren Modern Al-Mizan dalam nuansa dan suasana baru yang terletak kurang lebih 1 KM dari jalan raya Narimang, mengawali pembangunan pondasi untuk 14 lokal pada area seluas 1.5 Ha, setiap lokal menghabiskan biaya sebesar Rp 13 jt.

Pada tahun 2004 Pondok Pesantren Modern Al-Mizan telah menempati area tanah seluas 6 Ha, yang merupakan wakaf dari beberapa hamba sahaya Allah SWT, diantaranya adalah :

1. H Kustani, Rangkasbitung 14.000 m
2. H Tryana Sjam’un, Jakarta 9000 m
3. H Dani Setiawan, Bandung 8.000 m
4. H Mulyadi Jayabaya, Rangkasbitung, wakaf atas nama orangtuanya
5. H Datu Jayabaya (alm) 2000 m
6. Selebihnya adalah wakaf dari para muhsinin

Dari tahun ke tahun Pondok Pesantren Modern Al-Mizan mengalami perkembangan area sampai +14 ha, pada tahun 2009 atas dasar cita-cita teguh dan ridho Allah SWT, pada tahun 2010 Pondok Pesantren Modern Al-Mizan memiliki lokasi di jalan AMD Cikole Pandeglang sebagai Pesantren Putri. Program Pembelajaran terpisah antara santri putra dan santri putri dilaksanakan untuk mencari rasa aman, nyaman keleluasaan beraktifitas antara mereka masing-masing dan ini merupakan fenomena positif dalam pandangan Syari’at.

Di Pondok Pesantren Modern Al-Mizan minat dan bakat anak santri sangat diperhatikan, maka orientasi pendidikan di Pondok Pesantren Modern AL-Mizan sangat variatif. Adapula yang dipola melalui Intrakurikuler mapun Ekstrakurikrler, penyaluran minat dan bakat melalui bimbingan kepramukan, kesenian, olahraga, disiplin keilmuan dan program penghapalan Al-Qur’an, hal ini diwujudkan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan umat dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

PENDIDIKAN EKSTRAKURIKULER

Program ekstrakurikuler di pondok pesantren modern al-mizan sangat beragam, diantaranya :

- Kesenian
- Olahraga
- Beladiri
- Pramuka
- Paskibra
- Fotografi
- Tari Balet
- Batik
- Paduan Suara
- Nasyid
- Marchin Band
- Marawis
- Studio Band

Sumber : https://www.al-mizan.sch.id

Profil Sejarah Pesantren Modern Putra Putri Al-Mizan Lebak

Pondok Pesantren Modern Assa'adah merupakan Pesantren Modern yang berlokasi di Jl. Serang-Pamarayan Km 25 Pasirmanggu,
Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, 42176.

Pada awal berdirinya Sekitar tahun 60-an tepat di kampung Pasirmanggu desa Dahu terdapat sebuah  pondok pesantren salafi/tradisional yang dipimpin oleh seorang tokoh kharismatik bernama KH.Asraf bin H. Aspi. Konon pesantren ini cukup terkenal,dibuktikan dengan jumlah santri yang belajar di pesatren tersebut cukup banyak dan berasal dari beberapa daerah seperti, Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, bahkan beberapa santri ada yang berasal dari Karawang dan Lampung

Pada tahun 1967, KH. Asraf bin H. Aspi wafat dan meninggalkan 12 orang putra. 7 laki-laki dan 5 perempuan.Sepeninggal beliau pesantren besar ini kehilangan tokoh yang menjadi figur seluruh santri dan masyarakat.Kekosongan figur dan  pimpinan pondok inilah yang menyebabkan para santri berpindah ke pondok pesantren lain.

Sebelum KH. Asraf bin H. Aspi  meninggal, beliau sempat berwasiat kepada 7 orang putranya agar suatu saat nanti putra-putranya dapat meneruskan perjuangan beliau dalam membina ummat dan mendidik generasi islam yang berakhlaq mulia. Adalah Drs. KH. Mutawali Waladi putra bungsu dari 12 bersaudara yang mempelopori saudaranya untuk kembali melanjutkan perjuangan orang tua mereka dengan membangun lembaga pendidikan pesantren yangkemudian dikenal dengan Pondok Pesantren Modern Assa’adah.

Pada tahun 1985, atas dasar musyawarah keluarga, sesepuh dan tokoh masyarakat kampung Pasirmanggu, terbentuklah sebuah Yayasan dengan nama Yayasan Assa’adah – sesuai dengan nama tempat diadakannya musyawarah yaitu Masjid Jami’ As-Sa’adah – dan tercatat dalam akta notaris Mahmudah Rijanto no. 6 tanggal 5 Desember 1985.

Dan pada tahun 1989 Yayasan Assa’dah memulai operasional Pondok Pesantren Modern Assa’adah dengan mengelola dan menyelenggarakan pendidikan formal dan menerapkan sistem asrama. Pada perkembangannya dalam hal operasionalisasi kegiatan, Pondok Pesantren Modern Assa’adah mengacu kepada standar isi dan arahan dari Departemen Agama dan Depertemen Pendidikan Nasional dan berafiliasi kepada Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor dalam hal pembinaan kepribadian santri. Adapun tingkat pendidikan yang diselenggarakan pada saat itu adalah Madrasah Tsanawiyyah (MTs) dan Madarasah Aliyah (MA).

Pondok Pesantren Modern Assa’adah menerapkan sistem pendidikan modern, dimana para santri tidak hanya belajar ilmu dan kajian kitab-kitab klasik (kitab kuning) tetapi juga mengajarkan santri ilmu pengetahuan umum seperti Matematia, Biologi, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, Teknologi dan informasi dalan lain sebagainya. Dan format pelaksanaan proses pembelajaran dibuat classical dimana satri tidak lagi belajar dengan format sorogan.

Walaupun format proses pembelajaran didesign modern, namum Pondok Pesantren Modern Assa’adah dalam prakteknya tetap melestarikan budaya pesantren tradisional dengan tetap mengajarkan kajian kajian kitab-kitab klasik (kitab kuning) sebagai ciri khas pesantren di Indonesia.

Pada tahun 2003, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Assa’adah Drs. KH. Mutawali Waladi meninggal dunia. Kurang lebih 18 (delapan belas) tahun beliau memimpin Pondok Pesantren Modern Assa’adah dari fase perintisan, fase operasional  sampai dengan fase pengembangan.

Beliau adalah sosok Kyai yang kharismatik, visioner dan energik, dalam kepemimpinannya beliau telah mampu membangun nilai-nilai pesantren berdiri kokoh sebagai pondasi awal yang akan terus dikembangankan dan diperjuangan.

Berkat perjuangan dan konsistensi (istiqomah) beliau, kini Pondok Pesantren Modern Assa’adah telah dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat khususya di provinsi Banten,pesantren yang telah mampu mencetak generasi islam yang yang beriman dan dan bertakwa serta berakhlaqul karimah.

Sepeninggal almarhum, saat ini Pondok Pesantren dipimpin oleh KH. Mujiburrahman, S.Ag. Sosok kyai muda yang mewarisi nilai-nilai perjuangandan semangat ayahandanya.

 Beliau adalah putrapertama dari 5 (lima) bersaudara. Bersama dengan adik-adiknya beliau bertekad untuk melanjutkan perjuangan orang tua dan para leluhurnya untuk mendidik membina kader-kader ummat yang memiliki kemampuan religik,akademik, ekonomi, sosial pribadi yang berwawasan global dan islami.

KURIKULUM PENDIDIKAN

Pondok Pesantren Modern Assa’adah mengintegrasikan dua kurikulum yakni kurikulum Pondok Pesantren Gontor sebagai kurikulum Pondok Pesantren dan Kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah baik Dinas Pendidikan Nasional Untuk tingkat SMP dan SMA ataupun Departemen Agama untuk tingkat Madrasah Aliyah.

MATA PELAJARAN WAJIB

Struktur dan muatan kurikulum pada Pondok Pesantren Modern Assa’adah Cikeusal yang tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut ini :

1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4. Kelompok mata pelajaran estetika
5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
6. Kelompok mata pelajaran Pondok Pesantren

Sedangkan Mata pelajaran pelajaran wajib dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini adalah Pendidikan Agama, PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, dan Teknologi informasi dan komunikasi.

Profil Sejarah Pondok Pesantren Modern Assa'adah Serang

Pondok Pesantren Al-Mubarok Serang merupakan sebuah pesantren Modern yang berada di jalan KH. Abdul Latif nomor 07 Cimuncang Sumur Pecung, Kabupaten Serang, provinsi Banten, Indonesia.

Sejarah Pesantren Al Mubarok Berawal dari tumbangnya orde Baru pada tahun 1996-1997 melihat keberutalan massa, tawuran pelajar, dan maraknya penggunaan obat-obat terlarang ( Narkotika ) yang hampir menguasai belahan dunia, khususnya Indonesia, maka Bapak KH. Mahmudi, MSI merasa terpanggil untuk ikut serta memperbaiki moral anak bangsa dengan mendirikan lembaga pendidikan Islam yang disebut Pondok Pesantren.

Pada tahun 1997, setelah Dia melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Makkah, mulailah dia menggarap tanah yang seluas 9,340 M2, yang masih berbentuk rawa dan dikenal angker ( Jawa ) dan rawan di daerah Sumur Pecung Serang.

Pondok Pesantren Al-mubarok Serang didirikan dengan legalisasi lembaga pendidikan berbadan hukum Notaris Ny. Subandiyah Amar Ashof, SH. Nomor 23, tanggal 10 Oktober 1997. Pada tahun inilah KH Mahmudi membangun sejumlah lokal yang diperuntukkan lembaga pendidikan dengan pendanaan swadaya Pondok Pesantren dan para Donatur serta masyarakat yang ikut andil dalam pembangunan tersebut.

Mulailah KH Mahmudi, MSI melangkah, kesulitan-kesulitan, halangan dan berbagai rintangan serta onak dan duri datang saling tindih, namun dengan modal utama keyakinan memperjuangkan agama Alllah SWT dan semangat serta motivasi yang ditumbuhkan oleh almarhum Ayahandanya Bapak KH. Imanuddin Sulaiman dan para guru-gurunya, mulailah Dia membuka kegiatan belajar Pondok Pesantren dengan hanya memiliki 20 santri. Dan dari 20 santri ini lantas menjadi 30 santri dan dalam waktu yang relatif singkat, santri berdatangan dari berbagai daerah, statistik perkembangan jumlah santri Pondok Pesantren Al-mubarok Serang telah mencapai ratusan santri.

Adapun bentuk Pondok Pesantren Al-Mubarok Serang dewasa ini sudah menunjukkan bentuk bangunan yang modern, Artistik baik bentuk maupun bahan bangunan yang dipakainya.

Ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran para Pengurus Pondok Pesantren Al-Mubarok Serang akan sarana pendidikan Islam sangat tinggi, yang sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman.

KEGIATAN PESANTREN

Pondok Pesantren Al-Mubarok Serang memiliki ciri khas dalam mendidik, membina, dan membimbing santri. Hal ini dilakukan dengan cara kegiatan mengaji Al-Qur’an, kitab-kitab kuning, dan keterampilan. Mengaji dalah kegiatan utama para santri sementara sebagai penunjang, diberikan keterampilan-keterampilan sebagai bekal kelak para santri selepas keluar dari Pondok Pesantren Al-Mubarok Serang dalam mendakwahkan Islamiyah.

Seperti halnya pondok Pesantren lain, Pondok Pesantren Al-Mubarok Serang, juga mengajarkan materi-materi standar dan khas Pesantren. Diantaranya, dalam bidang fiqih, kitab yang dipeljari adalah : Safinatun-Najah, Taqrib, Fathul Qorib, Tadhib. Dalam bidang nahwu, para Santri diajarkan kitab yaitu : Matan Al-Jurumiyah, Awamil, Muhtashor Jidan, Imriti, dan Al-Fiyah Ibnu Malik. Sementara dalam bidang shorof, para santri diajarkan kitab kailany, Matan Bina. Kemudian para Santri juga diajarkan kitab-kitab yang lainnya seperti : Durotun Nasihin, Sullamut-Taufiq, Ta’lim Muta’lim dan tafsir Jalalain.

KURIKULUM PENDIDIKAN

Kurikulum yang digunakan mengacu pada Kurikulum Nasional dengan Muatan Lokal disesuaikan dengan Kurikulum Pondok Pesantren Modern Al-Mubarok. Selama 24 jam santri dibimbing oleh Dewan Guru dan Pengasuh Pesantren dengan landasan Panca Jiwa Pondok Pesantren (Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, Bebas Berfikir) dan memperhatikan perkembangan jiwa anak usia remaja.

Profil Sejarah Pondok Pesantren Modern Al Mubarok Serang

Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah pondok pesantren Modern yang berlokasi di Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Pesantren Daar El-Qolam didirikan pada tanggal 20 Januari Tahun 1968.

Pesantren ini adalah gagasan Haji Qasad Mansyur yang direalisasikan oleh Drs. K.H. Ahmad Rifai Arief (1942-1997). Setelah K.H. Ahmad Rifa'i Arief meninggal dunia pada tanggal 15 Juni 1997, pondok ini dilanjutkan oleh K.H. Drs. Ahmad Syahiduddin, K.H. Adrian Mafatihullah Karim dan Hj. Enah Huwaenah. Lembaga pendidikan Islam ini adalah model integrasi antara sistem pendidikan pondok dengan sistem pendidikan madrasah dan sekolah.

Hingga Juli Tahun 2012, Pondok Pesantren Daar el-Qolam merupakan pondok pesantren terbesar sedaerah Banten, dengan jumlah kurang lebih 5000 jiwa.

PROFIL PENDIRI PESANTREN

K.H. Ahmad Rifa'i Arief adalah seorang alumnus Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 1964. Sebelum mendirikan pesanten Daar el-Qolam, dia mengajar terlebih dahulu di almamaternya selama dua tahun. Sempat mengkaji beberapa kitab klasik di beberapa pondok pesantren tradisional. Pada tahun akhir 1967, dia kembali ke kampungnya, Gintung, untuk membantu ayahnya H. Qasad Mansyur mengelola Madrasah Ibtidaiyah Masyariqul Anwar (مشارق الأنوار).

H. Qasad Mansyur, memang menghendaki adanya lembaga pendidikan tingkat mkannya ke jenjang yang lebih tinggi. Kemudian, dia menyarankan agar putranya, Ahmad Rifai Arief, untuk mendirikan sebuah pondok pesantren seperti halnya pesantren almamaternya, Gontor. Saran ayahnya itu akhirnya direalisasikan oleh Ahmad Rifa'i Arief untuk mendirikan sebuah pesantren yang diberi nama Daar el-Qolam (دار القلم), yang secara terminologi berarti Kampung Ilmu. Satu-satunya perangkat infrastrdikan di pesantren Daar El-Qolam pada waktu itu hanyalah sebuah dapur tua milik neneknya, Hj. Pengki yang direnovasi menjadi sebuah ruangan untuk belajar. Hj.Pengki juga mewakafkan tanah seluas satu hektare.

PENDIRIAN PONDOK PESANTREN

Masa-masa awal pendidikan pondok dilaluinya dengan berbagai kesulitan dan keterbatasan sarana. Namun, dengan keterbatasan itu tidak menghalanginya untuk terus berbuat. Rifai tetap konsisten dengan niatnya. Daar El-Qolam mulai menampakkan perkembangannya, pada tahun 1983. Jalinan silaturahminya dengan K.H. Muhammad Natsir, seorang ulama kharismatik Indonesia, banyak membantu Rifai, sehingga dia membantu Rifa'i untuk mendapatkan bantuan dana dari Arab Saudi.

Pada tahun 1983, pemerintah Kerajaan Saudi Arabia memberikan bantuan uang sebesar 64 juta rupiah. Uang itu digunakan untuk membangun asrama putra yang kemudian diberi nama Gedung al-Saudi (مبنى السعودي). Sebagian uang yang lain, dibelikan tanah untuk ekspansi wilayah pondok.

Pada dekade 1980-an hingga sekarang, Daar el-Qolam semakin mendapatkan kepercayaan masyarakat luas yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia. Sistem pendidikannya yang modern, penerapan disiplin hidup dan beribadah menjadi alasan para orang tua untuk mendidik anaknya di Daar el-Qolam.

Pada ulang tahunnya yang ke-25 yang diselenggarakan pada tahun 1994, beberapa orang pejabat Indonesia datang ke Daar el-Qolam, di antaranya adalah Dr. Tarmizi Taher (yang kala itu menjabat sebagai Menteri Agama), Prof. Dr. Haryono Suyono (Mentri Koordinator BKKBN), Hayono Isman (Menteri Negara Pemuda dan Olahraga), Harmoko (Menteri Penerangan), dan Mayjen TNI A.M. Hendropriyono (Pangdam Jaya). Peringatan ulang tahun tersebut menjadikan Daar el-Qolam semakin dikenal oleh khalayak.

PERKEMBANGAN PESANTREN

Pasca wafatnya pendiri Pesantren, tampuk kepemimpinan pesantren dialihkan kepada adik laki-laki pertamanya, Ahmad Syahiduddin dan Putra pertamanya, Adrian Mafatihullah Karim. Kiai Ahmad Syahiduddin pun lantas meminta kakak perempuannya, Hj. Enah Huwaenah untuk membimbing santriwati, sementara dirinya menangani kebijakan pesantren.

Pesantren Daar el-Qolam mulai melakukan ekspansi yang signifikan di bawah kepemimpinan K.H. Ahmad Syahiduddin. Dari sekitar 15 hektaree saat ditinggalkan oleh pendiri, Daar el-Qolam kini meluas hingga mencapai 29 hektaree. Dengan banyak ide yang datang untuk meningkatkan kualitas, khususnya datang dari alumni seperti Tafta Zani, Muhammad Wahyuni Nafis, Ubaidillah Asnawi, Tabah Rosyadi dan lain-lain, maka Pesantren Daar el-Qolam mendirikan Program Excellent Class, mulai pada tahun ajaran 2007/2008.

 Program Excellent Class akhirnya diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, H. Maftuh Basyuni pada tanggal 21 Januari 2008, bersamaan dengan peringatan hari jadi (milad) Pesantren Daar el-Qolam yang ke-40 (5 windu). Program Excellent Class ini kemudian diproyeksikan sebagai Sekolah Bertaraf Internasional yang berbentuk pesantren.

Pembangunan Daar el-Qolam juga tidak selesai sampai situ saja. Kini, Kiyai Ahmad Syahiduddin juga tengah mengembangkan pesantren cabang Daar el-Qolam, yang dikhususkan untuk menangani santri tingkat Sekolah Menengah Pertama, di Desa Pangkat, Jayanti, Tangerang, yang hingga bulan Maret 2009 sedang dalam masa pembangunan asrama dan gedung kelas.

PENDIDIKAN

Pondok Pesantren Daar el-Qolam terdiri atas tiga buah jenjang pendidikan formal (menurut pada Depag dan Depdiknas), yakni:

1. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Daar el-Qolam
2. Madrasah Aliyah (MA) Daar el-Qolam
3. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Daar el-Qolam
4. Sekolah Menengah Atas (SMA) Daar el-Qolam

Ada dua jenjang yang bisa ditempuh oleh para santri yang mengikuti pendidikan di Daar el-Qolam:

- Jenjang 6 tahun (untuk lulusan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah)
Adapun para santri yang mengikuti jenjang 6 tahun ini harus melewati pendidikan 6 tahun di pesantren: 3 tahun di pendidikan menengah pertama ditambah 3 tahun di pendidikan menengah atas (MA/SMA).

PERUBAHAN

Mulai tahun ajaran 2009/2010, Pondok Pesantren Daar el-Qolam sedikit merombak jenjang 4 tahun untuk lulusan SMP/Mts menjadi langsung tiga tahun saja, dengan mengintegrasikan semua pelajaran agama di setiap tahun mereka menjalani pendidikan di pesantren, dengan kurikulum agama yang berbeda dengan pendidikan jenjang 6 tahun (yang sama hanyalah kurikulum umum). Hingga menciptakan alumni yang berkualitas.

KURIKULUM PENDIDIKAN

Adapun kurikulum yang diterapkan dalam Pondok Pesantren Daar el-Qolam mencakup pelajaran agama dan pelajaran umum yang terintegrasi. Setiap hari santri mendapatkan pelajaran 7 jam pelajaran, yang masing-masing berdurasi 45 menit, diselai oleh 25 menit istirahat, yang berkisar dari pukul 7:00 waktu setempat hingga pukul 15:00 waktu setempat. Di luar jam formal tersebut, santri juga mendapatkan pengajaran al-Quran, kitab kuning, dan kursus-kursus yang bisa diikuti sesuai dengan minat dan kemampuan santri itu sendiri, seperti kursus Bahasa Inggris, kursus Bahasa Arab, kursus komputer, kursus bela diri, dan lain sebagainya.

Integrasi sistem itu juga memudahkan para santri untuk melanjutkan pendidikannya pada tingkat pendidikan tinggi, khususnya ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang memang diperuntukkan untuk para lulusan madrasah dan pesantren. Bekal bahasa Arab dan Inggris yang telah diberikan semasa belajar di pondok, memudahkan para santri untuk memahami kurikulum pada IAIN. Beberapa santri Daar el-Qolam yang menjadi mahasiswa berprestasi di IAIN antara lain Ihsan Ali Fauzi, Muhammad Wahyuni Nafis, Nanang Tahqiq, Ismatu Rofi, dan Siti Nafsiah, yang menjadi mahasiswa unggulan di IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain itu pula, banyak pula santri yang melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah seperti Mesir, Makkah dan Madinah.

Karena memang di dalam kelas mereka juga belajar pelajaran ilmu umum, maka para santri juga akan dibimbing pelajaran umum dengan komposisi yang sama dengan pelajaran ilmu agama. Hal ini dilakukan agar para santri nanti setelah keluar dari pondok dapat melanjutkan ke lembaga pendidikan tinggi umum seperti kedokteran, teknologi dan lain sebagainya. Tujuan ini bermisi agar umat Islam nantinya dapat mengisi ruang-ruang sosial yang lebih beragam, tidak hanya dalam bidang kegamaan saja.

Mulai tahun ajaran 2007/2008, Pondok Daar el-Qolam mencanangkan program kelas unggulan, yang disebut dengan Program Excellent Class. Di dalam program itu, semua siswa yang telah lolos kualifikasi dari segi nilai rata-rata saat kenaikan (minimal 6.25) dan kelakukan bisa merasakan pengalaman yang sedikit berbeda dengan kelas biasa. Di masing-masing kelas, yang terdapat 25 kelas itu, terdapat proyektor berteknologi Digital Light Processing (DLP) dan juga diizinkannya mereka untuk membawa dan menggunakan Internet melalui komputer atau notebook milik sendiri (dengan skema Bring Your Own Device/BYOD) di luar jam pelajaran formal (seperti waktu istirahat dan malam hari), tentu saja untuk menunjang pembelajaran.

Profil Sejarah Pondok Pesantren Daar El-Qolam Tangerang